REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, dan Animasi
Not a member yet
198 research outputs found
Sort by
Web Series Dokumenter Motorcycle Travelogue Episode "Kebun Teh Jogja Ki Suko” dengan Bentuk Laporan Perjalanan
Documentary Web Series “Motorcycle Travelog Episode Kebun Teh Jogja Ki Suko” Documentary Web Series is a form of documentary that is broadcast periodically on a digital platform. Documentary web series "Motorcycle Travelogue" tells the story of a journey to a place that can be developed and has the potential to be better known to the public. This episode will focus on Ki Suko's tea plantation located in Nglinggo hamlet, Samigaluh, Kulon Progo. This plantation was started by a an ex-girlfriend named Sukohadi who chose to move back to his hometown to develop tea commodities, which was very suitable for the geographical conditions of his village which was at an altitude of 1000 meters above sea level with land conditions that were on the outskirts of the city. Pak Suko's tenacity produced very good results with the emergence of several variants, ranging from green tea, gold tea, yellow tea, and silver needles that reach millions of rupiah.The method of making documentary films uses the creative process method, namely Exploration, Improvisation/Experimentation and Formation or Embodiment of Works, The method is divided into pre-production, production and post-production stages. While the results of i Documentary film making will be opened using social media, namely through YouTube as a promotional medium. Key_word : Web Series, Documenter, Ki Suko tea plantatio
Elemen-Elemen Black Comedy dalam Film The Menu
In the film The Menu, culinary dishes are used to peel off the social disgrace and sins of the elite without them ever suspecting before. This research aims to find out how culinary offerings and the arrogance of elite class dining wrapped in black comedy are represented in the film The Menu. The research method used is qualitative-descriptive using watch-listen-note data collection techniques. The researcher watched the film, paid attention to the details of each scene, transcribed the dialogue, and recorded every conversation and scene related to important culinary topics wrapped in black comedy in the film. Meanwhile, data analysis techniques use the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. In the analysis, the researcher identified the data, sorted and classified the data, and finally interpreted it using gastronomic theory as a guide. Data sources include words, phrases and sentences in the film The Menu. From this research it was found that the culinary delights in the film The Menu are presented in 7 culinary stages: The Island, Breadless Bread Plate, Memory, The Mess, Palate Cleanser, Man's Folly and the dessert S'mur. And the arrogance of elite class dining wrapped in black comedy is depicted in several scenes of their teasing questions, both to the chef and his assistants and to the culinary offerings, as well as the answers of the chef and the crew themselves, from the time the customers entered Hawthorn Island until the time the seven dishes were served
Analisis Perjalanan Rama pada Relief Ramayana Candi Prambanan untuk Konsep Naratif Animasi dengan Pendekatan Hero’s Journey
The Analysis of Rama’s Journey on the Ramayana Reliefs of Prambanan Temple for Animated Narrative Concept Using the Approach of Hero’s Journey . Reliefs of the Ramayana story can be found on the walls of the Shiva temple and the Brahma temple in Prambanan temple. The scene of each relief panel is well arranged so that a complete series of stories about Rama’s journey to save his wife Sinta is formed. The Ramayana relief of Prambanan temple is a narrative relief consisting of 76 scenes. The purpose of this research is to find the stages of the Ramayana storyline which is found in the Ramayana relief at Prambanan temple using the Hero’s Journey story structure. The research used qualitative research methods. Data were collected by observation, interviews, documents review, and literature studies. The collected data were analyzed, presented, discussed, and formed into conclusions as a result of the research
Memotret Dunia Anak Autis dalam Fotografi Liam’s World Karya Erin Lefevre
Fotografi dokumenter dapat memvisualisasikan secara jelas gagasan dan tulisan yang dibuat oleh seorang fotografer jurnalistik. Erin Lafevre adalah salah satu fotografer dokumenter di New York City yang mengabadikan aktivitas keseharian dari adiknya yang didiagnosa autisme. Kajian ini dilakukan pada tiga karya foto Erin Lafevre dari keseluruhan karya berjudul Liam’s World. Metode EDFAT diterapkan untuk mengidentifikasi tanda-tanda pada foto. Teori semiotika Roland Barthes digunakan untuk menganalisis makna denotasi dan konotasi dari ketiga karya foto yang dikaji. Secara denotatif foto-foto tersebut menunjukkan Liam sebagai anak autis ketika komunikasi tidak melihat lawan bicaranya, berbeda fokusnya ketika interaksi sendiri seperti menggambar atau menyentuh benda tertentu. Secara konotatif, anak autis sulit fokus saat interaksi dengan orang lain dan mudah terdistraksi dengan benda menarik lainnya yang ada di sekitarnya, sisi lain kemandiriannya dapat diasah secara optimal. Hasil kajian menunjukkan foto-foto tersebut mampu menangkap peristiwa secara objektif. Liam sebagai anak autis aktivitasnya tertangkap kamera yang menunjukkan bagaimana karakteristik dan kecenderungan anak autis dalam berbagai macam aktivitas: cara merespon, berinterkasi, dan berkomunikasi. Foto memiliki cara sendiri dalam bercerita dan bersuara melalui visual. Kata kunci: autis, fotografi, semiotik
Pengaruh Promosi Menggunakan Foto Produk pada Kegiatan Wirausaha: Systematic Literature Review
Lanskap dunia wirausaha telat dipengaruhi era digital secara signifikan. Peralihan dari teknik promosi tradisional ke promosi digital telah membawa dampak pada kegiatan wirausaha. Tidak dapat dipungkiri, estetika visual pada proosi menggunakan teknologi digital berpengaruh penting terhadapa penjualan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai dampak dari strategi promosi menggunakan visual produk terhadap perilaku konsumen. Metodologi penelitian yang digunakan dalam penelitian kali ini berasal dari pendekatan ilmiah yang dikenal sebagai Systematic Literature Review (SLR). Berdasarkan materi yang ditinjau, terbukti bahwa foto produk memberikan dampak yag signifikan dalam membangkitkan minat dan memfasilitasi keputusan pembelian konsumen dalam pasar sasaran.
Sinema Kethoprak: Perkembangan Kesenian Kethoprak dengan Pendekatan Gaya Film
Perkembangan media internet memaksa banyak kesenian tradisional untuk melakukan penyesuaian agar terus dapat bertahan di tengah arus hiburan yang semakin banyak dan mudah diakses. Dalam beberapa tahun terakhir, kesenian kethoprak juga telah beradaptasi dengan menggabungkan seni pertunjukan tradisional Jawa dengan film yang disebut sinema kethoprak. Youtube merupakan salah satu platform yang banyak digunakan seniman kethoprak untuk mendistribusikan sinema kethoprak. Banyaknya ragam bentuk dan gaya sinema kethoprak yang ada pada platform Youtube memunculkan permasalahan baru tentang bagaimana mempertahankan ciri khas kesenian kethoprak dalam kemasan bentuk dan gaya film. Tujuan penelitian ini adalah memetakan ragam gaya film (film style) yang digunakan pada sinema kethoprak. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan metode observasi terhadap karya-karya sinema kethoprak di youtube yang masih terdapat ciri khas kesenian kethoprak serta elemen-elemen mise en scene, sinematografi, editing dan suara. Dengan pemetaan ini diharapkan dapat bermanfaat untuk merancang atau mendesain gaya sinema kethoprak yang tetap mempertahan nilai-nilai seni dan budaya kethoprak
Perubahan Preferensi Menonton Film pada Era Media Sosial: Dampak Short Video dan Implikasinya pada Perilaku Menonton Film
This research investigates changes in film viewing preferences in the context of the social media era. The main focus of the research is the impact of short videos reviewing films and their implications for film watching behavior. In the face of dramatic changes in film accessibility and the influence of social media, this research seeks to understand how short videos, especially those containing spoilers, influence the way viewers enjoy and appreciate films. The research method used is a mixed method, namely qualitative and quantitative involving surveys, short video content analysis, and interviews with film producers and directors. The findings of this research illustrate significant changes in film viewing preferences and their implications for the way audiences explore and enjoy film works. This research provides in-depth insights into the transformation of film viewing behavior in the dynamic social media era and proposes recommendations that can be useful for the film industry and social media content creators
Perancangan Animasi 2D Tentang Manfaat Sayur pada Kesehatan Pencernaan untuk Anak Usia 6 – 7 Tahun
Sayur memiliki manfaat pada kesehatan pencernaan manusia. Namun, pentingnya manfaat sayur belum sepenuhnya diketahui oleh sebagian besar anak-anak. Perlunya menambahkan wawasan anak tentang manfaat sayur dapat dilakukan melalui pemanfaatan media yang akrab digunakan oleh anak-anak. Oleh karena itu, dibutuhkan perancangan media yang bersifat informatif dan menarik tentang manfaat sayur untuk anak-anak. Penelitian ini berfokus pada perancangan media edukasi tentang manfaat sayur pada kesehatan pencernaan berupa animasi 2D untuk anak-anak usia 6 - 7 tahun. Perancangan media ini menggunakan metode penelitian melalui studi literatur, kuesioner, wawancara keahlian, dan observasi dan metode perancangan meliputi tahap pra produksi, produksi dan pasca produksi. Hasil analisis data menemukan bahwa ketertarikan target audiens pada animasi berdasarkan narasi cerita yang seru dan tampilan visual yang unik serta menarik. Narasi cerita pada animasi ini menggunakan pendekatan narasi sugestif yang disampaikan melalui interaksi antar karakter dengan sudut pandang orang ketiga. Tampilan visual pada animasi ini menggunakan pendekatan antropomorfis dengan gaya kartun yang disederhanakan. Hasil uji coba menunjukkan bahwa anak-anak mampu menyebutkan manfaat makan sayur yaitu membuat sehat di dalam perut yang berkaitan dengan mudahnya buang air besar (40%), dan dampak tidak makan sayur menjadikan perut tidak sehat/sakit dan susah buang air besar (55%)
Potret Keragaman Hayati dan Kultural Natuna dalam Bingkai Foto Dokumenter
Penelitian ini mengkaji bagaimana keragaman hayati dan kultral di Natuna direkam ke dalam karya foto dokumenter dengan menggunakan teknik EDFAT. Natuna sebagai wilayah yang kaya akan keragaman hayati dan budaya, khususnya dalam aspek kuliner, menjadi fokus dalam proses pembuatan makanan tradisional sagu butir. Foto dokumenter dipilih karena mampu menggabungkan elemen visual dan naratif secara efektif. Penerapan EDFAT menghasilkan foto yang kaya makna. Entire menangkap keseluruhan lokasi dan aktivitas pembuatan sagu butir yang sarat akan konteks kebudayaan lokal. Detail dan Frame menonjolkan aspek yang lebih spesifik dari proses sagu butir dengan komposisi yang menarik. Angle menghadirkan sudut pandang yang memberikan perspektif baru. Time menangkap momen berharga yang tidak dapat diulang seperti ekspresi masyarakat dan tahapan pembuatan sagu butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik EDFAT efektif dalam merekam kekayaan hayati dan budaya Natuna. Foto yang dihasilkan mampu menggambarkan keragaman hayati dan kultural dengan cara yang mendalam dan menyeluruh, menjadikan alat visual yang kuat dalam memahami dan mengomunikasikan potensi daerah Natuna
Restorasi Film Lewat Djam Malam sebagai Bentuk Pemulihan dan Pelestarian Film Klasik pada Era Digital
Film klasik berbentuk seluloid yang disimpan begitu saja akan mengalami kerusakan seiring berjalannya waktu. Sebagai bagian dari warisan sinema Indonesia jaman dahulu, para pegiat film menaruh perhatiannya pada kondisi film lama yang usang, salah satunya adalah film lama berjudul Lewat Djam Malam, dengan berinisiasi melakukan restorasi dan digitalisasi pada film ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggali pemahaman mengenai proses restorasi film Lewat Djam Malam karya Usmar Ismail yang meliputi tahapan pra-restorasi, restorasi, dan pasca restorasi. Riset ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan restorasi yang dilakukan pada film Lewat Djam Malam mampu melestarikan film klasik yang bernilai sejarah kebudayaan Indonesia masa lampau, sehingga film klasik dapat dengan mudah diakses dan dinikmati kembali oleh generasi muda