Jurnal Penelitian Pembelajaran Fisika
Not a member yet
119 research outputs found
Sort by
Pengembangan Metode Eksperimen Fisika Berbasis Komputer pada Topik Kinematika Gerak Pegas
Eksperimen fisika berbasis komputer dilakukan dengan memanfaatkan peralatan yang terdiri atas antarmuka (interface), sensor, dan perangkat lunak yang dihubungkan dengan sebuah komputer untuk penggunaannya. Salah satu keunggulan dengan dilakukannya eksperimen berbasis komputer adalah pengolahan data yang biasanya dilakukan secara manual dapat dilaksanakan dengan bantuan program komputer, sehingga waktu yang diperlukan untuk mengolah data menjadi lebih efisien. Salah satu jenis sensor yang tersedia adalah sensor gerak yang dapat diaplikasikan pada topik kinematika gerak. Tujuan dari penelitian ini adalah mengembangkan bentuk kegiatan eksperimen fisika konvensional menjadi eksperimen fisika berbasis komputer pada topik kinematika gerak pegas dengan menggunakan sensor gerak. Berdasarkan hasil eksperimen diperoleh nilai tetapan pegas sebesar N/m, dimana pegas yang digunakan memiliki nilai k =10 N/m. Hasil yang diperoleh lebih mendekati nilai sebenarnya apabila dibandingkan dengan hasil-hasil eksperimen secara konvensional. Hal ini dikarenakan faktor yang mempengaruhi penyimpangan dapat diminimalisir, terutama dalam mengukur pertambahan panjang pegas yang selama ini dilakukan secara manual
Pengembangan Perkuliahan Fisika Berorientasi Keterampilan Merancang Kegiatan Laboratorium
Telah dilakukan penelitian pengembangan perkuliahan fisika, penelitian bertujuan untuk mendapatkan program perkuliahan yang mampu membekali keterampilan merancang kegiatan laboratorium kepada mahasiswa calon guru. Penelitian ini dilatarbelakangi kegelisahan rendahnya keterampilan guru fisika dalam merancang kegiatan laboratorium yang berdampak pada rendahnya kegiatan laboratorium oleh guru fisika dalam proses pembelajaranya.Penelitian dilakukan dengan metode pengembangan dan ujicoba pada mahasiswa fisika semester 5 universitas PGRI Semarang. Hasil penelitian didapatkan Karakteristik program perkuliahan yang dikembangkan memberikan penjelasan tentang ciri khas program perkuliahan fisika berorientasi keterampilan (MKL). Program terdiri atas: pembekalan, analisis dan identifikasi kurikulum, penyusunan rencana, pembuatan alat peraga, validasi produk, pengujian dan evaluasi. Masing-masing tahap merupakan ciri khas program diuraikan secara rinci, dengan harapan agar lebih mudah dipahami.Simpulan penelitian ini adalah program perkuliahan berorientasi keterampilan MKL yang dikembangkan valid, Karakteristik program perkuliahan MKL terdiri 6 tahap yang saling terkait antar tahapnya dan disetiap tahap dihasilkan produk yang menjadi indikator dari keterampilan yang diharapkan dari program yang dikembangkan. Kebaruan program yang dikembangkan adalah jenis keterampilan yang dibekalkan dan produk perkuliahan mahasiswa
Kit Hand Made Berbahan Limbah untuk Meningkatkan Kompetensi Alat Optik
There are two problems that underlie the classroom action research. First, the learning process is still dominated by lectures method and less empowering environment to develop the lesson materials. As a result, student competence is still far from expectations. Based on preliminary observations, in terms of daily test results VIII C grade on the subject matter “reflection and refraction of lightâ€, indicating learning outcomes are still low. Classical completeness only reached 33.33% is still far from the minimum limit is 75%, and the average value of daily tests only 66.85, it is still far minimum completeness criteria is 75.00. While looking at the aspect of the achievement of scientific character, especially creativity, the majority of students are still far from the creative criteria. The qualitative value of creativity is considered good only 37.04%and 18.52% categorized quite creative. The remaining 44.44% of students categorized as less creative. Second, the quantity of waste every day are increasing the rate of production and consumption patterns. Such concerns foster ideas to make KIT Hand Madebased waste, such as milk cans, plastic bottles, syringes printer ink, plastic straws, plastic pipes, and others. Classroom action research carried out in three cycles. Cycle III, students who demonstrate creativity with a good reach 88.89%. Classical learning completeness reached 81.48% with an average value of 79.07. The science competence have increased significantly
Penerapan Metode Jajah Alam Sekitar pada Pembelajaran Fisika Materi Fluida dalam Upaya Meningkatan Aktivitas Belajar Peserta Didik di SMA Negeri 2 Ungaran
The background of this reseacrh is that almost all the senior High shool student tuhnk that Physics is difficult subject, so the students don’t enjoy theaching leraning procesi in class. To solve the problem, the writer aplied “ Jelajah Alam Sekitar†method optimally. The purpose of this research is to apply “JAS†method in Fluida matery to know how it can improve to the student’s activities in teaching learning process in class. It is in Action Reserach which two cycles. The location is in SMA Negeri 2 Ungaran and the subject is the students of XI IPA6 grade 2016/2017. The writer get the data from the observatio sheet, discussion sheet and kognitif score. The improvment of the students activities can be seen at grafic of cycle 1 and 2. The students activities in preparing the equipments and materials improves 13 % and the antusiasm of teaching learning processi and group discussion improve 7 %. The experiment improves 6% and the presentation of the students discussion improve 5 %. The cognitive score improves 5,8%. Classical mastering improves 6 %. From that analysis we can conclude that the students activites and the score of the student in Physic speially in Fluida concept can be improve by applying JAS method
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF DENGAN METODE TEAM QUIZ MENGGUNAKAN MEDIA HANDOUT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA POKOK BAHASAN GERAK LURUS KELAS X MAN 01 PATI
Probing - promting merupakan alternatif untuk membuat siswa lebih aktif dan mengurangi dominasi guru dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh teknik probing – promting berbantuan media LKS terhadap hasil belajar siswa pada materi Hukum Newton Kelas X SMAN 2 Rembang. Kelas eksperimen yang diajar menggunakan teknik probing – promting berbantuan media LKS hasil belajarnya lebih baik dari pada kelas kontrol yang diajar secara konvensional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X SMAN 2 Rembang. Sampel diambil dengan menggunakan teknik Cluster Random sampling. Metode pengumpulan data ini dengan menggunakan metode dokumentasi dan metode tes. Analisis statistiknya menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t satu pihak.Berdasarkan hasil analisis uji t-satu pihak diperoleh thitung= 4,26. Hal ini menunjukkan ada pengaruh penggunaan teknik probing – promting berbantuan media LKS jika ditinjau dari hasil belajar siswa. Hasil Penelitian terhadap hasil belajar fisika menunjukkan nilai rata-rata pada kelas eksperimen sebesar 79 ,dan kelas kontrol sebesar 69.Sehingga dapat disimpulkan ada pengaruh penggunaan teknik probing – promting berbantuan media LKS jika ditinjau dari hasil belajar sisw
PENGARUH PENERAPAN MODEL COOPERATIVE SCRIPT BERBASIS EDUTAINMENT BERBANTUAN ALAT ROLETTE GAME TERHADAP KEMAMPUAN KOMUNIKASI SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah penggunaan model cooperative script berbasis edutainment berbantuan alat rolette game memberikan pengaruh yang lebih baik dari pada model pembelajaran konvensional terhadap kemampuan komunikasi siswa di SMP Negeri 1 Comal Kabupaten Pemalang 2013. Metode pengumpulan data yang digunakan metode dokumentasi, metode observasi, metode angket atau kuisioner. Penelitian dilaksanakan mulai tanggal 6 mei sampai dengan 15 mei 2013. Populasi penelitian adalah semua kelas VIII yang berjumlah 8 kelas. Sampel yang diambil adalah 2 kelas, yaitu kelas VIII-F sebagai kelompok eksperimen dan kelas VIII-G sebagai kelas kontrol. Dari analasis data awal diperoleh untuk uji normalitas kelompok eksperimen: Lo Ltabel = 0,1139 0,1457 dan kelompok kontrol: Lo Ltabel = 0,1135 0,140. Karena Lo Ltabel maka sampel berasal dari populasi yang normal. Pada uji homogenitas menggunakan uji barlet didapatkan c2hitung = 0,09 dan c2tabel = 3,84 dengan kriteria pengujian jika c2hitung c2tabel maka kedua kelompok tersebut homogen. Analisis akhir menggunakan menggunakan uji-t (pihak kanan), untuk kemampuan komunikasi siswa: pada kelas ekperimen dan kontrol thitung ttabel = 19,93 1,66. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kelas eksperimen yang menggunakan pembelajaran berbasis edutainment berbantuan alat rolette game memberikan pengaruh lebih baik daripada kelas kontrol terhadap kemampuan komunikasi siswa
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN IPAE TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR ANALITIS DAN PEMAHAMAN KONSEP SISWA PADA PEMBELAJARAN IPA
Penelitian ini bertujuan: (1) untuk mengetahui pengaruh model IPAE terhadap keterampilann berpikir analitis siswa pada pembelajaran IPA. (2) untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran IPAE terhadap pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPA. Penelitian dilaksanakan tanggal 27 Maret s/d 17 April 2015. Populasi dalam penelitian ini adalah kelas VII G sebagai kelas eksperimen pada materi kalor. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan desain pre-eksperimental designs yaitu dengan rancangan one-group pretest-posttest design. Sampel di ambil dengan teknik purposive sampling.Hasil penelitian menunjukkan adanya kenaikan secara signifikan antara nilai pretest dan posttest pada keterampilan berpikir analitis dan pemahaman konsep.Data diperoleh dengan menggunakan uji-gain dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pemahaman konsep diperoleh pretest= 24 dan posttest = 91,28. Sehingga pemahaman konsep diperoleh g= 0,88 (tinggi). Hasil nilai rata-rata keterampilan berpikir analitis pada pretest= 15 dan posttest= 61. Sehingga keterampilan berpikir analitis diperoleh nilai g= 0,55 (sedang).Dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran IPAE berpengaruh terhadap keterampilan berpikir analitis dan pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPA.Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat model pembelajaran IPAE terhadap keterampilan berpikir analitis dan pemahaman konsep siswa pada pembelajaran IPA
Strategi Evaluasi Program Praktikum Fisika Dasar
Lab work is one of the ways taken not only to clarify the subject that have been taught but also to coached students to apply scientific methods in solving problems. In order to ensure the quality of practical implementation requires accurate data-based information support, a gradual evaluation system is needed to help make the right decisions in every action throughout the program. The evaluation approach used is the CIPP (context, input, process, and product). Data collection is through interviews, questionnaires and direct observation, The data collected at each stage of the evaluation were analyzed qualitatively with the description
PENGARUH PEMBELAJARAN FISIKA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN CONTEXTUAL TEACHING AND LEARNING (CTL) DAN PAIKEM TERHADAP MINAT BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 33 SEMARANG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya minat belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dan PAIKEM terhadap minat belajar siswa di SMP Negeri 33 Semarang. Jenis penelitian ini adalah eksperimen. Populasi penelitian yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Negeri 33 Semarang sebanyak 256 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik Random Sampling. Sampel penelitian ini diambil 2 buah kelas, kelas VII B sebagai kelas eksperimen menggunakan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning(CTL) dan kelas VII C sebagai kelas kontrol menggunakan model pembelajaran PAIKEM. Berdasarkan hasil analisis data penelitian setelah mendapatkan perlakuan menunjukkan bahwa minat belajar fisika dengan menggunakan model Contextual Teaching and Learning(CTL) memiliki rata-rata analisis angket sebesar 53,34375, sedangkan kelas kontrol yang menggunakan model pembelajaran PAIKEM memiliki rata-rata sebesar 50,125. Hasil analisis dengan menggunakan uji-t diperoleh nilai thitung = 2,043676 ttabel = 1,67 sehingga model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) lebih berpengaruh terhadap minat belajar siswa daripada model pembelajaran PAIKEM
Pembelajaran Berbasis Proyek (Project Based Learning) Materi Kalor dan Perpindahannya untuk Meningkatkan Kreativitas Siswa
This research aims to train students in designing projects to create products related to the concept of heat dan transfer material. This research is a classroom action research conducted systematically as an effort to improve the implementation of learning by doing innovative actions in the learning process using project based learning model. The results show that project based learning on heat and transfer material makes students trained in project design and making products related to heat and transfer. Student responses to project based learning developed have good categories, so it can be said to be effective to apply in learning.Keywords: project based learning, heat and transfer, creativity