Jurnal Pendidikan Sosiologi dan Humaniora
Not a member yet
266 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI PENGEMBANGAN KARAKTER DALAM PEMBELAJARAN DI LEMBAGA PENDIDIKAN TINGGI KEPENDIDIKAN (LPTK)
Perguruan tinggi memiliki peranan starategis dalam melaksanakan pendidikan karakter. Upaya itu dapat berbentuk mata kuliah tersendiri (monolitik), terintegrasi dalam mata kuliah yang relevan, juga penciptaan kultur kampus yang mendukung terbentuknya pendidikan karakter guna membangun karakter yang kuat bagi civitas akademika perguruan tinggi. Karakter seseorang atau sekumpulan orang atau bangsa berasal dari kebiasaan atau perilaku yang terbiasa (habits). Perilaku yang terbiasa berasal dari tindakan pertama (action) yang dikendalikan oleh cara berpikir (mind seat). Sehingga langkah awal membangun karakter adalah harus di mulai dari membangun cara berpikir (mind seat) terlebih dahulu, sehingga bisa tercipta kebiasaan berpikir yang baik, kebiasaan merasakan hal yang baik, kebiasaan berperilaku baik dan harapannya akhir adalah terbentuknya karakter yang baik (good character). Jalan yang dapat ditempuh untuk membentuk kebiasaan itu di lembaga pendidikan adalah melalui pembelajaran. Kata Kunci: Pendidikan Karakter, Pembelajaran, Integrasi, LPTK
PELESTARIAN DAN AKULTURASI ADAPTASI BUDAYA DAERAH KASUS DI SINGKAWANG
Di era global, budaya daerah sering kali terpinggirkan. Namun tatkala politik kepentingan muncul semisal Pilkada, budaya daerah atau local culture sering jadi perekat kekuatan kepentingan. Pelestarian budaya dan adaptasi budaya lokal atau daerah menjadi penting agar utuhan bangsa dapat dijaga, dan dapat terbebas dari politik kepentingan. Kajian dalam tulisan mengambil setting Kota Singkawang karena di kota ini selain di dominasi oleh etnis keturunan Tionghoa, juga terdapat etnis Melayu dan Dayak, serta Madura. Empat kelompok etnis ini pernah terlibat dalam konflik etnis. Pelestarian, akulturasi dan adaptasi budaya daerah khususnya di Kota Singkawang menjadi penting agar konflik yang mengatasnamakan etnis yang berlandaskan perbedaan budaya maupun agama dapat dihindarkan. Kata Kunci: Pelestarian, Akulturasi, Adaptasi Budaya
Membangun Peradaban Damai Dalam Perspektif Melayu
Harmonis dan damai adalah kepribadian sejati etnis melayu. Pedoman kehidupan melayu sehari-hari adalah Al Quran dan Hadis, di dalamnya memiliki petuah, petunjuk, nasehat, pengajaran dan contoh teladan bermanfaat untuk membawa manusia ke jalan lurus yang diridhoi Allah SWT. Pedoman itu juga berisi ajaran kepribadian yang egaliter dan kosmopolitan menjadi modal utama untuk kehidupan harmonis, damai dan nyaman dalam keberagaman pergaulan antar suku dan antar bangsa masyarakat dunia
Nilai-Nilai Religi Dalam Sastra Lisan Dayak Keninjal
Religi suku Dayak Keninjal merupakan usaha masyarakat Dayak Keninjal untuk mencari hubungan dengan Tuhan. Mereka percaya bahwa manusia adalah ciptaan Tuhan. Hidup mereka diatur oleh-Nya. Selain percaya kepada Tuhan. Mereka juga percaya kepada Sebayat yaitu roh nenek moyang suku Dayak Keninjal
Paradigma Baru Dalam Pengelolaan Manajemen Peningkatan Mutu berbasis Sekolah
Upaya perbaikan mutu pendidikan selama ini kurang berhasil. Hal ini disebabkan strategi pembangunan pendidikan selama ini bersifat input oriented yang lebih berdasar kepada asumsi bahwa bilamana semua input pendidikan telah dipenuhi seperti penyediaan berbagai buku, media pembelajaran, sarana pendidikan, pelatihan guru dan tenaga kependidikan lainnya, maka secara otomatis lembaga pendidikan akan dapat menghasilkan keluaran yang bermutu. Demikian pula, pengelolaan pendidikan lebih bersifat macro oriented, diatur oleh jajaran birokrasi di tingkat pusat, sedangkan ditingkat daerah belum begitu berperan. Anak dalam mengikuti pendidikan di sekolah terlalu banyak dijejali dengan berbagai bahan ajar yang harus dihafal, pendidikan tidak mengarah pada upaya mengembangkan karakter dan potensi yang dimiliki, tidak mengajarkan kemampuan memecahkan masalah hidup, tidak diarahkan untuk membentuk manusia kreatif dan inovatif. Karena itu, diperlukan pemikiran pengelolaan manajemen peningkatan mutu berbasis sekolah yang berorientasi pada peserta didik
Faktor Intelektual Yang Menentukan Kepribadian
Perubahan pemikiran mengenai fungsi mental manusia yang semakin lengkap merupakan peluang sekaligus tantangan bagi pengembangan pendidikan nilai dalam konteks pendidikan. Teori-teori intelengensi baik yang diungkapkan oleh Hurlock dan juga artikelartikel lain sebagai pembanding, secara esensial teori yang dipaparkan tidak menunjukkan perbedaan yang berarti. Dengan munculnya sumber lain sebagai teori pembanding maka akan semakin berkembang dan mendorong usaha-usaha baru untuk mengkaji lebih dalam dan luas tentang faktor intelektual yang menentukan kepribadian seseorang. Seiring dengan munculnya perbedaan pandangan dan kekurangan dari masing-masing persepsi tentang intelegensi yang dikemukakan, namun pada prinsipnya mereka telah membuka mata para ilmuan sebuah peluang untuk pengkajian-pengkajian lebih lanjut ke arah pemahaman dan pengayaan khasanah ilmu kepribadian
Standar Kompetensi Profesional Guru
Keberhasilan guru dalam melaksanakan pendidikan dan pembelajaran tidak terlepas dari kompetensi yang dimilikinya. Betapapun tinggi semangat dan motivasi yang dipunyai oleh guru, maka kinerja guru tidak dapat maksimal jika tidak dimbangi dengan penguasaan kompetensi profesional yang dipersyaratkan. Kompetensi profesional mencakup sub kompetensi sebagai berikut: (1). menguasai substansi keilmuan yang terkait dengan bidang studi, menguasai konsep-konsep keilmuan dalam kehidupan sehari-hari, dan (2). menguasai langkah-langkah penelitian dan kajian kritis untuk menambah wawasan dan memperdalam pengetahuan/materi bidang studi
Membina Nilai Moral Sosial Budaya Indonesia Di Kalangan Remaja
Dalam suasana kehidupan dewasa ini yang banyak tuntutan, tantangan dan masalah, upaya orang tua membina anak dalam keluarga dengan sentuhan kasih sayang untuk menjadi generasi mendatang yang bertanggung jawab dan berakhlaq mulia. Menjadi sesuatu yang langka. Kelangkaan sentuhan orang tua tersebut kini menggejala dengan munculnya berbagai kenakalan remaja, tawuran pelajar, dan penggunaan obat terlarang narkoba dan semacamnya, merupakan pelarian dari suasana mental remaja yang bersifat terminal. Untuk itu upaya pendidikan perlu perlakuan yang menitik beratkan pada aspek afektif dan perilaku yang luhur
Potensi Pembinaan Karakter Berbasis Budaya Masyarakat
Sampai dengan awal tahun 2011 ini, berbagai saluran media massa masih sering memberitakan fenomena-fenomena kemerosotan moral, pergesera nilai, kekerasan, intimidasi, dan pelanggaran aturan-aturan. Fenomena negatif yang berkepanjangan tersebut menjadi salah satu penyebab tergerusnya nilai-nilai masyarakat. Para guru yang mempunyai tanggung jawab untuk mengantarkan anak didiknya menjadi manusia yang pintar dan baik, terjebak hanya pada usaha mencetak generasi pintar mengejar perolehan skor tinggi dalam ujian. Pengajar matematika pun seakan tidak mempunyai tanggung jawabnya untuk membina dan mengembangkan potensi-potensi afektual siswa untuk membentuk karakter peserta didik yang terpuji. Matematika masih dianggap sebagai materi pelajaran yang bebas nilai. Hasil Penelusuran pada berbagai sumber menunjukkan adanya kaitan erat antara matematika yang diajarkan di sekolah dengan berbagai aktivitas dan hasil budaya masyarakat maupun fenomena alam. Penerapan atau pengintegrasian budaya atau fenomena alam dalam pembelajaran matematika dipandang dapat dijadikan wahana untuk membelajarkan nilai moral dan karakter yang baik kepada peserta didik. Sudah saatnya bagi para pendidik matematika untuk merevitalisasi pembelajarannya mengambil bagian dalam membangun karakter yang baik (good character) kepada peserta didik sebagai penerus keberlangsungan bangsa
Keluarga Dalam Mewujudkan Pendidikan Nilai Sebagai Upaya Mengatasi Degradasi Nilai Moral
Degradasi nilai moral bangsa sudah mencapai titik yang memprihatinkan. Persoalan ini menjadi tanggung jawab semua pihak, termasuk keluarga. Keluarga merupakan lembaga masyarakat pertama dan utama yang menjadi wadah tumbuhkembangnya kepribadian dan karakter setiap individu. Keluarga mempunyai peranan yang amat penting dan strategis dalam penyadaran, penanaman, dan pengembangan nilai moral sosial dan budaya. Adanya ikatan emosional yang terjalin antara orang tua dengan anak yang demikian kuat, maka pendidikan di keluarga memiliki sisi keunggulan dalam pembinaan nilai moral anak guna mengatasi degradasi nilai moral