Jurnal Studi Komunikasi dan Media
Not a member yet
194 research outputs found
Sort by
PERAN NORMALITAS DATA DALAM PENELITIAN KOMUNIKASI PENDEKATAN KUANTITATIF
Membicarakan persoalan normalitas data dalam kaitan permasalahan penelitian (baca : penelitian komunikasi), secara filosofis ilmu hal ini sebenarnya termasuk menjadi bagian dari telaahan elemen epistemologis. Elemen epistemologis sendiri, secara esensial berarti sebagai suatu elemen yang secara khusus menelaah cara suatu ilmu dalam berupaya menemukan kebenaran ilmiahnya. Selain masalah distribusi atau normalitas data terkait dengan penelitian komunikasi pendekatan kuantitatif ini, maka persoalan-persoalan lain yang juga termasuk dalam telaah epistemologis ini, diantaranya yaitu menyangkut prosedur sampling, pre test, paradigma teori, paradigma penelitian dan metode penelitian.
PENGGUNAAN TV STREAMING DI KALANGAN MASYARAKAT KOTA PROVINSI JAMBI, BENGKULU BANGKA BELITUNG DAN JAKARTA
Perkembangan ICT telah memungkinkan banyak hal, terutama terkait dengan bagaimana setting komunikasi antarmanusia (human communication) terjadi. Kalau sebelumnya komunikasi paling luas itu hanya dapat berlangsung secara konvensional melalui media massa cetak dan elektronik, maka kini melalui teknologi ICT setting itu bisa berlangsung secara digital melalui media konvergen.Terkait dengan perkembangan ICT yang memungkinkan keberlangsungan komunikasi antar manusia secara digital melalui media konvergen itu, secara hakiki sebenarnya itu terkait tentang proses komunikasi digital antarkomunikator dan komunikan yang lazim disebut dengan codec (coding dan decoding). Proses codec itu sendiri secara teknis dapat dilakukan siapa saja, individu maupun organisasi (seperti organisasi media televisi dan lain-lain). Oleh karena itu, menyebabkan pembahasan media streaming dapat dilakukan melalui dua sisi, pertama terkait dengan media streaming dan organisasi dan kedua menyangkut media streaming dan masyarakat (anggota/individu)
INFORMASI KEBUTUHAN DASAR DALAM LIPUTAN MEDIA (Studi Konten Analisis Terhadap Suratkabar Rakyat Merdeka Edisi Agustus 2016)
Berlatarbelakangkan melihat pelaksanaan fungsi suveilence media terhadap persoalan informasi kebutuhan dasar yang mengacu pada salah satu cita dalam nawacita, penelitian ini berupaya menjawab permasalahan Pemberitaan Informasi Kebutuhan Dasar Dalam Suratkabar Rakyat Merdeka dan Apakah Pemberitaan dimaksud mencerminkan dukungan terhadap program pemerintah
STRUKTUR JARINGAN INTERKONEKSI, TAHAPAN PEMBANGUNAN E-GOVT DAN FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN STRUKTUR JARINGAN INTERKONEKSI (Survai Tentang Interkoneksi di kalangan Aparatur Instansi pelayanan publik bidang informasi dan dokumentasi)
This study first asks questions about the implementation of the interconnection network structure in the public service agencies in the field of information and documentation. Both questioned the influence of the quality of the development stages of e-govt on the quality of the implementation of the interconnection network structure and the third about the other factors that affect the implementation of the interconnection network structure among public service agencies. The findings showed problems related to the first and based on respondents\u27 awareness of Interconnection Network structure adopted in the institution where they work, their agencies were divided into three categories Interconnection Network Structure, LAN; MAN; and WAN. However Interconnection Network Structure category more dominant LAN adopted in Bengkulu and Jambi. In the province of Bangka Belitung dominant Interconnection Network Structure category MAN. While the agency adopters of internet network structure and network without wires is not found none. Related to the second problem, the agency they were divided into four categories, namely: Preparation; Maturation; Consolidation and Utilization. Stages of E-government level appears most prominent Preparations have been done in three research sites. While the agency has reached the stage of utilization, not many. The number of establishments that have reached the stage of utilization exist in Bengkulu and the province of Bangka Belitung. Statistical test results one tail bivariate with SPSS 17.0 by size Pearson association, shows that the relationship among variables "Quality development phases of e-govt" and variable "quality of implementation of the interconnection network structure" significant at alpha 0.01, respectively. The third related issue, theoretically the factors in the form factor of the culture apparatus sharring attitude and culture of documentation and availability of IT human resources quality factor. Based on the results of one tail bivariate statistical tests with SPSS 17.0 by size association Pearson, variables Culture Sharing (.106 *); quality of human resources (-.343 **) and the quality of infrastructure (-.136 *) significantly affect the application of the categorical variable interconnection network structure in the environment agency. In the development of e-govt should immediately undertake efforts base on empowerment Instruction No. 3/2003-regional apparatus to apparatus. For future similar research should be in the process need to enter the variables that interfere extranous Kultur variable relationship documentation with the application of a categorical variable interconnection network structure. It also needs to include variables "budget" IT satker as independent variables in order to see the correlation with the application of categorical variables interconnected network structure
Desain Penelitian Dampak Penggunaan broadband terhadap perilaku Keamanan Informasi
AbstrakBroadband memberikan kecepatan tinggi dalam berinternet dan penggunakan data. Manusia sebagai titik terlemah dari rantai kemananan yang perlu selalu dibina agar dapat meminimalisasi dampak serangan keamanan yang bisa menjadi ancaman untuk organisasi. Oleh karena itu, dalam tulisan ini akan merumuskan desain penelitian dampak penggunaan broadband terhadap perilaku keamanan informasi. Metode yang digunakan adalah studi literatur. Hasilnya pada desain penelitian ini melibatkan variabel risk tolerance, risk perception, past experience severity, past experience frequency, penggunaan broadband sebagai variable independen sedangkan variabel Keamanan informasi sebagai variable dependen.Kata kunci : broadband, keamanan informasi, perilaku AbstractBroadband give high speed to surfing, downloading, uploading and using data. Humans are the weakess point in security that needs to be educated in order to minimize the impact of security attach to organization. This paper will purpose design of research the impact of broadband to information security behavior. Literature study used as a method. Result of this design are risk tolerance, risk perception, past experience severity, past experience frequency, use of broadband as independen variable and information security as dependen variable.Key Word : broadband,behavior, information securit
AKTIFITAS KOMUNIKASI DAN INFORMASI MELALUI INTERNET (Survai pada Masyarakat Kota Makassar, Kecamatan Biringkanaya,Kelurahan Paccerakkang)
ABSTRACT Background of this research is to study phenomenon of communication activities and public information by individuals associated with many current alternatives in respect of ICT development, this study focuseson that phenomenon according to four indicators. By survey method, study concludes that E-mail is a very familiachannel among community. Based on the distribution, frequentcy of accessing a web page, respondents are divided into two group : respondents who do not and very often. Respondents who answered frequently access Internet using email media. All respondents recognized web page once they access. Proportion of the most accessed web pages are like Facebook, Yahoo mail, or news portal. Related how frequently access web pages related to the interests of the move to communicate and informed the web pages are the most frequently accessed Facebook Webpage. Other Webpage relatively dominant frequently accessed is Yahoo mail. While other web pages that are relatively widely accessible web page like Yahoo Messenger, News Portal, Google Mail, and Youtube. Overall, majority of community members have scores were related communication activities and information via internet. Respondents low scores indicate significance even though few in number. Furthermore, respondents who had high scores is still relatively small. Keywords: Communication Activity ; Information; Internet. ABSTRAK Berlatarbelakangkan keinginan mempelajari fenomena aktifitas komunikasi dan informasi yang dilakukan individu masyarakat berkaitan dengan banyaknya alternatif saat ini sehubungan dengan perkembangan TIK, penelitiaan ini fokus nmempelajari fenomena dimaksud menurut empat indikator. Dengan menggunakan metode survai, penelitian ini menyimpulkan bahwa E-mail merupakan saluran yang relatif sudah sangat akrab di kalangan anggota masyarakat. Secara dikotomistik, tingkat keseringan responden dalam mengakses halaman web terbagi menjadi dua, antara responden yang “tidak pernah dan Sangat sering”. Responden lebih dominan sering mengakses internet dengan frekuensi sering melalui saluran email. Semua halaman web diakui responden pernah mereka akses. Proporsi pengakses terbanyak yaitu seperti halaman web Face Book; Yahoo mail ; atau Portal Berita; Terkait dengan tingkat keseringan mengakses halaman web dalam kaitan kepentingan beraktifitas untuk berkomunikasi dan berinformasi, halaman web yang paling sering diakses adalah Web Page Face Book. Web page lainnya yang relatif dominan sering diakses Yahoo mail. Sementara halaman web lainnya yang relatif signifikan jumlah responden yang sering mengakses yaitu seperti Yahoo Messenger; Portal Berita-Google Mail ; dan Youtube. Secara over all, sebagian besar anggota masyarakat masih berskor sedang terkait aktifitas komunikasi dan informasinya melalui internet. Responden berskor rendah meskipun tidak banyak namun jumlahnya cukup berarti. Responden berskor tinggi jumlahnya masih relatif sedikit. Kata-kata kunci : Aktifitas Komunikasi dan Informasi; Internet
AGENDA MEDIA SURATKABAR (Analisis Isi Suratkabar Ibukota)
ABSTRACT This research focuses on agenda of capital city media regarding salience issue and valence issue. To deal with that issue, researcher refers to the concept of media agenda in agenda setting theory. By using content analysis method toward four newspapers (Kompas, Media Indonesia, Republika, and Rakyat Merdeka), this research indicates the truth of assumption in agenda setting theory: what media regards as important will be regarded as important one by audiences. For further studies, those ones (salience issue and valence issue) should be tested (T-test and studying more about the cause of both side coverage principle abandoning in media agenda). It should be conducted to develop agenda setting theory especially about media agenda study. Keywords: Media Agenda; Newspapers; Salience Issue;valence issue ABSTRAK Pada intinya riset ini diarahkan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tentang Agenda Media Suratkabar Ibukota terkait fenomena salience issue dan valence isu. Upaya menjawab fenomena ini sendiri dilakukan dengan cara mengacu pada konsep agenda media dalam tradisi media agenda setting theory. Dengan menggunakan metode content analysis terhadap empat suratakabar ibukota (Kompas, Media Indonesia, Republika dan Rakyat Merdeka), maka berdasarkan fenomena salience issue dan valence issue penelitian ini kembali membuktikan kebenaran akan asumsi-asumsi yang dikemukakan dalam teori agenda setting, bahwa apa yang dianggap penting oleh media juga sebagai dianggap penting oleh khalayaknya. Bagi pelaksanaan studi sejenis di masa-masa mendatang, hendaknya kedua hal tadi (uji beda dan pendalaman sebab tidak gunakannya prinsip cover "both side" dalam pengagendaan media), perlu dilakukan para peneliti guna pengembangan teori agenda setting dan khususnya menyangkut studi pada fase studi agenda media. Kata-kata kunci : Agenda Media; Suratkabar; Salience Issue ; Valence Issu
PRAKTIK PENGGUNAAN KONSEP TEORITIK DALAM PERUMUSAN MASALAH PENELITIAN KOMUNIKASI
Dalam dunia akademik/riset konsep teoritik memiliki fungsi yang vital. Kevitalan dimaksud baik dalam pendekatan kuantitatif maupun kualitatif. Terdapat persamaan dan perbedaan terkait kevitalan fungsi konsep teoritik tersebut pada kedua pendekatan penelitian tadi.Persamaannya yaitu terjadi pada fase awal penelitian, tepatnya yaitu pada upaya membuat perumusan masalah, di mana konsep teoritik berfungsi sebagai petunjuk bagi peneliti untuk melihat fenomena yang hendak dikonseptualisir. Sementara perbedaannya yaitu pada fase-fase berikutnya. Fase-fase berikut dimaksud, misalnya seperti fase kedua, atau lazim juga dikenal dengan bab Kerangka teori atau Landasan Konseptual
REPRESENTASI SIKAP MEDIA TERHADAP CALON KEPALA DAERAH
Sikap merupakan a "readiness of the psyche to act or react in a certain way" (Jung, [1921] 1971:par. 687). Dijelaskan pula bahwa sikap ini merupakan suatu konstruksi yang bersifat hipotesis yang mencerminkan suka tidak suka atau netralnya individu terhadap suatu persoalan. Ini sejalan dengan asumsi Sherif (2003.) yang dikemukakannya melalui Social Judgement Theory.-nya, bahwa dalam diri individu itu memang ada wilayah sikap yang terbagi menjadi tiga, dan masing-masing wilayah ini berisi tentang bentuk-bentuk sikap individu terhadap obyek. Tiga bentuk sikap tadi terdiri dari : latitude of acceptance (sikap menerima) ; latitude of non commitment (netral) ; latitude of rejection (sikap menolak). Namun, ke mana pilihan bentuk sikap ini ditentukan, maka menurut Sherif ini dipengaruhi oleh faktor ego involvement, yaitu relevansi individu dengan sesuatu obyek sikap.
REPRESENTASI IDEOLOGI MEDIA DI BALIK WACANA CALON GUBERNUR (Analisis Framing Versi Gamson dan Modigliani terhadap Wacana Pilgub Sulsel 2018 dalam Pemberitaan Tribunnews.com edisi Rabu, 23 Maret 2016)
Berlatarbelakangkan mengemukanya wacana cagub Sulsel 2018 di media, penelitian fokus pada pengkonstruksian realitas calon gubernur Pilgub Sulsel 2018 yang dilakukan -- Tribunnews.com -Rabu, 23 Maret 2016 melalui bingkai pemberitaannya dan berupaya melihat representasi ideologi mereka di balik wacana yang dikonstruksinya melalui framing realitas calon gubernur tadi. Dengan pendekatan kualitatif berparadigma kritikal melalui analisis teks model Analisis Framing Gamson-Modigliani, penelitian menemukan bahwa : 1) pihak media memuncul sejumlah tema minor dari tema mayor “wacana Cagub Sulsel”, ketiganya yaitu “Upaya Pencitraan Cagub Ideal dalam Pilgub 2018”; “upaya khusus Pencitraan Cagub Ideal tertentu dalam Pilgub 2018” dan “upaya marginalisasi cagub dari parpol tertentu”.; 2) Ideologi yang terepresentasikan dari sejumlah tema minor tadi yaitu ideologi “Pro Nurdin Abdullah” dan “Busines interest”. Terkait gagasan Altschull bahwa bekerjanya media memang sudah tidak mungkin bisa benar-benar independen sehubungan media memang sudah merupakan agen dari pihak-pihak yang memiliki kekuasaan ekonomi, politik dan sosial serta ditambah pendapat Fairclough bahwa isi media itu harus senantiasa dicurigai dan dibongkar (unmasking) dan mengingat awak media itu menurut Althusser memang “binatang ideologis”, maka bagi konsumen isi media, hendaknya menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan dasar untuk menyikapi isi media agar dengan demikian terhindar dari hegemonisasi media dan terjebak dalam situasi false consciousness