REKAM: Jurnal Fotografi, Televisi, dan Animasi
Not a member yet
198 research outputs found
Sort by
Membongkar Identitas dalam Film "Wandu"
Wandu (The Effeminate) adalah film pendek televisi yang bercerita tentang problematika tiga orang waria dalam proses pencarian identitas dan haknya sebagai manusia ditengah masyarakat yang majemuk. Penolakan aspirasi waria dan citra negatif telah melekat erat pada masyarakat dan berdampak pada segala sepak terjang waria. Semua waria sama saja, itulah ungkapan yang jamak. Diskriminasi, upaya penolakan, dan perlakuan yang tidak manusiawi merupakan tekanan sosial yang terjadi akibat nihilnya identitas bagi waria. Oleh sebab itu, identitas menjadi hal terpenting bagi waria. Identitas adalah bentuk keberadaan yang kongkrit untuk mendapatkan kesejahteraan sosial yang lebih baik dan setara.Kata kunci : Identitas, Waria, film Wand
Evaluasi Sintesis Ekspresi Wajah Realistik pada Sistem Animasi Wajah 3D dengan Teknologi Motion Capture
The human face has a unique shape and size, as well as a 3D character face model. The facial animation of 3D virtual characters is mostly done manually by moving the rigging in each frame. The more characters used, the more production costs that must be incurred. The absence of a cheap facial motion transfers system is also one of the reasons why not many studios are using motion capture technology in Indonesia.This research will evaluate the implementation of a facial expression synthetically using motion capture technology built from radial basis function (RBF) as a method of marker transfer as a reference for rigging movement in point cluster system. Testing is done by approaching facial expressions according to FACS theory and questionnaire of synthesis results.The experimental results show that according to FACS theory the requirement of expression formation has been fulfilled by referring to changes in facial features, but the implementation is not always able to describe perfectly the desired condition, namely the average percentage of faces easily recognizable by 35.53%. Therefore, the influence of animators in the control of micro expression improvements or the addition of exaggeration principle elements in the manufacture of facial animation is very important to produce facial expressions that are easily recognized by the audience
Analisis Peran Unmanned Aerial Vehicle Jenis Multicopter dalam Meningkatkan Kualitas Dunia Fotografi Udara di Lokasi Jalur Selatan Menuju Calon Bandara Baru di Kulonprogo
Dunia fotografi berkaitan dengan pesawat tanpa awak disebut drone. Drone dipasang kamera sehingga pesawat tersebut dikendalikan pilot dari daratan. Hasil fotografi dilihat pilot setelah pesawat drone tersebut mendarat. Drone adalah pesawat yang terbang dengan sistem robotik dikendalikan oleh pilot di tanah. Drone memiliki berbagai fungsi yaitu sebagai alat pendeteksi, alat pemetaan di udara, alat pemetaan banjir, tanah longsor, lahan pertanian bahkan dapat mendeteksi material logam didalam bumi. Drone dapat berfungsi alat pendeteksi pulau terpencil, salat foto udara bila terjadi sengketa sawah, untuk pemetaan bidang pertanian dan pemetaan bidang pertambangan. Berdasarkan jenisnya, terdapat dua jenis drone, yaitu multicopter dan fixed wing. Multicopter adalah jenis drone yang memanfaatkan putaran baling-baling untuk terbang, sedangkan fixed wing memiliki bentuk seperti pesawat terbang biasa yang dilengkapi sistem sayap. Langkah yang digunakan dalam penelitian ini adalah persiapan pembuatan drone, perencanaan ketinggian terbang, pengujian drone di ground, pengaturan kalibrasi kamera, pengambilan foto udara, melihat hasil foto udara, kemudian menganalisis hasil foto udara. Drone dalam penelitian ini memiliki empat propeller, yang digunakan untuk pemetaan jalur selatan menuju pintu masuk New International Yogyakarta Airports melalui Desa Plumbon, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo. AbstractRole Analysis of Unmanned Aerial Vehicle Type MultiCopter in Improving the Quality of Aerial Photography Field in the Southern Path towards the Prospective New Airport in Kulonprogo. The world of photography is very closely related to the unattended aircraft called drones. Drones are mounted with camera so that the plane is pilot-controlled from the mainland. Photography results are seen by the pilot after the drone aircraft is landed. Drone have various function namely as a detector, mapping equipment in the air, floods mapping tools, landslides, agricultural lands, can ever detect metal material in the earth. Drone can fuction as remotr island detection device, aerial photographs in the event of a rice field dispute, for mapping agriculture and minning fields. Based on its type, there are two types of drones, namely multicopter and fixed wing. Multicopter is the type of drone that utilizes the spin of the propeller, while the fixed wing has an airplane-like shape with a wing system. The steps used in this study were as follows: drone making preparation, fly height planning, ground drone testing, camera calibration settings, air photo capture, airresults viewing, and aerial photographs results analyzing. Drone used in this study has four propellers used for mapping south path entrance of New Yogyakarta International Airport through Plumbon Village,Temon sub-district, Kulonprogo regency
Implementasi Animasi 2D pada Iklan Layanan Masyarakat sebagai Sosialisasi Penyakit DBD
Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit menular dan berbahaya. Maka dari itu, dengan dibuatnya skripsi tentang Penerapan Animasi 2D pada Iklan Layanan Masyarakat tentang Upaya Pencegahan DBD ini, penulis memiliki tujuan untuk menyadarkan masyarakat Kota Palembang tentang upaya mencegah serta menanggulangi DBD. Pada iklan layanan masyarakat ini, upaya yang akan disosialisasikan dikemas dengan cerita fiktif yang diperankan oleh tokoh karakter 2D sehingga menjadi lebih menarik untuk diketahui. Selain itu juga dilakukan penelitian terhadap keberhasilan iklan layanan masyarakat ini melalui 2 aspek, yaitu aspek daya Tarik iklan yang dinilai oleh para ahli bidang animasi, serta aspek kualitas pesan iklan yang dinilai oleh masyarakat. Pendekatan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan teknik kuesioner. Responden dalam penelitian ini berjumlah 10 orang ahli dan 30 orang masyarakat, yang didapatkan dari penyebaran kuesioner online. Hasil dari penelitian ini diketahui bahwa sikap 10 orang responden ahli mengenai Iklan Layanan Masyarakat ini sebesar 85,6% dan berada di kategori “Sangat Baik” dan sikap 30 orang responden masyarakat umum sebesar 92,8% dan berada di kategori “Sangat Setuju”
Trend Kamera Analog Instan di Kalangan Remaja
Maraknya penggunaan kamera analog instan baru-baru ini merupakan sebuah fenomena menarik. Fotografi menjadi ajang berekspresi penggunanya, untuk menunjukkan eksistensi mereka di media online. Caption menjadi salah satu hal yang penting di sini, seperti caption berbentuk tagar “#35mm” dan “#indo35mm” di Instagram menjadi salah satu pertanda bahwa postingan foto tersebut diambil menggunakan kamera analog. Munculnya komunitas fotografi virtual seperti KLASTIC, menandai awal mula tumbuhnya komunitas fotografi analog di Indonesia. Kemunculan kembali brand fotografi analog khususnya Instant Camera (kamera instan) Polaroid merupakan sebuah fenomena unik. Dalam fokus penelitian ini penulis berusaha menganalisa bagian-bagian terpenting pada keberlangsungan tumbuhnya industri fotografi analog yang mulai tergeser oleh digitalisasi. Secara umum terdapat pertumbuhan tren global terhadap eksistensi kamera analog dan kamera instan. Ada beberapa faktor yang dapat diteliti lebih dalam, dari segi teknologi, saluran komunikasi, kepuasan pengguna (kepuasan emosional dan kesamaan hobi ‘homophily’), waktu dan sistem sosial (agen perubahan sosial dan pemimpin opini), (Rogers, 1983). Penelitian ini hanya sebatas kajian analisa deskriptif kualitatif metode observasi dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan teori difusi inovasi dengan perkembangan trend penggunaan kamera analog instan. Inovasi produk berupa kebaruan bentuk dari kamera instan ternyata diminati di kalangan remaja. Ada sebuah fenomena disruptif, dengan munculnya aplikasi media sosial Instagram, foto hasil dari kamera instan difoto ulang dan diposting di Instagram. Terangkatnya trend penggunaan kamera analog instan juga merupakan dampak dari perkembangan komunitas pehobi kamera analog.
Peranan Pemilihan Strategi dan Stilistika dalam Iklan di Televisi
Televisi adalah salah satu media terbaik saat ini yang dapat menghubungkan tujuan-tujuan dari para produsernya dengan kebutuhan konsumen. Tayangan televisi sangat penting sehingga konsumen dapat dengan mudah mendapatkan hal-hal baru melalui tayangan televisi seperti iklan. Iklan menjadi sangat penting ketika produser ingin menawarkan produk atau jasa. Hal ini dapat dengan mudah dicapai dengan membuat iklan di televisi untuk mendapatkan perhatian pembeli yang potensial. Tujuan utamanya adalah untuk menyampaikan pesan iklan tersebut dengan menarik yang dikemas untuk menjaring konsumen. Hal-hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih strategi adalah relevansi akan produk itu sendiri, pesaing dan target pasar juga harus jelas. Iklan harus memerhatikan aspek iklan, yaitu stilistika. Dalam mendapatkan keunikan gaya, produsen dapat menggunakan penggunaan strategi bahasa seperti slogan, pemilihan karakter yang menarik, pemilihan strategi yang tepat dan juga menggunakan elemen iklan lainnya. Pemilihan strategi iklan akan menentukan penyampaian gaya bahasa pesan melalui bentuk kreativitas untuk mendapatkan respons konsumen yang lebih baik.The Role of Selection and Stylistics Strategies in Advertising on Television. Television is one of the best medium today that can connect producers’goals with consumers' needs. The televisions’ impressions are crucial so that consumers can easily get new things through the television’s impressions like advertisment. Advertisment becomes very important when producer wants to offer product or service. It can be easily achieved by making advertisment on television to get potential buyers’attention.The main goal is to deliver advertising messages by using attractive packaged to stimulate consumers. The things that should be considerated in choosing strategies are the relevancies to product itself, competitors and also clear target market. Advertisement should pay attention to the Stylistics’ advertising aspects. In getting the uniqueness of style, producers can use language strategies usage like slogans, selection of interesting characters, selection of appropriate strategies and also using other advertising elements. The selection advertisements’ strategies will determine conveying stylistics’ messages through form of creativity to get the better consumer response
Fotografi Potret Wanita Penambang Pasir di Lereng Selatan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta
Ketegaran dan kesabaran yang luar biasa, sebagai sesama wanita, dari para wanita penambang pasir di Lereng Selatan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta menjadi inspirasi bagi penulis untuk diungkapkan dalam karya fotografi dengan bentuk potret hitam putih karena potret bisa mewakili keadaan sebenarnya dari objek. Penciptaan ini bertujuan mengungkapkan kehidupan wanita penambang pasir di Lereng Selatan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta dalam fotografi potret hitam putih dikaitkan dengan aspek teknis kreatif dan fungsi nilai sosialnya.Proses perwujudan mencakup tahap-tahap penciptaan dan media yang digunakan untuk mewujudkan karya seni fotografi potret yang tentunya membutuhkan bahan, alat, dan teknik. Prosedur pelaksanaan meliputi persiapan, pemotretan, proses editing, penentuan lay out, dan pencetakan hasil akhir. Karya penciptaan ini menampilkan karya-karya yang merupakan serangkaian fotografi potret wanita penambang pasir di Lereng Selatan Gunung Merapi, Daerah Istimewa Yogyakarta. Melalui foto-foto yang ditampilkan diharapkan dapat memberikan sudut pandang bagi masyarakat dalam mengapresiasi sosok wanita penambang pasir, melalui ketegaran dan kesabarannya yang luar biasa. Keunggulan karya ini adalah menampilkan foto potret wanita penambang pasir dengan hitam putih sehingga tampak lebih dramatis. Obstinacy and remarkable patience, as a fellow woman, from the women sand miners in South Slope of Mount Merapi, Yogyakarta became the inspiration for the author to be expressed in the form of photographic works with black and white portrait because a portrait can represent the actual state of the object. The aim of this creation reveals a woman's life sand miners in South Slope of Mount Merapi, Yogyakarta in black and white portrait photography associated with the creative and technical aspects of the function of social value. The embodiment process includes the stages of creation and media that are used to create works of art portrait photography that will require materials, equipment, and techniques. Implementation procedures covering the preparation, shooting, editing, determination lay out, and print the final results. This creative work featuring the works is a series of photographic portraits of women sand miners in South Slope of Mount Merapi, Yogyakarta. Through the photographs displayed are expected to provide viewpoints for society to appreciate the female figure sand miners, through fortitude and patience were outstanding. The advantages of this work is to show a portrait photo woman sand miners with black and white so that it looks more dramatic
Konsep Fantasi dalam Film
Fantasy films were born from the development of fiction films that have shown existence since the beginning of its history. Fantasy films have their own charm because they can penetrate time and space compared to other genres. Fiction films develop from their creators both in terms of story and cinematography because fiction films are at the center of the poles: real and abstract. Its greatest strength lies in its ability to integrate and combine with other genres without exception and can be broadly developed unlimitedly. That is because fantasy films contain elements with different characteristics from other films where if a fantasy film has one element in the making of the film then it has been said to be a fantasy film. The elements or components that are seen are derived from the narrative and cinematic elements of filmmaking which contain ideas of stories, characters, and settings in a film. These three elements are the forming components of fantasy films that are fictitious and imaginative. The idea of the story is not based on an imaginary reality, that is a fiction that makes no sense. In the case of fantasy films, filmmakers will compete to develop and present ideas that have not been thought of before, so the audience seems to be carried away in a new world outside of real life. Character characters in fantasy films are the imagination of creators in fictitious forms, such as: animal characters, extraterrestrials, monsters, robots, and non-physical characters such as ghosts, spirits and holograms. While the background elements in fantasy films have a character setting place and time imaginative events are unique in unknown times or dimensions, can be past, present, and future with the centuries formed by the creators
Novel Gadis Pantai Karya Pramoedya Ananta Toer sebagai Dasar Penciptaan Skenario
Penciptaan ini mengadaptasi novel Gadis Pantai karya Pramoedya Ananta Toer (Pram) menjadi skenario. Kepiawaian Pram dalam menulis novel tidak diragukan lagi. Banyak karya Pram yang menjadi best seller, dari tangannya lahir karya-karya yang hebat, berbagai penghargaan pernah ia dapatkan, hingga nominasi nobel. Karya Pram sampai saat ini belum ada yang berhasil difilmkan, mungkin masa lalu Pram yang dekat dengan Lekra yang membuat seperti ini. Ide menjadi hal yang paling penting dalam sebuah skenario (film), Ide mengadaptasi novel menjadi pilihan yang jitu. Mengingat banyak film yang memenangkan penghargaan merupakan film adaptasi dari novel-novel best seler.Gadis Pantai Pramoedya Ananta Toer’s Novel as a Basic Scenario Creation. The creation is adapting the novel Gadis Pantai by Pramoedya Ananta Toer into a scenario. There is no doubt about Pram expertise in writing novels, many works of Pram considered as best seller, many great works were born from his hands, he has received the various awards, moreover, he was nominated as a nobel nominee. To this moment, there is no such works of Pram which is successfully filmed,it is probably because in his past time, Pram has been considered as a person who is “near” to LEKRA. An idea becomes the most important thing in making a screenplay (movie), The idea of adapting the novel becomes a workable option. As there have been many films that are also adaptated from the best seller novels
Fotografi Surealisme Visualisasi Estetis Citra Fantasi Imajinasi
ABSTRAKSebagaimana yang terjadi pada ranah seni sastra dan seni rupa, pengaruh surealisme sebagai moda artistik penciptaan karya seni, ternyata juga memengaruhi perkembangan bentuk dan genre baru di ranah fotografi. Sebagai bagian dari upaya-upaya penciptaan karya kreatif fotografis, beberapa fotografer menggunakan berbagai aspek dalam domain fotografi untuk juga bisa menampilkan karya-karya yang bernuansa surréal dan terkesan bersifat surealistis dengan berbagai teknik-teknik penciptaan visualnya. Prinsip-prinsip surealisme yang berkaitan dengan upaya memadukan elemen visual yang nyata dan yang bersifat tidak nyata (virtual, dream-like, fantasy) dalam karya-karya fotografi merekamenghasilkan sebuah fenomena ‘keraguan’ dalam menyikapi karya fotografinya. Hal ini terjadi karena yang selama ini karya fotografi diyakini sebagai medium penghasil karya seni visual yang nyata/realis dan merupakan satu bentuk representasi realitas yang faktual telah menjadi ‘ragu’ terhadap hasil karya fotografi surrealistic yang diciptakannya.Visualisasi bentuk-bentuk yang riil tertampilkan bertentangan dengan kelayakan konvensi logika visual alamiah realisme media fotografi yang ada. Namun, secara artistik tentunya kehadiran fotografi surealistik ini bisa dijadikan sebagai salah satu upaya alternatif penampilan visual karya seni fotografi yang ekspresif. Dalam arti bahwa ranah fotografi juga memiliki moda ungkapan ekspresif estetik yang juga memiliki kemungkinan untuk mengekplorasi aspek-aspek dunia mimpi bawah sadar, fantasi, yang bernuansa simbolisme visual dalam kancah pengembangan budaya visual yang bernilai ‘nyata - tidak nyata’. Surrealism Photography: Aesthetic Visualization of the Imagination Fantasy Imagery. As appeared in the sphere of literary and fine arts, the influence of surrealism as an artistic mode for the creation of works of art, apparently it also influences the development of new forms and genres in the sphere of photography. As part of the efforts to create photographic creative works, some photographers use various aspects in the photographic domain to also be able to present works which are surreal in nature and seem surrealistic in their various visual creation techniques. The principles of surrealism are associated with the attempts to combine visual elements which are real and not real (virtual, dream-like, fantasy) in photography works produce a phenomenon of ‘doubt’ in addressing the photographic work. This happens because all this time photography is believed to be a medium that produces visual art works that are real or realistic and is a form of factual reality representation which has become ‘doubtful’ of the surrealistic photographic works that it creates. The visualization of the real forms that appear is contrary to the feasibility of the natural visual logic conventions of the realism of the existing photographic media. However, artistically, the presence of this surrealistic photography can be used as an alternative attempt for the visual appearance of expressive photographic artworks. In the sphere of photography, it makes sense that it has an aesthetic expressive mode of expression which also has a possibility to explore the aspects of the subconscious self, fantasy, having the nuance of visual symbolical in the domain of developing visual culture which could be valued as ‘real-not real’