SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMBELI PAKAIAN DITINJAU DARI NEED OF EXHIBITION PADA MAHASISWI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAKKurniawati, Ririn, 2011.Efek Warna Pakaian Yang Dikenakan Perempuan Terhadap Daya Tarik Visual Pada Laki-Laki Ditinjau Dari Latar Belakang Etnis.Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling Dan Psikologi Universitas Negeri Malang.Pembimbing (I) H. Alwisol, M.Pd, (II) Diyah Sulistiyorini, S.Psi, M.PsiKata Kunci : Warna, Daya Tarik VisualWarna merupakan salah satu simbol visual yang ditangkap oleh mata, sehingga menjadi salah satu faktor visual yang penting dalam berbagai aktivitas. Unsur estetika warna dimanfaatkan secara meluas dalam berbagai bidang, terutama bidang fashion. Unsur warna membuat penampilan lebih menarik dan mampu menciptakan daya tarik secara visual.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan warna pakaian yang dikenakan perempuan terhadap daya tarik visual pada laki-laki etnis Jawa,Madura dan Ambon, untuk mengetahui perbedaan warna pakaian yang dikenakan perempuan terhadap daya tarik visual pada laki-laki etnis Jawa, untuk mengetahui perbedaan warna pakaian yang dikenakan perempuan terhadap daya tarik visual pada laki-laki etnis Madura dan untuk mengetahui perbedaan warna pakaian yang dikenakan perempuan terhadap daya tarik visual pada laki-laki etnis Ambon.Penelitian ini dilakukan di lingkup Universitas Negeri Malang dengan responden yang berumur 19-22 tahun berasal dari etnis Jawa, Madura dan Ambon. Analisis yang digunakan adalah analisis perbedaan (one ways anova) untuk menganalisa perbedaan pilihan warna terhadap daya tarik visual pada laki-laki di etnis Jawa, Madura dan Ambon. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa warna pakaian yang berbeda yang dikenakan perempuan menimbulkan daya tarik visual yang berbeda-beda pula pada laki-laki etnis Jawa, Madura dan Ambon dengan taraf signifkansi sebesar 14.979 dengan signifikansi .000.05
PENGADMINISTRASIAN CUMMULATIVE RECORDS BERBASIS WEB
ABSTRAKWahyuningsih, Sri. 2011. Pengadministrasian Cummulative Records Berbasis Web. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., (II) Dr. Triyono, M.Pd. Kata Kunci: Pengadminstrasian, Cummulative Records, Berbasis WebHasil pengumpulan data yang terdiri dari beragam jenis data perlu disimpan dalam buku catatan kumulatif atau cummulative records. Akan tetapi, karena begitu banyaknya data maka konselor membutuhkan media BK yang efektif dan efisien untuk menyimpan dan menampilkan hasil pengumpulan data yang telah diperoleh. Kegiatan mencatat, menyusun dan menyimpan merupakan pengertian dari kegiatan pengadministrasian. Dengan memanfaatkan potensi internet, maka kegiatan pengadminitrasian cummulative records dibuat dalam bentuk web. Web yang dimaksudkan dalam pengembangan ini berupa sistem penyebaran informasi hasil pengumpulan data nontes yang menampilkan data berupa teks dan gambar Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan web untuk pengadministrasian cummulative records guna membantu konselor menghimpun ,menyimpan, dan menampilkan data non testing siswa dengan memperhatikan aspek kegunaan, ketepatan, kelayakan dan kemenarikan. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah pengadministrasian cummulative records berbasis web yang terdiri dari: (1) Produk aplikasi dalam bentuk web; (2) panduan pengadministrasian hasil cummulative records berbasis web.Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall (1983) yang terdiri atas tahap (1)identifikasi kebutuhan; (2)perumusan tujuan bimbingan; (3)pembuatan produk; (4)uji coba produk; (5)revisi; dan (6)produk akhir. Subyek uji coba ahli adalah ahli bimbingan dan konseling dan ahli media. Subyek calon pengguna produk adalah konselor dan 10 orang siswa SMAN 4 Malang. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket penilaian kebutuhan.Hasil penelitian dan pengembangan berdasarkan uji ahli dan uji calon pengguna produk menunjukkan bahwa produk pengadministrasian cummulative records berbasis web layak untuk dikembangkan karena telah memenuhi aspek kegunaan, ketepatan, kelayakan, dan kemenarikan. Oleh karena itu, produk dapat digunakan untuk menghimpun, menyimpan, dan menampilkan hasil pengumpulan data non testing.Saran yang diberikan pada pengguna adalah (1) Konselor dan petugas administrasi harus memahami prosedur mengaplikasikan produk dengan tepat; (2) konselor senantiasa melakukan pembaharuan data tiap jangka waktu tertentu; (3) hendaknya konselor menindaklanjuti hasil pengumpulan data non testing siswa dengan melakukan konseling individu atau konseling kelompok apabila diperlukan. Saran bagi peneliti selanjutnya: (1) Disarankan adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas penggunaan produk terhadap kinerja konselor atau tindakan bimbingan; dan (2) dapat menambahkan sofware pengolahan data pada instrumen AUM, Study habit, dan tes Who Am I
Deskripsi Refleksi Pengetahuan mengenai Seksualitas dan penyakit menular seksual, serta perilaku pacaran ditinjau dari aspek jenis kelamin, pekerjaan orangtua, sosial ekonomi, usia dan pilihan jurusan di SMAN 9 Malang
ABSTRAK Nuryana, Silvi. 2011. Deskripsi Refleksi Pengetahuan mengenai Seksualitas dan penyakit menular seksual, serta perilaku pacaran ditinjau dari aspek jenis kelamin, pekerjaan orangtua, sosial ekonomi, usia dan pilihan jurusan di SMAN 9 Malang.Skripsi, Program Studi Bimbingan konseling dan Psikologi , Jurusan Bimbingan dan konseling , Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. Andi Mappiare. AT, M.Pd (II) Drs. Joko Budi Santoso Kata Kunci : Pengetahuan Seksualitas, Penyakit Menular Seksual, Perilaku Pacaran Pengetahuan adalah pemahaman yang dimiliki seseorang mengenai informasi dalam bentuk ingatan yang diperoleh dari pengalaman langsung, orang lain, institusi, dan media massa (cetak dan elektronik). Pemberian pengetahuan bisa diberikan oleh orangtua dan sekolah yang diperoleh dari media massa supaya remaja tidak salah pengertian m,engenai seksualitas yang belium mereka pahami. Pengetahuan yang perlu dipahami oleh remaja adalah pengetahuan siswa mengenai seksualitas, penyakit menular seksual dan perilaku pacaran. Tujuan penelitian untuk memperoleh deskripsi pengetahuan siswa mengenai seksualitas, penyakit menular seksual dan perilaku pacaran. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMAN 9 Malang. Penetapan sampel menggunakan teknik cluster sampling, yaitu mengambil sampel secara acak dari masing-masing tingkat. Kelas yang dijadikan sampel kelas yang dijadikan sampel kelas X dan kelas XI ada 186 siswa. Pengumpulan data menggunakan angket. Teknik analisis dengan analisa presentase. Instrumen dalam penelitian ini adalah angket dengan menggunakan model jawaban yang menggunakan skala. Hasil penelitian ini menunjukkan data diperoleh kesimpulan sebagai berikut: 1) pengetahuan mengenai seksualitas yang dimiliki oleh siswa sedang. akan tetapi ada yang siswa tidak atau kurang memahami yaaitu perkembangan seksual siswa laki-laki (masturbasi) 2) pengetahuan mengenai PMS (penyakit menular seksual) sedang. 3) pengetahuan mengenai perilaku pacaran remaja sudah cukup tinggi 4) pengetahuan yang dimiliki siswa mempunyai pandangan yang berbeda-beda 5) perlunya pemahaman terhadap pengetahuan yang dimiliki dan diperolehnya. Saran yang diperoleh dari penelitian ini antara lain 1) bagi konselor SMAN 9 Malang, hendaknya lebih memahami kondisi siswa dan dari hasil penelitian bahwa siswa SMAN 9 Malang, hampir semua siswa dapat mengarahkan pengetahuan mengenai seksualitas sedang. untuk itu konselor dapat mengarahkan layanan Bk dalam pemberian informasi mengenai pengetahuan mengenai seksualitas supaya para siswa tidak terperangkap pada perilaku yang menyimpang. 2) bagi kepala sekolah, meningkatkan poerhatian pada pelaksanaan BK di dalam kelas 3) bagi guru, perlu adanyta pemahaman materi selain materi pelajaran sekolah.4) bagi peneliti lain, diharapkan penelitian lain memberikan pernyataam yang lebih dari yang peneliti berikan pada siswa dan pengumpulan data lebih mernaik lagi 5) bagi siswa, diharapkan bisa memiliki dan menambah pengetahuan mengenai seksualitas,Penyakit Menular Seksual, Perilaku Pacaran yang tepat.
Hubungan antara Persepsi Diri dan Persepsi Teman Mengenai Bentuk Tubuh dengan Intensitas Senam Pada Wanita
ABSTRAK Wijayanti, Norma. 2011. Hubungan antara Persepsi Diri dan Persepsi Teman Mengenai Bentuk Tubuh dengan Intensitas Senam Pada Wanita. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Alwisol, M.Pd, (II) Ninik Setiyowati S. Psi, M. Psi. Kata Kunci: persepsi diri, persepsi teman, intensitas senam, wanita Wanita semakin peduli dengan penampilannya dimana tubuh yang ideal menjadi dambaan bagi para wanita. Saat ini aspek dari fisik yang paling mendapat perhatian adalah tubuh yang langsing. Keinginan untuk mengurangi berat badan terjadi tidak hanya dalam kelompok wanita yang memiliki kelebihan berat badan , tetapi juga kalangan perempuan yang berat badannya normal. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui tingkat persepsi diri dan persepsi teman mengenai bentuk tubuh serta intensitas senam pada wanita. 2) Mengetahui hubungan persepsi diri dan persepsi teman mengenai bentuk tubuh dengan intensitas pada wanita. Karakteristik populasi dalam hal ini wanita yang menjadi anggota sanggar senam, berusia 18-40 tahun dan memiliki keeratan hubungan pertemanan dengan sesama dengan anggota senam, sehingga teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Sampel penelitian ini anggota sanggar senam Khusus Wanita yang berada di Jalan Bendungan Sutami Ruko Kav I Malang. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan dua skala yaitu Skala Persepsi Diri dan Persepsi Teman serta satu data presensi keikutsertaan senam selama 3 bulan. Skala persepsi teman akan diisi oleh 5 orang subjek penelitian. Teknik analisis data untuk mengungkapkan gambaran persepsi diri dan persepsi teman mengenai bentuk tubuh serta intensitas senam adalah Analisis Deskriptif, untuk mengetahui hubungan antara persepsi diri dengan intensitas senam, persepsi teman dengan intensitas senam adalah dengan analisis korelasi Product Moment, sedangkan untuk mengetahui hubungan ketiganya adalah dengan analisis korelasi Multiple Linier Regression. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) persepsi diri mengenai bentuk tubuh dan intensitas senam berada pada tingkatan yang sama 50% tinggi dan 50% rendah, sedangkan persepsi teman berada pada klasifikasi positif 2) Analisis korelasional Product Moment menunjukkan adanya hubungan yang negatif antara pesepsi diri dan intensitas senam (rxy = -.497, p = .00
Pengembangan Skala Self Esteem Berbasis Software Bagi Siswa SMP
ABSTRAK Ridho, Oky. 2011. Pengembangan Skala Self Esteem Berbasis Software Bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Triyono, M.Pd (II) Drs. Harmiyanto. Kata Kunci : Skala self esteem, software. Self esteem adalah evaluasi diri didasarkan pada pertimbangan guna mempertahankan penghargaan terhadap diri disertai keyakinan bahwa dirinya adalah orang yang mempunyai kemampuan, penting, berguna dan sukses. Terdapat empat aspek dalam self esteem yaitu: kekuatan, signifikansi, kebajikan, dan kompetensi. Skala self esteem adalah instrumen untuk mengukur tingkat self esteem seseorang. Sampai saat ini masih jarang sekolah yang mempunyai skala self esteem. Kalaupun ada sekolah yang mempunyai skala self esteem, pelaksanaannya masih dilakukan secara manual yaitu menggunakan media kertas yang berisi sejumlah pertanyaan yang membuat siswa merasa jenuh pada saat pengisian skala tersebut. Perkembangan teknologi yang semakin pesat dapat digunakan untuk mendukung pelaksanaan program BK di sekolah. Oleh karena itu perlu dikembangkan skala self esteem berbasis software agar siswa tidak merasa jenuh saat mengisi skala self esteem dan memudahkan konselor dalam menganalisis dan mengumpulkan data secara efektif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan software skala self esteem bagi siswa SMP. Model pengembangan skala self esteem ini menggunakan langkah dasar penyusunan skala psikologi dari Cronbach (1970) yang telah disesuaikan atau diadaptasi. Pengembangan skala self esteem berbasis software dilaksanakan sebagai berikut: (1) menentukan bidang yang dikembangkan, (2) perencanaan, (3) menjabarkan variabel, indikator, deskriptor, (4) mengembangkan butir-butir pernyataan, (5) uji ahli bimbingan dan konseling, (6) uji instrumen, (7) analisis data, (8) input data ke dalam software, (9) uji ahli media, (10) uji ahli lapangan dan calon pengguna produk. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa skala self esteem telah memenuhi syarat sebagai instrumen karena telah melalui uji validitas konstruk, uji validitas internal dan uji reliabilitas. Sedangkan hasil pengembangan software skala self esteem yang dikembangkan sudah memenuhi kriteria yang ditetapkan yaitu: (1) mempunyai ketepatan yang tinggi sebagai instrumen dalam mengukur tingkat self esteem siswa SMP, (2) mempunyai tingkat kegunaan yang tinggi, (3) pengoperasiannya mudah digunakan oleh konselor dan siswa, dan (4) mempunyai tingkat kepraktisan yang tinggi. Dari hasil penelitian pengembangan ini, maka disarankan kepada (1) Konselor: sebagai pembimbing utama dalam pelaksanaan penggunaan software skala self esteem, hendaknya menguasai software skala self esteem, (2) Kepala Sekolah: hendaknya kepala sekolah berkoordinasi dengan konselor dan guru TIK yang bertanggung jawab dalam penggunaan laboratorium agar pelaksanaan bimbingan konseling berjalan lancar, termasuk dalam melaksanakan pengukuran self esteem siswa menggunakan aplikasi software ini, selain itu kepala sekolah perlu membeli printer untuk laboratorium agar siswa bisa langsung mengetahui hasil analisisnya (3) Peneliti: peneliti hendaknya melakukan uji coba software skala self esteem kepada beberapa siswa SMP untuk mengetahui tingkat keefektifannya.
HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH DEMOKRATIS ORANG TUA DAN KEMANDIRIAN EMOSI PADA REMAJA AKHIR DI KOTA MALANG
ABSTRAK Arsyianti, Diar. 2011. Hubungan antara Pola Asuh Demokratis Orang Tua dan Kemandirian Emosi pada Remaja. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Fattah Hanurawan M.Si, (2) Nur Eva S.Psi, M.Psi. Kata Kunci : pola asuh demokratis orang tua , kemandirian emosi. Pola asuh orang tua sangat menentukan perkembangan remaja. Salah satu pola asuh yang ideal adalah pola asuh asuh demokratis. Pola asuh ini dapat membentuk remaja memiliki kemandirian emosi. Kemandirian emosi adalah kemampuan memecahkan ketergantungannya (sifat kekanak-kanakannya) dari orangtua dan remaja dapat memuaskan kebutuhan kasih sayang dan keakraban di luar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) gambaran pola asuh demokratis orang tua, (2) gambaran kemandirian emosi, dan 3) mengetahui hubungan antara pola asuh demokratis orang tua dan kemandirian emosi pada remaja. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dan merupakan penelitian korelasional dengan teknik purposive sampling. Subyek dalam penelitian ini sebanyak 100 remaja yang berusia 16-18 tahun dan sejak kecil tinggal dengan orang tuanya. Instrumen yang digunakan adalah Skala Pola Asuh Demokratis orang tua dan Skala Kemandirian Emosi yang telah teruji validitasnya dengan teknik korelasi Product Moment dan reliabilitasnya dengan teknik Alpha-Cronbach. Koefisien validitas Skala Pola Asuh Demokratis orang tua pada kisaran 0,258-0,705 dan Skala Kemandirian Emosi pada kisaran 0,309-0,618. Sementara reliabilitas skala pola asuh demokratis orang tua sebesar 0,840 dan reliabilitas skala kemandirian emosi sebesar 0,867. Hasil analisis deskriptif menunjukkan : (1) Sebanyak 19 orang (19%) remaja yang memiliki tingkat pola asuh demokratis orang tua tergolong tinggi, 65 orang (65%) tergolong sedang, dan 16 orang (16%) tergolong rendah, (2) Remaja yang memiliki tingkat kemandirian emosi tinggi sebanyak 17 orang (17%), 56 orang (56%) sedang dan 27 orang (27%) kategori rendah (3) Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara pola asuh demokratis orang tua dan kemandirian emosi (rxy = 0,815 sig = 0,001 < 0,05). Artinya, semakin tinggi pola asuh demokratis orang tua maka semakin tinggi kemandirian emosinya, sebaliknya semakin rendah pola asuh demokratis maka semakin rendah pula kemandirian emosinya.
PENGEMBANGAN SOFTWARE ASSESSMENT PENGENDALIAN DIRI DALAM PERGAULAN SEBAYA
ABSTRAK Hidayati, Dwi Silvia. 2011. Pengembangan Software Assessment Pengendalian Diri Dalam Pergaulan Sebaya. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Dr. Andi Mappiare-AT., M.Pd. Kata Kunci: software, pengendalian diri, pergaulan sebaya Pengendalian diri merupakan kemampuan seseorang untuk mengolah dan mengatur sikap, perilaku serta keinginannya, atau dengan kata lain serangkaian proses yang membentuk dirinya sendiri. Pengendalian diri diperlukan bagi tiap individu dalam bergaul dengan teman sebayanya. Oleh karena itu, individu perlu untuk mengetahui tingkat pengendalian dirinya. Berkaitan dengan perlunya individu untuk mengetahui tingkat pengendalian diri maka diperlukan media inventori mengenai pengukuran pengendalian diri. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan software assessment pengendalian diri dalam pergaulan sebaya yang memenuhi syarat akseptabilitas dari segi kelayakan, isi, bentuk, kemampuan dan keterampilan bagi konselor dan siswa di SMK Negeri 5 Malang. Software assessment pengendalian diri dalam pergaulan sebaya dikembangkan dengan menggunakan rancangan penelitian pengembangan Borg dan Gall yang telah disederhanakan menjadi empat tahap yang disesuaikan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan penelitian. Tahapan penelitian dimulai dari tahap pra pengembangan, tahap pengembangan, tahap uji coba produk kemudian tahap revisi produk. Software assessment pengendalian diri dalam pergaulan sebaya diuji validitas oleh ahli materi, ahli media dan kelompok kecil. Hasil dari penelitian pengembangan ini adalah software assessment pengendalian diri dalam pergaulan sebaya. Hasil akhir menunjukkan bahwa software yang dihasilkan telah memenuhi syarat ketepatan dan kelayakan baik dari segi isi, bentuk, kemampuan dan keterampilan konselor maupun siswa. Saran pengembangan software assessment pengendalian diri dalam pergaulan sebaya adalah untuk dijadikan alat pengumpulan data tingkat pengendalian diri dalam pergaulan sebaya pada siswa SMK Negeri 5 Malang dan sebagai alat evaluasi pengendalian diri dalam pergaulan sebaya. Saran diseminasi adalah produk bisa bisa dimanfaatkan lebih luas sebagai alat untuk mengevaluasi pengendalian diri siswa dalam pergaulan sebayanya. Saran untuk pengembangan produk lebih lanjut adalah untuk mengembangkan software yang didalamnya terdapat menu tentang upaya tindak lanjut setelah mengetahui tingkat pengendalian diri siswa dalam pergaulan sebaya dan sisi kemenarikan tampilan software lebih dikembangkan lagi
PENGEMBANGAN INVENTORI EFIKASI DIRI BAGI SISWA SMA DI SMA NEGERI 1 PURWOHARJO
ABSTRAK Sriwarini, Indah. 2011. Pengembangan Inventori Efikasi Diri bagi Siswa SMA di SMA Negeri I Purwoharjo. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing: (1) Dra. Henny Indreswari, M.Pd, (2) Drs. Moh. Bisri, M.Si. Kata kunci: efikasi diri, inventori, pengembangan Efikasi diri yaitu keyakinan individu memperkirakan kemampuan dirinya sendiri untuk menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan yang memiliki tujuan tertentu. Efikasi diri mempengaruhi bagaimana individu berpikir, memotivasi diri, serta mempersepsikan dirinya. Inventori efikasi diri dikembangkan berdasarkan teori Bandura (1994), yang mengemukakan bahwa efikasi diri terdiri atas empat domain yaitu cognitive processes (proses kognitif), motivational processes (proses motivasi), selection processes (proses seleksi), dan affective processes (proses afektif). Inventori ini tidak mengandung jawaban benar atau salah melainkan jawaban yang sesuai dengan karakteristik individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan inventori efikasi diri yang memiliki validitas, reliabilitas, serta norma yang memadai, sehingga dapat digunakan konselor untuk membantu siswa dalam mengidentifikasi/mengetahui tingkat efikasi diri yang siswa miliki. Penelitian pengembangan ini menggunakan langkah-langkah pengembang-an yang diadaptasi dari model Borg and Gall yang terdiri atas tahap pengumpulan informasi, perencanaan, pengembangan produk awal, pelaksanaan uji permulaan, revisi hasil uji permulaan, pelaksanaan uji lapangan utama, dan revisi hasil uji lapangan utama. Penelitian ini akan menghasilkan produk berupa inventori efikasi diri untuk siswa dan buku manual untuk konselor. Subjek coba adalah dua orang ahli materi bimbingan dan konseling serta siswa SMA kelas X di SMA Negeri I Purwoharjo berjumlah 320 siswa, subjek pengembangan sebanyak 80 siswa (25% dari populasi) diambil dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data untuk menilai kesesuaian penjabaran teori dengan butir-butir pernyataan dalam inventori dikumpulkan melalui format uji ahli; sedangkan untuk menilai validitas, reliabilitas, serta menentukan norma dikumpulkan melalui uji coba terbatas dan uji lapangan utama yang berupa inventori. Hasil uji ahli menunjukkan bahwa kesesuaian antara deskriptor dengan indikator mempunyai skor 74, sedangkan kesesuaian antara item pernyataan dengan deskriptor mempunyai skor 182. Inventori efikasi diri diuji tingkat konsistensi internalnya dengan rumus Product Moment Pearson. Inventori ini juga diuji tingkat reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha Cronbach. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa: (a) Inventori efikasi diri memiliki tingkat validitas serta memiliki tingkat konsistensi internal yang tinggi; (b) Inventori efikasi diri memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi; (c) Inventori efikasi diri memiliki ketepatan norma yang diwujudkan dalam bentuk norma persentil. Analisis data hasil pengembangan inventori efikasi diri menggunakan program SPSS versi 12. Berdasarkan hasil pengembangan, konselor dapat mempergunakan inventori efikasi diri untuk mengidentifikasi data pribadi siswa dengan catatan subjeknya mempunyai kesamaan karakteristik dengan subjek pengembangan yang telah dipakai, serta tingkat validitas dan reliabilitasnya harus diuji kembali sebelum dipergunakan. Bagi pengembang selanjutnya, hendaknya menindak-lanjuti hasil pengembangan dengan terus melakukan pengembangan baik dalam konstruk teoritis, penulisan item-item pernyataan, isi item pernyataan, subjek pengembangan yang digunakan, dan teknik analisisnya, sehingga dapat lebih menyempurnakan produk inventori yang sudah ada.
PENGEMBANGAN LAYANAN INFORMASI SEKOLAH LANJUTAN MELALUI MEDIA BLOG DI SMP NEGERI 4 MALANG
ABSTRAK Hidayat, Erik Ibnu. 2011. Pengembangan Layanan Informasi Sekolah Lanjutan Melalui Media Blog Di SMP Negeri 4 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd., (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. Kata Kunci: Blog, Layanan Informasi, Siswa SMP, Sekolah Lanjutan Sekolah lanjutan merupakan pendidikan yang ditempuh setelah lulus dari jenjang pendidikan sebelumnya. Siswa SMP setelah lulus akan melanjutkan ke Sekolah Lanjutan Tingkat Atas sebutan untuk tahap kedua dalam sekolah lanjutan setelah Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama di Indonesia. Bimbingan dan konseling sebagai salah satu usaha bantuan siswa SMP, berkewajiban untuk menyiapkan siswa mengetahui dan memilih sekolah lanjutan setelah lulus SMP. Layanan informasi adalah salah satu usaha bimbingan dan konseling untuk memberikan informasi kepada siswa dalam menentukan pilihan sekolah lanjutannya. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah mengembangkan layanan informasi sekolah lanjutan menggunakan media blog di SMP Negeri 4 Malang. Penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural bersifat deskriptif yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Rancangan pengembangan media dasar diadaptasi dari strategi pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall (1983). yaitu 1) melakukan penelitian kebutuhan (need assesment), 2) analisis data dan penetapan prioritas kebutuhan, 3) merumuskan tujuan, 4) menyusun isi materi, 5) penilaian produk oleh ahli, 6) revisi produk dari hasil uji ahli, 7) hasil revisi produk, 8) diskusi calon pengguna produk, 9) revisi produk calon pengguna, 10) produk akhir. Dari hasil analisis data expert judgement, rata-rata penilaian para validator menunjukkan nilai 4,1. Hal ini berarti para validator memberikan justifikasi sesuai untuk beberapa aspek yang menjadi perhatian untuk menilai blog ini antara lain penggunaan bahasa, pemilihan materi, penggunaan teks, pemilihan objek gambar, penggunaan font, dan kuis. Dari data uji kelompok kecil, disimpulkan dari sepuluh kriteria, lima kriteria yaitu kejelasan gambar, kemenarikan secara keseluruhan, kemudahan pengoperasian, efektivitas informasi dan perolehan informasi baru. Dari hasil penilaian tersebut, semua kriteria memenuhi syarat untuk digunakan dan tidak diperlukan adanya revisi. Dari data pretest dan posttest subyek coba dilakukan penghitungan dengan SPSS untuk mengetahui ada atau tidaknya perbedaan signifikan antara pemahaman siswa saat pretest dan saat posttest (setelah treatment). Dari analisis uji t atau t-Test, dapat disimpulkan bahwa dari 34 subjek coba kelompok kecil semuanya mengalami kenaikan skor pengetahuan pemilihan sekolah lanjutan. Terlihat bahwa pada kolom Sig (2-tailed) menunjukkan skor 0.00, karena skor tabel lebih kecil daripada skor kritis (0.0
Hubungan Antara Dukungan Sosial yang Diperoleh dari Dosen Pembimbing Utama dengan Stres Akademik dalam Menulis Skripsi pada Mahasiswa Angkatan 2007 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
ABSTRAK Hajar, Siti. 2011. Hubungan Antara Dukungan Sosial yang Diperoleh dari Dosen Pembimbing Utama dengan Stres Akademik dalam Menulis Skripsi pada Mahasiswa Angkatan 2007 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Endang Prastuti, M.Si. (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi. Kata kunci: dukungan sosial, stres akademik, skripsi Menyusun skripsi dapat menjadi stresor bagi mahasiswa. Skripsi merupakan mata kuliah yang wajib ditempuh oleh mahasiswa sebagai salah satu syarat kelulusan. Permasalahan substantif yang dihadapi peserta didik di dunia pendidikan dikenal dengan istilah stres akademik. Salah satu faktor yang mempengaruhi stres akademik dalam menulis skripsi adalah dukungan sosial. Dukungan sosial yang paling dekat dengan mahasiswa ketika menyusun skrispsi adalah dari dosen pembimbing skripsi, dukungannya dapat berupa memberikan semangat, evaluasi positif, memeriksa dan memberikan pengarahan setiap hasil kerja, serta memberi informasi yang berkaitan dengan penulisan materi skripsi. Tujuan penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bagaimana dukungan sosial yang diperoleh dari dosen pembimbing utama, 2) untuk mengetahui bagaimana stres akademik dalam menulis skripsi yang dialami mahasiswa, 3) untuk mengetahui hubungan antara antara dukungan sosial dari dosen pembimbing utama dengan stres akademik dalam menulis skripsi pada mahasiswa. Desain yang digunakan adalah deskriptif korelasional dengan teknik pengambilan sampel Purposive Sampling. Dukungan sosial dari dosen pembimbing utama diukur dengan skala dukungan sosial, stres akademik dalam menulis skripsi diukur dengan skala stres akademik. Sampel penelitian adalah 107 orang mahasiswa angkatan 2007 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang dengan teknik analisis deskriptif dan korelasi Product Moment Pearson. Hasil penelitian menunjukkan: 1) 15,89% mahasiswa mendapatkan dukungan sosial tinggi dari dosen pembimbing utama, 65,42% mahasiswa mendapatkan dukungan sosial sedang dari dosen pembimbing utama, dan 18,69% mahasiswa mendapatkan dukungan sosial rendah dari dosen pembimbing utama. 2) 21,50% mahasiswa mengalami stres akademik tinggi dalam menulis skripsi, 57,94% mahasiswa mengalami stres akademik sedang dalam menulis skripsi, dan 20,56% mahasiswa mengalami stres akademik rendah dalam menulis skripsi. 3) ada hubungan yang negatif antara dukungan sosial yang diperoleh dari dosen pembimbing utama dengan stres akademik dalam menulis skripsi (r = -0,810; nilai p = 0,000; taraf signifikansi < 0,05). Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disarankan bagi dosen pembimbing dapat meningkatkan segala bentuk dukungan sosial kepada mahasiswa bimbingannya. Bagi mahasiswa hendaknya dapat mencari dukungan sosial dari dosen pembimbing utama. Bagi peneliti selanjutnya hendaknya melakukan penelitian yang lebih komperhensif dengan metode kualitatif, dengan melakukan wawancara kepada subjek, orang terdekat subjek, observasi dan pengembangan aitem instrumen.