Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika
Not a member yet
119 research outputs found
Sort by
Peningkatan Nilai Karakter dan Hasil Belajar Fisika pada Materi Gerak Harmonik Sederhana dengan Model Project Based Learning berbasis Multimedia
Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah proses pembelajaran dan seberapa banyak peningkatan nilai karakter dan hasil belajar fisika melalui model project based learning berbasis multi media. Penelitian ini dilaksanakan 2 siklus, siklus 1 terdapat 4 pertemuan dan siklus 2 terdapat 3 pertemuan. Subyek penelitian adalah peserta didik kelas XI MIPA 4 SMA Negeri 1 Kedungwuni semester 1 tahun pelajaran 2016/2017. Terjadi peningkatan rata-rata nilai ulangan harian dari 65,18 menjadi 84,27 dan ketuntasan klasikal dari 30% menjadi 94,59%, diiringi dengan peningkatan nilai karakter peserta didik.Kata kunci: nilai karakter, hasil belajar, model project based learning dan multi media
Model Pengelolaan Pembelajaran POMER untuk Mengembangkan Bodily Kinesthetic dan Interpersonal Skill Peserta Didik
Tantangan zaman membawa pergeseran paradigma pendidikan. Tantangan tersebut menjadi latar belakang utama pergeseran kompetensi peserta didik di sekolah. Pembentukan pribadi yang cerdas, mandiri, bermartabat, dan memiliki kesiapan untuk melakukan kerja menjadi capaian utama pembelajaran. Oleh karena itu, inovasi pengelolaan pembelajaran diperlukan dalam mencapai tujuan tersebut. Pengembangan bodily kinesthetic dan interpersonal skill peserta didik dikemas melalui pengelolaan pembelajaran sains (khususnya IPA dan Fisika) dengan model POMER (Planning, Organizing, Maximizing The Potential, Evaluating, Reflecting). Model ini dibangun dan dikembangkan dalam penelitian Research and Development. Hasil validasi ahli menunjukkan model POMER layak digunakan sebagai model pengelolaan pembelajaran sains dengan tingkat kelayakan 83,33%. Hal ini berarti pengelolaan pembelajaran sains dapat ditingkatkan untuk memaksimalkan potensi peserta didik. Model POMER lebih meningkatkan pengembangan potensi kinestetik dan interaktif peserta didik. Potensi kinestetik dapat dikembangkan dalam bodily kinaesthetic skill dan interaktif dapat dikembangkan melalui interpersonal skill. Penelitian direkomendasikan pada guru IPA dan guru Fisika dalam mengemas pembelajaran POMER untuk memaksimalkan potensi peserta didik melalui pengembangan bodily kinesthetic dan interpersonal skill.Kata kunci: Model Pengelolaan Pembelajaran, POMER, bodily kinesthetic dan interpersonal skil
Pembelajaran melalui Teknik Mind Mapping untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Kemagnetan Peserta Didik Kelas IX Semester Dua Tahun Ajaran 2012/2013
Abstrak-Tujuan penelitian ini adalah bagaimana meningkatkan pemahaman konsep kemagnetan, serta memaparkan perubahan perilaku belajar peserta didik kelas IX semester dua tahun ajaran 2012/2013 SMP N 3 Mranggen melalui pembelajaran dengan menggunakan metode mind mapping. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, jumlah siswa 33 orang terdiri 18 siswa perempuan dan 15 siwa laki-laki. Setiap siklus dilakukan tahapan: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pada siklus I hasil penelitian indikator meningkatnya pemahaman tentang kemagnetan menunjukkan persentase sebesar 63,64 % (21 orang) yang belum tuntas sebesar 36,36 % (12 orang) dan nilai rata-rata klasikal 73. Pada siklus II pemahaman tentang induksi elektromagnet yang mencapai tuntas belajar dengan persentase sebesar 93,94 % (31 orang), sedang yang belum tuntas 2 siswa sebesar 6,06 % (2 siswa) dan nilai rata-rata klasikal 82. Dari hasil pengamatan aktivitas siswa pada siklus I sebesar 71,40 % dan pada siklus II sebesar 87,88 %.Kata kunci: Peningkatan kemampuan pemahaman, peta konsep (concept maps), konsep kemagneta
Profil Pembelajaran Fisika dan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Madrasah Aliyah se-DIY
Abstrak. Berpikir merupakan aktivitas mental untuk membantu memformulasikan atau memecahkan suatu masalah, membuat suatu keputusan, atau memenuhi hasrat keingintahuan. Penanaman kemampuan berpikir kritis menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran di sekolah. Tujuan penelitan ini adalah 1)untuk mengetahui profil pembelajaran fisika di Madrasah Aliyah se DIY, 2)untuk mengetahui kemampuan berpikir kritis siswa Madrasah Aliyah se DIY. Adapun sampel pada penelitian ini adalah 12 MA yang ada di DIY baik itu yang bertatus Negeri maupun Swasta. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa 1) semua MA masih menerapkan pembelajaran yang berpusat pada guru (Teacher Center) meskipun sebagian besar Madrasah Aliyah Negeri sudah menerapkan kurikulum 2013 dan belum memfasilitasi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritisnya, 2)kemampuan berpikir kritis siswa MA masih pada kategori rendah.Kata kunci: berpikir kritis, profil pembelajaran, teacher cente
Efektivitas Model Project Based Learning terhadap Keterampilan Proses Sains dan Kemampuan Berpikir Kreatif Siswa pada Pokok Bahasan Kalor Kelas X SMAN 1 Wonosegoro Tahun Pelajaran 2014/2015
Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran berbasis proyek terhadap keterampilan proses sains dan kemampuan berpikir kreatif siswa Kelas X SMA N 1 Wonosegoro, Boyolali. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen pendidikan dengan desain non-equivalent control group design. Data dalam penelitian ini merupakan data hasil kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains. Data dianalisis menggunakan analisis uji t dua sampel. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan kemampuan awal antara kelas yang mengikuti pembelajaran model project based learning dengan yang mengikuti pembelajaran konvensional (thitung = 0,419 ttabel = 1,672). Terdapat perbedaan hasil kemampuan berpikir kreatif antara siswa yang mengikuti pembelajaran model project based learning (thitung = 29,46 ttabel = 1,672) dengan yang mengikuti pembelajaran konvensional. Terdapat perbedaan keterampilan proses sains antara siswa yang mengikuti pembelajaran model project based learning (thitung = 13,49 ttabel = 1,672) dengan yang mengikuti pembelajaran konvensional. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model project based learning lebih efektif daripada model pembelajaran konvensional dalam meningkatkan hasil belajar yang berupa kemampuan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains siswa.Kata kunci: model projec
Pemberdayaan Keterampilan Argumentasi Mendorong Pemahaman Konsep Siswa
Abstrak. Penelitian bertujuan memberdayakan keterampilan argumentasi untuk mendorong pemahaman konsep siswa pada materi terapung dan tenggelam. Penelitian difokuskan pada 1) identifikasi keterampilan argumentasi yang dapat diberdayakan dan 2) identifikasi pemahaman konsep siswa setelah diberdayakan keterampilan argumentasi. Populasi penelitian adalah siswa SMA kelas XI di kota Bandar Lampung. Pemilihan sampel menggunakan teknik cluster random sampling untuk 2 kelas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa fokus memberdayakan keterampilan argumentasi (elemen claim) tanpa memberdayakan elemen keterampilan argumentasi lainnya, hal ini berdampak pada lemahnya pemahaman konsep materi terapung dan tenggelam siswa. Idealnya pemberdayaan keterampilan argumentasi secara utuh berdampak pada perluasan pemahaman konsep siswa. Hasil penelitian ini menjadi rujukan untuk melakukan penelitian selanjutnya guna memperoleh perubahan positif memberdayakan keterampilan argumentasi yang secara langsung meningkatkan pemahaman konsep siswa menjadi lebih baik.Kata kunci: Pemahaman konsep, keterampilan argumentas
PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PENERAPAN MODEL BAKORUSIRU SISWA KELAS X-TKR3 SMK NEGERI 1 SEMARANG
ABSTRAK ?é?á Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa melalui model Bakorusiru (Membaca Konsep dan Rumus Ditirukan Seluruh Kelas) pokok bahasan Elastisitas kelas X-TKR3 SMK Negeri 1 Semarang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus merupakan rangkaian tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Rata-rata hasil belajar pada siklus I 67,5 sedangkan pada siklus II sebesar 73,3. Kata kunci :hasilbelajar, bakorusir
MODEL PENGEMBANGAN MODUL IPA1TERPADU BERDASARKAN PERKEMBANGAN KOGNITIF SISWA1)
Keberhasilan pembelajaran dipengaruhi oleh kesesuaian tingkatberfikir dengan materi yang diajarkan. Permasalahan dalampenelitian ini adalah : (1) bagaimanakah tingkat perkembangankognitif siswa SMP di Kota Semarang ? (2) bagaimanakah desainmodel pengembangan modul IPA Terpadu berdasarkanperkembangan kognitif siswa ?.Tujuan dilakukannya penelitian iniadalah menyelidiki tingkat perkembangan kognitif (kemampuanberpikir abstrak) siswa SMP di Kota Semaran dan) mendesainmodel pengembangan modul IPA Terpadu berdasarkanperkembangan kognitif.Penelitian ini diharapkan dapat memberikanpengetahuan kepada guru IPA untuk menyusun modul berdasarkanperkembangan kogniti dan dapat memberikan sumbangan pemikirantentang pentingnya penyusunan bahan ajar terutama modul yangdisesuaikan berdasarkan perkembangan kognitif siswa.Penelitian iniadalah R D (Research and Development), dan dilakukan sampaipada mendesain model pengembangan modul berdasarkanperkembangan kognitif. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan : (1)perkembangan kognitif (kemampuan berpikir abstrak) siswa-siswiSMP di Kota Semarang (Siswa kelas VII di SMP 10 Semarang, SMP13 Semarang, SMP 14 Semarang dan SMP 20 Semarang) rata-ratamasih rendah, (2) kemampuan berpikir abstrak rendahmenyebabkan siswa mengalami kesulitan belajar IPA, (3) telahberhasil didesain model pengembangan modul IPA Terpaduberdasarkan perkembangan kognitif siswa yang langkah-langkahnyaterdiri dari penentuan mata pelajaran yang menjadi objekpengembangan, analisis kebutuhan modul, penyusunan danpengembangan draft modul IPA Terpadu, tinjauan ahli dan uji coba
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN ARIAS (ASSURANCE, RELEVANCE, INTEREST, ASSESSMENT, SATISFACTION
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peningkatan hasil belajar siswa melalui model pembelajaran ARIAS (Assurance, Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction) pokok bahasan fluida kelas XI IPA semester II SMA Islamic Centre Sultan Fattah Demak. Metode yang digunakan adalah metode penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus merupakan rangkaian tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Aktivitas siswa menunjukkan peningkatan sebesar 21% yaitu 61% pada siklus I menjadi 82% pada siklus II. Hasil belajar pada siklus I mencapai ketuntasan klasikal 56,52% dengan 13 tuntas belajar, sedangkan pada siklus II sebesar 86,96% dengan 20 anak tuntas belajar. Hasil pengamatan kinerja guru dalam menerapkan model pembelajaran ARIAS menunjukkan prosentase 73% pada siklus I dan 93% pada siklus II. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan tersebut dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran ARIASdapat meningkatkan hasil belajar siswa pokok bahasan fluida kelas XI IPA semester II SMA Islamic Centre Sultan Fattah Demak tahun pelajaran 2011/2012. ?é?á Kata kunci: model pembelajaran ARIAS (Assurance,Relevance, Interest, Assessment, Satisfaction),hasil belajar
PENGEMBANGAN ALAT PERAGA IPA DARI PENGOLAHAN LIMBAH KERTAS UNTUK PEMBELAJARAN LISTRIK STATIS
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengelola sampahsecara tepat sehingga dapat mengurangi volume sampah yangada dimasyarakat dan membuat produk dari pengolahansampah dibidang pendidikan untuk meningkatkan keberhasilanpembelajaran.Kegiatan awal dalam penelitian dan pengembangan yaitustudi pustaka dan dilanjutkan dengan pengembangan. Langkahlangkahdalam penelitian RD yang digunakan dalam skripsiini yaitu (1) potensi dan masalah. (2) pengumpulan data. (3)desain produk. (4) validasi desain. (5) revisi desain. (6) uji cobaproduk. (7) produk.Menurut uji ahli yang berkompeten kriteria pembelajaran,analisis angket didapatkan kategori kriteria pembelajaransebesar 80% yaitu termasuk dalam kriteria baik. Untuk kategorikriteria tampilan sebesar 60% termasuk dalam kriteria cukupbaik, sedangkan untuk indikator kriteria teknis sebesar 60%termasuk dalam kriteria cukup baik. Kemudaian untuk uji ahliyang kedua terdapat peningkatan untuk kriteria tampilan danteknis. Angket untuk ahli materi didapatkan indikator kriteriapembelajaran didapatkan 93% termasuk dalam kriteria baik.Untuk indikator kriteria tampilan didapatkan hasil 90%termasuk dalam kriteria baik. Sedangkan untuk indikatorkriteria tampilan didapatkan 74,2% termasuk dalam kriteriacukup baik. Kesimpulan yang dapat diambil yaitu melaluipengembangan didapatkan produk baru dari alat peraga yangberbentuk tiga dimensi.?é?áKata kunci: pengembangan, alat peraga, limbah,pembelajaran, listrik stati