JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Not a member yet
249 research outputs found
Sort by
PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN PENDAPATAN ASLI DARAH TERHADAP TINGKAT KEMANDIRIAN KEUANGAN DAERAH DI SULAWESI UTARA (STUDI KASUS PADA KOTA MANADO, KOTA BITUNG, KOTA TOMOHON DAN KOTA KOTAMOBAGU)
ABSTRAKKemandirian keuangan daerah di era otonomi merupakan salah satu tujuan pencapaian penyelenggaraan otonomi daerah dalam era reformasi. Setiap daerah otonom yang baru mengejar hal tersebut. Pertumbuhan ekonomi dan Pendapatan Asli Daerah merupakan faktor yang berpengaruh terhadap kemandirian keuangan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan ekonomi dan pendapatan asli daerah terhadap kemandirian keuangan daerah di Sulawesi Utara melalui penelitian pada empat Kota di Sulawesi Utara yakni Kota Manado,Tomohon,Bitung dan Kotamobagu. Data yang digunakan adalah data sekunder time series dan cross sectional dalam bentuk panel data tahun 2007-2016. Metode analisis yang digunakan adalah analis regresi berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah. Pendapatan Asli Daerah memilik pengaruh yang signifikan terhadap kemandirian keuangan daerah. Secara bersama-sama pertumbuhan ekonomi dan pendapatan asli daerah memiliki pengaruh yang signifikan terhadap tingkat kemandirian keuangan daerah di Sulawesi Utara. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Pendapatan Asli Daerah, Kemandirian Keuangan Daerah.  ABSTRACT              A budget is a work plan within a certain period of a department / function / part of the organization and Regional financial autonomy in the era of autonomy is one of the goals of achieving regional autonomy in the reform era. Each new autonomous region is pursuing it. Economic Growth and Local Revenue are the factors that affect the regional financial independence. This study aims to determine the effect of economic growth and Ramona L. Gaghana, 16062101024, local revenue on the regional financial independence in North Sulawesi through research on four cities in North Sulawesi namely Manado, Tomohon, Bitung and Kotamobagu. The data used are secondary time series and cross sectional data in panel data form 2007-2016. The analytical method used is multiple regression analyst. The results of the analysis show that economic growth has no significant effect on local financial independence. Local Original Revenue has a significant influence on local financial independence. Together economic growth and local revenue have a significant influence on the level of regional financial independence in North Sulawesi. Keywords: Economic Growth, Local Original Income, Regional Financia
PERMINTAAN DAN PENAWARAN JASA TRANSPORTASI
ABSTRAKKajian ini bertujuan untuk mengetahui permintaan dan penawaran jasa transportasi dalam rangka untuk mendapatkan informasi secara teoritis yang berhubungan dengan jasa transportasi sehingga pelayanan terhadap transportasi dapat disediakan sesuai dengan kebutuhan masyarakat pengguna. Dengan demikian para pengusaha dan pengguna dapat memahami pentingnya transportasi untuk memperlancar arus perputaran kegiatan ekonomi yang pada gilirannya akan dapat membantu percepatan pembangunan ekonomi di masing-masing daerah yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi melalui kontribusi sektor pengangkutan atau yang dikenal dengan jasa transportasi baik dari sisi permintaan maupun penawaran dimana diharapkan akan tercipta keseimbangan. Kata kunci: Permintaan dan penawaran jasa transportasi, pembangunan ekonomi, pertumbuhan ekonom
ANALISIS PENGARUH PENDIDIKAN, JAM KERJA DAN PENGELUARAN NON KONSUMSI TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN SITARO
ABSTRAKPembangunan ekonomi daerah merupakan suatu proses dimana pemerintah daerah dan masyarakat mengelola sumber daya-sumber daya yang ada, dengan menjalin pola-pola kemitraan antara pemerintah daerah dan pihak swasta guna penciptaan lapangan kerja, serta dapat merangsang pertumbuhan ekonomi di daerah yang bersangkutan (Suparmoko, 2002). Pertumbuhan ekonomi menjadi target utama dalam pembangunan yang harus mencerminkan perubahan secara total masyarakat atau kebutuhan dasar dan keinginan individual maupun kelompok kelompok sosial yang ada didalamnya untuk bergerak maju menuju suatu kondisi kehidupan yang serba lebih baik, secara material maupun spiritual (Todaro, 2003:21). Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis apakah pendidikan, jam kerja dan pengeluaran non komsumsi berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa variabel pendidikan, jam kerja dan pengeluaran produktif berpengaruh positif terhadap pendapatan rumah tangga. Kata Kunci : Pendapatan Rumah Tangga, Pendidikan, Jam Kerja dan Pengeluaran Non Komsumsi ABSTRACTRegional economic development is a process whereby local governments and communities manage existing resources, by establishing partnership patterns between local governments and the private sector for employment creation, and can stimulate economic growth in the region concerned (Suparmoko, 2002 ) Economic growth is the main target in development that must reflect the total changes in society or the basic needs and desires of individuals and social groups within it to move forward towards a better, material and spiritual living conditions (Todaro, 2003: 21) . The purpose of this study is to analyze whether education, working hours and non-consumption expenditures affect household income in the Siau Tagulandang Biaro Islands Regency. The analysis technique used is multiple regression analysis. The results of the study show that the variables of education, working hours and productive expenditures have a positive effect on household income. Keywords: Household Income, Education, Working Hours and Non-Consumption Expenditure
PENGARUH DANA BELANJA OPERASIONAL SEKOLAH TERHADAP KEMISKINAN DI SULAWESI UTARA
ABSTRAKKemiskinan merupakan masalah bangsa yang mendesak untuk diselesaikan karena kemiskinan bersifat persisten atau cenderung bertahan dari waktu ke waktu. Bahkan SDGs (Sustainable Development Goals) dengan 17 tujuan sebagai kelanjutan dari MDGs (Millennium Development goals) tetap memprioritaskan masalah kemiskinan sebagai tujuan pembangunan. Masalah kemiskinan merupakan salah satu agenda MDGs yang belum terselesaikan sampai tahun 2015. Dan menjadi perhatian pemerintah dalam rangka mensukseskan SDGs dimana kemiskinan masih merupakan prioritas utama dari 17 indikator yang ada. Pembangunan ekonomi di Indonesia saat ini sedang dihadapkan terhadap masalah kemiskinan.Dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dana bantuan operasional sekolah terhadap kemiskinan di Sulawesi Utara. Dengan menggunakan data panel.Berdasakan hasil penelitian menunjukkan bahwa dana bantuan operasional sekolah memiliki pengaruh terhadap kemsikinan di Sulawesi Utara secara menyeluruh. Kata Kunci: Kemiskinan dan Bantuan Operasional Sekolah ABSTRACTPoverty is a problem to solve the urgent because poverty is persistent intent or inclined to persist over time .Even sdgs ( sustainable development goals ) with 17 goals as a continuation of the mdgs the millennium development goals ( ) keeps prioritizing poverty issues as development goals .The problem of poverty is an unresolved matters until 2015 .And in order to help the government attention sdgs where poverty is still the priority of 17 indicators is .Economic development in indonesia is currently faced on the problem of poverty .In this research aims to analyse the influence of school operational assistance to poverty in north sulawesi .Using data panel Based on a research shows that operational fund kemsikinan students have the effect on in north sulawesi thoroughly Keyword: Poverty and school operational assistanc
ANALISIS PENGARUH PRODUKTIVITAS PERTANIAN DAN PENDIDIKAN TERHADAP PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
ABSTRAKPentingnya peran sektor pertanian dalam pembangunan nasional diantaranya sebagai penyerap tenaga kerja, menyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) serta pendorong bergeraknya sektor-sektor ekonomi lainnya. Kabupaten Minahasa Tenggara adalah salah satu kabupaten yang yang di Provinsi Sulawesi Utara dengan sektor ekonomi yang memberikan kontribusi yang tinggi untuk pertumbuhan ekonomi ialah sektor pertanian dengan berbagai produk pertanian yang ada dan salah satu produk pertanian yang unggul di Kabupaten Minahasa Tenggara ialah produk pertanian cengkih dan kelapa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah produktivitas cengkih, produktivitas kelapa berpengaruh terhadap pendapatan rumah tangga. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa produktivitas cengkih berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan rumah tangga. Produktivitas kelapa berpengaruh posifif signifikan terhadap pendapatan rumah tangga dan Pendidikan berpengaruh positif signifikan terhadap pendapatan rumah tangga.Kata Kunci : Produktivitas Cengkih, Produktivitas Kelapa, Pendidikan dan Pendapatan Rumah tanggaABSTRACTThe important role of the agricultural sector in national development include absorbing labor, contributing to the Gross Domestic Product (GDP) and driving the movement of other economic sectors. Southeast Minahasa Regency is one of the regencies in North Sulawesi with an economic sector that provides a high contribution to economic growth is the agricultural sector with a variety of existing agricultural products and one of the superior agricultural products in Southeast Minahasa Regency is clove and coconut agricultural products . The purpose of this study was to determine whether clove productivity, coconut productivity affect household income. The research method used is multiple regression. The results showed that clove productivity had a significant positive effect on household income. Coconut productivity has a significant positive effect on household income and Education has a significant positive effect on household income. Keyword         : Clove Productivity, Coconut Productivity, Education and Household Incom
DAMPAK PENGANGKATAN TENAGA HARIAN LEPAS PEMERINTAH DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP PENGANGGURAN DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pengangkatan tenaga harian lepas pemerintah dan jumlah penduduk terhadap tingkat pengangguran di Kabupaten Minahasa Tenggara. Data yang digunakan dalam penelitian ini data asosiatif dengan menggunakan metode analisis kuantitatif bersumber dari Badan Pusat Statistik untuk rentan waktu 11 Tahun, metode analisis yang digunakan adalah metode regresi berganda melalui berbagai uji asumsi klasik antara lain Uji normalitas, Uji heteroskedastisitas. Uji ultikolineritas dan uji autokorelasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Secara parsial Tenaga Harian Lepas tidak berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran di Kabupaten Minahasa Tenggara,2). Secara parsial Jumlah Penduduk berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran di Kabupaten Minahasa Tenggara, pertumbuhan penduduk di Kabupaten Minahasa Tenggara, 3) Tenaga Harian Lepas dan Jumlah Penduduk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran di Kabupaten Minahasa Tenggara.Tenaga Harian Lepas dan Jumlah Penduduk secara simultan berpengaruh signifikan terhadap Tingkat Pengangguran di Kabupaten Minahasa Tenggara, atau setiap perubahan tingkat pengangguran apakah itu bertambah maupun berkurang secara signifikan tidak di pengaruhi oleh pengangkatan Tenaga Harian Lepas dan sebaliknya bahwa setiap terjadi perubahan tingkat pengangguran di pengaruhi oleh jumlah penduduk.Kata kunci: tenaga harian lepas pemerintah, jumlah penduduk, pengangguran ABSTRACTThis study aims to analizethe impact oof daily freelance hiringand the population to the unployment rate in Southeast Minahasa District. The data used in this research is associative data using quantitative analysis methods sourced from the central Bureau of Statistics for a vulnerable time of 11 years the analatycal method used is multiple regression methods through various classical assumption tests, including normality test, heteroscedasticity test, ulticolinearity test and autocorrelation test. The results showed that : 1). Partially the totoal population has a significant effect on the unemployment rate in southeast Minahasa Regency. 2). Freelance daily labor and population simultaneously have a significant effect on the unemployment rate in Southeast Minahasa Regency and 3). Partially freelance daily workers do not have a significant effect on the unemployment rate in Southeast Minahasa Regency. Daily casual workers and the number of residents simultaneously have a significant effect on the unemployment rate in Southeast Minahasa Regency, or any change in the unemployment rate whether it increases or decreases significantly is not influenced by the hiring of temporary daily workers and conversely that every change in the unemployment rate is influenced by the number populationKey words: daily freelance government workers, population, unemploymen
PENGARUH PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD), DANA BAGI HASIL (DBH), DANA ALOKASI UMUM (DAU), DAN DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA (IPM) MINAHASA TENGGARA DENGAN PENGELUARAN DI BIDANG KESEHATAN SEBAGAI VARIABEL INTERVENING
ABSTRAK           Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pendapatan asli daerah, dana bagi hasil, dana alokasi umum, dana alokasi khusus terhadap indeks pembangunan manusia melalui variabel intervening pengeluaran di bidang kesehatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis jalur. Hasil penelitian Pendapatan Asli Daerah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Dana Bagi Hasil berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Dana Alokasi Umum tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia Dana Alokasi Khusus tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Pendapatan Asli Daerah melalui Pengeluaran di Bidang Kesehatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Dana Bagi Hasil melalui Pengeluaran di Bidang Kesehatan berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Dana Alokasi Umum melalui Pengeluaran di Bidang Kesehatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Dana Alokasi Khusus melalui Pengeluaran di Bidang Kesehatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Pengeluaran di Bidang Kesehatan tidak berpengaruh secara signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Kata Kunci : PAD, DBH, DAU, DAK, IPM dan Pengeluaran Bidang Kesehatan ABSTRACTThe purpose of this study was to determine the effect of local revenue, profit sharing, general allocation funds, special allocation funds on the human development index through the intervening variable of expenditure in the health sector. The analytical method used is path analysis. The results of the study of Regional Original Income do not significantly affect the Human Development Index. Revenue Sharing Fund has a significant effect on the Human Development Index. The General Allocation Fund has no significant effect on the Human Development Index. The Special Allocation Fund has no significant effect on the Human Development Index. Regional Original Income through Expenditures in the Health Sector does not significantly affect the Human Development Index. Revenue Sharing Funds through Expenditures in the Health Sector have a significant effect on the Human Development Index. The General Allocation Fund through Expenditures in the Health Sector does not significantly affect the Human Development Index. The Special Allocation Fund through Expenditures in the Health Sector does not significantly affect the Human Development Index. Expenditures in the Health Sector have no significant effect on the Human Development Index. Keywords: PAD, DBH, DAU, DAK, IPM and Health Expenditur
ANALISIS KONTRIBUSI SEKTOR PERIKANAN TERHADAP PDRB DAN PENYERAPAN TENAGA KERJA DI KOTA BITUNG
ABSTRAKKekayaan alam yang melimpah pada sektor sumberdaya laut lazimnya memberi dampak yang positif bagi masyarakat pesisir khususnya yang berprofesi sebagai nelayan di Kota Bitung. Sumberdaya perikanan sebenarnya secara potensial dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan nelayan. Salah satu kebijakan pengembangan sektor pertanian yang diambil oleh Pemerintah Daerah Kota Bitung ialah melalui pengembangan sektor pertanian dalam arti luas yaitu dengan pengembangan sub sektor perikanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi sektor perikanan terhadap perekonomian dan seberapa besar penyerapan tenaga kerja sektor perikanan di Kota Bitung. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian yang diperoleh adalah perkembangan sub sektor perikanan Kota Bitung kurun waktu 2012 hingga 2017 mengalami fluktuasi. Kontribusi sub sektor perikanan terhadap total PDRB Kota Bitung cenderung fluktuatif namun tidak ada kenaikan atau penurunan yang signifikan berkisar di angka 13.92 % sampai 15.29%. Berdasarkan hasil perhitungan koefisien LQ sebesar 1.46-3.5 ada 3 sektor yang menjadi keuggula Kota Bitung yaitu sektor industri pengelolaan dan sektor pengadaan air, pengelohan sampah, limbah, dan daur ulang serta sektor transportasi dan pergudangan. Penyerapan tenaga kerja sub sektor perikanan Kota Bitung mengalami peningkatan yang signifikan dan memiliki kecenderungan naik yang berarti pertumbuhan PDRB sub sektor perikanan mampu membuka lapangan pekerjaan baru di Kota Bitung. Kata Kunci: sub sektor perikanan, penyerapan tenaga kerja, produk domestic regional bruto ABSTRACTThe abundant natural wealth in the marine resources sector usually has a positive impact on coastal communities, especially those who work as fishermen in the city of Bitung. Fisheries resources can actually be utilized to improve the standard of living and welfare of fishermen. One of the agricultural sector development policies taken by the Regional Government of Bitung City is through the development of the agricultural sector in the broad sense, namely the development of the fisheries sub-sector. The purpose of this study is to find out how much the fisheries sector contributes to the economy and how much absorption of the fisheries sector in Bitung City. The data analysis method used is quantitative descriptive analysis. The results of the research obtained are the development of the Bitung City fisheries sub-sector in the period of 2012 to 2017 experiencing fluctuations. The contribution of the fisheries sub-sector to the total GRDP of Bitung City tends to fluctuate but there is no significant increase or decrease ranging from 13.92% to 15.29%. Based on the calculation of the LQ coefficient of 1.46-3.5 there are 3 sectors which are the mainstay of Bitung City, namely the management sector and the water supply sector, waste management, waste and recycling as well as the transportation and warehousing sector. The absorption of labor in the fisheries sub-sector of Bitung City has increased significantly and has a rising tendency which means that the growth of the GRDP of the fisheries sub-sector is able to open new jobs in the City of Bitung. Keywords: fisheries sub sector, labor absorption, gross regional domestic produc
PENGARUH PENDIDIKAN, PROGRAM KELUARGA HARAPAN DAN PROGRAM RUMAH TINGGAL LAYAK HUNI TERHADAP PENGENTASAN KEMISKINAN DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
ABSTRAKMasalah kemiskinan merupakan salah satu isu penting penghambat pembangunan daerah. Kabupaten Minahasa Tenggara merupakan kabupaten dengan persentase penduduk miskin terbanyak yang menjadi wilayah prioritas gerakan ODSK (operasi daerah selesaikan kemiskinan) Provinsi Sulawesi Utara.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis besarnya pengaruh pendidikan kepala keluarga, PKH dan Program RTLH terhadap pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Dengan menggunakan sampel rumahtangga di 8 (delapan) kecamatan dengan total responden sebanyak 134 rumahtangga.Metode analisis yang digunakan adalah regresi berganda dengan variabel bebas adalah tingkat pendidikan kepala keluarga, jumlah bantuan dana PKH dan RTLH yang diterima rumahtangga, dan variabel terikatnya adalah pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa Tenggara.Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial dan bersama-sama terdapat pengaruh signifikan dan memiliki hubungan positif antara pendidikan kepala keluarga, bantuan sosial PKH dan RTLH terhadap pengentasan kemiskinan di Kabupaten Minahasa Tenggara. Pengaruh tingkat pendidikan kepala keluarga lebih besar dibandingkan dengan bantuan PKH dan RTLH dalam upaya pengentasan kemiskinan. Variasi perubahan penurunan kemiskinan 51,22% disebabkan oleh variasi perubahan tingkat pendidikan kepala keluarga, jumlah bantuan sosial (PKH dan RTLH) yang diterima rumahtangga di Kabupaten Minahasa Tenggara. Kata kunci : Bantuan PKH, Bantuan RTLH, Pendidikan, Pengentasan Kemiskinan ABSTRACTThe problem of poverty is one of the important issues in regional development. Kabupaten Minahasa Tenggara is a district with the highest percentage of poor population being the priority area of the ODSK North Sulawesi Province. This study aims to analyze the magnitude of the influence of family head education, PKH and RTLH programs on poverty alleviation in Kabupaten Minahasa Tenggara. By using a sample of households in 8 districts with total of 134 households.The analytical method used is multiple regression with the independent variable is the level of education of the head of the family, PKH and RTLH programs. The dependent variable is poverty alleviation in Kabupaten Minahas Tenggara.The results showed that partially education and PKH program significantly influenced and had a positive relationship on poverty alleviation in Kabupaten Minahasa Tenggara. And simultaneously all variables significantly influence poverty alleviation. Variations in changes in poverty alleviations 51,22% are caused by variations in changes in the level of education of family heads, and the households social assistance (PKH and RTLH) in Kabupaten Minahasa Tenggara. Keywords : PKH program, RTLH program, Education, Poverty Alleviation
ANALISIS HASIL PAJAK DAERAH, HASIL RETRIBUSI DAERAH DAN HASIL PERUSAHAAN MILIK DAERAH TERHADAP PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA
ABSTRAKPendapatan Asli Daerah bermanfaat untuk menggambarkan keberhasilan pembangunan ekonomi daerah karena Pendapatan Asli Daerah merupakan nilai pendapatan yang benar-benar diterima oleh daerah dan akan digunakan untuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Semakin besar nilai PAD suatu daerah berarti semakin besar anggaran pembangunan dan masyarakat akan semakin sejahtera. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah dan hasil perusahaan milik daerah terhadap pendapatan asli daerah (PAD) di Kabupaten Minahasa Tenggara baik secara simultan maupun scaraparsial. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Teknik Analisis Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda.Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Secara parsial Pajak Daerah berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Minahasa Tenggara, (2) Secara parsial Retribusi berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Minahasa Tenggara, (3) Secara parsial Hasil Perusahaan Milik Daerah berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Minahasa Tenggara dan (4) Pajak Daerah, Retribusi dan Hasil Perusahaan Daerah berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah di Kabupaten Minahasa Tenggara Kata kunci: hasil pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil perusahaan milik daerah, pendapatan asli daerah ABSTRACTMeriska Mamengko, 2021 "Analysis of Regional Tax Results, Regional Retribution Results and Results of Regionally Owned Companies on Regional Original Income (PAD) in Southeast Minahasa Regency". Supervised by Daisy Engka and Een N. WalewangkoRegional Original Income is useful for describing the success of regional economic development because Regional Original Income is the value of income that is actually received by the region and will be used for development and improving community welfare. The greater the PAD value of a region means the greater the development budget and the more prosperous the community will be. The purpose of the study was to determine the effect of local tax results, regional levies and results of regionally owned companies on local revenue (PAD) in Southeast Minahasa Regency either simultaneously or partially. The type of research used is quantitative research with an associative approach. The data analysis technique used in this research is multiple linear regression. The results showed that (1) Partially Local Taxes have a significant effect on local revenue in Southeast Minahasa Regency, (2) Partially levies have a significant effect on local revenue in Southeast Minahasa Regency, (3) Partially Regional Owned Company results have a significant on regional original income in Southeast Minahasa Regency and (4) Regional Taxes, Levies and Regional Company Revenues have a significant effect on regional original income in Southeast Minahasa Regency  Keywords: local tax results, regional levies, results of regionally owned companies, local revenu