JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
ANALISIS DAMPAK BELANJA MODAL TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN ANGKA KEMISKINAN KOTA-KOTA DI SULAWESI UTARA
ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penggunaan anggaran APBD berdasarkan Belanja Modal terhadap pertumbuhan ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara, untuk mengetahui pengaruh penggunaan anggaran APBD berdasarkan Belanja Modal terhadap angka kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara dan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi Terhadap Angka Kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksplanatif dengan pendekatan asosiatif. Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan dua variabel atau lebih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada model 1 : Belanja Peralatan dan Mesin secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara. Belanja Bangunan dan Gedung secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara. Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan Ekonomi Kota-kota di Sulawesi Utara. Dan Pada model 2 : Belanja Peralatan dan Mesin secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Angka Kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara. Belanja Bangunan dan Gedung secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap Angka Kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara. Belanja Jalan, Irigasi dan Jaringan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Angka Kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara dan Pertumbuhan Ekonomi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap Angka Kemiskinan Kota-kota di Sulawesi Utara. Kata kunci: belanja modal, pertumbuhan ekonomi, angka kemiskinan ABSTRACT The purpose of this study was to determine the effect of using the APBD budget based on Capital Expenditures on the economic growth of Cities in North Sulawesi, to determine the effect of using the APBD budget based on Capital Expenditures on poverty rates in North Sulawesi and to determine the effect of economic growth on Poverty Cities in North Sulawesi. The type of research used is explanative research with an associative approach. Associative research is research that aims to determine the relationship of two or more variables. The results of the study show that in Model 1: Equipment and Machine Expenditure partially has a significant effect on the growth of the Economics of Cities in North Sulawesi. Partial Building and Building Expenditures have no significant effect on the growth of the Cities' Economy in North Sulawesi. Road, Irrigation and Network Expenditure partially have a significant effect on the growth of the Cities' Economy in North Sulawesi. And in Model 2: Equipment and Machine Expenditure partially does not have a significant effect on the Poverty Rate of Cities in North Sulawesi. Partial Building and Building Expenditures have no significant effect on the Poverty Rate of Cities in North Sulawesi. Road, Irrigation and Network Expenditure partially has a significant effect on the Poverty Rate of Cities in North Sulawesi and Economic Growth partially has a significant effect on the Poverty Rate of Cities in North Sulawesi. Keywords: capital expenditure, economic growth, poverty rate
PENGARUH PARTISIPASI MASYARAKAT DAN TRANSPARANSI DALAM PENGELOLAAN DANA DESA TERHADAP PENYUSUNAN APBDESA TALAWAAN KECAMATAN TALAWAAN KABUPATEN MINAHASA UTARA TAHUN 2017
ABSTRAK Dana desa pada intinya dipergunakan untuk kesejahteraan warga, mendorong pembangunan infrastruktur, perekonomian warga dan jenis pemberdayaan lainnya. Dana desa yang dikucurkan pemerintah pusat maupun dari APBD harus diumukan secara transparansi pada publik , hal tersebut untuk menghindari terjadinya penyelewengan dana, kecurigaan publik dan supaya pembangunan di desa dapat berlangsung secara kondusif.Penelitian ini dilaksanakan didesa Talawaan Kecamatan Talawaan Kabupaten Minahasa Utara dan tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh partisipasi masyarakat dan transparansi dalam pengelolaan dana desa terhadap APBDesa yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian ini akan melihat pengaruh dan hubungan kausal antara variabel bebas (independent variable) yaitu partisipasi masyarakat dan transparansi pengelolaan dana desa dengan variabel terikat (dependent variable) yaitu APBDesa Talawaan. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda, termasuk didalamnya koefisien korelasi berganda, koefisian determinasi berganda serta uji t dan uji f. Dari hasil penelitian ini menjelaskan bahwa partisipasi masyarakat dan transparansi kebijakan publik berpangaruh secara signifikan terhadap penyusunan APBDesa. Dengan demikian dapat diketahui bahwa setiap kali terjadi perubahan partispasi masyarakat dan transparansi kebijakan publik maka akan mempengaruhi penyusunan APBDesa. Kata kunci : Partisipasi masyarakat, transparansi, dana desa dan APBDesa. ABSTRACT The village fund is essentially used for the welfare of citizens, promoting infrastructure development, citizen economy and other types of empowerment. Village funds disbursed by the central government as well as from the APBD must be publicly announced in transparency, in order to avoid misappropriation of funds, public suspicion and village development to be conducive.              This research was conducted in Talawaan Village Talawaan Subdistrict of North Minahasa Regency and the purpose of this study was to analyze the influence of community participation and transparency in village fund management to APBDesa aimed to know the relationship between two variables or more. This study will look at the influence and causal relationship between independent variable (independent variable) that is community participation and transparency of village fund management with dependent variable (APBDesa Talawaan). The method of analysis used in this study is multiple linear regression, including the multiple correlation coefficient, multiple determination coefficient and t test and f test.              From the results of this study explains that public participation and public policy transparency have a significant effect on the preparation of APBDesa. Thus it can be seen that every time there is a change of public participation and public policy transparency it will affect the preparation of APBDesa. Keywords: Community participation, transparency, village funds and APBDesa
ANALISIS PENGARUH SISTEM PENGENDALIAN INTERN PEMERINTAH (SPIP), PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN PENGAWASAN KEUANGAN DAERAH TERHADAP NILAI INFORMASI LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH KOTA BITUNG
ABSTRAKBerdasarkan hasil pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Kota Bitung pada Tahun Anggaran 2011 sampai 2017 mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian. Penulis ingin mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi nilai informasi laporan keuangan pemerintah Kota Bitung. Untuk itu penulis melakukan analisis apakah Nilai informasi laporan keuangan dipengaruhi oleh faktor-faktor : Sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan keuangan daerah.Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan kuesioner sebanyak 120 kuesioner, yang dibagikan kepada responden yang merupakan Kepala dan staf Bagian Keuangan pada Perangkat Daerah di Kota Bitung. Data diolah dengan menggunaakan SPSS 16.Setelah data dianalisis, ditemukan bahwa semua faktor diatas berpengaruhi signifikan positif terhadap nilai informasi laporan keuangan Pemerintah Kota Bitung. Artinya, jika sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan keuangan daerah semakin baik maka nilai informasi dari laporan keuangan yang dihasilkan pemerintah akan semakin baik pula. Kata Kunci : nilai informasi, sistem pengendalian intern pemerintah, pemanfaatan teknologi informasi dan pengawasan keuangan daerah. ABSTRACTBased on the result of the Bitung city Government Financial Report Fiscal Year 2011 to 2017 received opinions Wajar Tanpa Pengecualian. The writer wanted to know the factors that infuluence the value of information on the financial statements of the Bitung city government.. For this reason, the writer analyses whether the information value of government financial is influenced by several factors : the system of intern control, information technology utilization and the control of regional finance. This research was conducted by giving questionnaires as many as 120 questionnaires, which were distributed to respondents who were the Head and staff of PD’s acounting departement in Bitung City. Data is processed using SPSS 16.After the data were analyzed, it was found that all of the above factors had a significant positive effect on the value of the financial statements of the Bitung City Government. That is, if the government internal control system, the utilization of information technology and regional financial supervision is getting better, the value of information from the financial statements produced by the government will be better also.   Keywords : information value, government internal control system, the utilization of information technology and regional financial supervisio
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BELANJA DAERAH DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh yang diberikan oleh Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) terhadap alokasi belanja daerah. Adapun secara teoritis factor-faktor yang mempengaruhi belanja daerah di Kabupaten Minahasa Tenggara. Pendapatan Asli Dareah (PAD) merupakan semua penerimaan daerah yang berasal dari sumber ekonomi asli daerah. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder. Alat analisis yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) berpengaruh signifikan terhadap belanja daerah. Dapat disimpulkan bahwa Pendapatan Asli Daerah (PAD), Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Bagi Hasil (DBH) mampu meningkatkan belanja daerah di Kabupaten Minahasa Tenggara. Kata kunci:  Belanja Daerah, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, Dana Bagi Hasil, Pendapatan Asli Daerah ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of the Regional Original Revenue (PAD), General Allocation Fund (DAU), Special Allocation Fund (DAK), and Revenue Sharing Fund (DBH) on regional expenditure allocations. As for the theoretical factors that influence regional spending in Southeast Minahasa Regency. Original Dareah Income (PAD) is all regional revenue that comes from the original regional economic sources. The data used in this research is secondary data. The analytical tool used is multiple linear regression analysis. The results showed that the Regional Original Income (PAD), the General Allocation Fund (DAU), the Special Allocation Fund (DAK), the Revenue Sharing Fund (DBH) had a significant effect on regional spending. It can be concluded that the Regional Original Income (PAD), the General Allocation Fund (DAU), the Special Allocation Fund (DAK), the Revenue Sharing Fund (DBH) are able to increase regional spending in Southeast Minahasa Regency. Keywords: Regional Expenditure, General Allocation Fund, Special Allocation Fund, Production Sharing Fund, Local Own Incom
ANALISIS PENDAPATAN USAHA TANI SALAK DI DESA PANGU KECAMATAN RATAHAN TIMUR
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh harga, modal, pengaruh luas lahan dan pengaruh pendidikan terhadap pendapatan usaha petani salak di Kecamatan Ratahan Timur.Harga adalah satu-satunya elemen yang menghasilkan pendapatan semua elemen lainnya yang hanya mewakili harga. Secara teoritis harga berpengaruh terhadap pendapatan., Modal berpengaruh terhadap tingkat produksi yang dihasilkan, dan luas lahan berpengaruh terhadap produktifitas yang dihasilkan, serta tingkat pendidikan yang tinggi akan memberikan pendapatan yang tinggi pula.Metode analisis yang di gunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan data primer yang di peroleh dari tanya jawab dengan petani yang meliputi data tentang harga, modal, luas lahan, pendidikan petani serta pendapatan yang di terima satu kali musim panen, kepada petani salak sebanyak 50 orang.Hasil penelitian menunjukan bahwa harga berpengaruh terhadap pendapatan, modal berpengaruh terhadap pendapatan, luas lahan berpengaruh terhadap pendapatan dan tingkat pendidikan berpengaruh terhadap pendapatan usaha tani salak di Kecamatan Ratahan Timur.Jika pendapatan meningkat maka tingkat kesejahteraan petani salak juga mengalami peningkatan yang didukung oleh kebijakan pemerintah daerah dalam mendukung pendapatan petani salak lewat cara pengemasan produk yang lebih menarik bagi pembeli. Kata Kunci :        Harga, Modal, Luas Lahan, Pendidikan, Pendapatan Usaha Tani Salak. ABSTRACT              The purpose of this study was to analyze the effect of price, capital, the effect of land area and the effect of education on the business income of salak farmers in East Ratahan District.Price is the only income generating element all the other elements represent only price. Theoretically, prices affect income, capital affects the level of production produced, and land area affects the resulting productivity, and high levels of education will also provide high income.The analytical method used is multiple regression analysis using primary data obtained from questions and answers with farmers which includes data on prices, capital, land area, farmer education and income received once the harvest season, to 50 salak farmers. .The results showed that the price had an effect on income, capital had an effect on income, land area had an effect on income and the level of education had an effect on salak farming income in Ratahan Timur District.If the income increases, the welfare level of salak farmers will also increase, which is supported by local government policies to support the income of salak farmers by packaging the product that is more attractive to buyers. Keywords: Price, Capital, Land Size, Education, Salak Farmers' Business Income
PENGARUH PERENCANAAN ANGGARAN TERHADAP PENYERAPAN ANGGARAN DI LINGKUNGAN INIVERSITAS SAM RATULANGI
ABSTRAK Penganggaran merupakan suatu unsur atau bagian penting dalam sebuah perencanaan yang dibuat suatu entitas melalui tahap formulasi strategis terhadap alokasi sumber daya sebagai upaya pencapaian tujuan yang tergambar dalam visi dan misi suatu organisasi atau perusahaan. Anggaran dapat digunakan sebagai alat perencanaan biaya dan pendapatan, komunikasi, motivasi, serta sebagai alat pengendali bagi atasan (superior) kepada bawahannya (subordinates). Perencanaan menjadi faktor yang mempengaruhi serapan anggaran karena masih adanya anggapan bahwa tidak semua anggaran yang diusulkan akan disetujui, sehingga anggaran yang diusulkan lebih besar dari yang dibutuhkan tanpa memperhatikan kebutuhan riil di lapangan dan kemudahan dalam implementasinya. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana pengaruh belanja pegawai, belanja barang dan belanja modal terhadap penyerapan anggaran DIPA. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitan menunjukan bahwa anggaran belanja pegawai berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap penyerapan anggaran DIPA. Begitu juga dengan belanja barang yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran DIPA. Belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap penyerapan anggaran DIPA Kata Kunci: Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal dan Anggaran DIPA  ABSTRACT Budgeting is an important element or part of a plan made by an entity through the stage of strategic formulation of the allocation of resources as an effort to achieve the goals reflected in the vision and mission of an organization or company. The budget can be used as a cost and income planning tool, communication, motivation, and as a controlling tool for superiors (superior) to subordinates (subordinates). Planning is a factor that influences budget absorption because there is still an assumption that not all proposed budgets will be approved, so that the proposed budget is bigger than needed without regard to real needs in the field and ease of implementation. The purpose of this study is to analyze how the influence of employee spending, goods expenditure and capital expenditure on the absorption of the DIPA budget. The analysis technique used is multiple regression analysis. The research results show that the employee budget has a positive and statistically significant effect on the absorption of the DIPA budget. Likewise, the expenditure of goods has a positive and significant effect on the absorption of the DIPA budget. Capital expenditure has a positive and significant effect on the absorption of the DIPA budget Keywords: Employee Expenditures, Goods Expenditures, Capital Expenditures and DIPA Budge
PENGARUH PDRB, INFLASI DAN SUKU BUNGA TERHADAP TINGKAT TABUNGAN MASYARAKAT PADA BANK SULUTGO
ABSTRAKSuatu daerah dapat dikatakan bertumbuh dan berkembang apabila adanya perkembangan perekonomian yang mana ditunjukkan dengan semakin meningkatnya permintaan akan barang dan jasa. Perubahan Permintaan yang tinggi dari masyarakat akan dapat meningkatnya jumlah uang beredar dan akan meyebabkan inflasi. Inflasi memiliki peran terhadap jumlah dana yang disimpan masyarakat di bank. Disamping tingkat suku bunga yang ditawarkan, inflasi juga memegang peran penting dalam mempengaruhi perilaku masyarakat untuk menabung. Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara menyeluruh. Inflasi yang tinggi akan mengurangi nilai riil dari uang yang disimpan, dengan kata lain Inflasi adalah peristiwa yang cenderung mendorong naiknya tingkat harga. Selain PDRB dan inflasi, faktor yang turut mempengaruhi pertumbuhan perbankan melalui peningkatan jumlah tabungan masyarakat adalah tingkat suku bunga simpanan.Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis apakah PDRB, laju inflasi, dan tingkat suku bunga berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat tabungan masyarakat pada tahun 2006 - 2015. Teknik analisis yang digunakan adalah data sekunder kurun waktu (time series).Dan hasil penelitian menunjukan bahwa PDRB mempunyai pengaruh terhadap tingkat tabungan masyarakat Sulawesi Utara, sedangkan Inflasi dan Suku Bunga secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap tingkat tabungan masyarakat di Sulawesi Utara. Kata Kunci; PDRB, Inflasi dan Suku Bunga ABSTRACT                   An area can be said to grow and expand if there is an economic development which is indicated by the increasing demand for goods and services. Changes The high demand from the public will be able to increase the money supply and will lead to inflation. Inflation has a role to the amount of funds deposited by the public at the bank. In addition to the interest rates offered, inflation also plays an important role in influencing the behavior of people to save. Inflation is an increase in the price of goods and services as a whole. High inflation will reduce the real value of the money saved, in other words Inflation is an event that tends to push up the price level. In addition to GRDP and inflation, factors that influence growth banking through an increase in the amount of public savings is the deposit interest rate.                   The purpose of this research is to analyze whether PDRB, inflation rate, and interest rate have positive and significant influence to community saving level in 2006-2015. The analysis technique used is time series data.                   And the results of the study show that GRDP has an influence on the savings rate of the people of North Sulawesi, while Inflation and Interest Rates together do not affect the level of community savings in North Sulawesi. Key Word : PDRB, Inflation, Interest Rate
ANALISIS KONTRIBUSI BADAN USAHA MILIK DAERAH (BUMD) TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH PROVINSI SULAWESI UTARA (STUDI DI PT. BANK SULUTGO)
ABSTRAK Dalam susunan PAD, perusahaan BUMD memiliki peranan dalam mengisi pos Pendapatan Daerah Lainnya yang Sah. Pos ini merupakan pendapatan yang didapat dari bagian laba penyertaan modal yang dilakukan pemerintah daerah/kabupaten dalam upaya peningkatan dan pengembangan (Kasmir; 2010). Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kontribusi PT. Bank SulutGo dalam PAD, dan mengetahui pertumbuhan kontribusi PT. Bank SulutGo terhadap PAD. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan Pendapatan Asli Daerah ternyata mempunyai hubungan yang tidak terlalu besar dengan pembagian dividen badan usaha milik daerah sehingga kontribusi peningkatan yang terjadi pada pembagian dividen masih belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan asli daerah. Pendapatan asli daerah juga masih belum bisa memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi yang ada di Sulawesi Uatara. Secara keseluruhan bahwa baik pembagian dividen, Pendapatan Asli Daerah dan pertumbuhan ekonomi masih belum mempunyai hubungan yang signifikan sehingga peningkatan yang terjadi di pembagian dividen belum memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pendapatan asli daerah dan belum memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi. Kata Kunci: PAD, badan usaha milik daerah (BUMD) ABSTRACT In the composition of PAD, BUMD companies have a role in filling in the post of other legitimate regional income. This post is income derived from the share of capital participation made by the regional/  district government in an effort to improve and develop (Kasmir; 2010). The purpose of this study was to determine the level of contribution of PT. SulutGo Bank in PAD, and knowing the growth of PT. SulutGo Bank towards PAD. Data analysis using quantitative descriptive analysis. The results of the study show that the Regional Original Income turned out to have a not too large relationship with the dividend distribution of regional-owned enterprises so that the increase in contribution that occurred in dividend distribution still did not contribute significantly to local revenue. Local revenue also still cannot provide a significant influence on economic growth in Sulawesi Uatara. Overall that both dividend distribution. Regional Original Income and economic growth still do not have a significant relationship so that the increase in dividend distribution has not provided a maximum contribution to local revenue and has not contributed significantly to economic growth. Keyword: PAD, regional-owned enterprise (BUMD
ANALISIS KETERSEDIAAN PANGAN POKOK DAN POLA KONSUMSI PANGAN RUMAH TANGGA PETANI DI KECAMATAN PASAN, TOMBATU TIMUR DAN BELANG KABUPATEN KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahui dan menganalisis ketersediaan pangan pokok Di Kecamatan Pasan, Tombatu Timur Dan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara, (2) untuk mengetahui dan menganalisis pola konsumsi pangan rumah tangga petani Di Kecamatan Pasan, Tombatu Timur Dan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara dan (3) untuk mengetahui perbandingan produksi pangan dengan konsumsi pangan rumah tangga petani Di Kecamatan Pasan, Tombatu Timur Dan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara. Jenis penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif dengan teknik analisis data deskriptif. Sampel penelitian mengambil 3 Kecamatan yaitu Kecamatan Pasan, Tombatu Timur Dan Belang Kabupaten Minahasa Tenggara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Ketersediaan pangan pokok yang diukur dengan produksi total Produksi padi paling tinggi yaitu pada Kecamatan Tombatu Timur dan produksi total terendah pada Kecamatan Pasan. Produksi jagung paling tinggi yaitu pada Kecamatan Pasan dan produksi total terendah pada Kecamatan Tombatu Timur. Produksi kedelai paling tinggi yaitu pada Kecamatan Belang dan produksi total terendah pada Kecamatan Tombatu Timur. Produksi ikan paling tinggi yaitu pada Kecamatan Belang dan produksi total terendah pada Kecamatan Tombatu Timur. Produksi telur paling tinggi yaitu pada Kecamatan Belang dan produksi total terendah pada Kecamatan Tombatu Timur. (2) Pola Konsumsi pangan yang diukur dengan kebutuhan pangan Kebutuhan dan pola makan untuk Rumah tangga dan per orang yang tertinggi berada pada Kecamatan Pasan dan yang terenda berada pada Kecamatan Tombatu Timur. Kebutuhan pangan yang paling banyak dikonsumsi adalah padi dan ikan. Pola Konsumsi pangan yang diukur dengan pendapatan menunjukkan bahwa pendapatan masyarakat berada pada kisaran Rp 500.000-Rp 1.500.000 dan jumlah anggota keluarga paling banyak yaitu sebanyak 2 orang dan (3) Produksi pangan pokok yang terdiri dari padi, jagung, kedelai, ikan dan telur lebih tinggi daripada konsumsi pangan pokok. Hal tersebut dilihat dari selisih produksi pangan pokok dan konsumsi pangan pokok adalah positif yang berarti surplus. Kata kunci: ketersediaan pangan pokok, pola konsumsi pangan ABSTRACTThe aims of this study were (1) to determine and analyze the availability of staple food in Pasan, East Tombatu and Belang Districts, Southeast Minahasa Regency, (2) to determine and analyze the food consumption patterns of farmer households in Pasan, East Tombatu and Belang sub-districts, Southeast Minahasa Regency and (3) to find out the comparison of food production with household food consumption of farmers in Pasan, East Tombatu and Belang Districts, Southeast Minahasa Regency. This type of research is a type of descriptive research with descriptive data analysis techniques. The research sample took 3 sub-districts, namely Pasan, East Tombatu and Belang Districts, Southeast Minahasa District. The results showed that (1) Availability of staple food as measured by total production. The highest rice production was in East Tombatu District and the lowest total production was in Pasan District. The highest corn production was in Pasan District and the lowest total production was in East Tombatu District. The highest soybean production was in Belang District and the lowest total production was in East Tombatu District. The highest fish production was in Belang District and the lowest total production was in East Tombatu District. The highest egg production was in Belang District and the lowest total production was in East Tombatu District. (2) The pattern of food consumption as measured by food needs. The highest dietary needs and patterns for households and per person are in Pasan District and the lowest are in East Tombatu District. The most consumed food needs are rice and fish. The pattern of food consumption as measured by income shows that people's incomes are in the range of Rp. 500,000-Rp. 1,500,000 and the maximum number of family members is 2 people and (3) Production of staple foods consisting of rice, corn, soybeans, fish and eggs higher than staple food consumption. It can be seen from the difference between staple food production and staple food consumption is positive, which means a surplus.  Keywords: staple food availability, food consumption pattern
ANALISIS DANA TRANSFER PUSAT TERHADAP BELANJA PEMERINTAH DAERAH (Kasus Kota Manado, Bitung, Tomohon dan Kotamobagu)
ABSTRAKTujuan dari penelitian ini ialah untuk melihat bagaimana pengaruh dana transfer pusat terhadap belanja pemerintah daerah di kota-kota di Provinsi Sulawesi Utara. Dengan metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi. Data yang digunakan data sekunder dimana data yang diambil dari Badan Pusat Statistik Provisi Sulawesi Utara Tahun 2014-2018. Alat analisis yang digunakan ialah eviews 8. Hasil penelitian menunjukan bahwa dana alokasi umum berpengaruh negative dan signifikan terhadap belanja modal, dana alokasi khusus berpengaruh positif dan signifikan terhadap belanja modal dan dana bagi hasil berpengaruh negatif akan tetapi tidak signifikan terhadap belanja modal di Provinsi Sulawesi Utara.Kata Kunci : DAU, DAK, DBH dan Belanja Modal  ABSTRACTThe purpose of this study is to see how the influence of central transfer funds on local government spending in cities in North Sulawesi Province. The analytical method used is regression analysis. The data used is secondary data where the data is taken from the Central Bureau of Statistics for North Sulawesi Province 2014-2018. The analytical tool used is eviews 8. The results show that general allocation funds have a negative and significant effect on capital expenditures, special allocation funds have a positive and significant effect on capital expenditures and profit sharing funds have a negative but not significant effect on capital expenditures in North Sulawesi Province.  Keywords: DAU, DAK, DBH and Capital Expenditur