JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
Not a member yet
    249 research outputs found

    ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEMISKINAN RUMAH TANGGA DI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    ABSTRAKKemiskinan adalah suatu keadaan yang menyangkut ketidakmampuan dalam memenuhi tuntutan kehidupan yang paling minimum, khususnya dari aspek  konsumsi dan pendapatan. Masalah kemiskinan ini sangatlah kompleks dan bersifat multidimensional, dimana berkaitan dengan aspek sosial, ekonomi, budaya, dan aspek lainnya. Masalah kemiskinan pada rumah tangga miskin kronis bisa menyebabkan rumah tangga tersebut terjerat â€Poverty  Trapsâ€. Rumah tangga miskin akan semakin sulit keluar dari poverty traps jika terdapat masalah struktural pada rumah tangga tersebut. Sulawesi Utara merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang tidak luput dari masalah kemiskinan rumah tangga, yaitu kemiskinan yang dialami oleh rumah tangga desil 1 atau kondisi rumah tangga yang benar-benar sangat miskin. Tujuan Penelitian untuk mengetahui pengaruh tingkat pendidikan, kesehatan dan kepemilikan aset terhadap kemiskinan rumah tangga di Sulawesi Utara. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian yang didapat pendidikan berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan rumah tangga. Kesehatan berpengaruh negatif signifikan terhadap kemiskinan rumah tangga. Kepemilikan aset berpengaruh positif signifikan terhadap kemiskinan. Kata Kunci     : Pendidikan, Kesehatan, Kepemilikan Aset dan Kemiskinan  ABSTRACTPoverty is a state of inability to meet the minimum demands of life, particularly in terms of consumption and income. The problem of poverty is very complex and multidimensional, which is related to social, economic, cultural, and other aspects. The problem of poverty in chronically poor households can cause the household to become entangled "Poverty Traps". Poor households will be more difficult to get out of poverty traps if there are structural problems in the household. North Sulawesi is one of the provinces in Indonesia that does not escape the problem of household poverty, that is poverty experienced by households of desil 1 or very poor household conditions. The purpose of the study was to determine the effect of education, health and asset ownership on household poverty in North Sulawesi. The analysis technique used is multiple regression analysis. The result of the research that got the education had a significant negative effect on household poverty. Health has a significant negative effect on household poverty. Asset ownership has a significant positive effect on poverty. Keywords         : Education, Health, Asset Ownership and Povert

    PENGARUH PENGELUARAN PEMERINTAH SEKTOR PENDIDIKAN, SEKTOR KESEHATAN DAN BELANJA MODAL TERHADAP INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA MELALUI PERTUMBUHAN EKONOMI (STUDI DI PROVINSI SULAWESI UTARA)

    Get PDF
                 Menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dibutuhkan berbagai sarana dan prasarana seperti investasi di sektor pendidikan, kesehatan dan infrastruktur. Peran pemerintah dalam implementasi aspek pendidikan dan aspek kesehatan adalah melalui pengeluaran pemerintah. Hubungan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan manusia adalah ketika pendapatan atau PDB per kapita rendah akibat pertumbuhan ekonomi yang rendah, menyebabkan pengeluaran rumah tangga untuk peningkatan pembangunan manusia menjadi turun, begitu juga sebaliknya. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pengeluaran pemerintah sektor pendidikan, sektor kesehatan dan belanja modal terhadap indeks pembangunan manusia melalui pertumbuhan ekonomi. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis jalur (path analysis) yang merupakan perluasan dari analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian sub-struktur 1 menunjukan bahwa pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan belanja modal berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sedangkan pengeluaran sektor kesehatan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemudian sub-struktur II menunjukan bahwa pengeluaran pemerintah sektor pendidikan, sektor kesehatan dan belanja modal berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap IPM, sedangkan pertumbuhan ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap IPM. Kemudian nilai koefisien jalur menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan variabel intervening untuk variabel pengeluaran pemerintah sektor pendidikan dan belanja modal terhadap IPM.                                                                                                                 Kata Kunci: Pengeluaran Sektor Pendidikan, Pengeluaran Sektor Kesehatan, Belanja Modal, Indeks Pembangunan Manusia ABSTRACTCreating quality human resources needed various means and infrastructure such as investment in the sector of education, health and infrastructure. The role of government in the implementation of education aspects and health aspects is through government spending. The relationship of economic growth and human development is when the income of GDP per capital low due to low economic growth, causing household expenses for the improvement of human development to be down, so is the opposite. The purpose of this research to analyze the influence of the government’s spending of education sector, health sector and capital expenditure againts the human development index through economic growth. The method of data analysis used in this research is the analysis of the path (path analysis) which is the expansion of multiple linear regression analysis. The result of research sub-structure I shows that the government expenditure of education sector and capital expenditure affects positive and significant to economic growth, while the spending of health sector affects negative to economic growth. Then sub-structure II shows that the government’s spending of education sector, health sector and capital expenditure are the positive but insignificant againts HDI, while economic growth affects positive and significant towards HDI. Then the value of the path coefficient shows that economic growth is an intervening variable for the variable government spending on education and capital expenditure on the HDI. Keyword: Education sector spending, health sector spending, capital expenditure, human development inde

    ANALISIS PENDAPATAN RUMAH TANGGA PEMBUDIDAYA IKAN NILA SISTEM MINAPADI KONVENSIONAL DAN SISTEM MINAPADI KOLAM DALAM DI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

    Get PDF
    ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pendapatan rumah tangga pembudidaya ikan nila sistem minapadi konvensional, dan kolam dalam. Penelitian ini juga menganlisis perbedaan pendapatan rumah tangga pembudidaya ikan nila sistem manipadi konvensional dan sistem minapadi kolam dalam, serta kontibusinya terhadap pendapatan masing-masing rumah tangga. Konsep usaha minapadi secara teoritis merupakan joint product yang mampu meningkatkan pendapatan petani. Penggunaan input yaitu tenaga kerja keluarga, pembibitan dan pembenihan dilakukan keluarga penyiapan lahan dilakukan mandiri mampu meningkatkan efisiensi biaya karena peggunaan modal menjadi minimal. Penelitian ini berlokasi di Minahasa Tenggarra, menggunakan data sekunder dan untuk keperluan tertentu peneliti juga mewawancarai petani minapadi sehingga data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder dalam menganalisis data peneliti melakukan uji beda. Modal usaha dan jumlah benih memengang peranan penting dalam setiap produksi ikan nila. Dengan modal dan jumlah benih yang cukup akan membantu meningkatkan hasil produksi ikan nila sehingga meningkatkan volume penjualan dan nantinya juga akan meningkatkan pendapatan rumah tangga. tenaga kerja dalam proses produksi dapat diasumsikan sebagai biaya produksi sehingga setiap penambahan tenaga kerja menjadikan meningkatnya biaya  produksi dan menurunnya pendapatan. Metode analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda dan uji beda. Berdasarkan hasil output dari Uji Beda terdapat perbedaan yang nyata antara pendapatan pembudidaya konvensional dan kolam dalam. Hal ini juga membuktikan bahwa pendapatan pembudidaya konvensional memiliki pendapatan rata-rata yang lebih rendah dibandingkan dengan pembudidaya kolam dalam. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal usaha dan jumlah benih berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan rumah tangga. Untuk tenaga kerja berpengaruh negatif akan tetapi tidak signifikan terhadap pendapatan rumah tangga. Kata Kunci          : Pendapatan rumah tangga, budidaya ikan nila dan kontribusi ABSTRACTThe purpose of this study was to analyze the household income of tilapia cultivators in conventional Minapadi systems and deep ponds. This study also analyzes the differences in household income of tilapia cultivators in conventional manipadi systems and deep pond minapadi systems, as well as their contribution to the income of each household. The concept of Minapadi business is theoretically a joint product that can increase farmers' income. The use of inputs, namely family labor, nurseries and hatcheries carried out by families, land preparation carried out independently can increase cost efficiency because the use of capital is minimal. This research is located in Minahasa Tenggarra, using secondary data and for certain purposes the researcher also interviewed Minapadi farmers so that the data used were primary data and secondary data in analyzing the data the researchers conducted a different test. Business capital and the number of seeds play an important role in every tilapia production. With sufficient capital and number of seeds will help increase the production of tilapia thus increasing sales volume and will also increase household income. Labor in the production process can be assumed as a production cost so that each additional labor causes an increase in production costs and a decrease in income. The analytical method used is multiple regression analysis and different test. Based on the results of the output of the Difference Test, there is a significant difference between the income of conventional cultivators and deep ponds. This also proves that the income of conventional cultivators has a lower average income compared to deep pond cultivators. The results showed that business capital and the number of seeds had a positive and significant effect on household income. For labor, it has a negative but not significant effect on household income. Keywords         : household income, tilapia cultivation and contributio

    ANALISIS KONTRIBUSI PENERIMAAN PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH (Studi Empiris Di Kota Manado)

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan Menganalisis kontribusi pajak daerah dan retribusi daerah terhadap  Pendapatan Asli Daerah di Kota Manado. PAD adalah penjumlahan dari pajak daerah, bagi hasil pajak dan penerimaan retribusi daerah. Besaran PAD menjadi penentu kemandirian daerah, karena ketergantungan terhadap dana transfer pusat akan semakin berkurang dari tahun ke tahun. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Data sekunder yang diperoleh dari beberapa instansi antara lain Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia, Badan Dan Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah di Kota Manado sedangkan alat analisis adalah analisis Kontribusi. Hasil penelitian menunjukan bahwa kontribusi pajak daerah terhadap pendapatan asli daerah di Kota Manado berdasarkan Kriteria yang ada bahwa kontribusi pajak daerah berada pada kriteria sangat baik untuk peningkatan pendapatan asli daerah di Kota Manado dan kontribusi retribusi daerah terhadap peningkatan pendapatan asli daerah di Kota Manado berdasarkan kriteria yang sudah dilakukan bahwa didapatkan kontribusi retribusi daerah berada pada kriteria sangat kurang dan cenderung mengalami penurunan kontribusi retribusi daerah untuk pendapatan asli daerah di Kota Manado.Kata Kunci : Pajak Daerah, Retribusi dan Pendapatan Asli Daerah ABSTRACTThe implementation of regional autonomy is focused on regencies and cities, starting with the transfer of a number of powers from the central government to regional governments. The transfer of various powers in the framework of decentralization must of course be accompanied by a transfer or transfer of financing. And the main and most important source of financing is a source that is already known as PAD (Regional Original Income) where the main component is derived from local taxes and levies. The purpose of this study is to see the contribution of local taxes and levies to increase local revenue in the city of Manado. The analytical method used is contribution analysis. Based on the results of the research conducted, it is found that the contribution of local taxes to local revenue in Manado City is based on the existing criteria that the contribution of local taxes is in very good criteria for increasing local revenue in Manado City. Based on the results of the research conducted, it is found that the contribution of local fees to increasing local revenue in Manado City is based on the criteria that have been done that the local retribution contributions are in very low criteria and tend to experience a decrease in the contribution of local fees to local revenue in Manado City. Keywords: Local Taxes, Retribution and Local Own Revenu

    ANALISIS PENGARUH PERTUMBUHAN EKONOMI DAN INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA, TERHADAP KEMISKINAN DI 5 KABUPATEN/KOTA BOLMONG RAYA

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh Pertumbuhan Ekonomi dan IPM terhadap Kemiskinan  di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR). Pertumbuhan ekonomi mampu menurunkan angka kemiskinan sedangkan IPM akan meningkatkan kualitas sumber daya mansia, dan pada gilirnnya meningkatkan produktifitas tenaga kerja, meningkatkan produks dan akan menurunkan angka kemiskinan. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah Program Eviews 10, dengan metode analisis data panel. Hasil regresi dengan menggunakan Fixed Effect Model diperoleh koefisen dari variabel bebas Indeks Pembangunan sebesar -0,02. Nilai koefisien bertanda Negatif, hal mununjukkan IPM memiliki hubungan yang negatif dengan Kemiskinan di 5 kabupaten/kota Bolaang Mongondow Raya. Artinya bila IPM meningkat sebesar 1%, maka Kemiskinan akan turun sebesar  0,02%, ceteris paribus. Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi (PE), Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Kemiskinan ABSTRACTThis study aims to analyze the effect of Economic Growth and HDI on Poverty in the Bolaang Mongondow Raya (BMR) area. Economic growth is able to reduce poverty while HDI will improve the quality of human resources, and in turn increase labor productivity, increase production and will reduce poverty. The analytical tool used in this study is the Eviews 10 Program, with panel data analysis method. The results of the regression using the Fixed Effect Model obtained the coefficient of the independent variable Development Index of -0.02. The coefficient value is marked Negative, it shows that HDI has a negative relationship with poverty in 5 districts/cities of Bolaang Mongondow Raya. This means that if the HDI increases by 1%, then Poverty will decrease by 0.02%, ceteris paribus. Keywords: Economic Growth (PE), Human Development Index (IPM), Povert

    PENGARUH ANGGARAN DANA BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH TERHADAP PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA DI KOTA BITUNG

    Get PDF
    ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh anggaran dana bantuan operasional sekolah terhadap produktivitas tenaga kerja di Kota Bitung dan untuk mengetahui karakteristik tenaga kerja dan dana bantuan operasional sekolah di Kota Bitung. Pengumpulan data dilakukan melalui metode wawancara akan digunakan untuk mencari data kualitatif yang berkaitan dengan upaya peningkatan alokasi dana Bos. Wawancara (inteview) dilakukan dengan beberapa pihak Tim Bos Sekolah Menengah pertama Negeri di kota Bitung.  Analisis data pada penelitian ini menggunakan bantuan EViews 8. Dalam penelitian ini meliputi Uji normalitas, Uji Heteroskedasitas, Uji Autokorelasi. Uji Multikolinearitas dan analisis regresi liner berganda, untuk menguji dan membuktikan hipotesis penelitian. Berdasarkan analisis regresi linear berganda diperoleh model persamaan yaitu : Produktifitas Tenaga Kerja = 9,068 + 0,104 Dana BOS. Berdasarkan persamaan regresi menunjukkan bahwa variabel X1 (Dana BOS) mempunyai koefisien regresi positif dengan penyerapan tenaga kerja b1 = 0.104424 bertanda positif sebesar 0.104424 artinya menunjukkan apabila setiap kenaikan 1% Dana BOS, maka penyerapan tenaga kerja akan mengalami kenaikan sebesar 0.104424. Hasil penelitian koefisien regresi bernilai positif berarti terjadi hubungan positif antara Dana BOS dengan  penyerapan tenaga kerja. Kata kunci: dana bantuan operasional sekolah, produktivitas tenaga kerja ABSTRACTThis study aims to determine the effect of the school operational assistance budget on labor productivity in Bitung City and to find out the characteristics of the workforce and school operational assistance funds in Bitung City.Data collection carried out through the interview method will be used to look for qualitative data relating to efforts to increase Bos's fund allocation. Interviews were conducted with several parties from the State Junior High School Boss Team in the city of Bitung.Data analysis in this study uses the help of EViews 8. In this study include normality test, heteroscedacity test, autocorrelation test. Multicollinearity test and multiple linear regression analysis, to test and prove the research hypothesis.Based on multiple linear regression analysis, the equation model is obtained: Labor Productivity = 9.068 + 0.104 BOS Funds. Based on the regression equation shows that variable X1 (BOS Fund) has a positive regression coefficient with absorption of labor b1 = 0.104424 which is positive at 0.104424 meaning that if every 1% increase in BOS Funds, then employment will increase by 0.104424.The results of the study of the regression coefficient are positive means that there is a positive relationship between BOS Funds and employment. Keywords: school operational assistance funds, labor productivit

    ANALISIS PENGARUH DANA ALOKASI KHUSUS, PENDAPATAN ASLI DAERAH, DANA ALOKASI UMUM DAN DANA BAGI HASIL TERHADAP TINGKAT KEMISKINANDI KOTA MANADO

    Get PDF
    ABSTRAKKemiskinan adalah sebuah kondisi ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan dasarseperti makanan, pakaian, tempat berlindung, dan kesehatan. Kondisi ketidakmampuan ini ditandai dengan rendahnya kemampuan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pokok baik berupa pangan, sandang, maupun papan. Kemampuan pendapatan yang rendah ini juga akan berdampak berkurangnya kemampuan untuk memenuhi standar hidup rata-rata seperti standar kesehatan masyarakat dan standar pendidikan. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis bagaimana pengaruh PAD, DAU, DAK dan DBH terhadap Tingkat Kemiskinan Kota Manado.Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukan bahwa Pendapatan Asli Daerah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan artinya jika pendapatan asli daerah meningkat, tingkat kemiskinan akan mengalami penurunan.  Dana Alokasi Umum berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan artinya apabila dana lokasi umum meningkat maka tingkat kemiskinan akan mengalami peningkatan akan tetapi tidak signifikan. Dana Alokasi Khusus berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan artinya apabila dana lokasi khusus meningkat maka tingkat kemiskinan akan mengalami peningkatan akan tetapi tidak signifikan. Dana Bagi Hasil berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kemiskinan artinya apabila dana bagi hasil meningkat akan menurun angka kemiskinan. Kata Kunci: PAD, DAU, DAK, DBH dan Tingkat Kemiskinan ABSTRACTPoverty is a condition of one's inability to fulfill basic needs such as food, clothing, shelter, and health. This condition of incompetence is characterized by the low ability of income to fulfill basic needs in the form of food, clothing and shelter. This low income capability will also reduce the ability to meet average living standards such as public health standards and education standards. The purpose of this study is to analyze how the influence of PAD, DAU, DAK and DBH on the City Poverty Rate Manado.The analysis technique used is multiple regression analysis. The results of the study show that the Local Original Income has a negative and significant effect on the poverty level, which means that if the regional income increases, the poverty rate will decrease. The General Allocation Fund has a positive and not significant effect on poverty, meaning that if the general location funds increase, the poverty rate will increase but not significantly. The Special Allocation Fund has a positive and insignificant effect on poverty, meaning that if special location funds increase, the poverty rate will increase but not significantly. Profit Sharing funds have a negative and not significant effect on poverty, meaning that if the profit sharing funds increase, poverty will decrease. Keywords: PAD, DAU, DAK DBH and Povert

    PERBANDINGAN SEBELUM DAN SESUDAH MENGGUNAKAN APLIKASI SISKEUDES DALAM PENGELOLAAN KEUANGAN DESA DAN DAMPAKNYA TERHADAP PEMBANGUNAN DESA

    Get PDF
    ABSTRAKKeuangan Desa adalah semua hak dan kewajiban Desa yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu berupa uang dan barang yang berhubungan dengan pelaksanaan hak dan kewajiban Desa. Peran  dan  fungsi  aparat  pengawasan  intern  pemerintah  (APIP) khususnya BPKP dalam  rangka  membantu  pemerintah desa diantaranya melakukan pengawalan dalam pemberian bimbingan dan konsultasi terkait pengelolaan keuangan desa. Untuk bisa melaksanakan bimbingan dimaksud, diperlukan peningkatan pengetahuan dan keterampilan para auditor mengenai pengelolaan keuangan desa.  Untuk mencapai tujuan di atas, BPKP telah menerbitkan Petunjuk Pelaksanaan Bimbingan dan Konsultasi Pengelolaan Keuangan Desa pada Bulan April 2015. Badan Pemeriksa Keuangan (BPKP) juga mengeluarkan Aplikasi Sistem Keuangan Desa (SISKEUDES). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES dalam pengelolaan keuangan desa dan dampaknya terhadap pembangunan Desa. Penelitian ini merupakan jenis penelitian komparasi atau perbandingan. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 38 Responden yang terdiri dari 19 bendahara dan 19 Kasie Keuangan. Teknik pengumpulan data menggunakan kuisioner dan menggunakan teknik analisis data Paired Sample t-test.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder, terdapat perbedaan pengelolaan keuangan desa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder dan terdapat perbedaan pembangunan desa sebelum dan sesudah menggunakan aplikasi SISKEUDES di pada Desa-desa di Kecamatan Sonder. Kata kunci: keuangan desa, siskeudes, pengelolaan keuangan desa, pembangunan desa ABSTRACTVillage Finance is all village rights and obligations that can be valued with money and everything in the form of money and goods related to the implementation of the rights and obligations of the Village. The role and function of the government internal control apparatus (APIP) especially the BPKP in order to help village governments include escorting in providing guidance and consultation regarding village financial management. To be able to carry out the intended guidance, it is necessary to increase the auditor's knowledge and skills regarding village financial management. To achieve the above objectives, the BPKP has issued a Guidance for Implementation and Village Financial Management Consultation in April 2015. The Supreme Audit Agency (BPKP) also issued a Village Financial System Application (SISKEUDES). The purpose of this study was to determine the differences before and after using the SISKEUDES application in managing village finances and their impact on the development of the Village. This research is a type of comparative research or comparison. The sample in this study amounted to 38 respondents consisting of 19 treasurers and 19 Head of Finance. Data collection techniques using questionnaires and using data analysis techniques Paired Sample t-test. The results showed that there were differences before and after using the SISKEUDES application in the villages in Sonder District, there were differences in village financial management before and after using the SISKEUDES application in the villages in Sonder District and there were differences in village development before and after using the application SISKEUDES is in Villages in Sonder District. Keywords: village finance, siskeudes, village financial management, village developmentÂ

    PENGARUH KOMPETENSI, INDEPENDENSI DAN MOTIVASI TERHADAP KUALITAS PENGAWASAN KEUANGAN DI DINAS PARIWISATA PROVINSI SULAWESI UTARA

    Get PDF
    ABSTRAKPengawasan adalah suatu upaya yang sistematik untuk menetapkan kinerja standar pada perencanaan untuk merancang sistem umpan balik informasi, untuk membandingkan kinerja aktual dengan standar yang telah ditentukan, untuk menetapkan apakah telah terjadi suatu penyimpangan tersebut, serta untuk mengambil tindakan perbaikan yang diperlukan untuk menjamin bahwa semua sumber daya telah digunakan seefektif dan seefisien mungkin guna mencapai tujuan instansi pemerintah. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengawasan keuangan daerah antara lain kompetensi, independensi dan motivasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kompetensi, independensi dan motivasi terhadap kualitas pengawasan keuangan baik secara parsial maupun simultan. .Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial Kompetensi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Pengawasan Keuangan Pada Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, secara parsial Independensi berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Pengawasan Keuangan Pada Dinas Pariwisata Provinsi Sulut, secara parsial Motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Pengawasan Keuangan Pada Dinas Pariwisata Provinsi Sulut dan secara simultan Kompetensi, Independensi dan Motivasi berpengaruh signifikan terhadap Kualitas Pengawasan Keuangan Pada Dinas Pariwisata Provinsi Sulut. Kata kunci : kualitas pengawasan keuangan, kompetensi, independensi, motivasiABSTRACTSupervision is a systematic attempt in order to establish the default performance of  a predetermined plan to design feedback of information system, to compare the actual performance to the default standard, in order to know whether there has been a deviation, as well to take a repair action which needed to ensure that all the resources of the fund have been used effectively and efficiently in accomplishing government goals. Factors that may affect the regional financial supervision are Competences, Independences and Motivation. The purpose of this research is to know the influence of Competence, Independence and Motivation toward the Quality of Regional Financial Supervision either partially or simultaneously. The results of this research showed that partially, Competence and Motivation have no significant influence to the Quality of Financial Supervision at Dinas Pariwisata of North Sulawesi province, while partially in Independence variable, it has a significant influence to the Quality of Financial Supervision at Dinas Pariwisata of North Sulawesi Province. Simultaneously, Competence, Independence and Motivation are significantly influence the Quality of Financial Supervision at Dinas Pariwisata of North Sulawesi Province. Keywords: financial supervision quality, competence, independence, motivation

    PENGARUH INVESTASI SWASTA (PMDN/PMA), PENGELUARAN PEMERINTAH DAN TENAGA KERJA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI KABUPATEN MINAHASA TENGGARA

    Get PDF
    ABSTRAKTujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh investasi swasta (PMDN/PMA), pengeluaran pemerintah, dan tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Minahasa Tenggara.Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan rentang waktu tahun 2009 s/d 2019. Data bersumber dari Badan Pusat Statistik dan instasi terkait lainnya. Teknik analisis yang digunakan adalah Regresi Linier Berganda sedangkan teknik estimasi variabel menggunakan Ordinary Least Square (OLS).Hasil analisis menunjukan bahwa investasi swasta tidak berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Minahasa Tenggara disebabkan oleh sumber modal pembangunan yang berasal dari investasi swasta yang masuk di kabupaten Minahasa Tenggara masih sangat fluktuatif. Selain itu Penanaman Modal Asing (PMA) yang mayoritas berinvestasi di sektor pertambangan dan menjadi penyumbang terbesar nilai investasi di kabupaten Minahasa Tenggara sejak tahun 2017 mengalami penurunan disebabkan proses penerbitan dokumen perijinan di sektor pertambangan dan mineral sudah menjadi kewenangan pemerintah provinsi. Pengeluaran pemerintah berpengaruh positif dan  signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Minahasa Tenggara, dan tenaga kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Minahasa Tenggara. Secara simultan menunjukan bahwa variabel independen (investasi swasta, pengeluaran pemerintah dan tenaga kerja) memberikan pengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (pertumbuhan ekonomi) di Kabupaten Minahasa Tenggara.  Kata Kunci : Pertumbuhan Ekonomi, Pengeluaran Pemerintah, Investasi Swasta, Tenaga Kerja, OLS ABSTRACTThe aim of this research is to analyse the private investment influence,government expenditure and the labor towards economic growth in southeast minahasa regency.This research using secondary data with time extend 2009/2019.the data source from the centre statistic corporation and the instance related to each other.technique  analyse that using is double linier regresi  while variable estimation technique using ordinary least square.The result of  analyse showing thatprivate investment doesn’t significant influence through economic  growth in the southeast minahasa regency causing the source of the financial development  that source from the private investment that ecoming at the southeast minahasa regency still very fluctuating.beside that foreign investment  who have majority investment at the mining sector and to be the biggest contribution the investment value in the southeast minahasa since 2017 having reducing caused by process of document  publication license at the mining and saltpeter has been the authorithy province government.government  expenditure has positive influence  and significant through economic growth at the southeast minahasa regency and the labor force  has a positive influence and significant through economic growth  at the southeast minahasa tenggara.by simulytaneous showing that independent variable (private investment,government expenditures and the labor force)giving significant influence through dependent variable(economic growth)at the southeast minahasa regency. Keywords: Economic Growth, Government Expenditures, Investment, Labor, OL

    244

    full texts

    249

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    JURNAL PEMBANGUNAN EKONOMI DAN KEUANGAN DAERAH
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇