Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Not a member yet
194 research outputs found
Sort by
AKTIVITAS KOMUNIKASI PETANI DESA KASANG PUDAK DI ERA MEDIA BARU
Pemanfaatan TIK untuk mengakses informasi secara produktif dikalangan petani diasumsikan dapat meningkatkan produktivitasnya, terutama di era media baru seperti saat ini. Namun, kita tidak menutup mata dengan adanya kondisi kesejangan pemanfaatan TIK di masyarakat Indonesia, termasuk para petani. Belum meratanya pembangunan insfrastruktur TIK, kemampuan literasi TIK masyarakat, dan perbedaan kultur dimungkinkan menjadi pendorong munculnya kesenjangan tersebut. Berdasarkan dari fenomena kesenjangan TIK yang nyata ada di masyarakat Indonesia, peneliti mencoba mengkaji tentang bagaimana aktivitas komunitas petani di Desa Kasang Pudak, yang telah memiliki berbagai prestasi, di era media baru seperti saat ini. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik wawancara dengan informan di Desa Kasang Pundak, Muaro Jambi, Jambi. Dari penelitian ini diketahui bahwa pemanfaatan TIK oleh masyarakat petani belum sepenuhnya optimal. Faktor yang paling mempengaruhi masyarakat petani dalam memanfaatkan TIK adalah faktor sumber daya manusia yang belum sepenuhnya memahami manfaat dari penggunaan TIK untuk bidang pertanian. Diketahui pula bahwa sosialisasi pentingnya TIK dalam meningkatkan produktivitas petani di era media baru saat ini serta di dukung dengan tersedianya perangkat TIK yang memadai menjadi hal yang penting untuk dilakukan oleh pihak-pihak yang terkait.Kata Kunci : TIK; Petani; Era Media Baru
E-COMMERCE DAN MASYARAKAT PERKOTAAN (Survai Masyarakat Kota Ujung Bulu Kabupaten Bulukumba Provinsi Sulsel Tentang Aktivitas e-commerce)
Riset ini fokus pada upaya mengeksplore aktifitas anggota masyarakat dalam kaitan aplikasi e-commerce di internet. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa varian aktifitas responden mencakup enam jenis aktifitas e-commerce. Keenam jenis aktifitas itu umumnya tidak pernah dilakukan oleh bagian terbesar responden. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa aktifitas e-commerce di kalangan responden kelurahan Bentengnge Kecamatan Ujung Bulu Kota Bulukumba ini masih relatif kurang populer. Para pelakunya baru di bawah 40 %. Pengakses informasi komersial jumlahnya paling banyak di kalangan anggota masyarakat. Ada tiga jenis aktifitas e-commerce yang relatif menonjol dilakukan oleh bagian terbesar responden. Ketiga jenis aktifitas dimaksud yaitu aktifitas e-commerce menyangkut Internet banking, Tawarkan produk barang dan Tawarkan produk jasa. Penelitian ini masih terbatas pada upaya mengeksplore tipe aktifitas e-commerce anggota masyarakat. Untuk pelaksanaan riset terkait di masa berikutnya, kiranya perlu menambahkan variabel-variabel lain seperti variabel anteseseden maupun intervening yang diasumsikan dapat mempengaruhi pola responden dalam mengakses atau ber-aktifitas e-commerce.
PENCITRAAN PEMERINTAH DAN MEDIA LOKAL
Saat ini terdapat berbagai opini publik mengenai pemerintah dan kinerjanya, dan liputan media mengenai pemerintah dalam melaksanakan kebijakan dan programnya mampu membentuk citra tertentu. Hasil survei LSI, Agustus 2014-Januari 2015 antara lain menunjukkan bahwa citra pemerintah di mata masyarakat terkait kinerja hasil-hasil pembangunan mengalami penurunan; dari 71,73% pada tahun 2014 menjadi 42,29% pada tahun 2015
PENGGUNAAN INTERNET OLEH MASYARAKAT (Survai pada Masyarakat Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Propinsi Sulawesi Selatan)
ABSTRACT The phenomenon of the development of ICT allows the public to use convergence media (internet). This study focuses on the use of the internet among community members in Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. By using the survey method and using the concept of activity introduced by Levy in second dimension in context of uses concept in model of uses and gratificationintroduced by Katz, Gurevitch dan Hass, this research conclude that assumption in model of uses and gratification theory that audience activities in consuming the media is proven. the proof is the presence of diverse activities of internet use in the second dimension. Variety phenomenon of Internet usage activity itself becomes the pattern for every individual who theoretically according to model assumptions uses and gratification theory get formed because of fullfilling each satisfaction. Key words : uses, internet, information. ABSTRAK Berlatarbelakangkan fenomena perkembangan ICT yang memungkinkan anggota masyarakat menggunakan media konvergensi (internet), penelitian ini memfokuskan permasalahannya pada soal penggunaan internet anggota masyarakat di Kelurahan Tamamaung, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Dengan menggunakan metode survai melalui pemakaian konsep aktifitas Levy dalam dimensi kedua dalam konteks konsep uses dalam model teori uses and gratification Katz, Gurevitch dan Hass, penelitian ini menyimpulkan bahwa asumsi yang dikemukakan oleh model teori uses and gratification bahwa adanya aktifitas khalayak dalam mengkonsumsi media itu, memang terbukti dalam penelitian ini. Bukti itu ditandai oleh adanya ragam fenomena aktifitas penggunaan internet dalam dimensi kedua tadi. Ragam fenomena aktifitas penggunaan internet itu sendiri, tampak menjadi pola tersendiri bagi setiap individu yang notabene secara teoritis menurut asumsi model teori uses and gratification terbentuk karena dorongan untuk memenuhi kepuasan masing-masing. Kata-kata kunci : Penggunaan, internet, informasi
TENTANG ISU CALON GUBERNUR (Analisis Isi Terhadap Isu Cagup Sulsel dalam Pilgub 2018 dalam TRIBUN-TIMUR.COM edisi Rabu, 23 Maret 2016)
Masalah politik di Indonesia secara demokratis memang kondusif belakangan ini, persoalan politik dinamikanya cukup tinggi hampir di setiap daerah karena secara politis di setiap daerah memang memiliki agendanya masing-masing, agenda ini terutama yaitu terkait dengan Pilkada maupun Pilgub. Penelitian ini akan menelaah lebih jauh terkait fenomena peng-agenda-an media terkait isu politik menyangkut Cagub Sulsel dalam Pilgub Sulsel 2018.. Tujuannya yaitu untuk mengetahui gambaran tentang bagaimana pihak media dalam dinamikanya menyajikan Cagub-cagub Sulsel dalam Pilgub Sulsel 2018 mendatang sehingga pihak anggota masyarakat diharapkan menjadi bijak dalam perilaku pilihnya. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ada 19 kali persoalan Cagub Sulsel disajikan oleh organisasi redaksi. Dalam penyajian isu Cagub dimaksud, tampak secara tersurat bahwa media lebih banyak menyebut Parpol Gerindra dalam isu Cagub pada Pilgub Sulsel 2018 itu. Sementara penyebutan parpol-parpol lainnya antara 1-2 kali saja. Partai-partai dimaksud yaitu Demokrat, Golkar, PKS, dan Nasdem. Kemudian ketika persoalan Cagub ini dihubungkan dengan masalah kans Cagub sebagai Cagub terpilih dalam Pilgub Sulsel 2018, maka terlihat bahwa media juga menyajikan isu dimaksud dalam peng-agenda-annya itu. Berdasarkan data tabel 8 tampak bahwa para Cagub itu ternyata umumnya (94.7%) digambarkan sebagai Cagub yang rendah elektabilitasnya
REPRESENTASI POLITY DAN TRIVIA DALAM AGENDA MEDIA (Studi Agenda Media SK Ibukota)
ABSTRACT This content analysis research deals with the representation of ‘polity and trivia’ issues in media agenda from capital city newspapers. This issue is from the emergence phenomenon of trivia issue in media agenda, incidentally,it should ideally appear through the nature of the polity issues. This research seeks to discover ‘how’ the representation of polity and trivia issue in media agenda from capital city newspapers. Based on the research results, through the method of content analysis, it concluded that the representation of media agenda ‘polity and trivia issue’ in newspaper, can beexpressed in agenda setting theory throught the concept of agenda. Regarding the emergence of the trivia issue, in the dominance of media polity in issues agenda, other than to justify the truth of agenda setting theory; this also indicates the truth of catharsis hypothesis, that with scheduled trivia issue, editorial media organization will have a positive effect, also for the audience. In the future, for the development of the agenda media theory, researchers should develop his/hers analysis, such doing a trial ‘difference’ test between samples, related to media agenda. And also ‘performs a deepening’ related to the agenda in the trivia issues agenda relationship. Key Words: Representation; Media Agenda ; Polity; Trivia. ABSTRAK Penenelitian konten analysis ini mempermasalahkan representasi isu polity dan trivia dalam agenda media suratkabar Ibukota. Permasalahan ini sendiri berangkat dari fenomena munculnya isu trivia dalam pengagendaan media, yang nota bene di sisi lain idealnya muncul melalui isu-isu bersifat polity. Penelitian ini berupaya menemukan bagaimana representasi isu polity dan trivia dalam agenda media suratkabar Ibukota. Berdasarkan hasil penelitian melalui metode content analysis, disimpulkan bahwa representasi isu polity dan trivia dalam pengagendaan media suratkabar itu menjadi justifikasi akan kebenaran yang dikemukakan dalam teori agenda setting menyangkut konsep agenda Mengenai munculnya isu trivia dalam dominasi isu polity dalam pengagendaan media, selain dengan sendirinya membenarkan kebenaran asumsi theory agenda setting, ini juga mengindikasikan kebenaran akan hipotesis katarsis, bahwa dengan mengagendakan isu trivia itu, organisasi redaksi media berharap akan memiliki efek positif juga bagi para audience. Untuk pengembagan teori agenda media ke depan, hendaknya peneliti itu melakukan pengembangan analisisnya yang diantaranya melakukan uji-uji beda di antara sampel menyangkut pengagendaan media. Selain itu juga melakukan pendalaman terkait dengan pengagendaan dalam hubungan pengagendaan isu-isu trivia. Kata-Kata Kunci : Representasi; Agena Media; Polity; Trivia
METODE PENELITIAN KOMUNIKASI BERBASIS INTERNET
Bahasan makalah difokuskan pada persoalan -Antara Metode Penelitian, Komunikasi dan Internet ; - Internet dan -Channel Komunikasi dalam Internet. Dari hasil pembahasan dapat dikemukakan bahwa dalam hubungan permasalahan pertama, maka terkait pelaksanaan penelitian dengan pendekatan kuantitatif berbasis internet, cenderung sifatnya hanya deskriptif belaka yang nota bene hasilnya tidak dapat digeneralisisasikan. Hal ini kebenarannya terjadi jika penelitian pendekatan kuantitatif yang dilakukan adalah penelitian yang populasinya berbasis web atau akun di internet. Namun jika penelitian itu samplingnya berbasis pada masyarakat pengguna internet, maka hasilnya akan berbeda dengan seperti yang diasumsikan sebelumnya. Pada penelitian dengan pendekatan kuantitatif sebagaimana dimaksudkan terakhir, maka proses samplingnya antara lain bisa berbasiskan pada populasi anggota masyarakat tertentu, misalnya saja populasi anggota masyarakat calon pemilih dalam Pilpres, Pilgub atau Pilkada dalam DPT milik KPU/KPU-D. Terkait permasalahan kedua, internet berarti jutaan komputer di seluruh dunia yang saling berketersambungan. Web, e-mail, chat, dan newsgroups merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan individu untuk berkomunikasi melalui internet. Terkait dengan persoalan ketiga, maka dengan dukungan perkembangan teknologi internet, fungsi medium internet dapat semakin bekerja maksimal. Channel komunikasi dalam internet sendiri memiliki banyak ragamnya. Ada yang melalui websites; blog; social network sites, e-mail; chatt room; group discussion; status/wall. Dari dua contoh studi komunikasi yang datanya dilakukan dengan berbasiskan internet, menunjukkan bahwa studi fenomena komunikasi berindikasi cenderung lebih advance. Ke-advance-an dimaksud dimaksud terutama dari dinamika materi komunikasinya dan termasuk dalam hal kepentingan untuk pengembangan teori. Sejalan dengan indikasi masih kurang respeknya dunia akademik terhadap internet sebagai basis sumber data bagi proses pelaksanaan penelitian baik dengan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif, maka ke depan sikap tersebut hendaknya harus diubah guna lebih berkembangnya studi-studi komunikasi di Indonesia.
PENELITIAN KOMUNIKASI PENDEKATAN KUALITATIF BERBASIS TEKS
ABSTRACT This article tries to explain the bridging of qualitative approach study. This article focuses on the bridging oriented to qualitative-research approach, especially qualitative text-based approach of Communication Research. The results show that as one of approaches, qualitative research approach is based on a postheriori-data principle belief. On the basis of data source criterion, qualitative research approach, -especially qualitative approach of research Communication- is divided into two groups. First, field-based qualitative approach and (second) text-based qualitative approaches. The text-based qualitative approach included text analysis model of Theo Van Leewin, Marxist analysis, etc. Keywords: communication research; qualitative approach; text. ABSTRAK Artikel ini berupaya memaparkan pem-bridging-an megenai penelitian dengan pendekatan kualitatif. Fokus pem-bridging-an diorientasikan pada penelitian pendekatan kualitatif, khususnya penelitian komunikasi pendekatan kualitatif berbasis teks. Dari hasil bahasan dapat dikemukakan bahwa sebagai salah satu pendekatan, maka penelitian pendekatan kualitatif bertolak dari keyakinan pada data yang berbasiskan pada prinsip apostheriori. Berdasarkan kriterium sumber perolehan data, Penelitian Pendekatan Kualitatif, khususnya Penelitian Komunikasi dengan Pendekatan Kualitatif terbedakan menjadi dua kelompok. Pertama Penelitian Komunikasi dengan Pendekatan Kualitatif yang berbasiskan “field” dan kedua Penelitian Komunikasi dengan Pendekatan Kualitatif yang berbasiskan Teks. Penelitian Komunikasi dengan Pendekatan Kualitatif yang berbasiskan Teks, diantaranya adalah model analisis teks Theo Van Leewin, model analisis teks Marxis, dll. Kata-kata kunci : Penelitian komunikasi; pendekatan kualitatif; teks
KOMPUTER DAN MASYARAKAT PEDESAAN PANTAI (Survai Pengenalan dan Pengetahuan Komputer di Kalangan Masyarakat Desa Pesisir Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar)
Pentingnya peran TIK bagi perwujudan masyarakat informasi dikemukakan melalui WSIS telah mendorong berbagai negara untuk segera berkomitmen menciptakan information society. Melalui dua pertemuan di Swiss dan Tunisia akhirnya beratus negara, termasuk Indonesia berkomitmen melalui deklarasi WSIS menciptakan masyarakat informasi. Dari dua pertemuan, dicanangkan terwujudnya ICT literacy pada 50 % penduduk dunia tahun 2015 dan 100 % tahun 2025. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengenalan dan pengetahuan komputer di Kalangan Masyarakat Desa Pesisir Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar. Penelitian dilaksanakan berdasarkan paradigma positivistik dengan pendekatan kuantitatif melalui metode survei. Obyek penelitian adalah anggota masyarakat desa pantai Kelurahan Untia Kecamatan Biringkanaya yang terpilih sebagai responden di lokasi sampel penelitian. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar masyarakat desa pesisir Kelurahan Untia menyatakan pernah mendengar kata komputer dan menerima informasi tentang komputer melalui banyak cara yaitu melalui pendidikan formal maupun pendidikan informal. Selanjutnya, fenomena pengetahuan terkait ragam komponen ouput, input, storage, aplikasi, dan sistem operasi masyarakat desa pesisir Kelurahan Untia telah mengetahuinya dengan baik. Disarankan kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk melakukan perumusan kebijakan di bidang pembangunan ICT Literacy dalam rangka proses bridging the rural–urban devide. Selain itu, diharapkan juga membuat ICT Literacy untuk mendukung pengurangan kemiskinan dengan akses yang mudah digunakan bagi masyarakat perdesaan pesisir.Kata kunci : komputer, masyarakat pedesaan panta
Akses Informasi Politik (Perspektif Pemilih Pemula Menjelang Pemilu Legislatif 2014)
Hasil dari berbagai survei menunjukkan parpol belum sepenuhnya melakukan keterbukaan informasi. Terbatasnya akses informasi politik publik Indonesia, khususnya bagi pemilih pemula menjadi permasalahan yang perlu mendapat perhatian. Bukan hanya terkait implementasi UU KIP No.14 Tahun 2008 pasal 15, tapi juga terkait dengan pentingnya informasi politik yang dapat menjadi pedoman pemilih pemula untuk berpartisipasi pada Pemilu legislatif 2014. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan pemilih pemula mengenai akses informasi publik, serta untuk mengetahui kebutuhan informasi di bidang politik dan untuk mengetahui hambatan yang dihadapi pemilih pemula dalam mengakses informasi tersebut. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan wawancara terstruktur dan informan dipilih berdasarkan purposeful sampling. Dari penelitian ini diketahui mayoritas informan tidak mengetahui tentang hak memperoleh informasi yang dijabarkan dalam UU KIP No.14 Tahun 2008. Diketahui pula bahwa kebanyakan informan menganggap daftar partai politik sebagai informasi politik yang berhak diketahui oleh publik. Kemudian didapatkan informasi bahwa kebanyakan dari mereka tidak menemui hambatan yang berarti untuk mengakses informasi terkait teknis pelaksanaan Pemilu Legislatif 2014.