SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pengembangan Paket Layanan Informasi Kewirausahaan sebagai Pertimbangan Rencana Karier bagi Siswa Kelas X Sekolah Menengah Kejuruan

    No full text
    ABSTRAK   Wulandari. 2012. Pengembangan Paket Layanan Informasi Kewirausahaan sebagai Pertimbangan Rencana Karier bagi Siswa Kelas X Sekolah Menengah Kejuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.   Kata Kunci: paket layanan informasi, kewirausahaan, rencana karier, siswa SMK   SMK merupakan salah satu lembaga pendidikan yang bertanggungjawab untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, keterampilan dan keahlian, sehingga lulusannya dapat mengembangkan kinerja apabila terjun dalam dunia kerja. Apapun jenis pendidikan pada Sekolah Menengah Kejuruan tidak lain muara dari lulusannya agar mereka memiliki kemampuan, keterampilan serta ahli di dalam bidang ilmu tertentu. Pada kenyataan sekarang ini, setelah tamat sekolah, siswa SMK dihadapkan pada permasalahan baru. Mereka kesulitan memperoleh pekerjaan. Mereka mencoba melamar pekerjaan kesana-kemari, namun hanya sedikit yang berhasil memperoleh pekerjaan. Pekerjaan itupun belum tentu sesuai dengan bakat, minat, serta kemampuan yang dimiliki. Kebanyakan para lulusan/tamatan pendidikan formal begitu selesai studi cenderung untuk berupaya mencari pekerjaan. Sebagian besar berharap agar memperoleh pekerjaan tetap dan dapat mencukupi kebutuhan hidup mereka. Jarang dari mereka yang berusaha mengamalkan dan mengembangkan pengalaman pendidikannya melalui kegiatan-kegiatan wirausaha. Penelitian pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan paket layanan informasi kewirausahaan sebagai pertimbangan rencana karier bagi siswa SMK yang tepat, berguna, mudah, dan menarik bagi siswa SMK. Produk pengembangan yang dihasilkan terdiri atas (1) Panduan Paket Layanan Informasi Kewirausahaan sebagai Pertimbangan Rencana Karier bagi Siswa SMK untuk konselor yang berjudul “Sukses Berwirausaha Setelah Lulus SMK (Panduan Konselor)” dan (2) Materi Paket Layanan Informasi Kewirausahaan sebagai Pertimbangan Rencana Karier bagi Siswa SMK yang berjudul “Sukses Berwirausaha Setelah Lulus SMK” untuk siswa. Materi paket layanan informasi kewirausahaan sebagai pertimbangan rencana karier terdiri dari 4 topik, yaitu: (1) Kemana Setelah Lulus SMK?, (2) Apa yang Dimaksud Wirausaha?, (3) Mengapa Berwirausaha?, dan (4) Wirausaha? Siapa takut!. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengadaptasi langkah-langkah pengembangan Borg & Gall yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Subjek uji coba produk adalah satu orang ahli bimbingan dan konseling  serta satu orang ahli bahasa. Subjek uji calon pengguna produk yang dipilih adalah dua orang konselor SMK Negeri 2 Singosari. Data dikumpulkan melalui format uji ahli dan uji calon pengguna produk berupa skala penilaian. Data yang diperoleh merupakan data kualitatif dan kuantitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis rerata dan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil uji ahli bimbingan dan konseling,  paket layanan informasi kewirausahaaan sebagai pertimbangan rencana karier bagi siswa SMK dilihat dari segi ketepatan dinyatakan tepat dengan skor rata-rata 3. Paket ini berguna diberikan kepada siswa dengan skor rata-rata 3 dari aspek kegunaan. Aspek kemudahan, paket ini sangat mudah diberikan kepada siswa dengan skor rata-rata 3,8, sedangkan dari aspek kemenarikan, paket ini menarik dengan skor rata-rata 3. Menurut ahli bahasa, paket layanan informasi kewirausahaan sebagai pertimbangan rencana karier siswa SMK pada tahap awal memiliki skor rata-rata 2,7 yang berada pada kriteria baik. Setelah produk direvisi, skor rata-rata produk hasil revisi adalah 3,3 dengan kriteria sangat baik. Berdasarkan hasil uji calon pengguna produk, dilihat dari segi ketepatan dinyatakan sangat tepat dengan skor rata-rata 3,3. Paket ini sangat berguna diberikan kepada siswa dengan skor rata-rata 3,09 dari aspek kegunaan. Aspek kemudahan, paket ini dinyatakan mudah dengan skor rata-rata 3 dan dari aspek kemenarikan, paket ini sangat menarik dengan skor rata-rata 3,5. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diberikan adalah: (1) konselor harus benar-benar memahami prosedur dan materi informasi agar siswa dapat mencapai tujuan yang dikehendaki, (2) konselor harus kreatif dalam mengatur waktu untuk pelaksanaan bimbingan, mengingat minimnya jam tatap muka untuk bimbingan dan konseling di sekolah, (3) bagi peneliti selanjutnya, perlu diadakan uji lapangan yang melibatkan siswa, agar diketahui keefektifan paket layanan informasi kewirausahaan sebagai pertimbangan rencana karier bagi siswa SMK ini, (4) perlu dikembangkan paket layanan informasi kewirausahaan sebagai pertimbangan rencana karier pada populasi penelitian yang lebih luas baik dari tingkatan sekolah maupun ragam sekolah.

    STUDI FENOMENOLOGI MODEL BIMBINGAN PENGEMBANGAN MORAL SANTRI DI KOMPLEK "K" AL-FATTAH PONDOK PESANTREN TEBUIRENG JOMBANG

    No full text
    ABSTRAK   Rohman, Fathkur. 2012. Studi Fenomenologi Model Bimbingan Pengembangan     Moral Santri Di Komplek “K” Al-Fattah Pondok Pesantren Tebuireng       Jombang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu      Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. M. Ramli,      M.A, (2) Dr. Nur Hidayah, M.Pd   Kata kunci: bimbingan moral, santri Tebuireng, fenomenologi   Menurut Rochmadi (2002) moral sering disinonimkan dengan etika yang berarti kebiasaan, adat, akhlak, watak, perasaan, sikap, atau cara berfikir. Dalam penelitian model bimbingan yang dilakukan peneliti menunjukkan adanya bimbingan dalam pengembangan kebiasaan, akhlak, sikap, dan cara berfikir. Individu seharusnya memperhatikan nilai-nilai moral yang ada di lingkunganya. Indonesia merupakan bangsa Timur yang menjunjung tinggi moral yang ditunjukkan oleh individu. Penelitian ini dilakukan untuk mengungkapkan rancangan, pelaksanaan, kendala-kendala, dan solusi dalam bimbingan pengembangan moral santri Pondok Pesantren Tebuireng. Dengan demikian dapat menjadi referensi model pengembangan moral peserta didik. Moral yang baik merupakan hasil dari bimbingan yang dilakukan dengan baik. Moral merupakan hasil dari internalisasi nilai-nilai dalam proses bimbingan.  Penelitian ini dilakukan di komplek “K” Al-Fattah Pondok Pesantren Tebuireng Jombang dengan mengambil subjek penelitian sebagai berikut: majelis Ilmi, pembina, pengurus, dan santri komplek “K” Al-Fattah.  Penelitian ini menggunakan model kualitatif dengan menerapkan landasan berfikir fenomenologis. Dengan harapan dapat menggali fenomena-fenomena yang ditunjukkan dalam pelaksanaan bimbingan secara aktual dan komprehensif. Dalam pemilihan subjek informan peneliti menggunakan teknik snowball sampling karena teknik pengambilan sampel sumber data, yang pada awalnya jumlahnya sedikit, lama- lama menjadi besar. Peneliti menggunakan teknik wawancara, observasi, dan dokumendasi dalam menggali data penelitian. Data yang diperoleh dari informan selanjutnya di analisis menurut Miles dan Huberman, dimana analisis data kualitatif ini terdiri dari tiga alur kegiatan yang dilaksanakan secara bersamaan, yaitu : Reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Rancangan bimbingan santri Pondok Pesantren Tebuireng berupa jadwal pengajian diniyah, yang disusun oleh Majelis Ilmi. Bimbingan moral santri Pondok Pesantren Tebuireng tercermin dalam prinsip dasar Pondok Pesantren Tebuireng yaitu sikap ikhlas, jujur, tanggungjawab, bekerja keras, tasamuh/ toleransi. Kelima aspek sikap dasar santri Pondok Pesantren Tebuireng dibentuk melalui bimbingan perilaku keseharian santri. Dalam pelaksanaan bimbingan pengurus dan pembina pasti menemukan kendala-kendala yang harus dihadapi, kendala yang dihadapi dalam membimbing santri terdiri dari 3 (tiga) aspek, yaitu (1) niat santri yang masuk pondok pesantren karena permintaan orang tua, (2) lokasi lingkungan yang menjadi pusat jalan raya yang menghubungkan beberapa kota, sehingga santri bisa dengan leluasa keluar pondok pesantren tanpa ijin, (3) suasana pondok pesantren yang ramai dan sangat modern menjadikan santri konsumtif dan mengganggu pelaksanaan bimbingan kepada santri. Untuk meminimalisir kendala-kendala yang dihadapi selama proses bimbingan penulis menemukan beberapa solusi yang dilakukan oleh pondok pesantren sebagai berikut: (1) pengadaan musbakh, kegiatan ini sama halnya dengan kegiatan orientasi yang dilakukan pada awal santri masuk pondok pesantren. Kegiatan ini dilakukan untuk memperbaiki serta memotivasi santri untuk memiliki tujuan sebagai santri yang sedang menuntut ilmu di pondok pesantren yang diaplikasikan dengan rajin belajar, (2) kegiatan akhirsanah, dengan harapan dapat memotivasi santri untuk terus berkembang ke tujuan yang lebih baik, kegiatan ini identik dengan pemberian reward, (3) pemberian model (modelling), kegiatan bimbingan dengan memberikan model kepada para santri. Pengurus, ustads, dan pembina memberikan model perilaku yang baik secara langsung maupun memberikan contoh-contoh perilaku yang patut di teladani. Perilaku yang sesuai dengan harapan Pondok Pesantren Tebuireng. Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bagi pondok pesantren, diharapkan dapat memuat bimbingan moral secara konkret kedalam pelatihan maupun program dari komplek dan pondok pesantren, (2) bagi santri, diharapkan dapat lebih cooperatif untuk mengikuti setiap kegiatan bimbingan yang dilakukan oleh Pondok Pesantren Tebuireng, (3) bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat melakukan penelitian dengan subjek penelitian dari keseluruhan komplek. Peneliti selanjutnya juga dapat memfokuskan pada satu aspek sikap moral santri.

    SELF-DISCLOSURE REMAJA DI AKUN FACEBOOK DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   ABSTRAK: Tujuan penelitian ini untuk mengetahui (1) Motif remaja dalam menggunakan Facebook, (2) Hal-hal yang diungkapkan oleh remaja melalui akun Facebook, (3) Faktor penguat pengungkapan diri remaja melalui akun Facebook, (4) Temuan-temuan lain yang bermakna sebagai hasil penelitian. Data dikumpulkan dengan wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian adalah: (1) Motif remaja dalam menggunakan Facebook adalah untuk memenuhi kebutuhan sosialnya sebagai manusia yang saling erhubungan dengan orang lain, (2) Hal-hal yang diungkapkan remaja melalui akun Facebooknya meliputi informasi secara deskriptif, berupa informasi umum seperti identitas diri, nama, pekerjaan, sekolah, asal daerah, tempat tinggal, dan identitas umum lainnya. Serta informasi evaluatif, berupa permasalahan asmara yang dialami yang dituliskan melalui Note yang dimiliki, (3) Faktor penguat pengungkapan diri remaja melalui Facebook, dipengaruhi oleh teman sebaya yang juga turut menggunakan Facebook sebagai sarana komunikasi dengan orang lain. Serta didukung dengan penggunaan teknologi seperti Handphone yang memudahkan remaja dalam mengakses internet, (4) Penemuan lain dalam penelitian ini adalah informan mengetahui dampak positif dan negatif dari penggunaan Facebook dan informan cenderung menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membeli biaya internet dan pulsa untuk dapat mengakses internet. Kata Kunci: self-disclosure, remaja, faceboo

    PELAKSANAAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN RINTISAN SEKOLAH BERTARAF INTERNASIONAL

    No full text
    ABSTRAK   Anggara, Bayu. 2012. Pelaksanaan Layanan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Menengah Kejuruan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Drs. Widada M.Si.   Kata Kunci: Pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling, Sekolah Menengah Kejuruan, Sekolah bertaraf Internasional.   Bimbingan dan Konseling merupakan bagian integral dalam program pendidikan. Program Bimbingan dan Konseling dalam rangka membantu siswa memecahkan masalahnya disesuaikan dengan kondisi lingkungan dan daerah masing-masing. Pelaksanaan layanan yang diberikan memiliki kekhasan yaitu disesuaikan dengan tugas konselor sesuai jenjang pendidikan dalam jalur pendidikan formal (TK, SD/MI, SMP/MTS, SMA/SMK/MA, PT). SMK Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) merupakan contoh sekolah kejuruan yang mengembangkan sekolah tersebut menuju sekolah bertaraf internasional (SBI). Dengan demikian pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI juga akan memiliki karakteristik yang khas yaitu konselor yang memberikan alokasi waktu pelayanan lebih besar terhadap pelayanan perencanaan individual dan keluarga, juga pengajaran di kelas yang menggunakan dua bahasa (bilingual).   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI, (2) pemaknaan personil sekolah terhadap pelaksanaan program Bimbingan dan Konseling, (3) pemaknaan siswa terhadap program Bimbingan dan Konseling, (4) faktor yang mempengaruhi pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, jenis fenomenologi; dilakukan di SMK Negeri 1 Kota Blitar dengan subjek konselor, personil sekolah dan siswa. Teknik pengumpulan data: (1) wawancara mendalam, (2) observasi, (3) studi dokumentasi. Data yang diperoleh dideskripsikan, dimaknai, dikategorisasikan dan dibuat koneksitas antar data yang telah ditemukan. Keabsahan data diuji dengan, (1) kecukupan referensial, dan (2) triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling di SMK RSBI menggunakan program dan materi pengembangan diri siswa sesuai kurikulum KTSP, menggunakan semboyan konselor sahabat siswa dan menggunakan manajemen yang telah tersertifikasi international standard organization (ISO) 9001. Personil sekolah dalam memaknai Bimbingan dan Konseling adalah membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri di sekolah dan membantu untuk merencanakan karier mereka. Siswa memaknai Bimbingan dan Konseling berbeda-beda sesuai dengan tingkatan kelas. Kelas sepuluh memaknai Bimbingan dan Konseling masih negatif misalnya menghukum, menertibkan. Kelas sebelas memaknai Bimbingan dan Konseling masih kurang akrab dengan siswa. Kelas dua belas memaknai Bimbingan dan Konseling dengan positif membantu menyelesaikan masalah siswa. Faktor yang mendukung pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling meliputi konselor yang selalu meng-update ilmunya, konselor memiliki etos kerja yang tinggi, konselor mendahulukan pekerjaan serta dukungan dari personil sekolah yang positif. Faktor yang menghambat pelaksanaan layanan Bimbingan dan Konseling meliputi belum adanya fasilitas online untuk Bimbingan dan Konseling, ruang bimbingan yang kurang strategis serta dukungan orang tua yang kurang maksimal. Saran: (1) Kepala sekolah hendaknya meningkatkan sarana dan fasilitas sekolah; (2) Konselor hendaknya berkonsultasi kepada pihak-pihak yang lebih ahli dalam melaksanakan layanan Bimbingan dan Konseling; (3) Peneliti selanjutnya disarankan untuk mengadakan penelitian terhadap beberapa sekolah RSBI dan jenjang pendidikan yang berbeda untuk menemukan kekhasan lainnya.

    EFEKTIVITAS TEKNIK THOUGHT STOPPING DALAM KONSELING KELOMPOK REB UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN SISWA MENGHADAPI ULANGAN DI SMP LABORATORIUM UM

    No full text
    ABSTRAK   Wahyuni, Puji. 2012. Efektivitas Teknik Thought Stopping dalam Konseling Kelompok REB untuk Menurunkan Kecemasan Siswa Menghadapi Ulangan di SMP Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nurhidayah, M.Pd (II) Dr. Triyono, M.Pd   Kata kunci: thought stopping, kecemasan menghadapi ulangan, konseling kelompok REB   Siswa yang menghadapi ulangan sering mengalami kecemasan. Salah satu bentuk kecemasan timbul dari pemikiran irasional yang perlu mendapat bantuan.Ulangan adalah hal yang wajar, akan tetapi masih banyak siswa yang nervous, gugup, tidak yakin dengan jawaban yang telah dikerjakan, dan tidak mampu untuk rileks. Pemberian bantuan kepada siswa dilakukan dengan konseling kelompok dengan teknik thought stopping dengan 6 tahap. Teknik thought stopping adalah teknik penghentian pikiran untuk menurunkan kecemasan siswa menghadapi ulangan. Tujuan pelatihan ini adalah mengetahui efektivitas pelatihan teknik thought stopping dalam konseling kelompok REB untuk menurunkan kecemasan siswa menghadapi ulangan di SMP Laboratorium UM. Rancangan penelitian ini menggunakan pre-eksperimental yaitu one-group pre-test post-test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII International Class Program (ICP) sebanyak 8 siswa sebagai kelompok eksperimen yang dipilih berdasarkan pengisian angket skala kecemasan yang memiliki nilai kecemasan tinggi. Teknik analisis yang digunakan yaitu uji beda two related samples tests Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan kecemasan siswa sebelum dan sesudah pelatihan dengan teknik thought stopping pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik thought stopping efektif menurunkan kecemasan siswa kelas VII International Class Program (ICP) di  SMP Laboratorium UM yang dibuktikan dengan nilai yang diperoleh dari uji Wilcoxon sebesar (Z = -2.521a) dengan signifikansi (0.012 < 0.05). Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran sebagai berikut: 1) konselor dapat membantu siswa untuk menurunkan kecemasan menghadapi ulangan menggunakan teknik thought stopping.  2) bagi peneliti selanjutnya dapat  membuat jadwal khusus untuk melakukan konseling kelompok dengan teknik thought stopping dan mempertimbangkan kondisi siswa dengan menggunakan stimulasi yang bervariasi.

    Pengembangan Paket Pelatihan Kesadaran Diri untuk Siswa MAN Malang 1

    No full text
    ABSTRAK   Saputra, Angga Prima Eka. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Kesadaran Diri untuk Siswa MAN Malang 1. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd,   Kata kunci: Kesadaran Diri, Paket Pelatihan, Siswa MAN Malang 1   Kesadaran Diri merupakan kemampuan rasional individu dalam arti mampu memahami berbagai hal secara jelas dan masuk akal terhadap peristiwa-peristiwa di lingkungan serta peristiwa-peristiwa kognitif dengan menggunakan pikirannya untuk mengetahui segala hal yang individu sadari atau yang individu alami secara sengaja dan meninggalkan jejak pada ingatan. Paket Pelatihan Kesadaran Diri Siswa  merupakan media atau alat untuk memberikan pelatihan yang di dalamnya mencakup suatu proses yang sistematis yang meliputi persiapan pertemuan, langkah-langkah pelatihan, pengenalan topik materi, dan tugas rumah yang dapat digunakan untuk mengembangkan dan melatih kesadaran diri siswa secara optimal. Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan angket yang dilakukan oleh peneliti di MAN Malang 1 didapatkan fakta bahwa pelatihan kesadaran diri siswa belum pernah diberikan kepada siswa. Untuk itu agar siswa dapat mengembangkan kesadaran diri secara optimal perlu dikembangkan paket pelatihan kesadaran diri untuk siswa MAN Malang 1. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan secara umum, yaitu : mengembangkan paket pelatihan kesadaran diri untuk siswa MAN Malang 1, sebagai salah satu media yang dapat digunakan konselor dalam memberikan pelatihan kesadaran diri yang dapat diterima secara teoritis. Sedangkan tujuan secara khusus, yaitu untuk : a) Mengahasilkan paket pelatihan kesadaran diri yang bermanfaat untuk siswa MAN Malang 1. b) Mengahasilkan paket pelatihan kesadaran diri yang tepat untuk siswa MAN Malang 1. c) Menghasilkan paket pelatihan kesadaran diri yang menarik untuk siswa MAN Malang 1. Penelitian ini menggunakan model R & D. Desain uji coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif. Subjek uji ahli adalah ahli bimbingan dan konseling, ahli bahasa, dan  calon pengguna produk (konselor) MAN Malang 1. Jenis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data adalah angket penilaian (skala penilaian dan lembar saran). Teknik analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis deskriptif (kategori) dan data kuantitatif menggunakan teknik analisis statistik deskriptif (mean). Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif diperoleh kesimpulan bahwa panduan konselor dinilai ahli BK berguna dengan nilai 3, sangat tepat dengan nilai 3,06 dan menarik dengan nilai 3. Sedangkan panduan siswa dinilai ahli BK berguna dengan nilai 3, tepat dengan nilai 3 dan menarik dengan nilai 3. Penilaian dari ahli bahasa bahwa panduan konselor dinilai ahli bahasa sangat berguna dengan nilai 3,9, sangat tepat dengan nilai 3,7 dan menarik dengan nilai 3. Sedangkan penilaian panduan siswa dinilai ahli bahasa sangat berguna dengan nilai 3,2, tepat dengan nilai 2,97 dan menarik dengan nilai 2,6. Penilaian uji calon pengguna produk, yaitu 2 konselor MAN Malang 1 terhadap panduan konselor dapat disimpulkan bahwa panduan konselor dinilai calon pengguna produk sangat berguna dengan nilai 3,8, sangat tepat dengan nilai 3,85, sangat menarik dengan nilai 3,4. Sedangkan panduan siswa dinilai calon pengguna produk sangat berguna dengan nilai 3,6, sangat tepat dengan nilai 3,55 dan sangat menarik dengan nilai 3,25. Analisis data kualitatif yaitu kata pengantar, daftar isi, langkah-langkah pelatihan, feedback dan penutup agar dipisah, materi diberi nama, evaluasi diberi nomor, rubrik penilaian diberi nama, peruntukan kasus pada langkah pelatihan, dan peletakan gambar supaya artistik dan punya makna, pilihan kata untuk lebih diperhatikan, bahasanya lebih disederhanakan dan disesuaikan dengan tingkat kompetensi siswa, visualisasi gambar dengan kasus lebih dibuat menarik, desain layout buku paket lebih dibuat menarik sesuai tema paket, kasus-kasusnya lebih diperbanyak dan kesadaran diri dalam masa depan diganti dengan kesadaran diri dalam menghadapi masa depan.Sehingga dapat disimpulkan bahwa paket pelatihan kesadaran diri siswa ini bermanfaat bagi siswa MAN Malang 1 dalam pemberian layanan BK secara optimal dengan memiliki keberterimaan sangat berguna, sangat tepat dan sangat menarik secara teoritis. Saran bagi konselor dalam penggunaan paket pelatihan kesadaran diri siswa ini hendaknya konselor mengaplikasikan paket pelatihan ini kepada siswa dan dalam kegiatan pemberian model hendaknya konselor memberikan cuplikan film, sehingga dapat melaksanakan layanan bimbingan konseling bidang pribadi sosial dalam rangka membantu siswa untuk mengembangkan dan meningkatkan kesadaran diri secara optimal. Siswa diharapkan untuk mencari informasi tentang pelatihan kesadaran diri kepada konselor, sehingga siswa mempunyai pengetahuan dan pengalaman baru mengenai bagaimana cara untuk meningkatkan kesadaran diri. Peneliti selanjutnya sebaiknya menjadikan pengembangan paket pelatihan kesadaran diri ini sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya, yaitu menguji efektifitas paket pelatihan kesadaran diri untuk siswa MAN. Tahapan dalam menguji efektifitas tersebut masih dalam serangkaian tahapan pengembangan dalam model R & D Borg and Gall.

    PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN PRIBADI SOSIAL UNTUK MEMBENTUK KETERBUKAAN DIRI SISWA SMP

    No full text
    ABSTRAK   Purwanto, Yudan Ari. 2012. Pengembangan Modul Bimbingan Pribadi Sosial Untuk Membentuk Keterbukaan diri Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd, (II) Irene Maya Simon, S.Pd., M.Pd.   Kata Kunci: keterbukaan diri, modul, siswa SMP   Keterbukaan diri adalah sikap seseorang dalam memberikan informasi positif dan negatif mengenai dirinya kepada lingkungan. Keterbukaan diri perlu dikembangkan, karena sikap terbuka merupakan jalan bagi berkembangnya individu ke arah yang baik. Setiap individu pada dasarnya memiliki sikap keterbukaan diri. Sikap terbuka bisa diajarkan kepada siapa saja, termasuk kepada siswa SMP. Tercatat beberapa tahun belakangan ada fakta mengenai keterbukaan diri remaja SMP, sehingga dikembangkan untuk membantu mencapai perkembangan lebih optimal lagi pada kehidupan selanjutnya. Bimbingan dan konseling mempunyai banyak teknik dan metode dalam membantu siswa menuju perkembangannya yang optimal, termasuk juga untuk membentuk keterbukaan diri di kalangan remaja SMP. Selama ini penerapan dari teknik dan metode belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sebuah media yang bisa membantu siswa untuk membentuk keterbukaan dirinya secara mandiri. Sehingga dipilihlah media yang berupa modul tentang keterbukaan diri yang bisa dipelajari oleh siswa secara mandiri namun masih dalam pengawasan konselor. Penggunaan modul, banyak memiliki keunggulan dibandingkan dengan teknik dan media yang lainnya. Modul keterbukaan diri dapat memandirikan siswa, sehingga siswa bisa belajar secara mandiri tentang keterbukaan diri dan bagi konselor modul keterbukaan diri dapat sebagai data tambahan pemahaman tentang siswa secara mendalam dan dijadikan sebagai tindak lanjut atas kebutuhan siswa. Diadaptasi dari tahap pengembangan yang dicetuskan oleh Borg and Gall (1983). Namun dalam pengembangan ini hanya memakai empat dari sepuluh tahapan yang dicetuskan oleh Borg and Gall: 1) melakukan need assessment dengan berdasarkan penelitian sebelumnya dipadukan dengan kejadian yang ada dilapangan pada beberapa tahun belakangan ini; 2) memilih metode dan teknik yang sesuai dan akhirnya dipilihlah modul; 3) menyusun draf kasar namun sudah sempurna; 4) melakukan uji ahli terhadap draf modul yang telah dibuat. Berdasarkan uji ahli yang telah dilakukan yakni uji ahli media dan materi didapatkan data yang berupa data kualitatif dan data kuantitatif. Dengan kesimpulan keduanya yakni layak. Untuk memperkuat data, pengembang meminta penilaian kepada konselor SMP serta kepada calon konselor dan didapatkan kesimpulan layak untuk diberikan kepada siswa SMP. selanjutnya dilakukan revisi untuk menyempurnakan produk. Penelitian pengembangan ini mempuyai keterbatasan yakni belum diujikan kepada subjek lapangan baik skala kecil maupun skala besar. Sehingga diharapkan adanya peneliti lain yang bisa melanjutkan penelitian dan pengembangan ini agar nantinya diperoleh sebuah produk yang baik dan benar sesuai dengan tahapan yang dicetuskan oleh Borg and Gall serta bermanfaat bagi konselor dan siswa SMP. Serta bisa didapatkan data-data yang berkaitan dengan keterbukaan diri yang bisa bermanfaat bagi semua pihak yang berkepentingan.

    Pengembangan Paket Pelatihan Konseling Sebaya untuk Siswa SMK Negeri 1 Tanjunganom-Nganjuk

    No full text
    ABSTRAK   Kurniasari, Nurul. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Konseling Sebaya untuk Siswa SMK Negeri 1 Tanjunganom-Nganjuk. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M. Pd,  (II) Dr. M. Ramli, M.A.   Kata Kunci: paket pelatihan, konseling sebaya, SMK    Siswa SMK yang dalam perkembangannya berada pada masa remaja, sering mengalami masalah yang mencakup masalah pribadi, sosial, belajar, dan karir. Dalam memecahkan masalahnya, remaja membutuhkan orang atau pihak lain unyuk membantunya. Salah satu layanan bantuan yang ada di sekolah adalah layanan konseling. Akan tetapi terbatasnya jumlah konselor dan banyaknya siswa menyebabkan layanan konseling tidak tersentuh oleh siswa hanya segelintir siswa yang mengunjungi ruang BK. Disamping itu banyak siswa yang enggan datang untuk konseling dengan konselor sekolah dan  siswa lebih senang menceritakan isi hatinya kepada teman dan sahabatnya siswa merasa orang dewasa tidak bisa memahami masalah yang dialami sehingga kebanyakan siswa menceritakan isi hatinya pada teman karena merasa lebih bisa memahami. Melihat hal itu semua maka perlu adanya pelatihan konseling sebaya. Tujuannya untuk membantu memecahkan masalah konseli sebaya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menghasilkan paket pelatihan konseling sebaya untuk siswa SMK sebagai sarana yang dapat digunakan oleh konselor untuk memberi pelatihan ke pada calon konselor sebaya yang dapat diterima dari segi ketepatan, kegunaan, dan kemenarikan. Penelitian ini menggunakan model penelitian dan pengembangan. Data uji coba dalam penelitian ini adalah data deskriptif kualilatif dan data kuantitatif. Subjek uji ahli terdiri dari tiga orang yaitu dosen Bimbingan dan Konseling, ahli media dan calon pengguna produk (konselor) SMK Negeri 1 Tanjunganom- Nganjuk. Jenis data yang digunakan adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif untuk skor total  uji ahli materi sebesar 29 termasuk kategori cukup berguna, 42 termasuk kategori cukup berguna, dan 24 termasuk kategori cukup menarik, sedangkan menurut uji ahli media skor total untuk aspek kegunaan sebesar  28 termasuk kategori sangat berguna, aspek ketepatan sebesar 42 termasuk kategori sangat berguna, 24 termasuk kategori sangat menarik. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dan data kualitatif menunjukkan bahwa paket pelatihan konseling sebaya untuk siswa SMK Negeri 1 Tanjunganom- Nganjuk memiliki keberterimaan dari segi ketepatan, kegunaan, dan kemenarikan. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan diperoleh saran sebagai berikut: (1) konselor hendaknya membantu memberikan pemahaman kepada siswa sambil memberikan pelatihan, (2) peneliti selanjutnya menguji keefektifan paket pelatihan konseling sebaya  menggunakan metode eksperimen dengan kelompok kontrol.

    Studi Kasus Terhadap Interaksi Sosial Siswa Kelas Akselerasi di SMA Negeri 1 Purwosari

    No full text
    ABSTRAK   Istiqomah, Chusnul. 2012. Studi Kasus terhadap Interaksi Sosial Siswa Kelas Akselerasi di SMA Negeri 1 Purwosari. Skripsi Program Studi Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.   Kata Kunci: Interaksi sosial, siswa, kelas akselerasi   Penelitian ini dilatarbelakangi oleh interaksi sosial siswa kelas akselerasi yang berbentuk pertentangan (conflict) di lingkungan sekolah terutama dengan siswa kelas reguler. Interaksi sosial yang terjalin kurang baik terjadi pada saat jam istirahat, class meeting, dan event-event tertentu yang diadakan oleh sekolah. Sedangkan interaksi sosial siswa kelas akselerasi dengan teman sekelasnya berbentuk kerjasama (cooperation) meskipun terdapat beberapa siswa yang kurang mampu berinteraksi dengan teman di kelasnya. Hambatan yang dihadapi siswa kelas akselerasi saat berinteraksi serta pemaknaan tentang interaksi sosial akan mempengaruhi bagaimana mereka berinteraksi dengan lingkungan sekolahnya. Fokus penelitian ini adalah bagaimana interaksi sosial siswa kelas akselerasi di lingkungan sekolah terutama dengan siswa kelas reguler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan rancangan studi kasus. Sumber data utama adalah kata-kata dan tindakan siswa kelas akselerasi di lingkungan sekolah. Data tersebut didukung dokumen yang berkaitan dengan siswa kelas akselerasi seperti daftar nilai UTS. Selain itu, foto aktivitas siswa kelas akselerasi sangat berguna karena menghasilkan data deskriptif . Data dikumpulkan dengan melakukan wawancara, observasi berpartisipasi aktif, dan triangulasi. Analisis data yang diperoleh selama satu bulan penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik deskriptif melalui reduksi data, displai data, dan verifikasi data. Setelah data diperoleh dilakukan pengecekan keabsahan data dengan menggunakan perpanjangan keikutsertaan, metode triangulasi, dan ketekunan pengamatan. Subjek penelitian berada pada kelas XI akselerasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial siswa kelas akselerasi dengan siswa kelas reguler berbentuk pertentangan. Saat program akselerasi baru diselenggarakan hingga saat ini, hubungan antara kelas akselerasi dan kelas reguler tidak terjalin dengan baik. Terdapat dua faktor penghambat interaksi sosial siswa akselerasi di sekolah yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi perasaan bingung dalam menempatkan diri saat bergaul, kurang percaya diri saat bergaul, dan muncul perasaan kaget atau shock saat digolongkan sebagai siswa kelas akselerasi. Sedangkan faktor eksternal meliputi kepadatan aspek akademik berupa pemberian tugas dari guru, siswa dilabel sebagai siswa yang sombong, egois, dan bersikap semaunya sendiri, fasilitas eksklusif dan istimewa menimbulkan kesenjangan sosial. Pemaknaan siswa kelas akselerasi terhadap interaksi sosial dianggap penting namun hal ini belum dapat diwujudkan saat di sekolah karena siswa kelas akselerasi lebih nyaman untuk menarik diri dari lingkungan sekolah terutama dengan siswa kelas reguler. Berdasarkan hasil temuan penelitian tersebut, diberikan saran kepada personil sekolah terutama guru yang mengajar di kelas akselerasi serta konselor diharapkan untuk memberikan motivasi yang berkaitan dengan pentingnya interaksi sosial bagi siswa kelas akselerasi yang memiliki kepadatan aspek akademik agar tidak mengabaikan aspek sosial yang dapat merugikan siswa kelas akselerasi. Untuk penelitian yang lebih lanjut diharapkan mampu mengungkap persepsi siswa kelas akselerasi terhadap siswa kelas reguler.

    EFEKTIVITAS TEKNIK SOSIODRAMA TERHADAP PENINGKATAN KETERAMPILAN SOSIAL SISWA SMP (KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH HUBUNGAN ANTARPRIBADI)

    No full text
    ABSTRAK   Parianti,  Yustina.  2012.  Efektivitas  Teknik  Sosiodrama  terhadap  Peningkatan Keterampilan  Sosial  Siswa  SMP  (Keterampilan  Memecahkan  Masalah Hubungan  Antarpribadi).  Skripsi,  Jurusan  Bimbingan  dan  Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.   Kata Kunci: sosiodrama, keterampilan sosial, siswa SMP   Keterampilan  sosial  merupakan  kemampuan  individu  untuk  berinteraksi dengan orang lain. Individu yang memiliki keterampilan sosial akan secara mudah menyesuaikan  diri  dengan  orang  lain  dan  lingkungannya.  Individu  yang  tidak memiliki keterampilan  sosial  akan  sering merasa  tidak nyaman  saat berinteraksi dengan  orang  lain.  Oleh  karena  itu  agar  siswa  dapat  memenuhi  kewajiban belajarnya dengan optimal maka diperlukan suatu keterampilan sosial. Dalam hal ini  teknik  sosiodrama  merupakan  salah  satu  upaya  untuk  meningkatkan keterampilan sosial siswa. Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui  efektivitas  teknik sosiodrama  terhadap  peningkatan  keterampilan  sosial  siswa  SMP.  Rancangan penelitian  ini menggunakan eksperimen  semu  (quasi experiment design). Subjek penelitian  adalah  siswa  kelas  VII  SMP  Negeri  1  Gandusari  Kabupaten  Blitar sebanyak 8 orang  siswa  sebagai kelompok  eksperimen  yang dipilih berdasarkan skor pengisian  angket  yang  termasuk dalam kategori  rendah. Analisis data  yang digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  statistik  inferensial  non-parametrik,  yaitu uji  beda  two  related  samples  tests  Wilcoxon.  Analisis  ini  dilakukan  untuk mengetahui  perbedaan  tingkat  keterampilan  sosial  siswa  sebelum  dan  sesudah diberikan materi dengan teknik sosiodrama pada kelompok eksperimen. Hasil  penelitian  ini  menunjukkan  bahwa  teknik  sosiodrama  efektif  untuk meningkatkan  keterampilan  sosial  siswa  kelas  VII  SMP  Negeri  1  Gandusari Kabupaten Blitar. Hal  ini ditunjukkan oleh peningkatan  skor keterampilan  sosial kelompok  eksperimen  setelah  diberikan  perlakuan  atau  treatment  dengan menghasilkan nilai Wilcoxon  sebesar  (z =  -2.527a ) dengan nilai Asymp.  Sig.  (2-tailed)  sebesar  0.012,  sehingga  diperoleh  nilai  probability  error  (p  =  0.012

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇