Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
Not a member yet
244 research outputs found
Sort by
Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Berbasis Macromedia Flash 8 melalui Model Pembelajaran Langsung pada Materi Pokok Laju Reaksi terhadap Hasil Belajar Peserta Didik
ABSTRAK Penelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8 melalui model pembelajaran langsung terhadap hasil belajar peserta didik SMKN Tapango. Variabel bebasnya penggunaan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8 melalui model pembelajaran langsung, sedangkan variable terikatnya hasil belajar peserta didik pada materi pokok laju reaksi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh peserta didik Tapango yang terdiri dari 7 kelas dengan jumlah 185 peserta didik peserta didik, sedangkan sampelnya peserta didik kelas X ATPH sebagai kelas eksperimen dengan 29 peserta didik dan X MULTIMEDIA sebagai kelas kontrol dengan 30 peserta didik. Teknik analisis data yaitu dengan Anacova. Berdasarkan hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen 80,13 dan kelas kontrol 70,25 dengan standar deviasi berturut-turut adalah 8,310 dan 9,125. Berdasarkan hasil analisis statistik inferensial diperoleh nilai signifikan 0.000 < α, maka H0 ditolak dan H1 diterima. sehingga disimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis Macromedia Flash 8 melalui model pembelajaran langsung pada materi laju reaksi berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar peserta didik SMKN Tapango.Kata kunci: Macromedia Flash 8, hasil belajar, laju reaksi ABSTRACTThis study is a quasi-experimental that aimed to determine whether there is influence of Using of Learning Media Based on Macromedia Flash 8 by Direct Instruction Model to Study Results the Students Class SMKN Tapango. The independent variable in this study is Using of Learning Media Based on Macromedia Flash 8 by Direct Instruction Model, while end results is a depend variable. The population in this study is the all class SMKN Tapango which consists of 7 classes with 185 students, while the sample was a X ATPH as a experiment with 29 students and X Multimedia as control with 30 students.. The data was analysis by Anacova. Based on the results of descriptive analysis showed the average value of 80,13 experimental class and control class 70,25 with a standard deviation, respectively 8,310 and 9,125. Based on the results of inferential statistical analysis obtained significant value 0.000 < α, then H0 refused and H1 accepted. Thus concluded using of learning media based on Macromedia Flash 8 by direct instruction model on until subject of rate reaction significantly influence students' class SMKN Tapango.Keywords: Macromedia Flash 8, learning achievement, the reaction rat
Pengaruh pH terhadap Massa Kristal Tunggal Kalsium Tartrat Tetrahidrat (CaTT) dari Limbah Cangkang Telur Ayam dengan Metode Gel Metasilikat
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh pH awal gel terhadap massa kristal tunggal kalsium tartrat tetrahidrat dari cangkang telur ayam dengan metode gel metasilikat. Serbuk cangkang telur ayam yang telah dikalsinasi memiliki kandungan CaO sebesar 99,53%. Serbuk CaO dari cangkang telur ayam yang direaksikan dengan asam klorida (HCl) 1,5 M menghasilkan kalsium klorida (CaCl2). Kalsium klorida selanjutnya digunakan sebagai larutan supernatan dalam sintesis kristal tunggal kalsium tartrat tetrahidrat (CaTT). Natrium silikat (Na2SiO3) yang direaksikan dengan asam tartrat (C4H6O6) membentuk gel metasilikat dengan variasi pH awal gel (pH 3,50; 4,00; 4,50; 5,00 dan 5,50). Supernatan CaCl2 berdifusi ke dalam gel dan membentuk kristal CaTT berwarna kuning bening yang tidak larut dalam akuades. pH awal gel berpengaruh pada massa kristal CaTT dimana pada pH rendah 3,50 dan 4,00 menghasilkan kristal dengan massa rata-rata 0,1722 g dan 0,2191 g, pada pH 4,50 sebesar 0,3003 g dan pada pH 5,00 dan 5,50 massa kristal yang dihasilkan berturut turut yaitu 0,2289 g dan 0,2116 g. Karakterisasi kristal hasil sintesis menggunakan XRD membuktikan bahwa kristal hasil sintesis adalah kristal CaTT tunggal dengan sistem kristal ortorombik.Kata kunci: Cangkang telur ayam, gel metasilikat, kalsium tartrat tetrahidrat ABSTRACTThis study aims to determine the effect of the initial pH of the gel on the single crystal mass of calcium tartrate tetrahydrate from chicken egg shell using the metasilicate gel method. The calcined chicken egg shell powder has a CaO content of 99.53%. CaO powder from chicken egg shells reacted with 1.5 M hydrochloric acid (HCl) produced calcium chloride (CaCl2). Calcium chloride is then used as a supernatant solution in the synthesis of single crystals of calcium tartrate tetrahydrate (CaTT). Sodium silicate (Na2SiO3) reacted with tartaric acid (C4H6O6) formed a metasilicate gel with a variation of the initial pH of the gel (pH 3.50; 4.00; 4.50; 5.00 and 5.50). The CaCl2 supernatant diffuses into the gel and forms clear yellow CaTT crystals which are insoluble in distilled water. The initial pH of the gel affected the crystal mass of CaTT where at low pH 3,50 and 4,00 produced crystals with an average mass of 0,1722 g and 0,2191 g, at pH 4,50 of 0,3003 g and at pH 5,00 and 5,50 crystal masses produced were 0,2289 g and 0,2116 g, respectively. Characterization of crystals synthesized using XRD proves that the synthesized crystals are single CaTT crystals with orthorhombic crystal systems.Keywords: Chicken egg shell, metasilicate gel, calcium tartrate tetrahydrat
Pemanfaatan Limbah Kotoran Sapi Menjadi Biogas di Desa Congko
ABSTRAKLimbah ternak memiliki potensi besar yang harus di manfaatkan sebaik mungkin, oleh karena itu para peternak harus memiliki pengetahuan serta keterampilan bagaimana cara mengelola limbah itu menjadi sebuah biogas yang sangat menguntungkan. Masyarakat desa congko belum memaksimalkan secara baik dan benar limbah ternak yang dihasilkan oleh hewan ternak mereka dikarenakan mereka tidak mempunyai pengetahuan serta keterampilan akan mengelolah limbah ternak mereka menjadi biogas serta kurangnya modal yang dimiliki dalam pembuatan alat penghasil biogas. Limbah ternak yang berada didesa congko merupakan suatu potensi besar yang sangat bernilai baik itu dari segi ekonomisnya maupun manfaat bagi lingkungan desa congko. Tujuan pengabdian ini untuk memberikan pengetahuan serta keterampilan kepada masyarakat di desa congko mengenai bagaiamana cara mengelolah limbah ternak menjadi biogas yang bernilai ekonomis dan bermanfaat bagi kehidupan dan lingkungan masyarakat desa congko. Mengatasi permasalahan tersebut, maka dilakukan berbagai kegiatan melalui pelaksanaan program MBKM Matching Fund 2021 yang meliputi penyuluhan, pendampingan serta memfasilitasi pembuatan biogas.Kata kunci: Limbah ternak, Biogas. ABSTRACTLivestock waste has great potential that must be utilized as well as possible, therefore breeders must have the knowledge and skills on how to manage the waste into a very profitable biogas. The people of the village of Congko have not properly and correctly maximized the livestock waste produced by their livestock because they do not have the knowledge and skills to manage their livestock waste into biogas and lack the capital they have in making biogas-generating equipment. Livestock waste in the village of Congko is a great potential that is very valuable both in terms of economy and benefits for the environment in the village of Congko. The purpose of this service is to provide knowledge and skills to the community in Congko Village on how to manage livestock waste into biogas which has economic value and is beneficial for the life and environment of the Congko village community. To overcome these problems, various activities were carried out through the implementation of the 2021 MBKM Matching Fund program which included counseling, mentoring and facilitating biogas production.Keywords: Livestock waste, Biogas
Pengaruh Penambahan Tepung Biji Nangka (Artocarpus heterophyllus Lamk.) sebagai Substitusi Tepung Tapioka terhadap Mutu Bakso Daging Ayam
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung biji nangka sebagai substitusi tepung tapioka terhadap mutu bakso daging ayam. Jenis penelitian ini merupakan penelitian eksperimen meliputi preparasi sampel, perendaman, pengeringan, pengayakan, uji mutu tepung, pembuatan bakso daging ayam dan uji mutu bakso daging ayam. Mutu bakso daging ayam yang dimaksud pada penelitian ini dilihat dari aspek kimia meliputi kadar air, kadar abu, kadar ptotein, kadar lemak dan uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa dan tekstur. Pembuatan bakso daging ayam menggunakan perbandingan 1 : 2 (tepung : daging ayam) dimana tepung yang digunakan bervariasi yaitu a (100% tepung tapioka : 100 gram daging ayam), b (50% tepung tapioka : 50% tepung biji nangka : 100 gram daging ayam) dan c (100% tepung biji nangka : 100 gram daging ayam). Hasil analisis aspek kimia bakso daging ayam tepung biji nangka sebagai substitusi tepung tapioka yaitu kadar air 64,69%, kadar abu 1,24%, kadar protein 8,34%, kadar lemak 0,39% dan uji organoleptiknya yaitu warna 3,00, aroma 2,87, rasa 2,81 dan tekstur 3,12.Kata Kunci : Artocarpus heterophyllus Lamk, Tepung Biji Nangka, Bakso Daging Ayam, Uji Organoleptik ABSTRACTThis research aimed to determine the effect of jackfruit seed flour addition as tapioka flour substituted to the quality of chicken meatballs. This research was an experimental research consisted of several stage include sample preparation, maseration, drying, sieving, flour quality test, chicken meatballs production and chicken meatballs quality test. Quality of chicken meatballs referred to the chemical aspect include water content, ash content, ptotein content, fat content and organoleptic test include color, aroma, flavor and texture. Chicken meatballs was produced using a ratio of 1: 2 (flour: chicken), where the flour used vary namely a (100% of tapioca flour : 100 grams of chicken meat), b (50% tapioca flour : 50% jackfruit seeds flour : 100 grams of chicken meat) and c (100% jackfruit seed flour : 100 grams chicken meat). The chemical aspect analysis result of chicken meatball using jackfruit seed flour as tapioka flour substituted showed that the water content of 64.69%, ash content of 1.24%, protein content of 8.34%, fat content of 0.39% and the organoleptic test is 3,00 of color, 2,87 of aroma, 2,81 of flavor and 3,12 of texture.Keywords: Artocarpus heterophyllus Lamk, Jackfruit Seed Flour, Chicken Meatballs, Organoleptic Test
Pengaruh Konsentrasi Natrium Hidroksida (NaOH) Dalam Sintesis Nanosilika Dari Tongkol Jagung dengan Metode Kopresipitasi
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi NaOH terhadap ukuran nanosilika dan untuk mengetahui konsentrasi NaOH optimum yang digunakan dalam sintesis nanosilika dengan metode kopresipitasi. Sintesis nanosilika menggunakan variasi konsentrasi NaOH 1 M, 2 M, 3 M, 4 M, 5 M. Selanjutnya setelah memperoleh nanosilika, melakukan analisis kandungan silika menggunakan XRF, menentukan ukuran partikelnya menggunakan XRD, dan karakterisasi morfologi menggunakan SEM. Hasil sintesis nanosilika mengandung unsur silika (SiO2) berturut turut 98,01 %, 97,04 %, 95,60 %, 96,70% dan 96,66 % dan ukuran partikel berturut turut adalah 23,13 nm, 20,96 nm, 15,43 nm 14,74 nm, dan 19,80 nm. Morfologi nanosilika memiliki rongga dan bentuk partikel tidak homogen.Kata kunci : Tongkol Jagung, Konsentrasi, Kopresipitasi, dan Nanosilika.ABSTRACTThis study aims to discover the effect of NaOH concentration on the size of nanosilica and to discover the optimum NaOH concentration was used in synthesis of nanosilica with coprecipitation method. Synthesis of nanosilica used variations of NaOH concentration 1 M, 2 M, 3 M, 4 M and 5 M. Furthermore, after obtained nanosilica, analyzed its silica content by XRF, determined its particle sized by XRD and characterizes its morphology by SEM. The results of synthesis of nanosilica contained silica element (SiO2) in a row are 98.01%, 97.04%, 95.60%, 96.70% and 96.66% and the particle sized in a row are 23.13 nm, 20.96 nm, 15.43 nm, 14.74 nm and 19.80 nm.The nanosilica morphology had cavities and its particle shape is not homogeneous.Keywords: Corn Cob, Concentration, Coprecipitation, and Nanosilic
Sintesis Nanopartikel Perak Menggunakan Bioreduktor Ekstrak Daun Teh Hijau (Camellia Sinensis) dengan Iradiasi Microwave.
ABSTRAKTelah dilakukan penelitian tentang sintesis nanopartikel perak menggunakan bioreduktor ekstrak daun teh hijau (Camellia Sinensis) dengan iradiasi microwave. yang untuk mengetahui pengaruh waktu sintesis dan pengaruh pH stabilizer terhadap sintesis nanopartikel perak ekstrak daun teh hijau dengan iradiasi microwave serta karakterisasinya. Larutan AgNO3 3 mM direduksi menggunakan ekstrak daun teh hijau dan di iradiasi microwave pada variasi waktu sintesis 1-5 menit. Penentuan waktu sintesis optimal menggunakan spektrofotometer UV-Vis diukur setiap 1 menit. Nanopartikel dengan waktu sistesis 4 menit, pH stabilizer menggunakan asam sitrat dan NaOH dengan pH 6-9. Karakterisasi nanopartikel menggunakan instrumen SEM-EDS (Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy) dan PSA (Particle Size Analyzer). Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu sintesis optimal adalah 4 menit. Morfologi nanopatikel perak yang dikarakterisasi menggunakan SEM (Scanning Electron Microscopy) yang dihasilkan cenderung beragregasi. Adanya kecenderungan nanopartikel untuk beragregasi menyebabkan ukuran atau diameter nanopartikel tidak seragam. Ukuran dan distribusi ukuran nanopartikel perak dikarakterisasi menggunakan PSA(Particle Size Analyzer) dihasilkan pada pH 6 antara 31,01 – 402,44 nm dengan rata-rata ukuran sebesar 91 nm, pH 7 antara 35,03 – 740,899 nm dengan rata-rata ukuran sebesar 106,3 nm, pH 8 antara 39,58 – 193,48 nm dengan rata-rata ukuran 71,7, dan pH 9 antara 35,03 – 171,25 nm dengan rata-rata ukuran sebesar 64,4 nm. Disimpulkan bahwa hasil sintesis nanopartikel perak terkecil diperoleh pada pH 9 dan waktu sintesis 4 menit.Kata kunci: Ekstrak Daun Teh Hijau, Nanopartikel Perak, Iradiasi Microwave. ABSTRACTResearch has been carried out on the synthesis of silver nanoparticles using a bioreductor of green tea leaf extract (Camellia Sinensis) by irradiation microwave.This research aimed to determine the effect of synthesis time and pH stabilizer on the synthesis of silver nanoparticles of green tea leaf extract by microwave irradiation and it’s characterization. The 3 mM AgNO3 solution was reduced using green tea leaf extract and microwave irradiated in a variation of the synthesis time 1-5 minutes. The determining optimum of sythesis time was done by analysis of UV-Vis spectrum for every minutes. Nanoparticles with a synthesis time of 4 minutes, the stabilizer of silver nanoparticles used citric acid and NaOH with a pH of 6-9. Characterization of nanoparticles using SEM-EDS instrument (Scanning Electron Microscopy-Energy Dispersive X-Ray Spectroscopy) and PSA (Particle Size Analyzer). The results showed that the optimal synthesis time was 4 minutes. The morphology of silver nanopaticles characterized using SEM produced tends to aggregate. The tendency of nanoparticles to aggregate causes size or diameter of nanoparticles was random. The size and distribution of size silver nanoparticles characterized using PSA were produced at pH 6 between 31.01 - 402.44 nm with an average size of 91 nm, pH 7 between 35.03 - 740,899 nm with an average size amounting to 106.3 nm, pH 8 between 39.58 - 193.48 nm with an average size of 71.7, and pH 9 between 35.03 - 171.25 nm with an average size of 64.4 nm. It was concluded that the synthesis of the smallest silver nanoparticles was obtained at pH 9 and synthesis time of 4 minutes.Keywords: Green Tea Leaf Extract, Silver Nanoparticles, Microwave Irradiatio
Pengaruh Model Problem Based Learning terhadap Hasil Belajar Peserta Didik Kelas XI MIA SMAN 2 Makassar (Studi Pada Materi Pokok Laju Reaksi)
ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh model problem based learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIA SMAN 2 Makassar pada materi pokok laju reaksi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah model problem based learning dan model pembelajaran langsung. Variabel terikatnya hasil belajar peserta didik pada materi pokok laju reaksi. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA SMAN 2 Makassar yang terdiri dari delapan kelas. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling. Sampel penelitian terdiri dari dua kelas yaitu kelas XI MIA 7 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI MIA 8 sebagai kelompok kontrol dengan jumlah peserta didik masing-masing sebanyak 34 orang. Hasil analisis deskriptif menunjukkan nilai rata-rata hasil belajar kelas eksperimen sebesar 83,21 dan kelas kontrol sebesar 78,28 dengan standar deviasi berturut-turut adalah 8,09 dan 7,42 dengan ketuntasan hasil belajar peserta didik sebesar 85,29% untuk kelas eksperimen dan 50,00% untuk kelas kontrol. Hasil pengujian hipotesis dengan uji-t pada taraf signifikan, α = 0,05 diperoleh nilai thitung (2,65) > ttabel (1,67) menunjukkan hipotesis diterima. Model problem based learning berpengaruh terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIA SMAN 2 Makassar pada materi pokok laju reaksi.Kata Kunci: model problem based learning, hasil belajar, laju reaksi ABSTRACTThis research was a quasi-experimental that aimed to know the effect of problem based learning model toward student learning outcome in XI MIA class of SMAN 2 Makassar on subject matter of reaction rate. The independent variables are the problem based learning and direct learning model while the dependent variable was the student’s learning outcome on reaction rate subject matter. The population was XI MIA class of SMAN 2 Makassar consisted of two classes, namely XI MIA 7 class as an experiment group and XI MIA 8 class as a control group with 34 students in each classes. Sampling technique was a simple random sampling, that the results of descriptive analyzed showed that the average of experimental class is 83,21 and control class is 78,28 with standard deviation are 8,09 and 7,42 while completeness is 85,29% for experimental class and 50,00% for control class. The results of hypothesis testing using t-test at significance level of α = 0,05 obtained that tcalculated = 2,65 > ttable = 1,67, there is an effect of Problem Based Learning Model Toward Student Learning Outcomes in class XI MIA SMAN 2 Makassar with subject matter of reaction rate.Keyword: problem based learning model, student learning outcome, reaction rate
Kandungan Fenolik Total Ekstrak Etanol Dan Etil Asetat Buah Mengkudu (Morinda citrifolia, L.) Serta Uji Bioaktivitas Terhadap Bakteri Escherichia coli
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fenolik total dari ekstrak etanol dan etil asetat buah mengkudu (Morinda Citrifolia, L) dan aktivitas antibakteri tehadap bakteri Escherichia coli. Ekstrak Buah mengkudu yang telah di evaporasi dilakukan analisa senyawa dengan menggunakanspektrofotometer UV untuk mengetahui kandungan total senyawa fenol. Dan ekstrak buah mengkudu di uji bioaktivitas terhadap bakteri Escherichia coli. Dari hasil penelitian didapat kadar fenol ekstrak etanol sebesar 171,91 mg/L dan pada ekstrak etil asetat 23,27 mg/L. Dan Aktivitas antibakteri ekstrak etanol buah mengkudu dan ekstrak etil asetat buah mengkudu dapat mengahambat bakteri Escherichia coli. Kata Kunci: Antibakteri, Buah mengkudu, fenolik total ABSTRACT This research aims to determine the ability of ZnO-Zeolite to degrade Acid Orange 7. The first, synthesized zinc acetate precursors from Zn waste batteries. Next, synthesized ZnO from the precursor of zinc acetate and impregnated with zeolite to form a ZnO-Zeolite composite used the sol-gel method. Photodegradation test for Acid Orange 7 dye used a concentration of 50 ppm with variations in pH 3, 5, 7, 9 and 11. Measurement of concentration of Acid Orange 7 dye degradation results used a UV-Vis Spectrophotometer at a wavelength of 484.45 nm. The results showed that ZnO-Zeolite composites were able to degrade Acid Orange 7 dyes at pH 7 with a degradation percentage of 94.15%. Keywords: ZnO-Zeolite composite, acid orange 7, degradatio
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak n-heksana Tumbuhan Meniran (Phyllanthus niruri Linn.)
ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksplorasi yang bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder ekstrak n-heksana dari tumbuhan Meniran. Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahap, diantaranya preparasi, ektraksi dengan metode maserasi, partisi, fraksinasi, pemurnian, dan identifikasi. Hasil penelitian berupa dua senyawa kristal putih berbentuk jarum. Senyawa A positif terhadap pereaksi FeCl3 dan senyawa B positif terhadap pereakasi Lieburmann-Buchard. Berdasarkan hasil uji pereaksi dan data FTIR dan UV-Vis, menunjukkan bahwa senyawa A adalah Flavonoid dan senyawa B adalah terpenoid. Kata kunci: Isolasi, P. niruri Linn., Flavonoid dan Terpenoid ABSTRACTThis study is exploratory research that aim to isolate and identify the secondary metabolite compound of n-hexane extract of Meniran plant. This research was carried out in several steps; they were preparation, extraction of sample with maceration, partition, fractionation, purification and identification. The result were two needle white crystal. Compound A positive to FeCl3 reagent, while compound B positive to Liebermann-Burchard reagent. Base on the reagent test and FTIR and UV-Vis data, showed that the compound A is flavonoid and compound B is terpenoid. Keyword: Isolation, P. niruri Linn., Flavonoid and Terpenoi
Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Melalui Model Pembelajaran Berbasis Masalah pada Siswa Kelas XI-IPA SMAN 1 Sinjai Tengah (Materi Pokok Laju Reaksi)
ABSTRAK
Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (classroom action research) yang terdiri atas dua siklus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa klas XI-MIPA SMAN 7 Kabupaten Sinjai sejumlah tiga puluh tiga orang. Data tentang aktivitas siswa dan aktivitas guru dikumpulkan dengan lembar lembar instrumen observasi, dan data mengenai respon siswa tentang pembelajaran berbasis masalah menggunakan angket. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan teknik analais data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran kimia melalui model pembelajaran berbasis masalah, dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah, hingga mencapai atau melampaui KKM, (2) pembelajaran kimia melalui pendekatan pemecahan masalah dengan menerapkan model pembelajaran berbasis masalah, dapat meningkatkan kualitas proses belajar kimia siswa yang ditunjukkan oleh aktivitas siswa mencapai kriteria ideal, (4) respon siswa terhadap kegiatan pembelajaran yang dialaminya mencapai rata-rata 92,42% .
Kata Kunci: pemecahan masalah, pembelajaran berbasis masalah
ABSTRACT
The study is a classroom action research which consists of two cycles with descriptive qualitative approach. The subjects of the study were 33 students of grade XI of Science at SMAN 1 of Central Sinjai in Sinjai District. Data on students and tearchers’activities were collected by using observation sheet instrument and data on students’ responses conserning problem-based learning were collected by employing questionnaire. Those data were analyzed by employing qualitative data analyisis teacnique.The results of the study reveal that (1) learning Chemistry through problem-based learning model can improve problem solving competence and achieve or pass sthe KKM, (2) learning Chemistry through problem solving approach by applying problem-based learning model can improve students’ quality in learning Chemistry shown by students’ activities which achieved the ideal criteria, (4) students’ responses on learning activities achieved 92,42% in average.
Keywords: problem based, problen-based learnin