JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis)
Not a member yet
255 research outputs found
Sort by
Validasi Metoda Analisis Penetapan Kadar Ketoprofen pada Tablet Salut Enterik secara Kromatografi Cair Kinerja Tinggi dan Spektrofotometri UV
Ketoprofen yang beredar di Indonesia sebagian besar dalam bentuk sediaan tablet salut enterik, tetapi metoda analisis untuk penetapan kadar dan uji disolusinya belum tersedia dalam farmakope. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan metode kromatografi cair kinerja tinggi (KCKT) dan spektrofotometri ultraviolet visibel (UV) untuk melakukan analisis tablet salut enterik ketoprofen. Penetapan kadar dan keseragaman kandungan ketoprofen tablet salut enterik ditentukan secara KCKT isokratik fase terbalik yang telah divalidasi menggunakan kolom reverse phase (RP-18 ) (250 x 4,6 mm) diameter partikel 5 µm, fase gerak metanol-dapar fosfat 13 mM pH 6,5 perbandingan 60:40 v/v, laju alir 1,0 mL/menit dan detektor UV 258 nm. Spesifisitas, linieritas, akurasi, dan presisi memenuhi persyaratan International Conference on Harmonization (ICH). Metode KCKT memberikan lineritas yang sangat baik (r > 0,999) pada rentang konsentrasi 15 – 35 µg/mL, presisi dinyatakan dalam persen deviasi standar relative (% RSD 99,97%). Metode KCKT lebih sensitif dibandingkan metode spektrofotometri UV, dengan nilai LOD masing-masing adalah 0,18 dan 0,67 µg/mL serta LOQ 1,20 dan 2,49 µg/mL. Hasil validasi dan uji penetapan kadar ketoprofen pada tablet salut enterik dengan metode KCKT tidak berbeda nyata dibandingkan dengan metode spektrofotometri UV (P>0,05
Validitas dan Reliabilitas Kuesioner Kepatuhan Pengobatan Pasien Lansia dengan Hipertensi berdasarkan Teori Health Belief Model
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur validitas dan reliabilitas kuesioner kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi berdasarkan teori Health Belief Model (HBM). Kuesioner dibuat berdasarkan studi literatur dan diskusi dengan para ahli. Dikarenakan pandemi COVID-19, penyebaran kuesioner dilakukan secara daring di media sosial dan secara luring pada pasien hipertensi yang berkunjung di Puskesmas Pekauman, Kota Banjarmasin. Kuesioner terdiri dari enam dimensi untuk mengukur HBM, yaitu kerentanan, keparahan, manfaat, hambatan, dan kepercayaan diri yang dirasakan, serta isyarat untuk bertindak. Sejumlah 30 peserta berumur 60–79 tahun & sedang mengonsumsi obat kaptopril dan/atau amlodipin minimal dalam 3 bulan terakhir terlibat dalam penelitian ini. Pada uji validitas, hasilnya menunjukkan bahwa dari 45 item pertanyaan dalam kuesioner, terdapat 8 item yang tidak valid sedangkan 37 item lainnya dinyatakan valid berdasarkan nilai Pearson Correlation (> r tabel 0,361; p 0,7, dengan skor keseluruhan 0,927 yang menunjukkan bahwa semua dimensi dalam kuesioner reliabel. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa kuesioner berdasarkan teori Health Belief Model merupakan instrumen yang valid dan reliabel untuk mengukur kepatuhan penggunaan obat pada lansia dengan hipertensi
Optimasi Formula Sediaan Losion Tabir Surya dari Ekstrak Etanol Terpurifikasi Kulit Buah Manggis (Garcinia mangostana L) Dengan Metode Simplex Lattice Design
Ekstrak kulit buah manggis (Garcinia mangostana L) mengandung senyawa xanton yang memiliki aktivitas farmakologis dimana salah satu turunan xanton α-mangostin bekerja sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui etanol yang menghasilkan ekstrak dengan jumlah xanton tertinggi, menguji aktivitas antioksidan dan tabir surya dari ekstrak terpurifikasi serta mengoptimasi formula sediaan losion tabir surya dari ekstrak terpurifikasi kulit manggis.Optimasi formula losion dilakukan menggunakan software Design Expert® versi 11 dengan kombinasi ekstrak terpurifikasi, asam stearat dan trietanolamin. 14 formula losion dievaluasi nilai SPF, pH dan viskositasnya untuk penentuan formula optimum. Formula optimum selanjutnya diuji nilai SPF, ph dan viskositas untuk membandingkan prediksi software dan hasil percobaan. Selain itu dilakukan uji daya sebar, daya lekat serta stabilitas mekanis terhadap formula optimum. Hasil penelitian menunjukkan kandungan xanton dalam ekstrak etanol 50% sebesar 20,42%, ekstrak etanol 70 % sebesar 29,88% dan ekstrak etanol 96% sebesar 64,57%. Ekstrak terpurifikasi kulit buah manggis memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 sebesar 5,53 dan nilai AAI 14,46 serta memiliki nilai SPF 8,94 pada konsentrasi 50 µg/ml. Formula optimum yang diperoleh memiliki nilai SPF 7,49 ± 0,0297, kekentalan 21.166,666 cp ± 10,41 serta pH 6,490 ± 0,0404, daya sebar 7,833333 ± 0,15, daya lekat 2,03 ± 0,01
Formulasi Fast Disintegrating Tablet Ekstrak Etanol Daun Salam dengan Kombinasi Crospovidone dan Croscarmellose Sodium sebagai Superdisintegrants
Pengembangan formulasi ekstrak daun Salam (Syzygium polyanthum W.) sebagai antihiperlipidemia yang mampu hancur cepat setelah diletakkan di atas lidah sangat diperlukan untuk mempercepat onset obat dan memberikan kenyamanan terutama pada pasien hiperlipidemia usia lanjut yang sulit menelan obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui komposisi perbandingan superdisintegrants crospovidone dan croscarmellose sodium yang mampu menghasilkan sifat fisik Fast Disintegrating Tablet (FDT) yang optimum. Pembuatan FDT menggunakan metode granulasi basah dengan variasi konsentrasi crospovidone dan croscarmellose sodium dalam rentang 2%-5%. Hasil uji sifat fisik FDT dianalisis menggunakan metode Simplex Lattice Design (SLD) program Design Expert 10.1.). Kombinasi kedua superdisintegrants dapat mempengaruhi respon sifat fisik yaitu mampu menurunkan kekerasan, waktu disintegrasi, waktu pembasahan dan meningkatkan kerapuhan FDT ekstrak daun salam. Formula optimum didapat pada kombinasi crospovidone dan croscarmellose sodium dengan perbandingan 25 mg : 10 mg dalam setiap 500 mg tablet. Formula optimum tersebut memiliki kekerasan 4,21 kg, kerapuhan 0,52%, waktu pembasahan 106,65 detik, dan waktu hancur 55,73 detik. Hasil analisis dengan one sample t-test menunjukkan persamaan SLD valid digunakan untuk menyusun formula yang memberikan parameter-parameter optimum FDT
Penggunaan Off-Label Misoprostol Pada Pasien Obstetri-Ginekologi Di Rumah Sakit Swasta Kab. Banyumas
Penggunaan obat off-label pada pasien obstetri-ginekologi memerlukan kewaspadaan karena berisiko tinggi bagi kehamilan. Meskipun masih terjadi perdebatan, data profil penggunaannya pada praktik klinik masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengobservasi penggunaan obat off-label pada pasien obstetri dan ginekologi di rumah sakit swasta, khususnya obat Misoprostol. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif observasional terhadap data rekam medis rumah sakit. Pengambilan data penelitian secara retrospektif di RSU Bunda (RS X) periode Juli 2017 – Desember 2017 dan RS Sinar Kasih (RS Y) periode Januari 2018 – Desember 2018. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin, dengan teknik sampling systematic random sampling di RS X dan total sampling di RS Y. Jumlah keseluruhan sampel adalah 220 RM di RS X 130 dan RS Y 90. Penelitian dilakukan pada rentang waktu bulan Januari 2019 – Maret 2019. Hasil dianalisis secara univariat menggunakan beberapa referensi terkait. Hasil penelitian menunjukan adanya penggunaan obat off-label misoprostol sebanyak 26,92% di RS X dan sebanyak 4% di RS Y. Obat off-label yang ditemukan adalah Misoprostol yang tergolong ke dalam kategori off-label indikasi (Missed Abortion, Abortus Incomplete, Blighted Ovum, dan Induksi persalinan pada kasus Serotinus, KPD, dan IUFD), off-label dosis (50 µg, 100 µg dan 400 µg), dan off-label rute pemberian (sublingual dan vaginal)
Pola Resistensi Antibiotik Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Kemih di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung
Bakteri penyebab Infeksi saluran kemih (ISK) telah mengalami resistensi terhadap berbagai antibiotik. Pola resistensi bakteri tersebut perlu diperbaharui datanya untuk memastikan pemberian antibiotik yang tepat. Tujuan penelitian mengidentifikasi dan melihat pola resistensi bakteri penyebab ISK di Puskesmas Ibrahim Adjie Kota Bandung. Koloni bakteri yang berasal dari urin 9 pasien suspect ISK ditumbuhkan dan hanya sampel yang berasal dari 3 pasien memenuhi persyaratan terindikasi ISK karena adanya jumlah koloni di atas 105 cfu/ml. Selanjutnya dilakukan penentuan Gram bakteri, isolasi DNA total kromosom bakteri, amplifikasi gen pengkode 16S rRNA, sekuensing (penentuan urutan nukleotida) dan uji resistensi terhadap antibiotik golongan penisilin, penisilin+inhibitor β-lactamase, sefalosporin (generasi 1,2,3,4), fluorokuinolon, aminoglikosida dan karbapenem. Hasinya didapatkan tiga isolat (P1,P2,P3) yang teridentifikasi secara genetik Escherichia coli. Isolat P1 resisten terhadap penisilin, penisilin+inhibitor β-laktamse, sefalosporin generasi 1 dan fluorokuinolon. isolat P2 resisten terhadap penisilin. Isolat P3 resisten terhadap penisilin, penisilin+inhibitor β-laktamse, sefalosporin (generasi 1,2,3,4) dan fluorokuinolon. E. coli penyebab ISK telah mengalami resistensi terhadap antibiotik penisilin, penisilin+inhibitor β-lactamase, sefalosporin (generasi 1,2,3,4) dan fluorokuinolon. Aminoglikosida dan karbapenem masih memiliki aktivitas terhadap ketiga isolat E. coli resisten.Kata kunci: bakteri; ISK; isolasi; identifikasi; resistens
Pengembangan Self-Nano Emulsifying System (SNES) Ekstrak Temulawak (Curcuma xanthorrhiza): Formulasi, Karakterisasi, dan Stabilitas
Ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrhiza) yang sukar larut dalam air sudah banyak dikaji dan potensial untuk pengobatan berbagai penyakit. Pembuatan Self-Nano Emulsifying System (SNES) merupakan salah satu metode yang mampu meningkatkan kelarutan dan ketersediaan hayati suatu zat aktif obat dengan mencampurkannya ke dalam pembawa yang sesuai. Penelitian bertujuan untuk memformulasi, karakterisasi dan menguji stabilitas SNES ekstrak temulawak. Pembuatan SNES dimulai dari skrining dan optimasi pembawa ekstrak temulawak yang terdiri beberapa minyak, surfaktan dan kosurfaktan. SNES ekstrak temulawak dikarakterisasi meliputi pengukuran transmittan, ukuran partikel, indeks polidispersi (IP), potensial zeta, penentuan stabilitas termodinamika, uji ketahanan dan uji stabilitas dipercepat. Formula optimal SNES ekstrak temulawak adalah kombinasi Labrasol (20%), Tween 20 (60%), dan propilenglikol (20%), dengan drug loading ekstrak temulawak adalah 23%. Nilai parameter karakterisasi yang didapatkan adalah transmittan 100,2 ± 0,0%, ukuran partikel 13,0±1,4 nm dengan IP 0,3 ± 0,1, dan potensial zeta -42,4 ± 0,6 mV. Uji stabilitas termodinamika menunjukkan tidak terjadi pemisahan fase. Uji ketahanan menunjukkan bahwa ukuran partikel stabil selama proses pengenceran. Selain itu, SNES ekstrak temulawak stabil selama uji stabilitas dipercepat selama 3 bulan. Disimpulkan bahwa, SNES ekstrak temulawak menghasilkan sediaan yang stabil dengan drug loading yang tinggi
Edible Bird’s Nest Extract Reduced Expression of Senescence Markers in Bone Marrow Mesenchymal Stem Cells
Edible bird’s nest (EBN) is often consumed as a health food due to its suggested health benefits, including anti-aging effects, however the mechanism is still unknown. This study investigated the effect of EBN extract using long term expansion bone marrow-derived mesenchymal stem cells (BMMSCs) as an aging model. Passage 5 (P5) and passage 8 (P8) BMMSCs were treated with EBN extract, and their proliferation, senescence-associated β-galactosidase (SA-β-Gal) activity, and expression of p16INK4a were analyzed. Treatment of BMMSCs with EBN extract decreased population doubling time (PDT) in P5 but not in P8 BMMSCs. In P5 BMMSCs, 200 ppm EBN extract increased BMMSCs proliferation, with PDT reduced by 27.6%. However, 200 ppm EBN extracts did not affect P8 BMMSCs proliferation, although it increased BMMSCs viability. Treatment of P5 and P8 BMMSCs with 200 ppm EBN extract decreased SA-β-Gal activity by 54.8% and 47.1% of the control, respectively (P<0.05). Levels of p16INK4a expression were 5.4-fold lower in P5 BMMSCs treated with 200 ppm EBN extract compared to control (P<0.05). Similarly, treatment of P8 BMMSCs with 200 ppm EBN extract reduced p16INK4a mRNA level by 7.9-fold compared to the control (P<0.05). In order to investigate the pathway of EBN extract inhibition, we further analyzed IL-6 and NF-κB1 expression. Treatment of P5 and P8 BMMSCs with 200 ppm EBN extract reduced IL-6 mRNA levels by 7.9-fold and 2.1-fold of control, respectively (P<0.05). We found that 200 ppm EBN extract reduced NF-κB1 mRNA level approximately 2.4-fold both in P5 and P8 BMMSCs (P<0.05). Thus, EBN extract reduces markers of senescence, indicated by decreased SA-β-Gal activity and p16INK4a mRNA level, and this correlated with reduced messenger RNA levels of the pro-inflammatory factor IL-6 and the transcription factor NF-κB1
Review Metode Analisis Warfarin dalam Plasma dengan Berbagai Instrumen
Warfarin merupakan obat antikoagulan oral yang digunakan untuk menangani penyakit terkait dengan tromboembolisme. Warfarin memiliki indeks terapi yang sempit serta memiliki kecenderungan berinteraksi dengan obat maupun herba sehingga membutuhkan pemantauan yang cermat pada efek farmakologi yang ditimbulkan. Penentuan pemberian dosis serta pengamatan efek dari interaksi warfarin dengan obat atau herba salah satunya dapat diketahui dengan menganalisis konsentrasi warfarin dalam plasma darah. Artikel ini merupakan kajian pustaka yang bertujuan untuk memberikan tinjauan mengenai metode yang digunakan untuk menganalisis konsentrasi warfarin dalam plasma darah serta teknik preparasi sampelnya. Metode yang digunakan dalam review artikel ini menggunakan penelusuran melalui basis data PubMed®. Hasil yang didapatkan bahwa metode yang umum digunakan untuk determinasi warfarin dalam plasma darah yakni high-performance liquid chromatography (HPLC) serta ultra-HPLC dengan detektor ultraviolet (UV), fluoresensi (FLD), diode array (DAD), maupun spektroskopi massa (MS). Metode lainnya yaitu spektrofotometri UV/Vis dan spektrofotometri fluoresensi serta elektroforesis. Dari metode tersebut, metode HPLC dengan detektor spektroskopi massa paling banyak digunakan untuk menganalisis warfarin serta teknik preparasi sampel yang umum digunakan yakni preparasi sampel yang umum digunakan yakni presipitasi protein menggunakan asetonitril sebagai protein presipitan serta penambahan asam untuk meningkatkan nilai recovery warfarin dari plasma dara
Pemanfaatan Iradiasi Gelombang Mikro pada Sintesis Metil orto-metoksisinamat
Tujuan penelitian ini adalah mensintesis senyawa metil orto-metoksisinamat (MOMS) yang terbukti berdasarkan uji in silico dapat digunakan mengobati penyakit kardiovaskular, yaitu sebagai antiplatelet. Sintesis MOMS dilakukan dari material awal asam orto-hidroksisinamat (AOHS) dengan metode iradiasi gelombang mikro dan membandingkan profil KLT selama proses reaksi sintesis pada tiga daya iradiasi gelombang mikro tersebut (120, 280 dan 400Watt). Reaksi yang digunakan adalah reaksi metilasi pada gugus OH asam karboksilat dan gugus fenolik dari senyawa AOHS dengan dimetil sulfat sebagai agen pemetilasi. Kondisi reaksinya diatur dalam suasana basa K2CO3 menggunakan pelarut aseton. Pengambilan sampel pada proses reaksi sintesis dilakukan setiap 30 detik pada masing-masing daya microwave dan dievaluasi noda yang terbentuk pada plat kromatografi lapisan tipis (KLT), dan dilanjutkan sampai reaksi sempurna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesempurnaan reaksi semakin cepat dengan bertambahnya daya microwave. Prosentase hasil yang diperoleh 72%. Berdasarkan analisis senyawa menggunakan spektrofotometer FT-IR, spektrometer 1H-NMR dan 13C-NMR, disimpulkan bahwa reaksi sintesis senyawa MOMS dapat dilakukan dengan memanfaatkan iradiasi gelombang mikro, hal ini disebabkan adanya gugus polar pada AOHS yang dapat menyerap iradiasi gelombang mikro. Semakin tinggi daya yang digunakan pada reaksi metilasi AOHS, maka semakin cepat waktu yang dibutuhkan untuk kesempurnaan reaks