SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Keefektifan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Asertif Sebagai Upaya Mencegah Bullying

    No full text
    ABSTRAK   Agustina, Indri 2018. Keefektifan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Asertif Sebagai Upaya Mencegah Bullying. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A. (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M.Kes. Kata Kunci : sosiodrama, keterampilan asertif, siswa SMP Masa remaja merupakan masa perkembangan yang mencakup perubahan biologis, kognitif dan sosio-emosional. Goncangan-goncangan yang terjadi pada masa remaja berhubungan dengan perubahan emosional. Pada masa ini, remaja cenderung memiliki resiko tinggi terjadi kenakalan dan kekerasan baik sebagai korban maupun pelaku kekerasan. Perilaku kekerasan yang dilakukan remaja dikenal dengan istilah bullying. Pada umumnya siswa yang mengalami tindakan bullying adalah siswa yang memiliki keterampilan asertif rendah. Maka dari itu, salah satu cara yang dapat digunakan untuk mencegah bullying adalah dengan meningkatkan keterampian asertif. Keterampilan asertif dapat ditingkatkan dengan salah satu teknik dalam bimbingan dan konseling yaitu sosiodrama. Sosiodrama merupakan permainan peranan yang didalamnya terdapat langkah-langkah yang meliputi pelaksanaan, skenario, rambu-rambu pemain, dan refleksi. Dari langkah-langkah tersebut, langkah yang terpenting atau inti dalam permainan sosiodrama adalah refleksi. Melalui refleksi, subjek penelitian dituntun untuk memahami sikap dan tingkah laku sesuai yang dilakukan siswa dalam hubungan sosial disekolah maupun dimasyarakat. Selain itu, siswa juga dituntun untuk belajar mengenai kemungkinan permasalahan yang terjadi di lingkungannya dan memberikan kesempatan pada siswa untuk merespon secara tepat. Tujuan dalam penelitian ini adalah menguji keefektiifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan asertif sebagai upaya mecegah bullying.  Penelitian ini menggunakan rancangan eksperimen semu dengan desain time series (desain rancangan waktu). Subjek penelitian adalah siswa disalah satu SMP di kota Malang yang bejumlah tigabelas siswa. Subjek ditentukan melalui kegiatan pengisian inventori keterampilan asertif. Subjek penelitian diperoleh melalui teknikpurposive sampling. Dalam penelitian ini perlakuan yang digunakan berupa teknik sosiodrama yang dilakukan sebanyak delapan kali pertemuan. Bahan perlakuan yang dieksperimenkan adalah hasil pengembangan yang dilakukan oleh Sari (2016). Data dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tigabelas memiliki skor keterampilan asertif rendah. Siswa yang memiliki keterampilan asertif rendah setelah diberikan perlakuan berupa sosiodrama mengalami peningkatan keterampilan asertif. Peningkatan tersebut ditunjukkan dengan adanya perbedaan selisih skor keterampilan asertif dari pre-test ke post-test 1 dan ke posttest 2. Hasil ini menunjukkan bahwa teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan keterampilan asertif sebagai upaya mencegah bullying. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, disarankan kepada konselor sekolah untuk menggunakan teknik sosiodrama dalam meningkatan keterampilan asertif sebagai upaya mencegah bullying karena sudah teruji keefektifanya

    Pengaruh Pola Asuh Otoriter, Demokratis, dan Permisif terhadap Kepercayaan Diri Siswa di SMA Laboratorium UM

    No full text
    ABSTRAK   Wahyuni, Andriani. 2018. Pengaruh Pola Asuh Otoriter, Demokratis, dan Permisif terhadap Kepercayaan Diri Siswa SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si., (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci: Kepercayaan diri, pola asuh otoriter, pola asuh demokratis, pola asuh permisif                                                           Kepercayaan diri adalah keyakinan individu yang memberikan pengaruh secara internal maupun eksternal kepada diri sendiri, sehingga ia memiliki perasaan serta anggapan bahwa dirinya dalam keadaan baik dan memungkinkan ia untuk tampil dan berperilaku sesuai dengan keyakinan tersebut. Individu yang memiliki kepercayaan diri tinggi mampu mencintai dirinya, memiliki pemahaman diri yang baik, memiliki tujuan yang jelas serta berpikiran positif, sehingga ia terampil berkomunikasi, bersikap tegas, memiliki penampilan diri yang meyakinkan, dan memiliki pengendalian perasaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif terhadap kepercayaan diri siswa SMA kelas X. Penelitian ini merupakan penelitian eksplanasi dengan teknik analisis regresi linear berganda. Populasi penelitian sejumlah 271 orang yang terdiri dari siswa kelas X jurusan IPA, IPS, IBB, dan ICP SMA Laboratorium UM tahun pelajaran 2017/2018. Sampel sebanyak 111 orang yang terdiri dari seluruh kelas X yang diambil dari IPA 1 (30 orang), IPA 3 (32 orang), IPS 1 (28 orang), dan ICP (21 orang) diambil dengan menggunakan cluster random sampling. Data penelitian diambil dengan menggunakan inventori kepercayaan diri, kuesioner pola asuh otoriter, kuesioner pola asuh demokratis, dan kuesioner pola asuh permisif. Untuk menguji kelayakan instrumen penelitian menggunakan uji validitas faktor dan uji reliabilitas menggunakan rumus Alpha Cronbach. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi ganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) pola asuh otoriter berpengaruh signifikan sebesar 0,170 terhadap kepercayaan diri, (2) pola asuh demokratis berpengaruh signifikan sebesar 0,749 terhadap kepercayaan diri, (3) pola asuh permisif berpengaruh signifikan sebesar 0,103 terhadap kepercayaan diri, (4) berdasarkan nilai Fhitung sebesar 277,738, dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif berpengaruh signifikan terhadap kepercayaan diri. Hal ini menunjukkan bahwa setiap penambahan (tanda +) satu satuan skor pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif akan meningkatkan kepercayaan diri. Artinya, semakin tinggi pola asuh otoriter, demokratis, dan permisif yang diterapkan orangtua kepada siswa maka semakin tinggi tingkat kepercayaan diri yang dimiliki siswa. Pola asuh yang berpengaruh paling besar terhadap kepercayaan diri adalah pola asuh demokratis. Pola asuh demokratis merupakan pola asuh yang paling baik, terdapat komunikasi yang baik antara orangtua dan anak. Orangtua membimbing perilaku anak, dengan menjelaskan maksud dan tujuan aturan-aturan yang diberlakukan. Orangtua memberikan kesempatan kepada anak untuk menyampaikan dan mengembangkan pendapat ide dan pemikirannya setiap ada permasalahan. Di sisi lain, orangtua juga memperhatikan anak dengan melihat tugas-tugas sekolahnya dan mengingatkan apabila anak tidak mengerjakannya. Melalui pengasuhan demokratis anak akan menjadi pribadi yang mandiri, bertanggung jawab, dan percaya diri. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dikemukakan saran sebagai berikut: (1) membantu orangtua untuk mengetahui pola asuh yang baik untuk anak. Karena pengasuhan orangtua sangat berpengaruh terhadap kepribadian anak terutama kepercayaan dirinya. Setelah orangtua mengetahuinya, maka dapat diterapkan kepada anak, (2) memberikan pemahaman kepada anak mengenai bentuk pola asuh yang bisa berdampak positif terhadap kepercayaan dirinya, (3) membantu konselor sebagai bahan masukan yang bisa dipergunakan dalam merancang layanan Bimbingan dan Konseling terutama layanan bimbingan pribadi berupa pemahaman kepada orangtua mengenai penerapan pola asuh yang baik untuk meningkatkan kepercayaan diri anak, (4) bagi sekolah sebagai bahan masukan agar membuat program tentang pentingnya kedekatan antara orangtua, siswa, dan guru-guru di sekolah untuk peningkatan kepercayaan diri siswa yang akan berpengaruh terhadap proses belajarnya, (5) bagi peneliti selanjutnya diharapkan dapat mengembangkan penelitian terkait dengan variabel-variabel yang lain dan sampel yang digunakan lebih luas

    Pengembangan Inventori Kepribadian Holland Berbasis Web untuk Merencanakan Karier Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK   Kaesti, Sella. 2018. Pengembangan Inventori Kepribadian Holland Berbasis Web untuk Merencanakan Karier Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd., (II) Irena Maya Simon, S.Pd.,M.Pd.   Kata Kunci : inventori kepribadian Holland, perencanaan karier, siswa SMA Sebagai salah satu komponen dalam sistem pendidikan, bimbingan dan konseling berkewajiban untuk memfasilitasi perkembangan siswa. fasilitas yang diberikan bertujuan untuk mencapai kemandirian dalam memahami diri dan lingkungan, menerima diri, mengarahkan diri, dan dapat mengambil keputusan, serta merealisasikan diri secara bertanggung jawab, sehingga bahagia dan sejahtera dalam hidupnya. Langkah pertama yang menjadi dasar untuk merencanakan karier adalah mampu untuk memahami diri sendiri. Tujuan konselor adalah mengharapkan siswa dapat memahami dirinya dan menemukan sesuatu yang khas dari dirinya yang dapat diunggulkan. Disamping itu siswa harus mampu mengembangkan kekurangan dirinya dengan menemukan kelebihan-kelebihan yang ada pada dirinya. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk inventori kepribadian Holland berbasis web yang memenuhi standar alat ukur inventori yaitu validitas, reliabilitas dan analisis faktor yang teruji keberterimaan oleh ahli dan calon pengguna produk yang dilengkapi dengan buku panduan penggunaan untuk konselor. Sehingga dengan menggunakan inventori kepribadian Holland berbasis web siswa dapat mengetahui kepribadian mereka. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan lima tahap pengembangan yang diadaptasi dari langkah-langkah penelitian dan pengembangan borg and gall (1983) yaitu, (1) penelitian dan pengumpulan informasi (reaserch and information collecting), (2) perencanaan (planning), (3) mengembangkan bentuk produk awal (develop preliminary from of product), (4) uji coba lapangan awal (preliminary field testing), dan (5) revisi produk uji coba lapangan awal (main product revision). subjek uji untuk mengetahui keberterimaan produk adalah ahli materi bimbingan dan konseling dan ahli media bimbingan dan konseling, sedangkan subjek uji coba produk adalah konselor dan siswa di SMAN 2 Ngawi. Untuk menguji validitas, reliabilitas, dan faktor dari instrumen inventori yang dikembangkan dilakukan kepada 159 siswa di SMAN 2 Ngawi. Data yang diperoleh dari expert judgment dan uji coba produk kepada calon pengguna adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Data kuantitatif diperoleh dari hasil uji validitas, reliabilitas, analisis faktor, yang dinilai menjadi rerata keberterimaan dan keterbacaan produk oleh ahli dan calon pengguna produk. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari kritik, komentar dan saran dari subjek uji yang diuraikan secara deskriptif secara terperinci. Data kualitatif dianalisis dengan model  analysis interactive. Terdapat tiga langkah dalam kegiatan analysis interactive yaitu, data reduction, data display, dan conclusion drawing/verification. Expert judgment didasarkan pada aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan. Hasil penilaian para ahli dan calon pengguna produk (konselor dan siswa) menunjukkan bahwa inventori kepribadian Holland berbasis web ini memenuhi kriteria keberterimaan pada aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa inventori kepribadian Holland untuk merencanakan karier siswa SMA layak digunakan oleh konselor untuk membimbing siswa mengetahui kepribadian diri sebagai tahap awal perencanaan karier

    PERBEDAAN MOTIVASI BELAJAR BERDASARKAN STATUS PENERIMAAN DAN PENOLAKAN SOSIAL TEMAN SEBAYA DI SMAN 8 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Irawati,Rita. 2018. Perbedaan Motivasi Belajar Berdasarkan Status Penerimaan dan Penolakan Sosial Teman Sebaya di SMAN 8 Malang. Skripsi.Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.   Kata Kunci :Motivasi Belajar, Status Penerimaan Sosial, Status Penolakan Sosial Penerimaan dan penolakan mungkin akan terjadi ketika anak di masa remaja bergabung dengan teman sebayanya. Dukungan dan pengakuan dari teman sebaya pada saat remaja sangat dibutuhkan sebagai salah satu motivasi belajar siswa.Siswa akan menampakan gairah yang tinggi dalam belajar karena memiliki hubungan interpersonal yang akrab dengan teman sebaya. Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan(1) motivasi belajar berdasarkan status penerimaan teman sebaya, (2) motivasi belajar berdasarkan status penolakan teman sebaya,dan (3) mengetahui ada tidaknya perbedaan motivasi belajar berdasarkan status penerimaan dan penolakan sosial teman sebaya di SMAN 8 Malang.Hipotesis penelitian adalah ada perbedaan motivasi belajar berdasarkan status penerimaan dan penolakan sosial teman sebaya di SMAN 8 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dekriptif-komparatif.Populasi dalam penelitian siswa kelas XI SMAN 8 Malang tahun ajaran 2017/ 2018 yang berjumlah 142 siswa terdiri dari 5 kelas.Sampel penelitian seluruh anggota populasi yang ada sejumlah 142 siswa.Variabel penelitian terdiri motivasi belajar sebagai variabel dependen,status penerimaan dan penolakan sosial teman sebaya sebagai variabel independent.Instrumen pengumpulan data menggunakan angket sosiometri dan inventori motivasi belajar.Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan analisis komparatif.Analisis komparatif menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum siswa yang diterima oleh teman sebayanya pada kategori banyak (78,4%)memiliki tingkat motivasi belajar tinggi.Demikian juga siswa yang ditolak oleh teman sebayanya pada kategori banyak (77,4%)memiliki tingkat motivasi belajar tinggi.Sedangkan hasil analisis uji t menunjukan nilai t padaequal variance assumed adalah 0,958 dengan nilai signifikansi (Sig) 0,340 > 0,05. Hal ini berarti tidak ada perbedaan motivasi belajar berdasarkan status penerimaan dan penolakan sosial teman sebaya di SMAN 8 Malang. Berdasarkan hasil penelitian konselor disarankan memberikan layanan bimbingan dan konseling bidang belajar dan sosial untuk mengembangkan motivasi belajar pada kedua kelompok siswa dan latihan ketrampilan sosial pada siswa yang ditolak.Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian kualitatif tentang faktor yang dapat meningkatkan motivasi belajarsiswa di sekolah

    Pengembangan Paket Pelatihan Kematangan Emosi dengan Pendekatan Modeling Modifikasi untuk Mengurangi Tingkat Konformitas Negatif Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: Modeling Modifikasi, Kematangan emosi, Konformitas Negatif Tujuan penelitian ini menghasilkan paket pelatihan kematangan emosi dengan pendekatan modeling modifikasi untuk mengurangi tingkat konformitas negatif siswa SMA. Prosedur pengembangan yang digunakan merupakan adaptasi dari sepuluh langkah model pengembangan Borg dan Gall (1983). Dari kesepuluh langkah model pengembangan paket dilakukan sampai pada tahap ketujuh, yaitu (1) reasearch and information collecting, 2) planning, 3) develop preliminary from of product, 4) primary field testing, 5) main product revision, 6) main field testing, 7) operational product revision. Metode yang digunakan dalam pelatihan kematangan emosi ialah metode pelatihan modeling modifikasi. Data yang diperoleh dari hasil uji ahli maupun uji calon pengguna produk merupakan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari angket penilaian, baik data expert judgment maupun penilaian calon pengguna. Sedangkan data kualitatif diperoleh dari saran, kritik dari ahli materi, ahli media, dan calon pengguna pada angket. Analisis kuantitatif dianalisis menggunakan rerata. Sedangkan data kualitatif dianalisis dengan analysis interactive model dari Miles dan Huberman yang terdiri dari empat langkah yaitu  pengumpulan data (data collection), reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), dan penarikan kesimpulan/verifikasi (conclutions). Berdasarkan hasil validasi ahli materi, ahli media, calon pengguna konselor dan siswa, disimpulkan bahwa paket pelatihan kematangan emosi dengan pendekatan modeling modifikasi untuk mengurangi tingkat konformitas negatif siswa SMA sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah, dan menarik untuk digunakan sebagi media bimbingan pribadi khususnya kematangan emosi siswa. Kesimpulanya penelitian pengembangan menghasilkan paket pelatihan dan panduan pelatihan kematangan emosi dengan pendekatan modeling modifikasi untuk mengurangi tingkat konformitas negatif siswa SMA, dan dapat di gunakan sebagai media pemberian bimbingan pribadi untuk meningkatkan kematangan emosi. Saran untuk penelitian pengembangan ini, diperlukannya penelitian kuantitatif eksperimen untuk mengetahui efektivitas penggunaan paket pelatihan dan panduan kematangan emosi kematangan emosi

    Keefektifan Sinema Edukasi untuk Meningkatkan Empati Siswa SMP sebagai Upaya Mencegah Bullying

    No full text
    ABSTRAK   Empati adalah sebuah keterampilan sosial dimana manusia dapat memahami apa yang dirasakan orang lain dan memberikan pemakluman terhadap sesama manusia. Empati sangat penting untuk dimiliki seseorang, karena tingkat empati yang dimiliki seseorang dapat berpengaruh dalam kehidupan sehari-hari terutama hubungan sosial dengan lingkungan. Karena seseorang yang tidak memiliki empati dalam dirinya akan mudah melakukan perbuatan-perbuatan yang dapat menyakiti orang lain (bullying) dan dirinya sendiri. Oleh karena itu diperlukan upaya untuk membantu siswa dalam meningkatkan empati. Salah satu upaya peningkatan empati yakni dengan menggunakan sinema edukasi sebagai media pembelajaran yang berisikan nilai-nilai positif dalam kehidupan tokoh dalam film sehingga dapat membuat penonton termotivasi untuk melakukan hal-hal baik sesuai dengan nilai dan norma yang telah disepakati di masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan sinema edukasi untuk meningkatkan empati siswa SMP. Hipotesis penelitian adalah teknik sinema edukasi efektif untuk meningkatkan empati pada siswa SMP sebagai upaya mencegah bullying. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode quasi eksperimen. Rancangan penelitian yang digunakan yakni time series. Subjek penelitian diperoleh berdasarkan hasil penyebaran inventori skala empati di kelas VII-C dan VII-D .Subjek penelitian berjumlah empat belas siswa yang memiliki skor inventori skala empati rendah atau sedang. Proses treatment  terdiri dari dua tahap dengan sepuluh kali pertemuan, masing-masing tahapan diakhiri dengan posttest. Pertemuan pertama yaitu pembukaan, pemberian dasar-dasar mengenai empati, pemberian kontrak behavior, dan pre-test. Selanjutnya pertemuan ke-dua, ke-tiga, ke-empat, dan ke-lima dilakukan treatment  bagian pertama dan dilanjutkan dengan post-test 1 setelah pertemuan ke-lima. Selanjutnya pertemuan ke-enam, ke-tujuh, ke-delapan, dan ke-sembilan dilakukan teratment bagian ke-dua dan dilanjutkan dengan post-test 2. Pertemuan ke-sepuluh yaitu penutup dan pemberian post-test 3. Data dianalisis dengan menggunakan statistik nonparametris yaitu Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil uji statistik diperoleh nilai Z= -3,330b dengan signifikasi sebesar 0,001. Nilai tersebut lebih kecil dari 0,005, sehingga H1 diterima. Artinya sinema edukasi efektif dalam meningkatkan empati siswa. Sesuai dengan hasil penelitian maka disarankan bahwa konselor dapat menggunakan sinema edukasi untuk meningkatkan empati siswa dalam layanan Bimbingan dan Konseling pribadi sosial sebagai upaya mencegah bullying

    Kajian Fenomenologi Meaning of Life Siswa Berprestasi Suku Using di SMP Negeri 2 Glagah Banyuwangi

    No full text
    ABSTRAK   Penelitian ini terdiri dari dua fokus, pertama mengkaji cerminan siswa berprestasi suku using untuk memenuhi makna hidup (meaning of life) di SMP Negeri 2 Glagah terkait tiga nilai yang melandasi makna hidup. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitaif dengan data, analisis, dan interprestasinya mengikuti kaidah fenomenologi. Penelitian ini memusatkan pada pemaknaan meaning of life siswa berpretasi berbudaya using. Lokasi penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 2 Glagah. Analisis penelitian ini menggunakan analisis mile huberman dan untuk pengecekan keabsaan data menggunakan tringangulasi data dan triangulasi teknik, triangulasi data penelitian bersumber dari hasil wawancara dengan subjek utama berjumlah tujuh siswa, teman, guru BK, dan keluarga sedangkan triangulasi tekniknya berupa wawancara, observasi, dan studi dokumen.Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerminan meaning of life siswa SMP Negeri 2 Glagah dapat dilihat dari tiga aspek yang melandasi meaning of life yaitu, nilai kreatif tertuang dalam kreativitas siswa membuat karya seni, bertanggungjawab ditunjukkan dengan disiplin dalam mengerjakan tugas dan kewajiban sekolah. Nilai penghayatan dapat dilihat dari sikap siswa melaksanakan ibadah wajib sebagai rasa iman dan takwa mereka, selalu mencari hal positif atas kejadian yang dialami serta selalu menjaga sopan dan santun. Nilai bersikap siswa digambarkan dengan sikap mereka dalam mengendalikan emosi ketika menghadapi masalah, tidak pernah putus asa dalam berjuang meraih prestasi, serta berusaha semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Nilai budaya using yang menjadi dasar pemenuhan makna hidup siswa tercermin dalam tiga nilai budaya using yaitu, nilai religiusitas siswa berupa melaksanakan ibadah wajib sebagai muslim serta berpartisipasi dalam kegiatan keagamaan sesuai dengan nilai penghayatan dalam makna hidup. Nilai basanan dalam budaya using memuat banyak pesan moral seperti, saling tolong, beretika, dan menepati janji sesuai dengan nilai bersikap dalam makna hidup. Nilai kepribadian budaya using yang termasuk didalamnya berupa kegigihan, rendah hati, tahu diri, keberanian, kesabaran, kehematan, dan kesungguhan sesuai dengan nilai-nilai kreatif dalam makna hidup. Disarankan bagi siswa bahwa nilai-nilai meaning of life yang telah dimiliki dan ditanamkan dalam diri siswa. Bagi masyarakat Desa Kemiren tetap menjunjung tinggi adat desa setempat. Bagi sekolah dapat memberikan fasilitas, sarana dan prasarana yang berlebih bagi siswa berprestasi. Bagi peliti selanjutnya mengembangkan kancah penelitian, dan tentunya data ini sebagai pembanding data yang akan diteliti untuk kedepannya

    REDUKSI KEPUTUSAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMP MELALUI TEKNIK PERTANYAAN BERSKALA DALAM PERTIMBANGAN NILAI KONSELING RINGKAS BERFOKUS SOLUSI

    No full text
    ABSTRAK   Perilaku prokrastinasi akademik adalah keputusan  menunda tugas-tugas akademis yang dilakukan dengan sengaja dan berulang-ulang oleh siswa yang meliputi menunda dalam memulai dan menyelesaikan tugas. Di dalam pendekatan Konseling Ringkas Berfokus Solusi (KRBS) terdapat salah satu teknik yakni pertanyaan berskala dengan pertimbangan nilai yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi perilaku siswa dalam memutuskan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat prokrastinasi akademik antara sebelum dan sesudah pemberian treatment yang dilakukan dengan menerapkan teknik pertanyaan berskala dengan pertimbangan nilai dalam konseling ringkas berfokus solusi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental dengan desain subjek tunggal (single subject). Hasil penelitian dan analisis Uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,042 dimana nilai tersebut < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan tingkat prokrastinasi akademik sebelum dan sesudah pemberian treatment penerapan teknik pertanyaan berskala dengan pertimbangan nilai dalam KRBS. Perbedaan tersebut terlihat dari adanya penurunan skor posttest yang dilakukan setelah mendapatkan treatment

    Pembentukan Kontrol Diri Santri di Pondok Pesantren Modern Al Muhibbin Jatirogo Tuban

    No full text
    ABSTRAK   Sholihah, Mar’atus. 2016. Pembentukan Kontrol Diri Santri Di Pondok Pesantren Modern Al Muhibbin Jatirogo Tuban. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan M.Pd, (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd.   Kata Kunci: kontrol diri, pondok pesantren Zaman sekarang ini, tidak sedikit orang tua memilih alternatif pendidikan di pondok pesantren untuk pendidikan anak-anaknya, demi mewujudkan impian mereka. Dengan pembentukan kontrol diri yang berfokus pada kontrol perilaku akan membantu dalam pengembangan kemampuan intelektual dan kemampuan moral, dengan harapan mampu mengembangkan intelektual dan integritas diri sebagai pribadi yang memiliki karakter kuat. Sesuai dengan visi dan misi Pondok Pesantren Modern Al Muhibbin Jatirogo Tuban. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui proses pembentukan kontrol diri Santri di Pondok Pesantren Modern Al Muhibbin Jatirogo Tuban, (2) mengetahui strategi yang digunakan Pondok Pesantren Modern Al Muhibbin Jatirogo Tuban dalam membentuk kontrol diri santri, (3) mengetahui manajemen Pondok Pesantren Modern Al Muhibbin Jatirogo Tuban dalam membentuk kontrol diri santri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, dengan desain studi kasus. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara subjek terkait. Sedangkan data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumen yang terkait. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara, dokumentasi dan observasi. Sedangkan teknik analisis data menggunakan model menurut Miles dan Huberman (dalam Wiyono, 2007:93) yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh dari penelitian ini adalah (1) Proses awalnya dengan pemaksaan dan pola pembinaan dengan ta’zir atau hukuman (2) Strategi yang dilakukan dalam membentuk kontrol diri santri yaitu, dengan melakukan pendampingan dan bimbingan secara intensif, selain itu juga melakukan pengawasan secara menyeluruh tak terkecuali dengan teknik tertentu dan melakukan peneguran secara langsung kepada santri yang tidak sesuai aturan tata tertib (3) Manajemen pondok pesantren dalam membentuk kontrol diri santri adalah dengan merancang tata tertib dan menanamkan nilai luhur dengan pembiasaan. Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan oleh peneliti maka ada saran, yaitu alangkah baiknya jika pondok pesantren menjalin hubungan yang intensif dengan orang tua santri dan memberikan pemahaman yang sama mengenai pendidikan yang ada di pondok agar perkembangan santri dalam membentuk kontrol diri dapat berkembang dengan baik dan optimal, ketika para santri berada di rumah atau lingkungan lainnya serta orang tua mampu mendukung penuh

    PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN SINEMA EDUKASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PENYESUAIAN DIRI SISWA SMP DI SEKOLAH BERBASIS PONDOK PESANTREN

    No full text
    ABSTRAK    Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan  produk paket bimbingan penyesuaian diri bagi siswa kelas VII di sekolah berbasis pondok pesantren yang memenuhi aspek keberterimaan yaitu aspek kegunaan, ketepatan, kemudahan, dan kemenarikan. Metode penelitian ini diadaptasi dari model Research and Development (R&D) prosedural Borg & Gall (1983). Uji coba ahli dan lapangan terbatas (calon pengguna)dianalisis menggunakan inter-rater agreement model (Gregory, 2011). Indeks validitas uji ahli materi, media dan calon pengguna (konselor) menunjukkan kriteria sangat tinggi. Produk ini memenuhi kriteria sangat berguna, sangat tepat, sangat mudah, dan sangat menarik untuk digunakan. Berdasarkan uji tersebut dapat disimpulkan bahwa produk paket bimbingan penyesuaian diri bagi siswa kelas VII di sekolah berbasis pondok pesantren telah memenuhi kriteria keberterimaan

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇