Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Not a member yet
    194 research outputs found

    PEMASARAN ELEKTRONIK MELALUI APLIKASI JEJARING SOSIAL

    Get PDF
    Jejaring sosial atau media sosial berpotensi membantu pelaku UKM dalam memasarkan produk dan jasanya. Karena mampu menjangkau wilayah yang luas dengan hemat biaya. Melalui jejaring sosial, pelaku bisnis UKM dapat melakukan aktivitas pemasarannya seperti memperkenalkan produk, menjalin komunikasi dengan konsumen dan calon konsumen, dan memperluas jaringan bisnis. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif-deskriptif dengan teknik survei kepada para pelaku UKM di daerah Bengkulu dan Jambi. Teknik pemilihan responden adalah purposif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pelaku UKM bergerak dalam usaha penjualan barang, bukan jasa. Sedikit responden yang menjual komoditas unggulan daerah mereka masing-masing. Sebagian besar UKM memilih menggunakan akses internet dengan jaringan tanpa kabel atau mobile access. Target pasar mereka umumnya masyarakat lokal. Sedikit pelaku UKM yang membidik pasar nasional apalagi internasional. Aplikasi jejaring sosial yang banyak dipilih oleh pelaku UKM untuk memasarkan produk usahanya, yaitu Facebook, Email, Blackberry Messenger (BBM), situs jual beli, Twitter, website pribadi, dan situs milik orang lain. Aktivitas pemasaran yang banyak dilakukan antara lain mengunggah foto produk untuk memberikan gambaran kepada calon konsumen mengenai produk-produk yang ditawarkan, menuliskan status mengenai produk, menuliskan deskripsi atau tinjauan mengenai produk

    FENOMENA KOMUNIKASI DAN ILMU KOMUNIKASI (Telaah Filsafat Ilmu Berbasis Elemen Epistemologi)

    Get PDF
    Kesalahan-kesalahan di kalangan akademisi komunikasi dalam mempelajari fenomena komunikasi secara ilmiah yang dalam kenyataan masing sering dijumpai, kiranya menjadi pendorong bagi dibuatnya artikel ini. Dalam pembahasannya, tulisanini beranjak dari persoalanyang difokuskan pada soal-soal paradigama teori; paradigma penelitian; pendekatan penelitian dan hubungan paradigma teori dengan paradigma penelitian. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa berkaitan dengan paradigma teori diketahui bahwa dalam bidang pengkonseptualan teori komunikasi itu tercakup tujuh bidang, yaitu retorika; semiotika; fenomenologi; cybernatika; sosiopsikologi; sosiokultural; dan kritikal. Secara terminologis, paradigma yang dikenal dalam penelitian ilmu komunikasi utamanya mencakup empat paradigma, terdiri dari : positivistik; kritis; konstruktivis; dan participatory. Keempat paradigma dimaksud berimplikasi pada aplikasi pendekatan penelitian, yaitu pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Secara filosofis, maka dalam konteks epistemologis pertanyaan-pertanyaan yang muncul terkait dengan telaah pendekatan penelitian ini, akan selalu berbasiskan pada asumsi-asumsi ontologi, epistemologi, methodologi, axiologi dan retorik. Selanjutnya, kedua pendekatan dimaksud, dalam proses penelitian tidak terlepas juga dari ketujuh paradigma teori sebelumnya. Keterkaitan itu karena masing-masing paradigma teori yang nota bene dengan sendirinya melahirkan sejumlah teori itu, dalam aplikasinya memang memerlukan dukungan sejumlah data penelitian, yakni data penelitian melalui dua pendekatan penelitian. Dalam kaitannya dengan kedua pendekatan tersebut, maka sejumlah paradigma teori tadi karenanya dapat digolong-golongkan berdasarkan kriteria pendekatan penelitian

    PENGGUNAAN INTERNET DAN KATEGORI SOSIAL PENGGUNANYA

    Get PDF
    ABSTRACTBased on internet media usage in relationship with society difference, this research focused on two things, first, internet usage pattern of society and internet usage description according to individual difference (social category). By surveying 373 respondents member of PNPM or national program for community empowerment in Makassar, this study showed that community was varied on the basis of their social category e.g. sex; age in MDGs category; education, job, faith and income. Their pattern in internet use tended to show the relationship with their social category. Statistic test regarding relationship among variables showed a significant results, e.g. relationship between internet usage activities with job; internet usage activities  with income and internet usage activities with job.          Key words : internet usage ; social category. ABSTRAK Berlatarbelakangkan fenomena penggunaan media internet dalam kaitan faktor perbedaan individual anggota masyarakat, penelitian ini memfokuskan permasalahannya pada dua hal, pertama menyangkut  pola penggunaan internet anggota masyarakat dan kedua terkait gambaran pengguna internet dilihat dari segi perbedaan individu (kategori sosial). Dengan men-survey 373 responden anggota komunitas PNPM di Kota Makassar, penelitian ini memperlihatkan anggota komunitas itu bervariasi dari segi kategori sosial seperti sex; usia dalam kategori MDGs; pendidikan; pekerjaan; agama dan pendapatan. Pola mereka dalam menggunakan internet, maka ini pun cenderung menunjukkan adanya kaitan dengan persoalan perbedaan kategori sosial yang mereka sandang. Dari hasil uji statistik menyangkut keterkaitan antara sejumlah variabel, hasilnya memang menunjukkan hasil yang signifikan. Keterkaitan itu misalnya antara Aktifitas Menggunakan Internet dengan Pekerjaan; Aktifitas Menggunakan Internet dengan Pendapatan dan antara Aktifitas Menggunakan Internet dengan jenis Pekerjaan.

    REPRESENTASI AGENDA MEDIA DALAM ISU HIGH-TASTE CONTENT

    Get PDF
    ABSTRACTThis article presents an overview toward print media in the category of high-taste content, that make up hard news e.g. political news in capital-city newspaper headlines. This article refers to data collected by content analysis study conducted by BPPKI Jakarta toward four newspapers (Kompas, Republika, Rakyat Merdeka and Media Indonesia). In the elaboration, this one harnesses representation of the three concept in Agenda Setting Theory (salience, valence, and prominent). The results show that these concepts are represented in media headline’s encoding regarding high taste content issues. The representation of salience and valence concepts take place explicitly. Meanwhile, prominent concept tends to be implicit. Keywords : Representation; Media Agenda; High-Taste Content.ABSTRAKTulisan ini menyajikan tinjauan terhadap isi media cetak dalam kategori high taste content, yaitu berita-berita hard news seperti politik yang disajikan suratkabar ibukota melalui headline. Dalam pembahasannyam tulisan ini berbasiskan data hasil content analysis yang dilakukan oleh BPPKI Jakarta terhadap headline empat suratkabar (Kompas, Republika, Rakyat Merdeka dan Media Indonesia). Pembahasan dilakukan untuk melihat representasi tiga konsep dalam teori agenda setting (salience, valence dan prominent). Hasil diskusi menunjukkan bahwa ketiga konsep itu bekerjanya memang terrepresentasikan dalam enkoding headline media menyangkut isu-isu high taste content. Reperesentasi konsep salience, valence tampak terjadi secara eksplisit dan konsep prominent cenderung terjadi secara implisit. Kata-kata kunci : Representasi; Agenda media; high-taste content

    AKTIFITAS EKONOMI MASYARAKAT MELALUI INTERNET

    Get PDF
    The case of this research is phenomenon of activities in online shopping site in Karang Taruna. By harnessing the concept uses of theory uses and gratification introduced by Katz, Gurevitch and Hass, and the concept of activity by Levy, this research (by survey method) studies about that phenomenon through three dimension: kinds of media;media exposure; and media content. Those dimensions become a base in the making of this research questionairre. This shows the versality of audience reaction towards online shopping sites. This is an empiric evidence that audiences actively use media. They are stubborn active selectors. This fact supports the truth of assumption in uses and gratification model. Alvin Tofler’s Assumption about society in information era is not always correct. The truth of this assumption depends on how the audiencesuse the media. That the audience in this research are generally consumers in the process of online shopping, become an indication to challenge Alvin Tovfler’s assumption. On the contrary, audience which are as “owners of economic resources”or “producers” in the process of transaction, supports the truth of Alvin Tofler’s one. In Toffler, this minor group is the “counquerer of the world”. Mengambil kasus terkait fenomena aktifitas bisnis melalui Online Shopping Sites pada pengrus karang taruna, maka dengan berbasiskan konsep uses dalam model theory uses and gratification dari Katz, Gurevitch dan Hass serta konsep aktifitas Levy, penelitian bermetode survai ini menelaah fenomena tadi melalui tiga dimensi : Jenis Media; Terpaan Media; dan Isi Media. Substansi dimensi dimaksud selanjutnya menjadi dasar pembuatan kuesioner atas sejumlah pertanyaan utama penelitian. Dari hasil diskusi hasil penelitian kiranya itu memperlihatkan ragam reaksi audience dalam memperlakukan Online Shopping Sites. Fenomena audience ini menjadi bukti empirik kalau audience memang aktif terkait penggunaan media. Mereka sebagai active selector yang stubborn dan ini kembali menegaskan kebenaran asumsi yang dikemukakan dalam model teori uses and gratification.;-Asumsi Alvin Tovfler mengenai masyarakat era informasi berindikasi masih belum sepenuhnya benar.;-Kebenaran asumsi ini tampaknya tergantung pada bagaimana audience itu memperlakukan media itu sendiri. Audience yang dalam penelitian ini dominannya berposisi sebagai konsumen dalam tahap transaksi Online Shopping, dapat menjadi indikasi yang menolak kebenaran asumsi Alvin Tovfler tadi. Sementara adience yang relatif minim berposisi “Sebagai Pemilik Sumber-sumber Ekonomi” atau “Sebagai Produsen” dalam transaksi tadi, tentunya pula dapat menjadi pendukung bagi kebenaran asumsi Alvin Tovfler. Dalam bahasa Tovler, kalangan minoritas inilah yang ” menguasai dunia”

    PENERAPAN STRATEGI KOMUNIKASI PADA “PLIK NANGGULAN 2”

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya fenomena masih sedikitnya masyarakat desa yang memanfaatkan fasilitas internet yang telah tersedia di desa sasaran program USO. Permasalahannya difokuskan pada Bagaimana strategi komunikasi dalam implementasi program USO pada “PLIK Nanggulan 2” di Kabupaten Kulonprogo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Metode yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan Strategi yang diterapkan PLIK “Nanggulan 2” dalam pengimplementasian program USO berkaitan dengan persoalan penentuan tujuan komunikasi; segmentasi khalayak; penyusunan dan metode penyampaian pesan; pemilihan media; dan peranan komunikator. Berkaitan dengan penentuan tujuan komunikasi, PLIK Nanggulan 2 menetapkan tujuan mereka ke dalam empat formasi, yaitu menginformasikan; menumbuhkan kesadaran; mengajak dan mendidik masyarakat; dan berupaya memelihara partisipasi masyarakat setempat secara berkelanjutan. Mengenai segmentasi khalayak, sasaran utamanya para pelajar ( pendukung aktif). Prioritas keduanya para petani dan peternak yang masih berusia produktif dan belum familiar terhadap akses internet. Menyangkut penyusunan dan metode penyampaian pesan, terkait dengan penyusunan, dilakukan dengan mengacu pada sifat both  side issue di mana tidak hanya hal-hal positif saja yang disampaikan, tetapi hal-hal yang sifatnya negatif juga disampaikan. Sementara terkait dengan metode penyampaian pesan, PLIK Nanggulan 2 melakukannya dengan menerapkan metode canalizing dengan cara menerjunkan para relawan lokal dan perangkat desa seperti para Dukuh.

    REPRESENTASI PEREMPUAN DALAM MAJALAH LIFESTYLE

    Get PDF
    Goal of this research whose title is “representation of woman in Lifestyle magazine (content analysis in Cosmopolitan magazine within period 2003–2005)” is to obtain description of woman in lifestyle magazine which is viewed from article identity, article contents, representation of figures in article, presentation technique of article. Background of this research is lifestyle problem in consumer society of Indonesia which grow in pararrel with history of economy globalization capitalism transformation indicated by emerging shopping centers. For Indonesian, lifestyle become a serious attention almost for all peoples since lifestyle trends and modernity structure shift are interrelated by institutional reflectivity. Nevertheless, lifestyle becomes more important in self identity and daily activities. This research approach is quantitative. The method is content analysis which is used to group articles on the basis of its themes. Content analysis is used to code various article on the basis of article freqwency in Cosmopolitan magazine from 2003-2005. Sampling technique used is random sampling. This research shows that woman representation in lifestyle magazine is not fair and there is no significant difference in Lifestyle magazine artikel. Keywords: Representation; Women; Lifestyle. ABSTRAKPenelitian berjudul “Representasi Perempuan dalam majalah lifestyle (Analisis isi majalah Cosmopolitan periode 2003–2005)” ini bertujuan untuk memperoleh gambaran tentang Representasi Perempuan dalam majalah lifestyle dilihat dari aspek- aspek identitas artikel, isi artikel, representasi tokoh di dalam artikel, teknik penyajian artikel/rubrik. Dasar penelitian ini yaitu karena persoalan gaya hidup dalam masyarakat konsumen Indonesia telah tumbuh beriringan dengan sejarah globalisasi ekonomi dan transformasi kapitalisme konsumsi yang ditandai dengan menjamurnya pusat perbelanjaan bergaya. Dalam masyarakat Indonesia urusan gaya mulai menjadi perhatian sangat serius hampir pada semua orang karena perkembangan gaya hidup dan perubahan struktural modernitas saling terhubung melalui reflektivitas institusional. Kendati demikian pilihan gaya hidup semakin penting dalam penyusunan identitas diri dan aktivitas keseharian. Penelitian menggunakan metode analisis isi dengan pendekatan kuantitatif yang digunakan untuk mengelompokkan artikel–artikel yang terkait dengan tema. Analisis ini dilakukan dengan cara mengkoding berbagai kategori artikel yang ada berdasarkan frekwensi kemunculan artikel dalam majalah Cosmopolitan dari tahun 2003 sampai dengan tahun 2005. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Representasi Perempuan dalam majalah Lifestyle dilakukan dengan cara tidak seimbang dan tidak ada perbedaan signifikan antara artikel dalam majalah Lifestyle. Kata-kata kunci: Representasi; Perempuan; lifestyle

    MEDIA SOSIAL: ANTARA KEBEBASAN DAN EKSPLOITASI

    Get PDF
       ABSTRACTCommunication technology has contributed to any social change, from printing press, to internet which include social media. The Internet presence plays an important role in social events such as Revolution in Egypt, Arabic Spring in Middle east. In Indonesia, social media creates social cohesion as seen in the conflict between Corruption Eradication Commission of Indonesia (KPK) versus National Police or case of "Gecko vs Crocodile", and "Coins for Prita ". This paper will discuss the social media phenomenon and explain who get the most benefit from it. The results shows that participants feel having the freedom to participate in public space, circulate media content, and establish friendships. Actually, what happens in social media  is exploitation by the conglomerates to media users. Participating in social networking media such as uploading of video, audio or article is like the unpaid workers. Social networking media owners benefit from the ads. instead. Youtube benefits from advertisers, and facebook and other social media do too. Contrarily, users do not realize that their activities are part of the elite media economic interests. Furthermore, in cyberspace, there is panoptic surveillance: participants are being monitored by the media, although they do not perceive it. Keywords : Social Media; participation; panopticon ABSTRAKTeknologi komunikasi memiliki andil dalam setiap perubahan sosial, dari mulai lahirnya mesin cetak, radio, televisi, sampai internet yang di dalamnya terdapat aplikasi media sosial. Hadirnya internet memainkan peran penting dalam peristiwa sosial seperti di Mesir, peristiwa Arabic Spring. Di Indonesia, media sosial menciptakan kohesivitas sosial seperti nampak dalam peristiwa “Cicak & Buaya”, “koin untuk Prita”. Tulisan ini akan membahas fenomena media sosial serta menjelaskan siapa yang paling banyak diuntungkan dari penggunaan media sosial. Hasil diskusi menunjukkan bahwa partisipan merasa memiliki kebebasan dalam berpartisipasi dalam ruang publik, serta bisa menjalin hubungan pertemanan, bebas melakukan aktivitas sirkulasi konten media. Di balik itu semua, yang terjadi sebenarnya adalah partisipan dieksploitasi oleh para konglomerat yang menggunakan media baru, jejaring sosial untuk tujuannya ekonomi. Aktivitas partisipan dalam jejaring sosial seperti megunggah video, audio atau artikel tidak ubahnya seperti pekerja, buruh yang tidak dibayar. Sebaliknya pemilik media jejaring sosial mendapat keuntungan dari iklan yang masuk. Youtube mendapat keuntungan dari para pengiklan, begitu juga facebook, dan media sosial lainya. Ironisya para pengguna tidak menyadari bahwa apa yang dilakukan merupakan bagian dari kepentingan ekonomi elit media. Selain itu, di dunia maya terjadi pengawasan model panoptic : partisipan selalu diawasi oleh media walaupun tidak merasa diawasi. Kata-Kata Kunci : Media Sosial; partisipasi; panoptico

    RADIO SIARAN DAN KHALAYAK (Survei Masyarakat Kota Merauke Terkait Radio PRO 2 FM RRI Merauke)

    Get PDF
    ABSTRACTThe background of this research is the phenomenon of FM usage by radio industries in Indonesia.This research focuses on Radio PRO 2 FM RRI in Merauke. This one triesto focus on audience in Merauke district, that is Karang Indah village. The radio phenomenon is content of Radio programs in PRO 2 FM RRI in Merauke. The relationship with audience is about motivation and aspiration variables. By non-probability-sampling survey, this one shows that most of audiences are eager to listen to program of Pro 2 FM RRI in Merauke. But, respondents have a great aspiration to listen to Radio Pro 2 FM RRI. In the elaboration, it shows that those two variables are assumed to have a relationship. Statistically, the alpa value is 0, 05. Key words : Radio Program,; Audiences; Format; interest; Aspiration.ABSTRAKDilatar belakangi fenomena penggunaan saluran FM oleh industri radio siaran di Indonesia, penelitian ini difokuskan pada fenomena praktik Radio PRO 2 FM RRI Merauke. Dalam pemfokusan tersebut, penelitian ini mencoba mengaitkannya dengan khalayak di salah satu kelurahan di distrik Merauke, yaitu Kelurahan Karang Indah. Fenomena radio yang jadi fokus studi yaitu menyangkut program isi siaranRadio PRO 2 FM RRI Merauke. Keterkaitannya dengan khalayak terbatas menyangkut fenomena variabel minat dengar dan variabel aspirasi. Melalui metode survey non probability sampling, temuan menunjukkan bahwa sebagian besar responden berminat dengar kecil terhadap siaran Pro 2 FM RRI Merauke. Namun responden itu banyak yang beraspirasi besarterhadap Radio Pro 2 FM RRI. Hasil elaborasi mengenai variabel minat dengar dengan variabel aspirasi yang diasumsikan ada keterkaitannya, secara statistik memang terdapat signifikansi pada alpa 0,05. Kata-kata kunci : Radio siaran ; khalayak; format; minat ; aspirasi

    Media Massa, Khalayak Media, The Audience Theory, Efek Isi Media dan Fenomena Diskursif

    Get PDF
    Berkaitan dengan polarisasi fenomena hubungan media massa dengan khalayak, paper ini memfokuskan telaahnya pada: 1) Keterkaitan Media dan Khalayak dengan The Audience Theory; 2) Komponen Audience dan Efek yang Ditimbulkan Isi Media; 3) Fenomena Diskursif dalam Suratkabar dengan kasus pada Harian Rakyat Merdeka. Telaahnya dilakukan dengan mengacu pada teori-teori yang relevan dengan masalah hubungan media massa dengan khalayak serta menggunakan data riset menyangkut praktik diskursif pada rubrik DPRM Harian Rakyat Merdeka. Hasilnya menunjukkan, menyangkut persoalan pertama, dalam perspektif teoritisi ternyata telah memperlihatkan perkembangan. Telaah teoritik bermula diwujudkan dalam bentuk The Hypodermic Needle Model, kemudian disusul model Two-Step Flow,Uses & Gratifications dan terakhir dalam format Reception Theory. Persoalan kedua, hasil pembahasan memperlihatkan ada tiga format: menurut perspektif pengamat; menurut teoritisi berparadigma positivistik, dan menurut teoritisi berparadigma kritikal. Persoalan ketiga, hasil pembahasan mengindikasikan bahwa Harian Rakyat Merdeka yang cenderung mengalami kemajuan pesat secara ekonomi itu justru semakin memfasilitasi individu warga untuk berpartisipasi aktif dalam diskusif melalui rubrik DPRM. Fenomena ini karenanya menjadi tidak relevan dengan kekhawatiran akan munculnya disfungsionalisasi suratkabar sebagai public space yang memfasilitasi terwujudnya public discourse ketika tumbuh menjadi komersil, sebagaimana tercetus dalam perspektif Ekonomi Politik Kritis.

    156

    full texts

    194

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Studi Komunikasi dan Media
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇