SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    PERBEDAAN TANGGUNG JAWAB BERPRESTASI ANTARA SISWA AKSELERASI DAN RSBI SMP NEGERI SE-KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Viana, Kartika Nur. 2012. Perbedaan Tanggung Jawab Berprestasi antara Siswa Akselerasi dan RSBI SMP Negeri se-Kota Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II). Dr. Dany Moenindyah Handarini M.A   Kata kunci: Tanggung Jawab Berprestasi, siswa Akselerasi, Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional, Anak berbakat   Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dan akselerasi tidak akan berhasil dalam tujuan mencapai prestasi jika siswa tidak memiliki motivasi berprestasi yang tinggi. Siswa akselerasi dituntut untuk mencapai standar kelulusan minimal dan dapat menyelesaikan waktu belajarnya lebih cepat dibandingkan dengan siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Siswa Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional dituntut untuk dapat mencapai standar kelulusan Internasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Oleh sebab itu tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan tanggung jawab berprestasi antara siswa akselerasi dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional SMP Negeri se-Kota Malang. Tanggung jawab berprestasi merupakan kesediaan menangggung konsekuensi atas perilaku yang telah dilakukan untuk mencapai hasil maksimum. Adapun ciri siswa yang memiliki tanggung jawab beprestasi yaitu bekerja keras mencapai sesuatu yang diinginkan, berusaha melakukan terbaik yang bisa dilakukan, menerima kritikan dengan lapang dada, berani mengakui kesalahan sendiri,berani menanggung resiko atas usaha yang telah dilakukan, mengakui kelebihan yang ada pada diri sendiri, dan tidak menyalahkan orang lain ketika hasil yang didapat tidak sesuai dengan kenyataan. Penelitian ini menggunakan model deskriptif komparatif yaitu penelitian yang mendeskripsikan perbandingan dua buah kelompok data. Metode yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan tanggung jawab berprestasi antara siswa akselerasi dan RSBI ini dengan uji Indepenedent Sampel t-test atau uji dua buah kelompok yang tidak memiliki hubungan. Dari pengujian uji t diketahui bahwa terdapat perbedaan tanggung jawab berprestasi yang signifikan antara siswa Akselerasi dan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Perbedaan tersebut ditunjang oleh perbedaan inteligensi, tuntutan dan harapan dari sekolah pada siswa akselerasi dengan Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Berdasarkan dari penelitian tersebut dapat disarankan bagi guru untuk turut menunjang keberhasilan siswa dengan memberi penguatan misalnya dengan pujian, pemberian hadiah agar siswa termotivasi dan memiliki sikap tanggung jawab terhadap apapun yang menjadi kewajibannya. Bagi orang tua hendaknya memantau perkembangan anak, mendukung setiap kegiatan positif anak dan berusaha memberikan perhatian terhadap belajar anak dirumah.

    Keefektifan Teknik Swa-Kelola dan Swa-Penguatan untuk Meningkatkan Efikasi Diri Akademik Siswa SMAN 9 Malang.

    No full text
    ABSTRAK   Nugraheni, Dewi. 2012. Keefektifan Teknik Swa-Kelola dan Swa-Penguatan untuk Meningkatkan Efikasi Diri Akademik Siswa SMAN 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Triyono, M.Pd (2) Drs. Harmiyanto, M.Pd   Kata kunci: teknik swa-kelola, teknik swa-penguatan, efikasi diri   Pada umumnya setiap siswa memiliki kewajiban untuk rajin belajar agar prestasi belajarnya meningkat. Salah satu faktor yang mempengaruhi naik turunnya prestasi belajar adalah efikasi diri. Efikasi diri adalah keyakinan untuk memperkirakan kemampuan dirinya sendiri dalam menyelesaikan suatu tugas atau kegiatan yang memiliki tujuan tertentu. Perilaku yang menunjukkan efikasi diri rendah diantaranya adalah mengobrol dengan teman, bercanda dengan teman, melamun, meninggalkan tugas sebelum selesai dikerjakan, melihat jawaban teman, bermain HP, tidur-tiduran di kelas, dan melakukan aktivitas tertentu yang tidak ada kaitannya dengan proses belajar (memainkan pulpen dan dasi). Teknik swa-kelola dan swa-penguatan merupakan teknik pengubahan perilaku yang dapat membantu siswa dalam mengelola perilakunya, dan memberikan penguatan untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa. Teknik swa-kelola adalah suatu kemampuan yang berkenaan dengan kesadaran diri dan keterampilan di mana individu mengarahkan pengubahan tingkah lakunya sendiri dengan pemanipulasian stimulus dan respon baik internal maupun eksternal. Sedangkan teknik swa-penguatan adalah suatu tindakan yang dilakukan untuk memberi respon kepada diri sendiri yang berguna untuk menampilkan kembali perilakunya atau mengubah perilakunya tersebut tanpa tergantung lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik swa-kelola dan swa-penguatan untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa SMAN 9 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu, jenis one group pretest-posttest design, dan menggunakan desain eksperimen A-B-A. Subjek penelitian sebanyak 18 siswa kelas X yang didasarkan dari hasil pretest, wawancara dengan konselor dan observasi untuk menentukan subjek penelitian. Hasil analisis menunjukkan terdapat perbedaan antara pretest dan posttest. Berdasarkan hasil pretest dengan menggunakan persentase efikasi diri dapat diperoleh data 83,3% memiliki tingkat kriteria sedang dan 16,6% memiliki tingkat kriteria rendah. Sedangkan hasil posttest setelah siswa diberikan intervensi didapatkan kenaikan tingkat persentase efikasi diri siswa yaitu 5,5%  memiliki tingkat kriteria sangat tinggi, 83,3%  memiliki tingkat kriteria tinggi, dan 11,1%  memiliki tingkat kriteria sedang. Dengan demikian teknik swa-kelola dan swa-penguatan efektif untuk meningkatkan efikasi diri akademik siswa SMAN 9 Malang. Berdasarkan hasil temuan, disarankan: (1). Sebaiknya bagi peneliti selanjutnya diharapkan adanya kelompok kontrol. (2). Hasil penelitian ini hanya berlaku pada tempat pelaksanaan penelitian. (3) Diharapkan konselor tetap memberikan intervensi agar siswa bisa mengoptimalkan pelaksanaan teknik ini.

    efektivitas penggunaan media film untuk meningkatkan empati siswa SMPN 3 Baureno-Bojonegoro

    No full text
    ABSTRAK   Ulya, Himatul. 2012. Efektivitas Penggunaan Media Film untuk Meningkatkan Empati Siswa SMPN 3 Baureno Bojonegoro. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. M. Ramli. M.A., (2). Dr. Muslihati. S.Ag, M.Pd.   Kata kunci:empati, media film   Empati adalah suatu aktifitas untuk memahami apa yang sedang dipikirkan dan dirasakan orang lain, serta apa yang dipikirkan oleh yang bersangkutan terhadap kondisi yang sedang dialami orang lain tanpa yang bersangkutan kehilangan kontrol dirinya. Empati siswa dapat ditingkatkan melalui aplikasi media film. Media film dapat memberikan pengalaman keterampilan pemecahan masalah dengan kondisi remaja yang riil dan mudah dipahami siswa yaitu melalui tayangan film.Masalah penelitian ini adalah penggunaan media film untuk meningkatkan empati siswa SMPN 3 Baureno Bojonegoro. Subyek penelitian yang digunakan adalah siswa SMP yang berjumlah 10 siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian the one-group pretest-postest design. Pengumpulan data yang digunakan berupa skala empati siswa SMP yang diberikan pada awal (pretest) dan akhir (postest) perlakuan. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik non parametrik yaitu dengan menggunakan uji beda wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa penggunaan media film pendek efektif untuk meningkantkan empati siswa SMP. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor postest di akhir pertemuan. Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) konselor perlu memberikan jeda waktu selama 30 menit antara treatment satu dengan treatment berikutnya agar hasil yang diperoleh sesuai dengan hasil treatment, dan mempersiapkan film pendek yang memiliki karakteristik dapat menarik perhatian siswa dan sesuai dengan kematangan siswa. (2) peneliti selanjutnya, jika menggunakan media film pendek harus lebih memperhatikan kualitas film dari treatment yang diberikan. Sebelum melakukan penelitian, sebaiknya peneliti melakukan kegiatan need assessment terlebih dahulu mengenai kasus-kasus yang sering dijumpai pada siswa dalam kehidupan sehari-hari.  

    EFEKTIVITAS TEKNIK SELF-MANAGEMENT TERHADAP PENINGKATAN KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA KELAS XI SMAN 3 PAMEKASAN

    No full text
    ABSTRAK   Umrani, Siti. 2012. Efektivitas Teknik Self-Management Terhadap Peningkatan Kemandirian Belajar Siswa Kelas XI SMAN 3 Pamekasan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Drs. H. Widada, M.Si.   Kata Kunci: self-management, kemandirian belajar, siswa SMA   Kemandirian dalam belajar merupakan upaya bagi siswa untuk sukses. Siswa yang memilliki kemandirian dalam belajar akan mempersiapkan segala kebutuhan belajar, memulai belajar, mengatur waktu dalam belajar, mengetahui teknik belajar yang efektif, dapat mengetahui kekurangan diri, dan dapat mengevaluasi hasil belajarnya sehingga mereka berkembang secara optimal dan berhasil studinya. Sebaliknya, siswa yang tidak memiliki kemandirian dalam belajar pada umumnya terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya. Siswa yang tidak memiliki kemandirian dalam belajar memerlukan pemahaman diri, sehingga mereka perlu mengubah perilaku tersebut agar lebih mandiri dalam belajar. Mengatasi masalah tersebut diperlukan bantuan yang efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pamekasan. Salah satu upayanya ialah pelatihan teknik self-management. Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengetahui efektivitas pelatihan self-management terhadap peningkatan kemandirian belajar siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pamekasan. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment design). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 3 Pamekasan sebanyak 8 siswa sebagai kelompok eksperimen yang dipilih berdasarkan pengisian angket yang memiliki nilai kemandirian belajar yang rendah. Untuk menganalisis data menggunakan statistik inferensial non-parametrik, yaitu uji beda two related samples tests Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat kemandirian belajar siswa sebelum dan sesudah pelatihan self-management pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik self-management efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar siswa kelas XI di SMA Negeri 3 Pamekasan. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar: 1) konselor dapat membantu siswa untuk meningkatkan kemandirian belajar dengan menggunakan pelatihan self-management, sehingga siswa dapat meningkatkan kemandirian dalam belajar. Selain itu, dalam menerapkan teknik self-management konselor harus mempertimbangkan hal-hal seperti: kesiapan konselor, kesiapan siswa, ketersedian waktu, ketersediaan media, memiliki pengetahuan dan keterampilan mengenai teknik self-management dalam membantu siswa yang kurang dan tidak mandiri dalam belajar sesuai dengan tahapan dalam self-management, 2) kepala sekolah dapat memfasilitasi dan bekerja sama dengan konselor untuk mengembangkan program BK. Fasilitas yang diberikan hendaknya lebih ditingkatkan khususnya untuk layanan bimbingan belajar karena mengingat pentingnya bimbingan saat ini sangat bermanfaat bagi perkembangan belajar siswa, dan 3) peneliti selanjutnya yang tertarik dengan penelitian yang sejenis dapat menambah jumlah subjek, tidak hanya siswa yang termasuk kategori sangat rendah atau rendah saja tetapi bisa mengambil subjek yang termasuk kategori sedang sehingga siswa bisa meningkat kemandirian belajarnya. Selain itu bisa menggunakan kelompok kontrol sebagai pembanding.

    Pengembangan Paket Pelatihan Kedisiplinan Siswa SMP Brawijaya Smart School Melalui Pendidikan Berbasis Karakter

    No full text
    ABSTRAK   Oktafia, Nahla Nurafni. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Kedisiplinan Siswa SMP Brawijaya Smart School Melalui Pendidikan Berbasis Karakter. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Widada, M.Si. (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.   Kata Kunci : Pengembangan, Paket Pelatihan, Kedisiplinan, Pendidikan    Berbasis Karakter   Bimbingan dan konseling merupakan salah satu pilar yang penting dalam mengembangkan atau mengaplikasikan pendidikan berbasis karakter. Dimana dalam hal layanannya sangat sarat dengan nilai-nilai moral dan agama. Pendidikan karakter adalah pendidikan yang bertujuan untuk mengembangkan akhlak, moral, atau kepribadian peserta didik melalui penanaman karakter. Fase umur 12-14 tahun merupakan fase dimana siswa   lebih ingin menunjukkan jati diri dan ingin mencoba semuanya. Di masa ini siswa rentan bertindak menyalahi aturan karena mereka ingin mencoba sesuatu hal yang baru, sama halnya dengan siswa SMP Brawijaya Smart School. Di SMP BSS terdapat sekitar lebih dari 48% siswa yang mengalami masalah mengenai kedisiplinan. Seperti terlambat masuk kelas, terlambat mengumpulkan tugas, memakai seragam tidak sesuai dengan peraturan yang ada, tidak mentaati peraturan yang ada serta mencontek saat ujian berlangsung. Sebagian besar siswa mengalami ketidakdisiplinan dalam hal mengumpulkan tugas dan perilaku tidak tepat waktu. Tujuan dari penelitian pengembangan ini adalah untuk menghasilkan paket pelatihan kedisiplinan siswa dan panduan penggunaan untuk konselor yang dapat diterima dari segi teoritik dan praktis serta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pengembangan paket pelatihan kedisiplinan ini mengadopsi tahap-tahap penelitian dan pengembangan dari model Borg and Gall (1983). Sedangkan tahapan dalam penelitian ini meliputi : (1) analisis kebutuhan, (2) perumusan tujuan pelatihan, (3) penetapan prosedur pelatihan, (4) penyusunan prototype, (5) penyusunan alat evaluasi, (6) uji ahli materi dan uji ahli bahasa, dan (7) revisi. Uji validitas dilakukan oleh tiga subjek, yaitu ahli materi, ahli bahasa, calon pengguna produk (dalam hal ini konselor) serta uji kelompok kecil (26 orang siswa kelas VIII SMP). Uji validitas ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian antara teori dan praktis dalam hal kegunaan, ketepatan, dan kemenarikan. Instrumen yang digunakan dalam uji validitas ini berupa skala penilaian dan lembar saran. Hasil pengisian skala penilaian dan lembar saran ini dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil analisis data validitas menunjukkan bahwa paket pelatihan kedisiplinan siswa dapat diterima dalam segi kegunaan, ketepatan, dan kemenarikan. Begitu juga dengan panduan penggunaan paket untuk konselor dapat diterima dalam segi kegunaan, ketepatan, dan kemenarikan. Saran dari peneliti yang diberikan berhubungan dengan pemanfaatan (pengguna paket) yaitu konselor dapat menggunakan paket pelatihan ini untuk membantu siswa meningkatkan kedisiplinanya, dan guru mata pelajaran dapat menggunakan beberapa evaluasi atau refleksi yang ada didalam paket untuk kepentingan pembelajaran. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu: (1) perlu diadakan uji lapangan/kelompok besar, (2) perlu dibuat sejumlah instrument untuk mengukur peningkatan kedisiplinan siswa, dan (3) jika ingin menggunakan paket pelatihan kedisiplinan ini, hendaknya peneliti melakukan need assessment di tempat yang ingin diteliti.

    Pengembangan Model Pengelolaan Analisis Data Need Asessment Berbasis Software

    No full text
    ABSTRAK   Agustina, Nur Wulan. 2012. Pengembangan Model Pengelolaan Analisis Data Need Asessment Berbasis Software. Skripsi, Jurusan  Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd (II) Drs. H. Widada, M.Si   Kata Kunci: Pengembangan, Pengelolaaan, Analisis data, Need Asessment, Software.   Pelaksanaan asessment di sekolah disamping memerlukan penguasaan petunjuk dan sintesis juga sangat menyita waktu dan tenaga konselor. Oleh karena itu, dimungkinkan untuk menggunakan komputer sebagai alat bantu assessment untuk memperlancar kegiatan assessment tersebut. Tujuan dikembangkan pengembangan model pengelolahan analisis data dalam bentuk software sehingga siswa lebih mudah mengerjakan inventori need assessment dan konselor lebih mudah menganalisis hasil dari inventori need assessment siswa. Penelitian dilalukan di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang, rancangan yang digunakan adalah rancangan model pengembangan dari Brog dan Gall (1983). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa kelas XI IPA 1, 30 siswa kelas XI IPA 2, 32 siswa kelas XI IPA 3. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap uji lapangan awal dan tahap uji lapangan utama. Uji lapangan awal dilakukan kepada ahli Bimbingan dan Konseling, ahli media, konselor dan sekelompok siswa. Uji lapangan utama dilakukan kepada sekelompok siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang kelas XI IPA 1, XI IPA 2 dan XI IPA 3. Berdasarkan hasil uji lapangan awal didapatkan 81 butir pernyataan karena ada beberapa pernyataan yang masih memiliki lebih dari satu ide dalam satu pernyataan, maka dijabarkan lagi sehingga menjadi 87 butir pernyataan. Dengan adanya model pengembangan pengelolaan analisis data need assessment berbasis software ini, disarankan agar konselor dapat memanfaatkan pengelolaan analisis data need assessment berbasis software untuk pemetaan kebutuhan siswa, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja konselor.

    PENGEMBANGAN PANDUAN BIMBINGAN PENINGKATAN DAYA PIKIR ANAK TK DENGAN TEKNIK PERMAINAN KELOMPOK

    No full text
    ABSTRAK   Meirina, Tria. Pengembangan Panduan Bimbingan Peningkatan Daya Pikir Anak TK dengan Teknik Permainan Kelompok. Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling dan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd, (II) Dr. Nur Hidayah, M.Pd   Kata Kunci: Panduan  Bimbingan, Daya Pikir, Anak TK, Permainan Kelompok   Bimbingan di TK bertujuan membantu individu agar dapat mencapai perkembangan yang optimal dan dapat memahami sesuatu yang dipelajarinya. Anak TK diharapkan terampil dalam berpikir, dan memiliki kepekaan terhadap pengaruh dari luar. Dalam prosesnya, anak belajar dari lingkungan dan alam sekitarnya, dengan tujuan memperoleh pengetahuan yang baru atau situasi yang belum dikenalnya. Guru diharapkan dapat menggunakan panduan bimbingan ini dalam membantu anak agar memahami mengapa hari, bulan, dan tahun harus berganti, mengenal warna-warna dalam angka-angka tanggal, mengenal konsep bilangan secara sederhana, mengenal konsep waktu yang sederhana (sekarang, besok, lusa, dua hari lagi dan lain-lain) melalui permainan. Dengan bermain, anak diajak untuk bereksplorasi, menemukan, dan memanfaatkan objek-objek yang dekat dengan anak, sehingga akan membantu mengembangkan daya pikir anak dalam hal berhitung dan pemahaman konsep waktu. Sesuai latar belakang tersebut, maka tujuan  pengembangan dalam penelitian ini adalah menghasilkan panduan bimbingan dengan teknik permainan kelompok untuk meningkatkan daya pikir anak serta untuk mengetahui kegunaan (utility), keterlaksanaan (visibility), kejelasan, kemenarikan, dan ketepatan (accuracy). Rancangan penelitian adalah penelitian pengembangan dengan menggunakan langkah-langkah dari Dick and Carey (1990). Langkah-langkah dari Dick and Carey yang digunakan penulis dalam penelitian ini meliputi tahap pra-pengembangan, pengembangan, tahap evaluasi dan revisi. Panduan ini telah dinilai oleh 1 orang ahli dan seorang calon pengguna produk. Ahli juga memberi masukan untuk menyesuaikan judul, tujuan umum dan evaluasi. Hasil uji coba menunjukkan masih perlu penyempurnaan pada bagian pendahuluan terutama tujuan khusus dan petunjuk khusus. Pada bagian materi bimbingan yang perlu disempurnakan adalah tahapan prosedur pelaksanaan permainan  pada penggalan 1 sampai dengan penggalan 3 disusun mulai persiapan, pelaksanaan, penutup, dan evaluasi dalam permainan. Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran yang diberikan oleh peneliti untuk pemanfaatan buku panduan, yaitu: (1) Untuk peneliti selanjutnya, perlu melakukan penelitian lebih lanjut sampai pada uji kelompok kecil dan uji lapangan agar validitas panduan ini dapat lebih baik mengingat penelitian ini hanya sampai pada uji ahli, (2) Kegiatan bermain tidak terjadi dengan sendirinya oleh karena itu selain memberikan permainan kepada anak, guru juga disarankan untuk memiliki kemampuan dalam memahami teknik-teknik bermain dan mengembangkannya.

    Efektivitas Penggunaan Cinema Therapy untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa MTs.

    No full text
    ABSTRAK   Robiah, Faidatur. 2012. Efektivitas Penggunaan Cinema Therapy untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa MTs. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd., (2) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A.   Kata kunci: motivasi berprestasi, cinema therapy, film   Penelitian efektivitas penggunaan cinema therapy untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa MTs dilatarbelakangi oleh pengaruh globalisasi yang semakin merambah dunia pendidikan. Hal tersebut membuat siswa menghadapi tantangan lebih berat daripada generasi sebelumnya. Kurikulum pendidikan yang menuntut keaktifan siswa dalam memperoleh informasi sendiri menimbulkan persaingan yang ketat. Namun, sangat disayangkan bahwa kebanyakan siswa justru kurang memiliki gairah dalam menghadapi persaingan itu, terutama siswa MTs yang merasa jenuh karena mendapatkan mata pelajaran lebih banyak daripada siswa lain. Salah satu penyebabnya adalah motivasi berprestasi siswa yang rendah. Kurangnya perhatian konselor untuk memberikan layanan bimbingan dengan teknik yang sesuai dan menyenangkan mengenai pentingnya motivasi berprestasi menjadikan topik ini perlu diangkat agar siswa memiliki motivasi berprestasi tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan cinema therapy dalam meningkatkan motivasi berprestasi siswa MTs dengan menggunakan rancangan penelitian eksperimen semu jenis one group pretest and posttest designe. Subjek penelitian berjumlah delapan orang siswa MTs yang memiliki kriteria motivasi berprestasi rendah yang diukur dengan menggunakan skala motivasi berprestasi siswa MTs berdasarkan kriteria motivasi berprestasi menurut Edward Murray. Kegiatan penelitian diawali dengan pemberian pretest. Pretest diberikan untuk mengetahui skor negosiasi yang dimiliki siswa sebelum pelaksanaan treatment. Treatment dilakukan dalam sepuluh kali pertemuan yang diawali dengan kegiatan ice breaking pada pertemuan pertama dan tujuh kali pertemuan untuk penayangan film. Penerapan cinema therapy memiliki beberapa tahap yang meliputi: penayangan film, diskusi refleksi isi film, refleksi diri, pengembangan komitmen, uji coba komitmen dan refleksi pengalaman. Penelitian ini menggunakan skala motivasi berprestasi yang diberikan pada awal dan akhir perlakuan. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik non parametrik uji Wilcoxon, dengan perolehan z = -2.524 dan sig = 0,012 (< 0,05). Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa cinema therapy efektif untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor pada postest di akhir pertemuan. Oleh sebab itu, maka diajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sbb: (1) aplikasi teknik penggunaan cinema therapy hendaknya mempertimbangkan hal-hal seperti: kesiapan konselor, kesiapan siswa, alokasi waktu, jenis film yang ditayangkan, isi cerita dan amanat yang terkandung dalam film. (2) pengembangan penelitian bagi peneliti yang tertarik untuk mengembangkan cinema therapy agar dapat menggunakan kelompok kontrol dalam pelaksanaan eksperimen, sehingga bisa dilihat perbedaan antara kelompok yang diberikan cinema therapy dan tidak. Selain itu, pemberian posttest dapat diberikan tidak hanya satu kali, sehingga dapat dilihat bahwa peningkatan siswa sifatnya tidak hanya sementara.

    HUBUNGAN ANTARA KECERDASAN EMOSIONAL DAN SELF ESTEEM DENGAN PERILAKU AGRESI SISWA SMK SE-KECAMATAN BAURENO KABUPATEN BOJONEGORO

    No full text
    ABSTRAK   Mahaneni, Gati. 2012. Hubungan Antara Kecerdasan Emosional, dan Self Esteem dengan Perilaku Agresi Siswa Kelas XI SMK Se-Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Henny Indreswari, M.Pd. (II) Dr Adi Atmoko, M.Si.   Kata kunci: Kercedasan Emosional, Self Esteem dan Perilaku Agresi   Fenomena perilaku agresi seperti perkelahian mulut di sekolah yang berlanjut perkelahian di jalanan terjadi pada siswa SMK di Kecamatan Baureno Kabupaten Bojonegoro. Meskipun hanya menimbulkan korban luka, namun hal tersebut seringkali terjadi dan menjadi pemicu perkelahian antara pelajar yang lebih besar. Teori memandang bahwa perilaku agresi dilakukan oleh siswa yang memiliki kecerdasan emosi dan self esteem yang rendah. Melalui penelitian ini akan dibuktikan apakah teori tersebut dapat menjadi wacana sebagai solusi mengatasi permasalahan di atas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara tingkat kecerdasan emosional dengan perilaku agresi siswa, dan ada tidaknya hubungan antara self esteem dengan perilaku agresi siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dan korelasional. Populasi penelitian ini adalah siswa SMK di Kecamatan Baureno Kabupaten bojonegoro. Teknik sampling yang dignakan adalah cluster random sampling berjumlah 118 siswa. Instrumen yang digunakan adalah skala kecerdasan emosional, skala self esteem dan skala perilaku agresi yang dikembangkan menggunakan model penskalaan Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dengan perilaku agresi dengan koefisien regresi sebesar -3,599 signifikansi 0,009, dan terdapat hubungan negatif yang signifikan antara self esteem dengan perilaku agresi dengan koefisien regresi -sebesar -3,312 signifikansi 0,001. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada konselor untuk meningkatkan dan memperbanyak rancangan program bimbingan konseling yang berhubungan dengan kecerdasan emosional, self esteem dan perilaku agresi dan menambah kerjasama dengan lembaga profesional di bidang tersebut. Melihat siswa kelas XI nantinya berpengaruh terhadap prestasi siswa dan hubungan sosial siswa dengan lingkungan sekitar.                           ABSTRACT   Mahaneni, Gati. 2012. The correlation between emotional intelligence and self esteem with aggression attitude of vocational school students in Baureno sub district, Bojonegoro regency. Thesis, Study Program of Guidance and Counseling, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education Science, State University of Malang. Advisor: (I) Dra. Henny Indreswari, M.Pd. (II) Dr Adi Atmoko, M.Si.   Key words: emotional intelligence, Self Esteem and aggression attitude   The phenomenon of aggression attitude like mouth fighting at school and is continued physical fighting on the street occurs in vocational schools students in Baureno sub district Bojonegoro regency. Even though it is only arousing injury victims, but it is often occurs and being the trigger of fighting between more widely students in this area. The theory regards that aggression attitude conducted by students who have low emotional intelligence and self esteem. Through this study, it will be proved whether the theory can be the discourse as the solution on this problem. This study is aimed to know the presence or absence of correlation between emotional intelligence level with students’ aggression attitude, and the presence or absence of correlation between self esteem with vocational schools students’ aggression attitude in Baureno sub district Bojonegoro regency. Design of this study is descriptive and correlational. Population of this study is vocational school students in Baureno sub district Bojonegoro regency. Sampling technique used here is cluster random sampling of 118 students. Instrument used here is emotional intelligence scale; self esteem scale and aggression attitude scale that is developed by using Likert scale model. The result of this study shows that there is significant negative correlation between emotional intelligence with aggression attitude with coefficients regression of -3,599 significance 0,009 and there is significant negative correlation between self esteem and aggression attitude with coefficients regression of -3,312 significance 0,001. Based on the result of this study, it is suggested that counselors, they are expected to arrange a guidance and counseling program in correlation with emotional intelligence, self esteem and aggression attitude and cooperate with professional institution in focus. By seeing the eleventh grade students in the future, it influence students’ achievement and social correlation with neighborhood.

    Pengembangan Media Interaktif Dengan Konten Self-talk Untuk Menumbuhkan Harga Diri Siswa

    No full text
    ABSTRAK   Bakhri, Bakhtiarina Perihatin. 2012. Pengembangan Media Interaktif dengan Konten Self-talk untuk Menumbuhkan Harga Diri Siswa. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare AT., M.Pd., (II) Dr. M. Ramli, M.A.   Kata kunci: self-talk, harga diri, media interaktif.   Media mempunyai kedudukan yang penting dalam proses pemberian informasi/materi. Media juga mempunyai potensi sebagai penyalur untuk menjelaskan pesan sehingga memudahkan siswa dalam menerima pesan tersebut. Selain itu, media juga mempunyai potensi dalam hal meningkatkan minat, perhatian dan motivasi siswa dalam memahami suatu informasi/materi. Berdasarkan hasil observasi ke SMP Ma’arif 1 Pasuruan pada 9 September 2012, pemberian layanan bimbingan dan konseling masih terpusat pada layanan klasikal maupun diskusi kelompok. Selain itu, kurangnya pemahaman siswa mengebai self-talk dan pentingnya harga diri yang harus dimiliki oleh siswa membuat peneliti ingin mengembangkan sebuah media bimbingan dan konseling untuk dapat digunakan dalam proses pemberian layanan bimbingan dan konseling di sekolah. Penelitian pengembangan ini memiliki tujuan yaitu menghasilkan media interaktif dengan konten self-talk untuk menumbuhkan harga diri siswa. Secara khusus, penelitian ini disusun untuk memperoleh deskripsi mengenai: 1) isi media, dan  2) tingkat keterterimaan format dan bentuk media. Penelitian ini menggunakan rancangan dengan model Borg and Gall (1983) dengan tahap: 1) melakukan need assessment, 2) mendesain produk (prototype), 3) melakukan uji ahli dan 4) melakukan uji calon pengguna produk. Subjek uji coba adalah ahli BK, ahli media dan calon pengguna produk yaitu dua orang konselor SMP Ma’arif 1 Pasuruan. Jenis data dalam penelitian ini kuantitatif dan kualitatif. Instrumen pengumpul data menggunakan angket yang terdiri dari skala penilaian dan lembar saran. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut ahli materi BK media interaktif sangat berguna, tepat, menarik, dan mudah. Berdasarkan penilaian ahli media, media yang dikembangkan sangat berguna, sangat tepat, menarik dan mudah. Berdasarkan penilaian calon pengguna produk menunjukkan bahwa media interaktif yang dikembangkan sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik dan sangat mudah. Menurut peneliti, diharapkan menggunakan media interaktif dengan konten self-talk untuk menumbuhkan harga diri siswa ini dalam menyampaikan layanan BK di sekolah. Peneliti selanjutnya perlu melakukan penelitian langsung untuk mengetahui efektivitas media interaktif.  

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇