JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Not a member yet
    255 research outputs found

    Simultaneous Determination of Metformin and Glimepiride in Fixed-Dose Combination Tablets Sold in Pramuka Market using Validated UV Spectrophotometric Method

    No full text
    Combination of metformin and glimepiride as a diabetes mellitus drug has recently shown significant increase due to its benefits in improving patient compliance and offering cost effectiveness. This study aimed at analyzing metformin-glimepiride in fixed dose combinations purchased at Pramuka Market (the largest drug market in Jakarta) using validated simultaneous UV-spectrophotometry. The maximum wavelength of metformin and glimepiride is 237 nm and 228 nm respectively. The validation result of metformin and glimepiride at concentration range of 2-8 µg/mL and 5-17 µg/mL showed Linearity with 0.9999 and 0.9996, LOD values with 0.0962 µg/mL and 0.2954 µg/mL, LOQ values with 0.3208 µg/mL and 0.9846 µg/mL, and recovery (accuracy test) with 99.72% ± 1.88% to 103.86 ± 0.87%, respectively. The Relative Standard Deviation (RSD) as the precision test indicator for both drugs was less than 2%. The level of Metformin-glimepiride fixed-dose combination purchased at Pramuka Market was about 96.15% ± 3.56% to 102.71% ± 1.50%. The conclusion of this study showed that the level of metformin-glimepiride sold in the Pramuka market met the requirement

    Aplikasi Gold Nanopartikel dengan Bahan Alam sebagai Kosmetik Pemutih Wajah: Tinjauan Sistematis

    No full text
    Penggunaan bahan alam sebagai pemutih memiliki keuntungan lebih aman meskipun penyerapan dalam kulit relatif rendah. Oleh karenanya, pengembangan nanopartikel emas (AuNPs) bahan alam dapat menjadi solusi permasalahan tersebut. Review ini bertujuan untuk mengumpulkan data terkait pengembangan bahan alam dengan nanopartikel emas yang berkhasiat sebagai agen pemutih. Identifikasi dilakukan dengan mencari literature melalui media pubmed, Science Direct, dan Google Scholar dengan menggunakan kata kunci ‘gold nanoparticle’, ’natural ingredients’, ’ cosmetics’, ‘tyrosinase inhibition’,’ melanin’ dan ’whitening’. Pencarian didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi yang telah di tetapkan. Hasil evaluasi literatur menunjukkan pengembangan bahan alam sebagai pemutih kulit telah banyak dikembangkan, namun dikarenakan  sifat senyawa aktif sulit terserap menyebabkan hasil yang kurang maksimal dalam menghambat aktivitas tirosinase. Sehingga dilakukan modifikasi dalam bentuk nanopartikel emas untuk mempermudah proses penyerapan. Hasil pengujian aktivitas tirosinase bahan alam dalam bentuk nanopartikel emas lebih baik jika dibandingkan dengan bahan alam dalam bentuk ekstrak. Hal ini ditunjukan dengan nilai IC50 yang semakin kecil jika dibandingkan dengan dengan bahan alam dalam bentuk ekstra

    Implementasi Penyesuaian Obat Diabetes pada Saat Puasa Ramadan dan Pengaruhnya Terhadap Nilai HbA1c

    No full text
    This study aimed to evaluate the effect of diabetes medication adjustment during Ramadan fasting according to the recommendation of International Diabetes Federation-Diabetes and Ramadan International Alliance (IDF-DAR) to HbA1c values in type-2 diabetes mellitus patients. The study was conducted at a hospital in Jakarta, Indonesia with a cross-sectional study design involving 80 ambulatory patients with type-2 DM who fasted during Ramadan in 2016. About 60% of patients used oral antidiabetes drug (OAD), mostly the combination of biguanide + sulfonylurea drugs (27.5%). The adjustments were made in which 56.2% was in accordance with IDF-DAR recommendations. The study showed that the HbA1c values decreased insignificantly (p = 0.082) from 8.75 ± 1.90 to 8.63 ± 1.82 after the adjustment. The appropriate drug adjustment based on IDF-DAR had a significant effect on the HbA1c value of DM patient with p-value 0.030 (p < 0.05).The discrepancy of drug use based on IDF-DAR 3.222 times greater caused uncontrolled HbA1c. The most influential variable to HbA1c value was drug type with p-value 0.006 (p < 0.05). Improper adjustment of Insulin or combination insulin-OAD caused HbA1c value 5 times greater to be uncontrolled than OAD.Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penyesuaian obat diabetes pada saat puasa Ramadan berdasarkan rekomendasi dari International Diabetes Federation-Diabetes and Ramadan International Alliance (IDF-DAR) terhadap nilai HbA1c pasien diabetes melitus (DM) tipe-2. Penelitian dilakukan di salah satu rumah sakit di Jakarta, Indonesia dengan menggunakan desain studi cross-sectional yang melibatkan 80 orang pasien DM tipe-2 rawat jalan yang menjalankan puasa Ramadan tahun 2016. Sebanyak 60% pasien menggunakan obat antidiabetes oral (OAD) dengan kombinasi obat terbanyak biguanida + sulfonilurea (27,5%). Penyesuaian obat dilakukan di mana sebanyak 56,2% adalah sesuai dengan rekomendasi IDF-DAR. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata nilai HbA1c mengalami penurunan tidak bermakna (p = 0,082) dari 8,75 ± 1,90 menjadi 8,63 ± 1,82 setelah penyesuaian obat. Terdapat perbedaan bermakna pada nilai HbA1c pasien yang menggunakan obat antara yang sesuai dengan yang tidak sesuai rekomendasi IDF-DAR (p = 0,030). Ketidaksesuaian penggunaan obat berdasarkan IDF-DAR menyebabkan nilai HbA1c tidak terkontrol 3,222 kali lebih besar dibandingkan kesesuaian penggunaan obat berdasarkan IDF-DAR. Variabel yang memberikan pengaruh paling besar terhadap nilai HbA1c adalah jenis obat (p = 0,006). Penyesuaian yang tidak tepat pada insulin dan kombinasi insulin-OAD dapat menyebabkan nilai HbA1c yang tidak terkontrol 5 kali lebih besar dibandingkan OAD

    Penentuan Kadar Fenolat Total, Uji Aktivitas Antioksidan dan Antibakteri dari Ekstrak dan Fraksi Kulit Batang Bintangor (Calophyllum soulattri Burm. F)

    No full text
    Bintangor (Calophyllum soulatri Burm. F) merupakan tumbuhan dari familia Clusiaceae. Beberapa bagian dari tumbuhan ini seperti kulit batangnya telah lama digunakan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar fenolat total, aktivitas antioksidan dan antibakteri dari kulit batang bintangor dalam bentuk ekstrak dan fraksi. Ekstrak kulit batang bintangor dibuat dengan teknik maserasi dengna pelarut etanol, sedangkan fraksinasi dilakukan dengan pelarut n-heksan, etil asetat dan butanol. Kadar fenolat total dari ekstrak dan fraksi ditentukan menggunakan metode Folin-Ciaocalteau. Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode Ferric Reducing Antioxidan Power, sedangkan aktivitas antibakteri dievaluasi dengan metode difusi agar terhadap bakteri patogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar fenolat total tertinggi diperoleh dari ekstrak etanol (60,481 g/100 g), demikian juga dengan aktivitas antioksidan tertinggi (4,29 mmol Fe(II)/100 g). Aktivitas antibakteri paling baik diperlihatkan oleh ekstrak etanol dengan konsentrasi hambat minimum 0,8%, menghasilkan diameter hambat 6,96 mm, diikuti oleh fraksi n-heksan (konsentrasi 0,9%, menghasilkan diameter hambat 6,63 mm), fraksi etil asetat (konsentrasi 0,625%, menghasilkan diameter hambat 6,28 mm), dan fraksi butanol (konsentrasi 0,5%, menghasilkan diameter hambat 6,03 mm)

    Fabrikasi dan Studi Stabilitas Self-Nano Emulsifying Propolis menggunakan Minyak Kesturi sebagai Pembawa

    No full text
    Propolis merupakan resin yang sukar larut dalam air yang dihasilkan lebah, berkhasiat sebagai antibakteri, antioksidan, serta antiinflamasi. Salah satu metode untuk meningkatkan kelarutan obat adalah teknologi self-nano emulsifying (SNE). Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi, karakterisasi, dan studi stabilitas SNE propolis dengan pembawa minyak kesturi, cremophor RH 40, dan PEG 400. Preparasi SNE dilakukan dengan mencampurkan propolis dengan pembawa. Area nanoemulsi ditentukan dengan konstruksi diagram fase terner. Karakterisasi dilakukan dengan penentuan ukuran partikel, zeta potensial, transmitan, stabilitas termodinamika, uji ketahanan, dan uji stabilitas dipercepat. Daerah nanoemulsi terdapat pada F1-F9 dengan range komposisi minyak kesturi (10-30%), cremophor RH 40 (40-80%), dan PEG 400 (10-40%). Kesembilan formula menghasilkan nilai transmitan pada 96-99%, ukuran partikel 10-40 nm, serta zeta potensial kurang dari -40 mV. Uji ketahanan menunjukkan hasil yang baik pada F4 (1: 5: 4), F5 (2: 7: 1), dan F6 (2: 6: 2). Uji stabilitas dipercepat, F5 (2: 7: 1) menghasilkan SNE yang paling optimal karena tidak teramati pemisahan fase dan pengendapan, dengan karakterisasi nilai transmitan antara 97-99%, ukuran partikel antara 16-19 nm, dan nilai PDI 0,1-0,2. Dapat disimpulkan bahwa SNE propolis dengan pembawa minyak kesturi, cremophor RH 40, dan PEG 400 menghasilkan karakteristik dan profil stabilitas yang baik

    Formulation of Eel (Monopterus albus) extract membranes for wound dressing using plasticizers

    No full text
    The types of wound dressing will affect wound healing processes. The membrane is one of the potential wound dressing that can maintain the moisture of the wound surface. The eel extract as an active ingredient could be added to the membrane formula to accelerate wound healing. This study aimed to formulate eel (Monopterus albus) extract membranes for wound dressing using some plasticizers. Polyvinyl alcohol (PVA) 146,000 was used as the polymer, while glycerol, propylene glycol,and polyethylene glycol (PEG) 400 were used as the plasticizers. Methylparaben and propylparaben were added as preservatives. Evaluations included thickness, water vapor permeability, and mechanical properties of the membranes that consisted oftensile strength, elongation at break, and Young's modulus were performed. The result showed that the use of different types of plasticizers affected the mechanical properties of the eel extract membrane. The formula that used glycerol as the plasticizer produced membranes with the best water vapor permeability and mechanical properties

    Uji Aktivitas Antiplatelet, Antikoagulan, dan Trombolitik Alkaloid Total Daun Pepaya (Carica papaya L.) secara in Vitro

    No full text
    Papaya leaves have a number of alkaloid compounds (carpaine, pseudocarpaine, dehydrocarpaine I, dehydrocarpaine II, and emetine). This study aimed to determine the antiplatelet, anticoagulant, and thrombolytic activities of total alkaloids of papaya leaves in vitro. This study was divided into 5 groups: negative control, positive control, and total alkaloids of papaya leaves (0.5, 1.0, and 2.0 mg/mL) with 5 parameters: % platelet aggregation inhibition, CT, PT, APTT, and % thrombolytic. Based on statistical analysis, there was a significant difference between percentage of aggregation inhibition of total alkaloids and negative controls, but was not different with positive control (clopidogrel). Anticoagulant test showed that total alkaloid of papaya leaves significantly extended CT, PT, and APTT values compared with negative control, but was not significantly different with positive control (heparin). Thrombolytic test showed that total alkaloid of papaya leaves increased trombolitic percentage and significantly different from the negative control, but was not significantly different from positive control (nattokinase).Daun pepaya memiliki kandungan beberapa senyawa alkaloid (karpain, pseudokarpain, dehydrokarpain I, dehydrokarpain II, dan emetin). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antiplatelet, antikoagulan, dan trombolitik alkaloid total daun pepaya secara in vitro. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan: kontrol negatif, kontrol positif, alkaloid total daun pepaya (konsentrasi 0.5, 1.0, dan 2.0 mg/mL) dengan parameter persentasi inhibisi agregasi, persentase inhibisi koagulasi dari nilai Clotting Time (CT), Prothrombine Time (PT), dan Activated Parsial Thromboplastine Time  (APTT), dan daya fibrinolitik. Berdasarkan analisis statistik diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara persentase inhibisi agregasi alkaloid total dibanding kontrol negative, namun tidak berbeda dengan kontrol positif (clopidogrel). Pada uji antikoagulan, alkaloid total daun pepaya secara signifikan dapat memperpanjang CT, PT, dan APTT yang berbeda signifikan dengan kontrol negatif, namun tidak berbeda dengan kontrol positif (heparin). Hasil uji trombolitik menunjukkan bahwa alkaloid total daun pepaya dapat meningkatkan persentase trombolitik yang berbeda dengan kontrol negatif, namun tidak berbeda signifikan dengan kontrol positif (nattokinase)

    Perkembangan Terkini Terapi Antikoagulan Pada Pasien Covid-19 Bergejala Berat

    No full text
    Penyakit covid-19 yang disebabkan oleh virus sarcov-2 awalnya hanya dinyatakan sebagai penyakit pernafasan, namun kemudian diketahui dampak dari penyakit ini dapat menyebabkan kerusakan multiorgan karena adanya fenomeda badai sitokin yang menyebabkan inflamasi dimana-mana termasuk pada pembuluh darah yang menuju berbagai organ penting. Tulisan ini bertujuan untuk mengungkap seberapa signifikan fenomeda koagulasi darah hasil kerja virus covid-19 ini hingga menyebabkan manifestasi tromboembolisme baik dalam terminologi tromboemboli vena, deep vein thrombosis, tromboemboli paru dan lain-lain, juga kemungkinan mekanisme yang terjadi dan yang terpenting dalam tulisan ini adalah seberapa efektifkah penggunaan obat antikoagulan pada pasien covid-19 bergejala berat

    Formulasi Granul Effervescent Herba Meniran (Phyllanthus niruri L.) dengan Variasi Suspending Agent Xanthan Gum, CMC-Na, dan Kombinasi CMC-Na-Mikrokristalin Selulosa RC- 591

    No full text
    Herba meniran (Phyllanthus niruri L.) merupakan simplisia tanaman obat yang selama ini digunakan masyarakat dalam bentuk air rebusan. Formulasi herba meniran dalam bentuk granul effervescent dengan penambahan suspending agent merupakan salah satu bentuk inovasi minuman fungsional. Jenis suspending agent yang digunakan dalam formula memiliki pengaruh terhadap karakteristik granul. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perbedaan jenis suspending agent xanthan gum (formula 1), CMC-Na (formula 2), dan kombinasi CMC-Na-mikroskristalin selulosa RC-591 (formula 3) dengan konsentrasi 1% terhadap karakteristik fisika dan kimia granul effervescent sebelum dan sesudah direkonstitusi. Formulasi granul effervescent herba meniran dilakukan dengan metode granulasi basah. Komponen asam dan basa digranulasi secara terpisah kemudian kedua komponen dicampur menggunakan tumbling mixer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa granul effervescent yang dihasilkan memenuhi persyaratan dengan persentase fines sebesar 1,02-2,02%; kandungan lembap 3,76±0,13%-3,82±0,30%; kecepatan alir 7,85±0,10-10,92±0,04 g/detik; sudut istirahat 31,12±0,75-34,12±0,75°; waktu dispersi 66,95±5,50-70,26±0,03 detik; tinggi buih 3,01±0,12-3,22±0,25 cm; viskositas 222,0-242 cps; pH 6,73±0,10-6,91±0,01. Formula 1 merupakan formula terbaik karena menghasilkan waktu dispersi yang cepat, dispersi yang halus, dan viskositas yang lebih tinggi. Hasil evaluasi organoleptis dan sensori menunjukkan bahwa formula granul effervescent dalam penelitian ini dapat diterima oleh panelis.

    Formulasi Dispersi Padat Pentagamavunon-0 (PGV-0) dalam Bentuk Sediaan Hidrogel dengan Kombinasi Basis Polimer Kitosan-Agar-PVP

    No full text
    Pentagamavunon-0 (PGV-0) merupakan analog kurkumin dengan stabilitas yang lebih baik. PGV-0 memiliki kapasitas sebagai antioksidan, namun mengalami metabolisme lintas pertama pada pemberian secara oral. Untuk meningkatkan efektivitasnya, PGV-0 dibuat dalam bentuk sediaan transdermal. PGV-0 memiliki kelarutan terbatas di dalam air sehingga dibuat ke dalam sistem dispersi padat dengan polyvinylpyrrolidone (PVP) untuk meningkatkan kelarutannya. Penelitian ini bertujuan untuk membuat formula dispersi padat PGV-0/PVP ke dalam matriks hidrogel. Sediaan matriks dibuat 3 formula dengan menggunakan basis polimer kitosan-agar-PVP dengan memvariasikan jumlah penggunaan PVP. Evaluasi sediaan meliputi organoleptis, bobot, ketebalan, pH, moisture content, moisture uptake, daya lipat dan drug content. Uji penetrasi in vitro dilakukan dengan menggunakan sel difusi Franz. Formula optimum yang diperoleh yaitu hidrogel dispersi padat PGV-0/PVP dengan perbandingan 1:1 (F2B) yang memiliki moisture content sebesar 1,2% ± 0,28% dan nilai fluks sebesar 121,6227μg cm-² jam-

    0

    full texts

    255

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇