Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Not a member yet
    194 research outputs found

    TWITTER SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI PEMERINTAH INDONESIA SAAT KRISIS (Studi Gelombang Covid-19 Varian Delta dan Omicron)

    No full text
    Juli 2021, gelombang Delta  menerpa Indonesia  menjadikan negara dengan kasus harian COVID-19 terbanyak di dunia. Angka tersebut  terlampaui pada Februari 2022 dengan kasus harian 55.000 orang. Cuitan Twitter presiden dan  gubernur (Jawa Barat, D.K.I. Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur) selama dua gelombang COVID-19  dikaji dengan menerapkan metode analisis isi untuk melihat perbedaan sifat cuitan antar satu akun dan antara gelombang Delta dengan Omicron. Cuitan diklasifikasikan berdasarkan gaya (request, first-person & second-person), strategi (information, bonding, & action), suasana (optimis, pesimis, netral, & nihil), dan tema (COVID-19, ekologi, ekonomi, politik pemerintahan, sosial budaya, sains). Dari 760 cuitan, 27 di antaranya dianalisis karena tidak memenuhi standar kalimat yang layak. Uji Chi-Square menunjukkan,  Jokowi didominasi oleh pesan first-person, Ganjar didominasi  pesan second-person, Anies didominasi  pesan bonding, dan Khofifah didominasi pesan COVID-19 dibandingkan bukan COVID-19. Dari sisi jenis gelombang, membuktikan bahwa pesan request, first-person, aksi, dan COVID-19 berkurang secara signifikan saat gelombang Omicron dibandingkan gelombang Delta. Penggunaan cuitan optimis cenderung konsisten, baik di antara akun maupun gelombang. Potensi Twitter dalam penggunaan pesan bonding dan aksi sudah digunakan oleh kelima pemimpin. Perbedaan konsentrasi pesan COVID-19 dan aksi tetap perlu dilakukan dengan pertimbangan ahli terkait, terutama dalam kaitannya dengan kesehatan fisik dan mental masyarakat.Pada Juli 2021, gelombang Delta yang menerpa Indonesia menjadikannya pernah menjadi negara dengan kasus harian Covid-19 terbanyak di dunia. Angka tersebut kemudian terlampaui pada Februari 2022 dengan kasus harian mencapai 55.000 orang. Cuitan Twitter presiden dan para gubernur (Jawa Barat, D.K.I. Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Timur) selama dua gelombang Covid-19 tersebut dikaji dengan menerapkan metode analisis isi untuk melihat perbedaan sifat cuitan antara satu akun dengan yang lain dan antara gelombang Delta dengan Omicron. Dari 760 cuitan, 27 di antaranya tidak ikutsertakan dalam analisis karena tidak memenuhi standar minimal kalimat yang layak. Uji Chi-Square menunjukkan, dibandingkan pemimpin yang lain, Jokowi didominasi oleh pesan first-person (59,24%), Ganjar didominasi oleh pesan second person (19,08%), Anies didominasi oleh pesan bonding (80,33%), dan Khofifah didominasi oleh pesan Covid-19 dibandingkan bukan Covid-19 (59,65%). Dari sisi jenis gelombang, uji Chi-square membuktikan bahwa pesan request, first-person, aksi, dan Covid-19 berkurang secara signifikan saat gelombang Omicron dibandingkan gelombang Delta. Penggunaan cuitan optimis cenderung konsisten, baik di antara akun maupun gelombang. Potensi Twitter dalam hal penggunaan pesan bonding dan aksi sudah digunakan oleh kelima pemimpin. Perbedaan konsentrasi pesan Covid-19 dan aksi tetap perlu dilakukan dengan pertimbangan ahli terkait, terutama dalam kaitannya dengan kesehatan fisik dan mental masyarakat

    Kampanye Generasi Berencana (GENRE), Sikap Generasi Z di Jakarta, dan Penetrasi Media Sosial Selama Pandemi COVID-19

    Full text link
    Program nasional Generasi Berencana (GenRe) hadir untuk mengatasi permasalahan remaja di Indonesia. GenRe memiliki tiga pesan kunci, katakan tidak kepada; seks pranikah, pernikahan dini, dan kecanduan NAPZA. Namun, remaja di Jakarta yang dikategorisasikan sebagai generasi Z kurang menyadari keberadaan kampanye GenRe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengapa generasi Z di Jakarta kurang menyadari keberadaan kampanye GenRe, bagaimana sikap generasi Z di Jakarta terhadap pesan kunci kampanye GenRe, serta bagaimana penyelenggara kampanye GenRe menciptakan kedekatan dengan generasi Z di Jakarta. Pandemi Covid-19 merupakan tantangan sekaligus peluang bagi penyelenggara kampanye GenRe mengoptimalkan aktivitasnya melalui platform digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Pengambilan sampel dengan teknik bola salju dan pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan generasi Z di Jakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa informan kurang menyadari keberadaan Genre karena kampanye GenRe kurang menarik perhatian mereka. Sikap mereka yang cenderung permisif terhadap seks pranikah dan penggunaan NAPZA justru bertolak belakang dengan pesan kunci GenRe yang menekankan pada “katakan tidak” pada ketiga pesan kunci GenRe. Pendekatan Multilevel Health Education Model dengan penekanan pada pentingnya pemahaman, keterlibatan dan membangun kepercayaan, digunakan untuk menciptakan engagement antara penyelenggara kampanye GenRe dengan generasi Z di Jakarta melalui optimalisasi media digital

    Bauran Komunikasi Pemasaran dalam Memasarkan Destinasi Wisata Alam Saat Pandemi COVID-19

    Full text link
    Setiap industri pariwisata harus mempraktikkan komunikasi pariwisata, termasuk saat pandemi. Komunikasi pariwisata yang baik membantu industri dalam memasarkan produk atau jasanya. Oleh karena itu, diperlukan strategi untuk meningkatkan potensi keberhasilan dan meminimalkan risiko. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi komunikasi pariwisata pada masa pandemi Covid-19 dengan mengadopsi konsep Marketing  Mix  of Communication. Metode penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Marketing Mix of Communication pariwisata mereka yaitu dengan iklan, personal selling, sales promotion, direct marketing, public relations, dan WOM. Manajemen juga mengutamakan peran vital dalam penyampaian informasi tentang Covid-19 untuk menjaga pariwisata, dan konten yang diberikan dapat bermanfaat bagi wisatawan

    Digital-Based Media Organization Communication Strategy: An Ethnomethodology Study

    No full text
    The purpose of this study is to find out the strategy and communication model of techno-entrepreneurs or business actors in the field of start-up business in digital media. This research uses ethnomethodology method. Data analysis techniques are carried out through conversation analysis with the help of NVIVO 12 Software. The validity test of the data uses source and theory triangulation. The findings of this study cover two important aspects. The first communication strategy used in digital media management. Includes six things, namely management of communication, the use of communication channels, planning carried out by institutions, communication channels to drive the wheels of the organization, communication media used and who are the parties involved as communicators for both internal and external. The second finding is the factors that influence the formation of the strategy includes two aspects. First, it is the company\u27s internal conditions. Digital-based business information must be supported by a combination of two core strengths. Those are professionals in information technology and professional management skills in the field of digital media. There are both relations with strong external parties. Business survival is determined by three important stakeholders. They are advertisers as sources of corporate income, sources as suppliers of production materials, and readers/subscribers as consumers. 

    Persepsi Mahasiswa terhadap Learning Management System (LMS): Pengaruh Lokasi, Perangkat dan Analisis Kepuasan Mahasiswa

    Full text link
    LMS is one of the many online learning models that are applied as online learning media in universities. This model is believed to be able to overcome the high cost of internet packages incurred by students when using online meeting applications. This study aims to measure the level of student satisfaction and perceived with the Ilearn application, with the Moodle platform, which is used by Andalas University. Student perceptions were measured using 6 categories, namely: (a) student interaction with lecturers; (b) student interactions with other students; (c) internet devices and access; (d) motivation to learn); (e) participation during lectures; and (f) perception and absorption of material. Measurement of the level of satisfaction is calculated using descriptive statistical methods. These variables were analyzed based on gender, study period, location of residence, and the instruments used using the one way ANOVA method. This study concluded that the level of satisfaction felt by students as a whole was quite low, especially for the items of internet access, focus and concentration of lectures, and active participation in lectures. It was also concluded that there was no significant effect of gender, location, and the tools used on the level of satisfaction and uptake of recovery materials. Meanwhile, the study period had a significant effect on the level of satisfaction felt by student

    Pemanfaatan Media Sosial dan Pemenuhan Kebutuhan Informasi Ketenagakerjaan Di Kalangan Angkatan Kerja Muda Pada Masa Pandemi COVID-19

    Full text link
    Pandemi Covid-19 memberikan dampak kepada ekonomi global dan dirasakan khususnya bagi bidang ketenagakerjaan di Indonesia. Dari beberapa penelitian menunjukkan bahwa angkatan kerja muda merupakan kelompok yang paling rentan merasakan dampak tersebut. Penyebaran informasi ketenagakerjaan sejak lama telah banyak dilakukan melalui media sosial. Sehingga angkatan kerja muda sebagai generasi Z yang akrab dengan teknologi informasi, diyakini semakin aktif dalam menggunakan media sosial untuk memenuhi kebutuhan informasi ketenagakerjaan terutama di masa pandemi Covid-19. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemanfaatan media sosial dengan pemenuhan kebutuhan informasi ketenagakerjaan dikalangan angkatan kerja muda, khususnya di masa pandemi Covid-19. Berdasarkanuses and gratification theory (UGT), kajian ini dilakukan melalui pendekatan kuantitatif untuk menguji hipotesis yang diajukan. Melalui uji koefisien korelasi peringkat Spearman – rho terhadap data yang dikumpulkan dari 400 responden, didapatkan hasil bahwa pemanfaatan media sosial memiliki hubungan yang sangat kuat dengan pemenuhan kebutuhan informasi ketenagakerjaan di kalangan angkatan kerja muda pada masa pandemi Covid-19. Berdasarkan hasil tersebut diharapkan informasi ketenagakerjaan yang disebarkan melalui media sosial dapat terus terjaga nilai kebenaran dan kebaruannya, sehingga khalayak dapat memanfaatkan informasi dan pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia dapat kembali bangkit setelah dihantam pandemi

    Implementasi Digital Leadership dalam Pengembangan Kompetensi Digital pada Pelayanan Publik

    Full text link
    Pada  era  digital  seperti  saat  ini  pemimpin  organisasi  harus  mengembangkan  kapasitas  kepemimpinannya sesuai kebutuhan dan tuntutan masyarakat, utamanya dalam pelayanan publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis   implementasi   kepemimpinan   digital   yang   diharapkan   menjadi   salah   satu   kunci   dalam pengembangan  kompetensi  digital  pelayanan  publik  perizinan  Spektrum  Frekuensi  Radio  pada  Direktorat Operasi  Sumber  Daya  Ditjen  SDPPI.  Metode  penelitian  yang  digunakan  adalah  studi  kasus,  dengan  teknik pengumpulan  data  penelitian  menggunakan  studi  literatur  yang  berasal  dari  dokumen,  laporan,  buku-buku, jurnal ilmiahyang relevan dengan penelitian ini. Teknik analisis yang digunakan adalahteknik analisis data dan   analisis   SWOT.   Hasil   penelitian   menjelaskan   bahwa   dengan   implentasi   kepemimpinan   digital  mendorong  pemanfaatan  teknologi  informasi  yang  maksimal  sehingga  menghasilkan  perbaikan  pelayanan publik  berbasis  digital,  yang  tercermin  dari  berbagai  capaian  prestasi.  Walaupun  semua  indikator  sudah memuaskan  pengguna  layanan,  masih  terdapat  harapan  perbaikan  pelayanan  yang  lebih  baik  pada  bidang-bidang tertentusehingga Unit Layanan ini harus menjawab dengan meningkatkan layanan publiknya di masa-masa   yang   akan   datang   dengan   pengembangan   kompetensi   digital   petugas   pelayanan   sesuai   standar kompetensi jabatan secara terencana dan terukur

    Pengujian Konstruk Motif Sikap Penerimaan dan Perilaku Membagikan Kembali Informasi Hoaks dalam Media Sosial

    Full text link
    Kasus penerimaan dan penyebaran informasi hoaks di Indonesia menjadi persoalan serius yang perlu ditangani bersama. Hal ini disebabkan akibat dari informasi hoaks dapat merugikan banyak pihak. Meski menimbulkan dampak serius, belum ada pemecahan masalah yang serius pada kasus penyebaran informasi hoaks ini. Indonesia saat ini membutuhkan berbagai solusi kontrit yang dapat dirumuskan dengan mempertimbangkan motif seseorang menerima dan menyebarkan informasi hoaks, terutama dalam media sosial. Setiap motif  sikap penerimaan informasi hoaks dan motif membagikan kembali informasi hoaks adalah varibel yang memiliki beberapa indikator untuk diuji lebih lanjut apakah setiap indikator tersebut benar-benar dapat merepresentasikan populasi penelitian. Dengan menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui strategi penelitian survei cross sectional dan penggunaan  Principal Component Analysis (PCA) sehingga menghasilkan enam dimensi dari variabel motif sikap penerimaan informasi hoaks dan lima dimensi dari variabel perilaku membagikan kembali informasi hoaks. Artikel ini telah menghasilkan dimensi dari motif sikap penerimaan dan perilaku membagikan informasi hoaks yang dapat berkontribusi dalam penyusunan strategi pemberantasan hoaks pada level individu setiap masyarakat pada penelitian selanjutnya

    Kontradiskursus Makna Jihad sebagai Teror di Media Online suaramuhammadiyah.id dan NU Online

    Full text link
    Pascareformasi tahun 1998, diskursus kelompok-kelompok muslim radikal menguat dalam mewacanakan pandangan-pandangannya melalui media-media online yang dimiliki. Mereka mewacanakan sistem pemerintahan khilafah pengganti Pancasila, jihad sebagai perang, dan intoleransi terhadap nonmuslim. Diskursus radikalisme mengenai jihad di media online harus dilawan dengan kontradiskursus makna jihad yang lain, salah satunya melalui media online suaramuhammadiyah.id dan NU Online, media resmi Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU). Permasalahannya adalah bagaimana bentuk-bentuk kontra-diskursus makna jihad melalui suaramuhammadiyah.id dan NU Online? Tujuannya untuk menunjukkan bentuk-bentuk kontra-diskursus makna jihad melalui suaramuhammadiyah.id dan NU Online. Penelitian ini menggunakan metode analisis wacana kritis Norman Fairclough yang memfokuskan analisisnya pada tiga level: (1) analisis teks, (2) analisis praktik diskursus, dan (3) analisis sosio-kultural (konteks). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk kontra-diskursus radikalisme suaramuhammadiyah.id adalah merepresentasikannya sebagai jihad lil-muwajahah (bersungguh-sungguh menciptakan sesuatu yang unggul). Selain itu, NU Online menampilkan pemaknaan jihad kontekstual, seperti jihad melawan korupsi, melawan narkoba, melawan hoaks. Implikasi hasil penelitian ini menegaskan bahwa diskursus yang ditampilkan suaramuhammadiyah.id dan NU Online merupakan kontra-diskursus mengenai jihad sebagai perang atau kekerasan yang diwacanakan kelompok-kelompok muslim radikal. Kesimpulannya, media online suaramuhammadiyah.id dan NU Online memiliki peran strategis dalam menandingi dan melawan diskursus radikalisme, khususnya mengenai jihad sebagai perang dari kelompok-kelompok muslim radikal di Indonesi

    Pola Jaringan Komunikasi pada Partisipasi Politik Akar Rumput (Studi Netnografi Media Sosial Twitter pada Aksi Bela Islam)

    Full text link
    "Aksi Bela Islam" adalah sebuah bentuk partisipasi politik di tingkat akar rumput. Terdapat dua narasi besar dalam memaknai aksi bela Islam, yang saling bertentangan, hingga mengakibatkan terjadinya konflik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa bagaimana media sosial twitter membuat individu-individu terkoneksi dalam jaringan komunikasi. Temuan penelitian ini menunjukkan adanya dua pola jaringan komunikasi, yang pertama jaringan komunikasi yang bersifat terpusat sehingga menciptakan polarisasi berupa narasi eksklusif kedua belah pihak yang saling mengedepankan tafsir masing-masing atas suatu ide politik.  Polarisasi terutama di picu oleh pola beradu trending tagar. Pola jaringan komunikasi yang kedua bersifat menyebar dan terbuka antar kedua belah pihak sehingga dapat saling berpartisipasi dalam pertukaran ide. Model ini membuka ruang komunikasi yang bersifat dialogis dan konvergen diantara komunitas-komunitas yang ada di twitter. Komunikasi dialogis dan konvergen tersebut dimediasi oleh terbentuknya komunitas twitter melalui tagar bersama dengan narasi yang lebih inklusif. Penelitian ini dianalisa dari perspektif jaringan komunikasi, melalui pendekatan netnografi

    156

    full texts

    194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Studi Komunikasi dan Media
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇