SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pengembangan Media Buku Bergambar untuk Layanan Informasi Bahaya Aborsi di SMK Negeri 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Widyawati, Latifah Ayu. 2012. Pengembangan Media Buku Bergambar untuk Layanan Informasi Bahaya Aborsi di SMK Negeri 1 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd (II) Drs. Widada, M.Si.   Kata Kunci: layanan informasi, media buku bergambar, bahaya aborsi   Penelitian pengembangan media buku bergambar untuk layanan informasi bahaya aborsi di SMK Negeri 1 Malang ini dilatar belakangi karena banyak nilai-nilai dan moral masyarakat yang menyimpang dari budaya kita dan membawa perubahan yang sangat besar dalam kehidupan bangsa, salah satunya adalah gaya hidup bebas dari negara barat yang ditransfer dan terinternalisasi dalam diri masyarakat, khususnya remaja (siswa). Masa remaja merupakan masa yang penting karena biasanya di masa ini seseorang selalu berusaha untuk mencari jati diri, masa untuk melepaskan diri dari orang tua. Remaja yang sudah berkembang kematangan seksualnya, jika kurang mendapatkan pengarahan dari guru atau orang tua, akan mudah terjebak dalam masalah dikarenakan tidak dapat mengendalikan perilaku seksualnya. Akibatnya, remaja cenderung untuk melakukan hubungan free sex  di luar nikah, yang pada akhirnya berujung pada tindakan aborsi bagi remaja putri jika terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Perilaku aborsi yang akhir-akhir ini banyak terkuak menyebabkan masalah ini menarik untuk diangkat mengingat bahwa tidak semua remaja putri memiliki pengetahuan tentang aborsi, padahal bahaya yang diakibatkan sangat mengerikan. Pengembangan media buku bergambar ini sebagai upaya preventif terhadap tindakan aborsi. Strategi ceramah sudah sering dilakukan dan kebanyakan siswa merasa bosan, sehingga dibutuhkan media yang menarik agar siswa tertarik untuk memahami dan kemudian tidak akan melakukan hal-hal yang mengarah pada tindakan aborsi. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan sebuah produk media buku bergambar, yang tepat digunakan untuk layanan informasi bahaya aborsi di SMK Negeri 1 Malang. Secara khusus, tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah untuk mengetahui tingkat kegunaan, kemudahan, kemenarikan, dan keakuratan produk media buku bergambar yang dapat diterima dan bermanfaat secara teoritik dan praktik. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983) melalui studi lapangan/need assessment, pengembangan produk, menguji produk dengan ahli materi dan ahli media, merevisi, menguji kepada calon pengguna produk (4 siswa putri), merevisi produk tersebut sehingga dihasilkan produk yang sesuai dengan tujuan pengembangan. Produk yang berhasil dikembangkan yakni media buku bergambar yang telah diuji kelayakannya. Berdasarkan penilaian ahli materi dan ahli media, pengembangan media buku bergambar ini sudah layak digunakan, dilihat dari aspek kegunaan, kemudahan, ketepatan, dan kemenarikan. Harapan ke depan, pengembangan media buku bergambar ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh berbagai pihak, seperti: konselor, guru, orang tua, masyarakat, dan pengambil kebijakan sebagai media informasi penting yang perlu disampaikan kepada remaja. Saran yang diberikan adalah: 1) konselor dapat memanfaatkan media ini dengan baik dalam memberikan layanan informasi, sehingga dapat merancang program pencegahan kemungkinan terjadinya aborsi di kalangan siswa SMK dan siswa bisa mencapai kematangan sikap dan tanggung jawab sosial; 2) bagi peneliti selanjutnya, apabila berminat dapat melakukan replikasi penelitian dengan memodifikasi sasaran yang lebih luas, menambah topik lain yang berkaitan sesuai dengan kebutuhan di lapangan, serta melakukan uji efektivitas terhadap pengembangan media ini.

    Keefektifan Paket Bimbingan Keterampilan Sosial untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa SMK

    No full text
    ABSTRAK   Roiyantri, Riza. 2012. Keefektifan Paket Bimbingan Keterampilan Sosial untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa SMK. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan M.Pd. (II) Dra. Ella Faridati Zen M.Pd.   Kata Kunci: media bimbingan, paket bimbingan, keterampilan social   Keterampilan sosial merupakan suatu kemampuan yang harus dimiliki seseorang dalam proses interaksi sosial  agar tercipta komunikasi yang efektif. Namun pada kenyataannya banyak remaja yang kurang memiliki kemampuan keterampilan sosial sehingga tidak terkomunikasinya keinginan remaja kepada orang lain. Hal ini dapat mengakibatkan konflik pada remaja sehingga tugas-tugas perkembangannya tidak dapat dilakukan dengan baik. Salah satu cara untuk meningkatkan keterampilan sosial adalah melalui bimbingan dengan menggunakan Paket Bimbingan Keterampilan Sosial bagi Siswa SMK. Paket ini berisi tentang topik-topik perilaku keterampilan sosial, yaitu membuka diri, mengungkapkan perasaan secara verbal dan non verbal, mendengarkan dan menanggapi, mengungkapkan pendapat, dan mempresentasikan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan Paket Bimbingan Keterampilan Sosial bagi Siswa SMK untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa SMK. Rancangan penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu dengan desain eksperimen pretest posttest control group. Sampel diambil dengan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 52 siswa dibagi menjadi kelas eksperimen dan kelas kontrol. Data tingkat keterampilan sosial siswa diperoleh dari subjek penelitian melalui angket keterampilan sosial yang telah diuji validitas dan diuji reliabilitas. Setelah melaksanakan pre test, kelas eksperimen diberikan treatment melalui layanan bimbingan dengan menggunakan Paket Bimbingan Keterampilan Sosial bagi Siswa SMK, sedangkan kelas kontrol tidak diberikan treatment. Setelah  treatment berakhir, kelas eksperimen dan kelas kontrol diberikan post test. Hasil penelitian pada kelas eksperimen menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata pre test ke post test yaitu dari 58,5769 menjadi 59,2308. Sedangkan skor rata-rata kelas kontrol mengalami penurunan, yaitu skor pre test kelas kontrol 58,0769 dan skor  post test 56,2692 . T test dari rata-rata  post test antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol menunjukkan hasil nilai thitung 2,200 dengan nilai signifikansi 0,033. Angka signifikansi 0,033 berarti lebih kecil dari 0,05. Hal ini dapat dikatakan bahwa adanya perbedaan tingkat keterampilan sosial antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Namun perbedaan tingkat keterampilan sosial tersebut bersifat semu karena  adanya penurunan skor rata-rata  post test kelas kontrol. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Paket Bimbingan Ketertampilan Sosial bagi Siswa SMK masih diragukan keefektifannya untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas X Jasa Boga B SMK Negeri 2 Trenggalek. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti memberikan saran kepada konselor bahwa jika menggunakan Paket Bimbingan Keterampilan Sosial bagi Siswa SMK sebagai media saat melaksanakan layanan bimbingan sosial hendaknya menambah dengan latihan-latihan perilaku keterampilan sosial. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya ada baiknya jika dilaksanakan penelitian ulang dengan  treatment yang lebih terkontrol dalam pelaksanaan dan pengendalian variabel-variabel lain yang tidak diteliti. Jika menggunakan produk pengembangan dari orang lain yang dijadikan sebagai instrumen, perlu diuji konten dan validitas reliabilitasnya. Dari hasil penelitian siswa kelas kontrol mengalami penurunan tingkat keterampilan sosial, untuk itu perlu dilakukan penelitian tentang penyebab penurunan tingkat keterampilan sosial dan perlu dilakukan penelitian ulang dengan kelompok kontrol yang lebih tepat.

    Pengembangan Model Pengelolaan Analisis Data Need Asessment Berbasis Software.

    No full text
    ABSTRAK   Agustina, Nur Wulan. 2012. Pengembangan Model Pengelolaan Analisis Data Need Asessment Berbasis Software. Skripsi, Jurusan  Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd (II) Drs. H. Widada, M.Si   Kata Kunci: Pengembangan, Pengelolaaan, Analisis data, Need Asessment, Software.   Pelaksanaan asessment di sekolah disamping memerlukan penguasaan petunjuk dan sintesis juga sangat menyita waktu dan tenaga konselor. Oleh karena itu, dimungkinkan untuk menggunakan komputer sebagai alat bantu assessment untuk memperlancar kegiatan assessment tersebut. Tujuan dikembangkan pengembangan model pengelolahan analisis data dalam bentuk software sehingga siswa lebih mudah mengerjakan inventori need assessment dan konselor lebih mudah menganalisis hasil dari inventori need assessment siswa. Penelitian dilalukan di SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang, rancangan yang digunakan adalah rancangan model pengembangan dari Brog dan Gall (1983). Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 32 siswa kelas XI IPA 1, 30 siswa kelas XI IPA 2, 32 siswa kelas XI IPA 3. Pengumpulan data penelitian dilakukan dengan dua tahap, yaitu tahap uji lapangan awal dan tahap uji lapangan utama. Uji lapangan awal dilakukan kepada ahli Bimbingan dan Konseling, ahli media, konselor dan sekelompok siswa. Uji lapangan utama dilakukan kepada sekelompok siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang kelas XI IPA 1, XI IPA 2 dan XI IPA 3. Berdasarkan hasil uji lapangan awal didapatkan 81 butir pernyataan karena ada beberapa pernyataan yang masih memiliki lebih dari satu ide dalam satu pernyataan, maka dijabarkan lagi sehingga menjadi 87 butir pernyataan. Dengan adanya model pengembangan pengelolaan analisis data need assessment berbasis software ini, disarankan agar konselor dapat memanfaatkan pengelolaan analisis data need assessment berbasis software untuk pemetaan kebutuhan siswa, sehingga dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi kerja konselor.

    EFEKTIVITAS MAMACA UNTUK MENGEMBANGKAN KONTROL DIRI REMAJA SMAN 1 KALIANGET, SUMENEP

    No full text
    ABSTRAK   Jufriyanzah, Agus. 2012. Efektifitas Mamaca Untuk Mengembangkan Kontrol Diri Remaja SMAN 1 Kalianget, Sumenep. Skripsi, Jurusan Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Andi Mappiare A.T, M.Pd, (II) Dr. Triyono, M.Pd   Kata kunci: mamaca, kontrol diri, nilai moral   Kontrol diri merupakan kemampuan individu untuk menahan dorongan untuk bertingkah laku yang tidak sesuai dengan norma sosial. Lemahnya kontrol diri akan membawa dampak pada berbagai masalah kenakalan remajadan kemerosotan moral.Pentingnya kontrol diri bagi siswa, juga didasari oleh fenomena bahwa masa remaja seringkali dikenal sebagai masa pencarian jati diri. Metode mamaca (Nurbhuwat Nabbhi) membantu siswa dalam mengkaji pikiran, perasaan dan perbuatannya sendiri dalam setiap tembang  dengan menelaah arti, maksud dan makna filosofi pesan cerita yang disampaikan, sehingga diharapkan dapat mengembangkan kontrol diri dan memperbaiki moral mereka. Pelaksanaan mamaca mengutamakan proses belajar menelaah pesan moral dari setiap cerita yang disampaikan dan akhirnya siswa dapat mengaplikasikan hasil telaah pesan moral tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mendeskripsikan beberapa hal yang mencakup nilai moral yang terkandung dalam mamaca dan efektifitas penggunaan mamaca untuk mengembangkan kontrol diri siswa SMA. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMAN1 Kalianget, Sumenep yangberjumlah 12 siswa. Metode penelitian ini menggunakan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Instrumen pengumpulan data yang digunakan berupa skala kontrol diri siswa SMA yang diberikan pada awal dan akhir perlakuan, serta pedoman wawancara kepada nara sumber (pemaca dan penerjemah). Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan bantuan SPSS for windows versi 17 melalui statistik nonparametrik uji wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis dapat diperoleh bahwa dalam mamaca Sumenepterdapat berbagai macam tembang, diantaranya: (1) Kasmaran, (2) Durma, (3) Salanget, (4) Artate, (5) Pangkor, (6) Senom, dan (7) Lambang sari. Selain itu, juga diperoleh nilai moral yang terkandung di dalamnya adalah: (1) nilai ketauhidan, (2) kejujuran, dan (3) rendah hati. Hasil analisis dengan SPSS menunjukkan bahwa mamaca Sumenep efektif untuk mengembangkankontrol diri siswa SMA. Hal ini dapat dilihat dari perbedaan mean of rank (rata-rata skor)antara nilai pretest dan posttest. Dalam pelaksanaan metode mamaca perlu diperhatikan pula beberapa hal seperti mempersiapkan narasi yang sesuai kondisi siswa, agar tidak terjadi kejenuhan dalam pelaksanaannya. Di samping itu, perlu diperhatikan faktor-faktor lain yang bisa mempengaruhi kontrol diri siswa. Diharapkan juga adanya kelompok kontrol dan metode untuk menjembatani antara mamaca (afektif) dengan kontrol diri (behavioral) yang lebih baik. 

    Efetivitas Healing Story dengan Menggunakan Media Film Pendek untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Beberapa Siswa MAN 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Jauhari, Ahmad Faizal Amir. 2012. Efetivitas Healing Story dengan Menggunakan Media Film Pendek untuk Meningkatkan Kepedulian Sosial Beberapa Siswa MAN 1 Malang, Skripsi,     Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (2) Drs. H. Widada, M.Si.   Kata kunci: healing story, kepedulian sosial, film pendek   Semakin menurunnya rasa peduli terhadap sesama manusia akan menyebabkan banyak orang yang kurang mampu semakin menderita dan menjadikan hal itu sebagai pemicu terpuruknya moral bangsa. Kurangnya rasa peduli akan membuat individu cenderung lebih mementingkan diri sendiri tanpa pertimbangan kepentingan orang lain. Mengingat bahwa kodrat manusia merupakan makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Oleh sebab itu kepedulian sosial sangat penting dimiliki oleh setiap individu. Kepedulian sosial pada siswa SMA adalah sikap peduli terhadap keadaan sekitar, baik itu keadaan teman, orang tua atau orang lain yang belum dikenal. Healing story merupakan metode berupa pemberian cerita inspiratif yang dijadikan alat sebagai model dalam merubah sikap atau perilaku. Perkembangan teknologi memungkinkan penyampaian healing story dengan menggunakan media film. Salah satunya adalah film pendek yang dikaji sehingga muncul pandangan-pandangan dari siswa mengenai kepedulian sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan healing story  dengan menggunakan film pendek untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa SMA. Subyek penelitiannya adalah siswa SMA yang berjumlah 10 siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian the one-group pretest-postest design. Pengumpulan data mengunakan teknik angket dengan menggunakan alat berupa skala kepedulian sosial siswa SMA yang diberikan pada awal (pretest) dan akhir (postest) perlakuan. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik non parametrik yaitu dengan menggunakan uji wilcoxon. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa healing story dengan menggunakan media film pendek efektif untuk meningkatkan kepedulian sosial siswa SMA. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor postest di akhir pertemuan dan acara bakti sosial yang berjalan dengan lancar. Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) bagi konselor, konselor perlu memberikan jeda waktu antara perlakuan satu dengan perlakuan berikutnya agar hasil yang diperoleh sesuai dengan hasil perlakuan, dan mempersiapkan film pendek yang menggambarkan keadaan lingkungan yang sesuai dengan keadaan lingkungan siswa. (2) bagi peneliti selanjutnya, jika menggunakan metode healing story dengan menggunakan media film pendek harus lebih memperhatikan kualitas film dari treatment yang diberikan, dan sebelum melakukan penelitian, sebaiknya peneliti melakukan kegiatan need assessment terlebih dahulu mengenai kasus-kasus yang sering dijumpai pada siswa dalam kehidupan sehari-hari. 

    Pengembangan Media Permainan Simulasi Peta Pemburu Bajak Laut Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Kelas VII SMP NU Syamsuddin Malang

    No full text
    ABSTRAK   Yudhianto, Ari Dwi. 2012. Pengembangan Media Permainan Simulasi Peta Pemburu Bajak Laut Untuk Meningkatkan Rasa Percaya Diri Siswa Kelas VII SMP NU Syamsuddin Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.Lutfi Fauzan,M.Pd., (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd.   Kata kunci: pengembangan, media permainan, percaya diri.   Permainan simulasi adalah permainan yang dimaksudkan untuk merefleksikan situasi-situasi yang terdapat dalam kehidupan yang sebenarnya. Tetapi situasi itu hampir selalu di-modifikasi, apakah dibuat lebih sederhana, diambil sebagian atau dikeluarkan dari konteknya(Adams dalam Romlah, 2006).Permainan simulasi merupakan salah satu teknik bimbingan yang dapat digunakan dalam pemberian layanan BK di sekolah. Peneliti berpendapat bahwa permainan simulasi dapat digunakan untuk materi rasa percaya diri.Menurut Lindenfield (1997) percaya diri adalah suatu perasaan dan anggapan bahwa diri dalam keadaan baik, sehingga memungkinkan seseorang tampil dan berperilaku untuk menunjukkan pada dunia luar bahwa dia yakin dengan dirinya. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti pada tanggal 16 Februari 2012 di SMP NU Syamsuddin Malang, diketahui bahwa konselor hanya menggunakan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) sebagai satu-satunya media pembelajaran dan hanya dengan teknik ceramah dalam penyampaian materi, sehingga membuat proses pembelajaran menjadi kurang menarik dan membosankan. Untuk itu peneliti mencoba untuk membuat media alternatif yaitu dengan mengembangkan media permainan simulasi peta pemburu bajak laut untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas VII SMP NU Syamsuddin Malang. Tujuan pengembangan media ini adalah untuk mengembangkan media permainan simulasi peta pemburu bajak laut sebagai media alternatif yang dapat digunakan oleh konselor sekolah dalam penyampaian materi bimbingan, khususnya mengenai rasa percaya diri siswa kelas VII SMP NU Syamsuddin Malang sehingga siswa bisa lebih termotivasi dalam belajar. Dalam pengembangan ini peneliti menggunakan  model pengembangan Research and Development Borg dan Gall (1983). Validasi media dilakukan oleh ahli media dan ahli materi. Sedangkan subjek uji coba pemakaian dilakukanbersama calon produk (konselor) dan uji kelompok kecil(siswa)dengan cara melancarkan angket dan tes untuk mengetahui perkembangan siswa. Uji lapangan/uji kelompok kecil menggunakan instrumen dalam bentuk inventori rasa percaya diripost-test. Analisis data yang digunakan untuk mengolah data hasil validasi ahli media, ahli materi dan calon pengguna produk menggunakan total rerata, sedangkan untuk mengolah data hasil uji kelompok kecil mengunakan SPSS 16dengan metode ujitwo selected sample wilcoxon. Berdasarkan data uji coba yang diperoleh dalam pengembangan media permainan simulasi yang telah dilaksanakan adalah sebagai berikut: media per-mainan simulasi peta pemburu bajak lautdapat digunakan sebagai media alternatif untuk proses layanan bimbingan di sekolah. Hal ini dapat dilihat dari hasil validasi ahli media, ahli materi dan calon pengguna produk serta hasil uji kelompok kecil bersama  siswa. Media ini juga dapat membantu konselor dalam menyampaikan materi tentang percaya diri.Dari hasil validasi: (1) validasi ahli materi menunjukkan hasil total rata-ratakeseluruhan aspek sebesar 3,66 yang berarti bahwa media ini sudah sangat baik, (2) validasi ahli media menunjukkan hasil total rata-rata keseluruhan aspek sebesar 3,4 yang berarti bahwa media ini sudah sangat baik (3) sedangkan pada validasi uji coba pengguna produk menunjukkan hasil total rata-rata keseluruhan aspek sebesar 3,55yang berarti bahwa media ini sudah sangat baik. Berdasarkan penilaian tersebut di atas menunjukkan bahwa media permainan simulasi peta pemburu bajak lautyang dikembangkan memiliki validitas tinggi. Data tentang variabel nilai yang diperoleh siswa dianalisis dengan two selected sample wilcoxon. Uji wilcoxon pada populasi terhadap nilai tertentu dapat diketahui bahwa hasil perkembangan siswa pada uji coba kelas dimana nilai z = -3.065 dan karena bernilai negatif maka yang digunakan adalahnilai asymp sig = 0,002 < α = 0,05. maka H0 ditolak yang menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat rasa percaya diri siswa sebelum dengan sesudah menggunakan media permainan simulasi. Dari validasi ahli dan uji coba pengguna yang telah dilakukan dan hasil evaluasi belajar yang dilakukan pada uji coba lapangan (siswa), dapat disimpulkan bahwa media permainan simulasi peta pemburu bajak laut yang disajikan lebih variatif mampu memotivasi siswa dan dapat digunakan untuk meningkatkan rasa percaya diri siswa kelas VII SMP NU Syamsuddin Malang yang dapat dilihat dari hasil nilaipre-testdan post-test.

    DISIPLIN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI SMP NEGERI 4 MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Skopi, Deby. 2012. Disiplin Belajar dan Motivasi Belajar Siswa SMP Negeri 4 Malang.Keefektifan. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs.H. Widada. (II) Dr. Hj. Muslihati S. Ag., M. Pd   Kata Kunci: Disiplin, Motivasi belajar   Permasalahan dalam penelitian ini adalah disiplin belajar dan motivasi belajar siswa di SMP Negeri 4 Malang. Siswa yang disiplin dalam belajar dan memiliki motivasi belajar senantiasa bersungguh-sungguh dan berkonsentrasi dalam mengikuti pembelajaran di kelas, siswa datang ke sekolah tepat waktu dan selalu mentaati tata tertib di sekolah, apalagi di rumah siswa belajar teratur dan terarah, banyak siswa kurang memiliki disiplin belajar dan motivasi belajar dalam arti disiplin belajar dan motivasi belajar siswa masih rendah. Dalam penelitian ini siswa kelas 7 dipilih sebagai populasi penelitian dikarenakan siswa kelas 7 awal masuk di SMP merupakan pembentukan perilaku dibandingkan dengan kelas 8 dan kelas 9. Upaya peningkatan disiplin belajar motivasi belajar dapat dilakukan oleh pihak sekolah maupun oleh orang tua siswa, salah satu cara dapat dilakukan oleh pihak sekolah untuk meningkatkan disiplin belajar dan motivasi belajar siswa yaitu melalui kegiatan pembinaan siswa dengan memberikan layanan bimbingan belajar kepada siswa dengan memberikan tambahan pelajaran yang dapat dilakasanakan setelah jam pelajaran sekolah selesai, sedangkan orang tua dapat melakukan pengawasan terhadap kegiatan belajar siswa. Orang tua dan guru dapat melakukan pembinaan dengan jalan memberikan contoh teladan yang berupa sikap dan perbuatan yang baik kepada siswa. Masalah dalam penelitian ini adalah (1) Bagaimanakah displin belajar siswa di SMP Negeri 4 Malang (2) Bagaimanakah motivasi belajar siswa di SMP Negeri 4 Malang .Tunjuan penelitian (1) Untuk mengetahui disiplin belajar siswa di SMP Negeri 4 Malang.(2) Untuk mengetahui motivasi belajar siswa di SMP Negeri 4 Malang. Subyek penelitian 80 siswa, diambil dengan teknik propesional random sampiling dari populasi sasaran 314 siswa kelas 7 di SMP Negeri 4 Malang . Pengambilan data dilakukan dengan kuesioner unuk mengukur disiplin belajar dan motivasi belajar siswa.Untuk mendapatkan validitas dari perhitungan diperoleh dengan menggunakan rumus korelasi product moment, sedangkan untuk mendapatkan reliabilitas dari perhitungan diperoleh dengan menggunakan rumus alphan. Hasil penelitian menunjukkan secara umum disiplin belajar dan motivasi belajar siswa termasuk kategori tinggi, dengan presentase. Disarankan kepada: (1) Bagi Konselor disarankan untuk terus mempertahankan kinerja yang sudah baik. Selain itu disarankan agar selalu berkomunikasi dengan berbagai pihak, antara lain kepala sekolah, guru mata pelajaran, wali murid dan siswa untuk meningkatkan prestasi dalam membimbing siswa menuju sukses, (2) Diharapkan dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai referensi untuk mengembangkan penelitian tentang kedisiplinan dan motivasi belajar siswa menggunakan wilayah populasi yang berbeda dengan siswa SMPN 4 Malang. Selain itu, diharapkan agar lebih mengembangkan jumlah populasi sehingga hasil yang diperoleh akan lebih baik.

    Efektivitas Peknik Behavior Contract dan Reinforcement Untuk Mengurangi Perilaku Terlambat Masuk Sekolah Siswa SMPNegeri 1 Lengkong

    No full text
    ABSTRAK   Zahellatua, Dhebrina. 2012. Efektivitas Peknik Behavior Contract dan Reinforcement Untuk Mengurangi Perilaku Terlambat Masuk Sekolah Siswa SM PNegeri 1 Lengkong. Program Studi S1 Bimbingan Dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Irene Maya Simon, M.Pd.   Kata Kunci: Teknik Behavior Contract, Reinforcement, Konseling Kelompok   Terlambat masuk sekolah merupakan salah satu bentuk ketidak disiplinan di dunia pendidikan, jika hal ini tidak segera diatasi tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang lebih buruk dengan siswa membolos. Perilaku terlambat masuk sekolah tersebut dapat diatasi salah satunya dengan cara melakukan konseling menggunakan teknik behavior contract dan reinforcement. Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektivan teknik behavior contract dan reinforcement dalam konseling kelompok untuk mengurangi peilaku terlambat masuk sekolah siswa di SMP Negeri 1 Lngkong.Teknik behavior contract merupakan perjanjian dua orang ataupun lebih untuk berperilaku dengan cara tertentu dan untuk menerima hadiah bagi perilaku itu. Sedangkan teknik reinforcement adalah proses pemberian suatu yang berupa benda atau tindakan yang di berikan oleh individu maupun pada diri sendiri sebagai konsekuensi atas perilaku yang diharapkan yang telah dilakukannya. Konseling kelompok dengan teknik behavior contract dan reinforcement dilakukan dalam 4 kali pertemuan dengan jumlah subjek 8 siswa. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test and post-test, subjek penelitian diambil dengan teknik purposive sampling. Data yang diperoleh dari subjek dibandingkan, antara frekuensi terlambat sebelum dan sesudah dilakukan treatment. Hasil analisis dengan menggunakan analisis wilcoxon hasil penghitugan data wilcoxon didapatkan nilai Zhitung sebesar-2.539 dengan signifikansi 0,011. Oleh Zhitung memiliki signifikansi kurangdari 0,05 (sig < 0,05), maka hipotesis nol ditolak dan hipotesis alternative diterima. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan antara perilaku terlambat sebelum dan sesudah pemberian treatment. Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran: (1) Pihak sekolah diharapkan memantau dan memperhatikan kedisiplinan siswa, (2) Konselor diharapkan dapat menggunakan teknik behavior contract dan reinforcement dengan baik, (3) Konselor diharapkan membantu siswa untuk meningkatkan kedisiplinan,(4) Konselor diharapkan mampu mengaplikasikan dan mengembangkan teknikbehavior contract dan reinforcement ini tidak hanya untuk kelas VIII saja, namunp ada kelas-kelas yang lain, (5) Peneliti lanjutan, jika ingin melakukan penelitian yang serupa disarankan untuk mempertimbangkan waktu penelitian, membangun komunikasi yang baik dengan siswa, dan memperluas subjek penelitian.

    Perilaku Seks dan Kehamilan Pranikah Remaja (Studi Fenomenologis)

    No full text
    ABSTRAK   Megawati, Diah. 2012. Perilaku Seks dan Kehamilan Pranikah Remaja (Studi Fenomenologis). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Hidayah, M.Pd (II) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd   Kata Kunci: perilaku seks, kehamilan pranikah remaja, fenomenologis   Masa remaja merupakan masa untuk mencari jati diri. Remaja yang sedang dalam masa pubertas atau yang akan memasuki masa puber lebih dipengaruhi oleh libido atau kematangan seksual yang sedang memuncak. Karakteristik remaja yang sedang berproses untuk mencari identitas diri juga sering menimbulkan masalah pada diri remaja. Bagi sebagian remaja, seks pranikah dianggap suatu hal yang wajar seiring dengan perubahan zaman saat ini, sehingga dipersepsikan sebagai gaya hidup yang dapat dikonsumsi oleh siapa pun. Bagi mereka yang awalnya hanya mencoba-coba melakukan hubungan atau kontak seksual, cenderung ketagihan dan akan melakukan lagi, sebab mereka telah mendapatkan kenikmatan dari hubungan terlarang ini. Hal yang paling menonjol dan nyata dari kasus ini adalah meningkatnya angka kehamilan pranikah yang tidak diinginkan oleh pasangan remaja yang pernah melakukan hubungan seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara jelas dan rinci mengenai fenomena di lapangan tentang: (1) pemaknaan perilaku seks pranikah bagi remaja, dan (2) pemaknaan kehamilan pranikah bagi remaja. Fenomena atau kasus tersebut akhir-akhir ini marak terjadi pada kehidupan remaja. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Rancangan atau desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah desain penelitian fenomenologis. Pendekatan kualitatif dipilih oleh peneliti untuk memperoleh data mengenai fenomena remaja yang terkait dengan pemaknaan perilaku seks pranikah bagi remaja dan pemaknaan kehamilan pranikah bagi remaja. Sumber data penelitian terdiri dari tiga informan yaitu subyek penelitian sebagai sumber primer, saudara kandung laki-laki subyek penelitian sebagai sumber sekunder, dan teman subyek penelitian sebagai sumber tersier. Sumber data dalam penelitian kualitatif ini menggunakan teknik bola salju (snowball sampling). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, dan catatan lapangan. Subyek penelitian dalam kasus ini bernama Mawar. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap Mawar, diperoleh hasil penelitian bahwa kegiatan subyek penelitian pada kesehariannya sering nongkrong dengan pacar dan teman-temannya di alun-alun, berboncengan, dan makan ramai-ramai. Subyek penelitian menyukai kehidupan atau pergaulan yang bebas sehingga dia cenderung mudah terpengaruh oleh ajakan pacar atau teman-temannya. Sedangkan di rumah, orang tua memberikan kebebasan bergaul dengan semua orang kepada subyek penelitian. Orang tua juga tidak menanamkan aturan-aturan yang berlaku di rumah yang dapat membuat pergaulan subyek penelitian menjadi terkontrol. Orang tua kurang perhatian kepada subyek penelitian sehingga membuat dia akhirnya terjerumus ke dalam dunia seks pranikah, bahkan sampai mengalami kehamilan pranikah. Perilaku seksual subyek penelitian berawal dari ciuman yang dilakukan setiap kali bertemu dengan pacar. Hal ini membuat subyek penelitian menjadi terdorong untuk mempraktikkan hubungan seksual pranikah. Selain itu, adanya kesempatan juga turut menjadi faktor pendukung bagi subyek penelitian dan pacarnya dalam melancarkan aksi ini. Sekedar mencoba-coba mempraktikkan, subyek penelitian akhirnya menjadi ketagihan untuk berhubungan badan. Perilaku seks pranikah dimaknai oleh subyek penelitian sebagai wujud rasa cinta kepada pacarnya. Perilaku seks pranikah ini dilakukan atas dasar suka sama suka, sehingga tidak ada unsur paksaan, agar dapat menimbulkan kenikmatan ketika berhubungan badan. Subyek penelitian pernah melakukan making love dengan dua orang laki-laki lain yang berbeda, di waktu yang berbeda pula. Kehamilan pranikah sudah dua kali menimpa subyek penelitian. Subyek penelitian menyesal, takut, dan bingung, sampai membuat subyek penelitian pasrah dengan kehamilan yang menimpa dirinya. Sebab, dia hanya menginginkan adanya tanggung jawab atas janin yang dikandungnya.Kehamilan pranikah yang dialami oleh subyek penelitian dimaknai sebagai ujian hidup yang harus dia terima dan harus dijalani. Berdasarkan temuan penelitian di atas, maka disarankan kepada para remaja agar lebih berhati-hati dalam bergaul. Remaja sebaiknya dapat selektif dalam memilih dan memilah teman. Kepada para orang tua, diharapkan agar orang tua dapat menerapkan aturan yang berlaku di rumah. Aturan ini dapat dijadikan sebagai bentuk kepedulian dan kontrol perilaku terhadap pergaulan anak. Untuk konselor, agar lebih intensif dalam memberikan layanan informasi tentang pendidikan seksualitas yang benar kepada siswa. Upaya pemahaman, pencegahan, dan perbaikan dapat menyelamatkan siswa dari pergaulan yang semakin bebas dan kurang kontrol. Agar lebih menarik, konselor dapat mengemas materi seksualitas dalam bentuk media, misalnya saja menggunakan media buku saku. Selain itu, antara konselor dan pihak sekolah dapat bekerja sama dengan pihak lain dalam rangka menyelenggarakan seminar atau workshop kepada siswa tentang pendidikan seksualitas.

    Pengembangan Media Layanan Informasi Karier Berbantuan Internet untuk Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Fajrin, Ocky Nisa Sholiha. 2012. Pengembangan Media Layanan Informasi Karier Berbantuan Internet untuk Siswa SMP. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Program Sarjana Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A., (II) Dr. Triyono, M.Pd.   Kata kunci: Informasi karier, teknologi informasi, siswa SMP.   Keberadaan informasi yang didukung oleh teknologi komputer semakin lama semakin diperlukan dalam dunia pendidikan. Komputer sebagai alat bantu dalam mengelola data/informasi sangat tepat digunakan karena dapat menghemat waktu, tenaga, dan biaya. Oleh karena itu, komputer diperlukan dalam berbagai setting profesi terutama bagi konselor sekolah. Selama ini masih banyak ditemui di sekolah, konselor memberikan layanan informasi dengan cara manual yaitu melalui penempelan brosur, leaflet, atau menyampaikan informasi dengan metode ceramah. Cara-cara tersebut beresiko informasi yang diberikan tidak bisa bertahan lama dalam memori siswa, mudah hilang, dan juga kurang menarik minat siswa. padahal informasi karier harus disampaikan secara efektif dan efisien. Agar penyampaian informasi karier lebih efektif, maka diperlukan inovasi baru, berupa komputer dan atau website sebagai penunjang penyampaian layanan informasi karier. Dengan harapan informasi bimbingan karier dapat diakses secara mudah, efektif, dan efisien. Tujuan penelitian pengembangan media ini adalah untuk menghasilkan media layanan informasi karier yang berbentuk website, sebagai media untuk memudahkan konselor dalam memberikan layanan informasi karier di sekolah. Media ini dapat meningkatkan wawasan konselor terkait dengan pemberian layanan informasi karier serta dapat meminimalisir tenaga dan biaya dalam menyampaikan layanan informasi karier kepada siswa. Model pengembangan yang digunakan merujuk dari model pengembangan Borg dan Gall. Model pengembangannya melalui tahap: 1). Penelitian dan pengumpulan informasi; 2). Perencanaan; 3). Pengembangan produk awal; 4). Pelaksanaan uji lapangan awal; 5). Revisi produk utama; 6). Pelaksanaan uji lapangan utama; 7). Revisi produk operasional. Penilaian produk dilakukan oleh tiga orang ahli bimbingan dan konseling, dan empat orang calon pengguna produk (konselor) dengan rincian dua orang konselor dari tingkat SMP dan dua orang konselor dari tingkat SMK. Penilaian yang diperoleh berupa data kuantitatif dan data kualitatif. Penilaian produk dilihat dari tingkat kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kemenarikan program. Hasil uji produk website layanan informasi karier menunjukkan bahwa media ini memiliki tingkat kegunaan, kelayakan, ketepatan dan kemenarikan yang cukup tinggi. Hal ini terbukti dari hasil analisis angket penilaian para ahli dan para calon pengguna produk yang menunjukkan skor penilaian dengan rentangan 2,01 – 3,00 yang artinya berguna/layak/tepat/menarik, dan 3,01 – 4,00 yang artinya sangat berguna/sangat layak/sangat tepat/sangat menarik. Hasil penelitian ini disarankan kepada 1). Konselor sebagai pelaksana dalam memberikan layanan informasi karier, untuk menggunakan website layanan informasi karier sebagai media penyampaian informasi secara online dan hendaknya selalu memberikan layanan yang terbaru dan terpercaya untuk disampaikan kepada siswa. 2). Kepala sekolah perlu memberikan dukungan yang optimal dalam proses aplikasi website layanan informasi karier, dan Kepala sekolah bekerja sama dengan konselor untuk mensosialisasikan website layanan informasi karier terhadap siswa maupun masyarakat sekitar sekolah. 3). Penelitian lanjutan, perlu diuji cobakan juga terhadap subjek uji lain. Subjek uji yang dimaksudkan adalah ahli media dan siswa dalam kelompok besar.

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇