SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    MAKNA HIDUP SISWA SMP ETNIS KERAJAAN MAJAPAHIT TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO

    No full text
    RINGKASAN Apriliani, Lisa Dwi. 2017. Makna Hidup Siswa SMP Etnis Kerajaan Majapahit Trowulan Kabupaten Mojokerto. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (1) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (2) Dr. Triyono, M.Pd. Kata Kunci : makna hidup, etnis kerajaan Majapahit, siswa SMP Makna hidup adalah proses penemuan dan penilaian terhadap kehidupan yang memberikan nilai khusus, penting dan berharga, sehingga layak dijadikan pedoman hidup sebagai acuan seseorang dalam melakukan kegiatan sehari-hari, bersifat pribadi dan unik. Makna hidup dapat ditemukan melalui nilai kreatif, nilai penghayatan dan nilai bersikap. Nilai kreatif mendasari individu dalam kegiatan berkarya, berprestasi serta melaksanakan tugas dengan penuh motivasi dan tanggung jawab. Nilai penghayatan terkait dengan meyakini dan menghayati nilai-nilai kebenaran, kebajikan, keindahan, keadilan, keimanan dan nilai-nilai yang dianggap berharga, terutama cinta kasih. Nilai bersikap berarti mampu mengambil sikap ketika menghadapi tantangan hidup. Penelitian bertujuan untuk mengetahui capaian makna hidup beserta tiga sumber nilai pada siswa SMP di Trowulan. Penelitian menggunakan rancangan kuantitatif deskriptif dengan prosedur survai. Subyek penelitain yaitu 560 siswa SMPN 2 Trowulan Kabupaten Mojokerto dengan sampel siswa yang diambil secara acak sebanyak 176 siswa. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan instrument makna hidup yang disusun oleh peneliti berdasarkan kajian teoritik dan uji validitas lapangan dengan satu kali uji coba. Teknik analisis data dengan mencari frekuensi, persentase, standard deviasi, dan skewness dilakukan dengan menggunakan program Microsoft excel dan SPSS 16.0. data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram yang menggambarkan capaian makna hidup. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMP di Trowulan memiliki makna hidup tinggi. Namun ketiga sumber nilai memiliki capaian yang berbeda. Capaian tertinggi pertama yakni nilai bersikap dengan klasifikasi tinggi, diikuti nilai penghayatan dengan klasifikasi sedang dan terakhir nilai kreatif dengan klasifikasi rendah. Nilai bersikap memiliki capaian tertinggi dalam pemerolehan makna hidup. nilai bersikap sesuai dengan kehidupan siswa SMP di Trowulan yakni bagaimana siswa mampu mengambil sikap setiap menghadapi tantangan hidup, menerima dengan tabah setiap penderitaan setelah berbagai upaya dilakukan dengan optimal. Siswa mampu menerima dengan penuh ketabahan, kesabaran serta keberanian dalam menghadapi cobaan hidup yang tidak mungkin dielakkan lagi. Berdasarkan paparan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh konselor dalam merancang layanan bimbingan dan konseling bagi siswa SMP dengan latar belakang budaya kerajaan Majapahit, sehingga layanan yang diberikan akan sesuai dengan makna hidup siswa. Bagi penelitian selanjutnya agar dapat memanfaatkan hasil temuan ini dan kemudian mengembangkan layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan makna hidup siswa SMP di Trowulan. Terutama dengan mempertimbangkan nilai bersikap sebagai capaian tertinggi dalam pencapaian makna hidup siswa SMP di Trowulan

    STUDI FENOMENOLOGI MEANING OF LIFE SISWA SMA NEGERI 1 PAMEKASAN

    No full text
    ABSTRAK   Fokus penelitian ini ialah bagaimana cara siswa mencapai makna hidup dalam budaya Madura yang mempengaruhi perilaku siswa khususnya dalam akademik. Penelitian ini ditujukan untuk siswa yang unggul dan berprestasi baik dalam lingkup sekolah atau tingkat regional. Metode yang digunakan adalah fenomenologi empiris  yang melibatkan pengalaman dari subjek. Hasil yang didapatkan penelitian ini berupa cerminan makna hidup siswa yang terjabarkan dalam tiga aspek penting dalam mencapai makna hidup, yaitu nilai-nilai kreatif, nilai-nilai penghayatan dan nilai-nilai bersikap. Nilai-nilai kreatif siswa berupa banyak prestasi yang di raih dalam perlombaan dan olimpiade, mereka bekerja keras dan melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan pengetahuan lebih dan berusaha mengatur waktu sebaik mungkin sehingga dapat mencapai sebuah prestasi dengan tujuan untuk membahagiakan orang tua. Nilai-nilai penghayatan siswa berupa ketaatannya dalam beriman dan beribadah serta berusaha untuk bermanfaat bagi orang lain dengan berbagi ilmu. Nilai-nilai bersikap siswa berupa ketabahan siswa ketika mendapatkan kegagalan tetapi tetap berusaha mencari hikmah dari kejadian yang dialami dan bersyukur atas apa yang dimiliki.Budaya Madura yang mempengaruhi serta yang dicerminkan oleh siswa berupa kepatuhan siswa kepada orang tua yang sesuai dengan kebudayaan madura mengenai landasan hidup orang maduraBhupa’, bhabu’, ghuru, rato (Bapak, ibu, guru, pemerintahan) yang menunjukkan bahwa bapak-ibu ditempatkan pada urutan tertinggi, selain itu hal yang mempengaruhi ialah ketaatan agama yang menyebabkan orang Madura tunduk dan pasrah kepada Sang Kuasa

    EFEKTIVITAS KONSELING REALITAS UNTUK MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI SISWA SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Kepercayaan diri merupakan keyakinan atau sikap seseorang yang dapat menerima kenyataan, sehingga ia dapat mengembangkan kesadaran diri untuk mengaktualisasikan diri, mengatasi permasalahan yang ia alami, serta mencapai tujuan dalam hidupnya. Kepercayaan diri setiap individu berbeda-beda. Banyak faktor yang mempengaruhi kadar kepercayaan diri masing-masing individu secara berkesinambungan dan terus menerus sejak awal perkembangan individu. Kurangnya rasa percaya diri yang dimiliki individu akan merugikan individu yang bersangkutan dan bisa mengakibatkan individu tersebut memiliki self concept yang negatif dan rasa rendah diri. Kepercayaan diri merupakan salah satu aspek penting pada diri konseli yang perlu ditingkatkan melalui layanan BK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling realitas dalam meningkatkan kepercayaan diri siswa SMA Laboratorium UM. Hal ini ditinjau dari peningkatan skor inventori kepercayaan diri maupun peningkatan frekuensi perilaku target pada observasi perilaku. Dalam penelitian ini dilakukan 3 fase kegiatan, yaitu fase A, fase B, dan fase A’. Rancangan dalam penelitian ini diawali dengan kegiatan pra konseling pada fase A, yaitu pengerjaan inventori kepercayaan diri dan observasi perilaku sebelum pemberian treatment. Pada kegiatan konseling di fase B, siswa diberikan treatment berupa konseling realitas untuk meningkatkan kepercayaan diri juga diobservasi perilakunya. Terakhir, pada fase A’ siswa kembali mengerjakan inventori kepercayaan diri juga diobservasi perilakunya setelah pemberian treatment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konseling realitas efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa. Konseli BDAR mengalami peningkatan kepercayaan diri berdasarkan analisis grafik dengan peningkatan sebesar 81,48%. Skor inventori kepercayaan diri konseli BDAR mengalami peningkatan sebesar 28 angka. Konseli DSP mengalami peningkatan kepercayaan diri berdasarkan analisis grafik dengan peningkatan sebesar 78,95%. Skor inventori kepercayaan diri konseli DSP mengalami peningkatan sebesar 30 angka. Konseli NSPA mengalami peningkatan kepercayaan diri berdasarkan analisis grafik dengan peningkatan sebesar 76,99%. Skor inventori kepercayaan diri konseli NSPA mengalami peningkatan sebesar 25 angka. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa konseling realitas efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa SMA Laboratorium UM, konselor dapat meningkatkan kepercayaan diri siswa yang memiliki karakteristik mirip dengan subjek penelitian menggunakan konseling realitas. Peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian tentang konseling realitas maupun kepercayaan diri dapat membuat pedoman observasi dengan deskripsi perilaku target yang lebih observable

    Keterlibatan Kerja sebagai Prediktor Perilaku Kewargaan Organisasi pada Karyawan PT.BRI Cabang Malang Martadinata

    No full text
    ABSTRAK   Juwitaningsih, Nuansa 2018. Keterlibatan Kerja sebagai Prediktor Perilaku Kewargaan Organisasi pada Karyawan PT. BRI Cabang Malang Martadinata. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Tutut Chusniyah, M.Si. (II) Dr. Nur Eva, M.Si.   Kata kunci: keterlibatan kerja, perilaku kewargaan organisasi. Perusahaan yang baik akan terus berupaya untuk meningkatkan hasil yang positif dan maksimal dengan mempertahankan karyawan yang memiliki motivasi tinggi dalam bekerja untuk menjadi karyawan teladan. Beberapa karyawan mengeluhkan pekerjaan mereka dan akhirnya memutuskan untuk resign sebelum kontrak kerja berakhir, namun tidak jarang ditemui karyawan yang berusaha tetap tinggal dalam perusahaan meski pekerjaan yang dilakukan diluar keinginan mereka, karena mereka  merasa mencari pekerjaan sangatlah sulit. Tujuan penelitian ini adalah : untuk mengetahui (1) keterlibatan kerja pada karyawan PT. BRI cabang Malang Martadinata (2) perilaku kewargaan organisasi pada karyawan PT. BRI cabang Malang Martadinata (3) apakah keterlibatan kerja merupakan prediktor perilaku kewargaan organisasi pada karyawan PT. BRI cabang Malang Martadinata. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif deskriptif dengan populasi seluruh karyawan PT.BRI cabang Malang Martadinata berjumlah 123 karyawan. Pengambilan sampel diperoleh dengan metode accidental sampling. Instrument penelitian berupa skala keterlibatan kerja yang diadaptasi Utrecht Work Engagement Scale (2004) dan perilaku kewargaan organisasi diadaptasi dari skala yang dikembangkan oleh Podsakoff, dkk (1990). (1) Validitas skala keterlibatan kerja berkisar 0,333 - 0,817 dan validitas skala perilaku kewargaan organisasi berkisar 0,402 - 0,798. (2) Reliabilitas skala keterlibatan kerja 0,789, dan reliabilitas skala perilaku kewargaan organisasi 0,916. (3) Keterlibatan kerja merupakan prediktor perilaku kewargaan organisasi dengan nilai R= 0,716 kontribusi keterlibatan kerja sebesar  = 0,512 (51,2%) yang menunjukkan bahwa pengaruh keterlibatan kerja terhadap kemunculan perilaku kewargaan organisasi sebesar 51,2% sedangkan 48,8% dipengaruhi oleh faktor lain. Saran yang diberikan dari penelitian ini adalah (1) bagi karyawan PT. BRI cabang Malang Martadinata diharapkan dapat mempertahankan atau bahkan meningkatkan sikap-sikap yang positif (2) bagi PT. BRI cabang Malang Martadinata semoga hasil penelitian ini dapat ditindaklanjuti guna meningkatkan perilaku kewargaan organisasi demi tercapainya visi dan misi perusahaan (3) bagi peneliti untuk mengkaji lebih dalam secara eksperimen atau kualitatif tentang faktor-faktor perilaku organisasi kewarganegaraan dan variabel lain seperti kepuasan kerja, komitmen organisasi, kepribadian, moral karyawan, motovasi, gaya kepemimpinan, budaya organisasi, dan kepercayaan pada pimpinan

    Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Perilaku Membolos Siswa Kelas X di SMK Negeri 6 Malang

    No full text
    ABSTRAK   The purpose of this research was to know there was or there was no correlation between parenting style and truant behavior of grade X students at State Vocational High School 6 Malang. The dependent variable in this research was truant behavior, while the independent variable was parenting style. The hypothesis proposed was that there was significant correlation between parenting style and truant behavior of grade X students at State Vocational High School 6 Malang. The subjects of the research were 143 students. The subjects were chosen through proportional stratified random sampling method, which were grade X students at State Vocational High School 6 Malang. The research instrument consist of the scale of parenting style and the scale of truant behavior. The method of data collection technique was by using parenting style scale and truant behavior scale. The data analysis technique was by using manual descriptive analysis and percentage analysis and correlation eta is analyzed using SPSS. The result of the research shows that 80,4% of parents using democratic parenting style and the truant behavior likely on the highest category with 76,2%. The result of the eta correlation analysis showes F count value of 6,058 with the comparator value F table 3,908. That result showed there was a significant correlation (F value > F table) between parenting style and truant behavior of grade X students at State Vocational High School 6 Malang.   Keywords: Parenting Style, Truant Behavior, Vocational High School Students Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara pola asuh orang tua dengan perilaku membolos siswa kelas X SMK Negeri 6 Malang. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah perilaku membolos, sedangkan variabel bebasnya adalah pola asuh orang tua. Hipotesis yang diajukan adalah terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh orang tua dengan perilaku membolos siswa kelas X SMK Negeri 6 Malang. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 143 siswa. Subjek dipilih dengan metode proportional stratified random sampling, yaitu siswa-siswi kelas X SMK Negeri 6 Malang yang mencakup semua jurusan. Instrumen penelitian terdiri dari skala pola asuh orang tua dan skala perilaku membolos. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan skala pola asuh orang tua dan skala perilaku membolos. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis persentase secara manual dan korelasi eta dengan menggunakan SPSS. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pola asuh orang tua siswa kecenderungannya adalah demokratis 80,4% dan perilaku membolos cenderung pada kategori tinggi dengan persentase 76,2%. Hasil analisis korelasi eta diperoleh nilai F hitung sebesar 6,058 dengan nilai pembanding F tabel sebesar 3,908. Hasil tersebut menunjukkan adanya korelasi signifikan (F hitung > F tabel) antara pola asuh orang tua dengan perilaku membolos siswa.   Kata kunci: Pola Asuh Orang Tua, Perilaku Membolos, Siswa SM

    Keefektifan Konseling Kelompok Realita Dengan Menggunakan Teknik Metafora Untuk Menurunkan Prokrastinasi Akademik Siswa Kelas VIII Di SMPN 1 Ngadiluwih

    No full text
    Prokrastinasi akademik adalah perilaku menunda yang dilakukan dengan sengaja untuk menyelesaikan tugas akademik. Prokrastinasi terjadi karena sesuatu yang berkaitan dengan takut akan kegagalan, tidak suka pada tugas yang diberikan, menentang, melawan kontrol, mempunyai sifat ketergantungan, dan kesulitan mengambil keputusan. Oleh karena itu, diperlukan usaha untuk membantu siswa menurunkan prokrastinasi akademik. Salah satu model konseling yang dipilih adalah Konseling kelompok realita dengan teknik metafora menggunakan media film pendek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok realita dengan teknik metafora menggunakan media film pendek untuk menurunkan prokrastinasi akademik siswa SMP. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP yang berjumlah lima siswa. Metafora merupakan salah satu metode yang inspiratif digunakan dalam menurunkan prokrastinasi akademik siswa. Salah satu media yang digunakan teknik metafora adalah menggunakan media film pendek yang dikaji sehingga muncul pandangan-pandangan dari siswa mengenai menunda mengerjakan tugas akademik atau prokrastinasi akademik. Pelaksanaan proses konseling ini mengikuti tahapan model WDEP, yang meliputi lima tahap yaitu Involvement and Wants (keterlibatan dan eksplorasi kebutuhan), doing and direction (tindakan), evaluation (evaluasi), planning (perencanaan), dan termination (pengakhiran). Penggunaan media film pendek dan pedoman pelaksanaan konseling kelompok sudah diuji kelayakan ahli. Jenis rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Interrupted Time Series Design. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket dengan menggunakan skala prokrastinasi akademik siswa SMP yang diberikan pada saat pretest 1 dan pretest 2 sebelum diberikan perlakuan dan setelah diberikan perlakuan posttest 1 dan posttest 2. Data yang terkumpul dianaliasis dengan menggunakan SPSS 21.00 melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan hasil analisis menunjukkan nilai beda sebesar (Z= -2.032b) dan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) sebesar 0.042 serta nilai probability error (P= 0.04

    Kontribusi Konformitas dan Self-esteem terhadap Agresi Siswa Kelas X di SMKN 5 Malang. Jurusan Bimbingan dan Konseling

    No full text
    RINGKASAN   Ada beberapa faktor yang berkontribusi terhadap agresi diantaranya konformitas dan self-esteem. Konformitas mempunyai hubungan positif dengan agresi. Sedangkan self-esteem mempunyai hubungan yang negatif terhadap agresi. Tujuan dari penelitan ini adalah untuk mengetahui seberapa besar kontribusi efektif dan relatif variabel konformitas dan variabel self-esteem terhadap variabel agresi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif eksplanasi. Populasi penelitian adalah siswa kelas X di SMKN 5 Malang. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling dengan jumlah sampel 269 siswa. Instrumen penelitian menggunakan skala konformitas, self-esteem dan agresi. Setelahdilakukan uji validitasdihasilkan skala konformitas sebanyak 20 item, skala self-esteem sebanyak 30 item dan skala agresi sebanyak 25 item. Uji reliabilitas skala konformitas menunjukkan kategori cukup, sementara skala self-esteem dan skala agresi menunjukkan kategori tinggi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif untuk menganalisis sebaran variabel dan teknik analisis regresi linier berganda untuk melihat pengaruh antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan (1) 85% siswa kelas X di SMKN 5 Malang memiliki konformitas pada kategori sedang, (2)  74% siswa memiliki self-esteem pada kategori tinggi,dan (3)76% siswa memiliki agresi pada kategori sedang. (4) kontribusi konformitas terhadap agresi sebesar 3%,dan (5)kontribusi self-esteemterhdap agresi sebesar 10,6%. (6) kontribusi konformitas dan self-esteem terhadap agresi sebesar 13,6% yang menunjukkan sangat sedikit kontribusinya terhadap agresi. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar (1) siswa SMKN 5 Malang bisa lebih selektif dalam memilih teman bergaul, mempertahankan sebagai pribadi yang mau terbuka terhadap kritik dan saran serta mampu menjadi pribadi yang tidak mudah terprovokasi(2) konselor sekolahdiharapkan dapat memberikan layanan dalam aspek sosial dan kematangan emosional serta layanan dalam bidang bidang pribadi(3)peneliti selanjutnya diharapkan lebih memperluas ruang lingkup penelitianseperti pola asuh orang tua, krisis identitas, dan dukungan sosial

    HUBUNGAN STRES DENGAN PRESTASI AKADEMIK SISWA FULL DAY SCHOOL DI SMA NEGERI 2 BATU

    No full text
    RINGKASANSoffi, MarissaZulvia, 2019. Hubungan Stres dengan Prestasi Akademik Siswa Full Day School di SMA Negeri 02 Batu. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd (II) Drs. DjokoBudi Santoso, M.Pd.Kata Kunci:Stres, prestasi akademik, full day schoolStres merupakan kondisi yang dirasakan akibat adanya tuntutan dalam diri dan lingkungan. Gejala stres dilihat dari empat segi yaitu gejala fisik, emosional, intelektual dan interpersonal. Perkembangan pendidikan di Indonesia telah memiliki kemajuan salah satunya dengan adanya program lima hari sekolah atau biasa disebut full day school. Program full day school merupakan model sekolah umum memadukan program pengajaran keagamaan secara intensif yaitu memberi waktu khusus untuk pembentukan karakter dan pendalaman keagamaan siswa. Hal ini dapat mempengaruhi prestasi akademik yang diperoleh siswa. Prestasi akademik yang diperoleh dalam perwujudan hasil belajar dapat berhasil jika dilakukan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap dan menunjukkan hubungan antara stres dengan prestasi akademik siswa full day school di SMA Negeri 02 Batu.            Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 02 Batu. Jumlah sampel adalah 103 orang siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Alat pengumpul data menggunakan kuesioner skala stres  dan menggunakan nilai raport tengah semester I tahun ajaran 2018/2019. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis korelasi product moment pearson.            Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat stres siswa SMA Negeri 02 Batu sebagian besar dalam kategori sedang dengan persentase 57,3%, prestasi akademik sebagian besar dalam kategori cukup dengan persentase 56,3%. Hasil uji hipotesis dengan nilai korelasi sebesar -0,224 dan nilai signifikansi 0,023 dengan p < 0,05 dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan negatif antara stres dengan prestasi akademik siswa SMA Negeri 02 Batu. Semakin tinggi tingkat stres siswa maka semakin rendah prestasi akademik yang didapatkan dan sebaliknya semakin rendah tingkat stres siswa maka semakin tinggi prestasi akademik yang didapatkan.Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan agar pihak sekolah dapat meningkatkan lagi pencapaian tujuan sekolah dengan mengadakan evaluasi pelaksanaan sistem full day school agar dapat mencapai tujuan pendidikan yang menyenangkan, efektif dan efesien. Bagi konselor dapat memanfaatkan hasil penelitiansebagai bahan wawasan serta dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun program bimbingan dan konseling.Bagi Peneliti Selanjutnya untuk dapat dijadikan sumber referensi di bidang penelitian sejenis

    Hubungan Penilaian Sosial dengan Penerimaan Sosial Tokoh Agama terhadap Gay di Kota Malang.

    No full text
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk melihat adanya hubungan penilaian sosial dengan penerimaan sosial tokoh agama terhadap gay di kota Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dan deskriptif dengan model korelasional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tokoh agama yang tinggal di kota Malang dengan sampel sebanyak 32 orang tokoh agama dari 6 agama. Teknik pengambilan sampel menggunakan jenis non-probability sampling. Terdapat dua instrumen yang digunakan, yakni skala penilaian sosial dan penerimaan sosial. Analisis data mengunakan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasional. Berdasarkan hasil analisis deskriptif terdapat 19 subjek yang memiliki penilaian sosial yang negatif terhadap gay dan 13 subjek memiliki penilaian sosial positif. Selain itu terdapat 12 subjek yang memiliki tingkat penerimaan sosial yang tinggi dan 20 subjek memiliki penerimaan sosial yang rendah. Hasil analisis korelasional menunjukkan bahwa terdapat nilai korelasi sebesar 0,408 yang berarti ada korelasi yang cukup kuat di antara variabel penilaian sosial dan variabel penerimaan sosial. Maka, disimpulkan ada hubungan yang positif antara penilaian sosial dengan penerimaan sosial tokoh agama terhadap gay di kota Malang. Saran dari penelitian ini diharapkan tokoh agama dapat membuka diri terhadap fenomena gay. Kata kunci : penilaian sosial, penerimaan sosial, tokoh agama, gay.

    MAKNA HIDUP SISWA SMP ETNIS BUDAYA KERAJAAN MAJAPAHIT TROWULAN KABUPATEN MOJOKERTO

    No full text
    Abstrak   Abstract: This research is aimed to knowing the achievement meaning of life the Junior High School students in ethnic culture of Majapahit Kingdom. This research uses descriptive quantitative research design with survey. The results of research show that Junior High School students in ethnic culture of Majapahit Kingdom have a high meaning of life with 52%. However, these three sources of value have different achievement the highest achievement is attitudinal values 36%, experiential values 34% and creative values 30%. It is interpreted as that the attitdinal values as the first contribution in the achievement of the meaning of life Junior High School students in ethnic culture of Majapahit Kingdom.   Key Word: meaning of life, ethnic culture of Majapahit Kingdom, Junior High School students   ABSTRAK: Penelitian bertujuan untuk mengetahui capaian makna hidup siswa SMP etnis budaya kerajaan Majapahit. Rancangan penelitian yang digunakan kuantitatif deskriptif survai. Hasil penelitian menujukkan bahwa siswa SMP etnis budaya kerajaan Majapahit memiliki rata-rata makna hidup tinggi dengan persentase 52%. Namun capaian ketiga sumber nilai berbeda, capaian pertama yakni nilai bersikap 36%, nilai penghayatan 34% dan nilai kreatif  30%. Hal ini dimaknai bahwa nilai bersikap sebagai konstribusi pertama dalam pencapaian makna hidup siswa SMP etnis budaya kerajaan Majapahit.

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇