SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    PENGEMBANGAN INVENTORI KEPRIBADIAN KECENDERUNGAN KARIER RIASEC BERBASIS BLOG UNTUK SISWA SMP

    No full text
    ABSTRACT   Karir merupakan perkembangan dan kemajuan individu dalam kehidupan, baik pekerjaan maupun jabatan. Agar individu dapat membuat keputusan karier yang tepat, maka diperlukan perencanaan karier untuk mencapainya.salah satu cara dalam bimbingan yaitu dengan melakukan tes kepribadian kecenderungan karir RIASEC,dapat digunakan membantu menentukan perencanaan karier siswa. Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa blog inventori kepribadian kecenderungan karier RIASEC untuk membantu menentukan karir siswa, Penelitian ini menggunakan rancangan Research and Development dengan sampai pada tahap ke tujuh, yaitu uji revisi intruksional. Berdasarkan hasil uji ahli dan calon pengguna produk dapat disimpulkan bahwa produk sangat berguna, tepat, menarik, dan layak, secara teoritis dan prasktis, sehingga produk diterima dengan baik dan dapat  digunakan sebagai media dalam bimbingan untuk menentukan karir siswa. Kata Kunci:Kepribadian Kecenderungan Karir, RIASEC, Blog

    PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING KARIER BERUPA FLIPBOOK PENYESUAIAN DIRI MENGHADAPI PRAKERIN DENGAN MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING BAGI SISWA SMK

    No full text
    ABSTRAK   Fajariyah, Siti. 2018. Pengembangan Media Bimbingan dan Konseling Karier Berupa Flipbook  Penyesuaian Diri Menghadapi Prakerin dengan Model Creative Problem Solving bagi Siswa SMK. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbingan: (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd, (II) Drs. Widada, M.Si. Kata Kunci : flipbook, penyesuaian diri, prakerin             Sekolah menengah kejuruan (SMK) adalah sekolah menengah yang mempersiapkan peserta didik  memasuki dunia usaha dan  industri. Salah satu kegiatan yang relevan dengan hal itu adalah Praktik Kerja Industri (Prakerin). Kegiatan ini memerlukan persiapan yang matang. Agar siswa dapat menghadapi Prakerin dengan baik perlu dilakukan layanan bimbingan yang bertujuan membantu Penyesuaian diri siswa dalam kegiatan tersebut.Layanan bimbingan yang diberikan memerlukan media yang tepat. Untuk itu penelitian ini bertujuan penelitian pengembangan adalah menghasilkan produk penyesuaian diri menghadapi prakerin bagi siswa SMK dengan menggunakan modelcreative problem solving. Pengembangan media ini bertujuan menjawab kecanggihan teknologi informati (IT) dalam generasi milenial.             Penelitian ini menghasilkan tiga produk yaitu flipbook, buku panduan siswa, dan buku panduan konselor. Flipbook berbentuk web yang dapat dibuka dan diakses kapanpun.Flipbookdapat dibuka di handphone atau di laptop dalam keadaan online. Buku panduan bagi siswa dibuat untuk membantu siswa saat menggunakan media flipbook. Buku paduan bagi konselor dibuat untuk membantu konselor saat memberikan layanan bimbingan dan konseling.                   Penelitian ini menggunakan model penelitian Borg dan Gall yang memiliki sepuluh langkah, namun penelitian ini hanya menggunakan lima langkah dalam pengembangannya. Uji ahli terdiri dari uji ahli materi, uji ahli media, dan uji ahli calon pengguna (konselor). Analisis data penilaian produk menggunakan inter-rater agreement model. Sebuah penilaian yang menggunakan kesepakatan beberapa ahli, terdapat dua ahli materi dan dua media. Kategori indeks validasi ahli mengacu pada empat kreteria(1) 1,00-0,75 sangat tinggi, (2) 0,74-0,50 tinggi, (3) 0,49-0,25 sedang, dan (4) 0,24-0,00 rendah, sebagai data kuantitatif. Saran, kritik dan masukan uji ahli sebagai data deskriptif pengembangan produk.                   Penelitian pengembangan ini menghasilkantiga produk yang dibutuhkan bagi siswa memasuki dunia usaha dan industri. Pengembangan produk hingga uji ahli mendapatakan indeks uji validitas ahli rata-rata  0,75-1,00. Sehingga dapat disimpulkan jika produk yang kembangkan valid dan dapat digunakan dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Revisi dibutuhkan untuk pengoptimalan produk yang dihasilkan. Penelitian ini hanya pada tahap kelima dan untuk mengetahui efektifitasnya diperlukan penelitian lebih lanjut

    Pengembangan Panduan Teknik Storytelling untuk Meningkatkan Respectful Mind Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Kata Kunci: respectful mind; storytelling, Siswa SMP Keterampilan yang mencakup bidang sosial seperti sosialisai, berkelompok serta saling bergantung pada sesama merupakan salah satu keterampilan pikiran merespek (respectful mind) . Respectful mind adalah keterampilan berpikir yang menekankan pada penerimaan, penghargaan, dan penghormatan terhadap perbedaan dengan tetap menghargai pandangan dan keyakinan diri sendiri.Tiga komponen respectful mind yang harus dimiliki manusia sejak dini yaitu (1) menerima dan menghargai orang lain, (2) empati, dan (3) kerjasama. Salah satu dari lima keterampilan berpikir yang berguna bagi masa depan dan harus dimiliki manusia sejak dini adalah respectful mind.  Hal tersebut menyebabkan perlu teknik atau metode yang tepat untuk membantu meningkatkan respectful mind siswa. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan teknik storytelling untuk meningkatkan respectful mind siswa SMP, berisi serangkaian kegiatan dan materi yang disusun secara sistematis untuk konselor. Teknik storytelling dapat digunakan oleh konselor sebagai media dalam layanan bimbingan. Penelitian pengembangan ini mengadaptasi langkah Borg & Gall . Prosedur yang dilaksanakan adalah (1) pengumpulan informasi (2) perencanaan, (3) mengembangkan bentuk produk, (4) uji coba produk, (5) revisi produk, (6) hasil produk penelitian. Produk diuji berdasarkan aspek keberterimaan yang dikembangkan menjadi instrumen skala penilaian oleh peneliti untuk memenuhi kriteria ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Subjek uji coba dibagi menjadi dua yaitu uji coba produk awal dan uji coba calon pengguna. Uji coba produk awal telah dilakukan oleh dua dosen ahli materi dan ahli mediaU uji calon pengguna produk dilakukan oleh konselor serta uji kelompok kecil diuji cobakan pada siswa. Data kuantitatif yang diperoleh dianalisis dengan melihat rata-rata setiap aspek, serta hasil berupa saran dianalisis secara deskriptif. Berdasarkan hasil uji materi dan ahli media oleh dosen Jurusan Bimbingan dan Konseling, uji calon pengguna produk oleh konselor serta uji kelompok kecil pada siswa, menunjukkan produk yang dikembangkan layak digunakan. Kemudian, data deskriptif berupa saran dari penguji digunakan sebagai pertimbangan dalam revisi produk. Simpulan yang diperoleh dalam penelitian ini adalah produk panduan teknik storytelling telah memenuhi aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Untuk mengetahui efektifitas dan kelayakan panduan ini, perlu dilakukan uji eksperimen dengan kelompok terbatas

    EFEKTIFITAS TEKNIK SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN INTERPERSONAL SISWA SMP

    No full text
    ABSTRAK   Keterampilan interpersonal merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan dalam menjalin hubungan sosial. Seseorang akan mengalami kesulitan menjalin hubungan sosial apabila memiliki keterampilan interpersonal rendah terutama di lingkungan baru. Permainan sosiodrama merupakan salah satu upaya yang dapat digunakan konselor untuk meningkatkan keterampilan interpersonal siswa SMP. Tujuan dalam penelitian adalah mengetahui keefektifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan interpersonal siswa SMP. Rancangan penelitian yang digunakan adalah One GroupPretest-Posttest Design. Subjek penelitian sebanyak tujuh siswa dari kelas VII, diambil dari hasil nilai pretest terendah. Pengumpulan data menggunakan instrumen berupa  inventori keterampilan interpersonal. Hasil uji validitas mendapat 29 item yang valid. Sedangkan hasil uji realibilitas menunjukan 0,902 yang artinya reliabel dan layak untuk digunakan sebagai alat ukur penelitian tingkat keterampilan interpersonal siswa. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik non-parametrik uji beda wilcoxon. Hasil analisis menunjukan nilai signifikasi 0,018 < 0,05 (pretest 50,7 dan posttest 85,5) yang berarti teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan keterampilan interpersonal siswa SMP. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: konselor dapat menggunakan pedoman eksperimen yang telah disusun peneliti sehingga dapat digunakan untuk memberikan layanan bimbingan di sekolah. Bagi peneliti selanjutnya apabila menggunakan pedoman ekperimen tersebut diharapkan untuk lebih dikembangkan lagi alur cerita sesuai dengan kebutuhan permasalahan siswa. Selain itu juga diharapkan untuk menguji cobakan rancangan penelitian kepada kelas VIII dan IX kemungkinan memiliki keterampilan interpersonal yang berbeda

    Hubungan Konformitas dengan Keterikatan Kerja Pada Pegawai Desa di Kecamatan Turen

    No full text
    Abstrak Yahya, Thoriq. 2018. Hubungan Konformitas dengan Keterikatan Kerja Pada Pegawai Desa di Kecamatan Turen. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Fattah Hidayat, S.Psi, M.Si, (II) Gamma Rahmita Ureka Hakim, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: konformitas, keterikatan kerja, pegawai desa Pegawai desa di Kecamatan Turen kerap tidak ada di lokasi kerja pada saat jam kerja sedang berlangsung. Ketiadaan pegawai desa di tempat kerja ini berdampak pada masyarakat desa dan organisasi itu sendiri. Hal ini terjadi karena tingkat keterikatan kerja yang terdapat pada pegawai desa berhubungan dengan konformitas yang dilakukan oleh pegawai desa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan keterikatan kerja yang terjadi pada pegawai desa di Kecamatan Turen. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan dekripsi dan korelational, dengan populasi sebanyak 159 pegawai desa. Subjek penelitian dipilih menggunakan metode cluster sampling dengan jumlah subjek sebanyak 45 pegawai desa di Kecamatan Turen. Pengumpulan data menggunakan skala konformitas dengan reliabilitas 0,768 dan skala keterikatan kerja dengan reliabilitas 0,781. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa sebanyak 53%  pegawai desa di Kecamatan Turen memiliki tingkat konformitas yang tinggi dan 51 % pegawai desa di Kecamatan Turen memiliki tingkat keterikatan kerja yang tinggi. Hasil uji korelasi konformitas dengan keterikatan kerja pada pegawai desa di Kecamatan Turen menunjukan signifikansi sebesar 0,05 (

    REDUKSI KEPUTUSAN PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMP MELALUI TEKNIK PERTANYAAN BERSKALA DALAM PERTIMBANGAN NILAI KONSELING RINGKAS BERFOKUS SOLUSI

    No full text
    ABSTRAK   Perilaku prokrastinasi akademik adalah keputusan  menunda tugas-tugas akademis yang dilakukan dengan sengaja dan berulang-ulang oleh siswa yang meliputi menunda dalam memulai dan menyelesaikan tugas. Di dalam pendekatan Konseling Ringkas Berfokus Solusi (KRBS) terdapat salah satu teknik yakni  pertanyaan berskala dengan pertimbangan nilai yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi perilaku siswa dalam memutuskan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat prokrastinasi akademik antara sebelum dan sesudah pemberian treatment yang dilakukan dengan menerapkan teknik pertanyaan berskala dengan pertimbangan nilai dalam konseling ringkas berfokus solusi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental dengan desain subjek tunggal (single subject). Hasil penelitian dan analisis Uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,042 dimana nilai tersebut < 0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Hasil tersebut menunjukkan terdapat perbedaan tingkat prokrastinasi akademik sebelum dan sesudah pemberian treatment penerapan teknik pertanyaan berskala dengan pertimbangan nilai dalam KRBS. Perbedaan tersebut terlihat dari adanya penurunan skor posttest yang dilakukan setelah mendapatkan treatment

    Keefektifan Konseling Kelompok Rational EMotif Behavior Untuk Menurunkan Kecemasan Menghadapi Ujian Siswa SMA

    No full text
    Abstrak Kecemasan menghadapi merupakan salah satu hambatan akademik yang dialami oleh siswa dalam proses studinya. Siswa akan mengalami banyak kesulitan jika tidak dapat mengelola kecemasan yang muncul dengan baik. Menggunakan konseling kelompok Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) adalah salah satu pendekatan konseling kelompok untuk mengentaskan kecemasan pada menghadapi ujian pada siswa SMA. Konseling kelompok REBT digunakan untuk mengubah pikiran irasional mengenai ujian sehingga siswa memiliki pandangan baru dan mengelola kecemasanya dengan baik. Penelitian ini menggunakan penedekatan analisis data kuantitatif dan rancangan penelitian eksperimental (eksperimental research). Desain penelitian yang digunakan adalah time series design, dengan variasi interrupted time series design. Peneliti berusaha membandingkan kondisi siswa saat sebelum dan sesudah konseling kelompok dilaksanakan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan statistik non-parametrik uji beda wilcoxon. Subjek penelitian ini adalah siswa SMA yang berjumlah enam orang yang memiliki nilai skor pretest yang masuk dalam kategori sedang dan tinggi. Setelah diberikan perlakuan siswa mengalami penurunan nilai skor pada posttest. Hasil analisis menunjukan nilai signifikasi 0,028 < 0,05 yang berarti konseling kelompok REBT efektif untuk menurunkan kecemasan menghadapi ujian siswa di SMA Negeri 1 Malang

    Keefektifan Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Bahasa Reseptif dan Bahasa Ekspresif Siswa

    No full text
    Sosiodrama adalah salah satu bentuk permainan peranan. Sosiodrama memberi kesempatan untuk memvisualisasikan dan mengkritisi semua kemungkinan metafora, gambar, simbol dan individu di atas panggung dan mempromosikan interaksi di antara keduanya. Kesempatan untuk memvisualisasi dan mengkritisi peran individu dalam sosiodrama pasti membutuhkan kemampuan bahasa. Kemampuan bahasa pada umumnya dibagi menjadi bahasa reseptif dan ekspresif. Bahasa reseptif menyangkut penerimaan dan pemahaman bahasa sedangkan, bahasa ekspresif melibatkan kemampuan untuk menggunakan bahasa dalam mengungkapkan pemikiran dan berkomunikasi dengan orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan bahasa reseptif dan bahasa ekpresif. Rumusan masalah dalam penelitian ini, yaitu: (1) Apakah teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan bahasa reseptif siswa? (2) Apakah teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan bahasa eskpresif siswa? dan (3) Adakah perbedaan peningkatan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif siswa melalui penerapan teknik sosiodrama?. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan jenis one-group pretest-posttest. Subjek dalam penelitian ini adalah 20 siswa kelas XI MAN 1 Kota Malang yang memiliki skor keterampilan bahasa reseptif dan ekspresif rendah. Pengujian hipotesis menggunakan analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test (WSRT) dan uji Independent Sample t test (uji beda dua sampel bebas). Hasil penelitian tampak bahwa terdapat perbedaan peningkatan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif sebelum dan sesuah pemberian treatment. Terdapat perbedaan peningkatan rata-rata skor post test kelompok bahasa ekspresif dan kelompok bahasa reseptif. Rata-rata peningkatan skor keterampilan bahasa ekspresif lebih besar daripada rata-rata peningkatan skor keterampilan bahasa reseptif. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan bagi konselor, siswa, dan peneliti selanjutnya. Konselor dapat menerapkan teknik sosiodrama untuk meningkatkan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif siswa. Siswa dapat mengikuti kegiatan bimbingan dengan teknik sosiodrama dengan bersungguh-sungguh untuk meningkatkan bahasa reseptif dan bahasa ekspresif. Peneliti selanjutnya dapat melaksanakan penelitian dengan menggunakan kelompok kontrol sebagai teknik pembanding

    SURVEI MINAT SISWA TERHADAP KEGIATAN BIMBINGAN KLASIKAL DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN (SMK) NEGERI 12 MALANG

    No full text
    Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) mempunyai misi utama menyiapkan siswa untuk memasuki dunia kerja. Dengan demikian keberadaan SMK diharapkan mampu menghasilkan tenaga kerja tingkat menengah yang siap kerja. Bimbingan dan konseling di sekolah dimaksudkan untuk membantu siswa agar dapat berkembang secara optimal sesuai dengan tugas-tugas perkembangannya. Pelaksanaan pemberian bantuan dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai layanan bimbingan dan konseling, salah satunya yaitu bimbingan klasikal. Melalui kegiatan layanan bimbingan klasikal konselor dapat memberikan layanan dasar seperti: orientasi, informasi, penempatan, penyaluran, sarana pengumpulan data diri siswa dan sebagainya, oleh sebab itu maka siswa perlu mengembangkan minatnya terhadap kegiatan bimbingan klasikal. Sesuatu yang dilakukan sesuai dengan minat, maka akan memperoleh hasil yang maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui minat siswa terhadap kegiatan bimbingan klasikal di SMK Negeri 12 Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Subjek penelitian ini yaitu 1099 siswa SMK Negeri 12 Malang diambil 115 sampel siswa yang diambil secara acak tiap kelompok kelas. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner yang dikembangkan berdasarkan kajian teoritik dan uji validitas lapangan. Teknik analisis data menggunakan statistika deskriptif melalui program microsoft excel dan SPSS for16.0. Data disajikan dalam bentuk tabel dan diagram yang mengambarkan minat siswa terhadap kegiatan bimbingan klasikal. Hasil penelitian menujukkan bahwa minat siswa terhadap kegiatan bimbingan klasikal di SMK Negeri 12 Malang dalam kategori sangat baik. Namun ketiga aspek minat memiliki capaian yang berbeda-beda. Capaian tertinggi pertama yakni aspek afektif dengan klasifikasi sangat baik, diikuti aspek kognitif dengan klasifikasi baik yang sama dengan aspek psikomotorik dengan klasifikasi baik. Data hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan oleh konselor untuk mengetahui minat siswa terhadap kegiatan bimbingan klasikal di SMK Negeri 12 Malang. Konselor dapat merancang dan mengembangkan rancangan layanan bimbingan dan konseling yang memfasilitasi dan meningkatkan minat siswa agar pula capaian tujuan dapat terwujud. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memanfaatkan data hasil temuan ini untuk mengkaji lebih dalam mengenai minat siswa terhadap kegiatan bimbingan klasikal di SMK Negeri 12 Malang melalui penelitian kualitatif

    PENGEMBANGAN TEKNIK DESENSITISASI SISTEMATIS MELALUI SMARTPHONE VIRTUAL REALITY UNTUK MENGURANGI FOBIA KETINGGIAN DAN HEWAN DI MAN 1 KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK Husna, Vita Nafilatul. 2018. Pengembangan Teknik Desensitisasi Sistematis Melalui Smartphone Virtual Reality untuk Mengurangi Fobia Ketinggian dan Hewan di MAN 1 Kediri. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widada, M.Si., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.Kata Kunci: desensitisasi sistematis, realitas virtual, fobiaMasa remaja sering ditandai oleh timbulnya perasaan cemas, salah satunya diakibatkan terjadinya gangguan fobia. Untuk mengurangi fobia ketinggian dan hewan dapat melalui pemberian terapi dengan teknik tertentu. Teknik yang dapat digunakan salah satunya teknik desensitisasi sistematis, yaitu melemahkan perilaku dengan menggantikan aktivitas yang berlawanan dari kecemasannya. Penerapan teknik tidak terlepas dari media yang mendukung, realitas virtual merupakan salah satu media yang dapat digunakan dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling. Proses desensitisasi sistematis akan menyajikan situasi lingkungan sesuai kenyataan yang disimulasikan dalam bentuk film 3D. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan panduan teknik desensitisasi sistematis melalui virtual reality agar dapat menghasilkan produk yang dapat digunakan oleh konselor sebagai salah satu teknik layanan konseling untuk mengurangi fobia ketinggian dan hewan pada siswa MA.Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian R & D (Research and Development) dari Borg and Gall yang telah dimodifikasi. Terdapat 7 langkah dari 10 langkah Borg and Gall yang digunakan pada penelitian ini. Langkah tersebut yaitu (1) studi pendahuluan; (2) perencanaan; (3) pengembangan produk; (4) uji coba produk awal yang terdiri dari dua uji coba yaitu uji ahli media dan uji ahli materi; (5) Revisi produk; (6) uji coba lapangan yang diujikan kepada uji calon pengguna produk (konselor) dan uji kelompok kecil (siswa); dan (7) revisi produk akhir. Instrumen penelitian berupa instrumen penilaian untuk uji ahli media dan materi, uji calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil. Jenis data yang digunakan yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Teknik analisis data menggunakan penilaian skor skala 5 untuk mengetahui kualitas produk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, penilaian yang dilakukan oleh ahli materi dan media menghasilkan kualitas sangat baik dengan rata-rata 4,8 dan baik dengan rata-rata 3,8; penilaian calon pengguna produk menghasilkan kualitas sangat baik dengan rata-rata 4,5; dan uji kelompok kecil menghasilkan kualitas baik dengan rata-rata 3,7. Hasil analisa tersebut menunjukkan bahwa produk berupa panduan teknik desensitisasi sistematis melalui smartphone virtual reality untuk mengurangi fobia ketinggian dan hewan, telah memenuhi kriteria keberterimaan pada aspek kegunaan, kemudahan, kejelasan, ketepatan, dan kemenarikan. Disimpulkan bahwa pengembangan panduan teknik desensitisasi sistematis melalui smartphone virtual reality ini layak digunakan oleh konselor, sebagai salah satu teknik dalam pemberian layanan konseling untuk mengurangi fobia ketinggian dan hewan pada siswa MA. Produk dapat digunakan konselor sekolah lain untuk mengurangi jenis fobia ketinggian dan hewan

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇