Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Not a member yet
194 research outputs found
Sort by
KONSTRUKSI REALITAS MEDIA ONLINE MENGENAI KEKERASAN APARAT KEPOLISIAN DI DESA WADAS, JAWA TENGAH
Sebuah realitas pada dasarnya merupakan hasil konstruksi yang menyebabkan realitas menjadi berwajah banyak (multi reality). Hal ini karena adanya kepentingan-kepentingan dari berbagai pihak terutama pihak media. Salah satunya dalam peristiwa kekerasan aparat kepolisian di Desa Wadas, Jawa Tengah. Media mengonstruksi realitas tersebut secara berbeda karena adanya kepentingan yang berbeda. Artikel ini memfokuskan kajiannya mengenai bagaimana media online mengonstruksi peristiwa kekerasan aparat kepolisian di desa Wadas? Metode penelitian yang digunakan adalah metode Framing Robert N. Entman, yang menitikberatkan pada pemilihan dan penonjolan suatu isu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com mengonstruksi peristiwa kekerasan aparat Kepolisian di Desa Wadas sebagai pengamanan pengukuran tanah di Desa Wadas. Sedangkan cnnindonesia.com mengonstruksi peristiwa tersebut sebagai tindakan represif aparat Kepolisian terhadap warga Desa Wadas. Faktor organisasi media yang memengaruhi konstruksi Kompas.com maupun cnnindonesia.com adalah faktor organisasi media yang meliputi tujuan, peran, struktur organisasi, dan kontrol kekuasaan organisasi. Hasil penelitian ini memperkuat pandangan mengenai framing bahwa suatu realitas yang sama dapat diberitakan (dikonstruksi) secara berbeda oleh media yang berbeda karena kepentingan organisasi media yang berbedaSebuah realitas pada dasarnya merupakan hasil konstruksi yang menyebabkan realitas menjadi berwajah banyak (multi reality). Hal ini karena adanya kepentingan-kepentingan dari berbagai pihak terutama pihak media. Salah satunya dalam peristiwa kekerasan aparat kepolisian di Desa Wadas, Jawa Tengah, di mana media mengonstruksi realitas tersebut secara berbeda karena adanya kepentingan yang berbeda. Artikel ini memfokuskan kajiannya mengenai bagaimana konstruksi media online pada peristiwa kekerasan aparat kepolisian di desa Wadas, dan apa faktor yang memengaruhi konstruksi media online tersebut? Metode penelitian yang digunakan adalah metode Framing Robert N. Entman, yang menitikberatkan pada pemilihan dan penonjolan suatu isu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, Kompas.com mengonstruksi peristiwa kekerasan aparat Kepolisian di Desa Wadas sebagai pengamanan pengukuran tanah di Desa Wadas. Sedangkan cnnindonesia.com mengonstruksi peristiwa tersebut sebagai tindakan represif aparat Kepolisian terhadap warga Desa Wadas. Kedua, faktor yang memengaruhi konstruksi Kompas.com maupun cnnindonesia.com adalah faktor organisasi masing-masing media yang meliputi tujuan, peran, struktur organisasi, dan kontrol kekuasaan organisasi. Hasil penelitian ini memperkuat pandangan mengenai framing bahwa suatu realitas yang sama dapat diberitakan (dikonstruksi) secara berbeda oleh media yang berbeda karena kepentingan organisasi yang berbeda
PENGARUH PERSEPSI RISIKO, PENCARIAN DAN PEMROSESAN INFORMASI RISIKO, SERTA PERILAKU KOMUNIKASI TERHADAP INTENSI PERILAKU
Media sosial kini telah menjadi alat potensial untuk kampanye kesehatan. Beragam penelitian terkait pengaruh media sosial pada intensi perilaku dalam kampanye juga telah banyak dilakukan, namun masih sedikit yang melibatkan perilaku komunikasi. Menstimulasi perilaku pencarian informasi merupakan hasil penting dari kampanye kesehatan karena perilaku ini yang cenderung tetap efektif setelah kampanye kesehatan berakhir. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini meneliti apakah media sosial berperan dalam kampanye kesehatan yang bertujuan pada intensi perilaku dengan mediasi perilaku komunikasi. Penelitian ini stunting (kerdil). Fokus terhadap stunting dilakukan karena hal ini menjadi masalah gizi utama di Indonesia. Peneliti menggunakan adaptasi model penelitian yang memadukan Theory of Planned Behaviour, Risk Information Seeking and Processing model, Risk Perception Attitude Framework, serta Situational Theory of Problem Solving. Penelitian dilakukan secara kuantitatif, sedangkan pengambilan data dengan survei online pada perempuan yang menjadi pengikut akun kampanye pencegahan stunting milik Kementerian Komunikasi dan Informatika @genbestid dengan pengikut per 15 Maret 2021 sebanyak 33.8 ribu . Hasil penelitian menemukan bahwa intensi perilaku pencegahan stunting paling dapat diprediksi dengan perilaku transmisi informasi (information transmission). Dalam hal ini transmisi informasi mampu memediasi hubungan antara kepercayaan pada saluran yang relevan (relevant channel belief) dengan intensi perilaku pencegahan stunting.Media sosial kini telah menjadi alat potensial untuk kampanye kesehatan. Beragam penelitian terkait pengaruh media sosial pada intensi perilaku dalam kampanye juga telah banyak dilakukan, namun masih sedikit yang melibatkan perilaku komunikasi. Menstimulasi perilaku pencarian informasi merupakan hasil penting dari kampanye kesehatan karena perilaku ini yang cenderung tetap efektif setelah kampanye kesehatan berakhir. Terkait dengan hal tersebut, penelitian ini meneliti apakah media sosial berperan dalam kampanye kesehatan yang bertujuan pada intensi perilaku dengan mediasi perilaku komunikasi. Penelitian ini memadukan pendekatan psikologi dan komunikasi dalam memprediksi intensi perilaku pencegahan anak stunting (kerdil). Fokus terhadap stunting dilakukan karena hal ini menjadi masalah gizi utama di Indonesia. Peneliti menggunakan adaptasi model penelitian yang memadukan Theory of Planned Behaviour, Risk Information Seeking and Processing model, Risk Perception Attitude Framework, serta Situational Theory of Problem Solving. Penelitian dilakukan secara kuantitatif. Pengambilan data dilaksanakan dengan survey online pada wanita yang menjadi pengikut akun kampanye pencegahan stunting milik Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hasil penelitian menemukan bahwa intensi perilaku pencegahan stunting paling dapat diprediksi dengan perilaku transmisi informasi (information transmission). Dalam hal ini transmisi informasi mampu memediasi hubungan antara kepercayaan pada saluran yang relevan (relevant channel belief) dengan intensi perilaku pencegahan stunting
BUDAYA PARTISIPASI DAN RESISTENSI KOMUNITAS KEAGAMAAN DI MEDIA SOSIAL
Isu keagamaan merupakan isu yang sering diperbincangkan di tengah masyarakat sosial religius seperti Indonesia.. Isu yang mendapat perhatian ialah penetapan hari Raya Idul Adha tahun 2022. Pemerintah Indonesia menetapan hari Raya Idul Adha berdasarkan dua metode yaitu rukyat dan hisab. Pada tanggal 29 Juni 2022 Kementerian Agama RI melakukan Telekonferensi Sidang Isbat pada akun Instagram @kemenag_ri. Hasil Sidang Isbat menunjukkan perbedaan tanggal dari yang sudah tertera di kalender dari semula tanggal 9 Juli 2022 menjadi 10 Juli 2022. Keputusan tersebut mendapat komentar langsung oleh pengguna Instagram. Hal ini menunjukkan adanya partisipasi komunitas keagamaan dan penolakan yang terjadi dalam menyikapi hasil Sidang Isbat. Penelitian ini menggunakan metode netnografi sebagai upaya mendalami interaksi yang terbangun pada komunitas keagamaan. Pengumpulan data menggunakan teknik observasi daring non partisipatif pada arsip komentar Instagram @kemenag_ri. Data yang terkumpul selanjutnya dianalisis berdasarkan aktivitas afiliasi, ekspresi, kolaborasi dan sirkulasi. Dari total keseluruhan komentar terdapat 85 aktivitas partisipasi dengan 71 pernyataan penolakan dan 14 komentar menerima hasil Sidang Isbat. Penelitian ini menemukan aktivitas partisipasi komunitas keagamaan pada tayangan Telekonferensi Sidang Isbat @kemanag_ri menghasilkan ragam penolakan. Sikap penolakan dilatar belakangi empat aspek. Pertama adalah aspek agama, kedua aspek sosial dan aspek ketiga yaitu politik serta aspek keempat adalah aspek kebijakan.Isu keagamaan merupakan isu yang sering diperbincangkan di tengah masyarakat sosial religius seperti Indonesia. Tanggal 29 Juli 2022 Kementerian Agama Republik Indonesia melakukan Telekonferensi Sidang Isbat pada akun instagram @kemenag_ri. Hasil Sidang Isbat mendapat penolakan langsung oleh pengguna instagram yang termuat dalam kolom komentar. Penelitian ini berfokus pada keterhubungan budaya partisipasi dan ragam penolakan yang terjadi di media sosial instagram. Penelitian ini menggunakan metode netnografi sebagai upaya mendalami interaksi yang terbangun pada komunitas keagamaan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi daring pada arsip komentar. Dari total 663 komentar didapatkan 42 pernyataan penolakan yang selanjutnya dianalisis menggunakan pendekatan analisis netnografi. Hasil penelitian ini menemukan aktivitas pengguna instagram menciptakan budaya partisipasi dalam menyikapi tayangan Telekonferensi Sidang Isbat pada akun instagram @kemanag_ri. Keberagaman pengguna instagram dan ragam bentuk aktivitas partisipasi menghasilkan sikap penolakan. Adapun sikap penolakan dilatar belakangi empat aspek. Pertama, aspek agama. Kedua, aspek sosial. Ketiga aspek politik. Keempat, aspek kebijakan
ANALISIS STRUKTUR JARINGAN KOMUNIKASI #SEAGAMES2022 DI TWITTER MENGGUNAKAN PENDEKATAN SOCIAL NETWORK ANALYSIS (SNA)
Pesta Olahraga Asia Tenggara atau Southeast Asian Games (SEA Games) merupakan ajang perlombaan di bidang olahraga yang melibatkan negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Para pengguna Twitter ikut memeriahkan acara SEA Games 2022 dengan mengunggah tweet dengan hashtag khusus yaitu #SEAGames2022. Minimnya penelitian mengenai jaringan komunikasi mengenai hiburan menjadi alasan mengapa penelitian ini dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah Social Network Analysis (SNA) yang berfokus pada relationship research dan digunakan untuk mengukur suatu hubungan dan menggambarkan beberapa informasi dari individu melalui aplikasi Netlytic. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jaringan komunikasi ini memiliki tipe relasi two mode, tiga jenis pola jaringan yaitu pola komunikasi roda, Y, dan rantai, serta relasi dari jaringan bersifat langsung dan memiliki arah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat aktor utama, yaitu @greyspolii dengan nilai degree centrality 6.08 serta hubungan antar aktor dalam jaringan komunikasi ini sangat dekat.Pesta Olahraga Asia Tenggara atau Southeast Asian Games (SEA Games) merupakan ajang perlombaan di bidang olahraga yang melibatkan negara-negara yang berada di kawasan Asia Tenggara. Para pengguna Twitter ikut memeriahkan acara SEA Games 2022 dengan mengunggah tweet dengan hashtag khusus yaitu #SEAGames2022. Minimnya penelitian mengenai jaringan komunikasi mengenai hiburan menjadi alasan mengapa penelitian ini dilakukan. Metode penelitian yang digunakan adalah Social Network Analysis (SNA) yang berfokus pada relationship research dan digunakan untuk mengukur suatu hubungan dan menggambarkan beberapa informasi dari individu melalui aplikasi Netlytic. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa jaringan komunikasi ini memiliki tipe relasi two mode, tiga jenis pola jaringan yaitu pola komunikasi roda, Y, dan rantai, serta relasi dari jaringan bersifat langsung dan memiliki arah. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa terdapat aktor utama, yaitu @greyspolii dengan nilai degree centrality 6.08 serta hubungan antar aktor dalam jaringan komunikasi ini sangat dekat
Komunikasi Politik di Masa Pandemi: Analisis Isi Unggahan Instagram mengenai Program Pengendalian Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi
Mengingat persoalan komunikasi politik pada masa krisis pandemi Covid-19, penelitian ini bertujuan untuk memahami komunikasi politik pemerintah, partai pendukung pemerintah, partai oposisi, dan anggota DPR, terkait kebijakan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di Instagram. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Konten yang dianalisis adalah unggahan Instagram dari para komunikator politik pada periode 1 April 2020 hingga 31 Agustus 2021. Dari analisis isi terhadap 172 unggahan, ditemukan bahwa pemerintah merupakan komunikator politik yang paling aktif membicarakan program pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Komunikasi politik tersebut paling banyak disampaikan dalam bentuk gambar/ foto dan video. Kendati memiliki rata-rata jumlah tagar paling sedikit, komunikasi politik yang dilakukan pemerintah memiliki tingkat engagement tertinggi dari pengikutnya dibanding komunikator politik lain. Studi ini juga menemukan bahwa frekuensi kemunculan pesan tentang program pengendalian Covid-19 lebih tinggi dibanding program pemulihan ekonomi. Pembicaraan mengenai kedisiplinan penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, dan menjaga jarak) paling banyak muncul dalam komunikasi politik. Sementara itu, pesan mengenai program penerapan 3T (tracing, testing, treatment), pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan pemulihan ekonomi melalui program pemberian bantuan ditemukan dengan frekuensi kemunculan yang lebih sedikit.Studi ini dilatarbelakangi oleh persoalan komunikasi politik pada masa krisis pandemi Covid-19. Melalui analisis isi dengan pendekatan kualitatif, penulis hendak memahami bagaimana pemerintah, partai pendukung pemerintah, partai di luar pemerintah dan anggota DPR melakukan komunikasi politik terkait kebijakan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional di Instagram. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan dokumentasi. Konten yang dianalisis adalah unggahan Instagram dari para komunikator politik pada periode 1 April 2020 hingga 31 Agustus 2021. Dari analisis isi terhadap 172 unggahan, ditemukan bahwa pemerintah merupakan komunikator politik paling aktif yang membicarakan program pengendalian Covid-19 dan pemulihan ekonomi. Di Instagram, komunikasi politik tersebut paling banyak disampaikan dalam bentuk gambar/ foto dan video. Kendati memiliki rata-rata jumlah tagar paling sedikit, komunikasi politik yang dilakukan pemerintah memiliki tingkat engagement tertinggi dari pengikutnya dibanding komunikator politik lain. Studi ini juga menemukan bahwa frekuensi kemunculan pesan tentang program pengendalian Covid-19 lebih tinggi dibanding program pemulihan ekonomi. Pembicaraan mengenai kedisiplinan penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, dan menjaga jarak) paling banyak muncul dalam komunikasi politik di Instagram. Sementara itu, pesan mengenai program penerapan 3T (tracing, testing, treatment), pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dan pemulihan ekonomi melalui program pemberian bantuan ditemukan dengan frekuensi kemunculan yang lebih sedikit
Can Social Customer Relationship Management Activities Evoke Customer Loyalty? (Study of Followers on the Twitter Account @gojekindonesia)
Gojek is Indonesia\u27s most significant creative economy industry that implements a Social Customer Relationship Management (CRM) strategy by utilizing Twitter to build interaction and engagement with its customers for long-term goals. This study aims to determine the influence of Social CRM activities undertaken by the @gojekindonesia Twitter account on customer loyalty. Therefore, this research surveyed 281 followers of the @gojekindonesia account, selected using a systematic random sampling technique. Statistical analysis of the collected data discovered some interesting findings. First, most of the followers are individual customers –only a few are drivers and merchants– who also use other similar competitor applications. Nonetheless, secondly, the regression analysis found a powerful influence on Gojek\u27s SCRM activities in inducing their loyalty (83,5%), especially on @gojekindonesia\u27s ability to identify context and sentiment in their content creation (analytic dimensions) which encourage active engagement of customers in using various services in Gojek application (customer value dimension). Keywords: customer loyalty; Gojek Indonesia; social customer relationship management; Twitte
NILAI-NILAI KEBANGSAAN DALAM PROGRAM TAYANGAN RELIGI DI STASIUN TELEVISI
Program siaran religi di stasiun televisi selalu mendapatkan indeks kualitas tertinggi dibanding program siaran lain. Hasil Survei Indeks Kualitas Program Siaran Televisi yang dilakukan oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) selalu menempatkan program siaran religi dengan indeks terbaik. Penelitian ini secara khusus mendeskripsikan bagaimana nilai-nilai kebangsaan yang muncul dalam program siaran religi di stasiun televisi. Unit analisis yang dipilih adalah Program Siaran Religi Serambi Islam yang ditayangkan di TVRI pada tanggal 23 Maret 2022 dan Memahami Islam Bersama M Quraish Shihab yang ditayangkan di Metro TV episode 12 Maret 2022 dengan tema: Nilai-nilai masyarakat Islam. Penelitian ini menggunakan analisis wacana kritis. Sampel penelitian diambil dari program siaran religi di stasiun televisi yang tayang dari Januari-April 2022. Data primer diperoleh dari tayangan religi dari stasiun televisi. Data sekunder berupa data publikasi dari Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Analisis data dilakukan pada level mikro (textual analaysis), meso (discourse analaysis), dan makro (social context analaysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai kebangsaan yang muncul dalam program siaran religi di televisi masih didominasi wacana normatif bersumber dari negara yang dikaitkan dengan nilai-nilai Islam. Hal ini tidak lepas dari narasumber acara yang berasal dari narasumber negara dan masih kurang narasumber lain yang membahas nilai kebangsaan.Religious broadcast programs on television stations always get the highest quality index compared to other broadcast programs. The results of the Television Broadcasting Program Quality Index Survey conducted by the Indonesian Broadcasting Commission (KPI) always place religious broadcast programs with the best index. This study specifically describes how national values appear in religious broadcast programs on television stations. This research uses critical discourse analysis. The research sample was taken from religious broadcast programs on television stations that aired from January to April 2022. Primary data were obtained from religious broadcasts from television stations. Secondary data in the form of publication data from the Indonesian Broadcasting Commission (KPI). Data analysis was carried out at the micro (textual analysis), meso (discourse analysis), and macro (social context analysis) levels. The results of the study indicate that national values that appear in religious broadcast programs on television are still dominated by normative discourse originating from the state which is associated with Islamic values. This can not be separated from the event\u27s resource persons who come from state sources and there are still few other speakers who discuss national values
FAKTOR DETERMINASI KOMUNIKASI EFEKTIF DI PROYEK KONSTRUKSI DARI PERSPEKTIF MULTIPLE STAKEHOLDERS
Persoalan komunikasi juga menjadi masalah serius proyek konstruksi di Indonesia. Kegagalan komunikasi efektif di proyek konstruksi menghasilkan distribusi informasi yang tidak tepat. Konsekuensinya, mutup ekerjaan tidak sesuai bestek, keterlambatan dari jadwal pelaksanaan, peningkatan biaya, dan bermuara padaber kurangnya kepuasan pemberi kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menilai faktor determinasi terhadap komunikasi efektif di proyek konstruksi dari perspektif berbagai pemangkukepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuisioner untuk pengumpulan data. Dari hasil studi literatur, 31 unsur komunikasi efektif di proyek konstrsuksi berhasil diidentifikasi. Kuisioner didistribusikan kepada pemangku kepentingan di proyek konstruksi yang terdiri dari pemilik proyek, kontraktor, konsultan, akademisi dan pemasok konstruksi di Sumatera Barat. Seterusnya data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis komponen prinsip (principle component analysis). Hasilnya adalah terdapat tiga faktor penentu komunikasi efektif di proyek konstruksi di Sumatera Barat, yaitufaktor individual dan organisasi kerja (6 variabel), faktor kejelasan informasi dan tanggung jawab (6 variabel), dan faktor lingkungan kerja dan teknologi (4 variabel). Penelitian ini juga merekomendasikan pengukuran hubungan ketiga faktor dengan cara analisis faktor konfirmatori untuk penelitian dimasa akan datang.Persoalan komunikasi juga menjadi masalah serius proyek konstruksi di Indonesia. Kegagalan komunikasi efektif di proyek konstruksi menghasilkan distribusi informasi yang tidak tepat. Konsekuensinya, mutu pekerjaan tidak sesuai bestek, keterlambatan dari jadwal pelaksanaan, peningkatan biaya, dan bermuara pada berkurangnya kepuasan pemberi kerja. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menilai faktor determinasi terhadap komunikasi efektif di proyek konstruksi dari perspektif berbagai pemangku kepentingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei kuisioner untuk pengumpulan data. Dari hasil studi literatur, 31 unsur komunikasi efektif di proyek konstrsuksi berhasil diidentifikasi. Kuisioner didistribusikan kepada pemangku kepentingan di proyek konstruksi yang terdiri dari pemilik proyek, kontraktor, konsultan, akademisi dan pemasok konstruksi di Sumatera Barat. Seterusnya data yang terkumpul dianalisis dengan metode analisis komponen prinsip (principle component analysis). Hasilnya adalah terdapat tiga faktor penentu komunikasi efektif di proyek konstruksi di Sumatera Barat, yaitu faktor individual dan organisasi kerja (6 variabel), faktor kejelasan informasi dan tanggung jawab (6 variabel), dan faktor lingkungan kerja dan teknologi (4 variabel). Penelitian ini juga merekomendasikan pengukuran hubungan ketiga faktor dengan cara analisis faktor konfirmatori untuk penelitian dimasa akan datang
Peluang Faith-based Marketing Komunikasi dalam Promosi Produk Cryptocurrency di Indonesia
Crypto merupakan aset investasi yang tengah digandrungi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Antusiasme masyarakat Indonesia akan crypto terlihat dari munculnya produk-produk crypto buatan Indonesia, salah satunya I-COIN. Di balik antusiasme ini, masih banyak perdebatan terkait crypto, khususnya dari segi agama Islam. Namun, I-COIN justru dipromosikan menggunakan pendekatan Faith-based Marketing (FbM) communication yang menyasar konsumen menggunakan simbol-simbol dan sentimenkeagamaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana investasi crypto yang dipromosikan dengan FbM dipandang oleh masyarakat siber di Indonesia dengan menggunakan studi kualitatif netnografi. eori dan konsep yang digunakan pada penelitian ini meliputi FbM, teori participatory culture, dan kredibilitas sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori respons masyarakat siber mengenai promosi crypto menggunakan pendekatan FbM ini terdiri dari empat kategori, yaitu (1) Ketidakpercayaan pada praktik FbM; (2) Perdebatan Halal/Haram Produk; (3) Kredibilitas komunikator dan produk; dan (4) ketidakpedulian. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan pemasaran produk, terutama dengan pendekatan FbM. Temuan unik pada penelitian ini berkaitan dengan FbM yang pada kenyataannya belum tentu mendapat respons baik pada setiap praktiknya. Penelitian ini sekaligus menunjukkan jika crypto sebagai bahan bakar penggerak metaverse masih menghadap tantangan yang besar untuk berpenetrasi ketengah-tengah komunitas Muslim di Indonesia.Berbagai pendapat pro dan kontra mengenai halal atau haram crypto currency menjadi salah satu pembicaraan yang banyak dibahas masyarakat siber. Namun, di tengah keributan tersebut, sebuah produk crypto currency melakukan promosi produknya yang tak luput dari penggunaan simbol-simbol agama (Faith based Marketing). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana investasi crypto yang dipromosikan dengan pendekatan Faith based Marketing dipandang oleh masyarakat siber di Indonesia dengan menggunakan studi kualitatif netnografi. Teori dan konsep yang digunakan pada penelitian ini meliputi Faith-based Marketing (FbM), teori participatory culture, dan kredibilitas sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kategori respons masyarakat siber mengenai topik dengan pendekatan FbM ini terdiri dari empat kategori, yaitu (1) Ketidakpercayaan pada praktik faith-based Marketing; (2) Perdebatan Halal/Haram Produk; (3) Kredibilitas komunikator dan produk; dan (4) ketidakpedulian. Temuan ini dapat menjadi pertimbangan dalam perencanaan pemasaran produk, terutama dengan pendekatan FbM. Temuan unik pada penelitian ini berkaitan dengan FbM yang pada kenyataannya belum tentu mendapat respon baik pada setiap praktiknya. Penelitian lanjutan yang disarankan yaitu mengembangkan topik penelitian yang sama dengan menggunakan strategi lainnya seperti studi kasus, fenomenologi dan dapat pula diuji secara kuantitatif untuk mengukur efektivitas pemasaran cryptocurrency dengan pendekatan FbM
PENINGKATAN KEPUASAN PELANGGAN MELALUI PERBAIKAN KUALITAS INFORMASI DI KOMPAS.COM
Kompas.com menjadi situs berita terpopuler di Indonesia dan sebagian pendapatannya melalui iklan yang masuk, hal ini berdasarkan tingkat kepuasan pelanggan pada kualitas informasi yang diberikan dan persaingan ketat dengan portal berita lainnya membuat Kompas.com harus meningkatkan kepuasan pelanggannya melalui perbaikan kualitas informasinya. Penelitian ini bertujuan mengukur kepuasan pelanggan dengan American Customer Statisfaction Index (ACSI), memetakan atribut kualitas informasi dengan Importance Performance Analysis (IPA) dan menentukan prioritas perbaikan dengan Potential Gain Customer Value (PGCV). Sampel yang didapatkan 58 orang pelanggan Kompas.com dengan teknik convenience sampling. Penelitian ini menggunakan data primer dengan penyebaran 3 kuesioner (kepuasan, harapan dan kinerja) terhadap responden. Teknik analisis menggunakan CSI, IPA dan PGCV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan ACSI didapatkan tingkat kepuasan sebesar 80,04%, melalui IPA didapatkan pada kuadran 1 terdapat 7 atribut, kuadran 2 terdapat 4 atribut, kuadran 3 terdapat 2 atribut dan kaudran 4 terdapat 5 atribut, dan melalui PGCV didapatkan 5 prioritas perbaikan terdiri dari tingkat ketersediaan informasi yang dimuat, penyajian informasi yang mudah dipahami maknanya oleh penerima, keutuhan isi informasi yang dimuat, konsistensi penyajian informasi yang teratur dan tidak menyimpang dan informasi disampaikan terbebas dari kesalahan dan mampu memberikan bukti. Simpulan penelitian pihak manajemen Kompas.com perlu melakukan peningkatan kepuasan melalui perbaikan kualitas informasi.Kompas.com menjadi situs berita terpopuler di Indonesia dan menggantungkan sebagian besar pendapatannya melalui iklan–iklan yang masuk, tentu saja hal ini didasarkan pada tingkat kepuasan pelanggan pada kualitas informasi yang diberikan. Penelitian ini bertujuan dalam mengukur kepuasan pelanggan dengan ACSI, memetakan atribut kualitas informasi dengan IPA dan menentukan prioritas perbaikan dengan PGCV. Sampel yang didapatkan pada penelitian ini sebesar 58 orang pelanggan Kompas.com dengan teknik convenience sampling. Penelitian ini menggunakan data primer yang didapatkan melalui penyebaran 3 kuesioner (kepuasan, harapan dan kinerja) terhadap responden. Teknik analisis yang digunakan terdiri dari CSI, IPA dan PGCV. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan ACSI didapatkan tingkat kepuasan sebesar 80,04%, melalui IPA didapatkan pada kuadran 1 terdapat 7 atribut, kuadran 2 terdapat 4 atribut, kuadran 3 terdapat 2 atribut dan kaudran 4 terdapat 5 atribut, dan melalui PGCV didapatkan 5 prioritas perbaikan yang terdiri dari tingkat ketersediaan informasi yang dimuat, penyajian informasi yang mudah dipahami maknanya oleh penerima, keutuhan isi informasi yang dimuat, konsistensi penyajian informasi yang teratur dan tidak menyimpang dan informasi yang disampaikan terbebas dari kesalahan dan mampu memberikan bukti. Simpulan penelitian ini yaitu pihak manajemen Kompas.com perlu melakukan adnaya peningkatan kepuasan melalui perbaikan kualitas informasi