SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pengembangan Buku Panduan Permainan Kelompok untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa

    No full text
    RINGKASAN Riskya, Amna.2018. Pengembangan Buku Panduan Permainan Kelompok untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa.Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A. dan (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd   Kata kunci: Keterampilan komunikasi interpersonal, permainan kelompok, buku panduan Banyak kasus siswa mengalami masalah komunikasi salah satu cara untuk membantu mereka ialah dengan permainan kelompok, namun demikian konselor mengalami kesulitan karena itu mereka memerlukan buku panduan sehingga penelitian ini menghasilkan buku panduan permainan kelompok untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Rancangan penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research) yang diadaptasi dari model Borg and Gall (1983). Kesepuluh langkah model pengembangan Borg and Gall merupakan siklus yang saling berkaitan. Penelitian  pengembangan buku panduan ini  dilakukan sampai pada tahap menghasilkan produk akhir, yaitu berupa buku panduan permainan kelompok untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal yang sudah diuji kevalidanya pada ahli materi, media, dan calon pengguna produk serta uji lapangan terbatas pada kelompok kecil. Berdasarkan uji ahli bimbingan dan konseling, uji ahli media, uji calon pengguna produk dan uji kelompok kecil  secara keseluruhan  memiliki keberterimaan sangat tepat, sangat berguna, sangat mudah dan sangat menarik. Berdasarkan  revisi hasil uji ahli, uji calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil produk yang dihasilkan adalah buku panduan permainan kelompok untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal yang telah dibuktikan kebeterimaanya secara teoritis dan praktis. Penilaian dalam uji ahli mempunyai gradasi berupa skala 1-4, berdasarkan dari hasil uji ahli materi bimbingan dan konseling diperoleh nilai rata-rata 3,8; hasil uji ahli media diperoleh nilai rata-rata 3,9; hasil uji calon pengguna produk diperoleh nilai rata-rata 3,9; hasil uji kelompok kecil dengan penilaian pre test memperoleh nilai tertinggi 79 dan penilaian post test memperoleh nilai tertinggi yaitu 91, berdasarkan dari rentang skor jumlah hasil pengukuran diagram termasuk dalam R3 ( ≥60 sampai denga

    Keefektifan Konseling Realitas Dengan Menggunakan Teknik Metafora Untuk Meningkatkan Perilaku 3R (Right, Responsibility, Reality) Pada Siswa Korban Bullying.

    No full text
    RINGKASANUtami, Hidayati Puja. 2019. Keefektifan Konseling Realitas Dengan Menggunakan Teknik Metafora Untuk Meningkatkan Perilaku 3R (Right, Responsibility, Reality) Pada Siswa Korban Bullying. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. Triyono, M. Pd, (II) Dr. Hj. Muslihati, S. Ag, M.PdKata kunci: Konseling realitas, Teknik Metafora, 3R (right, responsibility, reality), siswa korban bullyingBullying merupakan tindak kekerasan fisik, verbal maupun psikologis yang dilakukan oleh siswa secara berulang kali kepada siswa lain yang tidak berdaya. Bentuk bullying verbal yang terjadi di lingkungan sekolah juga mampu berdampak negatif bagi korban, mereka menjadi sangat tertutup dan susah untuk diajak bekerjasama dalam sebuah kelompok belajar. Hal tersebut sangat merugikan diri siswa sebagai korban bullying karena susah bergaul dalam kelompok. Salah satu intervensi yang dapat digunakan untuk membantu siswa korban bullying yaitu konseling realitas dengan menggunakan teknik metafora.  Dengan menggunakan teknik metafora dapat merangsang imajinasi sehingga akan mendorong pencarian makna-makna serta mengembangkan keterampilan pemecahan masalah. Konseling realitas membantu dalam pencapaian identitas sukses. Hal ini terikat pada konsep 3R, yaitu keadaan dimana individu dapat menerima kondisi yang dihadapinya, dicapainya dengan doing, thinking, feeling, dan menunjukkan respon-respon fisiologis secara bertanggungjawab (responsibility), sesuai realita (reality), dan benar (right). Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan penggunaan konseling realitas dengan menggunakan teknik metafora untuk meningkatkan perilaku 3R pada siswa korban bullying.            Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kuantitatif dengan desain Single Subject Design dengan model A-B-A’. Penelitian ini diawali dengan kegiatan pra konseling pada fase A, yaitu pengerjaan skala perilaku 3R dan observasi perilaku sebelum pemberian treatment berupa konseling realitas. Pada kegiatan konseling fase B, siswa diberikan treatment berupa konseling realitas untuk meningkatkan perilaku 3R. Terakhir, pada fase A’ siswa kembali mengerjakan skala perilaku 3R dan juga di observasi perilakunya setelah pemberian treatment.  Instrumen pengumpul data yang digunakan yaitu skala perilaku 3R, panduan konseling dan pedoman observasi.Hasil analisis data menunjukkan adanya peningkatan tingkat perilaku 3R siswa korban bullying setelah dilakukan konseling realitas. Subjek NA mengalami peningkatan sebesar 81,2 % dan subjek MFY sebesar 78,0 %. Hasil perolehan skor inventori perilaku 3R masing-masing subjek mengalami peningkatan dari fase A ke fase A’. Subjek NA memperoleh skor 65 (rendah) menjadi 125 (tinggi) dan subjek MFY memperoleh skor 60 (rendah) menjadi 118 (tinggi). Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konseling realitas dengan menggunakan teknik metafora efektif untuk meningkatkan perilaku 3R pada siswa korban bullying. Berdasarkan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa konseling realitas dengan menggunakan teknik metafora efektif untuk meningkatkan perilaku 3R pada siswa korban bullying di MAN 3 Jember. Peneliti selanjutnya yang ingin melakukan penelitian tentang konseling realitas dengan menggunakan teknik metafora maupun siswa korban bullying dapat membuat pedoman observasi dengan deskripsi perilaku target yang lebih observable

    Pengaruh Bibliotherapy terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja Tunadaksa YPAC Malang

    No full text
    RINGKASANIslamiyati, Novilia Nur. 2018. Pengaruh Bibliotherapy terhadap Kesejahteraan Psikologis Remaja Tunadaksa YPAC Malang. Skripsi. Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Sri Weni Utami, M.Si(2) Pravissi Shanti, S.Psi, M.Psi.Kata Kunci: bibliotherapy, kesejahteraan psikologis, remaja tunadaksaKesejahteraan psikologis remaja tunadaksa merupakan hal yang penting untuk diperhatikan. Pada masa ini remaja mulai membangun indetitasnya sebagai individu yang produktif di lingkungannya, membuat tujuan dalam pendidikan atau pekerjaan, mengembangkan kapasitas untuk hubungan dengan lawan jenis, dan menerima tanggung jawab sosial. Namun, hal tersebut merupakan tantangan bagi remaja tunadaksa, karena harus menghadapi berbagai permasalahan menyangkut kondisi kecatatan fisik yang dimilikinya, dan keadaannya tentu akan berbeda dengan kondisi remaja normal pada umumnya.Jumlah keterbatasan fisik atau kecacatan dapat mempengaruhi kesejahteraan psikologisremaja tunadaksa, semakin banyak hambatan yang dimiliki maka akan semakin rendah kesejahteraan psikologisyang dimiliki.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruhbibliotherapy terhadapkesejahteraan psikologisremaja tunadaksa.Rancangan penelitian yang digunakan adalah pre-experimental designsdengan model one-group pretest-posttest design. Jumlah subjek yang digunakan adalah 3 subjek siswa YPAC Kota Malang. Instrumen yang digunakan berupa skala psychological well-being sejumlah 31 aitemmenggunakan tryout terpakai dan memiliki indeks reliabilitas 0,908. Selain itu juga digunakan panduan bibliotherapy sebagai acuan dalam menerapkan teknik biblliotherapy.Hasil penelitian dengan analisis uji beda non-parametrik wilcoxon signed ranks testmenunjukkanbahwa nilai  sig. (2-tailed) adalah0,102 > 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwatidak adapengaruh bibliotherapy terhadapkesejahteraan psikologisremaja tunadaksa

    PENGEMBANGAN PANDUAN PELATIHAN MENGGUNAKAN MIND MAP UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA SMK

    No full text
    ABSTRAK   Palupi, Putut. 2017. Pengembangan Panduan Pelatihan Mind Map untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa SMK. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Widada, M.Si., (II) Drs. Djoko Budi Santoso, M.Pd.   Kata Kunci: mind map, motivasi belajar.         Motivasi belajar adalah sebuah dorongan kepada individu yang bertujuan agar individu melakukan aktivitas latihan atau pengalaman guna mendapatkan perubahan. Motivasi belajar berfungsi sebagai pendorong timbulnya tingkahlaku, pengarah, dan penggerak kepada individu untuk melaksanakan kegiatan belajar, sehingga diperlukan motivasi untuk dapat melaksanakan kegiatan belajar dengan efektif. Dalam pelaksanaan bimbingan memerlukan sebuah media untuk menunjang pelaksanaan bimbingan, dan media yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi belajar adalah dengan menggunakan mind map. Mind Map akan membantu untuk merencanakan, berkomunikasi, menjadi lebih kreatif, menyelesaikan masalah, memusatkan perhatian, menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, mengingat dengan baik, belajar lebih cepat dan efisien serta melatih gambar keseluruhan. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa panduan pelatihan membuat mind map untuk meningkatkan motivasi belajar siswa yang berguna, tepat, menarik, dan layak digunakan oleh guru BK dan siswa. Rancangan penelitian yang digunakan untuk menjawab permasalahan penelitian ini adalah rancangan penelitian dan pengembangan (research and development). Model penelitian dan pengembangan (research and development) adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut. Analisis yang digunakan dalam penilaian produk untuk data kuantitatif menggunakan rumus rerata, dan menggunakan analisis data yang ditarik kesimpulan untuk data kualitatif. Hasil penelitian berupa buku panduan pelatihan membuat mind map yang telah memiliki nilai keberterimaan oleh ahli dan calon pengguna produk. Hasil keberterimaan panduan pelatihan mind map dengan melaksanakan penilaian oleh ahli materi, ahli media, dan calon pengguna produk (konselor), yang berdasarkan pada empat aspek yaitu: aspek kegunaan, aspek ketepatan, aspek kemenarikan, dan aspek kelayakan. Penilaian menunjukkan nilai keberterimaan yang baik, sehingga panduan pelatihan ini berguna, tepat, menarik, dan layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan bagi konselor dapat menggunakan panduan pelatihan mind map untuk meningkatkan motivasi belajar sebagai layanan preventif (pencegahan) dalam bimbingan dan konseling. Bagi peneliti selanjutnya, pengembangan panduan ini sampai pada tahap uji kelompok kecil, sehingga dapat dilanjutkan dengan menggunakan penelitian kuantitatif eksperimen untuk mengetahui efektifitas penerapan panduan pelatihan

    Efektivitas Penggunaan Media Anime (Animasi Jepang) Ansatsu Kyoushitsu untuk Peningkatan Motivasi Berprestasi Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Mantup Lamongan

    No full text
    ABSTRAK Perkembangan teknologi yang merambah dunia pendidikan, saat ini keaktifan siswa dan kreatifitas individu sangat dipentingkan kelangsungan kegiatan akademik siswa. Hal ini menimbulkan banyak persaingan yang terjadi untuk menjadi yang terbaik. Tingginya angka persaingan antar siswa dalam meraih prestasi menuntut siswa untuk cepat beradaptasi dengan keadaan tersebut. Siswa yang kurang dalam memiliki semangat untuk bersaing cenderung menyerah dengan keadaan.Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai keefektifitasan  media anime untuk peningkatan motivasi berprestasi siswa kelas IX SMP Negeri 1 Mantup Lamongan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen Pre-Experimental bentuk One-Group Pretest-Posttest Design.Teknik pengumpulan data dilakukan menggunakan inventori motivasi berprestasi. Teknik analisis data mengguanakan analisis statistik non parametrik yaitu uji Wilcoxon. Analisis data dengan perhitungan uji Wilcoxon yang telah dilakukan diperoleh hasil yaitu nilai z sebesar -3,627 serta dengan nilai probabilitas (p) sebesar 0,000 dapat disimpulkan bahwa media anime efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi. Saran bagi penelitian selanjutnya Konselor sekolah hendaknya melakukan layanan bimbingan kelompok menggunakan media anime atau film animasi untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa secara berkala dengan mempertimbangkan kasus-kasus sesuai dengan masalah yang sedang dihadapi siswa,  selain konselor juga perlu mempertimbangkan waktu pelaksanaan pelatihan agar dapat berjalan secara efektif dengan terlaksananya semua tahapan dapat tercapai dengan maksimal. Peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan kelompok kontrol yaitu kelompok yang tidak diberikan treatment namun kelompok kontrol hanya menerima pretes dan postes, hasil pada kelompok kontrol akan dibandingkan dengan hasil pada kelompk eksperimen yang menerima treatment sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih akurat karena dapat membandingkan kelompok yang telah diberikan treatment dan kelompok yang tidak diberikan treatment

    Pengembangan Permainan Simulasi Melalui Media Congklak untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa SMK dalam Menghadapi Praktik Kerja Industri

    No full text
    ABSTRAK   Nabilah, Karimah. 2018. Pengembangan Permainan Simulasi Melalui Media Congklak untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa SMK dalam Menghadapi Praktik Kerja Industri. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. Kata Kunci: permainan simulasi, congklak, resiliensi, praktik kerja industri. Resiliensi merupakan keterampilan yang dapat digunakan dalam menghadapi kemalangan dalam hidup sehingga individu menjadi lebih kuat, percaya diri, dan mampu melihat kemalangan sebagai suatu pembelajaran. Resiliensi dapat ditingkatkan melalui latihan-latihan, semakin individu sering melatih keterampilan ini maka individu semakin resilien. Permainan simulasi adalah salah satu teknik yang dapat dijadikan sarana untuk berlatih keterampilan resiliensi. Permainan simulasi adalah teknik yang dirancang untuk menggambarkan suatu situasi di dalam dunia kehidupan nyata. Melalui teknik ini persoalan-persoalan yang terdapat dalam prakerin yang berkaitan dengan resiliensi dihadirkan sehingga siswa mendapat pengalaman untuk melakukan pemecahan masalah. Dengan demikian, siswa yang sudah bermain dapat menerapkannya pada peristiwa sebenarnya yaitu saat melaksanakan prakerin. Permainan simulasi dapat dilaksanakan dengan berbagai macam permainan salah satu permainan congklak. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan produk permainan simulasi melalui media congklak untuk meningkatkan resiliensi siswa SMK dalam menghadapi prakerin. Produk yang dihasilkan berupa buku panduan permainan dan media permainan congklak. Produk ini digunakan oleh konselor dalam memberikan layanan bimbingan dengan teknik permainan simulasi melalui media congklak untuk meningkatkan resiliensi siswa SMK dalam menghadapi prakerin. Metode penelitian dan pengembangan diawali dengan tahap pengumpulan data melalui analisis kebutuhan dengan wawancara konselor, melakukan kajian literatur, dan observasi fenomema yang ada di lapangan. Selanjutnya mengembangkan produk awal, melakukan uji validitas kepada uji ahli materi, media, serta calon pengguna (konselor), dan yang terakhir melakukan perbaikan untuk menghasilkan produk akhir. Data yang didapatkan dari hasil uji validitas di analisis dengan inter-rater agreement model. Hasil dari penilaian aspek keberterimaan uji validitas dianalisis menggunakan inter-rater agreement model dan diperoleh skor indeks validitas sebesar 1,00 yang berarti produk permainan simulasi melalui media congklak memiliki validitas sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa produk permainan simulasi melalui media congklak memenuhi aspek keberterimaan produk dan layak digunakan dalam memberikan layanan bimbingan. Saran ditujukan pada: (1) konselor diharapkan menggunakan produk permainan simulasi melalui media congklak dalam memberikan layanan bimbingan untuk meningkatkan resiliensi siswa SMK dalam menghadapi praktik kerja industri.; (2) peneliti selanjutnya dapat melanjutkan penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen untuk mengetahui efektifitas penerapan produk permainan simulasi melalui media congklak

    KEEFEKTIFAN PAKET BIMBINGAN PERENCANAAN STUDI LANJUT MODEL CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN KARIER BAGI SISWA SMA

    No full text
    ABSTRAK   Hidayah, Karisma. Keefektifan Paket Bimbingan Perencanaan Studi Lanjut Model Creative Problem Solving untuk Meningkatkan Keterampilan Pengambilan Keputusan Karier bagi Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Muslihati, S. Ag, M.Pd., (II) Drs. Hariadi Kusumo, M. Pd. Kata kunci: paket bimbingan perencanaan studi lanjut, Creative problem solving, keterampilan pengambilan keputusan karier. Keterampilan pengambilan keputusan karier dalam hal ini dikhususkan pada suatu kemampuan untuk menentukan pilihan karier di masa depan yakni studi lanjut. Layanan bimbingan dan konseling dalam bidang karier salah satunya perencanaan studi lanjut yang di laksanakan di SMAN 9 Malang pada faktanya belum terealisasi penuh. Sekalipun pemberian informasi mengenai perencanaan studi lanjut telah dilaksanakan sejak kelas X dan dibuktikan dengan adanya penjurusan sejak awal masuk kelas X, akan tetapi sebagian besar siswa kelas XII belum mempunyai keterampilan pengambilan keputusan karier. Siswa SMA memerlukan perencanaan studi lanjut untuk menentukan berbagai alternatif pilihan, baik itu berhubungan dengan pribadi, sosial, belajar dan karier. Hal ini dipengaruhi oleh dua faktor yaitu internal dan eksternal. Faktor internal meliputi kemampuan, bakat dan minat. Faktor ekternal meliputi lingkungan sekolah dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan paket bimbingan perencanaan studi lanjut model creative problem solving dalam meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan karier bagi siswa SMA. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitan pre-experimental dengan model one group pretest posttest. Subjek penelitian dari kelas XI IPA 6 yang dipilih secara random diantara siswa yang memiliki keterampilan pengambilan keputusan karier yang sedang dan rendah. Siswa yang memiliki skor keterampilan pengambilan keputusan karier yang sedang dan rendah berdasarkan hasil pengukuran dengan skala keterampilan pengambilan keputusan karier selanjutnya dimasukkan dalam kelas eksperimen. Kelas eksperimen terdiri dari 16 siswa. Dalam penelitian ini perlakuan yang digunakan berupa paket bimbingan perencanaan studi lanjut model creative problem solving yang dilakukan selama enam kali pertemuan. Bahan perlakuan yang dieksperimenkan adalah hasil pengembangan yang dilakukan oleh Nadiarenita (2016). Uji hipotesis yang digunakan yaitu uji Wilcoxon Signed Rank Test pada taraf signifikansi 0,000. Hasil penelitian menunjukkan bahwa paket bimbingan perencanaan studi lanjut model creative problem solving efektif untuk meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan karier bagi siswa SMA. Saran penelitian ini, konselor dapat menggunakan paket perencanaan studi lanjut model creative problem solving dalam meningkatkan keterampilan pengambilan keputusan karier bagi siswa SMA

    Keefektifan Sinema Edukasi untuk Meningkatkan Respek Siswa Sekolah Dasar

    No full text
    ABSTRAK   Hubungan siswa dengan teman sebayanya didukung dengan adanya sikap-sikap positif yang dimiliki oleh setiap pribadi. Salah satunya adalah sikap saling menghormati dan menghargai yang meliputi menghormati diri sendiri, orang lain, tempat dan benda, serta perbedaan antar individu. Sikap hormat itu kemudian dikenal dengan istilah respek. Dalam meningkatkan sikap respek siswa SD, bimbingan dan konseling memiliki layanan dasar dengan strategi bimbingan kelompokyang memiliki fungsi pengembangan dan pencegahan. Sinema edukasi dipilih sebagai teknik dalam bimbingan kelompok karena sesuai dengan karakteristik belajar siswa SD yang senang terhadap hal-hal yang bersifat audio-visual.Penelitian ini bertujuan mengetahui keefektifan sinema edukasi untuk meningkatkan respek siswa SD. Penelitian ini menggunakan rancangan pre-experimental one group pretest-posttest design. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD yang memiliki tingkat respek tergolong rendah dan sedang mendekati rendah yang terdiri dari sepuluh orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan berupa skala respek yang telah melewati uji validitas dari 65 butir menjadi 35 butir yang dinyatakan valid, hasil uji reliabilitas sebesar 0,848 serta pedoman eksperimen dengan teknik sinema edukasi yang telah melalui uji ahli. Analisis data dilakukanmelaluiuji non-parametrikWilcoxon Signed Rank Test (WSRT)denganmenggunakanbantuan SPSS 22 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sinema edukasi dapat meningkatkan respek siswa SD. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan skor posttest dan hasil uji Wilcoxon yang menyatakan nilai Z-2,809b serta nilai Asymp. Sig (2-tailed) 0,00

    Penerapan Teknik Pertanyaan Berskala dalam Pertimbangan Nilai Konseling Ringkas Berfokus Solusi untuk Mereduksi Keputusan Prokrastinasi Akademik Siswa SMP Negeri 15 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Perilaku prokrastinasi akademik adalah keputusanmenunda tugas-tugas akademis yang dilakukan dengan sengaja dan berulang-ulang oleh siswa yang meliputi menunda dalam memulai dan menyelesaikan tugas, terlambat dalam menyelesaikan dan mengumpulkan tugas, terjadinya kesenjangan waktu dengan rencana mengerjakan tugas, serta cenderung melakukan aktivitas lain yang dipandang lebih mendatangkan kesenangan. Di dalam pendekatan konseling ringkas berfokus solusi (KRBS) terdapat salah satu teknik yakni pertanyaan berskala dengan pertimbangan nilai yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi perilaku siswa dalam memutuskan prokrastinasi akademik. Melalui lima tahap diantaranya analisis masalah, identifikasi tujuan, identifikasi masalah, pemberian dorongan untuk solusi, dan evaluasi yang dilakukan dengan strategi konseling individu untuk membantu siswa menemukan solusi atas permasalahan prokrastinasi akademik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat prokrastinasi akademik antara sebelum dan sesudah pemberian treatment yang dilakukan dengan menerapkan teknik pertanyaan berskaladalam pertimbangan nilai KRBS.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Quasi Experimental dengan desain subjek tunggal. Subjek dalam penelitian ini berjumlah lima siswa dengan nilai tertinggi yang diambil dari populasi siswa kelas VII F SMP Negeri 15 Malang. Instrumen dalam penelitian ini adalah buku pedoman eksperimen pelaksanaan teknik pertanyaan berskala dengan pertimbangan nilai dalam KRBS dan skala prokrastinasi akademik yang digunakan untuk mengukur tingkat prokrastinasi akademik siswa SMP. Teknik analisis data yang digunakan adalah Uji Wilcoxon Signed Ranks Test. Data disajikan dalam bentuk tabel yang menggambarkan perbedaan skor sebelum dan sesudah pemberian treatment. Hasil penelitiandan analisis Uji Wilcoxon Signed Ranks Test didapatkan nilai Asymp Sig. (2-tailed) sebesar 0,042 dimana nilai tersebu

    Keefektifan Teknik Sinema Edukasi untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Kepercayaan diri yang rendah mungkin dimiliki oleh siswa SMP yang sedang dalam tahap usia remaja. Kepercayaan diri yang rendah akan menghambat siswa untuk beradaptasi dengan lingkungannya di sekolah. Kepercayaan diri yang rendah dapat ditingkatkan dengan salah satu layanan dalam bimbingan dan konseling dengan menggunakan metode sinema edukasi. Sinema edukasi digunakan untuk meningkatkan kepercayaan diri karena sinema memungkinkan siswa untuk mendapatkan semangat dan mendapatkan inspirasi dari tokoh yang ada di dalamnya. Tujuan penelitian ini untuk menguji keefektifan teknik sinema edukasi untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Malang. Hipotesis penelitian adalah teknik sinema edukasi efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VIII di SMP Negeri 6 Malang. Rancangan penelitian menggunakan penelitian pre-eksperimen dengan rancangan one grup pretest posttest design. Subjek penelitian  berjumlah 16 orang siswa dengan tingkat kepercayaan diri yang rendah. Pengambilan subjek dilakukan dengan menggunakan teknik purposive sampling dengan mengambil siswa yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah inventori kepercayaan diri dan pedoman eksperimen. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif dan teknik analisis non parametrik uji beda wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sinema edukasi efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas VIII SMP Negeri 6 Malang. Keseluruhan subjek penelitian mengalami kenaikan skor pretest ke posttest. Pada hasil analisis uji beda wilcoxon menunjukkan bahwa nilai signifikansi (2-tailed) bernilai ,000 yang berarti lebih kecil dar

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇