JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
PENGARUH FAKTOR-FAKTOR EKONOMI MAKRO TERHADAP VOLUME EKSPOR KOMDITI MINYAK KELAPA DI SULAWESI UTARA
ABSTRAKSemua negara di dunia tentu tidak terlepas dari aktivitas perdagangan dengan negara lain. Seiring perkembangannya maka tiap negara memiliki komoditas andalan untuk diperdagangkan di negara lain. Setiap negara memiliki sumber daya alam yang berbeda-beda satu sama lain. Suatu negara membutuhkan komoditi yang tidak tersedia di negaranya tapi tersedia dinegara lain, maka negara tersebut akan melakukan perdagangan atau akan melakukan pertukaran komoditi dengan negara lain, sehingga terjadilah kegiatan ekspor dan impor tiap negara. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh inflasi, suku bunga dan kurs terhadap ekspor minyak kelapa di Sulawesi Utara. Metode penelitian yang digunakan ialah regresi berganda. Hasil penelitian Variabel nilai tukar, inflasi dan suku bunga secara simultan berpengaruh terhadap volume ekspor minyak kelapa di Sulawesi Utara.. Variabel nilai tukar, inlflasi, dan suku bunga secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap volume ekspor minyak kelapa di Sulawesi Utara. Kata Kunci : Inflasi, Suku Bunga, Kurs dan Ekspor ABSTRACT              All countries in the world cannot be separated from trading activities with other countries. Along with its development, each country has a mainstay of commodities to trade in other countries. Every country has natural resources that are different from one another. A country needs a commodity that is not available in its country but is available in other countries, so that country will conduct trade or will exchange commodities with other countries, so that there will be export and import activities for each country. The purpose of this study was to determine the effect of inflation, interest rates and exchange rates on coconut oil exports in North Sulawesi. The research method used is multiple regression. The results of the study. The variables of exchange rate, inflation and interest rates simultaneously affect the volume of exports of coconut oil in North Sulawesi. The variables of exchange rate, inflation and interest rates partially do not have a significant effect on the volume of coconut oil exports in North Sulawesi Keywords: Inflation, Interest Rates, Exchange Rates and Export
PENGARUH BELANJA MODAL DAN TINGKAT KEMISKINAN TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) DI PROVINSI SULAWESI UTARA
ABSTRAK Pemerintah Provnisi Sulawesi Utara disaranÂkan dalam peningkatan IPM melalui Pembangunan Infrastruktur dan pengentasan kemiskinan sesuai dengan sembilan agenda prioritas Presiden dalam Nawa Cita pada program 3 (tiga) membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan dan program 5 (lima) meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui peningkatan kualitas pendidikan dan pelatihan dengan program Indonesia Pintar, serta peningkatan kesejateraan masyarakat dengan program Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera dengam mendorong land reform.Dalam penelitian ini digunakan metode penghitungan kuadran terkecil (ordinary least square) dimana Indeks Pembangunan Manusia sebagai variabel dependen dan digunakan dua variabel independen yakni Belanja Modal dan Tingkat Kemiskinan. Data yang diteliti meliputi kemiskinan, pertumbuhan ekonomi, realisasi belanja modal, dan Indeks Pembangunan Manusia. Jenis data yang digunakan adalah data panel yaitu gabungan time series dan cross section. Dimana berdasarkan penghitungan semakin tinggi belanja modal yang dikeluarkan maka akan meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia. Kata kunci : Belanja Modal, Tingkat Kemiskinan dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM)ABSTRACTNorth Sulawesi Provincial Government is expected to increase HDI through Infrastructure Development and poverty alleviation in accordance with the nine priority agendas of the President in Nawa Cita in 3 (three) programs to build Indonesia from the periphery by strengthening the regions and villages within the framework of the unitary state and the 5 (five) improve the quality of human life of Indonesia through improving the quality of education and training with Smart Indonesia programs, as well as improving community welfare with Indonesia Work Program and Prosperous Indonesia dengam encourage land reform.In this research, the smallest quadrant calculation method (ordinary least square) where Human Development Index as dependent variable and used two independent variables namely Capital Expenditure and Poverty Level. The data studied include poverty, economic growth, capital expenditure realization, and Human Development Index. The type of data used is panel data that is a combination of time series and cross section. Where based on the calculation the higher capital expenditures incurred will increase the Human Development Index. Keywords: Capital Expenditure, Poverty Rate and Human Development Index (HDI
ANALISIS PELAKSANAAN PENGADAAN BARANG DAN JASA SECARA ELEKTRONIK (E-PROCUREMENT) DI LPSE KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Belanja Konstruksi, Belanja Konsultasi dan Belanja Barang terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018. Metode analisis data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi data panel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Secara parsial Belanja Konstruksi berpengaruh terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018, (2) Secara parsial Belanja Konsultansi berpengaruh terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018, (3) Secara parsial Belanja Barang tidak berpengaruh terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018 dan (4) Secara simultan Belanja Konstruksi, Belanja Konsultansi dan Belanja Barang berpengaruh signifikan terhadap Belanja Langsung di Satuan Kerja Perangkat Daerah Kabupaten (SKPD) Kabupaten Minahasa Tenggara tahun 2014-2018 Kata kunci : belanja konstruksi, belanja konsultansi, belanja barang, belanja langsung ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of Construction Shopping, Consultation Shopping and Goods Expenditures Shopping on Direct Shopping in the Southeast Minahasa District Work Unit (SKPD) in 2014-2018. The data analysis method that will be used in this study is the panel data regression model. The results of the study show that: (1) Partially Construction Shopping influences Direct Expenditures in the Regional Ministries Work Unit (SKPD) of Southeast Minahasa Regency in 2014-2018, (2) Partially Consultants Shopping influences Direct Expenditures in the Regional Work Units (SKPD) ) Southeast Minahasa Regency in 2014-2018, (3) Partially the Goods Shopping do not influence Direct Expenditure in the Regional Ministries Work Unit (SKPD) of Southeast Minahasa Regency in 2014-2018 and (4) Simultaneously Construction Shopping, Consultancy Shopping and Goods Shopping have a significant effect on Direct Expenditure in the Southeast Minahasa Regency 2014-2018 Regional Ministries Work Unit (SKPD) Keywords : construction shopping, consulting shopping, goods expenditures shopping, capital expenditur
ANALISIS PENGARUH BELANJA DAERAH DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN DAN KOTA DI BOLAANG MONGONDOW RAYA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Belanja Modal dan IPM terhadap pertumbuhan ekonomi di kabupaten/kota di Bolaang Mongondow Raya. Selanjutnya meproyeksi pengaruh besaran Belanja Modal dan IPM terhadap pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota seBolaang Mongondow Raya. Hubungan antara IPM dengan pertumbuhan ekonomi dijelaskan oleh teori pertumbuhan ekonomi neo klasik, antaralain Government expenditure. Penelitian ini menggunakan data sekunder yaitu data realisasi anggaran pendapatan belanja daerah diperoleh dari Direktorat Jendral Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan sedangkan data pertumbuhan ekonomi diperoleh dari BPS kabupaten/kota Bolaang Mongondow Raya. Alat analisis yang digunakan adalah program Eviews 10. Hasil Penelitian menunjukan bahwa Belanja Modal memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi 5 (lima) kabupaten/kota di Bolaang Mongondow Raya. Indeks Pembangunan Manusia memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi 5 (lima) kabupaten/kota di Bolaang Mongondow Raya.Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia, APBD ABSTRACT      This study aims to analyze the effect of Capital Expenditure and HDI on economic growth in districts/cities in Bolaang Mongondow Raya. Furthermore, projecting the effect of the amount of Capital Expenditure and HDI on the economic growth of districts/cities in Bolaang Mongondow Raya. The relationship between HDI and economic growth is explained by neo-classical economic growth theory, including government spending. This study uses secondary data, namely the realization of regional expenditure income data obtained from the Directorate General of Fiscal Balance of the Ministry of Finance while economic growth data is obtained from the BPS Regency/City Bolaang Mongondow Raya. The analytical tool used is the Eviews 10 program. The results show that Capital Expenditures have a positive and significant impact on the economic growth of 5 (five) regencies/cities in Bolaang Mongondow Raya. The Human Development Index has a positive and significant influence on the economic growth of 5 (five) regencies/cities in Bolaang Mongondow Raya.Keywords       :          Economic Growth, Capital Expenditure, Human Development Index, APBD
ANALISIS PENGARUH SEKTOR PERTANIAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI PROVINSI SULAWESI UTARA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh sektor pertanian dalam hal ini jumlah produksi padi, nilai tukar petani, produksi perikanan dan nilai tukar nelayan, terhadap pertumbuhan ekonomi yang ada pada 4 kabupaten yaitu Minahasa, Minahasa Tenggara, Minahasa Utara, dan Bolaang Mongondow.Pertumbuhan ekonomi merupakan presentasi kenaikan PDRB dari tahun ke tahun menurut harga konstan. sektor pertanian, khususnya produksi pangan memberikan kontribusi relatif besar terhadap PDRB. suatu perubahan tingkat kegiatan ekonomi yang berlangsung dari tahun ke tahun , untuk mengetahui tingkat pertumbuhan ekonomi harus dibandingkan pendapatan dari berbagai tahun yang dihitung berdasarkan harga berlaku atau harga konstan (Arsyad 2010)Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang diperoleh berdasarkan data yang tersedia dan bersumber dari laporan Badan Pusat Statistik. Data yang tercakup dalam penelitian ini adalah data pertumbuhan ekonomi, produksi padi, nilai tukar petani, produksi perikanan, nilai tukar nelayan pada tahun 2014-2020. Dengan metode analisis regresi data panelHasil penelitian menunjukkan produksi padi berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, nilai tukar petani tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, produksi perikanan berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, nilai tukar nelayan tidak berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi pada 4 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Utara. Kata kunci : Pertumbuhan ekonomi, Produksi Padi, Nilai Tukar Petani, Produksi Perikanan dan Nilai Tukar Nelayan ABSTRACTThis study aims to analyze the influence of the agricultural sector in this case the amount of rice production, farmers' exchange rate, fishery production and fisherman's exchange rate, on economic growth in 4 districts namely Minahasa, Southeast Minahasa, North Minahasa, and Bolaang Mongondow. Economic growth is the percentage increase in GDP from year to year at constant prices. the agricultural sector, especially food production, contributes relatively large to GRDP. a change in the level of economic activity that takes place from year to year, to find out the level of economic growth must be compared with income from various years which is calculated based on current prices or constant prices (Arsyad 2010). The data used in this study are secondary data obtained based on available data and sourced from reports from the Central Statistics Agency. The data included in this study are data on economic growth, rice production, farmer exchange rates, fishery production, fisherman exchange rates in 2014-2020. With panel data regression analysis method. The results showed that rice production had no effect on economic growth, farmers' exchange rates had no effect on economic growth, fishery production had no effect on economic growth, and fishermen's exchange rates had no effect on economic growth in 4 districts in North Sulawesi Province. Keyword : Economic Growth, Rice Production, Farmers exchange rate and production of fis
ANALISIS PENGARUH BELANJA PENDIDIKAN, PERTANIAN DAN PERIKANAN TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN PADA LIMA KABUPATEN DI SULAWESI UTARA
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengaruh belanja pendidikan, pertanian dan perikanan terhadap tingkat kemiskinan pada lima kabupaten di Sulawesi Utara. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yaitu data yang diperoleh berdasarkan data yang tersedia dan yang telah disusun dan dipublikasikan oleh lembaga atau instansi tertentu yang bersumber dari Badan Pusat Statistik, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah di lima kabupaten sampel. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi data panel.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Belanja pemerintah di sektor pendidikan berpengaruh tidak signifikan terhadap kemiskinan pada lima Kabupaten di Sulawesi Utara , (2) Belanja pemerintah di sektor pertanian berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan pada lima Kabupaten di Sulawesi Utara (3) Belanja pemerintah di sektor perikanan berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan pada lima Kabupaten di Sulawesi Utara dan (4) Secara bersama belanja pemerintah pada sektor pendidikan, pertanian dan perikanan berpengaruh signifikan terhadap kamiskinan pada lima kabupaten di Sulawesi Utara. Kata kunci:    belanja pendidikan, pertanian, perikanan, kemiskinan ABSTRACT              The purpose of this study was to determine the effect of spending on education, agriculture and fisheries on poverty levels in five districts in North Sulawesi. The data used in this research is secondary data, namely data obtained based on available data and which have been compiled and published by Central Bureau of Statistics, Regional Medium-Term Development Plans in the five sample districts. The data analysis technique used in this research is panel data regression.              The results showed that (1) Government spending in the education sector had an insignificant effect on poverty in five districts in North Sulawesi, (2) government spending in the agricultural sector had a significant effect on poverty in five districts in North Sulawesi (3) government spending in the fisheries sector. significant effect on poverty in five districts in North Sulawesi and (4) Taken together, government spending on the education, agriculture and fisheries sectors has a significant effect on poverty in five districts in North Sulawesi. Keywords: spending on education, agriculture, fisheries, povert
ANALISIS KINERJA KEUANGAN PEMERINTAH PROVINSI SULUT SERTA DAMPAKNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI
ABSTRAK Kinerja keuangan Pemerintah Daerah bertujuan untuk mendukung program-program Pemerintah Daerah, salah satunya yaitu untuk mendukung terlaksananya Pertumbuhan Ekonomi. Salah satu alat untuk menganalisis kinerja pemerintah daerah dalam mengelola keuangan daerahnya adalah dengan melakukan analisis rasio keuangan terhadap APBD yang telah ditetapkan dan dilaksanakannya. Analisis rasio keuangan indikator-indikatornya antara lain Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas dan Efisiensi pendapatan asli daerah serta Rasio Aktivitas.Sehingga dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan dapat diketahui rasio apa dalam Pengelolaan Keuangan Pemerintah Provinsi Sulut yang paling berperan dan berpengaruh dalam terlaksananya Pertumbuhan Ekonomi dengan mengambil tempat pada Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah Provinsi Sulawesi Utara.Dalam penelitian ini digunakan metode Analisa Linier Berganda dimana Pertumbuhan Ekonomi sebagai variabel dependen dan digunakan tiga variabel independen yakni Rasio Kemandirian, Rasio Efektivitas dan Efisiensi pendapatan asli daerah serta Rasio Aktivitas. Dengan menggunakan data LRA yang diambil pada Badan Pengelola Keuangan Dan Aset Daerah dan data PDRB pada situs Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara. Kata kunci : Kinerja Keuangan, Kemandirian, Efektivitas Dan Efisiensi, Aktivitas, Pertumbuhan Ekonomi ABSTRACT The financial performance of Local Government aims to support the programs of Local Government, one of which is to support the implementation of Economic Growth. One tool to analyze the performance of local governments in managing their regional finances is to conduct financial ratio analysis of APBD that has been established and implemented. Financial ratio analysis of the indicators include Independence Ratio, Effectiveness Ratio and Efficiency of local revenue and Activity Ratio.So that with this research is expected to know what ratio in Financial Management of Government of North Sulawesi Province which play the most role and influential in the implementation of Economic Growth by taking place at Financial Management Board And Asset Region of North Sulawesi Province.In this study used the method of Multiple Linear Analysis where Economic Growth as a dependent variable and used three independent variables namely Ratio Independence, Effectiveness Ratio and Efficiency of local revenue and Ratio Activity. By using LRA data taken at the Regional Finance and Asset Management Board and GDP data on the Central Bureau of Statistics of North Sulawesi. Keywords: Financial Performance, Independence, Effectiveness And Efficiency, Activity, Economic Growt
PENGARUH PENGAWASAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA MANADO
ABSTRAK Berubahnya sistem pemerintahan dari sentralisasi menjadi desentralisasi, menuntut pembangunan yang merata di setiap daerah sehingga pembangunan yang tadinya dilaksanakan secara terpusat diberikan kepada daerah untuk mengatur daerahnya sendiri. Kebijakan pemerintah dibidang otonomi daerah pada dasarnya dimaksudkan untuk menata ulang hubungan antara pusat dan daerah dalam berbagai tugas dan tanggung jawab yang menyangkut urusan penyelenggaraan pemerintahan. Inspektorat merupakan suatu lembaga pengawasan di lingkungan pemerintah daerah, baik untuk tingkat provinsi, kabupaten atau kota memaikan peran yang sangat penting dan signifikan untuk kemajuan dan kebersihan pemerintah daerah dan perangkat daerah di lingkungan pemerintah daerah dalam menyelenggarakan pemerintahan di daerah dan mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan. Dengan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat atas penyelenggaraan pemerintah yang bersih, adil, transparan dan akuntabel harus disikapi dengan serius dan sistematis.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis apakah pengawasan berpengaruh terhadap APBD dan pertumbuhan ekonomi di Kota Manado. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis jalur (Path Analysis). Hasil penelitian menunjukan bahwa Anggaran Pengawasan Reguler berpengaruh negatif tidak signifikan secara statistik terhadap APBD. Anggaran Pengawasan Khusus berpengaruh positif tidak signifikan secara statistik terhadap APBD Kota Manado. Anggaran Pengawasan Reguler berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap Pertumbuhan Ekonomi. Variabel Anggaran Pengawasan Khusus berpengaruh positif tidak signifikan secara statistik terhadap Pertumbuhan Ekonomi dan variabel APBD berpengaruh positif signifikan secara statistik terhadap Pertumbuhan Ekonomi Kota Manado. Kata kunci: Anggaran Pengawasan, APBD, Pertumbuhan Ekonomi  ABSTRACT The change in the government system from centralization to decentralization requires demand for equitable development in each region so that the development that was carried out centrally was given to the regions to regulate their own regions. Government policy in the area of regional autonomy is basically intended to rearrange relations between the center and the regions in various tasks and responsibilities concerning the affairs of administering the government. The Inspectorate is a supervisory institution within the local government, both at the provincial, district or city levels displaying a very important and significant role for the progress and cleanliness of regional government and regional apparatus in the local government in carrying out governance in the regions and achieving the goals and objectives set. With the increasing demands of the community for the administration of a clean, fair, transparent and accountable government, it must be taken seriously and systematically. The purpose of this study is to analyze whether supervision influences the regional budget and economic growth in the city of Manado. The analysis technique used is path analysis. The results showed that the Regular Oversight Budget had a negative effect not statistically significant on the APBD. The Special Supervision Budget has a positive and not statistically significant effect on the Manado City Budget. The Regular Oversight Budget has no significant negative effect on Economic Growth. The Special Supervision Budget variable has a positive and not statistically significant effect on Economic Growth and the APBD variable has a statistically significant positive effect on the Economic Growth of the City of Manado. Keywords: Supervision Budget, Regional Budget, Economic Growt
ANALISIS PENGARUH BANTUAN SOSIAL (PKH DAN KUBE) TERHADAP TINGKAT KESEJAHTERAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh bantuan sosial (PKH dan KUBE), terhadap tingkat kesejahteraan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Program Keluarga Harapan merupakan subsidi terhadap pengeluaran rumah tangga untuk pendidikan dan kesehatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, sedangkan alat analisis menggunakan Regresi Linear Berganda. Bantuan sosial yang dimaksud adalah program PKH (Program Keluarga Harapan) yang diberikan pada rumahtangga miskin untuk membantu beban pengeluaran rumahtangga terutama berhubungan dengan pendidikan dan kesehatan. PKH sebagai program bantuan bersyarat membuka akses keluarga miskin terutama ibu hamil dan anak untuk memanfaatkan berbagai fasilitas layanan kesehatan dan layanan pendidikan yang tersedia. PKH juga memberikan perlindungan bagi penyandang disabilitas dan lanjut usia. PKH menjadi episentrum dan center of excellence penanggulangan kemiskinan. Program KUBE (Kelompok Usaha Bersama) yang diberikan untuk pemberdayaan pendapatan rumahtangga lewat kelompok masyarakat. KUBE merupakan kelompok keluarga miskin yang dibentuk, tumbuh, dan berkembang atas prakarsanya dalam melaksanakan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan sosial keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui besarnya pengaruh dari Program PKH dan KUBE terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode analisis yang digunakan adalah Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian variasi perubahan peningkatan kesejahteraan rumahtangga 65,4% disebabkan oleh variasi perubahan jumlah bantuan sosial (PKH dan KUBE) yang diterima rumahtangga. 34,6% disebabkan oleh bantuan-bantuan sosial lainnya yang diberikan pemerintah baik pusat dan daerah pada Keluarga Penerima Manfaat di Kabupaten Minahasa Tenggara. Kata Kunci         : PKH, KUBE dan Tingkat Kesejahteraan Masyarakat ABSTRACTThe intended social assistance is the FHP (Family Hope Program) program that is given to poor households to help with the burden of household expenses, especially in relation to education and health. FHP as conditional aid program to open access of poor families, especially pregnant women and children to take advantage of a variety of health care facilities and education services available. FHP also provides protection for persons with disabilities and elderly people. FHP becomes the epicenter and center of excellence for poverty alleviation. The KUBE (Joint Business Group) program is provided to empower household income through community groups. KUBE is a group of poor families formed, growing, and developing on their initiative in implementing Productive Economic Enterprises (UEP) to increase family income and social welfare. The research objective was to determine the magnitude of the influence of the PKH and KUBE Program on improving the welfare of the community in Southeast Minahasa Regency. The analytical method used is Ordinary Least Square (OLS). The results of research on changes in changes in household welfare 65.4% caused by variations in changes in the amount of social assistance (FHP and KUBE) received by households. 34.6% was due to other social assistance provided by the central and regional government to Beneficiary Families in Southeast Minahasa Regency. Keyword         : FHP, KUBE and Public welfar
PENGARUH PAD DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP BELANJA DAERAH SERTA ANALISIS FLYPAPER EFFECT PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2005-2016
ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh PAD dan Dana Perimbangan terhadap Belanja Daerah pada Provinsi Sulawesi Utara dan tujuan lain dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terjadi Flypaper Effect pada Provinsi Sulawesi Utara tahun 2005-2016. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa PAD berpengaruh signifikan terhadap Belanja Daerah dan Dana Perimbangan tidak berpengaruh signifikan terhadap Belanja Daerah. PAD berpengaruh signifikan terhadap Belanja Daerah namun Dana Perimbangan tidak berpengaruh signifikan terhadap Belanja Daerah. Selama periode penelitian tidak terjadi Flypaper Effect pada Provinsi Sulawesi Utara. Kata Kunci : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Perimbangan, Belanja Daerah dan Flypaper Effect. ABSTRACT            The purpose of this study is to determine the effect of PAD and Balancing Fund on Regional Expenditure in North Sulawesi Province and another purpose of this research is to find out whether there is Flypaper Effect in North Sulawesi Province 2005-2016. Analyzer used is multiple linear regression analysis. The result of the research shows that PAD has significant influence to the regional expenditure and the balancing fund has no significant effect to the regional expenditure. PAD has a significant effect on Regional Expenditure but Balancing Fund has no significant effect on Regional Expenditure. During the period of study did not occur Flypaper Effect on North Sulawesi Province. Keywords: Local Original Income (PAD), Balancing Fund, Regional Expenditure and  Flypaper Effect