JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR PENENTU PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA/KABUPATEN SE SULAWESI UTARA
ABSTRAKPembangunan Ekonomi adalah merupakan salah satu upaya dalam rangka mendukung pelaksanaan salah satu prioritas yang tercantum dalam Prioritas Pembangunan Nasional, yaitu mempercepat pemulihan ekonomi dan memperkuat landasan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan berkeadilan berdasarkan sistem kerakyatan. Penetapan prioritas tersebut mendasarkan pada masalah dan tantangan yang dihadapi serta arah kebijakan dalam pembangunan ekonomi, baik pembangunan jangka pendek maupun jangka menengah (Propenas 2002-2004). Tujuan utama dari pembangunan ekonomi itu sendiri adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara Nasional maupun daerah, yang dinilai berdasarkan laju pertumbuhan ekonominya. Pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan untuk dicapai tak bisa hanya berjalan sendiri, namun ada beberapa faktor penting yang perlu untuk menjadi perhatian dan bahan pertimbangan dalam menunjang target pencapian pertumbuhan ekonomi. Dalam penelitian ini, peneliti ingin mengetahui faktor-faktor manakah yang mempengaruhi pertumbuhan itu sendiri dan seberapa besar pengaruh masing-masing faktor tersebut. Objek penelitian ini di kota/kabupaten di Sulawesi Utara.  Dari hasil estimasi regresi berganda ternyata pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung di pengaruhi oleh variabel belanja pemerintah dan luas lahan. Artinya, dengan adanya pertambahan belanja pemerintah akan memberikan pengaruh yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung. Belanja pemerintah Kota Bitung sudah mampu mendorong pertumbuhan yang ada di kota tersebut begitu juga dengan luas lahan sudah mampu memberikan kontribusi yang positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Bitung. Akan tetapi variabel investasi di Kota Bitung memberikan pengaruh yang negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan belum mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Variabel investasi memberikan pengaruh yang positif bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Kotamobagu. Ternyata Investasi yang ada di Kota Kotamobagu mampu mendorong dan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di kota tersebut. Tetapi belanja pemerintah dan luas lahan di Kota Kotamobagu memberikan pengaruh yang negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah tesebut dan tidak memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi yang signifikan. Kepulauan Sangihe untuk variabel belanja pemerintah, investasi dan luas lahan memberikan pengaruh positif terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah tersebut akan tetapi belum mampu mendorong dan memberikan kontribusi yang signifikan. Variabel belanja pemerintah, investasi dan luas lahan memberikan pengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Manado. Ternyata belanja pemerintah di Kota Manado tidak memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi begitu juga dengan investasi yang dilakukan dan luas lahan yang bertambah di Kota Manado tidak memberikan dorongan pertumbuhan ekonomi secara signifikan. Kata Kunci : Belanja Pemerintah, Investasi, Luas Lahan dan Pertumbuhan Ekonom
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA INDUSTRI PERBANKAN LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA DALAM MENGHADAPI MEA
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DIVIDEND PAYOUT RATIO PADA INDUSTRI PERBANKAN LQ45 DI BURSA EFEK INDONESIA DALAM MENGHADAPI MEA Sri Murni Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Jurusan Manajemen Universitas Sam Ratulangi, Manado ABSTRAK Kebijakan dividen pada industri perbankan merupakan kebijakan yang sangat penting, sebab akan melibatkan dua pihak yaitu pemegang saham dan manajemen bank yang mempunyai kepentingan yang berbeda. Dividen diartikan sebagai pembayaran kepada pemegang saham oleh perusahaan atas keuntungan yang diperolehnya. Semakin besar laba yang ditahan, semakin kecil laba yang akan dibagikan pada para pemegang saham. Kebijakan dividen dalam penelitian ini dijelaskan dengan Dividend PayOut Ratio (DPR). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Loan to Deposit Ratio, Debt to Equity Ratio, Growth, Return On Asset, dan Firm Size terhadap Devidend Payout Ratio secara simultan dan parsial pada industri perbankan yang masuk dalam LQ 45. Metode analisis data yang di gunakan dalam penelitian ini adalah metode asosiatif dengan teknik analisis Regresei Berganda dan pengujian asumsi klasik, Data yang dipergunakan adalah data sekunder yang bersumber dari Indonesia Capital Market Directory (ICMD), serta annual report dari Indonesia Stock Exchange (IDX) berupa laporan keuangan periode tahun 2009-2015 industri perbankan  yang masuk pada LQ 45. Hasil analisis menunjukkan Loan to Deposit Ratio, Debt to Equity Ratio, Growth, Return On Asset, dan Firm Size secara simultan berpengaruh terhadap Devidend Payout Ratio, sedangkan secara parsial Growth dan ROA berpengaruh signifikan terhadap Divdend Payout Ratio, sementara Loan to Deposit Ratio, Debt to Equity Ratio, dan Firm Size tidak berpengaruh signifikan terhadap Dividend Payout Ratio. Kata kunci : LDR, DER, Growth, ROA, Firm Size, Dividend Payout Ratio ABSTRACT Dividend policy in the banking industry is a very important policy, because it would involve two parties, ie shareholders and bank management have different interests. Dividends are defined as payments to shareholders by the company on the profits earned. The greater the retained earnings, the smaller the profit will be distributed to shareholders. Dividend policy in this study are described by the Dividend payout ratio (DPR). This study aims to determine the effect of the Loan to Deposit Ratio, Debt to Equity Ratio, Growth, Return on Assets, and Firm Size of the dividend Payout Ratio simultaneously and partially in the banking industry are included in the LQ 45. Data analysis methods used in the study this is a method of associative analysis techniques Regresei Multiple and testing classical assumptions, data used is secondary data obtained from the Indonesian Capital Market Directory (ICMD), as well as the annual report from the Indonesia Stock Exchange (IDX) in the form of financial statements of the period 2009-2015, the industry banks that entered the LQ 45. the analysis showed Loan to Deposit Ratio, Debt to Equity Ratio, Growth, Return on Assets, and Firm Size simultaneously affect the dividend payout ratio, while partial Growth and ROA significantly influence Divdend Payout Ratio, while the Loan to Deposit Ratio, Debt to Equity Ratio, and Firm Size does not significantly influence the Dividend Payout Ratio. Keywords : LDR, DER, Growth, ROA, Firm Size, Dividend Payout Rati
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH KUNJUNGAN DAN NILAI EKONOMI KEBUN RAYA BOGOR
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH KUNJUNGAN DAN NILAI EKONOMI KEBUN RAYA BOGORYuzuardi Haban, Rosalina A.M. Koleangan, George M.V. KawungFakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu EkonomiUniversitas Sam Ratulangi, ManadoABSTRAK Penelitian ini memiliki dua tujuan, tujuan yang pertama untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor yang diduga mempengaruhi jumlah kunjungan individu ke Kebun Raya Bogor dengan menggunakan analisis regresi berganda, faktor-faktor tersebut antara lain biaya perjalanan (travel cost), pendapatan (income), umur (age), tingkat pendidikan (education), persepsi kualitas (quality) dan pengaruh substitusi (substitution) tempat wisata sejenis. Tujuan yang kedua adalah untuk mengestimasi nilai ekonomi Kebun Raya Bogor dengan menggunakan salah satu metode penilaian ekonomi yaitu Travel Cost Method (TCM) atau metode biaya perjalanan, sebuah metode berdasarkan survei yang menggunakan biaya perjalanan ke suatu lokasi tujuan untuk mengestimasi fungsi permintaan akan lokasi tersebut. Dengan menerapkan fungsi permintaan dalam model regresi hubungan antara jumlah kunjungan dan variabel yang mempengaruhi jumlah kunjungan dapat diperoleh. Hal ini membuat metode travel cost memungkinkan untuk mengestimasi surplus konsumen yang nilainya digunakan untuk mewakili nilai ekonomi Kebun Raya Bogor. Objek penelitian yang dipilih adalah Kebun Raya Bogor yang merupakan salah satu obyek wisata terkenal di Kota Bogor, Provinsi Jawa Barat. Data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sampel sejumlah 100 pengunjung Kebun Raya Bogor. Kata kunci: Penilaian Ekonomi, Travel Cost Method, Tempat Wisata, Surplus KonsumenABSTRACT This study has two objectives, the first objective was to determine the influence of the factors suspected to affect the number of individual visits to the Bogor Botanical Garden by using multiple regression analysis, these factors include travel cost, income, age, education level, perceived quality and substitution effect similar sites. The second objective is to estimate the economic value of the Bogor Botanical Gardens using one of the methods of economic assessment is Travel Cost Method (TCM), a method based on a survey using the cost of traveling to a destination for estimating function will request that location. By applying the demand function in the regression model the relationship between the number of visits and the variables that influence the number of visits can be obtained. This makes the travel cost method allows to estimate the consumer surplus value is used to represent the economic value of the Bogor Botanical Gardens. The selected research object is the Bogor Botanical Garden which is one of the famous sights of the city of Bogor, West Java Province. The data used in this study using a sample of 100 visitors Bogor Botanical Gardens. Keywords: Economic Evaluation, Travel Cost Method, Tourism, Consumer Surplu
KAJIAN TINGKAT PENGANGGURAN TERBUKA PEREMPUAN DI KOTA MANADO
KAJIAN TINKGAT PENGANGGURAN TERBUKA PEREMPUAN DI KOTA MANADO Sutomo Wim Palar, Een N. Walewangko. Albert T. Londa Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Ekonomi Pembangunan Universitas Sam Ratulangi, Manado ABSTRAK Masalah pengangguran merupakan salah satu masalah utama makro ekonomi yang menjadi penghambat pembangunan daerah karena akan meninmbulkan masalah-masalah sosial lainnya. Daya serap pasar kerja selain terbatas yang menyebabkan banyaknya angkatan kerja yang menganggur ternyata masalah permintaan tenaga kerja dengan tingkat keahlian khusus membuat tenaga kerja yang ada tidak terserap oleh pasar kerja. Jika tingkat pengangguran di suatu negara relatif tinggi, hal tersebut akan menghambat pencapaian tujuan pembangunan ekonomi yang telah dicita-citakan.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pengangguran perempuan, faktor-faktor dominan yang menyebabkan pengangguran yang ada di Kota Manado, dan menganalisis sektor potensial yang menyerap tenaga kerja perempuan sesuai dengan kualifikasi pencari kerja perempuan yang ditersedia.Pengangguran adalah seseorang yang sudah digolongkan dalam angkatan kerja yang sedang aktif mencari pekerjaan pada suatu tingkat upah tertentu tetapi tidak dapat memperoleh pekerjaan yang diinginkannya. Data yang di gunakan adalah sekunder yaitu data Sakernas dan Sakerda Tahun 2012. Serta data primer yang diperoleh dari informasi rumahtangga, perusahaan dan kegiatan pemerintah daerah berhubungan dengan aktivitas perempuan di Kota Manado. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif untuk menghasilkan identifikasi berbagai karakteristik pencari kerja perempuan. Dan metode inferensia untuk melihat pola perilaku dan hubungan-hubungan antar variabel yang diduga menjadi faktor yang signifikan mempengaruhi pengangguran perempuan di Kota Manado. Kata Kunci : Ketenagakerjaan, Pengangguran ABSTRACT The problem of unemployment is one of the major macroeconomic problems that become an obstacle for regional development will meninmbulkan other social problems. Labor market absorption in addition to the limited labor force which caused the number of unemployed turned out the problem of labor demand with a specific skill level to make the existing workforce is not absorbed by the labor market. If the unemployment rate is relatively high in a country, it would hinder the achievement of economic development goals that have aspired. This study aims to identify the characteristics of female unemployment, the dominant factors that cause unemployment in the city of Manado, and analyze the potential sectors that absorb women's employment in accordance with the qualifications of women job seekers are often insufficient.Unemployment is someone who has been classified in the workforce who are actively looking for a job at a certain wage level but can not get a job he wanted. Data used was secondary that Sakernas and Sakerda 2012. As well as primary data obtained from the information of households, enterprises and regional activities related to the activities of women in the city of Manado. The method used is descriptive method for the identification of various characteristics of female job seekers. And methods of inference to see patterns of behavior and relationships between variables thought to be a significant factor affecting the female unemployment in the city of Manado. Keywords: Employment, Unemploymen
ANALISIS PENGARUH INVESTASI, TENAGA KERJA DAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEMISKINAN DI PROPINSI SULAWESI UTARA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah investasi (PMDN dan PMA), jumlah tenaga kerja dan tingkat pendidikan, terhadap pertumbuhan ekonomi dan dampaknya terhadap kemiskinan di Sulawesi Utara. Adapun data yang digunakan penulis dalam penelitian ini adalah data sekunder berjenis time series sejak tahun 2003 hingga tahun 2015 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Sulawesi Utara.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis Path. Hasil analisis menunjukkan investasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi begitu juga dengan tenaga kerja yang memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, Tingkat Pendidikan juga memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Sedangkan investasi memberikan pengaruh tidak langsung yang signifikan terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Utara, akan tetapi tenaga kerja secara tidak langsung belum bisa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemiskinan melalui pertumbuhan ekonomi. Tingkat Pendidikan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemiskinan. Pertumbuhan ekonomi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kemiskinan di Sulawesi Utara. Kata Kunci : investasi, tenaga kerja, tingkat pendidikan, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, Analisis Path
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN ALOKASI UMUM TERHADAP BELANJA LANGSUNG DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA BITUNG
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH DAN ALOKASI UMUM TERHADAP BELANJA LANGSUNG DAN DAMPAKNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DI KOTA BITUNG Feronika, Vekie A. Rumate, Een N. Walewangko Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Magister Ilmu EkonomiUniversitas Sam ratulangi ABSTRAK Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan salah satu komponen utama pemerintah daerah dalam menunjang alokasi anggaran pembangunan yang juga ditunjang oleh pemerintah pusat melalui pengalokasian Dana Alokasi Umum guna meningkatkan Belanja Langsung dan tujuan akhirnya adalah peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan adanya pertumbuhan ekonomi daerah diharapkan akan memberi efek domino dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.Dalam penelitian ini digunakan analisis path atau analisis jalur untuk mengetahui seberapa besar pengaruh dua variable independen terhadap satu variable ndependent dan pengaruh secara tidak langsung terhadap variable dependen kedua. Dimana didapatkan hasil positif antara pendapatan asli daerah dan dana alokasi umum terhadap belanja langsung dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Bitung.Kata kunci : Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Belanja Langsung, Pertumbuhan Ekonomil ABSTRACT Local Revenue is one of the main components of local government in supporting the development budget allocation is also supported by the central government through the allocation of general allocation funds in order to increase direct expenditure and the final goal is the improvement of the regional economy. With the region's economic growth is expected to be also a positive domino effect and impact on improving people's welfare.This study used path analysis or path analysis to determine how much influence the two variables are independent of one variable independent and indirect influence on both the dependent variable. Where the positive results obtained between the local revenue and general allocation of funds towards direct spending and its impact on economic growth in the city of Bitung. Keywords :    Local revenue, General Allocation Fund, Direct Expenditure, Economic Growt
PENGARUH BELANJA PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI KOTA BITUNG
PENGARUH BELANJA PEMERINTAH TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI KOTA BITUNG Yeni Saarce Magdalena Lantu, Rosalina A.M. Koleangan, Tri Oldy RotinsuluEkonomi Pembangunan – Fakultas Ekonomi dan BisnisUniversitas Sam ratulangi ABSTRAKAlokasi belanja dari pemerintah daerah merupakan salah satu indikator percepatan pembangunan yang terjadi di daerah, dimana alokasi belanja ini kemudian dibagi dalam dua kategori utama yakni belanja langsung dan belanja tidak langsung.Melalui penelitian ini akan dibuktikan bagaimana alokasi belanja langsung dan belanja tidak langsung memberi pengaruh terhadap perkembangan perekonomian di kota Bitung yang dilihat dari pertumbuhan ekonomi serta bagaimana pengaruhnya terhadap tingkat kemiskinan yang terjadi. Penelitian ini sendiri akan menggunakan regresi berganda sebanyak dua kali, untuk melihat pengaruh masing-masing variabel independent terhadap masing-masing variabel dependent. Kata kunci: Belanja langsung, Belanja Tidak Langsung, Pertumbuhan Ekonomi, Kemiskinan.ABSTRACT              The allocation of expenditure from local government is one of the indicators of the acceleration of development that occurs in the region, where the allocation of expenditure is then divided into two main categories namely direct expenditure and indirect spending.Through this research will be proved how the allocation of direct expenditure and indirect spending gives effect to the economic development in the city of Bitung seen from the economic growth and how its influence on the level of poverty that occurred. This research alone will use multiple regression twice, to see the influence of each independent variable to each dependent variable . Keywords: Direct Expenditure, Indirect Expenditure, Economic Growth, Poverty.Â
ANALISIS PENGARUH BELANJA LANGSUNG DAN BELANJA TIDAK LANGSUNG TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN DAMPAKNYA TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI SULAWESI UTARA TAHUN 2010–2015
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengetahui dan menjelaskan pengaruh belanja langsung dan belanja tidak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan terhadap pengentasan kemiskinan baik secara langsung maupun tidak langsung pada kabupaten/kota Provinsi Sulawesi Utara tahun 2010 - 2015.           Penelitian ini menggunakan data sekunder yang berupa data belanja langsung, belanja tidak langsung, PDRB dan angka kemiskinan. Data diperoleh dari BPS Provinsi Sulawesi Utara, Badan Perencanaan Penelitian dan Pembangunan Daerah Provinsi Sulawesi Utara dan Badan Pengelolaan Keuangan dan Barang Milik Daerah Provinsi Sulawesi Utara. Untuk keperluan analisis dalam penelitian ini maka digunakan data panel di 15 (lima belas) kabupaten/kota yang ada di Provinsi Sulawesi Utara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini analisis jalur untuk melihat pengaruh baik secara langsung maupun tidak langsung antara variabel eksogen dan endogen.           Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, belanja langsung tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Kedua, belanja tidak langsung berpengaruh signifikan terhadap belanja langsung tidak berpengaruh terhadap pengentasan kemiskinan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kelima, belanja tidak langsung berpengaruh terhadap pengentasan kemiskinan baik secara langsung maupun tidak langsung. Kata kunci :    Belanja Langsung, Belanja Tidak Langsung, Pertumbuhan Ekonomi dan Kemiskina
SEKTOR BASIS DAN KEBUTUHAN INVESTASI KOTA BITUNG DALAM MENGHADAPI KAWASAN EKONOMI KHUSUS
ABSTRAK Salah satu tolok ukur perekonomian suatu daerah adalah petumbuhan ekonomi. Petumbuhan ekonomi menunjukan sejauh mana aktivitas perekonomian menghasilkan tambahan pendapatan masyarakat sekaligus dapat menentukan keberhasilan pembangunan yang telah dicapai dan menentukan arah pembangunan selanjutnya. Salah satu dari sekian upaya yang dilakukan adalah mendorong laju pertumbuhan ekonomi dengan menciptakan peluang investasi (Brahmanputra, 2009:4). Tujuan dari penelitian ini untuk melihat sektor basis yang ada di Kota Bitung dan bagaimana kebutuhan investasi di Kota Bitung. Teknik analisis yang digunakan adalah Locationt quetiont (LQ) dan ICOR. Hasil yang didapat Dari 17 sektor dalam perekonomian Kota Bitung, hanya tiga sektor yang teridentifikasi sebagai sektor basis yaitu sektor Industri Pengolahan kemudian sektor Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang dan sektor transportasi dan pergudangan. Kebutuhan investasi sektor industri Rp 317.291.206 juta. Kebutuhan investasi sektor  Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang Rp 1.804.663,5 juta. Kebutuhan investasi transportasi dan pegudangan Ulang Rp 203.263.017,9 juta. Kata Kunci: PDRB, Sektor Basis, ICO