Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Not a member yet
194 research outputs found
Sort by
Representasi Perempuan Berdaya pada Akun Instagram @rachelvennya
Era digital membuka peluang bagi perempuan bukan hanya untuk merepresentasikan eksistensi diri, tetapi dapat dimanfaatkan bagi peningkatan kapasitas diri untuk lebih berdaya secara pendidikan dan ekonomi tanpa harus meninggalkan peran mereka dalam keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan menjelaskan representasi diri perempuan berdaya di era digital khususnya di media sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis konten kualitatif dengan objek kajian akun Instagram @RachelVennya. Berdasarkan hasil penelurusan, koding, dan analisis data ditemukan bahwa Rachel Vennya merepresentasikan diri sebagai pesohor Instagram dan pengusaha perempuan yang tetap memprioritaskan kehidupan domestiknya di keluarga. Bentuk-bentuk representasi dirinya adalah berdikari secara ekonomi, pentingnya pendidikan bagi perempuan, mengutamakan keluarga, perempuan harus mampu memimpin, dan perempuan dapat berekspresi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Rachel Vennya adalah sebuah bukti bahwa perempuan mampu merepresentasikan diri mereka sebagai sosok yang tidak hanya terampil di area domestik, tetapi juga berpeluang menjadi inspirator dan pemimpin di era digital
Analisis Dampak Pandemi COVID-19 terhadap Jumlah Kunjungan pada Situs E-Commerce di Indonesia Menggunakan Uji T Berpasangan
Pada masa Pandemi COVID-19 ini pemerintah menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan laju penyebaran virus Corona di Indonesia. Pembatasan ini mengakibatkan masyarakat menjadi tidak bebas untuk bepergian dan berkegiatan. Kondisi ini memicu munculnya kebiasaan baru untuk beradaptasi dengan kondisi yang ada. Kegiatan pemenuhan kebutuhan pokok yang sebelumnya dilakukan dengan belanja secara langsung berubah menjadi tidak langsung (online). Pemenuhan kebutuhan pokok dengan online ini membutuhkan e-commerce. E-commerce adalah kegiatan jual dan beli barang secara elektronik. Dengan perubahan perilaku masyarakat tersebut maka penelitian ini akan melihat apakah ada perbedaan kunjungan pada situs e-commerce di Indonesia. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan menggunakan data kunjungan website sebelum dan selama pandemi COVID-19. Data diolah dengan bantuan software JASP. Pengujian data menggunakan uji perbedaan rata-rata t-tes untuk sampel berpasangan. Hasilnya adalah terdapat perbedaan rata-rata kunjungan website sebelum pandemi COVID-19 dan selama pandemi Covid 19. Pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap jumlah kunjungan website e-commerce. Shopee dan Tokopedia merupakan situs e-commerce yang mengalami peningkatan jumlah kunjungan selama masa pandemi COVID-19. Dampak peningkatan kunjungan situs e-commerce ini adalah terjadi peningkatan transaksi keuangan secara online, permintaan jasa ekspedisi yang meningkat, kebutuhan bahan untuk mengemas barang meningkat, dan peningkatan kebutuhan tenaga kerja pada jasa ekspedisi.
Metafora sebagai Kekuatan Retorik dalam Editorial Media Massa
Editorial as a space of opinion for the media trying to influence its readers both through the structure of editorial anatomy and the use of language. One aspect of language is the use of metaphors. This article reports the results of research about how the rhetorical power of metaphors in the structure of editorial anatomy. The concepts and theories used are about metaphors as thoughts, editorial structures, and persuasive acts of rhetoric, namely: logos, ethos, and pathos. The method used to find the rhetorical meaning of the metaphor is the Metaphor Identification Procedure (MIP) that was presented by the Pragglejaz. The editorial studied is the editorial of the Republika Newspaper and Media Indonesia Newspaper. The results of the study showed that there are two major issues, namely the issue of a new cabinet and the issue of corruption. Metaphors are used in the anatomy of editorial attention, conviction, and direction, but they are not comprehensive. Metaphors become rhetorical powers as part of logos and phatos. The metaphors used in the new cabinet issue give warnings and demands to the elected president about the cabinet being drafted. The metaphors used in the issue of corruption build a picture and thought that the existing parliament does not have legitimacy as people\u27s representatives. Theoretically, this research finds a double metaphorical rhetoric with an editorial anatomical structure that reinforces the persuasive dimensions of rhetoric on the elements of logos and phatos.Keywords: Editorial, Media, Metaphor, Rhetoric, StructureEditorial sebagai ruang opini bagi media berusaha untuk memengaruhi pembacanya, baik melalui struktur anatomi editorial, maupun penggunaan bahasa. Salah satu aspek bahasa adalah penggunaan metafora. Artikel ini melaporkan hasil penelitian tentang bagaimana kekuatan retorik metafora dalam struktur anatomi editorial. Konsep dan teori yang digunakan ialah tentang metafora sebagai pemikiran, struktur editorial, dan tindakan persuasif retorika, yaitu: logos, ethos dan pathos. Metode yang digunakan untuk menemukan makna retorik metafora ialah Metaphor Identification Procedure (MIP) yang dikemukakan Pragglejaz Group. Editorial yang diteliti ialah editorial Suratkabar Republika dan Media Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan, terdapat dua isu besar yang mengunakan metafora, yaitu isu kabinet baru dan isu korupsi. Metafora digunakan pada anatomi editorial attention, conviction, dan direction, tetapi tidak menyeluruh. Metafora menjadi kekuatan retorik sebagai bagian dari logos dan phatos. Metafora yang digunakan dalam isu kabinet baru memberikan peringatan dan tuntutan pada presiden terpilih tentang kabinet yang disusun. Metafora yang digunakan dalam isu korupsi membangun gambaran dan pemikiran bahwa parlemen yang ada tidak memiliki legitimasi sebagai wakil rakyat. Secara teoritis, penelitian ini menemukan retorika ganda (double rehoric) metafora dengan struktur anatomi editorial yang memperkuat dimensi persuasif reorika pada unsur logos dan phatos. Kata Kunci: Editorial, Media, Metafora; Retorika, Struktu
Determinan Karakteristik Konten dan Pengaruhnya terhadap Penerimaan Pengguna pada Aplikasi Travelation
Inovasi selama pandemi adalah sebuah keharusan bagi perusahaan. Hal ini juga berlaku bagi perusahaan yang bergerak di bidang jasa kebandarudaraan. Aplikasi Travelation merupakan inovasi PT. Angkasa Pura 2, yang dikembangkan dengan tujuan untuk memudahkan pengurusan perjalanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganlisis pengaruh karakteristik konten dengan penerimaan pengguna pada aplikasi Travelation. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan metode survei online. Hasil penelitian menunjukkan, dari kelima karakteristik konten, yakni keuntungan, kesesuaian, kerumitan, observabilitas, dan akurasi data, dapat diterima dengan baik oleh pengguna. Pengguna juga merasa bahwa aplikasi Travelation memberikan manfaat sehingga menerima kehadiran aplikasi berbasis web itu. Pengujian hipotesis membuktikan, terdapat pengaruh antara karakteristik konten dengan penerimaan pengguna. Untuk perbaikan, aplikasi Travelation diharapkan memperbarui informasi serta meningkatkan keakuratan data
Konvergensi Media pada Podcast Radar Jogja Digital dalam Publikasi Berita dan Perluasan Segmentasi Audiens
Gelombang media baru dianggap menjadi momok penggerus media massa cetak. Namun mediamorfosis yang dilakukan media cetak justru membuka peluang untuk bertahan bahkan menjadi media alternatif penyebarluasan berita dengan melakukan kovergensi media memanfaatkan multiplatform. Saat ini tren peminat podcast terus meningkat. Penelitian berusaha membuktikan bahwa podcast membuka ruang bagi media massa untuk menjadi model penyiaran alternatif masa depan yang tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh media penyiaran namun juga media cetak. Penelitian dilakukan untuk menemukan model konvergensi media yang dilakukan podcast Radar Jogja Digital, dan menganalisis strategi perluasan segmentasi audiens melalui podcast Radar Jogja Digital. Penelitian berupa deskriptif kualitatif dengan metode fenomenologi. Hasil penelitian menemukan bahwa podcast Radar Jogja Digital merupakan platform dibawah Media Online Radar Jogja Digital. yang telah menerapkan 3 jenis konvergensi jurnalistik meliputi konvergensi newsroom, konvergensi news gathering, dan konvergensi konten. Podcast Radar Jogja Digital juga telah menerapkan konvergensi kontinum, berupa cross-promotion, cloning, coopetition, content sharing, namun belum sepenuhnya menerapkan full coverage karena keterbatasan sumber daya manusia. Pengembangan podcast Radar Jogja Digital merupakan strategi perluasan segmentasi audiens Radar Jogja, yang awalnya merupakan media massa mainstream cetak. Sasaran segmentasi audiens podcast Radar Jogja Digital adalah generasi milenial dan terbukti pendengar podcast paling banyak dari sisi usia adalah generasi milenial, sementara dari sisi geografi mampu mendapatkan pendengar dalam skop nasional bahkan internasional. Hasil penelitian diharapkan memberi pengetahuan tentang model konvergensi podcast yang dilakukan media cetak, dan dengan konvergensi media yang dilakukan menunjukkan bahwa podcast dapat menjadi media alternatif penyiaran berita yang tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh media penyiaran namun juga media ceta
Bingkai Media di Masa Pra Pandemi Covid-19 di Indonesia (Studi Framing Pemberitaan Covid-19 di Portal Berita dan Akun Youtube Tribunnews Edisi Maret 2020)
Covid-19 menjadi suatu masalah kesehatan baru yang belum pernah terjadi sebelumya. Informasi mengenai isu kesehatan tersebut menjadi penting terutama di pra-pandemi untuk mengantisipasi menyebarnya wabah. Media sebagai sumber informasi utama memiliki peranan yang penting dalam penyampaian pesan. Penelitian ini bertujuan menganalisis bingkai media youtube dan portal berita tribunnews dalam pemberitaan awal covid-19 di Indonesia selama bulan Maret 2020. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis framing dari Robert Entman, melalui empat fungsi bingkai yaitu mendefinisikan sebuah masalah, memperkirakan sumber masalah, membuat keputusan moral, dan menekankan penyelesaian masalah. Terdapat 104 pemberitaan yang diteliti, 73 dari portal berita dan 31 dari akun youtube. Pemilihan pemberitaan melalui teknik purposive sampling Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam pemberitaan covid-19 di Indonesia menunjukkan informasi yang dinamis. Meskipun pemberitaan disajikan melalui dua platform yang berbeda yaitu portal berita dan youtube, tidak menunjukkan perbedaan isi informasi yang signifikan. Peneliti membagi pemberitaan menjadi tiga periode, periode pertama pada tanggal 1-10 Maret 2020 yang menunjukkan bingkai ketenangan dan membangun semangat dalam menghadapi pandemi, periode kedua 11-20 Maret bingkai covid-19 dirubah menjadi suatu ancaman dan resiko yang perlu diwaspadai, periode ketiga yakni 21-31 bingkai covid-19 menampilkan kewaspadaan dan ketakutan karena menunjukkan aspek korban, penurunan ekonomi dan berbagai ancaman lainnya
The Process and Barriers in Computer-Mediated Communication (A Case Study of Indonesian and Australian Students\u27 Collaboration Project)
This paper describes how university students from diverse cultural background and separated by geographical distance conduct communication process using computer-mediated communication (CMC). The purpose of our research is to examine the communication process and identify potential barriers that can disturb the collaboration. We also aim to find which cultural dimensions influence the communication process. The population is 15 Journalism students from UPH, Indonesia and 15 Journalism students from QUT, Australia who joined a collaboration project from October – November 2018. We use a qualitative case-study, with analytical descriptive method. We analyze multiple sources of evidence such as: logbook and recorded correspondence, Focus Group Discussions (FGD) and depth interview for data collection. Results show the students use mostly asynchronous communication such as chat text and Google Docs for their communication medium. The main barriers are language proficiency and slow internet connections. This study analyzes one case study involving students from two different nations. We find that Individualism, Masculinity and Power Distance cultural dimensions influence how they communicate to each other
Evaluasi Program Pengembangan Sumber Daya Manusia (Studi pada Program Pelatihan di BPSDMP Kominfo Jakarta)
This study aims to evaluate the online training program organized by the BPSDMP Kominfo Jakarta Ministry of Communication and Informatics with 3 (three) steps: evaluating reactions, learning levels, and behavior. The research was conducted with a post-positivistic approach using a mix-methods sequential exploratory design. The data was collected using online survey to 119 respondents who participated in the training. Then, 37 from these respondents were selected and interviewed by telephone. The result shows that the reaction aspect gave unsatisfactory results because there were not enough respondents who gave good ratings. In the learning aspect, this training was succeeded in providing new knowledge, self-confidence, and motivation for participants to implement their knowledge. In evaluating the aspects of behavior and application of knowledge, there are still quite a few who have not applied and utilized their knowledge in their daily activities. The study then concluded that in general this training received a positive response and needed to be continued with some improvements. This study recommends a number of improvements for further training and human resource development programs. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi program pelatihan daring yang diselenggarakan BPSDMP Kominfo Jakarta Kementerian Komunikasi dan Informatika dengan 3 (tiga) tahapan, yaitu mengevaluasi reaksi, tingkat pembelajaran, dan perilaku. Penelitian dilaksanakan dengan pendekatan post-positivistik menggunakan desain mix-methods sequential exploratory. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei daring kepada 119 responden yang menjadi peserta pelatihan. Kemudian sebanyak 37 orang dari responden tersebut dipilih dan diwawancari melalui telepon. Hasil evaluasi pada aspek reaksi belum menunjukkan hasil yang cukup memuaskan sebab tidak cukup banyak responden yang memberikan penilaian yang baik. Pada aspek pembelajaran, pelatihan ini berhasil memberikan pengetahuan baru, keyakinan diri, dan motivasi bagi peserta untuk mengimplementasikan pengetahuannya. Pada evaluasi aspek perilaku dan penerapan pengetahuan, masih cukup banyak yang belum menerapkan dan memanfaatkan pengetahuannya dalam aktivitas keseharian. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa secara umum pelatihan ini mendapatkan respon yang positif dan perlu dilanjutkan dengan sejumlah perbaikan. Studi ini merekomendasikan beberapa perbaikan untuk peningkatan program pengembangan SDM kedepan
Pengaruh Analisis Kebutuhan Pelatihan Budaya Keamanan Siber Sebagai Upaya Pengembangan Kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara di Era Digital
The results of Monitoring and Evaluation of Electronic-Based Government Systems (SPBE) that not been optimal, the high incidence of cyber in the government domain. go.id due to system vulnerability as well as the number of government pages with unsafe conditions and not in accordance with existing international standards, show the need for ASN as a manager of digital competence to oversee digitalization in the government environment. To discuss this issue, the method chosen was the study of literature, by reviewing various literature and collection of research results in accordance with the problem. Descriptive qualitative analysis using the technique "PRISMA protocol". The findings of this study are important for designing training programs as part of the development of sustainable digital ASN competencies, specifically related to training in cybersecurity culture in government environments, especially in public services. Given the technology and knowledge of hacking efforts in cybercrime is developing very fast, it is necessary to anticipate investment in human resources through training in cybersecurity cultureHasil Pemantauan dan Evaluasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang belum optimal dan tingginya insiden siber pada domain pemerintah.go.id akibat dari kerentanan sistem serta masih banyaknya laman pemerintah dengan kondisi tidak aman dan belum sesuai standar internasional yang ada menyiratkan adanya kebutuhan ASN sebagai pengelola yang berkompetensi digital untuk mengawal digitalisasi di lingkungan pemerintahan. Metode yang dipilih adalah studi kepustakaan dengan meninjau berbagai literatur dan kumpulan hasil-hasil penelitian sesuai dengan permasalahan. Analisis deskriptif kualitatif menggunakan teknik “PRISMA protokol”. Temuan dari penelitian ini penting untuk merancang program pelatihan sebagai bagian dari pengembangan kompetensi digital ASN yang berkelanjutan, khususnya terkait pelatihan budaya keamanan siber di lingkungan pemerintahan, terutama dalam pelayanan publiknya. Mengingat teknologi dan pengetahuan tentang upaya peretasan dalam kejahatan siber berkembang sangat cepat, perlu antisipasi investasi sumber daya manusia melalui pelatihan budaya keamanan siber
Media dan Pandemi: Frame tentang Pandemi COVID-19 dalam Media Online di Indonesia (Studi pada Portal Berita Kompas.com dan Detik.com)
This study aims to analyze the frame used by the media in the Covid-19 coverage in Indonesia on the Kompas.com and detik.com news portals during March 2020. The method used is framing analysis with three indicators, namely, frame type, news source, and news tone. The results showed that in the Covid-19 coverage in Indonesia the media used two dominant frames, namely, (1) the public health frame to show the aspects of victims, risks, and threats of Covid-19 and (2) the policy frame to frame the government\u27s strategy in handling Covid-19. In the reporting of Covid-19, the Central Government such as the Ministry of Health, the Government Spokesperson on the Task Force for the Acceleration of Handling Covid-19, and the President of the Republic of Indonesia. As for the news tone, the two media studied showed that the narrative of fear and worry is the dominant tone. While the recommended tone and instructions as well as the tone of hope and solution are not displayed by too much media. This research recommends that the media and journalists use narratives that build expectations and provide solutions for the public because the Covid-19 disaster increased public uncertainty. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis frame yang digunakan media dalam pemberitaan Covid-19 di Indonesia pada portal berita kompas.com dan detik.com selama bulan Maret 2020. Metode yang digunakan adalah analisis framing dengan tiga indikator, yaitu, jenis frame, narasumber berita, dan tone berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam pemberitaan Covid-19 di Indonesia media menggunakan dua bingkai dominan, yaitu, (1) frame kesehatan publik untuk menunjukkan aspek korban, risiko, dan ancaman Covid-19 dan (2) frame kebijakan untuk membingkai strategi pemerintah dalam penanganan Covid-19. Narasumber pemberitaan Covid-19 adalah Pemerintah Pusat seperti Kementerian Kesehatan, Juru Bicara Pemerintah pada Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, dan Presiden. Untuk tone berita, dua media yang diteliti menunjukkan narasi ketakutan dan kekhawatiran merupakan tone dominan, sedangkan tone anjuran dan instruksi serta tone harapan dan solusi tidak terlalu banyak ditampilkan media. Riset ini merekomendasikan agar media dan jurnalis menggunakan narasi yang membangun harapan dan memberikan solusi bagi publik karena bencana Covid-19 meningkatkan ketidakpastian khalayak