SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
EFEKTIFITAS KLARIFIKASI NILAI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN AKAN NILAI MENGHARGAI (RESPECT) SISWA SMP
ABSTRAK Awaliana, Vibrina Rachma. 2012. Efektifitas Klarifikasi Nilai Untuk Meningkatkan Kesadaran Akan Nilai Menghargai (Respect) Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A. (II) Yuliati Hotifah, S.Psi. M.Pd. Kata kunci: klarifikasi nilai, kesadaran akan nilai menghargai. Kesadaran akan nilai menghargai bisa diartikan sebagai pemahaman, kemauan, kesiagaan individu untuk melakukan hubungan yang menumbuhkan perikehidupan yang rukun, tertib dan damai. Adakalanya individu menginginkan persamaan sehingga menolak perbedaan. Akibatnya perbedaan tersebut memicu munculnya sikap tidak menghargai. Untuk memunculkan sikap menghargai maka digunakan teknik klarifikasi nilai. Melalui teknik ini, dapat meningkatkan kesadaran akan nilai menghargai, karena dalam penerapannya memiliki beberapa tahap meliputi memilih, menghargai, bertindak, dan refleksi sehingga dapat memperluas wawasan siswa mengenai perbedaan dan saling menghargai. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas klarifikasi nilai untuk meningkatkan kesadaran akan nilai menghargai (respect) siswa SMP. Klarifikasi nilai (values clarification) memberi penekanan pada usaha membantu siswa dalam mengkaji perasaan dan perbuatannya sendiri untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang nilai-nilai mereka sendiri. Teknik klarifikasi nilai dimulai dari penyajian pola sejumlah cerita berupa contoh kasus yang mengandung konflik nilai dengan pancingan-pancingan pertanyaan, Subjek coba dilibatkan dalam suasana cerita dan didorong untuk menjelaskan perasaan dan nilai yang ada pada dirinya serta mengambil keputusan dan argumentasi yang kuat. Metode penelitian ini adalah penelitian eksperimen one group pretestposttest design. Subjek penelitian berjumlah 11 siswa SMP yang memiliki skor terendah (kategori rendah dan sedang) dalam pretest skala kesadaran akan nilai menghargai. Pengumpulan data yang digunakan berupa skala kesadaran akan nilai menghargai (respect) siswa SMP yang diberikan pada awal dan akhir perlakuan, serta data kualitatif jawaban siswa. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dengan menggunakan pedoman observasi. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa klarifikasi nilai dengan menggunakan contoh kasus efektif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai menghargai siswa SMP. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor pada posttest di akhir pertemuan. Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) dalam mengaplikasikan teknik ini, konselor harus menyesuaikan bacaan yang sesuai dengan usia kelompok eksperimen, contoh kasus yang diberikan lebih baik mengenai masalah yang sering dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari, dan perlu menjelaskan mengenai gambaran contoh kasus. (2) saran pengembangan, untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan teknik dan media yang sama, akan tetapi menggunakan kelompok kontrol dan jenis penelitian time series. Sebelum melakukan penelitian hendaknya melakukan need assessment terlebih dahulu.
EfektifitasDiskusiKelompokuntukMembantuSiswadalamKemantapanPengambilanKeputusanStudiLanjutpadaSiswaKelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Mojosari
ABSTRAK Vardana, Jefre Hasendra. 2012. Efektifitas Diskusi Kelompok untuk Membantu Siswa dalam Kemantapan Pengambilan Keputusan Studi Lanjut pada Siswa Kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Mojosari. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Bolilasan, M.Pd, (II) Drs. H. Widada, M.Si. Kata Kunci: diskusikelompok, pengambilankeputusan, studilanjut. Diskusi kelompok adalah teknik bimbingan kelompok yang dilaksanakan dengan maksud agar para siswa anggota kelompok mendapatkan kesempatan untuk memecahkan permasalahan bersama-sama. Diskusi kelompok ini bisa digunakan untuk memberikan informasi secara lengkap tentang studi lanjut, dengan harapan agar siswa dapat merencanakan atau mengambil keputusan secara tepat dan mantap sesuai dengan potensi yang dimiliki. Banyaknya jumlah perguruan tinggi negeri ini sebenarnya memudahkan calon mahasiswa, tetapi karena tidak semua perguruan tinggi negeri favorit maka para calon mahasiswa pun bingung menetapkan pilihan. Tujuan dalam penelitian ini adalah mengetahui evektifitas Konseling kelompok dengan teknik diskusi kelompok untuk membantu kemantapan pengambilan keputusan studi lanjut. Penelitian ini menggunakan rancangan quasi-eksperimen. Dengan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Mojosari dengan jumlah 29 anak kemudian difokuskan pada siswa yang belum mantap dalam mengambil keputusan studi lanjut yaitu berjumlah 11 siswa. Variabel penelitian ini ada dua yaitu variabel bebas (X), yaitu diskusi kelompok dan variabel terikat (Y), yaitu kemantapan pengambilan keputusan studi lanjut. Pengumpulan data dilakukan melalui metode angket tertutup. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji beda two related samples tests Wilcoxon. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik diskusi kelompok dapat meningkatkan kemantapan pengambilan keputusan studi lanjut pada siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Mojosari. Hal ini didasarkan pada hasil analisis data dengan uji beda two related samples tests Wilcoxon. Sehingga hipotesis alternatif yang berbunyi “ Terdapat perbedaan yang signifikan dalam kemantapan pengambilan keputusan studi lanjut antara sebelum dan sesudah penerapan diskusi kelompok terhadap siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 1 Mojosari “ dapat diterima.
Pengembangan Media Permainan Simulasi Pengelolaan Emosi untuk Siswa Kelas X SMKN 2 Malang
ABSTRAK Setyaningrum, Yunita. 2012. Pengembangan Media Permainan Simulasi Pengelolaan Emosi untuk Siswa Kelas X SMKN 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (2) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata kunci: pengelolaan emosi, permainan simulasi, siswa SMK Kemampuan pengelolaan emosi diri ditunjukkan dengan: mengelola diri, mengendalikan emosi yang impulsif, menyalurkan emosi dengan tepat ke arah tingkah laku yang bertanggung jawab, dan mengendalikan emosi yang menimbulkan perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Di SMK Negeri 2 Malang terdapat banyak permasalahan yang berkaitan dengan keterampilan pengelolaan emosi siswa. Diantaranya yaitu pertengkaran yang terjadi antara sekelompok siswi kelas X UPW dan X KPR. Siswa memerlukan peningkatan kemampuan pengelolaan emosi. Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah teknik permainan simulasi, namun belum ada medianya. Karena itu perlu dikembangkan media permainan simulasi pengelolaan emosi. Tujuan dilaksanakan pengembangan ini adalah menghasilkan media permainan simulasi pengelolaan emosi untuk siswa SMK yang memiliki tingkat ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan yang tinggi. Hasil akhir dari pengembangan ini terdiri dari media permainan simulasi dan buku panduan penggunaan media permainan simulasi. Prosedur pengembangan media permainan simulasi pengelolaan emosi ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari Borg and Gall. Subjek penelitian 10 orang siswa yang dipilih secara acak. Instrumen pengumpulan data adalah angket penilaian yang menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif. Data dianalisis menggunakan taknik analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media permainan simulasi pengelolaan emosi memiliki akseptabilitas yang tinggi dari segi ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan baik menurut ahli BK, ahli media, konselor, dan siswa. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan: (1) konselor hendaknya menggunakan media ini dengan pendekatan tindakan bimbingan, (2) peneliti selanjutnya hendaknya melakukan uji coba penggunaan media ini melalui eksperimen dengan kelompok kontrol.
PERILAKU MEROKOK PADA MAHASISWI DI KOTA MALANG
ABSTRAK Afritantya, Rizky. 2012. Perilaku Merokok pada Mahasiswi di Kota Malang. Skipsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd., (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci: Perilaku Merokok, Mahasiswi, Malang Perilaku merokok setiap tahun mengalami peningkatan jumlah pelakunya. Bukan hanya laki-laki, melainkan juga dilakukan oleh perempuan. Saat ini tidak jarang dijumpai mahasiswi di kota Malang yang merokok di kafetaria. Umumnya mahasiswi-mahasiswi tersebut berasal dari luar kota yang tinggal di kost atau mengontrak rumah. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai perilaku merokok pada mahasiswi tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal, mencakup motif perilaku merokok, proses pembentukan perilaku merokok, pola perilaku merokok, berbagai faktor penguat, berbagai dampak dari merokok, serta hal-hal lain yang bermakna yang dapat mempengaruhi hasil penelitian. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Metode penggalian data yang digunakan adalah wawancara dan observasi. Prosedur analisis data menggunakan analisis domain. Lokasi penelitian berada di kontrakan dan beberapa kafetaria dengan teknik penjaringan sumber data menggunakan teknik bola salju. Untuk menguji keabsahan data, peneliti melakukan ketekunan pengamatan serta triangulasi sumber, triangulasi waktu, dan triangulasi teknik. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini adalah: (1) Motif mahasiswi perokok adalah adanya keinginan dari dalam diri, sudah terbiasa dengan perilaku merokok, serta mahasiswi juga mendapatkan perasaan yang menyenangkan saat merokok, (2) Pembentukan perilaku merokok dimulai dari mengetahui rokok dari ayah dan media elektronik pada waktu kecil. Kemudian informan tertarik untuk mencoba rokok pada semester awal kuliah. Informan mulai aktif menghisap beberapa batang dalam sehari. Semakin lama intensitas merokoknya semakin meningkat hingga sekarang menjadi terbiasa merokok, (3) Informan sekarang bisa menghisap rokok serta mengeluarkan asapnya melalui mulut dan hidung. Sisa pembakaran rokok dibuang di asbak jika tersedia. Informan dapat digolongkan sebagai perokok ringan dan berpotensi menjadi perokok sedang. Rokok yang dihisap berjenis ringan seperti menthol, mild dan light (rokok putih). Informan lebih memilih merahasiakan perilaku merokoknya di depan orang tua, (4) Faktor yang memperkuat perilaku merokok mahasiswi adalah orang tua yang kurang mengawasi dan menjadi model perilaku merokok, lingkungan pergaulan yang juga perokok, perilaku merokok sudah dimaklumi masyarakat modern, serta rokok dapat menghilangkan rasa mual setelah makan, (5) Berbagai dampak negatif yang dirasakan informan berkenaan dengan kesehatan dan finansial, sedangkan dampak positifnya berkenaan dengan persahabatan, ketenangan dan keterbukaan pikiran dalam menilai orang lain, (6) Penemuan lain dalam penelitian ini adalah informan memahami dampak merokok, mahasisiwi informan yang merokok adalah kalangan menengah ke atas, mahasiswi informan menghargai keberadaan orang lain saat merokok namun kurang menyadari akan efek jangka panjang dari rokok untuk orang lain, informan khawatir perilaku merokoknya diketahui orang tua, mahasiswi perokok lebih senang menentukan masa depannya sendiri, serta hubungan percintaan dapat mempengaruhi perilaku merokok pada mahasiswi. Saran dari penelitian ini adalah: (1) Bagi Jurusan Bimbingan Konseling, berkaitan dengan mata kuliah Konseling Multi Budaya, penelitian ini dapat dijadikan wacana terhadap perbedaan nilai-nilai yang dimiliki oleh mahasiswi saat ini, (2) Bagi Konselor Sekolah Menengah, diharapkan memberikan informasi yang bersifat preventif agar peserta didik tidak mudah terpengaruh terhadap lingkungan kelak, (3) Bagi Institusi di Perguruan Tinggi, untuk memberikan sosialisasi kepada mahasiswi terutama yang berasal dari luar kota mengenai perilaku merokok dan dampaknya, (4) Bagi Informan, untuk lebih bijak lagi dalam berperilaku, agar suatu saat tidak mengecewakan orang tua dan mengurangi dampak negatif yang diterima, (5) Bagi Penelitian Selanjutnya, diharapkan dapat memberikan informasi tentang bagaimana peran pasangan/pacar terhadap pembentukan perilaku pada perempuan dewasa.
KEEFEKTIFAN KONSELING BEHAVIOR DENGAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA SMPN 4 BLITAR
ABSTRAK Rahmawati, Anita. 2012. Keefektifan Konseling Behavior dengan Teknik Self-Management untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa di SMP Negeri 4 Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)Dr. Triyono, M.Pd, (II)Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd Kata kunci: behavior therapy, self management, kedisiplinan siswa Siswa yang tidak disiplin terhadap peraturan sekolah rentan dengan penurunan prestasi belajar. Siswa yang sering terlambat, tidak mengerjakan pekerjaan rumah, terlambat mengumpulkan tugas, tidak mendengarkan penjelasan guru, bahkan keluar kelas ketika pelajaran berlangsung akan mempengaruhi prestasi belajar di sekolah. Sekolah selama ini hanya memberikan hukuman, skor, dan memarahi siswa tersebut, akan tetapi hal ini tidak berhasil masih saja ada yang tidak disiplin. Untuk menangani masalah tingkah laku tidak disiplin diperlukan pemahaman terhadap karakteristik siswa dan mereka membutuhkan layanan konseling secara individual. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan behavior therapy dengan teknik self management untuk meningkatkan kedisiplinan siswa SMP. Oleh karena itu peneliti ingin melakukan konseling dengan teknik self menagement akan berpengaruh dalam pencapaian kedisiplinan siswa. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi-Exsperimental Research) tanpa kelas kontrol. Penelitian menggunakan jenis desain eksperimen kasus tunggal (Single-Case Experimental Design). Dalam SCED meliputi 3 fase, yaitu fase A, fase treatment, dan fase A’. Dengan subjek siswa kelas VIII SMPN 4 Blitar dengan jumlah 6 siswa. Berdasarkan hasil analisis data dari visual inspection pada saat sebelum perlakuan, perlakuan, dan sesudah perlakuan menunjukkan bahwa self management berpengaruh terhadap peningkatan kedisiplinan siswa. Hal ini tampak dari fase A ke fase A’. Masing-masing subyek menunjukkan adanya penurunan tingkah laku tidak disiplin dari fase A ke fase A’. Dari 6 subyek memilki peningkatan persentase perilaku disiplin diatas 50%. Dari hasil penelitian ini, dapat disarankan agar (1) konselor dapat membantu siswa dalam menerapkan self management untuk meningkatkan kedisiplinan di sekolah, (2) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan desain penelitian ini menjadi A-B-A’-B’ atau mengembangkan penelitian tentang strategi ini dengan penelitian tindakan kelas atau sejenisnya. Dengan kata lain setelah fase A’ perlu adanya fase B’.
Pengembangan Paket Pelatihan Manajemen Waktu Belajar
ABSTRAK Chasanah, Riida. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Manajemen Waktu Belajar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H. Widada, M. Si, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M. Pd. Kata Kunci: Paket pelatihan, manajemen waktu belajar Setiap individu memiliki tujuan dan perencanaan dalam menentukan kegiatan yang akan dilakukan, akan tetapi terkadang tujuan yang ditetapkan tidak tercapai dengan baik karena kurangnya perencanaan dan manajemen waktu yang baik. Berdasarkan data yang diambil dari penelitian di SMP Negeri 3 Tuban, siswa masih belum bisa memanajemen waktu belajarnya. Siswa belum memiliki kesadaran belajar dalam dirinya dan belum bisa mendisiplinkan dirinya. Hal tersebut yang menjadi latar belakang disusunnya paket pelatihan manajemen waktu belajar bagi siswa SMP, dan rumusan masalah peneliti adalah belum adanya media bimbingan dalam bentuk paket pelatihan manajemen waktu belajar. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan paket pelatihan manajemen waktu belajar untuk siswa beserta panduannya untuk konselor. Paket ini dapat digunakan dalam memberikan layanan bimbingan belajar untuk meningkatkan kemampuan manajemen waktu belajar siswa yang memiliki keberterimaan secara teoritis dan praktis. Pengembangan paket pelatihan ini mengikuti langkah-langkah model pengembangan Borg and Gall. Langkah-langkah yang dilakukan meliputi: (1) need assesment; (2) menentukan prioritas kebutuhan; (3) menyusun produk; (4) penilaian uji ahli; (5) revisi produk dari ahli; (6) penilaian uji calon pengguna produk; (7) uji coba kelompok kecil; (8) revisi produk; (9) produk akhir. Untuk mengetahui paket pelatihan yang diterima secara teoritis maupun praktis dilakukan uji produk kepada ahli bimbingan dan konseling, ahli media pembelajaran, calon pengguna produk, dan kelompok kecil. Instrumen penelitian yang digunakan adalah angket penilaian. Adapun hasil pengisian angket oleh ahli, calon pengguna produk dan uji kelompok kecil kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis kuantitatif dan kualitatif deskriptif. Berdasarkan uji ahli dan calon pengguna produk hasil penelitian ini memiliki skor total aspek ketepatan 136 yang artinya sangat tepat, skor total aspek kegunaan 154 yang artinya sangat berguna, skor total aspek kemudahan 75 yang artinya sangat mudah dan skor total aspek kemenarikan 73 yang artinya sangat menarik. Dari hasil uji kelompok kecil diperoleh skor total 352 yang menunjukkan bahwa paket pelatihan manajemen waktu belajar sangat bermanfaat dan tampilan paket menarik. Secara keseluruhan paket pelatihan ini memiliki keberterimaan secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan paket pelatihan manajemen waktu belajar, maka (1) konselor hendaknya menggunakan paket ini sesuai dengan prosedur pelatihan dan petunjuk penggunaan paket pelatihan manajemen waktu belajar; (2) konselor hendaknya melengkapi paket pelatihan dengan tampilan power point dalam menyampaikan materi. Saran untuk peneliti selanjutnya yaitu: (1) hendaknya dilakukan uji lapangan utama untuk mengetahui efektivitas dan kelayakan paket pelatihan; (2) penelitian ini hanya terbatas pada SMP Negeri 3 Tuban, apabila akan menggunakan paket pelatihan ini di sekolah lain, maka perlu diadakan penyesuaian denga karakteristik siswa maupun sekolah yang akan menggunakan paket ini.
PENGEMBANGAN BUKU BERGAMBAR TENTANG PACARAN DAN AKIBATNYA UNTUK SISWA SMP
ABSTRAK Esa, Nanda Novarda Rahma. 2012. Pengembangan Buku Bergambar Tentang Pacaran dan Akibatnya untuk Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. M. Ramli, M.A., (II) Arbin Janu Setiyowati, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci : buku bergambar, pacaran, akibat pacaran, siswa SMP Penelitian pengembangan buku bergambar tentang pacaran dan akibatnya untuk siswa SMP ini dilatarbelakangi oleh belum adanya media yang tepat, berguna, mudah dan menarik untuk dapat digunakan dalam memberikan informasi tentang pacaran dan akibatnya. Topik ini perlu diangkat karena banyaknya kasus yang diakibatkan oleh pacaran yang sangat merugikan, sehingga media ini sebagai upaya preventif terhadap akibat-akibat pacaran terutama yang sifatnya negatif. Strategi ceramah dan menasehati tidak lagi efektif dan kurang mengena, sehingga dibutuhkan media yang tepat, berguna, mudah, dan menarik agar siswa tertarik untuk mengetahuinya, sehingga mereka tidak akan melakukan hal-hal yang mengarah pada akibat-akibat yang negatif dari pacaran. Tujuan dari penelitian pengembangan ini ialah menghasilkan buku bergambar tentang pacaran dan akibatnya di Sekolah Menengah Pertama yang dapat diterima dari segi ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan. Rancangan yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983) melalui studi lapangan/need assessment, pengembangan produk, menguji produk dengan ahli materi/isi dan ahli media, merevisi, menguji kepada calon pengguna produk (4 siswa), merevisi produk tersebut sehingga dihasilkan produk yang sesuai dengan tujuan pengembangan yaitu buku bergambar tentang pacaran dan akibatnya yang tepat, berguna, mudah dan menarik untuk media informasi. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik angket. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif, yaitu persentase. Berdasarkan hasil penilaian oleh ahli materi/isi, ahli media, dan pengguna produk (siswa), menunjukkan bahwa, media yang berupa buku bergambar tentang pacaran dan akibatnya ini layak digunakan sebagai media untuk pelayanan informasi pada siswa tentang pacaran dan akibatnya dilihat dari aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran yang diberikan, yaitu: (1) konselor dapat menggunakan buku bergambar ini untuk memberikan layanan informasi kepada siswa tentang pacaran dan akibatnya, (2) peneliti selanjutnya bisa melakukan penelitian terhadap buku bergambar ini dengan metode penelitian eksperimen dan melakukan uji lapangan atau kelompok besar, sehingga media yang dikembangkan ini dapat dirasakan manfaatnya oleh lebih banyak pengguna.
EFEKTIVITAS BIMBINGAN KELOMPOK SEBAYA UNTUK MENINGKATKAN EMPATI SISWA SEKOLAH MENENGAH PERTAMA
ABSTRAK Mahendra, Bayu. 2012. Efektivitas Bimbingan Kelompok Sebaya Untuk Meningkatkan Empati Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. M. Ramli, M.A. (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. Kata Kunci: bimbingan, kelompok sebaya, empati Era globalisasi dan teknologi yang canggih membuat siswa terlena dan menjadikannya makhluk individualis. Hal ini dapat mengakibatkan berkurangnya kemampuan berempati dalam diri siswa. Dalam kehidupan sehari-hari remaja lebih banyak menghabiskan waktu dengan kelompok teman sebaya dibanding orang tua. Kelompok teman sebaya dapat dijadikannya sebagai sumber gagasan, nilai, persahabatan, dan hiburan. Sehingga pada masa remaja peran kelompok teman sebaya adalah besar. Memperhatikan pentingnya peran teman sebaya, pengembangan lingkungan teman sebaya yang positif merupakan cara efektif yang dapat ditempuh untuk mendukung perkembangan remaja. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui keefektifan bimbingan kelompok sebaya dalam meningkatkan empati siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pra-eksperimen one group pretest dan posttest design. Pelaksanaan rancangan penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan perlakuan kepada sekelompok individu melalui pemberian pretest berupa skala empati, treatment berupa bimbingan kelompok sebaya, dan posttest berupa skala empati. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP Laboratorium UM kelas VIII B yang berjumlah 8 siswa. Data yang terkumpul dianalisis dengan uji beda wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) skor posttest empati kelompok eksperimen lebih besar secara signifikan dari skor pretest empatinya. Hal ini berarti ada peningkakan skor empati setelah diberikan bimbingan kelompok sebaya. Hasil analisis menunjukkan nilai beda (z) -2,527 dan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,012 pada derajat signifika
Keefektifan Paket Bimbingan Konsep Diri untuk Meningkatkan Self Disclosure Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Jombang.
ABSTRAK Puspitasari, Selvy. 2012. Keefektifan Paket Bimbingan Konsep Diri untuk Meningkatkan Self Disclosure Siswa Kelas VIII SMP Negeri 2 Jombang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Hj. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Drs. Djoko Budi Santoso Kata kunci: paket bimbingan, konsep diri, self disclosure Penelitian ini merupakan penelitian lanjutan dengan menggunakan produk dari Rini Ratnaningsih (2010) yang berupa paket bimbingan konsep diri yang digunakan sebagai media pemberian informasi tentang konsep diri. Paket bimbingan konsep diri digunakan karena sudah menunjukkan tingkat kevalidan melalui uji ahli dan uji calon pengguna produk. Pada aspek kegunaan diperoleh criteria berguna, pada aspek kemudahan diperoleh criteria mudah, pada aspek ketepatan diperoleh criteria tepat, pada aspek kemenarikan diperoleh criteria menarik. Diharapkan dengan menggunakan paket bimbingan konsep diri ini dapat menambah pengetahuan bagi pengembangan materi-materi bimbingan pribadi yang sifatnya variatif dan penting untuk membangun konsep diri siswa untuk dapat digunakan sebagai pedoman bagi konselor untuk meningkatkan konsep diri siswa, sehingga siswa memiliki kemampuan self disclosure yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan paket bimbingan konsep diri untuk meningkatkan self disclosure siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Jombang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen desain non randomized pre-test and post-test control group design. Rancangan penelitian ini dipilih atas pertimbangan memiliki keunggulan karena dapat mengetahui kemampuan awal setiap subyek sebelum dilakukan penelitian, sehingga kesimpulan yang diambil mengenai pengaruh variable bebas terhadap variable terikatnya lebih meyakinkan disbanding static group design. Rancangan penelitian ini juga memiliki kelemahan yaitu peneliti kurang memiliki kendali atas kondisi-kondisi yang memungkinkan terjadi dalam eksperimen semu, dan juga tidak mungkin untuk mengawasi keseluruhan elemen/variable kecuali beberapa variable saja. Subyek penelitian adalah Kelas VIII F sebagai kelompok eksperimen sebanyak 26 siswa dan kelas VIII C sebagai kelompok control sebanyak 27 siswa. Perlakuan yang diberikan kepada subyek kelompok eksperimen berupa layanan bimbingan dengan menggunakan media paket bimbingan konsep diri produk dari Rini Ratnaningsih (2010) yang dilakukan dalam rentang waktu dua bulan dengan lima kali pertemuan. Data yang dianalisis adalah self disclosure dengan menggunakan skala self disclosure produk dari Mariana (2010). Teknikanalisis data menggunakan Independent sample t-test (uji-t sampel bebas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan nilai rata-rata pretest antara kelompok control dan kelompok eksperimen, sehingga dapat dikatakan bahwa sebelum adanya pemberian treatmen, antara kelompok control dan kelompok eksperimen memiliki self disclosure yang setara. Sedangkan pada hasil post test terdapat perbedaan nilai rata-rata post test antara kelompok control dan kelompok eksperimen, sehingga dapat dikatakan bahwa setelah diberikan treatmen, antara kelompok control dan kelompok eksperimen memiliki self disclosure yang berbeda Sedangkan hasil nilai pretest dan post test kelompok eksperimen menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nilai rata-rata self disclosure sebelum pemberian treatmen dan setelah pemberian treatmen pada kelompok eksperimen, sehingga dapat dikatakan bahwa self disclosure sebelum pemberian treatmen berbeda dengan self disclosure setelah pemberian treatmen. Sedangkan hasil setelah diberikan treatmen, antara kelompok control dan kelompok eksperimen memiliki self disclosure yang berbeda. nilai rata-rata perubahan (gain score) self disclosure siswa kelompok eksperimen lebih tinggi daripada siswa kelompok eksperimen. Selain itu hasil analisis uji-t terbukti signifikan, sehingga terbukti bahwa paket bimbingan konsep diri efektif untuk meningkatkan self disclosure siswa. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan kepada pihak sekolah sebagai bahan masukan agar dapat merancang layanan bimbingan dan konseling yang bertujuan agar peserta didik mampu melakukan pengungkapan diri dengan lebih baik. Bagi konselor, penelitian ini dapat memberikan informasi bagi para konselor sekolah, khususnya konselor SMPN 2 Jombang bahwa pengungkapan diri dapat ditingkatkan dengan menggunakan paket bimbingan konsep diri. Bagi peneliti, penelitian ini sebagai alternatif yang dapat diterapkan dalam bimbingan dan konseling bahwa konsep diri dapat diubah melalui proses belajar dan pengungkapan diri dapat ditingkatkan. Bagi siswa, khususnya siswa SMPN 2 Jombang penelitian ini dapat menjadi pengetahuan dan diimplementasikan dalam kehidupan pribadi dan sosial, bahwa konsep diri yang positif dapat meningkatkan pengungkapan diri yang lebih baik pula. Selain itu siswa juga dapat mengetahui apakah dirinya memiliki pengungkapan diri yang rendah atau sebaliknya, yang dapat berfungsi sebagai koreksi dan memahami diri.
KEEFEKTIFAN TEKNIK SELF-MANAGEMENT (PENGELOLAAN DIRI) UNTUK MENINGKATKAN PERCAYA DIRI SISWA SMK NEGERI 5 MALANG
ABSTRAK ABSTRAK: Percaya diri merupakan suatu perilaku yang melatarbelakangi kesuksesan siswa dalam sosialisasi dengan lingkungannya demi mengoptimalkan kemampuannya. Siswa yang mempunyai percaya diri yang cukup akan lebih cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah dan mampu berinteraksi dengan siapapun yang berada di sekitarnya, sehingga mereka lebih mampu untuk memanfaatkan lingkungan sekitar untuk mengoptimalkan kemampuannya dalam belajar. Tujuan pelatihan ini adalah untuk mengetahui keefektifan pelatihan self-management untuk meningkatkan percaya diri siswa SMKN 5 Malang. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment design). Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMKN 5 Malang sebanyak 5 orang siswa sebagai kelompok eksperimen berdasarkan pengisian format penilaian yang memiliki nilai percaya diri rendah. Hasil dari penelitilan yang berupa data yang sudah dianalisis menggunakan statistik non parametrik two related samples test Wilcoxon memperoleh nilai Wilcoxon sebesar Wilcoxon sebesar (Z = -2.032a ) dan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0.042. Hal ini dapat disimpulkan bahwa terjadi perbedaan tingkat yang signifikansi pada percaya diri siswa antara sebelum dan sesudah pelatihan self-management pada kelompok eksperimen. Hal ini dibuktikan dengan nilai probability error (P = 0.042 < 0.05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Dengan kata lain, bahwa teknik self-management efektif untuk meningkatkan percaya diri siswa SMK. Kata kunci: self-management, percaya diri, siswa SM