Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora
Not a member yet
266 research outputs found
Sort by
Analisis Faktor Kesulitan Belajar Siswa Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pada Mata Pelajaran Sosiologi Kelas XII IPS Di MA. Syarif Hidayatullah Pontianak
This research is to describe the difficulties of student learning to improve the achievement of sociology subject matter, the are: 1). the difficulties of student in learning sociology, 2). the effort of teacher to handle the difficulties of student dificulties, 3). how is the result of student to learning sociology. The instrument used in this research are observation, interview and documentation. The results show, 1). there were some internal and external factors of student barriers, 2). the effort had been done by teacher include to diagnose problems, 3). help student to motivate their habit in learning. Moreover teacher effort to diagnosis difficulties of learning more comprehend, do evaluation to determine of learning difficulties, 3). the achievement showed in mid test, there are student with less average of 70.Key Words: The Difficulties Learning Factor, Achrevement Of Study.
Studi Kasus Tentang Konflik Intraorganisasi Dalam Manajemen Berbasis Sekolah Di SMAN 01 Teluk Pakedai
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konflik intraorganisasi dalam pelaksanaan manajemen berbasis sekolah di SMA N 01 Teluk Pakedai. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konflik vertikal, konflik linistaff, dan konflik peran pada personel Sekolah di SMA N 01 Teluk Pakedai. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan bentuk deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah personel SMA N 01 Teluk Pakedai yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, Waka Kesiswaan, Waka Kurikulum, Bendahara, Kepala Tata Usaha, Staff Tata Usaha sekaligus penjaga sekolah. Kata Kunci: Konfilk Vertikal, Linistaff, dan Peran
Analisis Faktor Penyebab Anak Tidak Melanjutkan Pendidikan Ke Jenjang Perguruan Tinggi Pada Keluarga Petani
This research aims to analyze the factors of family, neighbourhood, and society encourages children in Desa Mulia Kecamatan Teluk Keramat do not continue their study to the higher education. A descriptive study is employed in this research. Form of this research is case study involving farmer families whose children pass the senior high school but do not continue to higher education as the participants. The results reports that the factors which encourage them not to continue their study are; (1). family factor, indicated by economic stability, number of dependents in family, low of parent’s educational background, and lack of parent’s motivation and awaraness on education, (2). neighbourhood factor, represented by low of neighbourhood education and free sex, (3). society factor shown by low of education level of the society and lack of awareness on the importance of education.Keywords : Causative Factors, Higher Education, Farmer Family
Pola Pengasuhan Anak Pada Keluarga Petani Melayu Di Desa Pusaka Kecamatan Tebas Kabupaten Sambas
The Child Caring In Malay Farmers Family At Pusaka Village Sub Tebas Sambas district. Work as farmers occupied by the parents are nearly 9 hours in the fields and have 2-6 children within it self. The research aims is to analyze and determine the child caring applied by Malay farmers family. Data collection instruments are interviews, observation, and documentation. The results show two kinds child caring was applied In Malay Farmers Family At Pusaka Village that is democratic and authoritarian. In democratic family, problem solved with the rebuke, explaining and consequences, thus produced a confident teenager, feel welcome in society, cooperate, friendly, always wanted to know. While the authoritarian family, problem solving colored with scold parents even hitting and never give congratulations and gifts if children perform so as to produce a timid teenager, shy, insecure and easily offended.Key Words: Child Caring, Malay farmers Family, Children's Education
Analisis Efektivitas Pelaksanaan Program Adiwiyata Di SMA Negeri 4 Pontianak
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas pelaksanaan program adiwiyata di SMA Negeri 4 Pontianak. Metode yang digunakan adalah deskriptif berbentuk survei dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Semua program adiwiyata dapat dilaksanakan dengan baik oleh warga SMA Negeri 4 Pontianak, baik secara kuantitas maupun kualitas; 2) Tingkat kepuasan yang diperoleh warga sekolah dalam pelaksanaan program adiwiyata di SMA Negeri 4 Pontianak sudah tinggi. Pada setiap kegiatan yang tercakup didalam empat program adiwiyata dilaksanakan secara rutin oleh warga sekolah dengan penuh kesungguhan, keikhlasan dan kesadaran yang tinggi; 3) Tercipta dua kegiatan selain yang sudah dicanangkan dan diimplementasikan oleh warga sekolah dalam pelaksanaan program adiwiyata di SMA Negeri 4 Pontianak, yaitu: metode bercocok tanam tanpa tanah (hidroponik), dan melukis pada pagar dinding di lingkungan sekolah; dan 4) Ketaatan warga SMA Negeri 4 Pontianak dalam pelaksanaan program adiwiyata sudah tinggi.Kata Kunci: Efektivitas, Program Adiwiyata
BAHASA DAN MASYARAKAT
Artikel ini berbicara mengenai keterkaitan antara ilmu kebahasaan dan kecenderungan masyarakat dalam berbahasa. Diawali dengan pembahasan mengenai munculnya kajian linguistik modern, artikel menguraikan kemunculan kajian sosiolinguistik, perbedaan sosiolinguistik dan sosiologi bahasa, pendekatan-pendekatan dalam sosiolinguistik, dan diakhiri dengan penguraian atas prinsip-prinsip dalam penelitian sosiolinguistik. Kajian yang digunakan di sini sepenuhnya adalah kajian kepustakaan dan hasilnya berupa deskripsi-deskripsi teoritis yang bersifat kumulatif. Kata Kunci: Bahasa, Masyarakat, Sosiologi, Sosiolinguistik
METAFORA DALAM GREATEST LOVE OF ALL Telaah Puisi dengan Sudut Pandang Hermeneutika Ricoeur
Artikel ini merupakan laporan atas telaah tiga dari delapan belas syair lagu yang terdapat dalam album Gratest Love of All. Karena kesamaan genrenya, dalam telaah ini syair-syair itu diperlakukan sebagai puisi. Sudut pandang yang digunakan dalam analisis ini adalah teori hermeunetika Paul Ricoeur. Karena setiap syair tersebut ditulis dalam latar yang berbeda-beda, kajian ini tidak dimaksudkan merangkum apa-apa yang dibawa oleh tiga syair dimaksud melainkan menganalisisnya secara terpisah. Oleh karena itu, kesimpulan yang dicantumkan pada pada bagian akhir kajian ini tidak mengikat ketiga telaahan puisi tersebut. Kesimpulan yang ada berupa kesimpulan atas cara pandang yang digunakan dalam analisis ini.Kata Kunci: Metafora, Hermeunika, Puisi, Lagu, Ricoeur
INTERNALISASI NILAI KEPAHLAWANAN, KEPERINTISAN, KEJUANGAN DAN KESETIAKAWANAN SOSIAL (K3KS) DALAM PEMBELAJARAN SEJARAH DI SEKOLAH
Nilai kepahlawanan, keperintisan, kejuangan dan kesetiakawanan sosial (K3KS) merupakan nilai kesejarahan yang tidak boleh hilang dari darah nadi setiap warga Negara Indonesia. Namun, seiring dengan perubahan nilai di masyarakat, nilai-nilai tersebut mengalami degradasi bahkan nyaris hilang. Pembelajaran sejarah seyogianya tidak hanya cerita masa lalu, namun harus mampu menginternalisasi nilai -nilai kesejarahan tersebut dalam diri setiap peserta didik. Para guru sejarah sepantasnya melakukan refleksi diri untuk reorientasi baru pembelajaran sejarah yang salah satu di antaranya adalah reorientasi tujuan pembelajaran sejarah.Kata Kunci: Internalisasi Nilai Kepahlawanan, Keperintisan, Kejuangan , Kesetiakawanan Sosial, Pembelajaran Sejarah
ESENSI NILAI PENDIDIKAN BAGI DAERAH RAWAN KONFLIK KALIMANTAN BARAT
Konflik antar etnis yang belakangan ini sering terjadi di Kalimantan Barat memerlukan upaya serius untuk menanganinya. Boleh jadi konflik tersebut akibat pendidikan yang salah urus, terlalu mengagungkan otak namun mengabaikan hati. Itu sebabnya perlu ada upaya internalisasi nilai multikultural. Harapannya, dengan nilai multikultural anak-anak dari berbagai kelompok etnis kelak di masa depan menjadi lebih baik, dan dapat hidup berdampingan secara damai. Angka pengngguran terdidik dan kemiskinan yangdewasa ini Kata Kunci: Konflik Etnis, Esensi Nilai, Pendidikan Multikultural.ika
ALIRAN FILSAFAT EKSISTENSIALIS
Sifat Materialisme teryata merupakan pendorong lahirnya eksistensialisme. Yang dimaksud dengan Eksistensi ialah cara orang berada di dunia. Eksistensialisme lahir sebagai reaksi terhadap idealisme. Materialisme dan idealisme adalah dua pandangan filsafat tentang hakikat yang ekstrim. Keduanya berisi benih-benih kebenaran, tetapi keduanya juga salah. Eksistensialisme ingin mencari jalan keluar dan kedua ekstrimitas itu. Materialisme memandang kejasmanian (materi) sebagai keseluruhan manusia, padahal itu hanyalah aspek manusia. Materialisme menganggap manusia hanyalah sesuatu yang ada, tanpa menjadi subyek. Manusia berpikir, berkesadaran inilah yang tidak disadari oleh materialisme. Sebaliknya berpikir, berkesadaran dilebih-lebihkan oleh idealisme sehingga menjadi seluruh manusia, bahkan dilebih-lebihkan lagi sampai menjadi tidak ada barang lain selain pikiran. Kata Kunci : Eksistensialis, Materialisme, Idealisme