JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Not a member yet
    249 research outputs found

    ANALISIS DAMPAK PENGEMBANGAN SEKTOR PARIWISATA TERHADAP PEREKONOMIAN DAN PENGENTASAN KEMISKINAN DI PROVINSI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    ABSTRAK            Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pengembangan sektor pariwisata terhadap perekonomian di Provinsi Sulawesi Utara, pengaruh pengembangan sektor pariwisata terhadap pengentasan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara dan pengaruh perekonomian terhadap pengentasan kemiskinan di Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan metode analisis jalur. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pengembangan sektor pariwisata memiliki pengaruh positif dan bersifat signifikan terhadap perekonomian Sulut, Secara statistik pengembangan sektor pariwisata baik secara langsung maupun tidak langsung melalui perekonomian Sulut, tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengentasan kemiskinan  dan Koefisien jalur dari perekonomian Sulut terhadap pengentasan kemiskinan bersifat negatif. Hal ini berarti peningkatan perekonomian Sulut bisa memiliki potensi untuk mengurangi jumlah penduduk miskin di Provinsi Sulawesi Utara. Hanya saja, sangat disayangkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan perekonomian Sulut tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengentasan kemiskinan. Hasil analisis data pada persamaan sub struktural 1 dan 2 dalam penelitian ini memberikan kesimpulan bahwa, pengembangan sektor pariwisata yang berkembang pesat di Sulawesi Utara hanya berhasil meningkatkan Perekonomian di Sulut secara signifikan, tetapi tidak bisa menanggulangi jumlah penduduk miskin yang ada di Sulut secara signifikan. Kata kunci:    Pengembangan Sektor Pariwisata, Perekonomian, Pengentasan Kemiskinan ABSTRCTThe purpose of this research is to find out the effect of the tourism development on the economy in North Sulawesi province, the effect of the tourism development on the poverty alleviation in North Sulawesi province, and the effect of the economy on the poverty alleviation in North Sulawesi province. This research applies Path Analysis Method. The result of the research shows that the tourism development positively and significantly affect the economy of North Sulawesi Province. Statistically, the direct and indirect tourism development through North Sulawesi Province economy, do not significantly affect the poverty alleviation and the path coefficient from North Sulawesi economy on the poverty alleviation remains negative. This proves that the economi in North Sulawesi can potencially reduce poverty. However, it is unfortunately that the research also shows us that the economic of North Sulawesi does not significantly affect the poverty alleviance. The data analysis result on the sub structural 1 and 2 in this research concludes that the tourism's rapid development in North Sulawesi can only raise the economic but fails to reduce the poverts in North Sulawesi significantly. Keywords: Tourism development, economy, poverty alleviation

    ANALISIS PENGARUH FAKTOR-FAKTOR PRODUKSI PENGOLAHAN IKAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

    Get PDF
    ABSTRAK Perikanan merupakan salah satu sektor penggerak perekonomian di Indonesia mengingat potensi sumber daya alam yang sangat besar sehingga Indonesia dikenal sebagai Negara Maritim karena besarnya potensi kekayaan laut dan perikanan yang dimiliki. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat bagaimana pengaruh faktor-faktor produksi pengolahan ikan terhadap pendapatan rumah tangga industri pengolahan ikan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Metode analisis yang digunakan ialah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal kerja dan tenaga kerja berpengaruh positif akan tetapi tidak signifikan secara statistik terhadap pendapatan rumah tangga industri pengolahan ikan sedangkan bahan baku berpengaruh positif dan signifikan secara statistik terhadap pendapatan rumah tangga industri pengolahan ikan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Secara Bersama-sama atau silmutan modal kerja, tenaga kerja dan bahan baku berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga industri pengolahan ikan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Kata Kunci : Modal, Tenaga Kerja, Bahan Baku dan Pendapatan Rumah Tangga ABSTRACT               Fisheries are one of the sectors driving the economy in Indonesia given the huge potential of natural resources so that Indonesia is known as a Maritime Country because of the large potential of marine and fishery wealth it has. The purpose of this study was to see how the influence of fish processing production factors on household income of the fish processing industry in Southeast Minahasa Regency. The analytical method used is multiple regression. The results showed that working capital and labor had a positive but not statistically significant effect on fish processing industry household income, while raw materials had a positive and statistically significant effect on fish processing industry household income in Southeast Minahasa Regency. Together or simultaneously working capital, labor and raw materials affect the household income of the fish processing industry in Southeast Minahasa Regency. Keywords: Capital, Labor, Raw Materials and Household Incom

    ANALISIS FAKTOR PENENTU PENDAPATAN RUMAH TANGGA NELAYAN DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, usia nelayan, lamanya melaut, pengalaman dan biaya operasional (modal) secara bersama-sama terhadap hasil tangkapan/produksi nelayan. (2) Mengetahui pengaruh secara parsial antara tingkat pendidikan, usia nelayan, lamamnya melaut, pengalaman dan biaya operasional (modal)  terhadap hasil tangkapan/produksi nelayan dan (3) Mengetahui pengaruh hasil tangkapan/produksi nelayan terhadap pendapatannya.Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Minahasa Tenggara dan jenis data yang digunakan adalah data primer dengan melakukan interview langsung ke 50 rumahtangga nelayan yang ada 3 kecamatan utama yaitu Kecamatan Belang, Pusomaen dan Ratatotok,Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat Pendidikan tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Umur tidak memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Lama melaut berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Pengalaman memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Biaya Operasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Tingkat pendidikan, umur, lama melaut, pengalaman dan biaya opersioanl secara bersama-sama memberikan pengaruh terhadap hasil tangkapan atau produksi nelayan; Hasil tangkapan nelayan sangat berpengaruh positif terhadap pendapatan nelayan.Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara sebaiknya lebih konsentrasi lagi untuk meningkatkan pendapatan nelayan dengan memberikan stimulan biaya operasioanl dan kemudahan kepada nelayan untuk medapatkan modal usaha Kata Kunci: Pendapatan Rumah Tangga Nelayan, Tingkat Pendidikan, Umur, Lama Melaut, Pengalaman, Biaya Operasional dan Produksi Nelayan. ABSTRACTFactors that affect fishermen's income are: education, age of fishermen, length of sea, experience and operational costs (capital). This study aims to (1) Know the influence of education level, age of fishermen, length of sea, experience and operational costs (capital) together on the catch / production of fishermen. (2) To know the partial influence between the level of education, the age of fishermen, the length of sea, experience and operational costs (capital) on the catch / production of fishermen and (3) Knowing the influence of fishermen's catch / production on their income.The research was conducted in Southeast Minahasa Regency and the type of data used is primary data by conducting direct interviews to 50 fishing houses in 3 main sub-districts namely Belang, Pusomaen and Ratatotok.Les résultats ont montré que le niveau d’éducation n’affecte pas la capture ou la production des pêcheurs; L’âge n’affecte pas la capture ou la production des pêcheurs; La longueur de la mer a un effet positif et significatif sur la capture ou la production des pêcheurs; L’expérience a une influence positive et significative sur la capture ou la production des pêcheurs; Les coûts opérationnels ont un effet positif et significatif sur la capture ou la production des pêcheurs; Le niveau d’éducation, l’âge, la longueur de la mer, l’expérience et le coût de l’opersioanl affectent ensemble les prises ou la production des pêcheurs; Les prises des pêcheurs ont un effet très positif sur le revenu des pêcheurs.The Government of Southeast Minahasa Regency is more focused on increasing the income of fishermen by providing stimulants of operational costs and convenience to fishermen to obtain business capital. Key words: Fishermen's Household Income, Education Level, Age, Length of Sea, Experience,       Operational Costs and Production of Fisherme

    PENGARUH PENDIDIKAN, JUMLAH ANGGOTA KELUARGA DAN PENGALAMAN KERJA TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN MINAHASA

    Get PDF
    ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis  pengaruh pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan pengalaman kerja terhadap pendapatan rumah tangga di kabupaten Minahasa. Dengan menggunakan sampel rumah tangga di kecamatan Langowan Barat dengan total responden sebanyak 156 rumah tangga.Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan variabel bebas adalah tingkat pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan pengalaman kerja dan variabel terikatnya adalah tingkat pendapatan rumah tangga di kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial pendidikan dan pengalaman kerja berpengaruh signifikan terhadap pendapatan rumah tangga di kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa. Sebaliknya, jumlah anggota keluarga tidak berpengaruh. Secara simultan tingkat pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan pengalaman kerja kepala keluarga memberikan pengaruh signifikan pada peningkatan pendapatan rumah tangga di kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa.Variasi perubahan naik turunnya pendapatan rumah tangga secara signifikan dipengaruhi oleh variasi perubahan pendidikan kepala keluarga, jumlah anggota keluarga dan pengalaman kerja kepala keluarga di kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa. Kata kunci: Pendidikan, Jumlah anggota keluarga, Pengalaman kerja, Pendapatan                    rumah tangga. ABSTRACT The purpose of this study was to analyze the effect of education of the head family, number of family members and work experience on household income in kabupaten Minahasa. By using a sample of households in the kecamatan West Langowan with a total respondents of 156 household.The analytical method used multiple regression with the independent variable is the level of education of the head of the family, the number of family members and work experience and the dependent variable is the level of household income in kecamatan Langowan Barat, kabupaten Minahasa.The research results showed that partially education and work experience have a significant effect on household income in the kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa. Conversely, the number of family members has no effect. Simultaneously the level of education of the head of the family, the number of family members and work experience of the head of the family have a significant influence on increasing household income in the kecamatan Langowan Barat kabupaten Minahasa. The variation of the dependent variable changes 48.13% due to the variation of the independent variable changes. Keywords: Education, Number of family members, Work Experience, Household                    Incom

    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KUALITAS PELAYANAN PERIZINAN PADA DINAS PENANAMAN MODAL DAN PELAYANAN TERPADU SATU PINTU DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh organisasi, kepemimpinan, kemampuan dan ketrampilan, penghargaan dan pengakuan terhadap kualitas pelayanan perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Minahasa Tenggara.Penelitian ini menggunakan bentuk penelitian survei dengan pendekatan kuantitatif. Responden yang dijadikan sampel sebanyak 67 (enam puluh tujuh) orang yang terdiri atas masyarakat yang mengurus suatu jenis pelayanan di  Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu di Kabupaten Minahasa Tenggara sebanyak 47 orang dan 20 orang pegawai kantor. Teknik analisa data menghitung korelasi serta pengujian korelasi dengan metode Spearmanrho, yaitu: Organisasi terhadap kualitas pelayanan, kepemimpinan terhadap kualitas pelayanan, Kemampuan dan keterampilan terhadap kualitas pelayanan, penghargaan dan pengakuan terhadap kualitas pelayanan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa organisasi berpengaruh terhadap kualitas pelayanan ,  kepemimpinan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan, kemampuan dan keterampilan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan, penghargaan dan pengakuan berpengaruh terhadap kualitas pelayanan.Dari keempat faktor yang berhubungan tersebut, faktor kemampuan dan ketrampilan memiliki tingkat signifikansi yang sangat signifikan terhadap kualitas pelayanan. Kata Kunci :pelayanan publik,  organisasi, kepemimpinan, kemampuan pegawai  dan  pengakuan serta penghargaan ABSTRACT               This study aims to analyze the influence of the organization, leadership, abilities and skills, appreciation and recognition of the quality of licensing services at the One Stop Investment and Integrated Services Agency in Southeast Minahasa Regency.This study uses a survey research form with a quantitative approach. Respondents who were sampled were 67 (sixty seven) people consisting of people who manage a type of service at the Investment Service and One Stop Integrated Service in Southeast Minahasa Regency as many as 47 people and 20 office employees. The data analysis technique calculates the correlation and correlation testing with the Spearmanrho method, namely: Organization for service quality, leadership for service quality, ability and skills for service quality, appreciation and recognition of service quality.The results showed that organization had an effect on service quality, leadership had an effect on service quality, ability and skills had an effect on service quality, recognition and recognition had an effect on service quality.               Keywords   : public services quality , organization, leadership, employee ability, recognition and appreciatio

    ANALISIS PERANAN SEKTOR BASIS DAN NON BASIS DALAM PENYERAPAN TENAGA KERJA (STUDI KASUS EMPAT KOTA DI SULAWESI UTARA)

    Get PDF
    ABSTRAKBerubahnya struktur perekonomian dari sentralisasi menjadi desentralisasi menjadi jalan bagi pemerintah daerah untuk lebih maksimal dalam memanfaatkan dan mengelola sumber-sumber ekonomi yang dimilikinya, meskipun tidak sedikit masalah yang dihadapi dalam pelaksanaannya  Kegiatan ekonomi daerah dari sudut pandang konsep basis ekonomi dikelompokkan ke dalam dua sektor yakni sektor basis dan sektor non basis. Pengelolaan perekonomian masing-masing daerah secara tepat berdasarkan pada pengelolaan sektor basis dan sektor non basis, baik dalam kebijakan maupun dalam masalah penganggaran selanjutnya akan membuat sektor-sektor perekonomian yang dimiliki dapat secara langsung maupun tidak langsung meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Salah satu cara agar kesejahteraan masyakat dapat ditingkatkan adalah dengan membuka lapangan usaha baru atau meningkatkan penyerapan tenaga kerja di daerah. Hasil penelitian dengan analisis LQ yaitu: Pertama, di Kota Manado terdapat sebelas sektor basis dan enam sektor non basis dari tujuh belas sektor ekonomi yang ada, sektor basis yang paling dominan di Kota Manado adalah sektor jasa. Kedua, Kota Bitung hanya terdapat tiga sektor basis dan sisanya empat belas sektor non basis dari tujuh belas sektor ekonomi yang ada, sektor basis yang paling dominan di Kota Bitung adalah sektor industri. Ketiga, di Kota Tomohon terdapat delapan sektor basis dan sembilan sektor non basis dari tujuh belas sektor ekonomi yang ada, sektor basis di Tomohon cukup beragam mulai dari sektor pertambangan hingga sektor jasa. Sedangkan yang terakhir, di Kota Kotamobagu terdapat sembilan sektor basis dan delapan sektor non basis dari tujuh belas sektor ekonomi yang ada, sektor basis di Kotamobagu lebih dominan pada sektor jasa.Sedangkan hasil shift shere keempat kota memiliki perekonomian yang tumbuh cepat, maju,Kota  Manado, Kota Bitung dan Kota Tomohon memiliki daya saing tinggi sedangkan Kota Kotamobagu memiliki daya saing yang rendah tetapi kinerja perekonomian daerah keempat kota unggul. Kata Kunci: Sektor Basis, Location Quotient (LQ), Shift Share(SS) ABSTRACTThe changing structure of the economy from centralization to decentralization has become a way for local governments to be more maximal in utilizing and managing their economic resources, although not a few problems are faced in implementing regional economic activities from the standpoint of economic base concepts grouped into two sectors, namely sectors base and non base sector. The proper management of the economies of each region based on the management of the base sector and the non-base sector, both in policy and in budgeting issues will then make the economic sectors owned directly or indirectly improve the welfare of the community. One way to improve people's welfare is by opening new business fields or increasing employment in the region. The results of the LQ analysis are: First, in Manado City there are eleven basic sectors and six non-base sectors from seventeen existing economic sectors, the most dominant base sector in Manado City is the service sector. Second, Bitung City has only three basic sectors and the remaining fourteen non-base sectors out of seventeen economic sectors exist, the most dominant base sector in Bitung City is the industrial sector. Third, in Tomohon City there are eight basic sectors and nine non-base sectors out of seventeen economic sectors, the base sector in Tomohon is quite diverse ranging from the mining sector to the service sector. While the last, in Kotamobagu City there are nine basic sectors and eight non-base sectors from seventeen economic sectors, the base sector in Kotamobagu is more dominant in the service sector. While the results of the shift shere are four cities that have fast-growing, advanced economies, Manado City , Bitung City and Tomohon City have high competitiveness while Kotamobagu City has low competitiveness but the economic performance of the four cities is superior. Keywords: Base Sector, Location Quotient (LQ), Shift Share (SS

    ANALISIS RENCANA PEMBANGUNAN DESA DI KABUPATEN MINAHASA (Studi Kasus Penggunaan Dana Desa di Desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan)

    Get PDF
    ABSTRAKMembangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan merupakan salah satu agenda “Nawacita†dari Presiden Joko Widodo untuk pembangunan desa di Indonesia. Penting bagi para perencana kebijakan pembangunan desa memperhatikan prinsip-prinsip keberlangsungan, keterbukaan dan pertanggung jawaban sehingga aspek-aspek ini pun mendukung pada pengunaan dana desa. Membangun kemandirian desa dalam kerangka Desa Membangun harus dimulai dari proses perencanaan desa yang baik, dan diikuti dengan tatakelola program yang baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menilai dampak perencanaan pembangunan desa di Kabupaten Minahasa dalam mendukung pengunaan dana desa di Desa Manembo Kecamatan Langowan Selatan. Untuk mengetahui peran strategis evaluasi pengunaan dana desa, dalam mendukung perencanaan pembangunan Kabupaten Minahasa.Rancangan penelitian yang digunakan berupa deskriptif. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif. Dalam penelitian ini direncanakan observasi non-behavioral dan behavioral akan dilakukan. Pengamatan akan dilakukan pada physical, process maupun secara spatial analysis. Mempertimbangkan analisis data yang akan diperoleh melalui wawancara semi-structure dan observasi, content analysis dipilih menjadi teknik analisis data. Konten sumber data yang di analisis dapat berupa konten tertulis, rekaman suara dan video dari hasil wawancara maupun hasil pengamatan observasi. Kata Kunci: Pembangunan Desa, Pengunaan Dana Desa, Perencanaan dan Evaluasi, Content Analysis ABSTRACK              Building Indonesia from the periphery by strengthening regions and villages within the framework of a unitary state is one of the "Nawacita" agendas of President Joko Widodo for village development in Indonesia. It is important for village development policy planners to pay attention to the principles of sustainability, openness and accountability so that these aspects also support the use of village funds. Building village independence within the framework of the Village Building must begin with a good village planning process, followed by good program management. This study aims to describe and assess the impact of village development planning in Minahasa                 District in supporting the use of village funds in Manembo Village, South Langowan District. To find out the strategic role of evaluating the use of village funds, in supporting Minahasa District's development planning.The research design used was descriptive. The analytical method used in this study is qualitative analysis. In this study planned non-behavioral and behavioral observations will be carried out. Observations will be made on the physical, process and spatial analysis. Considering data analysis to be obtained through semi-structure and observation interviews, content analysis is chosen as a data analysis technique. The content of the data sources analyzed can be in the form of written content, sound recordings and videos from the results of interviews and observational observations. Keywords: Village Development, Village Fund Use, Planning and Evaluation, Content Analysi

    ANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN DANA DESA TERHADAP PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI KECAMATAN RATATOTOK KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

    Get PDF
    ABSTRAKTujuan Penelitian ini adalah untuk Mengetahui dampak Dana Desa (DD) dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) secara bersama-sama terhadap perekonomian masyarakat  di Kecamatan Ratatotok Kabupaten Minahasa Tenggara.Dana Desa (DD) adalah serangkaian usaha dan kebijakan yang bertujuan untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat. Sejalan dengan berjalanannya waktu, disadari bahwa pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak serta merta dapat mengatasi masalah pengangguran, kemiskinan di perdesaan, distribusi pendapatan yang timpang.Metode Analisis yang di gunakan adalah analisis regresi berganda dengan menggunakan data sekunder dan data primer  yang di peroleh dari pengisian kuisioner dengan masyarakat yang meliputi tentang dana desa, indeks pembangunan manusia, pertumbuhan ekonomi kepada Aparatur Sipil Negara, Wiraswasta dan Nelayan di Kecamatan Ratatotok.Hasil Penelitian menunjukkan adanya dana desa yang telah digunakan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, perencanaan dan penganggaran pembangunan di tingkat desa dalam pemberdayaan masyarakat, serta peningkatkan pembangunan infrastruktur dan pelayanan pada masyarakat Kecamatan Ratatotok dalam rangka pengembangan kegiatan sosial dan ekonomi masyarakat.Jika Penggunaan Dana Desa di pergunakan dengan baik maka tingkat kesejahteraan masyarakat juga mengalami peningkatan yang di dukung oleh kegiatan prioritas Desa dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Desa Kata Kunci: Dana Desa, Indeks Pembangunan Manusia, Pertumbuhan ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the impact of the Village Fund (DD) and Human Development Index (HDI) together on the economy of the community in Ratatotok District, Southeast Minahasa Regency.The Village Fund (DD) is a series of efforts and policies aimed at improving the standard of living of the community. As time goes by, it is realized that high economic growth does not necessarily solve the problem of unemployment, rural poverty, and unequal incomeThe analysis method used is multiple regression analysis using secondary data and primary data obtained from filling out a questionnaire with the community which includes village funds, human development indexes, economic growth for State Civil Servants, Entrepreneurs and Fishermen in Ratatotok.The results showed that there are village funds that have been used to improve community welfare, development planning and budgeting at the village level in community empowerment, as well as improving infrastructure development and services for the people of Ratatotok District in the context of developing social and economic activities for the community.If the use of Village Funds is used properly, the level of community welfare will also experience an increase which is supported by Village priority activities in supporting economic growth in the Village Keywords: Village Fund, Human Development Index, Growt

    ANALISIS DAMPAK KEBIJAKAN PENYALURAN KREDIT KEPADA UMKM TERHADAP PERTUMBUHAN KREDIT DI PROVINSI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    ABSTRAK Dunia usaha tidak terlepas dari turbulensi dan resiko keuangan, dalam perkembangan UMKM resiko menjadi lebih tinggi karena aset yang kecil membuat dana usaha habis dalam pembayaran kewajiban kredit, terutama saat inflasi dan suku bunga tinggi. Kenaikan inflasi dan suku bunga akan membuat biaya keuangan dalam usaha semakin tinggi, sehingga dapat berpengaruh pada kelangsungan usaha. Selain itu, permodalan merupakan tantangan yang paling penting dalam usaha pengembangan UMKM. Faktor modal bagi UMKM menjadi penting, sebab UMKM seringkali mendapatkan peluang usaha yang cukup besar. Namun, kondisi permodalan yang minim membuat UMKM tidak dapat mengembangkan usahanya lebih jauh lagi. Peranan penting lainnya adalah UMKM mendorong munculnya wirausaha-wirausaha baru. Wirausaha memiliki dua fungsi dalam perekonomian suatu negara yaitu fungsi makro dan mikro serta menengah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Kebijakan Dampak Penyaluran Kredit Kepada UMKM berpengaruh terhadap pertumbuhan Kredit di Provinsi Sulawesi Utara.Penelitian menggunakan penelitian assosiatif dengan teknik analisis data menggukana analisis regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebijakan penyaluran kredit tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan kredit UMKM di Sulawesi Utara. Saran yang dapat diberikan adalah Bank Indonesia perlu menurunkan tingkat bunga kredit agar pertumbuhan kredit dapat mengalami peningkatan, Pihak bank sebaiknya memberikan kelonggaran untuk kredit UMK, Pemerintah sebaiknya membantu dalam hal memberikan modal bagi UMKM dan membuka akses UMKM untuk mendapatkan modal usaha Kata kunci : kebijakan kredit, pertumbuhan kredit  ABSTRACT The business world is inseparable from turbulence and financial risk, in the development of MSMEs the risk is higher because small assets make business funds run out in payment of credit obligations, especially when inflation and high interest rates. The increase in inflation and interest rates will make the financial costs of the business higher, so that it can affect the sustainability of the business. In addition, capital is the most important challenge in developing MSMEs. The capital factor for MSMEs is important, because MSMEs often get considerable business opportunities. However, the lack of capital makes the MSMEs unable to expand their business further. Another important role is that MSMEs encourage the emergence of new entrepreneurs. Entrepreneurship has two functions in the economy of a country, namely macro and micro and medium functions. The purpose of this study was to determine the effect of the Impact Policy on Credit Distribution to MSMEs affecting the growth of Credit in North Sulawesi Province.The study used associative research with data analysis techniques using simple linear regression analysis. The results showed that the credit distribution policy did not affect the growth of MSME loans in North Sulawesi. The advice that can be given is that Bank Indonesia needs to reduce the loan interest rate so that credit growth can increase. Banks should provide concessions for MSE loans. The government should help in providing capital for MSMEs and open access for MSMEs to obtain business capital. Keywords: credit policy, credit growt

    ANALISIS EFEKTIVITAS KREDIT KONSTRUKSI (KMK-KONTRAKTOR) PT. BANK SULUTGO TERHADAP PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PROVINSI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    ABSTRAKSektor konstruksi merupakan salah satu sektor penting dalam mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia dan berperan dalam menggerakkan sektor riil yang secara langsung menyangkut kehidupan orang banyak. Bank SulutGo untuk beberapa tahun terakhir ini telah memberikan pembiayaan berupa kredit kepada masyarakat. Kredit tersebut salah satunya diberikan untuk kepentingan jasa konstruksi yaitu kredit modal kerja kepada kontraktor. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana prosedur penerapan pembiayaan kredit modal kerja kontraktor dan untuk mengetahui bagaimana efektivitas pembiayaan kredit modal kerja kontraktor di Bank SulutGo dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian Pemberian kredit konstruksi merupakan uapaya PT. Bank Sulutgo untuk menjadi mitra utama pengusaha jasa konstruksi dalam memenuhi kekurangan modal kerja penyelesaian proyek terhadap pembangunan infrastruktur di Provinsi Sulawesi Utara. Hal tersebut sejalan dengan misi PT. Bank Sulutgo yaitu berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah yang berdikari dan berkeadilan artinya tetap berkomitmen pada tujuan awal berdirinya Bank Pembangunan Daerah yakni menyediakan pembiayaan untuk usaha-usaha pembangunan daerah. Tingkat efektivitas Kredit Konstruksi (KMK – Kontraktor) PT. Bank Sulutgo Terhadap Pembangunan Infrastruktur Provinsi Sulawesi selama tahun anggaran 2011 sampai dengan tahun 2018 pada persentase rata-rata 115,69% dan dinyatakan sangat efektif. Hal ini menunjukan bahwa Pembiayaan Kredit Modal Kerja Kontraktor pada Bank SulutGo untuk pembangunan infrastruktur di Provinsi Sulawesi Utara sudah sangat efektif. Kata Kunci: kredit modal kerja, efektivitas kredit, infrastruktur ABSTRACTThe construction sector is one of the important sectors in supporting economic development in Indonesia and plays a role in driving the real sector which directly concerns the lives of many people. Bank SulutGo for the past few years has provided financing in the form of loans to the public. One of the loans is given for the benefit of construction services, namely working capital loans to contractors. The purpose of this study was to find out how the procedure for implementing contractor working capital credit financing and to find out how effective the financing of contractor working capital loans at SulutGo Bank was in improving infrastructure development. The analytical method used is qualitative descriptive analysis. Research results The provision of construction loans is the investment of PT. Bank Sulutgo to become the main partner of construction services entrepreneurs in fulfilling the lack of working capital to complete the project towards infrastructure development in North Sulawesi Province. This is in line with the mission of PT. Bank Sulutgo, which is contributing to the economic development of a region that is self-sufficient and equitable means that it remains committed to the initial objectives of the Regional Development Bank, namely providing funding for regional development efforts. The effectiveness of Construction Loans (KMK - Contractors) PT. Sulutgo Bank for Sulawesi Infrastructure Development during the 2011 fiscal year to 2018 at an average percentage of 115.69% and was declared very effective. This shows that the Contractor's Working Capital Credit Financing at SulutGo Bank for infrastructure development in North Sulawesi Province has been very effective. Keywords: working capital credit, credit effectiveness, infrastructur

    244

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇