SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Efektivitas Permainan Outbound untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Menengah Pertama
ABSTRAK Prabowo, Rezha Mukti. 2011. Efektivitas Permainan Outbound untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A., (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci: permainan outbound, keterampilan sosial, siswa Sekolah Menengah Pertama Keterampilan sosial adalah kemampuan individu untuk berkomunikasi efektif dengan orang lain, baik secara verbal maupun nonverbal sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada pada saat itu. Keterampilan tersebut merupakan keterampilan yang dipelajari. Salah satu upaya untuk meningkatkan keterampilan sosial pada siswa Sekolah Menengah Pertama ( SMP) ialah outbound training yaitu sebuah pelatihan di tempat terbuka (outdoor) yang menggunakan metode belajar dari pengalaman secara terstruktur (experience learning cycle method). Tujuan dari permainan outbound ialah untuk melatih keterampilan sosial siswa diantaranya melatih pengenalan dan membangun kepercayaan dengan individu lain, komunikasi secara tepat dan jelas dengan individu lain, mampu menerima dan membantu individu lain serta pengatasan konflik dan masalah-masalah dalam hubungan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas permainan outbound untuk meningkatkan keterampilan sosial. Penelitian ini berpijak pada penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Wahid (2010) mengenai "Pengembangan Permainan outbound untuk Melatih Keterampilan Sosial Siswa SMP". Penelitian tersebut hanya berterima secara teoritik, belum melalui uji lapangan untuk mengetahui efektivitas permainan outbound dalam meningkatkan keterampilan sosial. Untuk itu diperlukan sebuah eksperimen dalam mengetahui efektivitas permainan outbound untuk meningkatkan keterampilan sosial. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimental one group pretest and posttest design. Subjek dalam penelitian ini terdiri dari 40 orang siswa SMP yang merupakan anggota OSIS dari beberapa sekolah. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala keterampilan sosial. Skala keterampilan sosial disusun berdasarkan 4 bidang keterampilan sosial Johnson. Data dianalisis dengan menggunakan t Test. Hasil eksperimen menunjukkan bahwa permainan outbound efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial. Hal tersebut didukung fakta bahwa p=0,00 (
HUBUNGAN ANTARA SIKAP TERHADAP PORNOGRAFI INTERNET, FREKUENSI MENGAKSES SITUS PORNOGRAFI INTERNET DENGAN PERILAKU SEKSUAL PADA SISWA KELAS XI SMA LABORATORIUM UM.
ABSTRAK Fatah, Ansharul. 2011. Hubungan Sikap terhadap Pornografi Internet, Frekuensi Mengakses Situs Pornografi dengan Perilaku seksual pada Siswa Kelas XI SMA Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembibing (I): Prof. Dr. Marthen Pali M,Psi, Pembibing (II): Ninik Setiyowati S,Psi M,Psi. Kata kunci : Sikap, Frekuensi Mengakses, Pornografi Internet, Perilaku seksual, Siswa Kemajuan teknologi saat ini telah memberikan berbagai macam fasilitas yang dapat digunakan oleh banyak kalangan, salah satunya media internet. Keberadaan internet bagi kalangan remaja SMA saat ini adalah hal yang wajar, kemampuan yang dimiliki internet telah berhasil menarik siswa SMA untuk menggunakan sarana ini sebagai salah satu media komunikasi yang dapat dikatakan murah dan mampu menjangkau wilayah dunia, namun disisi lain fasilitas internet yang dapat dikatakan merugikan bagi perkembangan remaja yaitu adanya situs-situs porno yang banyak menampilkan unsur pornografi. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui sikap terhadap pornografi internet siswa kelas XI SMA Laboratorium UM, (2) Mengetahui frekuensi mengakses situs pornografi siswa kelas XI SMA Laboratorium UM, (3) Mengetahui perilaku seksual siswa kelas XI SMA Laboratorium UM, (4) Mengetahui hubungan antara sikap terhadap pornografi internet dengan perilaku seksual siswa kelas XI SMA Laboratorium UM, (5) Mengetahui hubungan antara frekuensi mengakses situs pornografi dengan perilaku seksual siswa kelas XI SMA Laboratorium UM dan (6) Mengetahui hubungan sikap terhadap pornografi internet, frekuensi mengakses situs pornografi dengan perilaku seksual siswa kelas XI SMA Laboratorium UM. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif korelasional terhadap 60 remaja siswa kelas XI SMA Laboratorium UM dengan menggunakan teknik purposive sampling yaitu pemilihan sekelompok subjek didasarkan atas ciri-ciri tertentu yang dipandang memiliki sangkut paut erat dengan ciri-ciri populasi yang sudah diketahui sebelumnya. Instrumen pengumpulan data yang digunakan yaitu skala sikap terhadap pornografi internet, skala perilaku seksual dan angket frekuensi mengakses situs pornografi. Hasil penelitian menunjukkan sikap terhadap pornografi internet tergolong tinggi sebanyak 29 siswa (48.3%), frekuensi mengakses situs pornografi tergolong tinggi sebanyak 23 siswa (38.33%) dan perilaku seksual tergolong tinggi sebanyak 27 siswa (45%). Dari hasil analisis korelasi dengan menggunakan rumus Product Moment Pearson diketahui ada hubungan yang signifikan antara sikap terhadap pornografi internet dengan perilaku seksual dengan korelasi sebesar 0.657 (p=0.00
PENERAPAN MODEL LEARNING CYCLE UNTUK MENINGKATKAN PEMBELAJARAN IPA KELAS IV SDN JATIMULYO 01 MALANG
ABSTRAK Hariza. 2011. Penerapan Model Learning Cycle untuk Meningkatkan Pembelajaran IPA Kelas IV SDN Jatimulyo 01 Malang. Skripsi, Jurusan Kependidikan Sekolah Dasar dan Pra Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Estu Winahyu, M.Pd, (II) Drs. I Made Seken, M.Pd. Kata kunci: learning cycle, pembelajaran IPA Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan terhadap pembelajaran IPA ditemukan fakta bahwa pembelajaran hanya terikat pada LKS yang berisi kumpulan soal. Aktivitas belajar siswa cenderung pasif, hanya sebatas mendengarkan penjelasan dari guru kemudian mengisi LKS untuk selanjutnya dibahas bersama-sama di kelas dan dinilai. Hal ini berdampak buruk terhadap hasil belajar siswa. Berkaitan dengan itu, perlu diadakan perbaikan pembelajaran dalam meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan penerapan model learning cycle. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan penerapan model learning cycle dalam pembelajaran IPA, aktivitas belajar siswa kelas dalam pembelajaran IPA dengan penerapan model learning cycle, dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA dengan penerapan model learning cycle. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas dengan pendekatan deskriptif kualitatif model kolaboratif. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN Jatimulyo 1 Malang. Data penelitian yang dikumpulkan yakni data berupa paparan penerapan model learning cycle, aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IV dalam pembelajaran IPA dengan penerapan model learning cycle. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dokumentasi, wawancara, dan tes. Pada penelitian ini diperoleh tiga simpulan yakni (a) penerapan model learning cycle pada pembelajaran IPA menggambarkan tahapan mulai dari siswa memperoleh pengetahuan sampai penerapannya dalam kehidupan sehari-hari, (b) penerapan model learning cycle pada pembelajaran IPA mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa, peningkatan aktivitas tersebut dapat dilihat selama pembelajaran berlangsung berupa siswa melakukan kegiatan untuk menemukan pengetahuan baru, mengkomunikasian hasil kegiatan, mengajukan pendapat, mengajukan pertanyaan, dan mengaplikasikan pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari, (c) penerapan model learning cycle pada pembelajaran IPA mampu meningkatkan hasil belajar siswa. Pada saat pra tindakan rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 58,75 dengan ketuntasan 31,25%. Pada siklus 1 diperoleh rata-rata hasil belajar siswa mengalami kenaikan menjadi 74,6 dengan ketuntasan 56,25%. Pada siklus 2, diperoleh rata-rata hasil belajar mencapai 88 dengan ketuntasan 87,5%. Untuk itu, disarankan model pembelajaran learning cycle hendaknya dapat diterapkan dalam pembelajaran khususnya dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
Hubungan Prokrastinasi Akademik dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Malang
ABSTRAK Amaliah, Fitri. 2011. Hubungan Prokrastinasi Akademik dan Prestasi Belajar Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Fattah Hanurawan, M.Si, M.Ed (2) Anies Syafitri., S.Psi, M.Psi. Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, prestasi belajar siswa SMA Negeri 1 Malang. Prestasi belajar yang baik dipengaruhi oleh beberapa faktor baik dari dalam diri peserta didik maupun faktor-faktor lain di luar peserta didik, prokrastinasi atau menunda-nunda pekerjaan juga dapat menjadi salah satu kendala siswa dalam meraih prestasi belajar yang memuaskan. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap hubungan prokrastinasi akademik dan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif korelasional. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik stratified proportional random sampling. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang. Alat pengumpul data dalam penelitian ini adalah skala prokrastinasi akademik dan nilai rapor semester I tahun ajaran 2010-2011. Pada penelitian ini, subjek diminta untuk mengisi skala prokrastinasi akademik kemudian skornya dikorelasikan dengan nilai rata-rata semester I. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa prokrastinasi akademik siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang sebagian besar dalam kategori rendah dengan persentase sebesar 58,23% dan prestasi belajar siswa sebagian besar dalam kategori sangat tinggi sebesar 96,20%. Uji hipotesis menyimpulkan terdapat hubungan yang negatif dan signifikan antara prokrastinasi akademik dan prestasi belajar siswa kelas XI SMA Negeri 1 Malang (rxy= -0,619; p= 0,00
COPING STRES MAHASISWA PUTUS CINTA (Suatu Kajian Fenomenologi terhadap Pemudi Dewasa Awal)
ABSTRAK Chusna, Asmaul. 2011. Coping Stres Mahasiswa Putus Cinta (Suatu Kajian Fenomenologi terhadap Pemudi Dewasa Awal). Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra, Elia Flurentin, M.Pd, (II) Dr. M. Ramli, M.A. Kata kunci: coping stres, mahasiswa, putus cinta. Mahasiswa tergolong dalam masa dewasa awal pada rentang kehidupannya. Salah satu tugas perkembangan yang khas dalam masa dewasa awal ini adalah orientasi pada pernikahan. Sebagai upaya pemenuhan tugas-tugas perkembangan tersebut dilakukan oleh mahasiswa salah satunya melalui jalinan hubungan pacaran (courtship). Dalam menjalani hubungan pacaran itu tidak selalu berjalan dengan baik, seringkali hubungan cinta itu kandas. Mahasiswa yang mengalami putus cinta karena diputuskan oleh pacar inilah yang menghadapi berbagai konflik intrapersonal maupun konflik interpersonal. Untuk mempertahankan kelangsungan diri dan kehidupannya, individu tersebut perlu melakukan usaha coping terhadap stressor yang menekannya. Berdasarkan fenomena tersebut, fokus penelitian ini meliputi: (1) permasalahan-permasalahan apa saja yang dialami mahasiswa putus cinta. Hal ini diteliti karena adanya asumsi yang didapat setelah diadakannya studi pendahuluan, bahwa permasalahan yang dihadapi tersebut akan melatarbelakangi dan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari usaha coping yang dimunculkan. (2) coping stres mahasiswa putus cinta itu dimunculkan bagaimana dalam deskriptifnya. Hal ini diteliti karena belum adanya gambaran yang spesifik dari usaha coping mahasiswa putus cinta terhadap stressornya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif fenomenologi. Kehadiran peneliti sebagai pengamat berperan serta yang memanfaatkan sumber lain/informan untuk memperkuat data. Subjek penelitian ditentukan dengan teknik sampling purposive. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, wawancara, dan telaah dokumen pribadi (life history). Analisa data dalam penelitian ini dilakukan dalam tiga tahap yaitu reduksi fenomenal, reduksi eidetis, dan reduksi transedental. Teknik pemeriksaan keabsahan datanya menggunakan ketekunan pengamatan dan triangulasi (triangulasi teknik dan triangulasi sumber). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah: 1) permasalahan yang dialami oleh mahasiswa putus cinta merupakan suatu bagian dari proses coping terhadap stressor yang dilakukan secara terus-menerus hingga mencapai suatu kondisi yang aman baik secara intrapersonal maupun interpersonal dalam diri mahasiswa yang mengalami putus cinta tersebut, 2) coping stres yang dilakukan oleh mahasiswa putus cinta meliputi coping stres melalui perasaan, coping stres melalui pikiran, dan coping stres melalui perilaku yang mana kesemua coping tersebut saling berkaitan satu sama lain dalam upaya mencapai keseimbangan intrapersonal maupun interpersonal dalam diri mahasiswa yang mengalami putus cinta tersebut. Saran dari penelitian ini ditujukan kepada peneliti selanjutnya agar diadakan penelitian terhadap fenomena mahasiswa putus cinta dengan tidak hanya melibatkan satu gender subjek penelitian saja, sehingga didapatkan pemahaman mengenai dinamika kepribadian pada mahasiswa putus cinta secara komprehensif. Juga ditujukan kepada konselor di UPT BK (Unit Pelaksana Teknis Bimbingan dan Konseling) di perguruan tinggi agar dari hasil penelitian ini dapat memperkaya khasanah wacana konselor yang mendukung optimalisasi pemberian usaha bantuan khususnya kepada mahasiswa yang mengalami putus cinta.
Pengembangan Paket Persiapan Hidup Berkeluarga untuk Siswa Madrasah Aliyah (MA)
ABSTRAK Falsafy, Dyna. 2011. Pengembangan Paket Persiapan Hidup Berkeluarga untuk Siswa Madrasah Aliyah (MA). Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd. (II) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si. Kata kunci : Paket, persiapan hidup berkeluarga, siswa Madrasah Aliyah (MA). Siswa MA adalah individu yang telah memasuki masa remaja. Salah satu ciri khas masa remaja adalah semakin meningkatnya interaksi sosial dengan lawan jenis. Informasi yang perlu diberikan kepada siswa MA adalah mengenai bagaimana harus mengelola pergaulan lawan jenis sebagai salah satu bentuk persiapan hidup berkeluarga tanpa melanggar syari'at Islam. Terkait dengan hal tersebut, konselor mempunyai tugas untuk mencegah adanya pergaulan bebas yang tidak sesuai dengan syari'at Islam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan cara memberikan informasi seputar pergaulan lawan jenis kepada siswa. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan paket persiapan hidup berkeluarga yang dapat digunakan konselor MA sebagai media pemberian dan penyampaian informasi tentang persiapan hidup berkeluarga yang berkenaan dengan pergaulan lawan jenis. Model pengembangan paket ini melalui serangkaian tahapan yang mengacu pada teori pengembangan Borg & Gall (1983) yaitu: (1) need assessment, (2) merumuskan tujuan pengembangan paket, (3) menyusun paket, (4) penilaian uji ahli, (5) revisi produk, (6) uji calon pengguna produk, (6) uji kelompok kecil (uji review). Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket untuk need assesment, penilaian uji ahli, calon pengguna produk, serta uji pada kelompok kecil. Penilaian terhadap paket ini dilakukan oleh ahli materi BK, media, serta bahasa. Selain itu juga dilakukan uji calon pengguna produk yaitu konselor dan uji kelompok kecil pada sepuluh orang siswa. Data yang diperoleh berupa data kualitatif dan kuantitatif. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif. Berdasarkan penilaian uji ahli, calon pengguna produk, serta siswa dalam kelompok kecil, dapat disimpulkan bahwa dari aspek kegunaan, diperoleh skor 3,38 yang berarti paket ini sangat berguna bagi konselor dalam memberikan materi informasi dan isi materinya sangat berguna bagi siswa. Skor aspek kemudahan mencapai 3,00 yang berarti mudah digunakan. Dari sisi kemenarikan, skornya adalah 3, 36 yang tergolong sangat menarik baik dari isi materi maupun tampilan fisik. Untuk aspek ketepatan, paket ini menghasilkan skor 3,38 yang dinilai sangat tepat bila digunakan konselor dalam pemberian informasi. Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) Kepala sekolah dapat menggunakan paket ini sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelaksanaan layanan BK di sekolah, (2) Konselor hendaknya menggunakan paket ini untuk memberikan informasi persiapan hidup berkeluarga mengenai pergaulan lawan jenis kepada siswa, (3) Perlu uji coba lapangan kepada sasaran yaitu siswa dalam skala besar, agar diketahui keefektifan produk yang dihasilkan. (4) Siswa dapat mempergunakan paket ini sebagai salah satu faktor pertimbangan dalam memahami materi informasi yang dibutuhkan.
PENGARUH SIKAP TERHADAP TAYANGAN IKLAN DI MEDIA TELEVISI DENGAN PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWI DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Nervie, Pitra. 2011. Pengaruh Sikap terhadap Tayangan Iklan di Media Televisi dengan Perilaku Konsumtif pada Mahasiswi di Universitas Negeri Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M. Si (II) Diyah Sulistyorini, S. Psi., M. Psi. Kata Kunci: sikap terhadap iklan televisi, perilaku konsumtif, mahasiswi Remaja biasanya mudah terbujuk oleh rayuan iklan, suka ikut-ikutan teman, dan cenderung boros dalam menggunakan uang (Tambunan, 2001). Iklan merupakan informasi yang memberikan berita yang up to date kepada konsumen mengenai produk yang bertujuan menjaga tingkat produksi. Iklan ternyata mampu menumbuhkan sikap konsumerisme masyaratkat, sehingga masayarakat mengkonsumsi barang dan jasa secara berlebihan (Widyatama, 2007). Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui (1) sikap mahasiswi di Universitas Negeri Malang terhadap iklan di televisi (2) perilaku konsumtif pada mahasiswi di Universitas Negeri Malang (3) pengaruh sikap terhadap tayangan iklan di televise terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswi di Universitas Negeri Malang. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswi di Universitas Negeri Malang, sampel dalam penelitian ini berjumlah 80 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling Regresi Linier diperoleh bahwa terdapat pengaruh sikap terhadap tayangan iklan di televise terhadap perilaku konsumtif pada mahasiswi di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan dua instrumen (1) skala sikap terhadap iklan di televisi dengan reliabilitas 0,934 (2) skala perilaku konsumtif dengan reliabilitas 0,893. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Subjek memiliki sikap positif terhadap iklan di televisi sebanyak 10 orang (12,5% ), memiliki sikap netral 56 orang (70%), dan yang memiliki sikap negatif sebanyak 14 orang (17,5%). (2) Subjek sebagian besar memiliki perilaku konsumtif dalam tingkatan sedang yaitu sebanyak 52 orang (65%), 15 orang (18,75%) dalam tingkat yang tinggi, dan 13 orang (16,25%) termasuk dalam tingkat rendah. (3) Uji regresi dengan menggunakan analisis Disarankan pada mahasiswi untuk mengurangi atau menghilangkan pola perilaku konsumtif khususnya dalam mengkonsumsi kosmetik. Diharapkan pada pengiklan dapat membuat tayangan iklan yang dapat menimbulkan sikap positif terhadap yang melihatnya, dengan cara menumbuhkan ketertarikan dan kepercayaan akan produk yang diiklankan sehingga konsumen akan mengkonsumsi produk tersebut. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan meneliti variabel-variabel lain agar dapat mendeskripsikan fenomena perilaku konsumtif dengan lebih mendalam dan memperluas populasi penelitian agar hasil penelitian yang diperoleh menjadi lebih variatif dan lebih akurat. Perbaikan instrumen dan teknik analisis juga perlu dilakukan agar hasil yang didapat lebih maksimal
PENGEMBANGAN PEDOMAN SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN HUBUNGAN INTERPERSONAL SISWA KELAS VII SMP
ABSTRAK Bintoro, Wahyu Arif. 2011. Pengembangan Pedoman Sosiodrama Untuk Meningkatkan Keterampilan Hubungan Interpersonal Siswa Kelas VII SMP. Skripsi, Jurusan BKP, FIP, Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Dr. Adi Atmoko, M.Si Kata kunci : Pengembangan, Pedoman Sosiodrama, Keterampilan Hubungan Interpersonal. Sosiodrama merupakan suatu teknik dalam bimbingan kelompok yang berbentuk permainan peran dapat digunakan untuk melatih keterampilan hubungan sosial siswa. Siswa SMP termasuk remaja dengan ciri utama perlunya hubungan interpersonal yang baik dengan teman sebaya dan sekitarnya. Oleh karena itu, untuk membantu konselor melatih keterampilan hubungan interpersonal siswa tersebut, perlu dikembangkan pedoman sosiodrama yang berterima secara teoritis dan praktis. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah menghasilkan pedoman sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan hubungan interpersonal yang berterima secara teoritis dan praktis. Metode pengembangan ini menggunakan model pengembangan prosedural dengan mengadaptasi langkah-langkah dari Borg dan Gall (Sugiyono,2006) yang meliputi: menentukan potensi dan masalah penelitian, mengumpulkan informasi, mendesain produk, validasi desain, dan revisi produk. Penelitian dilakukan di SMP Negeri 18 Malang. Berdasarkan penilaian para ahli, pedoman sosiodrama ini berterima secara teoritis. Hal ini dapat diketahui dari hasil penilaian ahli bimbingan konseling pada model sosiodrama yang menunjukkan nilai rerata dalam skala 3 dan penilaian pedoman menunjukkan skala 2,88. Penilaian ahli drama pada model sosiodrama menunjukkan nilai skala 3,17 dan penilaian pedoman menunjukkan skala 3,03. Sedangkan penilaian calon pengguna produk (konselor) pada model sosiodrama menunjukkan nilai skala 3 dan penilaian pedoman menunjukkan nilai skala 3. Dari penilaian tersebut, disimpulkan pedoman sosiodrama ini sangat baik. Berdasarkan uji lapangan, permainan sosiodrama telah terlaksana dengan baik sehingga dapat dikatakan baik secara praktis. Dengan demikian, pedoman sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan hubungan interpersonal ini dapat dikatakan dapat berterima secara teori maupun praktis. Saran penelitian ini adalah konselor mempelajari, memahami dan melaksanakan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan hubungan interpersonal dan dilaksanakan secara berulang-ulang dalam layanan bimbingan dan konseling. Bagi peneliti selanjutnya, agar pengembangan ini dilanjutkan ke penelitian eksperimen, sehingga hasil yang dilaksanakan diketahui peningkatannya.
Kualitas Pribadi Konselor pada Tokoh Kadiroen dalam Novel Hikayat Kadiroen: Sebuah Studi Hermeneutika Gadamerian Atas Novel Hikayat Kadiroen
ABSTRAK Roziqi, Masbahur. 2011. Kualitas Pribadi Konselor pada Tokoh Kadiroen dalam Novel Hikayat Kadiroen: Sebuah Studi Hermeneutika Gadamerian Atas Novel Hikayat Kadiroen. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Henny Indreswari, M.Pd., (II) Dr. Triyono, M.Pd. Kata kunci: kualitas pribadi, konselor, Hikayat Kadiroen Hikayat Kadiroen merupakan sebuah novel yang ditulis saat zaman kolonial Belanda. Novel ini merespon propaganda penjajah Belanda yang menyatakan bahwa kaum pribumi adalah kaum bodoh, hina dan tidak memiliki etika. Semaoen sebagai penulis novel ini menceritakan sebuah kehidupan yang dijalani sang tokoh utama, Kadiroen, yang banyak menggambarkan pribadi kaum bumiputra sebenarnya. Kadiroen diceritakan sebagai seorang tokoh dari kalangan menengah yang memiliki pribadi yang bisa dikatakan hampir mendekati sempurna. Kualitas pribadi yang dimiliki Kadiroen membuatnya disegani, dipercaya, dan dihormati banyak orang, baik dari kalangan bumiputra maupun pejabat Belanda sendiri. Kualitas pribadi tersebut juga dapat diadopsi menjadi kualitas pribadi konselor. Tidak jarang dijumpai kebanyakan konselor masih belum maksimal dalam memperkaya dan menerapkan kualitas pribadi dirinya. Kurangnya kualitas pribadi ini juga bisa membawa konselor tidak mampu menerapkan tugas profesionalnya secara maksimal. Hal ini bisa berimbas pada ketidakpercayaan konseli dan pihak sekolah pada konselor, atau bahkan peremehan konselor pada sekolah tersebut. Untuk itu konselor diharapkan dapat memiliki kualitas pribadi Kadiroen dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari dan dalam tugas keprofesionalannya. Penelitian ini berfokus pada "bagaimana deskripsi kualitas pribadi konselor yang terdapat pada tokoh Kadiroen dalam novel Hikayat Kadiroen?" Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan tipe hermeneutika Gadamerian, yaitu cara menafsirkan teks-teks lama sehingga didapatkan suatu penafsiran baru yang disesuaikan dengan kondisi sekarang. Tahap-tahap dari penelitian ini adalah: menetapkan novel sumber, penafsiran praandaian, analisis data, dan produksi penafsiran. Hasil penelitian ini menunjukkan ada enam kualitas pribadi Kadiroen yang dapat diserap dan diadopsi oleh konselor sebagai bagian dari kualitas pribadi dirinya. Kualitas-kualitas pribadi tersebut antara lain 1) bertanggung jawab 2) rela berkorban 3) mau mendengarkan orang lain 4) bekerja keras 5) jujur 6) empati. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar konsep kualitas pribadi Kadiroen tersebut dapat dijadikan sebagai bagian dari kualitas pribadi yang harus dimiliki konselor. Konselor dapat mengetahui dan mendapatkan pengetahuan tentang kualitas pribadi dari sebuah sudut pandang karya sastra. Konselor juga diharapkan dapat mengaplikasikan kualitas pribadi ini secara praktis dalam kehidupan sehari-hari. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan karya ini dapat menjadi referensi bagi penelitian sejenis yang tidak hanya membahas karya sastra novel, namun karya lain sejenis untuk semakin mengembangkan bimbingan konseling yang meluas dan multidisiplin
Kontribusi Need of Achievement, Need of Power, dan Need of Affiliation Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang
ABSTRAK Agustin, Lian.Kontribusi Need of Achievement, Need of Power, dan Need of Affiliation Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang.Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang.Pembimbing : (1) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si. (II) Ninik Setiyowati, S.Psi., M.Psi.Kata Kunci : Need of Achievement, Need of Power, Need of Affiliation, Prestasi Belajar Prestasi belajar yang baik sangat diharapkan oleh setiap mahasiswa sebagai salah satu wujud keberhasilan belajar. Namun pada kenyataannya, ada beberapa mahasiswa yang memiliki hasil belajar yang kurang memuaskan sehingga harus mengikuti mata kuliah yang sama pada semester berikutnya agar mendapatkan hasil yang memenuhi. Secara tidak langsung prestasi belajar dipengaruhi oleh need. Motivasi terbentuk karena adanya need yang tidak terpenuhi sehingga mengakibatkan individu mengalami tekanan. Motivasi yang ada pada seseorang akan mewujudkan suatu perilaku yang diarahkan pada tujuan mencapai sasaran kepuasan. Sebagian besar dari need ini dapat dikelompokkan need of achievement, need of power, dan need of affiliation. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kontribusi ketiga need tersebut terhadap prestasi belajar mahasiswa program studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang baik secara simultan maupun parsial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menggunakan rancangan penelitian deskriptif korelasional serta menggunakan analisis regresi linier berganda. Populasi penelitian terdiri dari seluruh mahasiswa program studi Pendidikan Seni Tari dan Musik angkatan 2007 sampai 2010 dengan pengambilan sampel menggunakan purposive sample. Sampel seluruhnya berjumlah 41 orang. Instrumen yang digunakan berupa skala need of achievement, need of power, dan need of affiliation, sedangkan variabel prestasi belajar dilihat pada rata-rata IP yang diperoleh mahasiswa sampai semester ganjil 2010/2011. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh empat kesimpulan. Pertama, need of achievement tidak berkontribusi secara signifikan terhadap prestasi belajar (Rxy=0.055, R square=0.003, sig.=0.732>0.05). Kedua, need of power tidak berkontribusi secara signifikan terhadap prestasi belajar (Rxy=0.227, R square=0.052, sig.=0.153>0.05). Ketiga, need of affiliation tidak berkontribusi secara signifikan terhadap prestasi belajar (Rxy=0.073, R square=0.005, sig.=0.650>0.05). Keempat, secara bersama-sama need of achievement, need of power, dan need of affiliation tidak berkontribusi secara signifikan terhadap prestasi belajar mahasiswa program studi Pendidikan Seni Tari dan Musik Universitas Negeri Malang (Rxy=0.230, R square=0.053, sig.=0.564>0.05). Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi mahasiswa program studi Pendidikan Seni Tari dan Musik untuk lebih memperhatikan faktor-faktor lain baik faktor internal maupun faktor eksternal prestasi belajar dan disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk menyempurnakan penelitian ini dengan menambahkan faktor internal dan faktor eksternal prestasi belajar