Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika
Not a member yet
119 research outputs found
Sort by
PENERAPAN MODEL STAD TERMODIFIKASI PADA MATA KULIAH FISIKA LINGKUNGAN DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MAHASISWA
Tujuan dari penelitian adalah sebagai berikut; 1) mengetahuiperbedaan hasil belajar mahasiswa pada mata kuliah fisikalingkungan dengan model STAD yang dimodifikasi unsur metakognitifdan model konvensional; 2) mengetahui perbedaan hasil belajarmahasiswa yang memiliki tingkat kemampuan berpikir kritis (TKBK)sangat tinggi, TKBK tinggi, sedang dan rendah pada mata kuliahfisika lingkungan; 3) mengetahui pengaruh interaksi antara modelpembelajaran dan TKBK mahasiswa terhadap hasil belajar.Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental semu (quasiexperimentalresearch). Populasi untuk penelitian ini adalahmahasiswa semester satu pendidikan fisika IKP PGRI Semarang yangterdiri dari kelas PGMIPA BI dan kelas reguler. Adapun sampelnyadiambil dua kelas dari populasi tersebut. Secara acak terpilih kelasPGMIPA BI sebagai kelas eksperimen dan kelas 1B sebagai kelaskontrol. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, terdapatpengaruh yang signifikan antara model STAD termodifikasi danpembelajaran model konvesional terhadap hasil belajar. Selain itu,terdapat perbedaan hasil belajar antara mahasiswa yang memilikiTKBK sangat tinggi, TKBK tinggi,TKBK sedang dan TKBK rendahserta tidak terdapat interaksi yang signifikan antara penerapan modelpembelajaran dan kategori TKBK mahasiswa.Kata kunci : termodifikasi, metakognitif, kemampuan berpikir kriti
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI MODEL PEMBELAJARAN EDUTAINMENT (EDUCATION-ENTERTAINMENT) DENGAN METODE KUIS GALILEO DI SMP NEGERI 2 KALIWUNGU
Permasalahan dari penelitian tindakan kelas ini adalahbagaimana aktifitas siswa dan hasil belajar fisika serta responsiswa melalui model pembelajaran edutainment (educationentertainment)dengan metode kuis galileo di kelas VIII-A SMPNegeri 2 Kaliwungu. Adapun tujuan dari penelitian ini adalahmendeskripsikan aktifitas siswa, mengetahui hasil belajarsiswa, dan mengetahui respon siswa terhadap pembelajaran dikelas VIII-A SMP Negeri 2 Kaliwungu. Melalui penelitiantindakan kelas (PTK) masalah ini dicoba untuk diatasi denganmengintegrasikan kuis ke dalam model pembelajaranedutainment. PTK dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitianadalah siswa kelas VIII-A semester 2 SMP Negeri 2 Kaliwunguyang berjumlah 48 siswa. Data diperoleh melalui observasi,pemberian tes uji kompetensi, dan penyebaran angket.Kemudian dianalisilis secara deskriptif kualitatif. Hasilpenelitian menunjukan bahwa aktifitas siswa meningkat dalamberkelompok, mengerjakan tugas-tugas, berfikir bersama, danmenjawab kuis. Hasil belajar siswa meningkat dan responterhadap pembelajaran yang dilaksanakan positif. Dengandemikian dari pelaksanaan penelitian tindakan kelas melaluimodel pembelajaran edutainment (education-entertainment)dengan metode kuis galileo siklus I dan siklus II, disimpulkanbahwa dapat meningkatkan hasil belajar fisika di SMP Negeri2 Kaliwungu dalam kegiatan pembelajaran khususnya matapelajaran fisika pada pokok bahasan gelombang.Kata kunci: hasil belajar, edutainment , kuis galile
MEMADUKAN LABORATORIUM NYATA DAN MAYA DENGAN PENUGASAN SISWA BERBASIS MULTIMEDIA PADA PEMBELAJARAN GETARAN DAN GELOMBANG
Permasalahan penelitian ada dua yaitu ;1) Apakah pembelajarandengan memadukan laboratorium riil dan virtuil disertaipenugasan siswa berbasis multimedia pada pembelajarangetaran dan gelombang dapat meningkatkan motivasi, keaktifandan kreatifitas siswa? 2) Apakah pembelajaran denganmemadukan laboratorium riil dan virtuil disertai penugasan siswaberbasis multimedia pada pembelajaran getaran dan gelombangdapat meningkatkan hasil belajar siswa?.Tujuan penelitian adadua yaitu ;1) Meningkatkan motivasi, keaktifan dan kreatifitassiswa melalui pembelajaran dengan memadukan laboratorium riildan virtuil disertai penugasan siswa berbasis multimedia padapembelajaran getaran dan gelombang. 2) Meningkatkan prestasibelajar siswa melalui pembelajaran dengan memadukanlaboratorium riil dan virtuil disertai penugasan siswa berbasismultimedia pada pembelajaran getaran dan gelombang. Dariberbagai data dan analisa data dapat penulis simpulkan bahwamemadukan laboratorium riil dan virtuil disertai penugasan siswaberbasis multimedia pada pembelajaran getaran dan gelombangdapat menyenangkan siswa, menarik minat atau memotivasisiswa, menjadikan pelajaran mudah dipahami siswa, sangatmeningkatkan kreatifitas siswa, meningkatkan prestasi belajarsiswa
PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPAMENGGUNAKAN PENDEKATAN INKUIRI TERBIMBINGSISWA KELAS VIII SMP AL ?óÔé¼ÔÇ£ ISHLAH TAHUN AJARAN 2011 / 2012
ABSTRAK Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini dilatar belakangi oleh rendahnya hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA. Berdasarkan pengamatan, sebagian besar siswa kelas VIII?é?á mendapatkan nilai IPA di bawah KKM (70). Setelah diadakan identifikasi masalah maka alternative solusi yang dianggap tepat adalah mempelajari IPA secara kelompok yang heterogen dan tidak terpaku oleh guru?é?á sebagaimana yang dilakukan dalam pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Penelitian ini mencoba memecahkan masalah tersebut melalui penelitian tindakan kelas dengan pendekatan inkuiri terbimbing untuk siswa kelas VIII?é?á SMP Al Ishlah Semarang. Peningkatan hasil belajar siklus I dan siklus II dapat dilihat dengan meningkatnya hasil prosentase keaktifan siswa dari 62,038 menjadi 76,25%, meningkatnya hasil prosentase kerjasama siswa dari 52,46% menjadi 72,66%, meningkatnya nilai rata-rata siswa dari 69,05 menjadi 76,00 meningkatnya ketuntasan klasikal dari 55% menjadi 85 %, daan juga meningkatnya hasil kinerja guru dari 70,83% menjadi 81,25%.Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pendekatan inkuiri terbimbing dapat meningkatkan kompetensi dasar IPA siswa. Temuan penelitian ini dapat menjadi masukan guna meningkatkan mutu proses belajar mengajar IPA di sekolah menengah pertama. ?é?á Kata kunci :inkuiri terbimbing, hasil belajar
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR FISIKA MELALUI PEMANFAATAN MEDIA DIAGRAM ALIR KALOR BAGI SISWA KELAS SEPULUH SATU SMA 4 KOTA TEGAL
Penelitian melalui Penelitian Tindakan Kelas inimempunyai tujuan meningkatkan hasil belajar Fisika di SMANegeri 4 Tegal pada umumnya dan meningkatkan hasil belajarFisika perhitunhan asa Black kelas sepuluh satu padakhususnya.Penelitian ini dilaksanakan pada semester dua yaitu bulanJanuari sampai Juni 2011 (enam bulan) di lokasi SMA N 4Tegal, dimana peneliti bertugas mengajar. Adapun yangmenjadi subjek penelitian ini adalah siswa kelas X(sepuluh)SMA N 4 Tegal.Dari hasil pengamatan diperoleh hasil penelitian, antaralain adanya peningkatan tindakan dari pembelajaran tanpamenggunakan alat peraga, menggunakan alat peraga dalamkelompok besar, meningkat lagi menggunakan alat peraga Ndalam kelompok kecil. Peningkatan hasil belajar dari nilai ratarataawal31,76 meningkat menjadi 54,24 dan meningkat lagimenjadi 65,90. Dalam proses pembelajaran terlihat adanyapeningkatan dari situasi awal siswa tidak aktif, meningkatmenjadi pembelajaran siswa aktif. Hal ini dikarenakan adanyaalat peraga yang digunakan dalam proses pembelajaran, yangmembantu siswa memahami konsep yang diajarkan, yaitudengan menggunakan diagram alir kalor.?é?áKata kunci : peningkatan, hasil belajar,pemanfaatan,medi
PENGARUH PENGGUNAKAN LEMBAR KERJA DENGAN PENDEKATAN INDUKTIF TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA DALAM PEMBELAJARAN FISIKA
Tujuan yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah untukmengetahui apakah penggunaan lembar kerja dengan pendekataninduktif memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kemampuanberpikir kritis dan kreatif siswa dari pada penggunaan lembar kerjayang biasa dipakai di sekolah dalam pembelajaran fisika pokokbahasan gelombang elektromagnetik. Sampel dari penelitian iniadalah kelas X-F yang berjumlah 36 siswa, dan X-G yang berjumlah36 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwapembelajaran dengan penggunaan lembar kerja dengan pendekataninduktif memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap kemampuanberpikir kritis dan kreatif siswa dari pada penggunaan lembar kerjayang biasa dipakai di sekolah dalam pembelajaran fisika.Kata kunci : lembar kerja, pendekatan induktif, berbikir kritis,berpikir kreati
PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN IM3 DITINJAU DARI KEMAMPUAN BERFIKIR SISWA
Penelitian ini bertujuan : (1) Perbedaan penggunaan mediapembelajaran IM3 berbasis flash dan media MS. Power Pointterhadap prestasi belajar IPA-Fisika, (2) Perbedaan Kemampuanabstrak tinggi dan rendah terhadap prestasi belajar IPA-Fisika, (3)Interaksi media pembelajaran, Kemampuan berfikir, terhadapprestasi belajar IPA-Fisika. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat perbedaan penggunaan media pembelajaran IM3 berbasisflash dan media MS. Power Point terhadap prestasi belajar IPAFisika(p-value = 0,026), Siswa yang diajar menggunakan media IM3berbasis flash memberikan rata-rata prestasi lebih baik (80,63)dibandingkan dengan siswa yang diajar menggunakan power point(76,18). terdapat perbedaan antara Kemampuan Berfikir Abstrak dankonkrit terhadap prestasi belajar IPA-Fisika, p-value = (0,00). Siswadengan Kemampuan Abstrak mengasilkan rata-rata prestasi lebihbaik (82,31) daripada siswa dengan Kemampuan konkrit (rata-rataprestasi = 75,75). Terdapat interaksi Kemampuan Berfikir denganmedia pembelajaran terhadap prestasi belajar IPA-Fisika (p-value =0,001).Kata Kunci: Media Pembelajaran IM3, Kemampuan Berfikir Sisw
PENGARUH PEMBELAJARAN BERBASIS MASALAH DAN INKUIRI TERBIMBING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN KREATIF SISWA
ABSTRACT The purpose of this study was to determine whether the use of problem-based learning model provides a better effect than on guided inquiry and expository on critical and creative thinking skills of students in SMA N 1 Comal Pemalang 2012/2013. The experiment was conducted from 31 July 2012 until 10 August 2012. The study population was all class X which amounts to 9 classes. Samples taken are three classes, namely X-5 as the control group, a class X-6 as the experimental group 1 and Class X-7 as the experimental group 2. The final analysis using t-test (right side), for students' critical skills: the first experimental class and control: tcount ttable = 4.64 2.00, the experimental class 2 and control: tcount ttable = 2.37 2.00 and the class experiment 1 and experiment 2: tcount ttable = 2.68 1.99. For the critical skills of students in the experimental class 1 and control: tcount ttable = 4.41 2.00, the experimental class 2 and control: tcount ttable = 5.29 2.00 and the class experiment 1 and experiment 2 : tcount ttable = 2.27 1.99. From these results it can be concluded that the experimental class one that uses problem based learning give influence better than both the other classes using guided inquiry and expository on the ability of students to think critically and creatively. Keywords: problem-based learning, guided inquiry, critical thinking and creative students
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN MOBILE LEARNING EFEK DOPPLER SEBAGAI ALAT BANTU DALAM PEMBELAJARAN FISIKA YANG MENYENANGKAN
Media pembelajaran mobile learning dikembangkan denganformat multimedia yang menyajikan teks, gambar, audio, dan animasi.Konsep-konsep yang bersifat abstrak dalam pelajaran Fisika dapatdivisualikasikan dengan bantuan simulasi dan diaplikasikan dalamHP. Konsep pembelajaran mobile learning diharapkan dapatmendorong terwujudnya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif,efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot (PAIKEM GEMBROT).Potensi dan prospek pengembangan mobile learning ke depan sangatterbuka lebar mengingat kecenderungan masyarakat yang semakindinamis dan mobile serta tuntutan kebutuhan pendidikan yangberkualitas dan beragam.Kata kunci : media, mobile learning, efek dopler, menyenangkanMedia pembelajaran mobile learning dikembangkan denganformat multimedia yang menyajikan teks, gambar, audio, dan animasi.Konsep-konsep yang bersifat abstrak dalam pelajaran Fisika dapatdivisualikasikan dengan bantuan simulasi dan diaplikasikan dalamHP. Konsep pembelajaran mobile learning diharapkan dapatmendorong terwujudnya pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif,efektif, menyenangkan, gembira dan berbobot (PAIKEM GEMBROT).Potensi dan prospek pengembangan mobile learning ke depan sangatterbuka lebar mengingat kecenderungan masyarakat yang semakindinamis dan mobile serta tuntutan kebutuhan pendidikan yangberkualitas dan beragam.Kata kunci : media, mobile learning, efek dopler, menyenangka