SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Studi Fenomenologi Meaning of Life Siswa Berprestasi di MTsN Malang 1

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Ardiantika, Zenitha 2018. Studi Fenomenologi Meaning of Life Siswa Berprestasidi MTsN Malang 1. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd. Kata Kunci : meaning of life, prestasi, siswa MTsN Meaning of life (makna hidup) yang dimiliki oleh seseorang berbeda-beda, setiap orang memiliki tujuan hidup masing-masing sehingga penerapan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-harinya juga berbeda. Meaning of life adalah nilai-nilai khusus yang dimiliki oleh seseorang yang dirasa penting, benar, dan berharga untuk dijadikan sebagai tujuan hidup. Makna hidup akan mendasari perilaku siswa dalam melakukan aktivitas sehari-hari untuk mencapai kebahagiaan. Penelitian ini dilakukan di MTsN Malang 1 dengan menggunakan subjek siswa kelas olimpiade yang  berprestasi dalam olimpiade. Fokus penelitian ini adalah makna hidup siswa kelas olimpiade MTsN Malang 1 yang dicerminkan dalam kegiatan sehari-harinya melalui tiga sumber nilai yaitu nilai kreatif, nilai penghayatan, dan nilai bersikap, serta cara mengembangkan meaning of life siswa sehingga siswa dapat menemukan tujuan hidup serta kebahagiaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi yang melibatkan pengalaman dari subjek. Untuk mengetahui pengalaman dari subjek digunakan pengumpulan data melalui observasi, studi dokumentasi dan wawancara dengan subjek utama, teman subjek, wali kelas, konselor, dan guru pembina olimpiade. Kemudian dilakukan analisis data melalui 3 tahap yaitu: reduksi fenomenal, reduksi eiditik, dan reduksi transendental. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah makna hidup siswa berprestasi yang dicerminkan ke dalam tiga nilai, yaitu nilai kreatif, nilai penghayatan, dan nilai bersikap. Nilai kreatif yang ditunjukkan siswa yaitu kemampuan siswa untuk menghasilkan karya dalam bentuk produk dan tulisan karya imilah. Siswa juga mengerjakan  tugas dan kewajibannya dengan penuh tanggung jawab, serta mampu menyelesaikan permasalahannya secara mandiri. Nilai penghayatan ditunjukkan siswa dengan kecintaannya terhadap mata pelajaran yang ditekuninya, serta ketaatan dan keikhlasan dalam beribadah kepada Allah SWT. Nilai bersikap ditunjukkan dengan sikap sabar dan tabah dalam menerima kekalahan yang dialaminya ketika gagal mengikuti perlombaan. Siswa mampu mengambil hikmah dari kegagalan dan mengubahnya menjadi keberanian untuk maju dan terus mengembangkan sikap optimis dalam mengikuti perlombaan selanjutnya. Sedangkan untuk mengembangkan makna hidup siswa diperlukan kemauan dari dalam diri siswa dan dukungan dari lingkungannya. Diperlukan kemauan untuk terus berkarya dan menyalurkan ide-ide kreatif yang dimiliki oleh siswa. Adanya kemauan untuk menunjukkan rasa cinta terhadap pekerjaan yang ditekuninya, dan rasa cinta kepada Allah SWT dalam bentuk ibadah. Dibutuhkan juga kemauan dari dalam diri siswa untuk segera bangkit dari kegagalan dan menerima semua dengan penuh kesabaran ke tabahan dan mengubahnya menjadi sikap yang optimis untuk memperbaiki kedepannya. Dukungan dari lingkungan juga diperlukan untuk mengembangkan kreativitas siswa, membentuk cinta kasih siswa, serta membentuk sikap optimis, berani, dan mudah menerima apa yang dialaminya. Saran bagi konselor yaitu untuk terus membantu siswa mengembangkan makna hidup mereka agar mereka mampu merancang tujuan hidupnya sejak dini dan meraih pemenuhan terhadap tujuan hidup mereka Untuk peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lebih lanjut mengengenai cara mengembangkan makna hidup siswa baik di kelas olimpiade, bilingual, PDCI, dan reguler. Perlu juga menambahkan orangtua sebagai informan agar data lebih lengkap

    Keefektifan Teknik Reframing dan Teknik Thought Stopping dalam Mereduksi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   RINGKASAN Ningtyas, Wahyu. 2018. Keefektifan Teknik Reframing dan Teknik Thought Stopping dalam Mereduksi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa SMP.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Andi Mappiare-AT, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata kunci: prokrastinasi akademik, teknik reframing, teknik thought stopping                 Prokrastinasi disfungsional akademik merupakan perilaku penundaan akademik yang menjadi hambatan siswa dalam proses belajar disekolah. Prokrastinasi membawa berbagai macam dampak negatif terhadap siswa baik dalam aspek prestasi belajar maupun aspek psikologis siswa. Dalam hal ini, konseling dapat memberi intervensi agar siswa mengubah perilaku maladaptifnya. Adapun teknik konseling yang dapat membantu siswa mengubah perilaku prokrastinasi akademik yaitu dengan teknik reframing dan thought stopping. Penelitian ini menguji keefektifan teknik reframing dalam mereduksi tingkat prokrastinasi akademik siswa dan membandingkannya dengan teknik thought stopping. Rumusan masalah penelitian ini adalah: (1) mengetahui apakah teknik reframing efektif dalam mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa  (2) mengetahui apakah teknik thought stopping efektif dalam mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa, dan (3) mengetahui perbedaan keefektifan kedua teknik dalam mereduksi tingkat prokrastinasi akademik siswa. Penelitian ini menggunakan desain eksperimen dua kelompok menggunakan Quasi Experimental Posttest Only Design. Subjek dalam penelitian ini adalah 30 siswa kelas VIII A dan B SMPI Hidayatul Mubtadiin yang memiliki tingkat prokrastinasi sedang dan tinggi berdasarkan skala prokrastinasi. Analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis kovarian. Analisis ini menekankan ada uji komparasi yang digunakan untuk menguji perbedaan dua kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik reframing dan thought stopping efektif mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa dan terdapat perbedaan keefektifan kedua teknik dalam mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa. Hasil hitung didapatkan bahwa teknik reframing lebih efektif mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa SMPI Hidayatul Mubtadiin dibandingkan teknikthought stopping. Penelitian ini menyarankan bagi konselor sekolah untuk melaksanakan konseling dengan teknik reframing dan thought stopping dalam mereduksi perilaku prokrastinasi akademik siswa. Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian dengan waktu yang tepat, tidak mengganggu jam pelajaran siswa, melakukan improvisasi dan penyesuaian terhadap teknik saat menerapkan kedua teknik dengan subjek yang berbeda. SUMMARY Ningtyas, Wahyu Dwi. 2018. Effectiveness of Reframing Techniques and Thought-Stopping Techniques in Reducing Academic Procrastination Behavior of Junior High School.Thesis, Guidance and Counselling Department, Faculty of Education, State University of Malang. Advisor: (I) Prof. Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata kunci:academic procrastination, reframing, thought stopping                 Dysfunctional academic procrastination is a behavior of academic delay which becomes a barrier for students in a learning process in school. Procrastination brings various negative impacts on students both in terms of achievement and psychological. In this case, counseling can provide assistance to students in the form of intervention so that students can change their maladaptive behavior. The counseling techniques that can help students change the behavior of academic procrastination is by reframing and thought stopping techniques. The research using this reframing technique tested the effectiveness of the technique in decreasing the level of student academic procrastination and comparing it with thought-stopping technique. The problem of analysis are (1) to find whether the reframing technique is effective in decreasing the student's academic procrastination (2) to find whether thought stopping is effective in decreasing the student's academic procrastination and (3) to find the difference of the effectiveness of both techniques in decreasing the level of student academic procrastination. This study used two group experimental design using Quasi-experimental Posttest-Only Design. Subjects in this study were 30 students of class VIII A and B SMPI Hidayatul Mubtadiin who had moderate and high procrastination rate based on procrastination scale. This study used covariance analysis. This analysis emphasized a comparative test used to examine the differences between the two groups. The results found that the technique of reframing and thought-stopping effectively decreased the student's academic procrastination behavior and there are differences in the effectiveness of both techniques in reducing the student's academic procrastination behavior. The results obtained that reframing techniques more effectively reduce the behavior of academic procrastination SMPI Hidayatul Mubtadiin students than thought stopping techniques. This research gives advice to counselors for implementing counseling with reframing and thought stopping techniques in reducing student academic procrastination behavior. For the next researcher needs to do the research at the right time, do not disturb the student's class, improvise and adjust the technique when applying the two techniques with different subjects

    Pengembangan Permainan Simulasi Melalui Media Congklak untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa SMK dalam Menghadapi Praktik Kerja Industri

    No full text
    ABSTRAK   Nabilah, Karimah. 2018. Pengembangan Permainan Simulasi Melalui Media Congklak untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa SMK dalam Menghadapi Praktik Kerja Industri. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd.   Kata Kunci: permainan simulasi, congklak, resiliensi, praktik kerja industri. Resiliensi merupakan keterampilan yang dapat digunakan dalam menghadapi kemalangan dalam hidup sehingga individu menjadi lebih kuat, percaya diri, dan mampu melihat kemalangan sebagai suatu pembelajaran. Resiliensi dapat ditingkatkan melalui latihan-latihan, semakin individu sering melatih keterampilan ini maka individu semakin resilien. Permainan simulasi adalah salah satu teknik yang dapat dijadikan sarana untuk berlatih keterampilan resiliensi. Permainan simulasi adalah teknik yang dirancang untuk menggambarkan suatu situasi di dalam dunia kehidupan nyata. Melalui teknik ini persoalan-persoalan yang terdapat dalam prakerin yang berkaitan dengan resiliensi dihadirkan sehingga siswa mendapat pengalaman untuk melakukan pemecahan masalah. Dengan demikian, siswa yang sudah bermain dapat menerapkannya pada peristiwa sebenarnya yaitu saat melaksanakan prakerin. Permainan simulasi dapat dilaksanakan dengan berbagai macam permainan salah satu permainan congklak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk permainan simulasi melalui media congklak untuk meningkatkan resiliensi siswa SMK dalam menghadapi prakerin. Produk yang dihasilkan berupa buku panduan permainan dan media permainan congklak. Produk ini digunakan oleh konselor dalam memberikan layanan bimbingan dengan teknik permainan simulasi melalui media congklak untuk meningkatkan resiliensi siswa SMK dalam menghadapi prakerin. Metode penelitian dan pengembangan diawali dengan tahap pengumpulan data melalui analisis kebutuhan dengan wawancara konselor, melakukan kajian literatur, dan observasi fenomema yang ada di lapangan. Selanjutnya mengembangkan produk awal, melakukan uji validitas kepada uji ahli materi, media, serta calon pengguna (konselor), dan yang terakhir melakukan perbaikan untuk menghasilkan produk akhir. Data yang didapatkan dari hasil uji validitas di analisis dengan inter-rater agreement model. Hasil dari penilaian aspek keberterimaan uji validitas dianalisis menggunakan inter-rater agreement model dan diperoleh skor indeks validitas sebesar 1,00 yang berarti produk permainan simulasi melalui media congklak memiliki validitas sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa produk permainan simulasi melalui media congklak memenuhi aspek keberterimaan produk dan layak digunakan dalam memberikan layanan bimbingan. Saran ditujukan pada: (1) konselor diharapkan menggunakan produk permainan simulasi melalui media congklak dalam memberikan layanan bimbingan untuk meningkatkan resiliensi siswa SMK dalam menghadapi praktik kerja industri.; (2) peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen untuk mengetahui efektifitas penerapan produk permainan simulasi melalui media congklak

    IDENTITAS KARIER GENERASI Z DAN IMPLIKASINYA TERHADAP BIMBINGAN DAN KONSELING KARIER 9STUDI FENOMENOLOGI)

    No full text
    ABSTRAK   Lahirnya generasi baru yang membawa tipikal serta karakteristik berbeda dalam banyak sektor menjadikan ciri khas dari setiap generasi. Mereka yang juga disebut sebagai digital native terlahir dari tahun 1995 hingga 2010. Saat ini mereka mulai menginjak masa akhir anak-anak kemajuan teknologi dan informasi semakin pesat serta mudah untuk diakses. Ternyata dari kemajuan teknologi dan informasi tersebut membawa pengaruh sangat besar pada pola berpikir generasi Z serta hubungan kedekatan dengan para orang tua yang semakin demokratis. Fenomena yang terjadi pada generasi Z juga sangat berpengaruh di dunia pendidikan. Apalagi dalam ranah bimbingan dan konseling karier. Generasi Z sudah sedari awal merancang perencanaan kariernya dengan identitas yang menjadi background mereka. Oleh karena itu tujuan dari penelitian ini yakni mengetahui identitas diri, identitas karier, dan identitas spiritual generasi z yang penting untuk dipaparkan pada khalayak umum dalam mengetahui potensi terbaik dari para digital native. Kaitannya dengan konteks tersebut yakni peranan Bimbingan dan Konseling sebagai wadah bagi peserta didik. Metode dalam penelitian ini menggunakan kualitatif fenomenologi untuk memahami makna dari setiap peristiwa yang ada pada subjek yakni generasi Z. Teknik yang digunakan dengan observasi dan wawancara. Analisis yang dilakukan yakni pertama reduksi fenomenologi di mana peneliti memaparkan dan menganalisis data yang telah didapat dari lapangan. Langkah kedua yakni reduksi editik, upaya dalam menafsirkan seluruh data yang telah didapat dan terakhir reduksi transedental atau temuan penelitian. Hasil yang didapat yakni bahwa generasi Z memiliki identitas diri sebagai individu yang optimis, mandiri, open mind, dan multitasking. Sedangkan identitas karier generasi Z yakni bekerja dengan passion, memiliki jiwa wirausaha, dan daya juang yang tinggi. Kemudian ditemukan bahwa identitas spiritual generasi Z yakni taqarab ilallah, istiqomah, dan bisa bermanfaat bagi sesama. Melalui temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa generasi Z dapat berjalan dengan seimbang antara urusan duniawi dan akhirat. Generasi Z mampu mengenali diri sendiri, potensinya, dan upaya dalam mendekat pada sang pencipta. Hal tersebut terkemas dalam identitas diri, identitas karier, serta identitas spiritual generasi Z. Ketiga hal tersebut sangat berimplikasi pada peran bimbingan dan konseling karier baik berupa pemahaman maupun metode dalam pelayanannya.   Berdasarkan hasil temuan penelitian maka guru BK disarankan untuk membantu mengembangkan layanan untuk menggali potensi dari generasi Z melalui identitas diri, identitas karier, dan identitas spiritualnya. Saran tersebut guna membantu mengoptimalkan para generasi Z untuk lebih berkarya melalui passionnya. Bagi peniliti yang selanjutnya dapat menjadi referensi mengenai generasi Z

    Keefektifan Teknik Sosiodrama Untuk meningkatkan Penyesuaian Sosial Siswa SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang

    No full text
    ABSTRAK   Penyesuaian sosial adalah suatu proses penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial atau penyesuaian dalam hubungan antar manusia. Melalui penyesuaian sosial, manusia memperoleh pemuasan dan kebutuhan-kebutuhannya. teknik sosiodrama, siswa mendapat kesempatan untuk berlatih melakukan kegiatan memainkan peran tertentu berdasarkan kehidupan sosial. Peneliti memiliki tujuan untuk mengetahui keefektifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa SMP Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian  menggunakan rancangan eksperimen dengan bentuk pre-experimental dengan metode One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas VIII SMP Laboratorium UM sebanyak 23 orang siswa yang dipilih berdasarkan hasil pengisian inventori penyesuaian sosial dan memiliki kategori nilai sedang dan tinggi. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah inventori penyesuaian sosial siswa yang sudah melewati uji validitas sebanyak 42 butir dan yang valid sebanyak 29 butir dan uji reliabilitas sebesar 0,877 serta panduan eksperimen teknik sosiodrama yang telah diujikan melalui uji ahli. Analisis data yang digunakan adalah uji wilcoxon dengan menggunakan bantuan SPSS versi 20.00 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sosiodrama dapat meningkatkan penyesuaian sosial siswa kelas VIII SMP Laboratorium UM. Hal ini tersebut dapat dilihat dari peningkatan penyesuaian sosial siswa. Hasil penelitian tersebut dapat diketahui dari nilai Asymp. Sig  (2-tailed) yang diperoleh dari uji wilcoxon sebesar 0,005 (dengan nilai Z =- 2,810b). Dengan begitu dapat diketahui bahwa 0.005 < 0.05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima. Berdasarkan hasil penelitian ini diajukan saran kepada kepala sekolah, konselor, dan peneliti selanjutnya, yaitu sekolah dan konselor hendaknya menerapkan teknik sosiodrama untuk meningkatkan penyesuaian sosial siswa SMP sebagai referensi pada pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu untuk mengukur efek jangka panjang treatment yang telah diberikan kepada siswa. Selain itu juga perlu melakukan penelitian eksperimen menggunakan kelompok kontrol untuk mengukur keefektifan teknik sosiodrama

    Perbandingan Durasi waktu Pada Pelaksanaan Bekisting Konvensional dan Bekisting Knockdown Pada Bangunan Gedung Transmart Carrefour Sidoarjo.

    No full text
    ABSTRAK   Irawan, Krisna . 2018.Perbandingan Durasi waktu Pada Pelaksanaan Bekisting Konvensional dan Bekisting Knockdown Pada Bangunan Gedung Transmart Carrefour Sidoarjo. Proyek Akhir. Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Malang. Pembimbing Drs. I Made Oka Mulya M.Pd.   Kata Kunci: Perbandingan, Bekisting Konvensional dan Knockdown. Konstruksi di Indonesia pada era modern ini sangatlah berkembang pesat. Indonesia sendiri memiliki tujuan pembangunan infrastruktur yang cepat dan ramah lingkungan. Untuk menunjang kontruksi yang cepat dalam segi pembangunan juga harus diperhatikan bagaimana konstruksi tersebut. Dalam sebuah proyek bangunan sekarang dikenal pekerjaan bekisting kolom yang dapat menunjang percepatan konstruksi. Bekisting sekarang dibagi menjadi 2 jenis, yaitu bekisting konvensional dan bekisting Knock Down. Bekisting merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi waktu percepatan kontrusi sebuah bangunan. Kontraktor Wijaya Karya Gedung dalam pembangunan proyek Transmart Carrefour Sidoarjo. Proyek ini terletak diantara tengah – tengah kota dekat alun – alun Sidoarjo. Tujuan studi lapangan ini adalah: (1) Mengetahui efisiensi waktu pekerjaan bekisting konvensional dan bekisting knockdown pase kolom dan balok. (2)Mengetahui prosedur metode kerja bekisting konvensional dan bekisting knockdown pase kolom dan balok. Hasil studi lapangan menyebutkan bahwa :1)Efisiensi pada bekisting konvensional kolom dan balok membutuhkan waktu pelaksanaan selama 144 jam dan metode bekisting knockdown kolom dan balok membutuhkan waktu pelaksanaan 112 jam selisih 32 jam, lebih hemat waktu bekisting knockdown. 2)Dalam metode pelaksanaan bekisting konvensional kolom tahapannya meliputi : Pengukuran kayu triplek, pemotongan kayu triplek sesuai kebutuhan, penyambungan kayu triplek, perakitan 4 lembar kayu triplek yang telah diberi pengaku kayu, buat stang pengaku untuk mengunci ke empat sisi bekisting kolom.Dalam metode pelaksanaan bekisting konvensional balok tahapannya meliputi : Pengukuran kayu triplek, pemotongan kayu triplek sesuai kebutuhan, pemasangan skafolding, perakitan 3 lembar kayu triplek yang bersambungan , buat stang pengaku untuk mengunci sisi samping kanan dan kiri balok, pemasangan penyangga seperti bambu untuk dipasang dibagian tengah – tengah dan samping balok ketika sudah di cor.Dalam metode pelaksanaan bekisting knockdown kolom tahapannya meliputi : Membuat garis pedoman, pasang stek support, pasang sepatu kolom, pemasangan besi beton, pemasangan busa, pemasangan bekisting.Dalam metode pelaksanaan bekisting knockdown balok tahapannya meliputi : Fabrikasi bekisting balok, pemasangan pranca dan bekisting balok, skematik bekisting balok, sistem pengunci bekisting balok

    Pengembangan Paket Bimbingan “BIMO” Berbasis Autoplay Untuk Meningkatkan Nilai Moral Kemurahan Hati Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Rifqi, Moch . 2018. Pengembangan Paket Bimbingan “BIMO” Berbasis Autoplay Untuk Meningkatkan Nilai Moral Kemurahan Hati Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Yuliati Hotifah,S.Psi., M.Pd., (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd.   Kata Kunci: autoplay, kemurahan hati, teori moral reasoning Di era globalisasi saat ini, individu dituntut untuk mengikuti perkembangan zaman untuk lebih maju  ke arah modernisasi. Hal ini mendorong individu untuk mengembangkan ide-ide dan inovasi baru agar dapat bersaing di era saat ini. Sayangnya, tuntutan untuk maju dalam hal pemikiran ini tidak berbanding lurus dengan kualitas moral dari individu yang bersangkutan. Terutama pada generasi muda, yang saat ini sedang mengalami penurunan kualitas moral sebagai dampak dari era globalisasi yang memberikan pengaruh masif kepada setiap individu. Melihat hal tersebut, peneliti mengembangkan sebuah solusi yang diharapkan dapat menjadi alternatif yang efektif dan efisien dalam mengatasi permasalahan menumbuhkembangkan nilai moral kepada siswa berupa produk paket bimbingan. Melalui paket bimbingan berbasis autoplay dengan menggunakan teori moral reasoning dari Kohlberg, diharapkan dapat membantu konselor dalam memberikan bimbingan moral, khususnya nilai kemurahan hati. Sehingga dapat diterima siswa dengan lebih mendalam dan bisa dioperasikan secara mandiri juga. Didukung dengan gabungan dari gambar, audio, video dan teks serta desain yang menarik menjadikan siswa lebih antusias dalam menerima materi yang disajikan. Tujuan dari penelitian dan pengembangan inimengembangkan aplikasi “BIMO” berbasis autoplay indigo rose studio dan buku panduan untuk konselor. Aplikasi “BIMO” berupa aplikasi berbasis autoplay yang dimasukkan ke dalam CD dan dapat diakses kapan saja tanpa perlu instalasi. Buku panduan bagi konselor dibuat untuk membantu konselor dalam memberikan layanan bimbingan menggunakan paket bimbingan “BIMO”. Selanjutnya melakukan uji validitas untuk menilai kelayakan produk. Metode penelitian ini menggunakan model penelitian pengembangan Borg dan Gall yang memiliki 10 langkah penelitian. Namun, penelitian ini hanya menggunakan 5 langkah dalam pengembangannya. 5 langkah tersebut antara lain: (1) melakukan penelitian dan pengumpulan data; (2) melakukan perencanaan; (3) mengembangkan bentuk produk awal; (4) melakukan uji coba lapangan permulaan; (5) merevisi produk utama. Uji ahli terdiri dari uji ahli materi, uji ahli media, dan uji calon pengguna produk (konselor). Data validasi produk terbagi menjadi 2 desain, yaitu data kuantitatif dan data kualitatif. Data kuantitatif dianalisa menggunakan skala Likert. Kategori indeks validasi ahli mengacu pada empat kriteria (1) 3,26 - 4,00 sangat layak, (2) 2,51 – 3,25 layak, (3) 1,76 – 2,50 kurang layak, (4) 1,00 – 1,75 tidak layak. Sedangkan, data kualitatif dianalisa menggunakan analisa data model Miles dan Huberman. Penelitian pengembangan ini menghasilkan 2 produk, aplikasi “BIMO” dan buku panduan. Pengembangan produk hingga uji ahli dan calon pengguna mendapatkan indeks uji validitas rata-rata 3,61 sehingga dapat disimpulkan jika produk yang dikembangkan sangat layak dan dapat digunakan dalam pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Sementara, data kualitatif yang didapat memiliki 2 pola kategori, yaitu kelengkapan dan kesesuaian. Revisi dibutuhkan untuk pengoptimalan produk yang dihasilkan. Penelitian dan pengembangan ini hanya dilakukan sampai tahap ke-5 dan untuk mengetahui keefektifannya diperlukan penelitian lebih lanjut

    KEEFEKTIFAN DRAMA SEGITIGA KARPMAN UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN DIRI SISWA SMP SEBAGAI UPAYA MENCEGAH BULLYING

    No full text
    ABSTRAK   Debipriamuda, Bashirudin. 2018. Keefektifan Drama Segitiga Karpman Untuk Meningkatkan Kesadaran Diri Siswa SMP Sebagai Upaya Mencegah Bullying. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A., (II) Dr. M. Ramli, M.A.   Kata kunci: Kesadaran Diri, Drama Segitiga Karpman, Bullying Kesadaran diri adalah kemampuan untuk menyadari faktor-faktor dan situasi yang menyebabkan munculnya emosi dan perilakunya terhadap orang lain. Kemampuan ini dapat digunakan untuk pengambilan keputusan, berpikir realistis atas kelebihan dan kekurangan yang dimiliki dan meningkatkan kepercayaan diri. Kemampuan ini digunakan seseorang untuk mengatur emosi dan perilakunya dalam memahami orang lain dengan lebih baik. Salah satu dampak siswa yang memiliki kesadaran diri rendah adalah bullying. Teknik yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran diri adalah drama segitiga karpman. Drama segitiga Karpman adalah permainan peran yang digunakan untuk mengamati interaksi manusia ketika timbul suatu konflik. Drama ini memiliki tiga peran yaitu peran sebagai pelaku/penganiaya (persecutor), peran sebagai korban (victim), peran sebagai penyelamat (rescuer). Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah mengetahui keefektifan drama segitiga Karpman untuk meningkatkan kesadaran diri. Rancangan penelitian ini menggunakan Quasi Experiment dengan desain yang digunakan adalah Time-Series Design. Desain ini menggunakan satu kelompok eksperimen tanpa menggunakan kelompok kontrol kemudian diberikan perlakuan lalu diamati selama periode tertentu. Subjek penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik purposif yaitu 15 siswa SMP Negeri 15 Malang yang memiliki kesadaran diri sedang. Instrumen perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah panduan pengembangan kesadaran diri dengan teknik drama segitiga Karpman untuk mencegah perilaku bullying siswa sekolah menengah yang telah dikembangkan oleh Nastiti (2016). Instrumen untuk mengumpulkan data adalah skala kesadaran diri yang terdapat dalam panduan.Untuk menganalisis data menggunakan Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil analisis data dari hasil uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kesadaran diri siswa antara sebelum dan sesudah treatment diberikan, sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik drama segitiga Karpman efektif untuk meningkatkan kesadaran diri siswa. Peneliti selanjutnya dapat menggunakan desain penelitian eksperimen murni agar hasil yang didapat lebih sempurna. Lalu konselor dapat menggunakan panduan pengembangan kesadaran diri dengan teknik drama segitiga karpman untuk mencegah perilaku bullying siswa sekolah menengah dalam meningkatkan kesadaran diri siswa sebagai upaya mengatasi konflik yang terjadi seperti bullyin

    TINGKAT STRES AKADEMIK SISWA SMP

    No full text
    Kata kunci: Tingkat Stres Akademik Siswa SMP, Ujian Nasional. Pendidikan selalu melibatkan aspek psikologis. Dalam kegiatan pembelajaran, prestasi belajar merupakan salah satu tolak ukur keberhasilan pembelajaran. Prestasi belajar dapat dimanifestasikan dalam bentuk nilai atau skor yang merupakan indikator perolehan pengetahuan. Semakin baik usaha belajar semakin baik pula prestasi yang dicapai dan pasti semakin baik juga nilai yang dihasilkan. Ujian Nasional merupakan tes beresiko tinggi. Ujian Nasional dapat dikatakan sebagai penyebab stres bagi siswa yang akan menghadapinya. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui tingkat stres akademik siswa SMP dalam menghadapi Ujian Nasional. Penelitian ini termasuk penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data penelitian ini berupa angket/kuesioner yang dibagikan kepada 76 responden. Data penelitian angket/kuesioner ini digunakan untuk meneliti tingkat stres akademik siswa SMP dalam menghadapi Ujian Nasional. Hasil validasi berupa angket diperoleh 36 pertanyaan yang valid dari 36 pertanyaan yang disebar dan reliabilitas dari variabel tingkat stres 0,970 yang berarti reliabel. Teknik analisis data dimulai dari tabulasi (scoring) data, dianalisis menggunakan analisis deskriptif, dan selanjutnya diuji hipotesis menggunakan Software SPSS For Windows Versi 22. Hasil analisis data diperoleh sebagian siswa mengalami kategori stres akademik sangat tinggi berjumlah 14%, kategori stres akademik tinggi sebesar 60,3% dan kategori stres akademik rendah sebesar 25%. Dapat disimpulkan bahwa siswa yang mengalami stres akademik saat menghadapi Ujian Nasional adalah tergolong tinggi, yaitu sebesar 60%

    STUDI FENOMENOLOGI MEANING OF LIFE SISWA SMA NEGERI 1 PAMEKASAN

    No full text
    ABSTRAK   Fokus penelitian ini ialah bagaimana cara siswa mencapai makna hidup dalam budaya Madura yang mempengaruhi perilaku siswa khususnya dalam akademik. Penelitian ini ditujukan untuk siswa yang unggul dan berprestasi baik dalam lingkup sekolah atau tingkat regional. Metode yang digunakan adalah fenomenologi empiris  yang melibatkan pengalaman dari subjek. Hasil yang didapatkan penelitian ini berupa cerminan makna hidup siswa yang terjabarkan dalam tiga aspek penting dalam mencapai makna hidup, yaitu nilai-nilai kreatif, nilai-nilai penghayatan dan nilai-nilai bersikap. Nilai-nilai kreatif siswa berupa banyak prestasi yang di raih dalam perlombaan dan olimpiade, mereka bekerja keras dan melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan pengetahuan lebih dan berusaha mengatur waktu sebaik mungkin sehingga dapat mencapai sebuah prestasi dengan tujuan untuk membahagiakan orang tua. Nilai-nilai penghayatan siswa berupa ketaatannya dalam beriman dan beribadah serta berusaha untuk bermanfaat bagi orang lain dengan berbagi ilmu. Nilai-nilai bersikap siswa berupa ketabahan siswa ketika mendapatkan kegagalan tetapi tetap berusaha mencari hikmah dari kejadian yang dialami dan bersyukur atas apa yang dimiliki.Budaya Madura yang mempengaruhi serta yang dicerminkan oleh siswa berupa kepatuhan siswa kepada orang tua yang sesuai dengan kebudayaan madura mengenai landasan hidup orang maduraBhupa’, bhabu’, ghuru, rato (Bapak, ibu, guru, pemerintahan) yang menunjukkan bahwa bapak-ibu ditempatkan pada urutan tertinggi, selain itu hal yang mempengaruhi ialah ketaatan agama yang menyebabkan orang Madura tunduk dan pasrah kepada Sang Kuasa

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇