Chemica: Jurnal Ilmiah Kimia dan Pendidikan Kimia
Not a member yet
244 research outputs found
Sort by
E-Modul Senyawa Hidrokarbon Terintegrasi Metakognisi: Suatu Tinjauan Teoritik dan Empiris
ABSTRAKBahan ajar berperan penting dalam menyampaikan konten secara efektif dan efisien dalam upaya pencapaian tujuan yang diharapkan kurikulum. Tujuan penelitian ini untuk mengkaji literatur tentang e-modul pembelajaran dan metakognisi serta mendeskripsikan kebutuhan pengembangan e-modul berbasis metakognisi. Penelitian deskriptif dilakukan untuk mengetahui kebutuhan e-modul dalam pembelajaran kimia dengan teknik pengumpulan data melalui studi literatur dan pemberian kuesioner. Pemberian kuesioner diberikan pada guru dan peserta didik yang berada di dalam dan di luar kota Makassar. Berdasarkan studi literatur didapatkan hasil bahwa bahan ajar dalam bentuk e-modul senyawa hidrokarbon terintegrasi metakognisi belum dikembangkan dalam pembelajaran. Respon guru dan peserta didik melalui kuesioner menunjukkan bahwa bahan ajar yang digunakan dalam pembelajaran didominasi oleh buku paket. Diperlukan bahan ajar dalam memahami materi senyawa hidrokarbon, yang memfasilitasi belajar mandiri dan mudah diakses serta mengembangkan kemampuan metakognisi siswa. Berdasarkan hasil studi literatur dan kuesioner dapat disimpulkan bahwa perlu dikembangkan bahan ajar dalam bentuk e-modul pembelajaran senyawa hidrokarbon terintegrasi metakognisi.Kata kunci: E-modul, Hidrokarbon, Metakognisi ABSTRACT Teaching materials play an important role in delivering content effectively and efficiently in an effort to achieve the goals expected by the curriculum. The purpose of this study is to review the literature on e-learning and metacognition modules and to describe the need for metacognition-based e-module development. Descriptive research was conducted to determine the need for e-modules in chemistry learning with data collection techniques through literature studies and questionnaires. Questionnaires were given to teachers and students who were inside and outside the city of Makassar. Based on the literature study, it was found that teaching materials in the form of an e-module of metacognition integrated hydrocarbon compounds have not been developed in learning. The responses of teachers and students through questionnaires indicate that the teaching materials used in learning are dominated by textbooks. Teaching materials are needed in understanding the material of hydrocarbon compounds, which facilitate independent and accessible learning and develop students' metacognitive abilities. Based on the results of the literature study and questionnaires, it can be concluded that it is necessary to develop teaching materials in the form of e-modules for integrated metacognition of hydrocarbon compounds.Keywords: E-module, Hydrocarbon, Metacognitio
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Metanol Batang Belajang Susu (Scindapsus pictus Hassk.)
ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksplorasi yang bertujuan untuk mengisolasi senyawa metabolit sekunder dalam ekstrak metanol batang belajang susu (S. pictus Hassk). Sampel penelitian diambil dari kecamatan Mambi, kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Penelitian dilakukan melalui beberapa tahap yaitu ekstraksi (maserasi), fraksinasi, pemurnian, dan identifikasi. Isolat murni yang diperoleh berupa kristal berbentuk jarum dengan titik leleh 132-134oC. Identifikasi dengan spektrofotometer inframerah memberikan serapan yang khas untuk gugus fungsi OH, CH2 dan CH3, C-O, C=C dan =C-H. Berdasarkan hasil uji golongan dan data spektrum FTIR maka disimpulkan bahwa senyawa yang diperoleh adalah senyawa golongan steroid.Kata kunci : Belajang Susu, S. pictus Hassk dan Steroid.ABSTRACTThis research is an exploratory research aimed to isolating compounds that have secondary metabolites in methanol extract of the stem belajang susu (S. pictus Hassk). The sample of this research is taken from Mambi sub-district, Mamasa district, West Sulawesi. The research was done through several stages: extraction (maceration), fractionation, purification and identification. The pure isolates obtained in the form of needle-shaped crystals with melting point 132-134oC. Identification with an infrared spectrophotometer giving wave number of functional groups OH, CH2 and CH3, C-O, C=C and =C-H. Based on the results of the group test and FTIR spectrum data it was concluded that the compounds obtained were steroid group compounds.Keywords: Belajang Susu, S. pictus Hassk, and Steroid
Isolasi Dan Uji Bioaktivitas Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etil Asetat Kulit Batang Sirsak (Annona Muricata Linn. )
ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksplorasi yang bertujuan untuk mengisolasi, mengidentifikasi dan mengetahui sifat toksisitas senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etil asetat kulit batang sirsak (Annona muricata Linn.) terhadap Artemia salina. Isolasi dilakukan dengan beberapa tahap: ekstraksi (maserasi), fraksinasi, pemurnian dan identifikasi senyawa dilakukan dengan menggunakan alat spektroskopi inframerah serta uji bioaktivitas dilakukan dengan metode Brine Shrimp Lethality Test (BLST). Hasil uji bioaktivitas terhadap artemia salina menunjukkan bahwa ekstrak kental etil asetat bersifat toksik dengan nilai LC50 = 5,822 ppm dan pada fraksi D ekstrak etil asetat dengan nilai LC50 = 16,688 ppm. Hasil dari pemurnian senyawa diperoleh isolat murni berupa serbuk berwarna putih dengan titik leleh 142oC. Identifikasi dengan spektrum IR menunjukkan adanya serapan gugus OH, gugus karbonil C=O, CH2 dan CH3, ikatan rangkap C=C aromatik dan C-O. Berdasarkan data inframerah, 1H, dan 13C NMR disimpulkan bahwa senyawa yang diperoleh adalah 17, 18 dihidroksi montecristin. Kata kunci : Annona muricata Linn., Metabolit Sekunder, BSLT ABSTRACKThis study is exploratory research that aime to isolate, identify and toxicity of assay secondary metabolite compound from ethyl acetate extract of Soursop bark (Annona muricata Linn.) to Artemia salina. Isolation was done in several steps,: extraction (maceration), fractionation, purification and identification of compound were performed using an infrared spectroscopy and bioactivity test was conducted using Brine Shrimp Lethality Test (BLST) method. The result bioactivity test to Artemia salina showed that ethyl acetate extract toxic with LC50 = 5.822 ppm and the ethyl acetate extract fraction D with a value of LC50 = 16.688 ppm. The result of the purification was in pure white powder with a melting point of 142oC. Identification by IR spectrum showed that OH group, carbonyl group C=O, CH2 and CH3, C=C double bond and aromatic C-O. Based on the infrared data, 1H and 13C NMR obtained that the compound is 17, 18 dihidroksi montecristin.Keywords: Annona muricata Linn., Secondary Metabolites, BSL
Pengaruh Metode Quiz Team dalam Model Discovery Learning terhadap Hasil Belajar Kimia Peserta Didik Kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Wonomulyo Wonomulyo (Studi pada Materi Pokok Larutan Penyangga)
ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen semu yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode quiz team dalam model discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Wonomulyo pada materi larutan penyangga. Desain penelitian yang digunakan adalah posttest only control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Wonomulyo yang terdiri dari lima kelas. Pengambilan sampel dilakukan secara random sampling. Kelompok eksperimen yaitu kelas XI MIPA3 dan kelompok kontrol adalah XI MIPA4. Hasil analisis deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata hasil belajar kelompok eksperimen 83,38 lebih tinggi dari kelompok kontrol yaitu 73,37. Hasil analisis statistik inferensial menunjukkan bahwa data kelompok eksperimen dan kelompok kontrol berasal dari populasi yang homogen tetapi tidak terdistribusi normal sehingga uji hipotesis yang digunakan adalah uji statistik non-parametrik, Mann-Whitney dengan α = 0,05 dan diperoleh Zhitung>Ztabel (2,96>1,64). Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh metode quiz team dalam model discovery learning terhadap hasil belajar peserta didik kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Wonomulyo pada materi pokok larutan penyangga.Kata kunci: metode quiz team, model discovery learning, hasil belajar, larutan penyangga ABSTRACTThis research was quasi experiment research that aimed to know the effect of quiz team method in discovery learning model toward students learning outcomes of class XI MIPA SMA Negeri 1 Wonomulyo on subject matter of buffer solution. The research design was posttest only control group design. The population of this research was students of class XI MIPA SMA Negeri 1 Wonomulyo that consist of five classes. Sampling was conducted by random sampling that the experimental group was XI MIPA 3 and the control group was XI MIPA 4. The results of descriptive analysis showed that average of learning outcomes of experimental group was 83,38 higher than the control group was 73,37. The results of inferential statistic analysis showed that data on the experimental group and the control group were homogeneous but not normally distributed, so hypothesis testing using non-parametric test by Mann-Whitney with α = 0.05 that was obtained Zhitung>Ztabel (2,96>1,64). Base those data, it can be concluded that there was an effect of quiz team method in discovery learning model toward student learning outcomes of class XI MIPA SMA Negeri 1 Wonomulyo on subject matter of buffer solution.Keywords: quiz team method, discovery learning model, learning outcomes, buffer solutio
Uji Aktivitas Antioksidan Ekstrak Etanol Rambut Jagung (Zea mays L.) dengan Menggunakan Metode 2,2-difenil-1-pikrilhidrazil (DPPH)
ABSTRAKPengujian aktivitas antioksidan pada ekstrak etanol Rambut Jagung (Zea Mays L.) yang telah dilakukan dengan menggunakan metode DPPH (2,2-difenil-1-pikrilhidrazil). Sebagai kontrol positif digunakan vitamin C. Ekstrak etanol diperoleh dengan metode maserasi. Aktivitas antioksidan sampel ditentukan oleh besarnya persentase peredaman radikal DPPH. Ekstrak etanol rambut jagung memiliki aktivitas antioksidan lebih tinggi dibanding dengan vitamin C sebesar 7,73 ppm dan masuk dalam kategori sangat kuat. Kata kunci : DPPH, Rambut Jagung, Uji Aktvitas Antioksidan, (Zea mays L.). ABSTRACTThe antioxidant activity test of ethanol corn hair (Zea Mays L.) extract has been done by using DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). As a positive control used vitamin C. The ethanol extract is obtained by maceration method. The antioxidant activity of the sample is determined by the percentage of DPPH radical reduction. Ethanol corn hair extract has higher antioxidant activity than vitamin C at 7.73 ppm and in the category of very strong.Keywords: Antioxidant Activity Test, DPPH, Hair Corn, (Zea mays L.)
Identifikasi dan Uji Kestabilan Tanin dari Daging Biji Pangi (Pangium edule Reinw.) sebagai Bahan Pewarna Alami
ABSTRAKPenelitian ini adalah penelitian eksplorasi untuk mengetahui jenis tanin, penetapan kadar tanin dan uji kestabilan tanin dari daging biji Pangi (Pangium edule Reinw.) dengan metode spektrofotometri menggunakan UV-VIS. Daging biji pangi diekstraksi dengan etanol 70%. Hasil uji kualitatif menggunakan pereaksi FeCl3 1%, Asam Asetat 10%, Pb Asetat 10%, HCl, Bromine, dan Tes Katekin, menunjukkan daging biji pangi termasuk jenis tanin terhidrolisis dengan kadar tanin rata-rata 15,54 % dan stabil pada suhu 80 – 100 ºC. Kata kunci : Pangium edule Reinw., Kadar Tanin, Spektrofotometri, UV-VIS ABSTRACTThis research for determining the kind of tannin and tannin assay and also the stability testing of tannin from meat seed of pangi has been done by using spectrophotometric method with UV-VIS. The meat seed of pangi fruit was extracted using 70% ethanol. The extract was tested using qualitative assay with reagent. Base on Qualitative test result with a reagent FeCl3 1%, Acetate Acid 10%, Pb Acetate 10%, HCl, bromine and catechin test,was obtained that meat seed of pangi contain hydrolyzed tannin. Tannin level was obtained on average 15.54 % and stable at a temperature of 80 – 1000C. Keywords: Pangium edule Reinw., Tannin assay, Spectrophotometric, UV-VI
Isolasi dan Identifikasi Senyawa Metabolit Sekunder Ekstrak Etil Asetat Daun Kayu Jawa (Lannea coromandelica (Houtt) Merr).
ABSTRAKPenelitian eksplorasi ini bertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam ekstrak etil asetat daun Kayu Jawa. Sampel diperoleh dari kecamatan Cina, Bone. Penelitian ini terdiri dari beberapa tahap yaitu maserasi dengan metanol, partisi dengan etil asetat, fraksinasi, pemurnian dan identifikasi. Hasil penelitian diperoleh isolat murni berbentuk serbuk berwarna kuning kehijauan, positif terhadap pereaksi Lieberman-Buchard. Hasil spektroskopi spektrum FTIR menunjukkan bilangan gelombang (cm-1) yakni: 1456,26 dan 1377 (CH2 dan CH3), 1539 (C=C);1739,79 dan 1707,00 (C=O) ; 2953,02 , 2918,30 dan 2850,79 (C-H); 3441,01 (OH) dan 1041,56 (C-O). Berdasarkan hasil uji serta data spektrum FTIR, isolat yang diperoleh diduga merupakan senyawa golongan steroid.Kata kunci : Isolasi, L. coromandelica (Houtt) Merr, Steroid ABSTRACTThis exploration research aim to isolate and identify the secondary metabolite compound from etil acetat extract of Kayu Jawa leaf. Sample were obtained from Cina district, Bone Sub District, South Sulawesi. This research consists of several stages, they were maceration with methanol, partition with etil acetate, fractination, purification and identification. The result was pure isolate in yellow greenery powder, both isolate positive Lieberman-Burchard reagent. Spectrum of FTIR showed several wave number (cm-1) : 1456,26 and 1377 (CH2 and CH3), 1539 (C=C);1739,79 and 1707,00 (C=O) ; 2953,02 , 2918,30 and 2850,79 (C-H); 3441,01 (OH) and 1041,56 (C-O). Based on the test reagent and FTIR spectral datas, both isolate is group of steroid compounds.Keywords : Isolation, L. coromandelica (Houtt) Merr, Steroi
Pengaruh Suhu Dan Waktu Pemanasan Terhadap Stabilitas Pigmen Antosianin Ekstrak Asam Sitrat Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus polyrizus) Dan Aplikasi Pada Bahan Pangan
ABSTRAKPenelitian ini merupakan penelitian eksperimen bertujuan untuk mengetahui stabilitas ekstrak pigmen antosianin kulit buah naga merah (Hylocereus polyrizus) terhadap suhu dan waktu pemanasan serta ketahanan warna antosianin kulit buah naga merah pada bahan pangan. Ekstraksi kulit buah naga merah dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut asam sitrat 10% : air (6:1). Pengaruh suhu 400C, 500C dan 600C terhadap stabilitas pigmen antosianin dilakukan pada rentang waktu 5 menit, 15 menit, 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Selanjutnya dilakukan pengukuran absorbansi sampel pada spektrofotometer UV-Vis dengan λ maks 520,00. Data hasil pengukuran menunjukkan bahwa pigmen antosianin stabil pada rentang suhu 400C - 500C dengan lama pemanasan 30 menit, 45 menit dan 60 menit. Kata Kunci : Kulit buah naga merah, suhu, waktu.ABSTRACT This research is an experimental study with aim’s to know the stability of anthocyanin pigment extract from red dragon fruit skin (Hylocereus polyrizus) on temperature, heating time and the anthocyanin color resistance of red dragon fruit skin on foodstuffs. Extraction of dragon fruit skin was done by maceration method using 10% citric acid solvent: water (6: 1). The effect of temperature of 400C, 500C and 600C on the stability of anthocyanin pigments was carried out in the time range of 5 minutes, 15 minutes, 30 minutes, 45 minutes and 60 minutes. Then the absorbance measurements of the samples in UV-Vis spectrophotometer were carried out with λ max 520.00. The measoroment result showed that anthocyanin pigment is stable on the temperature range 400C - 500C with heating time of 30 minutes, 45 minutes and 60 minutes. Keywords: Red dragon fruit skin, temperature, time
Penentuan pH Optimum Gel Metasilikat Sekam Padi sebagai Media Tumbuh Kristal Tunggal Kalsium Tartrat Tetrahidrat (CaC4H4O6.4H2O)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pH optimum sintesis gel metasilikat sekam padi sebagai media tumbuh kristal tunggal kalsium tartrat tetrahidrat (CaTT). Tahapan penelitian ini meliputi preparasi sampel, pembentukan gel metasilikat, sintesis kristal CaTT dan karakterisasi gel metasilikat. Abu sekam padi yang digunakan mengandung SiO2 sebesar 98,45% berpotensi untuk membentuk filtrat natrium silikat (Na2SiO3). Filtrat natrium silikat direaksikan dengan asam tartrat (C4H6O6) menghasilkan gel metasilikat pada pH 5,00; 5,25; 5,50; 5,75 dan 6,00. Supernatan kalsium klorida (CaCl2) berdifusi ke dalam gel membentuk kristal CaTT berwarna putih jernih sebanyak 0,2649 g pada pH optimum 5,25. Analisis gugus fungsi gel metasilikat menggunakan spektroskopi FTIR memberikan serapan yang khas untuk gugus fungsi –OH pada 3400,05 cm-1 dan 920,05 cm-1, gugus fungsi C=O pada 1622,13 cm-1 dan C-O pada 1346,31 cm-1, serta gugus Si-O-Si pada 1064,71 cm-1. Karakterisasi gel metasilikat menggunakan XRD mengindikasikan bahwa struktur gel metasilikat hasil sintesis tersusun atas garam Na2C4H4O6.2H2O, senyawa SiO2 dan C-grafit. Berdasarkan analisis gugus fungsi menggunakan FTIR dan karakterisasi menggunakan XRD, dapat disimpulkan bahwa sekam padi berpotensi untuk dijadikan gel metasilikat sebagai media tumbuh kristal tunggal CaTT.Kata kunci: Sekam padi, Natrium Silikat, Gel metasilikat, Kalsium tartrat tetrahidrat
Pengaruh Penambahan Rumput Laut (Eucheuma cottonii) terhadap Mutu (Daya Patah dan Organileptik) Mie Kering
ABSTRAKRumput Laut (Eucheuina cottonii) merupakan penghasil karaginan yang memiliki fungsi sebagai pembentuk gel pada makanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rasio terbaik antara rumput laut dan terigu dalam pembuatan mie kering yang dibuat dari rumput laut yang dilihat dari daya patah dan mutu organoleptiknya. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen meliputi preparasi sampel dan uji mutu mie kering. Pengujian mutu meliputi daya patah menggunakan tensil strenght, kadar air dan uji organoleptik meliputi warna, aroma, rasa, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mutu terbaik mie kering rumput laut yaitu rasio rumput laut dan terigu 3:7 dengan daya patah 37095,2650 mgf, kadar air 9,7% dan nilai uji organoleptik warna 2,3; aroma 2,3; rasa 2,4 dan tekstur 3,4.Kata kunci: Eucheuma cottonii, Rumput Laut, Mie Kering, Daya Patah ABSTRACT Seaweed (Eucheuina cottonii) is a source of carrageenan which has a function acts a gelling agent in food. This research aimed to find the best ratio between seaweed and wheat flour in the production of dry noodles from seaweed, indicated from the fracture potency and the organoleptic quality. This research was an experimental research including sample preparation and the quality test of dried noodles. The Quality test including fracture potency test using tensile strenght, moisture content and the organoleptic test including color, aroma, flavor, and texture. The results showed that the best quality of dry seaweed noodles achieved in the ratio between seaweed and wheat flour of 3: 7 with the fracture capacity 37095.2650 mgf, the moisture content of 9.7% and the organoleptic test value : color of 2.3; aroma of 2.3; flavor of 3,4 and texture of 2,4.Keywords: Eucheuma cotonii, Seaweed, Dry Noodle, Fracture Potenc