SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Keefektifan Konseling Kelompok Realitas Untuk Mengurangi Perilaku Membolos Siswa Kelas X Di MA Almaarif Singosari Malang

    No full text
    ABSTRAK Zakiyah, Lailatuz.2011. Keefektifan Konseling Kelompok Realitas untuk. Mengurangi Perilaku Membolos Siswa di MA Almaarif Singosari Malang Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, Pembimbing (II) Dr. Triyono, M.Pd   Kata Kunci: Membolos termasuk dalam kenakalan remaja, di mana dapat diartikan perbuatan melanggar aturan, perilaku yang tidak dapat diterima secara sosial. Membolos merupakan suatu bentuk perbuatan untuk melalaikan kewajiban belajar di sekolah. Bimbingan konseling sebagai bagian integral dari pendidikan, mempunyai tanggungjawab mengatasi masalah membolos siswa di sekolah melalui pelayanan bimbingan dengan cara-cara dan teknik bimbingan konseling yang bersifat tidak menghukum. Konseling realitas memandang konseling sebagai suatu proses yang rasional. Konselor diharapkan mampu memerankan sebagai guru yang menciptakan situasi kondusif mengajar, memberi contoh serta mengajak konseli untuk menghadapi realita hidup. Oleh karena setiap orang, termasuk siswa selalu dihadapkan pada kenyataan, maka pendekatan ini tepat untuk diterapkan oleh konselor dalam menangani masalah-masalah psikologis dan perilaku-perilaku/perbuatan yang tidak realistis atau yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan konseling kelompok realitas untuk mengurangi perilaku membolos siswa di sekolah. Penelitian ini dilaksanakan dengan one group pre-test and post-test design dan juga menggunakan pendekatan kualitatif dengan menginterpretasikan setiap pertanyaan konseli. Subjek penelitian ini adalah 8 siswa kelas X MA Almaarif Singosari-Malang yang memiliki perilaku membolos. Penelitian dilakukan dalam dua kegiatan utama. Kegiatan pertama adalah penyusunan bahan perlakuan dalam bentuk panduan pelaksanaan konseling kelompok realitas berupa naskah tertulis. Secara rinci model pengembangannya berisi prosedur pelaksanaan konseling kelompok realitas dengan model W-D-E-P (wants, doing, evaluation, planning). Kegiatan kedua, yaitu pelaksanaan konseling kelompok realitas dengan menggunakan panduan konseling yang telah diuji kelayakannya. Pengumpulan data menggunakan catatan presensi siswa dan teknik statistik non parametrik yang akan digunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah uji jenjangbertanda Wilcoxon (Wilcoxon's Signed Rank Test) jenis data penelitian ini adalah ordinal, selain itu uji Wilcoxon tidak menerapkan syarat-syarat mengenai parameter-parameter populasi yang merupakan penelitian. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan frekuensi membolos siswa pada saat sebelum dan sesudah pemberian perlakuan konseling kelompok realitas. Berdasarkan analisis penelitian yang menggunakan uji jenjang-bertanda Wilcoxon (Wilcoxon's Signed Rank Test),menghasilkan nilai z hitung adalah – 2,527. Dan z tabel bisa dihitung pada tabel z, dengan α = 5%, maka luas kurva normal adalah 50% - 5% = 45% atau 0,45. Pada tabel z, untuk luas 0,45 didapat angka z tabel sekitar – 1,645 (tanda “-“ menyesuaikan dengan z output). Oleh karena z output > z tabel (- 2,527 > - 1,645), maka Ho ditolak. ii Kemudian, dari uji z terlihat bahwa pada kolom Asymp. Sign 2-tailed untuk uji dua sisi adalah 0,012. Oleh karena kasus ini adalah uji satu sisi, maka probabilitasnya menjadi 0,012:2 = 0,006. Disini terdapat probabilitas dibawah 0,05 (0,006< 0,05). Sehingga Ho ditolak yang berarti bahwa ada perbedaan perilaku membolos subjek sebelum dan sesudah mengikuti konseling. Jadi bisa juga diartikan konseling kelompok realitas efektif untuk mengurangi perilaku membolos siswa di MA Almaarif Singosari Malang. Analisis juga diungkapkan melalui metode kualitatif yaitu dengan menginterpretasikan setiap pernyataan konseli dari setiap tahap konseli yang diikuti. Subyek penelitian mengungkapkan bahwa frekuensi membolos yang selama ini dilakukan mulai berkurang setelah mengikuti konseling kelompok realitas selama 6 kali tahapan. Berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini, maka diajukan beberapa saran, sebagai berikut: 1) Konseling kelompok realitas berpengaruh terhadap pengurangan perilaku membolos siswa, sehingga konselor hendaknya menggunakan konseling kelompok realitas untuk membantu siswa yang memiliki perilaku membolos. 2) Dalam rangka peningkatan keefektifan konseling kelompok realitas, penelitian selanjutnya hendaknya menggunakan eksperimen dengan kelompok pembanding, karena penelitian ini menggunakan metode penelitian “one group pre test post test design” yang dilakukan tanpa adanya kelompok pembanding. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui perbedaan antara siswa yang di berikan perlakuan konseling kelompok realita dengan siswa yang tidak di berikan perlakuan konseling kelompok realitas. 3) Setelah pelaksanaan konseling kelompok realitas, diharapkan bagi siswa yang menjadi konseli dapat mengurangi dan menghilangkan dengan perlahan perilaku membolos yang biasa dilakukan. 4) Kelemahan yang terdapat dalam penelitian ini adalah masih belum maksimalnya pengurangan perilaku membolos siswa karena proses konseling kelompok realitas yang terlalu singkat yaitu 6 tahapan dan 6 kali pertemuan. Untuk penelitian selanjutnya diharapkan perlakuan melalui proses konseling kelompok realitas dapat dilakukan lebih dari 6 kali pertemuan. 5) Disarankan bagi penelitian selanjutnya untuk memilih permainan yang dapat menimbulkan keterlibatan antaranggota dan rasa saling percaya untuk menjaga rahasia antaranggota kelompok. dikarenakan mengacu padaPerilaku Membolos, Konseling Kelompok Realitas

    Keefektifan Teknik Modeling Simbolis untuk Meningkatkan Asertivitas Siswa SMP.

    No full text
    ABSTRAK   Bestari, Anindya. 2011. Keefektifan Teknik Modeling Simbolis untuk Meningkatkan Asertivitas Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd, (II) Dr. Dany M. Handarini, M.A.   Kata kunci: keefektifan, modeling simbolis, asertivitas.   Remaja sering bingung bagaimana ia harus mengungkapkan pikiran atau perasaan yang ada dalam dirinya. Rasa khawatir akan menyakiti orang lain menjadi penyebab remaja menjadi kurang bisa mengungkapkannya. Hal inilah yang sering menjadi masalah bagi remaja, yaitu perilaku asertif. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk melatih perilaku asertif adalah dengan teknik modeling simbolis, yaitu teknik mencontoh atau meniru perilaku orang lain yang sesuai dengan perilaku yang akan diubah. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di SMP Negeri di Malang, diketahui bahwa banyak siswa yang memiliki asertivitas rendah. Hal ini terlihat dari cara mereka menolak dan menerima ajakan orang lain sehingga mereka kesulitan untuk mengkomunikasikan apa yang sebenarnya ada dalam pikiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik modeling simbolis terhadap peningkatan asertivitas siswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen semu, dengan pola one group pre-test and post-test design. Adapun prosedur penelitian terdiri dari tiga tahap, yaitu tahap persiapan meliputi observasi, pengurusan surat ijin penelitian, penyusunan instrumen penelitian, dan uji coba instrumen skala perilaku asertif dengan hasil 31 item valid. Tahap kedua yaitu seleksi subjek berdasarkan skor total terendah dan diperoleh subjek penelitian 13 siswa yang memiliki asertivitas sedang yang dikelompokkan dalam satu kelas eksperimen dengan teknik purposive sampling. Tahap ketiga yaitu pelaksanaan eksperimen dengan media cuplikan film Oh Baby, Bee Movie, Best Friend, Petualangan Sherina, dan Ratatouille dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh teknik modeling simbolis terhadap peningkatan asertivitas siswa. Teknik analisa data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon. Dari hasil perhitungan dengan menggunakan Uji Wilcoxon dengan nilai Z sebesar -2,953, dapat disimpulkan bahwa teknik modeling simbolis efektif untuk meningkatkan asertivitas siswa SMP dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,003.  Berdasarkan hasil penelitian, saran bagi konselor dan peneliti selanjutnya yaitu hendaknya lebih intensif melakukan pengontrolan terhadap setiap perilaku yang dimunculkan siswa sehingga hasil penelitian akan lebih optimal. Hal lain yang harus diperhatikan sebelum pelaksanaan yaitu situasi dan kondisi di sekeliling tempat pelaksanaan kegiatan bimbingan yang tidak ramai dan tenang.

    HUBUNGAN ANTARA KONSEP DIRI DENGAN MOTIVASI BERORGANISASI PADA MAHASISWA FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS NEGERI MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Listyanu, Roman. 2011 Hubungan Konsep Diri dengan Motivasi Berorganisasi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si., (2) Diyah Sulistyorini, S.Psi., M.Psi.   Kata kunci : Konsep Diri, Motivasi Berorganisasi   Organisasi kemahasiswaan merupakan wahana dan sarana pengembangan diri mahasiswa kearah perluasan wawasan, peningkatan kecendekiawanan dan integritas kepribadian, serta wadah pengembangan kegiatan extra kulikuler mahasiswa. Tentunya hasil yang dicapai dalam berorganisasi tidak lepas dari motivasi berorganisasi mahasiswa tersebut. Begitu juga motivasi berorganisasi mahasiswa yang menpuyai hubungan erat dengan konsep diri mahasiswa. Mahasiswa dengan konsep diri yang tinggi akan diikuti dengan tingginya motivasi berorganisasi, begitu juga sebaliknya. Penelitian ini bertujuan (1) untuk mengetahui konsep diri mahasiswa, (2) mengetahui motivasi berorganisasi mahasiswa, (3) mengetahui hubungan antara konsep diri dengan motivasi berorganisasi mahasiswa. Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa program S1 Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang sebanyak 282 mahasiswa. Subyek penelitian memiliki ciri-ciri (1) mahasiswa Universitas Negeri Malang Fakultas Ilmu Pendidikan angkatan 2008, 2009, dan 2010 (2) pengurus inti dari organisasi mahasiswa di Fakultas Ilmu Pendidikan periode 2011. Data konsep diri dan data motivasi berorganisasi diperoleh dari skala konsep diri dan skala motivasi berorganisasi model likert. Reliabilitas skala konsep diri sebesar 0.875, sedangkan skala motivasi berorganisasi sebesar 0.839. data hasil penelitian ini menggunakan teknik analisis deskriptif dan analisis korelasi Product Moment. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa mayoritas konsep diri mahasiswa pengurus Ormawa Fakultas Ilmu Pendidikan berada dalam klasifikasi sedang sejumlah 231 orang (81,91%). Sementara sejumlah 228 orang (80,85%) memiliki tingkat motivasi berorganisasi sedang. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat hubungan positif antara konsep diri dengan motivasi berorganisasi pada Mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, (rxy= 0,241 ; p = 0,000 < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi konsep diri maka semakin tinggi pula  motivasi berorganisasi mahasiswa. Berdasarkan hasil penelitian disarankan (1) bagi mahasiswa, untuk meningkatkan konsep dirinya menjadi lebih positif agar dapat memiliki motivasi berorganisasi yang tinggi (2) bagi pembina kemahasiswaan, hendaknya memberikan pelatihan pengembangan diri dan memberikan penghargaan bagi para pengurus ormawa sehingga bisa menjadi stimulus yang baik untuk meningkatkan motivasi berorganisasi mahasiswa. (3) bagi peneliti selanjutnya, disarankan menggunakan terhadap variabel-variabel lain yang mungkin berhubungan dengan variabel motivasi berorganisasi, mengingat motivasi berorganisasi tidak hanya berhubungan dengan konsep diri seseorang.

    PERBEDAAN KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA YANG AKTIF DAN YANG TIDAK AKTIF DALAM ORGANISASI OSIS DI SMA NEGERI SE-KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Guriang, Angga. 2011. Perbedaan Kepercayaan Diri Siswa yang Aktif dan yang Tidak Aktif Dalam Organisasi OSIS di SMA Negeri Se-Kota Malang. Skripsi. Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing : (I) Dr. H. Adi Atmoko, M.Si  (II) Anies Syafitri, S.Psi, M.Psi, Psikolog.   Kata Kunci : kepercayaan diri, remaja, OSIS.   Remaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan. Kepercayaan diri merupakan permasalahan yang dialami oleh para remaja pada umumnya. Remaja berusaha untuk menemukan jati dirinya dengan kata lain individu mengalami krisis identitas, remaja membutuhkan interaksi dengan orang lain dalam proses pencarian jati diri, yaitu teman sebaya,  sekolah,  orang tua maupun masyarakat. Bentuk interaksi remaja di  sekolah salah satunya dengan mengikuti organisasi yang ada di sekolah, salah satunya melalui OSIS. Penelitian ini bertujuan untuk untuk mengetahui perbedaan kepercayaan diri pada remaja SMA yang aktif dan yang tidak aktif dalam organisasi OSIS. Penelitian kuantitatif ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif komparatif. Sampel penelitian sebanyak 228 siswa, diambil dengan teknik cluster random sampling dari populasi sasaran dalam penelitian ini sebanyak 4808 siswa yang berada di SMAN 4, 2, 8, 7, dan 10 Malang. Data kepercayaan diri diambil dengan metode likert. Reliabilitas skala kepercayaan diri sebesar 0,864. Data hasil penelitian dianalisis dengan teknik independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukan bahwa : (1) Remaja aktif dan tidak aktif OSIS di SMA Negeri se-Kota Malang memiliki kepercayaan diri yang cenderung tinggi. (2) Dari hasil keseluruhan penelitian, ditemukan hasil ”ada perbedaan kepercayaan diri remaja yang akif dan yang tidak aktif OSIS di SMA Negeri Se-Kota Malang”. Disarankan kepada : (1) sekolah agar dapat memberikan fasilitas yang dapat meningkatkan kepercayaan diri pada siswa dengan mengembangkan kegiatan OSIS serta ekstrakulikuler dan mengadakan kegiatan outbound. (2) remaja hendaknya lebih meningkatkan kepercayaan dirinya agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya dan di lingkungan sekolah yaitu dengan mengikuti kegiatan ekstrakulikuler yang terdapat di sekolahnya, serta mengikuti seminar-seminar yang berhubungan dengan penigkatan kepercayaan diri. (3) untuk peneliti selanjutnya hendaknya menumbuhkan atau lebih mengembangkan teori mengenai kepercayaan diri sehingga hasil penelitian menjadi lebih detail dan akurat, serta membuat instrumen penelitian dengan pernyataan-pernyataan yang lebih cermat agar hasil peneltian yang diperoleh sesuai dengan tujuan dan harapan.

    Hubungan Tingkat Stressed, Kematangan Emosi, dengan Jenis Perilaku Koping Orang Tua ABK di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Widyatno, Aryudho. 2011. Hubungan Tingkat Stressed, Kematangan Emosi, dengan Jenis Perilaku Koping Orang Tua ABK di Kota Malang. Skripsi, Program Studi Psikologi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Adi Atmoko, M.Si, (II) Diantini Ida Viatrie, S.Psi,  M.Psi.   Kata Kunci: Tingkat Stressed, Kematangan Emosi, Jenis Perilaku Koping   Tingkat Stressed merupakan tinggi rendahnya keadaan tertekan atau reaksi individu terhadap  suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Kematangan emosi merupakan kemampuan individu mengendalikan emosi serta mengontrol diri secara sadar, menekankan pengekspresian emosi tidak meluap-luap, menilai situasi secara kritis dan memiliki reaksi emosional secara stabil terhadap sumber stres. Perilaku koping adalah respon tingkah laku atau pikiran untuk beradaptasi terhadap stressed, dengan menggunakan sumber dari dalam dirinya maupun lingkungan secara efektif. Penelitian ini bertujuan:1) Mengetahui tingkat stressed, kematangan emosi, dan perilaku koping pada orang tua ABK di kota Malang. 2) Mengetahui hubungan antara tingkat stressed dan kematangan emosi dengan jenis perilaku koping yang berfokus pada masalah atau berfokus pada emosi. Subjek penelitian 60 ibu yang memiliki ABK di kota Malang. Data penelitian diperoleh menggunakan tiga skala yaitu Skala Tingkat Stressed, Kematangan Emosi, dan Jenis Perilaku Koping. Teknik analisis data yang digunakan adalah Analisis Deskriptif dan Analisis Regresi. Hasil penelitian menunjukkan 1) Ibu yang memiliki ABK di kota malang memiliki tingkat stressed yang tergolong sangat bervariatif, memiliki kematangan emosi yang sangat bervariatif, memiliki kecenderungan menerapkan perilaku koping berganti-ganti tergantung pemaknaan suatu masalah. 2) Analisis regresi linear menunjukkan terdapat hubungan antara tingkat stressed, kematangan emosi dengan jenis perilaku koping yang terpusat pada masalah maupun emosi. 3) Terdapat hubungan positif siginifikan antara tingkat stressed dengan jenis perilaku koping orang tua ABK. Selain itu terdapat  hubungan yang negatif signifikan antara kematangan emosi dengan jenis perilaku koping orang tua ABK di kota Malang Dengan penelitian ini, peneliti mengharapkan agar nantinya orang tua dapat bersikap terbuka kepada guru atau konselor terkait kondisi perkembangan anak, Sedangkan guru dan konselor diharapkan dapat memberikan informasi yang efektif.

    Pengembangan Paket Keterampilan Sosial Siswa SMAN 10 Malang yang Tinggal di Asrama

    No full text
    ABSTRAK   Wicaksono, Anom Dian. 2011. Pengembangan Paket Keterampilan Sosial Siswa SMAN 10 Malang yang Tinggal di Asrama.  Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Dr. M. Ramli, M.A.   Kata Kunci: paket, keterampilan sosial, siswa yang asrama   Implementasi kurikulum nasional (KTSP) yang didukung Undang-undang Sisdiknas 2003 memberikan kesempatan kepada sekolah dan daerah untuk mengembangkan program-program unggulan sesuai dengan karakteristik sekolah dan daerah masing-masing. Sekolah dapat mengembangkan secara mandiri program-program unggulan mereka. Sampoerna Academy SMA Negeri 10 Malang adalah program mandiri SMAN 10 Malang yang menjadi salah satu sekolah unggulan di Kota Malang. Sampoerna Academy SMA Negeri 10 Malang merupakan hasil kerjasama antara Sampoerna Foundation dengan Pemerintah Kota Malang dan Propinsi Jawa Timur. SMAN 10 Malang menggunakan kurikulum internasional dari Cambridge University (IGCSE) dan KTSP. Siswa SMAN 10 Malang sebagian besar tinggal di asrama (boarding education) yang merupakan keunggulan dari sekolah yang bersangkutan. Berdasarkan hasil wawancara dengan konselor dan angket kebutuhan siswa asrama SMAN 10 Malang, diperoleh fakta bahwa masalah siswa yang sering dialami siswa yang tinggal di asrama adalah interaksi sosial. Siswa yang tinggal di asrama cenderung mempunyai ego yang lebih tinggi karena mereka tinggal dengan orang lain dan orang yang baru dikenalnya. Masalah yang sering muncul adalah masalah pertemanan, masalah adaptasi dengan lingkungan asrama maupun lingkungan sekolah. Berkaitan dengan hal tersebut, maka diperlukan penanganan yang tepat untuk membantu siswa mengembangkan keterampilan sosialnya. Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan paket bimbingan peningkatan keterampilan sosial siswa SMA Negeri 10 Malang yang tinggal di asrama. Model pengembangan yang digunakan yaitu adaptasi model pengembangan Borg & Gall (1983) yang terdiri dari tujuh langkah, yaitu: melakukan perencanaan yang terdiri atas kegiatan kajian pustaka, need assessment, dan menetapkan jenis keterampilan sosial yang akan diberikan pada siswa berdasarkan need assessment; mengembangkan produk, terdiri atas kegiatan pengembangan sebagai berikut: merumuskan tujuan Paket Keterampilan Sosial; menyusun prototipe paket keterampilan sosial; menyusun alat evaluasi produk; melakukan uji ahli; revisi produk dari uji ahli; uji lapangan atau uji calon pengguna produk; dan melakukan revisi terhadap produk akhir. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket dan wawancara. Hasil penelitian meliputi “Paket Bimbingan Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa SMA” dibagi dalam empat materi yaitu keterampilan saling mengenali dan membangun kepercayaan dengan individu lain, keterampilan berkomunikasi secara tepat dan jelas dengan individu lain, keterampilan menerima dan membantu antar individu, dan keterampilan manajemen konflik dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan hasil penilaian ahli, calon pengguna, dan kelompok kecil, dapat disimpulkan bahwa prototipe “Paket Bimbingan Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa SMA” memadai dilihat dari derajat keberterimaannya (acceptable). Hal ini dapat dilihat dari hasil penilaian ahli pada aspek ketepatan mendapatkan penilaian sangat tepat, aspek kegunaan mendapatkan penilaian berguna; aspek kepraktisan mendapatkan penilaian sangat praktis; dan aspek kemenarikan mendapatkan penilaian menarik. Disamping itu penilaian oleh kelompok kecil juga mendapat kriteria layak, sehingga bisa disimpulkan bahwa hasil pengembangan paket telah valid dan layak digunakan. Berdasarkan temuan penelitian ini diajukan beberapa saran sebagai berikut: Pertama, sekolah mempertimbangkan penggunaan “Paket Bimbingan Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa SMA” sebagai program pengembangan keterampilan sosial di kalangan siswa. Hal itu disebabkan biaya yang diperlukan untuk memprodukasi paket ini cukup terjangkau. Penggunaan paket dapat dilakukan secara mandiri oleh siswa, dan/atau didampingi oleh supervisi secara terbatas oleh guru Bimbingan dan Konseling. Supervisi dapat dilakukan sesuai kebutuhan tanpa harus mengganggu kegiatan belajar mengajar yang diprogramkan secara rutin, serta hasil pendekatan ini lebih akomodatif sesuai dengan karakteristik siswa. Kedua, Peneliti selanjutnya yang tertarik menggunakan “Paket Bimbingan Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa SMA” hendaknya melakukan uji coba   kepada subyek yang lebih besar dan heterogen, misalnya untuk siswa jenjang kelas XI dan XII.

    PENGEMBANGAN INVENTORI KETERAMPILAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL BERBASIS WEB BAGI SISWA SMA

    No full text
      ABSTRAK   Norberta, Dian Prima. 2011. Pengembangan Inventori Keterampilan Komunikasi Interpersonal Berbasis Web bagi Siswa SMA. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Henny Indreswari, M.Pd. (II) Dr. Triyono, M. Pd   Kata kunci: web, keterampilan komunikasi interpersonal, inventori    Keterampilan komunikasi interpersonal adalah keterampilan untuk berinteraksi, saling menukar informasi yang memungkinkan setiap peserta dapat menangkap reaksi orang lain secara langsung, baik secara verbal maupun non verbal sehingga dapat terjadi saling pengertian dan empati satu dengan lainnya. Inventori merupakan alat pengumpul data yang berisi sejumlah pernyataan yang harus dipilih dan diisi oleh individu sesuai dengan keadaan dirinya (Oppenheim, 1966). Inventori keterampilan komunikasi interpersonal adalah suatu instrumen yang terdiri atas beberapa pernyataan mengenai keterampilan komunikasi interpersonal yang harus dipilih sesuai dengan keadaan diri siswa. Inventori ini disusun untuk siswa SMA, karena siswa SMA berada pada masa remaja antara 16 -18 tahun. Pada masa remaja seseorang harus bisa menyesuaikan diri dengan orang lain dan lingkungan sekitar. Penyesuaian diri remaja sering kali membuat remaja kurang bisa asertif dan susah memulai pembicaraan, karena merasa takut ditolak kelompoknya. Untuk itu diperlukan keterampilan komunikasi interpersonal agar siswa asertif dan dapat memulai pembicaraan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan inventori keterampilan komunikasi interpersonal berbasis web bagi siswa SMA yang  berterima baik (memenuhi aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan,  dan kepraktisan).  Prosedur yang digunakan dalam mengembangkan inventori keterampilan komunikasi interpersonal berbasis web bagi siswa SMA merujuk pada model pengembangan yang diadaptasi dari Borg dan Gall (2003) yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap pengembangan produk dan tahap uji coba. Subjek uji coba adalah ahli BK, ahli media, konselor, dan siswa. Analisis data yang digunakan adalah analisis data kuantitatif dengan analisis persentase dan data kualitatif dengan analisis deskriptif.  Hasil uji coba diperoleh dari hasil analisis reliabilitas, dan konsistensi internal yaitu dari 35 item pernyataan terdapat lima (5) item yang tidak valid, selanjutnya pernyataan tersebut direvisi agar pernyataan inventori keterampilan komunikasi interpersonal berbasis web bagi siswa SMA lebih komprehensif. Hasil analisis reliabilitas dengan menggunakan formula alpha menunjukkan koefisien alpha sebesar 0,885 dinyatakan tinggi, yang berarti produk yang dikembangkan sangat reliabel. Hasil uji coba inventori keterampilan komunikasi interpersonal berbasis web bagi siswa SMA pada aspek kegunaan memiliki kriteria interpretasi terterima dengan skor 4 (hasil uji ahli media) dan skor 3,6 (hasil uji calon pengguna produk). Pada aspek kelayakan hasilnya terterima dengan skor 4 (hasil uji ahli media) dan skor rata-rata 3,2 (hasil uji calon pengguna produk). Pada aspek ketepatan diperoleh skor rata-rata 4 (hasil uji ahli media) dan 3,2  (hasil uji calon pengguna produk). Pada aspek kepraktisan diperoleh skor rata-rata 4 (hasil uji ahli media) dan 3,2 (hasil uji calon pengguna produk). Hasil uji ahli BK menunjukkan bahwa kesesuaian deskriptor dengan indikator mendapatkan skor  1,9 dengan kriteria interpretasi terterima, dan kesesuaian pernyataan dengan indikator mendapatkan skor  1,9 dengan kriteria interpretasi terterima. Hasil analisis uji kelompok kecil (produk software) menunjukkan bahwa aspek keterampilan menyampaikan pesan dengan persentase rata-rata 65% berada pada kriteria sedang, dan aspek keterampilan menerima pesan, secara umum siswa memiliki persentase 70%  dengan kriteria sedang. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diberikan bagi konselor: (1) diharapkan memiliki keterampilan dalam mengoperasikan web dan mensosialisasikannya ke siswa agar selanjutnya siswa dapat mengakses web tersebut secara online tanpa panduan konselor, dan (2) konselor selalu menjamin kerahasiaan data siswa yaitu dengan tidak mempublikasikan password kepada pihak lain. Saran bagi Kepala Sekolah: (1) diharapkan kepala sekolah bersedia menyediakan jaringan internet yang stabil agar konselor dan siswa dapat mengakses web inventori keterampilan komunikasi interpersonal, dan (2) kepala sekolah bersama dengan konselor dalam mensosialisasikan web inventori keterampilan komunikasi interpersonal. Untuk pengembang lebih lanjut yaitu (1) bisa mengembangkan isi software online yang disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan; (2) diharapkan juga menambahkan materi keterampilan komunikasi interpersonal yang lebih lengkap dan menambahkan animasi yang lebih menarik pada produk yang dihasilkan untuk meminimalkan kebosanan; dan (3) produk diharapkan dapat diujicobakan kepada seluruh konselor dan siswa SMA di kota Malang. Apabila memungkinkan juga dapat diujicobakan kepada seluruh konselor dan siswa SMA yang ada di beberapa daerah atau seluruh Indonesia. 

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KONSELING KELOMPOK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR UNTUK MENURUNKAN STRES DALAM BELAJAR SISWA KELAS X SMA N 10 MALANG SAMPOERNA ACADEMY

    No full text
    ABSTRAK   Widyaningsih, Eka. 2011. Efektivitas Penggunaan Konseling Kelompok Rational Emotive Behavior untuk Menurunkan Stres dalam Belajar Siswa Kelas X SMAN 10 Malang Sampoerna Academy. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M. Pd, (II) Drs. H. Widada, M. Si.   Kata Kunci: Stres dalam Belajar, Konseling Kelompok, REBT Kegiatan belajar dan pembelajaran di sekolah yang terlalu padat dapat menimbulkan stres dalam kadar tinggi pada siswa. Stres yang tinggi dapat menghambat perkembangan individu dalam belajar. Salah satu teknik yang diduga efektif untuk menurunkan stres dalam belajar siswa kelas X SMAN 10 Malang Sampoerna Academy adalah konseling kelompok Rational Emotive Behavior.  Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas konseling kelompok Rational Emotive Behavior untuk menurunkan stres dalam belajar siswa kelas X SMAN 10 Malang Sampoerna Academy. Rancangan penelitian yang digunakan adalah true eksperiment (eksperimen murni). Desain eksperimen dalam penelitian ini adalah pretes dan postes dengan menggunakan kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 10 Malang Sampoerna Academy. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik random sampling dengan sampel sebanyak 10 orang subjek yang terbagi atas 2 kelompok yaitu kelompok eksperimen 5 subjek dan kelompok kontrol 5 subjek. Data dikumpulkan dengan menggunakan inventori pengukuran stres dalam belajar. Data selanjutnya dianalisis menggunakan two independent samples test Mann Whitney U untuk mengetahui perbedaan tingkat stres dalam belajar siswa kelompok kontrol dan kelompok eksperimen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan konseling kelompok Rational Emotive Behavior efektif untuk menurunkan stres dalam belajar siswa kelas X SMAN 10 Malang Sampoerna Academy. Konselor sekolah hendaknya menggunakan konseling kelompok Rational Emotive Behavior untuk menurunkan stres dalam belajar siswa. Peneliti selanjutnya hendaknya membandingkan konseling kelompok Rational Emotive Behavior dengan ancangan konseling yang lain untuk menurunkan stres dalam belajar siswa

    KEMANJURAN TEKNIK PSIKODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA AKSELERASI DI SMA

    No full text
    ABSTRAK   Krisphianti, Yuanita Dwi. 2011. Kemanjuran Teknik Psikodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Akselerasi di SMA. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Program Studi S1 Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. Pembimbing (II) Drs. H. Widada, M.Si.   Kata Kunci: psikodrama, keterampilan sosial   Keterampilan sosial merupakan kemampuan individu untuk menyesuaikan diri agar bisa diterima dengan baik ditengah-tengah lingkungan dia berada yang nantinya akan mempermudah individu untuk mengapresiasikan diri dan kemampuan yang dimiliki. Keterampilan sosial juga merupakan keterampilan yang dimiliki individu yang ditunjukkan dengan ekspresi emosi, kepekaan emosi, kontrol emosi, ekspresi sosial, kepekaan sosial,  dan kontrol sosial. Psikodrama digunakan untuk mengeksploitasi diri melalui tindakan nyata dimana kita hidup, baik internal maupun eksternal. Hal ini memungkinkan untuk mengekspresikan perasaan aman yang kuat, perspektif yang lebih luas pada masalah-masalah individu, sosial, dan juga kesempatan untuk mencoba perilaku yang diinginkan. Penulisan ini bertujuan untuk menguji kemanjuran permainan peran teknik psikodrama melalui bimbingan kelompok untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa akselerasi di SMA. Rancangan penulisan yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan pre-post test single design. Kelompok eksperimen adalah siswa akselerasi yang memiliki kriteria keterampilan sosial rendah melalui inventori keterampilan sosial. Permainan peran psikodrama dilakukan sebanyak enam kali pertemuan dengan tema yang berbeda-beda. Data penulisan dianalisis dengan teknik analisis Wilcoxon dan Sign. Hasil penulisan menunjukkan bahwa permainan peran psikodrama manjur untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa akselerasi di SMA yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pre test dan post test yang telah diberikan. Berdasarkan hasil penulisan diajukan beberapa saran: kepada guru BK sekolah tempat penelitian diharapkan memperhatikan dan membantu untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa akselerasi dalam hal keterampilan ekspresi emosi, kepekaan emosi, kontrol emosi, ekspresi sosial, kepekaan sosial, dan kontrol sosial untuk mencapai perkembangan optimal. Psikodrama bisa digunakan oleh guru BK sebagai perangkat untuk membantu siswa akselerasi meningkatkan keterampilan sosial tapi dengan catatan waktu yang digunakan harus diperhatikan karena psikodrama membutuhkan waktu yang lebih dari satu jam pelajaran, yakni selama 60 menit. Bagi peneliti selanjutnya dapat mencoba penggunaan teknik psikodrama ini sebagai perangkat untuk membantu remaja/siswa menyelesaikan kurangnya keterampilan sosial yang rendah, dengan variabel terikat dan subyek dalam skala yang lebih luas untuk lebih mengetahui kemanjuran teknik psikodrama.    

    Studi Penyelenggaraan Layanan Bimbingan dan Konseling melalui Modul Di SMK Negeri 2 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Wahyuni, Siwi. 2011. Studi Penyelenggaraan Layanan Bimbingan dan Konseling Melalui Modul Di SMK Negeri 2 Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Dra. Henny Indreswari, M.Pd.   Kata Kunci: Bimbingan dan konseling, layanan bimbingan, media, modul   Modul merupakan salah satu media bimbingan dan konseling. Di antara sekolah-sekolah yang menggunakan modul sebagai media layanan bimbingan dan konseling, salah satunya adalah SMK Negeri 2 Malang. Bahkan SMK Negeri 2 Malang merupakan sekolah yang dinilai berhasil menggunakan modul dalam waktu yang relatif lama, sehingga menjadi contoh bagi sekolah-sekolah yang lain. Demikian pula dengan modul yang digunakan dijadikan sebagai contoh bagi SMK di Kota Malang. Terkait dengan hal itu, peneliti melakukan penelitian untuk mengetahui deskripsi modul, makna modul bagi konselor dan siswa, penyelenggaraan layanan bimbingan melalui modul, serta hasil layanan bimbingan melalui modul di SMK Negeri 2 Malang.   Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan desain penelitian studi kasus. Penelitian dilakukan di SMK Negeri 2 Malang yang berlokasi di jalan Veteran No. 17 Malang. Data penelitian diperoleh dari siswa, konselor serta dokumen BK. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Untuk mengetahui keabsahan data, peneliti melakukan perpanjangan keikutsertaan di lapangan, ketekunan pengamatan, dan triangulasi data. Penelitian dilakukan secara sistematis meliputi tahap pra-penelitian, tahap pekerjaan lapangan, dan tahap analisis data. Analisis data meliputi kegiatan reduksi data, penyajian data, dan  penarikan kesimpulan.   Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul BK di SMK Negeri 2 Malang adalah Modul Bina Karir Bimbingan dan Konseling. Modul tersebut dimaknai oleh konselor dan siswa sebagai media layanan informasi, pedoman/panduan, instrumen penilaian, sumber informasi, bahan belajar mandiri, dan sebagai buku pelengkap. Media modul kurang diminati oleh siswa, namun media film dan video motivasi sangat diminati oleh siswa. Layanan bimbingan dan konseling di SMK Negeri 2 Malang menggunakan sistem pengajaran konvensional yang menggunakan metode ceramah untuk menyajikan materi dalam modul. Ada perubahan kognitif, afektif, dan psikomotorik selama pelaksanaan layanan bimbingan melalui Modul Bina Karir Bimbingan dan Konseling, namun perubahan tersebut juga karena intervensi lingkungan di sekitar siswa.   Berdasarkan temuan-temuan penelitian, disarankan kepada konselor SMK Negeri 2 Malang untuk memperbanyak layanan bimbingan melalui media yang disukai siswa, yaitu film dan video motivasi. Namun jika konselor tetap mempertahankan modul, maka seyogyanya materi yang disajikan dalam modul sesuai dengan kebutuhan siswa serta memungkinkan siswa menjadi pebelajar yang aktif sehingga tidak hanya duduk menyimak saja.  

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇