SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN FAKTOR-FAKTOR YANG MELATARBELAKANGI PENGAMBILAN KEPUTUSAN MEMILIH PASANGAN
ABSTRAK Sholihah, Mar'atush. 2011. Perbedaan Faktor-Faktor Yang Melatarbelakangi Pengambilan Keputusan Memilih Pasangan Ditinjau Dari Kelestarian Hubungan Cinta. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Alwisol, M.Pd, (II) Ika Andrini F. S.Psi, M.Psi Kata Kunci: Faktor-Faktor Pengambilan Keputusan Memilih Pasangan, Kelestarian Hubungan Cinta Putusnya hubungan cinta saat masih pacaran dan kasus-kasus perceraian merupakan ketidakcocokan yang bersumber dari kesalahan memilih pasangan yang sesuai. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, untuk mengetahui faktor-faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan memilih pasangan, mengetahui besar sumbangan masing-masing faktor, mengetahui perbedaan faktor-faktor antara hubungan cinta selama 1 tahun, 3 tahun dan pasangan yang sudah menikah, dan mengetahui perbedaan faktor-faktor antara jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Cross-Sectional. Data penelitian berupa data kuantitatif. Pengumpulan data yang dilakukan dengan menggunakan teknik Accidental sampling. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa skala yaitu Skala Memilih Pasangan. Variabel bebas penelitian ini ialah lamanya hubungan cinta dan jenis kelamin dan variabel terikatnya ialah pengambilan keputusan memilih pasangan. Sampel penelitian ialah 100 mahasisiwa Fakultas Ilmu Pendidikan di Universitas Negeri Malang, yang berusia 19-24 tahun. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh 4 kesimpulan hasil penelitian sebagai berikut. Pertama diketahui terdapat 5 faktor yang melatarbelakangi pengambilan keputusan memilih pasangan. Meliputi faktor keamanan, faktor keintiman, faktor kesamaan, faktor kedekatan dan faktor asertif. Kedua, Masing-masing faktor hasil analisis faktor memberikan sumbangan terhadap PKMP. Faktor keamanan memberikan total sumbangan 25.122 %, faktor keintiman memberikan total sumbangan 10.961 %, faktor kesamaan memberikan total sumbangan 9.437 %, faktor kedekatan memberikan total sumbangan 5.418 %, faktor asertif memberikan total sumbangan 4.735 %. Ketiga, tidak ada perbedaan faktor-faktor yang melatarbelakangi PKMP antara hubungan cinta selama 1 tahun, 3 tahun dan pasangan yang sudah menikah. Keempat, tidak ada perbedaan faktor-faktor yang melatarbelakangi PKMP antara jenis kelamin laki-laki dan jenis kelamin perempuan. Disarankan kepada pasangan, sejak mulai berpacaran untuk lebih dahulu mempertimbangkan dengan matang faktor-faktor apa saja dalam memilih pasangannya. kepada peneliti selanjutnya, untuk menyempurnakan penelitian agar dapat menjelaskan 45.327% varian yang tidak tercover oleh penelitian ini
Pengembangan Inventori Agresi Untuk SMA Negeri di Blitar
ABSTRAK Rahayu, Hikma. 2011. Pengembangan Inventori Agresi Untuk SMA Negeri di Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Program studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si., (II) Dra. Henny Indreswari, M.Pd. Kata Kunci: Agresi, inventori, siswa SMA. Masa remaja adalah masa pencarian jati diri yang sangat rentan dengan bergejolaknya emosi. Bergejolaknya emosi dapat menjadi salah satu pemicu timbulnya agresi. Agresi dapat diukur menggunakan suatu alat. Alat yang dibutuhkan konselor dapat berbentuk inventori, namun kenyataan di lapangan inventori mengenai agresi belum dikembangkan, oleh sebab itu inventori agresi ini dikembangkan. Dalam pengembangan inventori agresi ini khusus pada bagaimana tingkat validitas, reliabilitas dan norma yang digunakan. Pengembangan inventori agresi ini mempunyai tujuan untuk menghasilkan inventori yang: (1) memiliki validitas tinggi; (2) memiliki reliabilitas tinggi; (3) menetapkan norma; (4) menghasilkan produk; (5) mengetahui gambaran tingkat agresi siswa SMA. Metode penelitian pengembangan ini menggunakan adaptasi prosedur pengembangan Borg and Gall. Adaptasi pengembangan model Borg and Gall meliputi tahapan: 1) menentukan tujuan inventori, 2) menentukan populasi, sasaran dan sub bidang yang dikembangkan, 3) menentukan variabel, sub variabel, indikator dan deskriptor, 4) mengembangkan item pernyataan sesuai dengan deskriptor, 5) menyusun dan menyiapkan prototipe inventori agresi, 6) uji lapangan awal (try out) item-item inventori agresi (draf I), 7) uji lapangan utama item-item pertanyaan inventori agresi (draf II), 8) revisi produk inventori agresi yang menghasilkan produk akhir inventori agresi untuk siswa SMA Negeri di Blitar. Inventori agresi diuji tingkat validitasnya menggunakan rumus Product Moment Pearson dengan signifikansi P < 0,05 dan uji reliabilitasnya menggunakan rumus Alpha Cronbach. Populasi pengembangan adalah siswa kelas X SMAN di Blitar tahun pelajaran 2011/2011, sampel pengembangan sebanyak 125 siswa yang diambil dengan menggunakan teknik proportional cluster area random sampling. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa: (1) inventori agresi memiliki tingkat validitas yang tinggi, memenuhi syarat konsistensi internal pada P < 0,05; (2) inventori agresi memiliki tingkat reliabilitas yang tinggi α = 0,921; (3) inventori agresi memiliki ketetapan norma yang diwujudkan dalam bentuk norma persentil dengan kategorisasi tinggi, sedang dan rendah. Berdasarkan hasil penilaian ahli bahasa, ahli materi, dan uji kelompok kecil dapat disimpulkan bahwa produk yang dihasilkan dalam pengembangan ini yaitu inventori agresi telah memenuhi kevalidan dan layak digunakan oleh siswa. Berdasarkan hasil pengembangan, disarankan: 1) hasil produk pengembangan dapat digunakan konselor sebagai salah satu alat pengumpul data pribadi untuk mengetahui tingkat agresi siswa; 2) diharapkan konselor melakukan bantuan usaha seperti langkah preventif dan kuratif ; 3) bagi pengembang selanjutnya, hendaknya menindak lanjuti hasil pengembangan dengan terus melakukan pengembangan, baik dalam konstruk teoritis berdasarkan teori Averill maupun teori agresi yang lain. Selain itu, subjek pengembangannya diharapkan lebih diperluas pada jenjang Sekolah Dasar, Menengah maupun Perguruan Tinggi, menggunakan variasi teknik analisis yang lain. Disamping itu, mengingat perkembangan teknologi yang semakin canggih disarankan produk dapat dikembangkan melaui program dalam bentuk software.
Keefektifan Bibliokonseling untuk Meningkatkan Kesadaran Memaafkan Orang Lain bagi Siswa SMP.
ABSTRAK Ruliningsih, Dian Reveilianingtias. 2011. Keefektifan Bibliokonseling untuk Meningkatkan Kesadaran Memaafkan Orang Lain bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M. A., (II) Dr. Hj. Nur Hidayah, M. Pd. Kata Kunci: bibliokonseling, kesadaran memaafkan orang lain. Salah satu aspek dalam pendidikan karakter yang dapat dikembangkan adalah kesadaran memaafkan orang lain. Sebagai makhluk sosial manusia tidak dapat hidup sendiri sehingga perlu menjaga hubungan baik dengan lingkungannya. Namun semua orang tidak terlepas dari masalah dengan orang lain. Dalam permasalahan tersebut adakalanya dituntut kesadaran diri untuk memaafkan kesalahan orang lain. Untuk itu kesadaran untuk memaafkan orang lain itu perlu ditingkatkan. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran memaafkan orang lain adalah menggunakan teknik bibliokonseling dengan media cerita pendek sebagai stimulator kesadaran. Tujuan penelitian ini adalah menguji keefektifan teknik Bibliokonseling untuk meningkatkan kesadaran memaafkan orang lain bagi siswa SMP. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian eksperimen semu. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri di Malang, sebesar 14 siswa. Jenis rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah one-group pretest-postest design. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dan analisis uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bibliokonseling efektif untuk meningkatkan kesadaran memaafkan orang lain bagi siswa SMP. Hal ini dapat dilihat dari hasil analisis yang diketahui bahwa Z = -3,185 dan P-value = 0,001 karena pada penelitian ini memakai pengujian hipotesis satu sisi ( one tail) maka nilai p-value harus dibagi dua = 0,0005. Nilai p-value lebih kecil dari α = 0,05 sehingga H0 ditolak. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikemukakan saran dari peneliti bahwa konselor hendaknya dapat menyikapi dan memanfaatkan hasil penelitian yang diperoleh mengenai keefektifan bibliokonseling untuk meningkatkan kesadaran memaafkan orang lain bagi siswa SMP di sekolah tersebut dengan baik. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya, jika ingin mengangkat tema yang sama dengan penelitian ini diharapkan untuk memperbanyak jenis medianya seperti cerita pendek, legenda, dongeng, novel, dll.
Penggunaan Metafora Sebagai Konseling Realita Untuk Mengatasi Konflik Persahabatan
ABSTRAK Fatimah, Vonny. 2011. Penggunaan Metafora sebagai Teknik Konseling Realita untuk Mengatasi Konflik Persahabatan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Bolilasan M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin M.Pd. Kata Kunci: Metafora konseling realita, konflik persahabatan. Persahabatan dalam masa remaja merupakan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi dalam diri seorang ramaja. Didalam persahabatan, seorang remaja dapat memenuhi kebutuhan dirinya akan kasih sayang, perhatian, kebergunaan diri dan harga diri. Tetapi, dalam perjalannya persahabatan yang dibina oleh remaja tentunya tidaklah mulus, banyak rintangan-rintangan yang harus mereka hadapi dan hal ini tidak sedikit yang menyebabkan terputusnya persahabatan diantara mereka. Oleh sebab itu, remaja membutuhkan sebuah bantuan dalam menyelesaikan masalahnya. Penelitian eksperimen ini menggunakan metafora dalam pelaksanaan konseling realita untuk mengatasi konflik persahabatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan metafora dalam konseling realita untuk mengatasi konflik persahabatan. Penelitian dilakukan dalam dua kegiatan yaitu menyusun panduan konseling realita menggunakan metafora dan pelaksanaan konseling. Penyusunan panduan konseling realita menggunakan metafora ini mengikuti tahapan model WDEP, yang meliputi enam tahap, yaitu involvement (keterlibatan), wants (eksplorasi kebutuhan), direction and doing (tindakan), evaluation (evaluasi), planning (perencanaan) dan terminasi. Pelaksanaan konseling realita dengan menggunakan panduan konseling realita yang sudah diuji kelayakannya oleh ahli. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Jenis desain penelitian yang dipilih adalah pre-test and posttest design. Penelitian dilaksanakan di SMP Ar-Rohmah Putri Boarding School Malang dengan subyek penelitian 11 orang yang memiliki masalah dalam persahabatan. Didalam desain ini observasi dilakukan sebanyak 2 kali yaitu sebelum eksperimen dan sesudah eksperimen. Teknik analisis yang digunakan adalah statistik non parametik dengan menggunakan uji beda wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan metafora sebagai teknik konseling realita efektik untuk mengatasi masalah persahabatan. Hasil analisis kuantitatif dalam eksperimen ini menunjukkan nilai beda (z) -2,936 pada derajad signifikan (α)/probabilitas (p) 0,003
hubungan antara kecemasan akademik dengan motivasi belajar pada siswa kelas XII SMAN se-Kota Malang yang akan menghadapu unjian nasional
ABSTRAK Darmayanti, Arvita. 2011. Hubungan antara Kecemasan Akademik dengan Motivasi Belajar pada Siswa Kelas XII SMAN Se-Kota Malang yang akan Menghadapi Ujian Nasional, Skripsi, Jurusan Studi Bimbingan Konseling Dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Adi Atmoko M.Si (2) Nur Eva S.Psi, M.Psi Kata kunci: Kecemasan Akademik dan Motivasi Belajar Kecemasan akademik adalah bentuk kecemasan dialami oleh seorang siswaterkait dengan bidang akademik dalam menghadapi UN. Motivasi belajar adalah daya penggerak yang terdapat dalam diri seseorang karena pengaruh lingkungan yang dapat membuat seseorang melakukan kegiatan belajar. Tujuan penelitian ini yaitu untuk 1) untuk mengetahui tingkat kecemasan akademik siswa. 2) untuk mengetahui adanya tingkat motivasi belajar pada siswa . Dan 3) untuk mengetahui hubungan antara kecemasan akademik dengan motivasi belajar pada siswa. Rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif korelasional. Data diperoleh dengan menggunakan skala kecemasan akademik dan skala motivasi belajar yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Sampel penelitian adalah siswa kelas XII se- Kota Malang sebanyak 118 siswa. Berdasarkan hasil penelitian diketahui tingkat kecemasan akademik sebagaian besar pada siswa masuk dalam kategori tinggi (59 siswa =50%). Tingkat motivasi belajar sebagian besar pada siswa masuk dalam kategori sangat tinggi (82 siswa=69,50%). Terdapat hubungan positif antara kecemasan akademik dengan motivasi belajar pada siswa Kelas XII di SMAN yang akan menempuh UN dengan nilai koefisien sebesar sebesar 0,333 dengan taraf signifikansi sebesar 0,000.
Perbedaan Perilaku Disiplin Remaja Saat Berada di Asrama dan Saat Berada di Sekolah
ABSTRAK Petrina, Mutiara. 2011. Perbedaan Perilaku Disiplin Remaja Saat Berada di Asrama dan Saat Berada di Sekolah. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Hj. Sri Weni Utami, M.Si (II) Anies Syafitri, M.Psi, Psikolog. Kata kunci: remaja, disiplin di asrama, disiplin di sekolah Dalam perjalanan masa anak-anak hingga masa dewasa, masa remaja adalah jembatannya. Sayangnya, masa remaja adalah masa yang rawan oleh pengaruh negatif dan perilaku yang menyimpang. Penerapan disiplin adalah hal yang sangat penting karena memberikan efek langsung pada pembentukan pola hidup. Oleh karena itu, peran dari semua pihak sangat diperlukan dalam rangka mencetak pembentukan, pembinaan, dan pengembangan kedisiplinan. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di asrama, (2) perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di sekolah SMPK Pamerdi, (3) perbedaan perilaku disiplin remaja penghuni asrama Griya Kinasih saat berada di asrama dan saat berada di sekolah SMPK Pamerdi. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif dan komparatif. Subjek penelitian adalah remaja penghuni Asrama Griya Kinasih yang bersekolah di SMPK Pamerdi, berjumlah 34 orang. Alat pengumpul data berupa (1) skala disiplin di asrama, dengan validitas berdasarkan proffesional judgement dan nilai reabilitas = 0.869, dan menggunakan pengasuh asrama sebagai rater; (2) skala disiplin di sekolah, dengan validitas berdasarkan proffesional judgement dan nilai reabilitas = 0.748, dan menggunakan guru sekolah sebagai rater. Hasil penelitian menunjukkan (1) sebagian besar remaja menunjukkan perilaku kedisiplinan yang sedang (67.65% atau 23 orang) saat berada di asrama; (2) sebagian besar remaja menunjukkan perilaku kedisiplinan yang sedang (70.58% atau 24 orang) saat berada di sekolah; (3) uji hipotesis dengan menggunakan uji-t memperoleh nilai koefisien t-hitung -3.170 dengan taraf signifikansi 0.006, dan nilai t-tabel(df:34, α:0.05) = 2.034. Hal ini berarti tidak ada perbedaan yang signifikan antara perilaku disiplin remaja penghuni asrama saat berada di asrama dan saat berada di sekolah. Disarankan kepada pihak asrama untuk membangun kedekatan interpersonal dan menetapkan konsistensi pelaksanaan aturan. Bagi pihak sekolah disarankan untuk memperbaharui dokumen pengukur tingkat kedisiplinan, memperhatikan persyaratan kualitas guru, maupun mendatangkan konselor pendidikan. Remaja disarankan agar selalu mempertimbangkan kehendak super-ego dalam mengendalikan tingkah laku
Studi Fenomenologi Faktor-Faktor Penyebab Gangguan Jiwa di Desa Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri
ABSTRAK Nurniati, Rinda. 2011. Studi Fenomenologi Faktor-Faktor Penyebab Gangguan Jiwa di Desa Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Prof. Dr. Marthen Pali, M.Psi, (II) Ninik Setiyowati, S.Psi, M.Psi Kata Kunci: gangguan jiwa, penyebab gangguan jiwa, Desa Punjul Desa Punjul merupakan salah satu desa yang masuk dalam Kabupaten Kediri. Desa ini masih belum banyak dijejali dengan teknologi modern dan pengaruh budaya dari barat. Akan tetapi di desa ini banyak sekali ditemui fenomena penduduk yang menderita gangguan jiwa, bahkan RSJ Radjiman Wediodiningrat Lawang Malang memperkirakan bahwa Desa Punjul yang masuk dalam Kecamatan Plosoklaten ini sebagai penduduk bergangguan jiwa terbanyak se-Jawa Timur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yang menyebabkan penduduk yang tinggal di Desa Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri banyak yang menderita gangguan jiwa. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Subyek dalam penelitian ini adalah keluarga dari obyek yang mengalami gangguan jiwa. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah teknik wawancara dan observasi. Terdapat enam obyek fenomena dalam penelitian ini, dengan kriteria (1) penduduk yang bertempat tinggal di Desa Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri yang mengalami gangguan jiwa, (2) obyek sudah beberapa kali berobat (mempunyai riwayat berobat, baik pada pihak medis maupun nonmedis), (3) obyek pernah dipasung/dirantai, (4) obyek meresahkan/membahayakan orang lain, (5) obyek pernah membuat kasus yang cukup menggemparkan. Prosedur analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara (1) menelaah seluruh data yang tersedia dari berbagai sumber yaitu dengan jalan mengolah data dari hasil wawancara, (2) reduksi data dari hasil wawancara, (3) menyusun dalam satuan-satuan, (4) pemeriksaan keabsahan data melalui triangulasi sumber, (5) menafsirkan data. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini bahwa terdapat empat faktor penyebab gangguan jiwa di Desa Punjul Kecamatan Plosoklaten Kabupaten Kediri, yaitu: (1) faktor reinforcement (penguatan) pada penderita gangguan jiwa. Obyek fenomena menderita gangguan jiwa karena dengan bergangguan jiwa obyek merasa lebih diperhatikan, tidak lagi dimarahi/dipersalahkan, tidak lagi harus melakukan kewajiban/tuntutan untuk bekerja, serta keinginan-keinginannya dipenuhi; (2) faktor kepercayaan penduduk Desa Punjul yang masih cukup kuat mengenai unsur magis yang menjadi penyebab banyaknya gangguan jiwa di Desa Punjul; (3) faktor proses belajar sosial yang patologis/keliru; (4) banyaknya gangguan jiwa di Desa Punjul juga disebabkan karena adanya faktor keturunan, hubungan dalam keluarga serta pengaruh lingkungan tempat tinggal.
Keefektifan Konseling Realita Untuk Meningkatkan Pengendalian Perilaku Siswa Di SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung
ABSTRAK Nuraini, Dewi Ratih. 2011. Keefektifan Konseling Realita Untuk Meningkatkan Pengendalian Perilaku Siswa di SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. (2) Dr. Nur Hidayah, M.Pd. Kata Kunci: Konseling Realita, pengendalian perilaku Pengendalian perilaku perlu dimiliki oleh remaja. Namun kenyataannya banyak di antara remaja mudah diliputi rasa cemas dan penuh dengan rangsangrangsang negatif yang lebih sering dikenal dengan istilah "kenakalan remaja". Salah satu pendekatan konseling yang efektif untuk meningkatkan pengendalian perilaku adalah menggunakan Konseling Realita. Sejauh mana keefektifannya diperlukan uji empirik melalui penelitian. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan Konseling Realita terhadap peningkatan pengendalian perilaku siswa di SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung. Sedangkan hipotesis yang digunakan adalah Penerapan Konseling Realita efektif untuk meningkatkan pengendalian perilaku siswa di SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung. Rancangan penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling. Jumlah subjek yang diambil sebanyak 5 siswa yang mempunyai pengendalian perilaku rendah. Data diperoleh melalui subjek, menggunakan inventori pengendalian perilaku yang telah diuji validitasnya dengan menggunakan analisis butir dan uji reliabilitas dengan didapatkan r alpha sebesar 0, 766> r tabel 0, 316. Analisis hasil penelitian menggunakan statistic nonparametric dengan menggunakan uji beda Wilcoxon (The Wilcoxon Signedranks test). Dari hasil penghitungan uji beda dengan formula wilcoxon didapatkan nilai Z wilcoxon sebesar -2,060 dengan probabilitas (p) atau signifikansi (α) sebesar 0,039. Oleh karena nilai Z wilcoxon memiliki probabilitas (p) atau signifikansi (α) kurang dari 0,05 (p < 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor data pengendalian perilaku sebelum dan setelah pemberian treatmen, sehingga dapat disimpulkan bahwa Konseling Realita efektif untuk meningkatkan pengendalian perilaku siswa di SMA Negeri 1 Kedungwaru Tulungagung. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat dikemukakan saran-saran sebagai berikut: (1) Bagi peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lanjutan serupa dengan menggunakan teknik-teknik Konseling Realita yang lain sehingga hasil penelitian dapat dibandingkan. (2) Dapat menambah waktu/sesi konseling pada setiap konseli. (3) Follow up dapat dilakukan oleh peneliti sendiri, bukan wawancara.
PERBEDAAN KEEFEKTIFAN KOMUNIKASI ANTARA IBU DAN ANAK DALAM KELUARGA BERDASARKAN STATUS PEKERJAAN IBU
ABSTRAK Primastidya, Sartika. 2011. Perbedaan Persepsi Keefektifan Komunikasi Antara Ibu dan Anak dalam Keluarga Berdasarkan Status Pekerjaan Ibu di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Alwisol, M.Pd. (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi., M.Si. Kata kunci : persepsi, komunikasi, ibu, anak, status pekerjaan ibu. Komunikasi yang efektif penting untuk mencegah terjadinya masalah dalam keluarga dan menjaga keharmonisan keluarga. Masalah dalam keluarga bisa terjadi karena perbedaan persepsi antara ibu dan anak mengenai komunikasi yang terjalin di antara mereka. Selain itu, penting untuk mengetahui juga pengaruh status pekerjaan ibu terhadap komunikasi yang terjalin antara ibu dan anak. Komunikasi yang efektif penting pada ibu yang bekerja maupun tidak bekerja karena masing-masing memiliki problema komunikasi masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan komunikasi efektif antara ibu dengan anaknya. Selain itu, penelitian ini dilakukan pula untuk mengetahui perbedaan komunikasi efektif ibu dengan anaknya antara ibu yang bekerja dan tidak bekerja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian deskriptif komparatif. Penelitian deskriptif bertujuan memilah dan mengelompokkan informasi menjadi lebih bermakna dalam mendeskripsi suatu fenomena. Penelitian komparatif bertujuan menemukan perbedaan tentang objek tertentu atau perubahan pandangan orang terhadap peristiwa atau kejadian tertentu. Subjek penelitian ini adalah ibu dan anak. Setiap ibu yang dijadikan responden maka salah satu anak kandungnya juga akan menjadi responden untuk menjawab instrumen. Teknik pengambilan sampel adalah Snowball Sampling dimana peneliti menemui seseorang dalam suatu daerah yang dapat membantu untuk menemukan subjek penelitian yang lebih banyak. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala persepsi ibu mengenai keefektifan komunikasi ibu-anak dalam keluarga dan skala persepsi anak mengenai keefektifan komunikasi ibu-anak dalam keluarga. Skala memiliki persamaan indikator tapi memiliki item yang berbeda. Analisis datanya menggunakan formula analisis varian satu jalur (One Way Anova). Melalui hasil analisis varian satu jalur diperoleh signifikansi 0.0000.05 yang berarti tidak ada perbedaan antara persepsi komunikasi efektif ibu yang bekerja dengan ibu yang tidak bekerja. Hipotesis ketiga menghasilkan signifikansi 1>0.05 yang berarti tidak ada perbedaan antara persepsi komunikasi efektif anak yang ibunya bekerja dan anak yang ibunya tidak bekerja. Kasih sayang ibu yang begitu besar dan adanya kesadaran akan tanggung jawab untuk membimbing dan mendidik anak membuat ibu tetap dapat menjalankan komunikasi efektif dan anak tetap dapat merasakannya.
Pengembangan Paket Bimbingan ke Arah Penerimaan Diri untuk Siswa SMP
ABSTRAK Ikrimah, Khuriyatul. 2011. Pengembangan Paket Bimbingan ke Arah Penerimaan Diri untuk Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd., (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. Kata Kunci: Paket Bimbingan, Penerimaan diri, siswa SMP Siswa SMP yang berada dalam usia remaja sering mengalami masalah terkait penerimaan diri. Penerimaan diri yang rendah akan memicu tindakan-tindakan yang tidak tepat. Kondisi ini tentu saja tidak boleh dibiarkan, apalagi remaja sebagai individu yang sedang berada dalam proses berkembang ke arah kematangan atau kemandirian. Berdasarkan hasil wawancara dengan konselor di SMP negeri 2 Turen sebagai tempat penelitian, diketahui bahwa paket bimbingan ke arah penerimaan diri belum dimiliki. Selain itu layanan bimbingan ke arah penerimaan diri juga belum diberikan oleh konselor, khususnya di kelas 7. Dari hasil analisis need assessment yang dilakukan kepada siswa kelas VII, diketahui bahwa siswa sangat membutuhkan informasi tentang penerimaan diri bentuk paket bimbingan. Tujuan pengembangan ini yaitu menghasilkan Paket Bimbingan ke Arah Penerimaan Diri yang terdiri dari 2 buah buku, yaitu buku panduan bimbingan ke arah penerimaan diri (untuk konselor) dan buku modul bimbingan ke arah penerimaan diri (untuk siswa), yang sesuai standar akseptabilitas. Prosedur pengembangan paket bimbingan ke arah penerimaan diri ini diadaptasi dari model Borg & Gall (1983). Penulis mengembangkan paket bimbingan tersebut hanya sampai pada tahap uji ahli dan uji calon pengguna produk (uji coba lapangan awal). Uji ahli dilakukan oleh 2 orang ahli BK. Uji calon pengguna produk dilakukan oleh 2 orang konselor SMP. Data yang diperoleh dari uji ahli dan uji calon pengguna produk berupa data kuantitatif dan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui skala penilaian akseptabilitas dan masukan/saran perbaikan yang ditulis dalam lembar saran yang tersedia. Hasil penilaian dari 2 ahli BK dan 2 calon pengguna produk terhadap draft paket bimbingan ke arah penerimaan diri, diperoleh rata-rata nilai kegunaan 3,4, rata-rata nilai kepraktisan 3,10, rata-rata nilai ketepatan 3,30, dan rata-rata nilai kemenarikan 3,15, dalam rentang nilai 0-4. Hal ini dapat disimpulkan bahwa produk yang telah dikembangkan sangat berguna, sangat praktis, sangat tepat dan sangat menarik, memiliki keberterimaan segi teoritis. Paket bimbingan ke arah penerimaan diri ini dapat digunakan oleh siswa SMP sebagai sarana memperoleh wawasan dan pengetahuan tentang penerimaan diri dengan sangat praktis, tepat, dan menarik. Paket bimbingan ini juga dapat digunakan oleh konselor SMP sebagai salah satu alternatif media dalam memberikan layanan bimbingan tentang penerimaan diri dengan sangat praktis, tepat dan menarik. Saran-saran yang diberikan oleh Penulis untuk pemanfaatan paket bimbingan ke arah penerimaan diri ini antara lain: (1) konselor sekolah tempat pengembangan, dapat memanfaatkan paket bimbingan ini sebagai salah satu media dalam memberikan layanan bimbingan tentang penerimaan diri. (2) untuk peneliti selanjutnya, perlu melakukan penelitian lebih lanjut sampai pada uji coba produk pada sasaran yaitu siswa, agar diketahui keefektifan paket bimbingan ke arah penerimaan diri yang dihasilkan.