JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Not a member yet
    255 research outputs found

    Formulasi dan Karakterisasi SNEDDS (Self Nanoemulsifying Drug Delivery System) Mengandung Minyak Jintan Hitam dan Minyak Zaitun

    No full text
    Self Nanoemulsifying Drug Delivery System (SNEDDS) diketahui mampu meningkatkan absorbsi oral dari senyawa senyawa hidrofob. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi dan mengkarakterisasi sediaan SNEDDS mengandung kombinasi minyak jintan hitam dan minyak zaitun. Penelitian diawali dengan analisis kandungan senyawa pada minyak jintan hitam dan minyak zaitun dengan metode Gas Chromatography Mass Spectrophotometry (GC-MS). Optimasi formula dilakukan dengan variasi konsentrasi minyak, surfaktan, dan kosurfaktan. Sediaan SNEDDS selanjutnya dikarakterisasi dengan pengujian persen transmitan, dispersibilitas, robustness, termodinamika (sentrifugasi, heating cooling cycle, freeze thaw cycle), penentuan ukuran serta morfologi globul nanoemulsi. Formula SNEDDS terbaik mengandung surfaktan cremophor RH 40 dan kosurfaktan PEG 400 (3:2) dengan perbandingan fase minyak dan campuran surfaktan kosurfaktan 1:7. Sediaan tersebut memenuhi persyaratan persen transmitan (97,27 ± 0,06%), uji dispersibilitas (grade A), stabil pada pengujian robustness dan termodinamika. Sediaan SNEDDS mampu membentuk nanoemulsi secara spontan dengan rata-rata ukuran globul 99 nm dengan globul berbentuk sferis. Studi ini menyimpulkan bahwa sediaan SNEDDS yang mengandung minyak jintan hitam dan minyak zaitun pada formula optimum memiliki karakteristik fisik yang baik

    Diare Akibat Penggunaan Antibiotik pada Anak: Apa Saran yang Diberikan oleh Apoteker Komunitas?

    No full text
    Diare akibat penggunaan antibiotik (antibiotic-associated diarrhea; AAD) merupakan salah satu gangguan klinis yang seringkali terjadi pada anak dan perlu mendapat intervensi dari dokter untuk mengatasi masalah tersebut. Dengan mempertimbangkan bahwa swamedikasi seringkali menjadi pilihan masyarakat ketika menghadapi kasus diare, apoteker di komunitas memiliki peran penting dalam mengarahkan masyarakat ke dokter untuk mengatasi masalah terkait AAD. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan ketepatan rekomendasi apoteker dalam menanggapi permintaan swamedikasi terkait kasus AAD pada anak. Penelitian ini merupakan penelitian potong lintang yang dilakukan di wilayah Timur kota Surabaya. Sebuah kuesioner yang berisi pertanyaan terkait karakteristik peserta dan sebuah kasus digunakan pada proses pengambilan data. Validasi isi dari kasus serta penentuan kunci jawaban dilakukan melalui diskusi yang melibatkan pakar farmasi klinis, farmasi praktis, dan kesehatan masyarakat. Total terdapat 84 apoteker terlibat dalam penelitian ini; response rate 38,71%. Pemberian rekomendasi produk obat baik dengan maupun tanpa rujukan ke dokter atau saran non-farmakologi diberikan oleh 75 (89,29%) partisipan dan jenis obat yang paling sering direkomendasikan adalah probiotik, kaolin-pektin, domperidon, attapulgit. Sebanyak 26 apoteker (30,95%) memberikan rekomendasi yang tepat, yaitu: rujuk dokter segera dengan atau tanpa disertai rekomendasi lain. Hasil penelitian ini mengindikasikan perlunya intervensi untuk mengoptimalkan pemberian rekomendasi apoteker komunitas pada kasus AAD anak

    Evaluasi Penggunaan Antibiotik menggunakan Indeks ATC/DDD dan DU90% pada Pasien Operasi TAH BSO dengan Infeksi Daerah Operasi: Studi Retrospektif di RSUD Dr. Soetomo

    No full text
    TAH BSO adalah salah satu tindakan bedah ginekologi untuk menghilangkan uterus, serviks, kedua tabung tuba, dan ovarium. Tindakan bedah TAH BSO dapat meningkatkan risiko terjadinya Infeksi Daerah Operasi (IDO). IDO menjadi penyebab utama dari morbiditas, rawat inap yang berkepanjangan, dan kematian sehingga penggunaan antibiotik diperlukan pada pasien yang mengalami IDO. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik dengan metode ATC/DDD dan DU 90% pada pasien operasi TAH BSO dengan kasus IDO di Ruang Merak RSUD Dr. Soetomo. Metode penelitian dilakukan secara observasional dan pengambilan data secara retrospektif berdasarkan rekam medik dengan mengambil waktu selama bulan Januari 2015 sampai Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik metronidazol memiliki nilai DDD tertinggi yaitu sebesar 25,00 DDD/100 pasien-hari artinya diestimasikan dari 100 pasien TAH BSO dengan IDO ada 25 pasien yang menerima metronidazol 1,5 gram per hari. Sedangkan antibiotik yang termasuk dalam DU 90% yaitu metronidazol (47%), seftriakson (18,16%), amikasin (8,87%), levofloksasin (8,01%), dan gentamisin (6,41%). Untuk selanjutnya, evaluasi penggunaan antibiotik dengan metode Gyssens dapat dilakukan untuk mengetahui ketepatan penggunaan antibiotik

    Identifikasi Mekanisme Molekuler Senyawa Bioaktif Peptida Laut sebagai Kandidat Inhibitor Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE)

    No full text
    Senyawa bioaktif peptida laut saat ini menjadi fokus penelitian karena memiliki sifat yang unik. Salah satu peran biologis penting dari senyawa peptida tersebut adalah sebagai agen antihipertensi terhadap aktivitas Angiotensin-I Converting Enzyme (ACE). Terdapat beberapa senyawa peptida yang telah terbukti mampu menghambat reseptor ACE, seperti senyawa peptida yang dihasilkan oleh teripang (Acaudina molpadioides), kerang biru (Mytilus edulis), dan ikan tuna (Thunnini). Dalam penelitian ini dilakukan identifikasi dan evaluasi terhadap interaksi yang terjadi antara senyawa peptida dengan reseptor ACE menggunakan motode penambatan molekuler berbasis protein-peptida. Sequencing senyawa peptida dimodelkan terlebih dahulu menggunakan server PEP-FOLD. Konformasi terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi terhadap makromolekul reseptor ACE menggunakan software PatchDock. Interaksi yang terjadi diamati lebih lanjut menggunakan software BIOVIA Discovery Studio 2020. Berdasarkan hasil dari penambatan molekuler berbasis protein-peptida, senyawa peptida kerang biru dan ikan tuna memiliki afinitas yang baik terhadap reseptor ACE, yaitu dengan ACE score masing-masing adalah −391,62 kJ/mol dan −516,56 kJ/mol. Dengan demikian, senyawa bioaktif peptida laut tersebut diprediksi dapat dipilih sebagai kandidat inhibitor reseptor ACE berbasis peptid

    Efektivitas Ekstrak Etanol Kulit Buah Terung Ungu (Solanum melongena L.) sebagai Antimalaria terhadap Jumlah Eosinofil pada Mencit (Mus musculus) yang Diinduksi Plasmodium berghei

    No full text
    Malaria is a disease caused by Plasmodium that is transmitted to humans through female Anopheles mosquito bite. Many cases of antimalarial drug resistance such as chloroquine led to the need for new antimalarial discoveries. Eggplant contains many secondary metabolites that are potential as antimalarial. This study aimed to determine the effectivity of ethanol extract of eggplant peels as antimalarial towards eosinophil in mice induced by Plasmodium berghei. Eggplant peels were extracted by maceration method using 70% ethanol. The analysis of secondary metabolites from the ethanol extract of eggplant peels was conducted using tube test and thin layer chromatography. The percentage of parasitemia and eosinophil were calculated from peripheral blood smear of mice which were treated with extracts at the doses of 0.075, 0.15, and 0.30 mg/20 g of body weight. Dihydroartemisinin-piperaquin (3.744 mg/20 g of body weight) was used as positive control, while distilled water was used as negative control. The study showed that ethanolic extract of the eggplant peels contained alkaloids, flavonoids, terpenoids, steroids, phenolic, and saponins. The extract effectively reduced parasitemia at a dose of 0.075 mg/20 g, but it was not effective in increasing the number of eosinophil in mice. There was no correlation between the number of parasitemia and eosinophil. The study concludes that ethanolic extract of the eggplant peels exhibits antimalarial activity, but does not show immunomodulatory activity in increasing eosinophil.Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium yang ditularkan ke manusia melalui gigitan nyamuk Anopheles betina. Banyaknya kasus resistensi obat antimalaria seperti klorokuin menyebabkan perlunya dilakukan penemuan antimalaria baru. Terung ungu (Solanum melongena L.) memiliki banyak senyawa metabolit sekunder yang berpotensi sebagai antimalaria. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak etanol kulit buah terung ungu sebagai antimalaria terhadap jumlah eosinofil pada mencit yang diinduksi Plasmodium berghei. Kulit buah terung ungu diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Metabolit sekunder ekstrak etanol kulit buah terung ungu dianalisis menggunakan uji tabung dan kromatografi lapis tipis. Jumlah parasitemia dan eosinofil dihitung dari sediaan apus darah tepi mencit yang diberi perlakuan ekstrak dengan dosis 0,075; 0,15; dan 0,30 mg/20 gBB. Kontrol positif diberi 3,744 mg/20 gBB dihydroartemisinin-piperaquin, sedangkan kontrol negatif diberi air suling. Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah terung ungu mengandung golongan senyawa alkaloid, flavonoid, terpenoid, steroid, fenolik dan saponin. Ekstrak paling efektif menurunkan jumlah parasitemia pada dosis 0,075 mg/20 gBB, namun tidak efektif meningkatkan jumlah eosinofil pada mencit. Tidak terdapat hubungan antara jumlah parasitemia dan jumlah eosinofil. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ekstrak etanol kulit buah terung ungu memiliki aktivitas antimalaria tetapi tidak bersifat imunomodulator pada peningkatan eosinofil

    Aktivitas Antibakteri Fraksi Serbuk Kayu Eboni (Diospyros celebica Bakh.) terhadap Escherichia coli dan Staphylococcus aureus

    No full text
    Eboni (Diospyros celebica Bakh.) merupakan salah satu pohon khas daerah Sulawesi. Serbuk kayu sebagai hasil sampingan dari pengolahan kayu ini belum dimanfaatkan secara maksimal. Hasil penelitian pendahuluan menyatakan bahwa ekstrak etanol serbuk kayu eboni memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemisahan senyawa antibakteri yang terdapat di dalamnya dengan metode fraksinasi cair-cair menggunakan pelarut n-heksan, etil asetat, n-butanol, dan air, serta pengujian aktivitas antibakteri dari fraksi-fraksi tersebut dengan metode disk diffusion dan KLT bioautografi. Identifikasi golongan senyawa dari fraksi aktif menggunakan pereaksi kromogenik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fraksi n-heksan memiliki diameter hambat tertinggi terhadap Escherichia coli yakni sebesar 12,53 mm dengan golongan senyawa yang memiliki aktivitas penghambatan adalah steroid dan fraksi etil asetat memiliki diameter hambatan tertinggi terhadap Staphylococcus aureus yakni sebesar 14,77 mm dengan golongan senyawa yang memberikan zona hambat yaitu terpenoid, fenolik, steroid.

    Formulasi dan Uji Sifat Fisik Sediaan Lulur Krim dari Ekstrak Etanol Daun Sirsak (Annona muricata L.) serta Penentuan Aktivitas Antioksidannya

    No full text
    The ethanolic extract of soursop leaves (Annona muricata L.) is reported as an antioxidant agent with an IC50 value of 14.48 µg/mL. This research aimed to examine physical characteristics and investigate the antioxidant activity of the ethanolic extract of soursop leaves in a scrub cream. Soursop leaves powder was extracted with 70% ethanol and formulated as scrub cream at the concentration of 1.4%, 2.8%, and 4.2%, then evaluated for physical characteristics. The antioxidant activity was evaluated using DPPH (1.1-diphenyl-2 picrylhydrazyl) method. The result showed that the scrub cream at all concentrations tested fulfilled all physical characteristics required for good topical preparations. These included organoleptic, homogeneity, viscosity, pH, spreadability, and adhesion. The IC50 value of the scrub cream at the concentration of 1.4%, 2.8 %, and 4.2% were 30.72, 26.82, and 24.03 µg/mL, respectively. The IC50 values indicated that the scrub creams exhibit radical scavenging activities which categorized as strong activity antioxidants.Ekstrak etanol daun sirsak (Annona muricata L.) dilaporkan memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai konsentrasi hambat 50 (IC50) sebesar 14,48 µg/mL.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat fisik dan aktivitas antioksidan dari lulur krim ekstrak etanol daun sirsak. Serbuk kering daun sirsak diekstraksi dengan etanol 70% kemudian dibuat formula lulur krim dengan konsentrasi 1,4%, 2,8%, dan 4,2% lalu dilakukan uji sifat fisiknya. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lulur krim ekstrak daun sirsak pada semua konsentrasi memenuhi semua persyaratan uji sifat fisik sediaan topikal yang baik. Hal ini meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, pH, daya sebar dan daya lekat. Nilai IC50 lulur krim ekstrak etanol daun sirsak dengan konsentrasi 1,4%; 2,8%; dan 4,2% adalah 30,72; 26,82; dan 24,03 µg/mL. Hal ini menunjukkan bahwa sediaan lulur krim ekstrak daun sirsak memiliki aktivitas antioksidan atau penangkapan radikal bebas dengan kategori sangat aktif

    Kajian Fitokimia Fraksi Etil Asetat dari Lichen Stereocaulon massartianum Hue. dan Uji Aktivitas Antibakteri dengan Metode KLT-Bioautografi

    No full text
    This research is a continuation study in the inventory of lichens of the genus Stereocaulon which is currently focused on the Stereocaulon massartianum Hue collected in the rocks of Diatas Lake, West Sumatera, Indonesia. Reports on phytochemical studies and pharmacological activities of this species are still limited, based on literature studies that have been carried out. This research was conducted to determine their secondary metabolites and potential antibacterial activity. The air-dried thallus of lichen S. massartianum was macerated successively using n-hexane, ethyl acetate and methanol solvents. The compounds were separated by chromatography and recrystallization methods, then analyzed by spectroscopy (UV-Vis, FTIR, 1H and 13C-NMR). Furthermore, the antibacterial activity assay was performed by agar diffusion method on ethyl acetate extract, and TLC-Bioautography for the isolated compound. Three compounds have been isolated from ethyl acetate extract, i.e. atranorin (1), stictic acid (2) and norstictic acid (3). The results of antibacterial assay from the extract showed antagonistic activity against pathogenic bacteria S. aureus, E. faecalis, E. coli, and P. aeruginosa at concentrations of 10 and 20%, while TLC-bioautography of compound 3 exhibited growth inhibition area in all test bacteria.Penelitian ini merupakan kegiatan lanjutan dalam inventori lichen/lumut kerak genus Stereocaulon dengan fokus pada Stereocaulon massartianum Hue yang dikoleksi di daerah bebatuan Danau Diatas, Sumatera Barat, Indonesia. Berdasarkan penelusuran literatur, kajian fitokimia, dan aktivitas farmakologis dari spesies ini masih sedikit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kandungan metabolit sekunder dan potensi aktivitas antibakterinya. Thallus kering lichen S. massartianum dimaserasi bertingkat dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan metanol. Kemudian pemisahan senyawa dengan metode kromatografi dan rekristalisasi. Senyawa-senyawa hasil isolasi dianalisis secara spektroskopi (UV-Vis, FTIR, 1H dan 13C-NMR). Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi agar terhadap ekstrak etil asetat, dan KLT-Bioautografi untuk senyawa hasil isolasi. Tiga senyawa berhasil diisolasi dari ekstrak etil asetat, yaitu atranorin (1), asam stiktat (2) dan asam norstiktat (3). Hasil uji antibakteri dari ekstrak tersebut menunjukkan aktivitas antagonis terhadap bakteri patogen S. aureus, E. faecalis, E. coli, dan P. aeruginosa pada konsentrasi 10 dan 20 %, dan KLT-bioautografi dari senyawa 3 memperlihatkan daerah hambat pertumbuhan pada semua bakteri uji

    Studi Interaksi Senyawa Turunan Saponin dari Daun Bidara Arab (Ziziphus spina-christi L.) sebagai Antiseptik Alami secara In Silico

    No full text
    Christinin merupakan senyawa turunan glikosida saponin yang paling banyak terdapat dalam daun bidara arab (Ziziphus spina-christi L.). Terdapat empat tipe christinin yaitu christinin-A, B, C, dan D yang diduga memiliki aktivitas sebagai antimikroba yang efektif terhadap bakteri dan jamur, seperti Staphylococcus epidermidis, Echerichia coli, dan Candida albicans yang sering menyebabkan infeksi pada permukaan kulit yang biasanya dapat diatasi dengan penggunaan cairan antiseptik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi serta mengeksplorasi afinitas dan interaksi molekular antara senyawa christinin-A, B, C, dan D terhadap makromolekul target pada Staphylococcus epidermidis, Echerichia coli dan Candida albicans dengan menggunakan simulasi penambatan molekular secara in silico. Molekul senyawa uji terlebih dahulu dioptimasi geometri dengan menggunakan perangkat lunak GaussView 5.0.8 dan Gaussian09. Konformasi terbaik dipilih untuk dilakukan studi interaksi terhadap makromolekul target dengan menggunakan perangkat lunak MGLTools 1.5.6 yang dilengkapi dengan AutoDock 4.2. Interaksi yang terbentuk selanjutnya diamati dengan menggunakan perangkat lunak BIOVIA Discovery Studio 2020.  Berdasarkan hasil dari simulasi penambatan molekular, senyawa christinin memiliki afinitas yang baik terhadap makromolekul target pada Staphylococcus epidermidis, Echerichia coli dan Candida albicans. Dengan demikian, senyawa tersebut diprediksi dapat digunakan sebagai kandidat komponen utama dari antiseptik alami

    Analisis Cemaran Daging Babi pada Bakso Sapi yang Dijual di Tanjung Priok menggunakan Real-Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR)

    No full text
    Bakso sapi sebagai makanan yang disukai oleh masyarakat Indonesia rawan terhadap cemaran daging babi karena daging sapi harganya relatif mahal. Kasus pencampuran tersebut tentu menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat muslim di Indonesia karena daging babi tidak halal dikonsumsi. Karena itu perlu dilakukan analisis cemaran daging babi pada bakso sapi. Sampel diambil dari wilayah Tanjung Priuk karena jumlah penganut yang boleh mengkonsumsi daging babi di daerah tersebut signifikan banyaknya. Bakso kontrol (100% babi, 100% sapi, campuran 50% babi) dan 10 bakso sampel di analisis menggunakan metode real-time polymerase chain reaction (RT-PCR). Isolat DNA yang digunakan adalah DNA mitokondria dengan daerah target sitokrom B. Hasil amplifikasi RT-PCR pada 3 bakso kontrol menggunakan primer babi menunjukkan bakso kontrol 100% babi dan campuran 50% babi menghasilkan kenaikan kurva amplifikasi dengan CP 22,82 dan 20,03. Sedangkan hasil amplifikasi 10 sampel bakso sapi menggunakan primer babi tidak menghasilkan kenaikan kurva amplifikasi yang menunjukkan bahwa tidak adanya DNA babi yang teramplifikasi pada produk bakso sapi tersebut

    0

    full texts

    255

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇