Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Not a member yet
194 research outputs found
Sort by
POLA PENGGUNAAN MEDIA KOMUNIKASI
Dengan dilatarbelakangi pemunculaan jenis media baru di lingkungan masyarakat, sehubungan dengan perkembangan TIK, penelitian ini mempelajari fenomena pola aktivitas penggunaannya di kalangan masyarakat. Studinya dilakukan dengan metode survei terhadap 400 responden di empat kota propinsi, yaitu Jambi, Bengkulu, Pangkal Pinang, dan Jakarta. Dari hasil diskusi dapat disimpulkan bahwa pola aktivitas penggunaan media oleh mayarakat itu, secara empirik memang sudah mengalami perubahan. Namun demikian, perubahan yang muncul sehubungan karena adanya penambahan dua jenis media baru yaitu (internet dan HP) tampak sifatnya baru sebatas pelengkap media konvensional saja. Sementara media konvensional sendiri tampak tetap masih menjadi media yang dominan dalam pola aktivitas penggunaan media masyarakat
AKTIFITAS KOMUNIKASI MASYARAKAT MELALUI INTERNET
This research question focuses on communication activities of peoples by internet. To answer it, this one refers to the activity concept introduced by Levy and Windahl which refers to the dimension of audience’s orientation in the level of selectivity and involvment. By surveying respondents, this shows facts that audience orient themselves toward media usage. Accordingly, media efect will be moderate. Stronger effect of media to audiences takes place in media they select in the process of orientation selection, vice versa. Media which probably give a strong effect to audience in the level of selectivity are E-mail ; writing status in networking sites, chating space, and websites. Meanwhile, in the level of involvment, the media are web page, e.g., status in social networking sites, e-mail and chating space. Media which influeance audience strongly are facebook, yahoo messenger, yahoo mail, and google mail. Keywords : communication activities; Internet.ABSTRAKPermasalahan penelitian ini difokuskan pada aktifitas komunikasi anggota masyarakat melalui internet. Dalam upaya menjawabnya penelitian berbasiskan pada konsep aktifitas Levy dan Windahl yang merujuk pada dimensi orientasi khalayak dalam level selektifitas dan keterlibatan. Dengan metode survai pada responden, maka penelitian ini berhasil memperlihatkan bukti empirik bahwa khalayak itu memang secara absolut menentukan dirinya sendiri untuk mengorientasikan dirinya pada penggunaan media. Dengan begitu, efek dari media dengan sendirinya menjadi moderat. Efek media yang lebih kuat pada khalayak akan terjadi pada media yang terpilih dalam seleksi orientasi khalayak dan sebaliknya efek yang lemah akan terjadi pada media yang tidak terpilih. Media-media (saluran komunikasi) yang diduga akan berpengaruh kuat terhadap khalayak itu, dari fenomena level selektifitas yaitu : E-mail; Status dalam situs social Networking ; Chating Space/ruang ngobrol; dan websites. Sementara dari fenomena level keterlibatan, yaitu saluran-saluran dalam web page seperti “Status dalam situs social Networking ; E-mail dan Chating Space. Sedang nama-nama web page yang diduga akan sangat berpengaruh terhadap khalayak yaitu Face Book; Yahoo Messenger ; Yahoo mail dan Google Mail
KONSTRUKSI REALITAS PERAN KPK DALAM PEMBERITAAN ONLINE TERKAIT KASUS KORUPSI (Studi Framing Beberapa Pemberitaan Online Terkait Peran KPK pada Kasus Korupsi Mantan Gubernur Banten Ratu Atut Chosiah)
ABSTRACTThis article presents the construction of KPK role in online news regarding corruption case. Frame model used is the one introduced by Robert Entmant. The research shows that there are two main construction in three online news. First, militancy of KPK, and its role as opposision towards illegal power of government. Second, frame of KPK as anti-elite organizations. It makes up KPK role in the eradication of corruption conducted by elites. Theoretically, research should be conducted to analyze news about KPK because of plentifulness of corruption cases. Practically, media should support news about the truth. News about corruption should not be exclusivly constructed or oppose law or universal justice.Key words : Reality Construction; online news; Framing.ABSTRAKTulisan ini menyajikan hasil penelitian tentang konstruksirealitas peran KPK dalam pemberitaan online terkait kasus korupsi. Framing Robert Entmant dipakai sebagai perangkat pengumpulan data pada penelitian ini.Berdasarkan hasil penelitian, dapat dilihat dua konstruksi utama dalam ketiga berita online. Pertama konstruksi bingkai militansi KPK, peran KPK sebagai opsi oposisi terhadap kekuatan penguasa atau pemerintah yang bergerak tidak pada nilai proses hukum tetapi pada nilai-nilai universal demokrasi. Kedua, konstruksi bingkai KPK sebagai organisasi anti elitis, ini merupakan konstruksi peran KPK sebagai bentuk perlawanannya kepada korupsi yang memang merupakan perilaku elite. Secara teoritis perlu dilakukan kajian wacana lebih dalam terkait pemberitaan tentang KPK, mengingat kasus yang banyak dan bergulir. Secara praktis bahwa media sebaiknya memberikan pemberitaan yang mendukung kebenaran. Dimana pemberitaan tentang korupsi jangan dijadikan sebuah konstruksi elitis ataupun konstruksi yang membangun opini tertentu yang menonjolkan sisi berlawanan dengan pengakuan hukum atau keadilan universal.Kata-kata kunci : Konstruksi Realitas; Berita Online; Framing
MEDIA MASSA DAN KONSTRUKSI REALITAS (Analisis Framing Terhadap Pemberitaan SKB Menteri Tentang Ahmadiyah di Indonesia pada Suratkabar Harian Suara Pembaruan dan Republika)
Ahmadiyah issue in Indonesia drew an attention of mass media. The main problem was about question whether Ahmadiyah activity was part of the freedom of faith or blasphemy. This paper dealt with mass media construction about this case. Object of study was Suara Pembaruan and Republika daily newspaper. This study was conducted by framing analysis and by referring to the theory of social construction. Analytical technic used was introduced by Gerald Zongdang and Pan Kosicky. This study resulted that Suara Pembaruan regarded Ahmadiyah activity as part of faith freedom. Meanwhile, Republika regarded Ahmadiyah activity as a blasphemy to basic islamic principles. Suara Pembaruan urged government to be consistent to uphold constitution and guarantee all citizen to practice their own faith freely. Ministerial collective decree on Ahmadiyah was not solution. On the contrary, Republika recommended government to issue the decree as soon as possible.Persoalan eksistensi Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) sampai saat ini menarik perhatian media massa. Persoalan utamanya adalah apakah aktivitas Ahmadiyah bagian dari kebebasan beragama atau penodaan agama. Tulisan ini akan membahas tentang bagaimana sikap media massa (Suara Pembaruan dan Republika) terkait masalah Ahmadiyah yang dikonstruksi melalui framing. Dengan mengacu pada teori konstruksi realitas, penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan analisis wacana dengan teknik analisis yang diperkenalkan oleh Gerald Zongdang dan Pan Kosicky. Hasilnya menunjukkan bahwa Suara Pembaruan memandang bahwa persoalan Ahmadiyah ini menyangkut persoalan HAM/kebebasan beragama. Republika justru memandang sebaliknya, aktivitas Ahmadiyah sebagai bentuk penistaan, pelecehan, penyimpangan, serta penodaan terhadap pokok-pokok ajaran Islam. Sikap yang harus diambil pemerintah menurut Suara Pembaruan adalah pemerintah konsisten menjaga konstitusi dan menjamin seluruh warga negara bebas menjalankan agama dan keyakinannya. SKB menteri bukanlah solusi. Republika justru secara tegas menyatakan pemerintah sebaiknya segera mengeluarkan SKB Ahmadiyah.
DOMINASI WACANA ANTI-POLITIK BARAT PADA MEDIA-MUSLIM REVIVALIS (Analisis Wacana Model Teun Van Dijk Tabloid Media Umat Edisi Pemilu 2014)
Indonesia as a democratic country has conducted general elections since 1955. Democracy originating from Greece has globalized. In other word, it becomes grand narratives. In Indonesia, muslim media responds democracy differently. Some media denies it because of spirit to implement islam totally (revivalism). Media Umat tabloid is a media which voice discourse of ant-western politic (anti-democracy). This article dealts with how media delegitimize democracy as product of the West, and what the reasons media delegitimize it. This discourse analysis harnesses analysis model introduced by Teun Van Dijk. This one focuses on textual structure. This research shows that Media Umat Tabloid focuses to delegitimize political parties because of their inability to make an improvement for Indonesia. According to Media Umat, The root cause is secularism & capitalism. The argumentation to delegitimize based on two different contexs. First, performance of political and legal institutions do not make an improvement and welfare. Oppositely, they do corruptive actions. Democracy tends to be on the side of capitalist and only and brings about demagogue. Second, delegitimzation on the basis of theological argument that democracy is incompatible with Islamic canon (syari’ah). Indonesia sebagai negara demokratis sudah menyelenggarakan proses pemilihan umum. Demokrasi yang berasal dari bangsa Yunani kini menjadi sistem yang mendunia, grand narratives. Di Indonesia, konsep ini mendapat penolakan dari umat islam. Penolakan ini dikaitkan dengan semangat untuk kembali ke sistem Islam secara total (revivalisme). Tabloid Media Umat adalah media yang menyuarakan wacana anti-demokrasi. Tulisan ini akan membahas bagaimana wacana delegitimasi sistem demokrasi sebagai produk Barat dilakukan oleh media tersebut, dan bagaiama media ini melakukan delegitimasi demokrasi. Penelitian menggunakan analisis wacana model Van Dijk yang fokus pada analisis struktur teks. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa Tabloid MU mendelegitimasi Partai politik yang dinilai tidak akan menciptakan kemajuan dan menyelesaikan persoalan bangsa. Sebab, akarnya terletak pada sistem yang sekuler dan kapitalistik. Delegitimasi demokrasi didasarkan pada dua konteks yang berbeda. Pertama, kinerja lembaga politik dan hukum tidak mampu memberikan kemajuan dan kesejahteraan tapi malah berbuat korup. Demokrasi selalu berpihak kepada pemilik modal, dan melahirkan para demagogue. Kedua, delegitimasi atas dasar teologis. Demokrasi tidak sesuai dengan hukum Islam
OPERASIONAL SISTEM PERKANTORAN ELEKTRONIS DAN IMPLEMENTASI ASPEK HUMAN RESOURCES (Survei Pejabat Pemerintah tentang Implementasi E-govt)
Dengan latar belakang keingintahuan terhadap map actual mengenai implementasi e-local government dari suatu pemerintahan local, penelitian ini memfokuskan permasalahannya menjadi dua ; (1) Sejauh mana Operasional sistem perkantoran elektronis telah digunakan dalam rangka pengembangan e-local government; (2) Sejauh mana aspek human resources diimplementasikan oleh pejabat pemerintah daerah dalam pengembangan e-local government. Dengan menggunakan metode survai, hasil penelitian menunjukkan bahwa menyangkut adopsi sistem perkantoran elektronis, Pemda Provinsi Jambi jauh mengungguli tiga pemda lainnya, yakni Bengkulu, Babel dan DKI Jakarta. Demikian juga menyangkut pengimplementasian aspek human resources da;am rangka pengembangan e-local government, pihak Pemda Jambi juga jauh mengungguli pemda-pemda lainnya, yaitu Bengkulu, Babel dan DKI Jakarta. Terkait dengan temuan masih relatif rendahnya tingkat adopsi indikator perkantoran elektronis dan rendahnya implementasi aspek human resources di lingkungan unit-unit kerja seperti di lingkungan Pemda Provinsi Babel, Bengkulu dan DKI Jakarta, perlu disikapi dengan bijak oleh pihak Pemerintah Pusat yang berwenang dengan cara melakukan teguran administratif
MEDIASI STRUKTUR POLITIK OLEH SURATKABAR (Studi Content Analysis Terhadap Suratkabar Ibukota)
ABSTRACTBackground of this research is the phenomenon of political structure components in political system through agenda setting in newspaper’s headline. By using content analysis on the basis of agenda setting model, this research focuses on five main problems which are substantivly related to political structure component phenomenon and selection component one in the proses of agenda setting. Recording units of this study are headline news of Kompas, Republika, Media Indonesia and Rakyat Merdeka on edition of January 2014. This study conclude that 1) newspapers -in the position as components of political infrastructure- empirically shows an evidence that they takes role for “their existence”, survival of political communication process in Indonesian political system; 2) media prefer to put priority on top down political communication stream rather than bottom up one; 3). “Interest” of media regarding political process between components in political suprastructure, have a relationship with problem of priority scaling of issues in the process of agenda setting. Regarding of media “Interest”, this become important input for political actors in the relation of issue expression which draws a media sailence in order that information not to create ambiguity, negative image, misunderstanding or incredibility among newspaper’s audience. Key words : Mediating; Political Structure ; Newspaper. ABSTRAKBerlatarbelakangkan mempelajari fenomena pemediasian komponen-komponen struktur politik dalam sistem politik melalui pengagendaan media dalam headline suratkabar, maka dengan menggunakan studi content analysis berbasiskan model studi agenda setting, penelitian fokus menjawab lima permasalahan pokok yang secara substantif diantaranya menyangkut fenomena pemediaan komponen struktur politik dan fenomena seleksi komponen dalam proses agenda setting. Dengan menjadikan pemberitaan headline Kompas, Republika, Media Indonesia dan Rakyat Merdeka edisi Januari 2014 sebagai recording unit, penelitian diantaranya menyimpulkan, 1) pihak suratkabar dalam posisinya yang juga sebagai bagian dari pihak dalam komponen infrastruktur politik, secara empirik telah membuktikan dirinya sebagai pihak yang berperan besar bagi “hidup”-nya keberlangsungan proses komunikasi politik dalam sistem politik Indonesia saat ini; 2) Pihak media itu tampak cenderung lebih mengutamakan arus komunikasi politik yang sifatnya top down dari pada yang bersifat bottom up.; 3); “Interest”media terkait penciptaan proses komunikasi politik di antara sesama unsur dalam komponen suprastruktur politik, kemunculan fenomenanya berindikasi saling berkaitan dengan persoalan penentuan urutan tingkat kepentingan isu dalam proses pengagendaan media. Berkaitan dengan “Interest” media, ini menjadi in put penting bagi para aktor politik dalam kaitan berekspresi menyangkut isu yang menjadi perhatian media agar informasi yang beredar itu tidak menciptakan ambiguitas, citra negatif, misunderstanding atau incredibility di kalangan khalayak media suratkabar. Kata-kata kunci : Mediasi; Struktur Politik; Suratkabar.
PERIODE PERKEMBANGAN MEDIA MASSA
ABSTRACTMass Media constitutes the most appealing media to be observed. It is that the unbroken channel of communication to be discussed and learned, from Acta Diurna to mass communication. It is quite interesting to follow the journey of mass media from a period to another. This has come as the reason why the written begun. The used method is that the literature study. Despite the study is not a way major, on the depth and comprehensive meaning, but it is more expected to be such benchmark which is able to be the very first idea for emphasizing the study about “the history or the journey of media studies”, the practically rare thing – not to say never – to be done by bachelor in communication studies. The result of this research conducts the three periods of the journey of mass media, those are the past of mass communication, the present of mass communication, and the mass media studies. Each of the mentioned have the distinguished features, either from the main research aspect, the features of media, or the method within the study. Moreover, on the belonging and its regards to state-society, mass media takes the unique stance and absolutely determined. Keywords: Period; Mass Media. ABSTRAKMedia massa merupakan media yang paling menarik untuk dikaji.Sebagai saluran, ia tidak henti-hantinya dikaji dan didiskusikian, sejak Acta Diurnasampai komunikasi massa. Oleh karena itu, sangat menarik untuk mengikuti perkembangan media masa dari masa ke masa. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Diharapkan, penelitian ini menjadi benchmarkyang menjadi idee awal untuk menekankan pentingnya kajian tentang perkembangan studi media. Kajian ini jarang –untuk tidak mengatakan tidak pernah- dilakukan oleh sarjana ilmu komunikasi. Hasil tinjauan ini menunjukkan bahwa ada 3 (tiga periode) tahap perkembangan media massa, yaitu : komunikasi mass masa lampau, komunikasi masa kini, dan studi tentang media massa. Setiap tahap memiliki karakteristik yang berbeda, baik aspek yang diteliti, karakteristik media itu sendiri, dan metode yang digunakan. Kata-kata Kunci: Periode;Media massa.
MASYARAKAT DESA, INTERNET DAN PENINGKATAN EKONOMI (Survai Komunitas PNPM di Jambi, Bengkulu, Babel)
Villagers become one of the main targets in term of building the information society. This research case is receiveres of National Programs for Community Empowerment in province of Jambi, Bengkulu, and Babel. By surveying 373 respondents determined by proportional random sampling, it shows that the usage pattern in the selectivity dimension (media content, media type, media exposure) is various. Their economy status is in low-level. They do not have information communication technology gadgets. This findings explain that they are not literate since of pracondition of PNPM itself, for example savings-and-loan program in village. In the observation, it shows that PNPM activities is so coordinative that individuals must not access internet. Statistic test shows that there is significant relationship between variable of internet usage pattern with economic status. But, the relationship is two tail.Dengan latar belakang desa menjadi salah satu target utama dalam upaya mewujudkan masyarakat informasi, penelitian menjadikan komunitas penerima program PNPM sebagai kasus di tiga provinsi (Jambi, Bengkulu dan Babel). Dengan metode survai terhadap 373 responden yang ditetapkan dengan teknik simple random sampling proportional, temuan memperlihatkan, dari segi pola penggunan menurut segi dimensi selektifitas; baik dari sisi menyangkut isi media yang diseleksi; Jenis media; dan terpaan media, polanya terjadi secara beragam. Tingkat ekonomi mereka dari ukuran kepemilikan barang, umumnya cenderung masih relatif rendah. Dalam kaitan barang yang berkaitan dengan produk TIK, kebanyakan mereka masih belum memilikinya. Secara praktis, gambaran dari temuan penelitian ini, bisa pula menjelaskan bahwa anggota komunitas penerima langsung program PNPM itu pada umumnya tampak masih cenderung tidak akrab dengan dunia ICT. Beberapa hal yang mungkin jadi penyebab kondisi tersebut, diantaranya faktor prakondisi program PNPM itu sendiri. Misalnya terkait dengan program simpan pinjam PNPM Mandiri Perdesaan. Dari hasil observasi, dalam program ini, kegiatannya koordinatif sehingga memang tidak membuat setiap individu penerima itu harus mengakses internet. Dari hasil analisis uji statistik memperlihatkan bahwa memang ada hubungan yang signifikan antara variabel pola penggunaan internet dengan tingkat ekonomi. Namun signifikansi hubungan itu bersifat dua arah (two tail).
KOMUNIKASI PEMERINTAH DAN MASYARAKAT BERBASIS DIALEK BUDAYA LOKAL (Studi Kasus Proses Komunikasi Penunjang Pembangunan Berbasis Dialek Konjo pada Masyarakat di Tana Toa Kajang Kabupaten Bulukumba)
ABSTRACTThis study deals with the phenomenon of communication process between the Government and the community using Konjo dialect (local dialect). Research also wants to get an overview about othat communication process through that language. By using qualitative research approach and methods of case study introduced by Yin, this reseacch shows that Konjo dialect is a form of verbal communication process without media in interpersonal and small group-communication settings. The participants who use Konjo dialect are local peoples, communities in Tana Toa Kajang Bulukumba. The communication process is bound with communication message called Pasang ri Kajang which mean "Message, mandate; advice, mandate ; forecast ; and Warning/recall". The development agenct’s success in the communication process with Konjo dialect because they refer to the Development Support Communication principle. The agent has the support from the Liaison. Effects is still cognition. Conative effect is achieved because of life principle of Pasang ri Kajang that is "kamase-masea" which mean humbleness in life. In order to achieve the conative effect, it requires the spread of need for achieviement virus by liaison in Kajang tribal communities.Keywords : Communication; Development Support Communication; local culture,Konjo Dialect.ABSTRAK Penelitian ini ingin mengetahui fenomena proses komunikasi yang terjadi antara Pemerintah dan Masyarakat yang setting-nya berbasiskan pada dialek konjo. Penelitian ingin mendapatkan gambaran proses komunikasi melalui dialek konjo. Dengan pendekatan kualitatif melalui metode studi kasus model Yin, penelitian menunjukkan, dialek Konjo merupakan bentuk proses komunikasi lisan non media yang keberlangsungannya bisa dalam setting interpersonal maupun kelompok. Partisipan komunikasi berbasis dialek Konjo dalam realitasnya bersifat lokal (khusus), dilakukan komunitas suku Kajang di di Tana Toa Kajang Kabupaten Bulukumba saja. Proses komunikasi tersebut terikat dengan pesan komunikasi yang disebut Pasang ri Kajang. Makna isi dari Pasang ri Kajang itu yaitu “Pesan, wasiat, amanat; Nasihat atau wasiat; Amanat/amanah; Renungan/ramalan; dan Peringatan/mengingat”. Keberhasilan agen pembangunan menerapkan Proses komunikasi yang berbasis dialek Konjo, berdasarkan indikasinya karena berbasiskan pada prinsip Komunikasi Penunjang pembangunan (Development Support Communication-DSC). Para agen ini mendapat dukungan dari Liaison. Efek yang dicapai baru efek kognitif. Efek konatif tercapai berindikasi karena masyarakat Kajang masih terikat Pasang ri Kajang yang nota bene ditunjang prinsip hidup masyarakat yang disebut “kamase-masea” yang bermakna kehidupan yang serba sangat sederhana. Dalam kasus ini, untuk dapat mencapai efek konatif, maka sebagai prakondisi, diperlukan langkah awal berupa penyebaran virus need for achieviement oleh liaison di kalangan komunitas suku Kajang.Kata-kata Kunci : Komunikasi; Komunikasi Penunjang Pembangunan; Budaya Lokal. Dialek Konj