Haluan Sastra Budaya
Not a member yet
119 research outputs found
Sort by
STRATEGI KIKI SULISTYO DALAM ARENA SASTRA INDONESIA
This paper discusses Kiki Sulistyo’s strategy for reaching position in Indonesia literary field. This research applied phenomenology and structural analysis method. Data were gathered by interview and objectification from social structure. The style of the writers’ poems and his consciousness toward Lombok were analyzed by phenomenology. The research result shows that Lombok literary field is denoted as the economy upside. Kiki Sulistyo denounces the world economy, thus moving within the production of a restricted arena. Kiki Sulistyo created literature as a movement, so he formed Akar Pohon community. Through this community, he generates a young poet and simultaneously undertakes a project of publishing works. Two anthologies of poetry he published brought him to the position of a legitimate poet. The legitimacy is given by poets, literary scholars, and institution
SELAMETAN KEMATIAN DI DESA JAWENG KABUPATEN BOYOLALI
ABSTRAKTradisi merupakan suatu bentuk kegiatan yang dilakukan terus menerus oleh masyarakat, sehingga menjadi suatu kebiasaan dan pada akhirnya menjadi bagian penting yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat (Agus Riyanto, 2014:1). Tradisi membentuk suatu nilai-nilai budaya dan kearifan lokal yang menjadi pedoman bagi masyarakat dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta menjadi suatu kekayaan budaya bagi suatu daerah yang harus dilestarikan dan dipertahankan keberadaannya. Sampai saat ini, masih banyak desa-desa di Jawa yang melakukan tradisi seperti itu. Desa tersebut adalah Desa Jaweng, Kecamatan Simo, Kabupaten Boyolali. Salah satu tradisi yang masih dilakukan adalah tradisi selametan kematian yang terdapat nilai-nilai Islam di dalam pelaksanaanya seperti adanya ceramah agama Islam atau tausiyah, membaca do’a-do’a, ayat-ayat Al-Qur’an, sholawat, dan berdzikir yang dikenal dengan tahlilan. Tradisi selametan setelah kematian tersebut sampai sekarang masih banyak dilakukan masyarakat di Desa Jaweng karena didorong oleh suatu sistem keyakinan dan kepercayaan yang kuat terhadap sistem nilai dan adat istiadat yang sudah berjalan turun temurun. Tulisan ini bertujuan agar masyarakat mengetahui bahwa keberadaan tradisi selametan kematian di Desa Jaweng tersimpan nilai positif dalam pelaksanaannya. Masyarakat di Desa Jaweng memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam menilai tradisi tersebut. Seperti halnya ada masyarakat yang memiliki keinginan atau termotivasi untuk menghadiri dan mengikuti kegiatan tersebut dan ada juga yang menilai bahwa kegiatan semacam itu tidak perlu dilakukan karena tidak ada hadist yang mendasarinya. Tradisi semacam ini perlu diambil nilai positif yang terkandung oleh masyarakat itu sendiri. Seperti halnya tradisi tersebut untuk silaturrahmi atau sekedar menyambung ikatan saudara dengan masyarakat satu dengan yang lain yang menimbulkan rasa satu kepentingan dan kebersamaan sehingga muncul hubungan sosial yang erat.Kata Kunci: Islam, Jawa, selametan, tradisi
PEREMPUAN SASAK DALAM NOVEL SRI RINJANI KARYA EVA NOURMA: KAJIAN FEMINISME
Novel yang berlatar belakang sejarah kehidupan perempuan dan kemiskinan di Lombok ini memperlihatkan kekhasan dalam menggambarkan perjuangan perempuan Sasak melakukan perubahan melalui pendidikan yang selalu berada dalam kekuasaan laki-laki. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk memperoleh deskripsi tentang eksistensi perempuan Sasak dalam novel Sri Rinjani karya Eva Nourma. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode deskriptif analisis. pendekatan feminisme dilakukan untuk mengetahui eksistensi perempuan Sasak sebagai pribadi maupun sebagai bagian dari masyarakatnya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keberadaan perempuan Sasak yang digambarkan melalui perempuan Sasak Sri Rinjani tampil sebagai sosok pribadi yang berpikiran terbuka dan cerdas, mandiri dan bertanggung jawab terhadap dirinya. Dengan demikian, didapat persepsi baru bahwa sosok perempuan Sasak dalam novel ini tidak menduduki posisi subordinat, ia adalah pelaku perbuatan
PERNIKAHAN ADAT JAWA DI DESA NENGAHAN, KECAMATAN BAYAT, KABUPATEN KLATEN
Membahas tentang upacara perkawinan di Nengahan, Bayat, Klaten selama upacara perkawinan merupakan suatu rangkaian kegiatan tradisional yang turun-menurun dan mempunyai maksud serta tujuan agar sebuah perkawinan dapat selamat, sejahtera dan mendatangkan kebahagiaan dalam keluarga dikemudian hari. Kebudayaan di Jawa sudah berinteraksi dengan adanya norma-norma agama. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui tentang proses perkawinan dari masyarakat Nengahan Bayat Klaten baik dalam ide, adat istiadat, kepercayaan dalam melangsungkan perkawinan bagi masyarakat adat Jawa. Terutama di penelitian yang dilakukan yaitu wawancara, studi pustaka. Manfaat dari penelitian ini adalah untuk memperkenalkan kepada msayarakat luas tentang budaya pernikahan adat jawa terutama pernikahan adapat Jawa di desa Nengahan, kecamatan Bayat, kabupaten Klaten. Disini juga dapat dirumuskan masalah seperti apa yang dimaksud pernikahan adat Jawa di Nengahan, Bayat, Klaten dan bagaimana proses pernikahanya. Untuk mengetahui pernikahan adat Jawa serta proses dalam pernikahan adat Jawa di Nengahan, Bayat, Klaten. Karena ketertarikan penulis ingin mengetahui tentang bagaimana upacara pernikahan adat Jawa dari mulai pengenalan calon pasangan pengantin, tata cara dalam suatu proses lamaran, suatu proses pernikahan dalam adat Jawa, sampai dengan upacara perkawinan adat Jawa. Dalam suatu upacara perkawinan adat Jawa yang di dalamnya juga terkandung nilai-nilai dari keagamaan yang diharapkan bermanfaat bagi kedua mempelai dalam mengarungi sebuah bahtera rumah tangga.
STRUKTUR SEMANTIS VERBA SENTUH BAHASA INDONESIA
AbstractThis study focused on the semantic field for the categorization of meaning, kind of meaning and semantic structure of verbs touch in Indonesian (verba sentuh). The reason of this research is the discovery of ambiguous meaning of a word when we refer to the monolingual dictionary that exists today. The method used is descriptive method with a form of qualitative research. The data in this study is verbs touch and source of research was obtained from the dictionary of Indonesian language (Kamus Besar Bahasa Indonesia) in 2008. The theory used in this analysis is the theory of Natural Semantic Metalanguage (NSM). Data were analyzed using three stages, data reduction, data presentation and conclusion/verification. The analysis result obtained was four original meaning which holds a stake in touch verb formation, namely: [FEEL], [BEAT], [PRESSING] and [RUB]. The other components that make up the touch verb is 'someone' and 'something'. This study is only a fraction of the research from Natural Semantic Metalanguage data sourced from Indonesian. This research is expected to contribute for other Natural Semantic Metalanguage research. So that later can be arranged a monolingual Bahasa dictionary based on Natural Semantics Metalanguage.AbstrakPenelitian ini difokuskan pada bidang semantik untuk kategorisasi makna, jenis makna dan struktur semantik dari verba sentuh dalam bahasa Indonesia. Alasan yang menjadi latar belakang penelitian ini adalah ditemukannya keambiguan makna suatu kata apabila kita merujuk pada kamus monolingual yang ada saat ini. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dengan bentuk penelitian kualitatif. Data pada penelitian ini berupa verba sentuh dan sumber data penelitian diperoleh dari kamus (KBBI) pada tahun 2008. Teori yang digunakan dalam analisis ini adalah teori Metabahasa Semantik Alami (MSA). Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan/verifikasi. Hasil analisis yang didapat adalah empat makna asali yang memegang andil dalam pembentukan verba sentuh, yaitu: [MERASAKAN], [MEMUKUL], [MENEKAN] dan [MENGGOSOK]. Komponen lain yang membentuk verba sentuh adalah ‘seseorang’ dan ‘sesuatu’. Penelitian ini hanya sebagian kecil dari penelitian-penelitian Metabahasa Semantik Alami yang bersumber data dari bahasa Indonesia. Diharapkan dengan adanya penelitian ini akan dapat berkontribusi pada penelitian Metabahasa Semantik Alami yang lain. Agar nantinya dapat disusun sebuah kamus monolingual bahasa Indonesia berdasarkan Metabahasa Semantik Alami
IDEOLOGI CINTA DALAM CERPEN “DALAM PERJAMUAN CINTA” KARYA TAUFIK AL-HAKIM BERDASARKAN PRESPEKTIF STRUKTURALISME GENETIK
Cerpen Dalam Perjamuan Cinta karya Taufik Al-Hakim merupakan cerpen filosofis yang merepresentasikan ideologi-ideologi cinta yang disampaikan dengan gaya bahasa yang indah dan struktur kalimat yang menarik. Ideologi cinta dalam cerpen tersebut diikonstruksikan sebagai mediator yang membentuk relevansi antara struktur karya sastra dan struktur masyarakat sesungguhnya. Penelitian kualitatif ini menggunakan metode deskriptif yang menguraikan bentuk-bentuk teks secara interpretatif. Peneliti memanfaatkan teori struturalisme genetik Lucian Goldmann dengan pemaparan lima konsep utama antara lain; fakta-fakta kemanusiaan, subjek kolektif, pandangan dunia pengarang, strukturasi karya sastra, dan dialektika pemahaman-penjelasan. Penelitian ini menghasilkan lima pembahasan utama antara lain: 1) cerpen karya Taufik Al-Hakim ini mengandung dua fakta kemanusiaan yang menjadi pokok terbentuknya ideologi yaitu: a) fakta kemanusiaan kultural yang berada pada permulaan cerita berupa gejolak perasaan cinta yang muncul dari hati para pemuda untuk memiliki gadis tersebut; b) fakta kemanusiaan kultural yang berupa ide atau gagasan dasar yang muncul dari pemikiran gadis berparas cantik, yaitu ide tentang cinta; 2) dalam cerpen tersebut, secara umum tampak menggambarkan representasi dua kelompok besar yang saling beradu argumen. Dua kelompok tersebut adalah kelompok perempuan yang notabennya layaknya kelompok atas (superior) yang tidak mau dikalahkan dan kelompok pemuda yang dalam cerpen memainkan peran inferior; 3) cerpen ini bertolak dari postulasi pandangan dunia mengenai keegoisan dan kemisteriusan kaum perempuan terhadap sesuatu khususnya dalam cerpen digambarkan dengan manifestasi sikap mengenai cinta; 4) relasi antara tokoh dengan tokoh, tokoh dengan objek atau dunia, digambarkan secara implisit yang dapat diamati melalui kontak interaksi antar tokoh dengan objek yang dibahas di awal cerpen yaitu cinta; dan 5) dialektika yang terbentuk dalam cerpen bergerak dari postulasi pandangan dunia mengenai keegoisan dan kemisteriusan kaum perempuan terhadap sesuatu. Pandangan dunia ini digunakan untuk mengurai dan menganalisis struktur karya sastra dengan struktur masyarakat serta dipersepsi sebagai struktur karya sastra yang mengikat unit-unit struktur lebih kecil yang membangun karya sastra
UPACARA MENANAM PADI DI DESA LAMBEYAN WETAN, KECAMATAN LAMBEYAN, KABUPATEN MAGETAN
Menanam padi merupakan suatu kegiatan bercocok tanam yang dilakukan oleh para petani. Terdapat beberapa urutan dalam proses menanam padi. Pada saat menjelang panen, satu minggu sebelumnya masyarakat akan melakukan ritual yang disebut Methil. Methil merupakan ritual pemotongan padi yang ada dibagian tengah lahan dengan menggendong baskom yang berisi lima takir cok bakal. Lalu membawa hasil potongan padi tersebut ke rumah dan dilakukan upacara selamatan dengan tetangga lalu membungkus lima bungkusan nasi menggunakan daun jati atau daun pisang kemudian diletakkan disetiap sudut tulakan air. bungkusan tersebut boleh diambil oleh warga gunanya sebagai sedekah. Untuk melaksanakan methil mereka akan menghindari hari ringkel. Upacara ini dilakukan sebagai bentuk permohonan keselamatan dan wujud rasa syukur terhadap Dewi Sri. Namun, dalam perkembangan zaman dan kebudayaan serta masuknya agam Islam menyebabkan terjadinya banyak pergeseran dalam ritual upacara ini, contohnya saja ritual ini dulunya ditujukan kepada Dewi Sri tetapi sekarang ini hanya berupa syukuran yang ditujukan kepada Tuhan YME sebagai wujud rasa syukur atas berkah yang diberikan kepada mereka. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana suatu budaya masyarakat yang sudah menjadi tradisi turun-menurun mengalami perubahan drastis seiring berkembangnya pengetahuan dan agar kita mengetahui alasan mengapa sebuah tradisi budaya musyarakat berangsur-angsur hilang, khususnya pada budaya tradisi yang bersifat aktivitas
DAMPAK KOMODIFIKASI TERHADAP PERUBAHAN IDENTITAS TARI TOPENG HITAM
This Study discuss the impact of co-modification of topeng hitam dance as cultural attraction in Ngrawan Village Semarang Regency The results show that co-modification has been taken place since 2012 which was done by the parties concerning with the development of topeng hitam dance which is potential to be a cultural tourism asset. Consequently, it will, economically, give benefits to the people of Semarang Regency; especially for people of Ngrawan Village where the dance originated from, and also, the local tourism agencies. However, despite the beneficial fact in the tourism sector, the co-modification process devastates the historical values and the value of identity of topeng hitam dance due to the commercialization.
URBAN SPACES, RURAL SPACES, AND "OTHER SPACES" IN INDONESIAN FILM FLYERS (1966–1998)
In this article, I examine some three hundred Indonesian film flyers released between 1966 and 1998. I identify three categories of spatial representation: urban spaces, rural spaces, and what I term "other spaces". Urban spaces utilize depictions of high-rises, landmarks, sexuality, crowds, and/or technology as markers of a (Westernized) modernity. Depictions of rural spaces, conversely, emphasize the beauty or dangers of the natural world, as well as strong emotions and primitivism. These depictions suggest the prioritization of an orderly urbanity over a disorderly rurality, with more orderly rural spaces only being locations for travel. "Other spaces", meanwhile, present and/or combine markers of urban and/or rural space, thus forcing viewers to differentiate between place and space and recognize both the constructed nature of space itself and the possible benefits of disorder.
PENGARUH ERA MEDIA BARU DAN TERJADINYA CHAOS IDENTITAS
Identitas adalah ciri khas dari seorang individu yang membedakan dengan individu yang lain. Pembentukan identitas dipengaruhi berbagai faktor misalnya lingkungan. Masa modernisasi saat ini juga turut andil dalam pembentukan identitas ditandai dengan kecanggihan teknologi informasi. Kecanggihan teknologi informasi telah membawa manusia memasuki era media baru dengan menghadirkan smartphone. Namun, dengan hadirnya smartphone telah mempengaruhi pembentukan identitas yang bersifat palsu. Karya tulis ini mengungkapkan seperti apa pengaruh smartphone terhadap pembentukan identitas yang dapat menimbulkan chaos. Permasalahan yang dibahas yaitu (1) apa yang dimaksud dengan chaos identitas? (2) bagaimana pengaruh era media baru pada pembentukan identitas? (3) bagaimana mengantisipasi chaos identitas pada era media baru? Simpulan pada tulisan ini adalah mendeskripsikan dampak adanya era media baru pada jaman smartphone dalam pembentukan identitas maka perlu adanya perhatian khusus untuk menampilkan identas diri yang sesungguhnya. Selain itu identitas yang dibentuk dalam dunia maya dan dunia nyata itu berbeda maka perlu untuk menunjukkan identitas diri agar manusia tidak terjebak dalam dunia simulakra.