JURNAL KONVERSI
Not a member yet
137 research outputs found
Sort by
PENINGKATAN KUALITAS BIOGAS LIMBAH PABRIK TAHU KELURAHAN MENTAOS DENGAN METODE ABSORBSI MENGGUNAKAN Ba(OH)2
Pemanfaatan limbah cair tahu menjadi biogas merupakan salah satu cara mengurangi krisis energi yang terjadi pada masa sekarang. Biogas merupakan salah satu energi terbarukan yang berasal dari berbagai macam limbah organik seperti biomassa, kotoran manusia dan kotoran hewan yang mengandung gas metana (CH4) karbondioksida (CO2) dan hidrogen sulfida (H2S). Kandungan CO2 dalam biogas menyebabkan turunnya nilai kalori biogas, oleh karena itu perlu dilakukan pemurnian untuk meningkatkan kualitas biogas dengan mengurangi kandungan gas CO2. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui apakah Ba(OH)2 dapat dijadikan absorben untuk mengikat CO2, mengetahui pengaruh konsentrasi Ba(OH)2 terhadap proses pemurnian biogas dan mendapatkan produk biogas yang lebih murni. Penelitian ini dilakukan pada Pabrik Tahu Sumber Indah yang berlokasi di kelurahan Mentaos Banjarbaru dengan metode absorbsi menggunakan larutan Ba(OH)2 dengan variasi konsentrasi 0,5 dan 1,5 M. Dari penelitian didapatkan bahwa Ba(OH)2 dapat digunakan sebagai absorben untuk mengurangi kadar CO2 dalam biogas. Hasil dari penyerapan CO2 yang paling baik didapatkan pada larutan Ba(OH)2 1,5 M dengan kadar CO2 sebesar 0,887% dan CH4 sebesar 78,666
KARAKTERISTIK KIMIAWI DAN ANALISIS CEMARAN BAKTERI PADA BUBUR INSTAN BERBAHAN BAKU TEPUNG ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.)
ABSTRAK. Bubur termasuk salah satu bentuk makanan yang mudah dikonsumsi masyarakat. karena memiliki tekstur yang lunak sehingga mudah dicerna. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik kimia bubur instan dengan formulasi tepung rosella dan tepung beras putih yang terbaik serta menguji cemaran bakteri escherichia coli pada bubur instan berdasarkan Angka Lempeng Total (ALT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik kimiawi pada formulasi terbaik adalah tepung rosella 20% dan 30% tepung beras putih, dengan karakteristik kadar air (8,70%), abu (4,40%), protein (8,14%), lemak (7,52%), karbohidrat (71,24%). Hasil pengujian terhadap cemaran bakteri escherichia coli menunjukkan bahwa sediaan padat memenuhi syarat bubur instan sebagai makanan dalam perhitungan Angka Lempeng Total.Kata kunci: ALT , bubur instan, escherichia coli, rosella
PENGARUH WAKTU PELEBURAN PADA PEMBUATAN ASAM OKSALAT DENGAN METODE HIDROLISA LIMBAH KARDUS
Limbah kertas menjadi masalah tersendiri bagi lingkungan. Limbah kertas bisa dimanfaatkan secara optimal dengan cara diolah menjadi bahan yang lebih berguna dan bernilai karena mengandung selulosa. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui waktu optimum peleburan untuk mendapatkan asam oksalat dalam limbah kardus. Metode yang digunakan dengan menambahkan natrium hidroksida (NaOH) untuk menghidrolisis selulosa. Asam oksalat dipurifikasi dengan menambahkan kalsium klorida dan asam sulfat. Hasil yang didapatkan berupa waktu optimum peleburan selama 75 menit dan konsentrasi NaOH sebesar 4N, dengan yield sebesar 3.07%. Pengolahan data menggunakan persamaan regresi linier didapatkan hasil sebanyak 81,3 % keragaman hasil %yeild asam oksalat dipengaruhi oleh waktu peleburan limbah kardus. Di dapat Hasil FTIR asam oksalat dan standard asam oksalat menunjukan kemiripan yang dapat dilihat dari peregangan gugus –OH, dimana dilihat pada bilangan gelombang 3600 cm-1, peregangan asam karboksilat terdapat pada bilangan gelombang 1850 cm-1, peregangan ikatan C-C terdapat pada bilangan gelombang 1450 cm-1, dan peregangan ikatan C-O terdapat pada bilangan gelombang 1300 cm-1 . Kata kunci : asam oksalat, hidrolisis, kardus,
UJI KINERJA ADSORPSI ION NIKEL DENGAN KARBON BERPORI DARI SERBUK GERGAJI KAYU MLANDING (PETAI CINA) YANG TELAH DIOKSIDASI DENGAN HIDROGEN
Penelitian ini dilakukan untuk mempelajari perubahan gugus fungsi dari karbon berpori yang disintesis dari serbuk gergaji kayu mlanding atau petai cina setelah dioksidasi dengan H2O2 pada variasi suhu 30°C, 60°C, dan 80°C. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mempelajari pengaruh karbon berpori setelah dioksidasi terhadap adsorpsi ion nikel. Percobaan adsorpsi dilakukan dengan menggunakan larutan Hexammine Nickel (II) Nitrate [Ni(NH3)6](NO3)2 yang disintesis dengan cara menambahkan Nickel (II) Nitrat Heksahidrat (>99,9%, Merck) ke larutan Ammonia (25wt%, Merck). Larutan nikel digoyang selama 48 jam dengan menggunakan shaker waterbath pada variasi suhu yaitu 30°C, 40°C, dan 60°C. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa oksidasi karbon berpori akan meningkatkan gugus fungsi dalam karbon berpori seperti lakton, karboksil, dan fenol. Untuk adsorpsi ion nikel oleh karbon berpori dari serbuk kayu mlanding mengikuti pola isotherm Langmuir dan menunjukkan kinerja yang lebih baik untuk menjerap ion nikel dalam larutan dibandingkan dengan karbon yang tidak teroksidasi
PENURUNAN TURBIDITY, pH, Kadar Fe MENGGUNAKAN BIOKOAGULAN KITOSAN DARI CANGKANG RAJUNGAN (PORTUNUS PELAGICUS)
Pemanfaatan kitosan dari limbah rajungan merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk mengurangi dampak pencemaran air, sehingga ketersediaan air bersih bisa meningkat. Kitosan mampu mengikat ion-ion logam berat dengan memanfaatkan gugus hidroksil dan amina. Kitosan tergolong sebagai polimer multifungsi, yang terdiri dari 3 jenis asam amino, gugus hidroksi primer dan sekunder. Untuk memperoleh kitosan dari cangkang rajungan ada 3 tahapan proses,, yaitu proses deproteinasi (proses penghilangan kandungan protein), proses demineralisasi (proses penghilangan kandungan mineral) dan proses deasetilasi (proses pembentukan khitin menjadi kitosan). Penelitian ini bertujuan mengisolasi kitosan dari cangkang rajungan (Portunus Pelagicus) yang digunakan sebagai biokoagulan untuk penjernih air. Variabel yang digunakan dalam penelitian meliputi dosis penambahan kitosan sebanyak 1, 2, dan 5 gram dalam 25ml sampel air dengan waktu pengadukan selama 5, 10, dan 15 menit. Analisa dilakukan terhadap pH, tingkat kekeruhan dan kadar Fe. Pada penelitian digunakan koagulan tawas sebagai pembanding. Dari hasil analisa diperoleh derajat kitosan dari cangkang rajungan sebesar 72,64 %, penurunan kadar Fe sebesar 81,13 % didapat pada penambahan 5% kitosan sedangkan pada tawas diperoleh hasil penurunan kadar Fe sebesar 75,53 % . Hal ini membuktikan bahwa kitosan sangat efektif sebagai biokoagulan. Kata kunci: air bersih, cangkang rajungan, kitosan, tawa
KESETIMBANGAN ADSORPSI LOGAM BERAT (Pb) DENGAN ADSORBEN TANAH DIATOMIT SECARA BATCH
Efek negatif dari pertumbuhan industri adalah limbah industri yang menghasilkan kontaminasi terhadap lingkungan. Salah satu jenis limbah industri adalah logam timbal (Pb) dalam air limbah di atas batas konsentrasi. Tujuan dari penelitian adalah untuk mempelajari mekanisme adsorpsi logam timah dalam sistem batch, dengan tanah diatom sebagai adsorben menggunakan model kesetimbangan isoterm. Dalam percobaan ini tanah diatom dicampur dengan 250 ml larutan timbal. Variabel yang diamati dalam percobaan ini adalah konsentrasi timbal dan massa adsorben. Setelah kesetimbangan tercapai, konsentrasi timbal dianalisis menggunakan AAS (Atomic Absorption Spektrophotometry). Data hasil percobaan menunjukkan, massa adsorben yang lebih besar akan menyerap lebih banyak. Berdasarkan data percobaan dan model matematika, konstanta kesetimbangan dievaluasi menggunakan persamaan least square. Tiga model isoterm adsorpsi yaitu model isoterm Freundlich, model isoterm Langmuir dan model isoterm BET digunakan pada penelitian ini. Model kesetimbangan isoterm Freundlich lebih unggul, dengan nilai konstanta empiris : qf = 0,06 dan b = 1,95 pada massa absorben 3 gr. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adsorpsi fisik merupakan mekanisme adsorpsi. Kata kunci: adsorpsi, tanah diatom, logam tima
PENGARUH VARIASI VOLUME MINYAK SAWIT TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SIFAT FISIK BIODIESEL CAMPURAN SOLAR-MINYAK SAWIT-ALKOHOL (METANOL, ETANOL,BUTANOL)
Peningkatan volume kendaraan bermotor di Indonesia mengakibatkan peningkatan kebutuhan bahan bakar fosil dan emisi gas buang. Kelompok alkohol memiliki tingkat viskositas yang rendah dan dapat dijadikan sebagai solusi peningkatan kebutuhan bahan bakar dan emisi gas buang. Akan tetapi penggunaan alkohol pada basis yang tinggi berdampak buruk bagi performa kendaraan. Minyak sawit terbukti dapat mengurangi peningkatan kebutuhan bahan bakar. Minyak sawit dipilih karena ketersediaan yang melimpah dan harga yang relatif murah. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi sifat kimia dan sifat fisik biodiesel dengan kandungan minyak sawit yang bervariasi. Sifat kimia dan fisik yang dievaluasi adalah viskositas, titik nyala dan nilai kalor. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, semakin tinggi volume minyak sawit dalam biodiesel, terjadi peningkatan viskositas dan penurunan titik nayala dan nilai kalor. Biodiesel dengan kandungan minyak sawit 85% merupakan biodiesel dengan viskositas tertinggi serta nilai kalor dan titik nyala terendah
GASIFIKASI SERBUK GERGAJI BATANG KELAPA UNTUK MENGHASILKAN BAHAN BAKAR GAS
Indonesia merupakan negara penghasil kelapa dengan hasil yang melimpah. Batang kelapa dimanfaatkan sebagai bahan baku furniture dimana hasil sampingnya berupa serbuk gergaji. Serbuk gergaji kayu kelapa merupakan salah satu biomassa yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar gas atau syngas dengan metode gasifikasi. Gasifikasi dilakukan dengan perbedaan variabel berat umpan dan sistem operasi updraft dan sistem operasi downdraft. Penelitian ini menggunakan variabel bebas berupa serbuk gergaji kayu kelapa. Sedangkan variabel terikat yang akan didapatkan yaitu berupa output syngas, suhu gasifikasi, dan waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan syngas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyak umpan serbuk gergaji kayu kelapa, maka semakin banyak syngas yang dihasilkan dan semakin lama waktu produksi syngas. Berdasarkan analisis syngas, didapatkan hasil pada gasifikasi updraft sebesar 15,8670% CO; 6,4133% CH4; 20,3237% H2 dan gasifikasi downdraft sebesar 13,7617% CO; 0,5693% CH4; 6,1820% H2. Sistem operasi downdraft lebih optimal jika dibandingkan dengan sistem operasi updraft berdasarkan nilai efektifitas yang ditinjau dari konsentrasi CO senilai 53,5529 : 46,4471; konsentrasi CH4 senilai 91,8465 : 8,1535; konsentrasi H2 senilai 76,6767 : 4,9204. Dapat disimpulkan bahwa gasifikasi downdraft lebih efektif dalam mengkonversi serbuk gergaji kayu kelapa menjadi bahan bakar gas
IDENTIFKASI KENAIKAN TITIK DIDIH PADA PROSES EVAPORASI, TERHADAP KONSENTRASI LARUTAN SARI JAHE
Evaporasi adalah suatu operasi dimana sebagian fluida berubah dari fasa cairan menjadi fasa uap. Teknologi evaporasi vakum banyak digunakan pada industri pangan terutama pada pengolahan bahan pangan pasta atau cairan kental seperti pembuatan saos tomat, kecap, pengolahan susu, juga ekstrak sari jahe. Penguapan pada evaporator dapat dihitung dengan mengetahui tekanan absolut yang terjadi di ruang penguapan. Dimana suhu penguapan merupakan suhu uap jenuh pada tekanan absolut di dalam ruang penguapan tersebut. Larutan yang dipekatkan akan menunjukkan kenaikan titik didihnya, sesuai dengan konsentrasi larutan yang diinginkan. Tujuan peneltian adalah mengidentifikasi perilaku kenaikan titik didih larutan sari jahe pada berbagai tekanan dan suhu operasi, sehingga dapat dibuat formula (rumus) persamaan konsentrasi larutan berkorelasi dengan kenaikan titik didih tekanan. Metode yang digunakan pada penentuan formula kenaikan titik didih adalah menggunakan rancangan Response Surface Method. Rancangan percobaan yang dilakukan dengan memvariasikan tekanan dan suhu didih. Perlakuan yang diberikan terdiri dari 5 taraf uji yaitu dengan dilakukan 5 kelompok rentan tekanan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tekanan evaporasi, kenaikan titik didih larutan terhadap konsentrasi larutan sari Jahe. Dengan kondisi optimum terjadi pada tekanan optimum 21,720 mmbar dan kenaikan titik didih optimum 13,8816 oC, diperoleh konsentrasi optimum 49,7267 %.Keyword: evaporasi, konsentrasi, kenaikan titk didih, sari jahe
PENGARUH KONSENTRASI ENZIM PAPAIN TERHADAP MUTU GELATIN BUBUK DARI TULANG DAN CAKAR AYAM
ABSTRAK. Gelatin merupakan bahan tambahan pangan yang banyak digunakan untuk produk pangan yang bertekstur kenyal (permen lunak), pengental jus buah, penjernih minuman yang keruh, pembentuk tekstur es krim, pengental whipped cream dan yoghurt, namun sampai saat ini gelatin kebanyakan dibuat dari tulang dan kulit babi yang haram untuk umat muslim. Penelitian bertujuan mempelajari proses pembuatan gelatin dari tulang dan cakar ayam dengan mengggunakan berbagai konsentrasi enzim papain (0%; 1%; 2%; 3%; 4% b/v) dan mempelajari mutu gelatin bubuk yang dihasilkan. Tulang dan cakar ayam direndam selama 3 jam, selanjutnya diekstrak pada suhu 70ºC selama 4 jam. Penelitian diulang tiga kali. Hasil analisis ANOVA menunjukkan bahwa konsentrasi enzim papain berpengaruh nyata (α=0,05) terhadap rendemen, densitas kamba, kadar lemak, kadar karbohidrat, nilai pH, dan mutu warna. Sebaliknya, konsentrasi enzim papain berbeda berpengaruh tidak nyata (α=0,05) terhadap viskositas, aktivitas air (Aw), kadar air, kadar protein, kadar abu, dan mutu bau. Hasil terbaik gelatin bubuk dari tulang dan cakar ayam dipilih berdasarkan SNI No. 06-3735-1995, nilai rendemen, kadar abu, kadar lemak, dan nilai pH. Gelatin bubuk dari tulang dan cakar ayam terbaik dihasilkan pada konsentrasi enzim papain 4% dengan karakteristik: rendemen 32,777%, kekuatan gel 12,033 g bloom, Densitas kamba 0,615 g/mL, Viskositas 4,170 cP, Aw 0,516, Titik gel 1,333 °C, Titik leleh 12,333 °C, kadar air 6.865%, protein 54,059 (%), abu 3,572 (%), kadar lemak 2,646%, karbohidrat 39,723 (%), pH 4,567. Hasil uji hedonik, menunjukkan warna kuning kecoklatan (skor 2.7) yang disukai, dan bau khas ayam agak kuat (skor 2.9) yang agak disukai. Kata kunci: cakar ayam, enzim papain, gelatin bubuk, tulang aya