SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
pengembangan media permainan simulasi untuk meningkatkan keterampilan kerjasama siswa SMP
ABSTRAK Sulistyawati, Veraningtyas. 2012. Pengembangan Media Permainan Simulasi untuk Meningkatkan Keterampilan Kerjasama Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Triyono, M.Pd. (2) Dr. M. Ramli, M.A. Kata Kunci: pengembangan media, permainan simulasi, keterampilan kerjasama Pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial sehingga bagi remaja merupakan sesuatu yang sangat penting untuk dapat diterima oleh lingkungannya. Masalah sosial menjadikan mereka sulit berinteraksi dan berkerjasama dengan teman sebayanya. Terkait dengan masalah kerjasama siswa, konselor mempunyai tugas untuk membimbing siswa supaya dapat berkerjasama secara positif. Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh konselor adalah dengan bimbingan kelompok. Media yang dapat digunakan untuk kemudahan pemberian layanan bimbingan kelompok adalah media permainan simulasi berbentuk permainan monopoli. Tujuan pengembangan ini adalah untuk menghasilkan suatu media permainan simulasi berbentuk permainan monopoli yang dapat digunakan oleh konselor sebagai media untuk membantu meningkatkan keterampilan kerjasama siswa SMP yang memenuhi tujuan dari segi kegunaan, ketepatan, kejelasan, dan kemenarikan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah adaptasi penelitian pengembangan model Borg dan Gall. Adapun langkah-langkah pengembangannya adalah (1) persiapan, pada tahap ini kegiatan yang dilakukan adalah analisis kebutuhan dan menentukan tujuan, (2) penyusunan produk, beberapa hal yang dilakukan pada tahap ini adalah menentukan materi sebagai isi media dan menentukan desain media, (3) validasi produk, pada tahap ini validasi dilakukan kepada ahli materi BK, ahli media pembelajaran dan uji calon pengguna produk (konselor), (4) penyusunan produk akhir,setelah mendapatkan penilaian dari ahli materi bimbingan dan konseling, ahli media pembelajaran, dan calon pengguna produk (konselor), peneliti melakukan penyempurnaan produk akhir sesuai dengan penilaian, saran, dan hal-hal yang perlu direvisi dari media permainan simulasi berbentuk permainan monopoli. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dan pengembangan adalah data kualitatif dan data kuantitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan angket untuk penilaian uji ahli dan calon pengguna produk. Hasil dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil penelitian dan pengembangan menunjukkan bahwa media permainan simulasi berbentuk permainan monopoli untuk meningkatkan keterampilan kerjasama siswa SMP dapat diterima dari segi kegunaan, ketepatan, kejelasan, dan kemenarikan, dan dapat digunakan sebagai media bimbingan kelompok untuk meningkatkan keterampilan kerjasama siswa SMP. Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan, maka saran yang dapat diberikan adalah (1) peneliti selanjutnya menguji keefektifan sampai ke subjek pengguna produk (siswa), (2) peneliti selanjutnya dapat mengembangkan media ini dengan rancangan penelitian eksperimen, dan (3) konselor hendaknya menggunakan media permainan simulasi berbentuk permainan monopoli untuk meningkatkan keterampilan kerjasama ini melalui tindakan bimbingan dan menyesuaikan dengan kondisi kelas.
KEEFEKTIFAN STRATEGI SELF-MANAGEMENT UNTUK MENGURANGI STRES DALAM BELAJAR SISWA KELAS XI SMK N 5 MALANG
ABSTRAK Febriana, Egi Ika. 2012. Keefektifan Strategi Self-Management untuk Mengurangi Stres dalam Belajar Siswa Kelas XI SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Dr. Andi Mappiare A.T., M.Pd Kata Kunci: self-management, stres, siswa SMK Stres secara umum merupakan sesuatu yang tidak terpisahkan dalam kehidupan manusia, bahkan stres merupakan bagian dari kehidupan. Orang harus tergesa-gesa bangun, membereskan PR, lupa atau tidak sempat untuk sarapan, berlari untuk mengejar kendaraan umum, sekolah atau aktifitas, berkonflik dengan teman atau orang lain, dan lain-lain. Stres dapat terjadi dimanapun dan pada siapapun, juga pada siswa. Mengatasi masalah tersebut diperlukan bantuan yang efektif untuk mengurangi stres dalam belajar siswa kelas XI SMK Negeri 5 Malang. Salah satu upayanya ialah penerapan strategi self-management. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat keefektivan strategi self-management untuk mengurangi stres dalam belajar siswa SMK N 5 Malang. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu (Quasi-Exsperimental Research) tanpa kelas kontrol. Penelitian menggunakan jenis desain eksperimen kasus tunggal (Single-Case Experimental Design). Dalam SCED meliputi 3 fase, yaitu fase A, fase B (treatment), dan fase A’. Dengan subjek siswa kelas XI SMK N 5 Malang dengan jumlah 5 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan skala stres dalam belajar, tugas harian self-management, dan self-report. Untuk menganalisis data menggunakan hasil dari visual inspection pada saat sebelum perlakuan, perlakuan, dan sesudah perlakuan.. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa self-management berpengaruh terhadap pengurangan stres dalam belajar siswa. Hal ini tampak dari masing-masing subjek menunjukkan adanya penurunan tingkah laku stres dalam belajarnya dari fase A ke fase A’. Dari 5 subjek memilki peningkatan persentase penurunan stres di atas 50%. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar: 1) konselor dapat membantu siswa untuk mengurangi stres dalam belajar menggunakan strategi self-management. Konselor dapat memberikan strategi self-management ini tidak hanya pada 5 siswa tetapi pada seluruh siswa XI RPL I yang sudah diketahui karakteristiknya, dan 2) peneliti selanjutnya hendaknya jika akan menguji self-management untuk mengurangi stres dengan melakukan penelitian menggunakan kelompok kontrol.
Pengembangan Panduan Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung
ABSTRAK Widyarto, Wikan Galuh. 2012. Pengembangan Panduan Sosiodrama untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa Kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd. Kata kunci: Panduan Sosiodrama, Keterampilan Komunikasi, Komunikasi Interpersonal. Penelitian pengembangan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung dilatarbelakangi munculnya kasus siswa kelas VII yang mengalami salah paham dengan teman sebayanya, disebabkan kurangnya keterampilan komunikasi interpersonal. Selain itu, belum adanya konselor yang menggunakan model sosiodrama sebagai metode peningkatan keterampilan komunikasi siswa, sehingga diperlukan suatu panduan sosiodrama sebagai salah satu metode untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa di sekolah. Tujuan Penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung sebagai salah satu teknik yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial yang berterima secara teoritis dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research) yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan Sebagai berikut: 1) tahap I perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitan, melakukan kajian pustaka dan need assesment; 2) tahap II pengembangan produk: menentukan tujuan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal (tujuan umum dan tujuan khusus), menyusun isi dari buku panduan sosiodrama, menyusun alat evaluasi produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli (uji ahli bk, uji ahli drama, dan uji ahli media); revisi produk hasil penilaian uji ahli; uji calon pengguna produk; uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil); produk akhir panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Isi dari produk yang dihasilkan yakni kata pengantar, daftar isi, bab I pendahuluan (latar belakang, pengertian sosiodrama, tujuan sosiodrama, sasaran sosiodrama, prosedur pelaksanaan permainan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal, komponen pedoman layanan bimbingan), bab 2 panduan pelaksanaan (petunjuk umum, petunjuk khusus, peran konselor, peran siswa dalam pelaksanaan sosiodrama, langkah pengembangan model sosiodrama, cara mengulang permainan), bab III (skenario sosiodrama yang berisikan mengenai identitas, kompetensi, garis besar cerita, pemain dan rambu-rambu pemain, rincian adegan, diskusi refleksi), bab IV evaluasi (evaluasi program, evaluasi hasil, lembaran observasi siswa), bab V penutup, daftar rujukan, lampiran. Selain itu buku panduan ini juga dilengkapi dengan kata-kata bijak, dan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi agar menambah kemenarikan buku panduan. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap buku panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung, dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor sangat layak, sangat jelas, sangat berguna, sangat mudah, sangat tepat, sangat menarik secara teoritis. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) Dengan adanya panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal kelas VII di SMP Negeri 1 Pakel Tulungagung, sekolah dapat memfasilitasi agar dijadikan referensi dalam MGBK, sehingga sekolah lain dapat menerapkannya dengan menyesuaikan karakteristik siswa masing-masing sekolah. 2) Pengguna produk benar-benar memahami dan mempelajari panduan sosiodrama ini agar dapat diaplikasikan dalam membantu siswa dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal dengan menggunakan teknik sosiodrama secara efektif untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling. 3) Panduan untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal ini dapat dilanjutkan dengan eksperimen untuk mengetahui keefektifan panduan sosiodrama untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal guna diperoleh hasil yang lebih akurat.
Efektivitas Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Empati Siswa Sekolah Menengah Pertama.
ABSTRAK Pujiastuti, Dian. 2012. Efektivitas Teknik Sosiodrama untuk Meningkatkan Empati Siswa Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia, Flurentin, M.Pd. (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd Kata Kunci: teknik sosiodrama, empati Empati saat ini sulit ditemukan dalam diri seseorang, hal ini karena seiring dengan era globalisasi dan teknologi yang canggih membuat siswa terlena, teknologi membentuk siswa menjadi makhluk individual. Berkurangnya kemampuan berempati yang ditunjukkan siswa di lingkungan sekolah antara lain adalah kebiasaan mengejek teman-temannya yang terkadang sebagai pemicu perekelahian. Bimbingan dan konseling berperan penting dalam mengatasi masalah empati, melalui salah satu teknik dalam bimbingan dan konseling yaitu teknik sosiodrama. Dalam hal ini teknik sosiodrama merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan empati siswa SMP. Penelitian yang dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik sosiodrama untuk meningkatkan empati siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini dapat memberikan masukan bagi guru dan konselor mengenai salah satu layanan yang efektif untuk meningkatkan empati pada siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental design dengan jenis One Group Pretest and Posttest design. Eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Pelaksanaan rancangan penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan perlakuan kepada sekelompok individu berupa skala empati, treatment berupa sosiodrama, dan posttest berupa skala empati. Subjek penelitian adalah siswa SMP Negeri 5 Malang kelas VII.1 yang memiliki empati rendah dan berjumlah 13 orang siswa. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan uji beda wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik sosiodrama efektif untuk meningkatkan empati siswa SMP. Hal ini ditunjukkan oleh peningkatan skor empati kelompok eksperimen setelah diberikan treatment dengan menghasilkan nilai wilcoxon sebesar (z = -3.182a ) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,001 pada derajat signifika
PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN KONSEP DIRI SISWA MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI ARIYOJEDING TULUNGAGUNG
ABSTRAK Restino, Dian Eko. 2012. Pengembangan Paket Konsep Diri Diri Siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri Ariyojeding Tulungagung. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Dr. Triyono, M.Pd, Kata kunci: Konsep Diri, Paket Bimbingan, Siswa MTsN Ariyojeding Konsep diri adalah gambaran diri individu yang berisikan tentang bagaimana individu melihat dirinya sendiri sebagai pribadi, bagaimana individu merasa atas dirinya, serta bagaimana individu menginginkan diri sendiri sebagaimana manusia yang ideal menurut dirinya. Remaja sekolah menengah masih mencari jati diri dan identitasnya. Siswa MTs Negeri Aryojeding cenderung mengikuti kelompoknya, misalnya dalam hal mode pakaian, selera musik, model rambut, alat komunikasi atau handphone dan alat transportasi diikuti sesuai tren meskipun terkesan dipaksakan dan kurang sesuai dengan tingkat ekonomi keluarganya. Konselor MTs Negeri Aryojeding belum memberikan bimbingan terkait dengan konsep diri kepada siswa dan sekolah belum memiliki paket bimbingan konsep diri. Agar siswa dapat mengembangkan konsep diri secara optimal perlu dikembangkan media berupa paket bimbingan konsep diri siswa MTsN Ariyojeding Tulungagung. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan paket bimbingan konsep diri siswa MTs Negeri Aryojeding yang dapat diterima berdasarkan kegunaan, ketepatan dan kemenarikan. Tujuan khusus penelitian ini adalah untuk menghasilkan paket bimbingan konsep diri untuk siswa dan panduan paket bimbingan konsep diri untuk konselor berdasarkan tingkat kegunaan, kemenarikan, dan ketepatan menurut para ahli dan calon pengguna produk. Penelitian ini menggunakan model R & D. Desain uji coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif. Subjek uji ahli adalah ahli bimbingan dan konseling, ahli media, dan calon pengguna produk (konselor) MTsN Ariyojeding Tulungagung. Jenis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data adalah angket penilaian (skala penilaian dan lembar saran). Teknik analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis deskriptif (kategori) dan data kuantitatif menggunakan teknik analisis statistik deskriptif (mean). Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif diperoleh kesimpulan bahwa buku paket bimbingan konsep diri untuk siswa dinilai ahli BK sangat berguna, sangat tepat dan cukup menarik. Penilaian dari ahli media sangat berguna, sangat tepat dan sangat menarik. Penilaian uji calon pengguna produk, yaitu konselor MTsN Ariyojeding sangat berguna, sangat tepat dan sangat menarik. Adapun buku panduan paket bimbingan konsep diri untuk konselor dinilai ahli BK sangat berguna, sangat tepat dan cukup menarik. Penilaian ahli media sangat berguna, sangat tepat dan sangat menarik. Penilaian calon pengguna produk sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik. Saran bagi sekolah diharapkan sekolah memfasilitasi dari segi finansial dan dukungan moral kepada Bimbingan Konseling untuk melaksanakan bimbingan konsep diri ini. Saran bagi konselor dalam kegiatan pemberian model akan lebih optimal konselor memberikan cuplikan film pendek. Saran bagi siswa diharapkan juga untuk mempelajari buku paket bimbingan konsep diri secara mandiri di luar jam tatap muka. Saran bagi peneliti selanjutnya sebaiknya menjadikan pengembangan paket bimbingan konsep diri ini sebagai dasar untuk menguji efektifitas paket bimbingan konsep diri siswa MTsN Ariyojeding Tulungagung
Keefektifan Metode Klarifikasi Nilai Terhadap Peningkatan Kesadaran Akan Nilai Integritas Siswa SMP
ABSTRAK Junaedi, Aunur Rafiq. 2012. Keefektifan Metode Klarifikasi Nilai Terhadap Peningkatan Kesadaran Akan Nilai Integritas Siswa SMP. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A (2) Irene Maya Simon, M.Pd Kata kunci:metode klarifikasi nilai, kesadaran akan nilai integritas, contoh kasus Kesadaran akan nilai integritas perlu dimiliki untuk menyikapi kemerosotan moral yang mulai mewabah di negeri ini. komponen penyusun kesadaran integritas seperti memegang prinsip moral, meyakini hati, memegang janji, konsisten, tulus dan jujur pada diri sendiri akan membawa individu pada karakter yang diharapkan dan menjadi kepribadian yang melekat pada dirinya. Kurangnya kesadaran akan nilai integritas membawa dampak pada berbagai masalah kecurangan yang terus terjadi pada remaja khususnya dan dianggapnya menjadi hal yang biasa terjadi. Faktor utama yang mempengaruhi merosotnya sebuah nilai integritas dalam diri ditandai dan diawali oleh ketidakjujuran. Dengan meningkatkan kesadaran akan nilai integritas, mereka belajar untuk bisa percaya pada diri sendiri dan meyakini kata hatinya. Selain itu, akan lahir kejujuran dalam dirinya sendiri sehingga mereka mampu menjaga komitmen yang dimilikinya secara tulus. Metode klarifikasi nilai (values clarification) membantu siswa dalam mengkaji pikiran, perasaan dan perbuatannya sendiri untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang nilai-nilai mereka sendiri. Metode klarifikasi nilai diasumsikan bahwa tidak ada penekanan nilai dan yang diutamakan adalah proses belajar menilai dan memutuskan, dalam prakteknya memberikan sajian berupa pola sejumlah cerita mengenai berbagai contoh kasus yang mengandung konflik nilai dengan pancingan-pancingan pertanyaan, subjek dilibatkan dalam suasana cerita dan didorong untuk menjelaskan perasaan dan nilai yang ada pada dirinya serta mengambil keputusan dan argumentasi yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode klarifikasi nilai untuk meningkatkan kesadaran akan nilai integritas siswa SMP. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa SMPN 17 Malang berjumlah 12 siswa. Metode pengumpulan data penelitian ini menggunakan desain eksperimen one group pretest-posttest design. Pengumpulan data yang digunakan berupa skala kesadaran akan nilai integritas siswa SMP yang diberikan pada awal dan akhir perlakuan, serta data kualitatif jawaban siswa. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan bantuan SPSS for windows versi 17 melalui statistik nonparametrik uji wilcoxon dan berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa klarifikasi nilai dengan menggunakan contoh kasus efektif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai integritas siswa SMP. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor pada posttes di akhir pertemuan. Dalam pelaksanaan metode klarifikasi nilai perlu diperhatikan pula beberapa hal seperti, mempersiapkan kasus yang sesuai dan sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kasus yang diberikan sebaiknya mudah untuk dipahami siswa. Kesesuaian kasus dengan usia subjek saat ini, agar tidak terjadi salah memahami kasus. Diharapkan juga adanya need assessment sebelum mengadakan penelitian, untuk mendukung kecocokan situasi dan kondisi dengan metode yang akan diberikan khususnya kebutuhan siswanya.
PENGEMBANGAN PAKET PELATIHAN EFIKASI DIRI UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SEKOLAH MENENGAH ATAS
ABSTRAK Sayekti, Ria Wahyu. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Efikasi Diri untuk Meningkatkan Motivasi Berprestasi Siswa Sekolah Menengah Atas. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M. Pd, (II) Dr. Blasius Boli Lassan, M. Pd Kata kunci: Pengembangan, paket pelatihan, efikasi diri, motivasi berprestasi. Motivasi dianggap sebagai sesuatu yang terkait dengan kebutuhan, salah satunya adalah kebutuhan akan berprestasi, sehingga muncullah motivasi untuk berprestasi. Prestasi yang baik dapat memberikan kepuasan pribadi bagi remaja, namun ada perbedaan motivasi diantara para remaja untuk meraih prestasi tersebut. Pada dasarnya, rendahnya motivasi siswa untuk berprestasi karena individu yang bersangkutan kurang memiliki keyakinan terhadap dirinya sendiri yang disebut dengan self-efficacy. Orang yang mempunyai efikasi diri tinggi sering disebut sebagai orang optimis. Sebaliknya orang yang memiliki efikasi diri rendah sering disebut orang pesimis. Dikalangan siswa, tidak jarang masih dijumpai siswa yang merasa pesimis dengan dirinya sendiri. Berkaitan dengan itu, peneliti bermaksud mengembangkan sebuah paket pelatihan dalam mengenal efikasi diri siswa dengan tujuan agar siswa optimis dalam meraih prestasi yang lebih tinggi. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menghasilkan sebuah paket pelatihan efikasi diri yang nantinya dapat digunakan konselor sebagai salah satu media bimbingan dalam kelas untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa. Paket pelatihan yang dihasilkan terdiri dari panduan pelatihan bagi siswa dan konselor. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang mengikuti model pengembangan Borg and Gall (1983). Tahap penelitian ini diawali dengan analisis kebutuhan, pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan angket kebutuhan yang dilancarkan kepada siswa dan konselor. Dari hasil analisis kebutuhan kemudian dilakukan penyusunan prototype. Untuk menguji kelayakan dari prototype yang dihasilkan, dilakukan uji validasi kepada ahli materi (dosen BK) dan ahli bahasa (dosen bahasa), kemudian dilakukan revisi berdasarkan saran dan masukan dari ahli. Setelah revisi, tahap selanjutnya adalah uji coba calon pengguna, yaitu kepada konselor dan siswa melalui uji kelompok kecil. Dari hasil uji calon pengguna dilakukan revisi lagi hingga tercipta produk akhir berupa paket pelatihan. Instrumen penelitian yang digunakan dalam uji validitas berupa angket skala penilaian serta lembar saran yang dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa setelah melalui uji validitas dan beberapa kali revisi, paket pelatihan efikasi diri untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa SMA, baik panduan pelatihan bagi siswa maupun konselor memiliki keberterimaan yang baik secara teoritis dan praktis dilihat dari segi ketepatan, kegunaan, kemenarikan, dan kemudahan. Melalui angket yang diberikan, ahli materi, ahli bahasa, serta calon pengguna mengungkapkan bahwa secara keseluruhan paket pelatihan efikasi diri untuk meningkatkan motivasi berprestasi siswa SMA memiliki kelayakan untuk digunakan sebagai salah satu media bimbingan di sekolah. Berdasarkan uji ahli materi, pada aspek ketepatan, kegunaan, kemenarikan dan kemudahan masing memperoleh skor sebesar 40; 36; 13 dan 27. Skor tersebut bila disesuaika dengan tabel kategori penggolongan skor, masing-masing skor tergolong pada kategori “tepat”, “berguna”, “menarik”, dan “mudah digunakan”. Berdasarkan uji ahli bahasa, pada aspek ketepatan kegunaan, kemenarikan dan kemudahan masing memperoleh skor sebesar 34; 27; 13 dan 26. Skor tersebut bila disesuaika dengan tabel kategori penggolongan skor, masing-masing skor tergolong pada kategori “tepat”, “sangat berguna”, “menarik”, dan “mudah digunakan”. Berdasarkan uji calon pengguna (konselor), penilaian dari 2 orang konselor dirata-rata sehingga diperoleh skor untuk masing-masing aspek adalah sebesar 43; 37; 16,5 dan 26,5. Skor tersebut bila disesuaikan dengan tabel kategori penggolongan skor maka masing-masing skor tersebut tergolong pada kategori “tepat”, “sangat berguna”, “menarik”, dan “mudah digunakan”. Hasil penilaian ini semakin menguatkan bahwa paket pelatihan efikasi diri untuk meningkatkan motivasi berprestasi sisiwa SMA ini layak digunakan sebagai salah satu media bimbingan di sekolah. Saran yang diberikan dalam hal ini yaitu berhubungan dengan pemanfaatan, Paket pelatihan ini dapat digunakan sebagai salah satu media bimbingan preventif, yaitu menghindarkan siswa dari ketidakberdayaan terhadap kemampuannya sendiri untuk berprestasi. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan kelas skala besar. Selain itu, paket pelatihan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai media bimbingan kuratif, yaitu sebagai bantuan kepada siswa yang memiliki efikasi diri dan motivasi berprestasi rendah untuk meningkatkan efikasi dan motivasi dirinya. Pelaksanaannya dapat dilakukan dengan melalui konseling kelompok kepada siswa yang membutuhkan. Saran bagi penelitian selanjutnya yaitu pengembangan produk lebih lanjut dirasa sangat diperlukan, karena mungkin ada beberapa kekurangan yang luput dari perhatian pengembang. Dari pengembang sendiri, dirasa diperlukan adanya pengembangan instrumen dengan tingkat validitas tertentu untuk mengetahui efektivitas penggunaan paket pelatihan ini. Dengan adanya instrumen tersebut, akan sangat bermanfaat dalam mengukur keberhasilan dari sebuah pelatihan.
PERSEPSI SISWA TERHADAP ATRAKSI INTERPERSONAL KONSELOR DI MADRASAH ALIYAH NEGERI SE-KOTA MALANG
ABSTRAK Kurniawati, Yusnia Eka. 2012. Persepsi Siswa terhadap Atraksi Interpersonal Konselor di Madrasah Aliyah Negeri se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd, (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd. Kata Kunci: persepsi, atraksi interpersonal, konselor Atraksi interpersonal merupakan sikap positif, daya tarik yang mendorong seseorang untuk menyukai orang lain. Sikap positif yang dimiliki oleh seseorang mendorong orang lain untuk menyukainya dan melihat segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang sebagai suatu hal yang menyenangkan. Dengan kata lain, atraksi interpersonal konselor adalah daya tarik yang ada dalam diri konselor yang mendorong siswa untuk menyukai konselor sehingga layanan bimbingan dan konseling yang diberikan konselor dapat berjalan dengan lebih efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tingkat atraksi interpersonal konselor di MAN se-Kota Malang serta aspek-aspek yang menjadi daya tarik konselor. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif kuantitatif. Subjek penelitian yaitu siswa Madrasah Aliyah Negeri se-Kota Malang. Sampel penelitian terdiri dari 4 kelas yaitu kelas XI BAHASA dan XI IPS 2 di MAN Malang 1 serta XI IPA 1 dan XI IPA 3 di MAN 3 Malang. Instrumen pengumpulan data adalah skala penilaian atraksi interpersonal konselor. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis deskriptif. Kesimpulan penelitian ini adalah sangat banyak siswa (81,3%) mempersepsi tingkat atraksi interpersonal konselor sangat tinggi. Sebagian besar siswa (77%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena aspek kompetensi, sebagian besar siswa (66,2%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena aspek daya tarik fisik, sebagian siswa (59,7%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena kondisi spiritual konselor, sebagian siswa (58,3%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena aspek sikap, sebagian siswa (58,3%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena keakraban yang ditunjukkan konselor, sedikit siswa (23,7%) mempunyai tingkat ketertarikan yang sangat tinggi terhadap konselor karena aspek ganjaran. Dengan demikian, aspek yang menjadi daya tarik utama konselor adalah aspek kompetensi/kemampuan konselor dikarenakan aspek tersebut meraih persentase terbesar yaitu 77%. Berdasarkan hasil penelitian, konselor hendaknya meningkatkan kompetensi/kemampuan agar siswa tertarik untuk mengakses layanan bimbingan dan konseling. Selain itu, konselor juga harus terus-menerus introspeksi diri tentang derajat atraksi interpersonal yang ada pada dirinya. Penelitian ini hendaknya dapat dijadikan bahan referensi dan bahan pengembangan profesionalitas calon konselor pada Jurusan Bimbingan dan Konseling. Penelitian ini hendaknya juga dapat dijadikan masukan bagi peneliti lanjut yang tertarik meneliti atraksi interpersonal konselor untuk menggunakan rancangan penelitian yang lainnya seperti rancangan penelitian kualitatif maupun pengembangan.
Keefektifan Klarifikasi Nilai untuk Meningkatkan Kesadaran Nilai Tanggung Jawab Akademik Pada Siswa SD
ABSTRAK Dyanasta, Royen. 2012. Keefektifan Klarifikasi Nilai untuk Meningkatkan Kesadaran Nilai Tanggung Jawab Akademik Siswa SD. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan BKP Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A. (2) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata kunci: klarifikasi nilai, kesadaran nilai tanggung jawab akademik, ilustrasi kasus Kesadaran nilai tanggung jawab akademik penting dimiliki untuk menciptakan manusia yang mampu bertindak tanggung jawab khususnya dalam bidang akademik dalam kehidupan. Sedangkan ketidakbertanggungjawaban merupakan penghalang bagi manusia untuk bersikap positif. Kurangnya kesadaran akan nilai tanggung jawab akademik pada siswa SD tercermin pada tindakan seperti tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru, malas belajar dan kebiasaan mencontek. Dalam hal ini pendidikan yang menjadi tonggak utama dalam menumbuhkembangkan nilai tanggung jawab khususnya tanggung jawab akademik siswa. Melalui pendidikan yang secara global dapat menanamkan nilai tanggung jawab akademik kepada siswa-siswa sejak usia dini, dan diharapkan dapat menjadi landasan dalam menjalankan tingkah laku yang selalu menjunjung tinggi nilai dalam bertanggung jawab di bidang akademik. Menyikapi hal tersebut maka diperlukan metode yang khusus agar siswa dapat memperoleh pemahaman dan dapat menerapkan nilai tanggung jawab akademik dalam kehidupan kesehariannya. Klarifikasi nilai (values clarification) memberi penekanan pada usaha membantu siswa dalam mengkaji perasaan dan perbuatannya sendiri untuk meningkatkan kesadaran mereka tentang nilai-nilai mereka sendiri. Teknik klarifikasi nilai dimulai dari penyajian pola sejumlah cerita berupa ilustrasi kasus yang mengandung konflik nilai dengan pancingan-pancingan pertanyaan, Subjek coba dilibatkan dalam suasana cerita dan didorong untuk menjelaskan perasaan dan nilai yang ada pada dirinya serta mengambil keputusan dan argumentasi yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan klarifikasi nilai untuk meningkatkan kesadaran akan nilai tanggung jawab akademik siswa SD. Subjek penelitian yang digunakan adalah siswa SD berjumlah 8 siswa. Metode pengumpulan data penelitian ini adalah penelitian eksperimen one group pretest-posttest design. Pengumpulan data yang digunakan berupa skala kesadaran akan nilai tanggung jawab akademik siswa SD yang diberikan pada awal dan akhir perlakuan, serta data kualitatif jawaban siswa. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik nonparametrik uji wilcoxon sign rank test dan berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa klarifikasi nilai dengan menggunakan ilustrasi kasus efektif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai tanggung jawab akademik siswa SD. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor pada postes di akhir pertemuan. Selama tujuh kali perlakuan klarifikasi nilai, subyek mampu memahami nilai-nilai tanggung jawab akademik serta bagaimana penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dari kedelapan subyek, hanya subyek WP yang mengalami peningkatan kesadaran akan nilai tanggung jawab akademik dengan klasifikasi sangat tinggi. Subyek AF, MR, RY, FM, IY dan AM menjadi tinggi klasifikasi kesadaran akan nilai tanggung jawab akademiknya. Sedangkan subyek DS mengalami peningkatan kesadaran akan nilai tanggung jawab akademik dengan klasifikasi sedang. Hasil ini membuktikan bahwa ada peningkatan kesadaran akan nilai tanggung jawab akademik antara sebelum dan sesudah perlakuan klarifikasi nilai. Hasil analisis deskripstif mendapatkan hasil bahwa nilai mean data postes lebih tinggi dari data pretes. Hal ini membuktikan bahwa teknik klarifikasi nilai efektif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai tanggung jawab akademik siswa SD.
Perilaku “Nyethe” Dikalangan Pelajar SMA di Kabupaten Tulungagung
ABSTRAK Rahayu, Hesti. 2012. Perilaku “Nyethe” Dikalangan Pelajar SMA di Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd, (II) Drs. H. Widada, M.Si. Kata Kunci: perilaku nyethe, pelajar SMA, fenomenologis Warung kopi merupakan salah satu tempat favorit yang digunakan oleh para pelajar sebagai ajang tempat membolos dan hanya buang-buang waktu (wasting time) di Kabupaten Tulungagung. Ada banyak kegiatan yang mereka lakukan di warung kopi salah satunya adalah kegiatan nyethe. Nyethe merupakan seni melukis atau membatik pada batang rokok dengan menggunakan endapan kopi atau biasa disebut dengan cethe. Seiring dengan perkembangan kreativitas para pecinta nyethe, kegiatan ini telah berkembang menjadi produk kreativitas yang lebih memiliki nilai guna dan nilai jual yang dikenal dengan istilah cethe merchandise. Untuk mengatasi siswa yang hanya membolos dan buang-buang waktu (wasting time) di warung kopi, padahal disisi lain siswa tersebut memiliki kreativitas seni melukis atau membatik yang tinggi, dapat diarahkan pada kegiatan yang lebih positif guna mengembangkan kreativitasnya. Dengan demikian potensi nyethe yang tidak tergarap dapat diarahkan pada kegiatan pengganti seperti kegiatan ekstrakulikuler. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Lokasi penelitian adalah Desa Bolorejo, Kecamatan Kauman, Kabupaten Tulungagung. Subjek penelitian adalah empat orang remaja SMA yang memiliki hobi nyethe di warung kopi. Informan lain adalah budhe subjek, pemilik warung kopi, dua orang pengunjung warung kopi dan dua pemuda yang memiliki hobi nyethe. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik Snowball Sampling. Pengecekan keabsahan temuan dilakukan dengan menggunakan teknik trianggulasi yaitu trianggulasi metode, trianggulasi peneliti, trianggulasi sumber dan trianggulasi situasi. Hasil temuan dapat disimpulkan bahwa: 1) Subjek pelaku kegiatan nyethe, memiliki sikap “biasa” saat berkumpul dengan teman-temannya dan para pengunjung lain di warung kopi, 2) Masa remaja merupakan masa yang ditandai dengan berkembangnya sikap komformity, yaitu kecenderungan untuk meniru, mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran, atau keinginan orang lain, 3) Kohesifitas antar teman satu kelompok nampaknya sangat erat, saling mempengaruhi dan saling memiliki ketergantungan, 4) Kretivitas kegiatan nyethe dapat dikembangkan menjadi produk seni yang memiliki nilai jual, yang lebih dikenal dengan istilah cethe merchandise, 5) Subjek penikmat kopi dan cethe belum memiliki gambaran tentang jenis pekerjaan yang akan mereka ambil kelak. Mereka masih bingung dan belum mau memikirkan hal tersebut, 6) Namun dari hasil wawancara juga dapat dimaknai bahwa subjek sebenarnya menginginkan pekerjaan yang menyenangkan sesuai dengan minatnya, dan 7) Faktanya belum ada kegiatan pengganti guna pengembangan seni dan kreativitas nyethe di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian ini maka diajukan beberapa saran. Saran ditujukan kepada: 1) Konselor di sekolah diharapkan menyediakan layanan informasi mengenai jenis-jenis pekerjaan, serta bekerjasama dengan guru kesenian untuk mengembangkan kreativitas di bidang seni melukis, seperti kegiatan ekstrakulikuler yang berkaitan dengan bidang seni membatik atau melukis. Peran konselor terhadap lembaga atau masyarakat yaitu memberikan saran bahwa kreativitas nyethe dapat dituangkan misalnya pada media kain sebagai wujud penyaluran potensi, 2) Masyarakat setempat, diharapkan mewadahi kreativitas kegiatan nyethe bagi remaja penggemar kegiatan nyethe seperti kelompok karang taruna, guna menghasilkan produk kreativitas seperti yang sudah ada saat ini yaitu cethe merchandise, sehingga kegiatan ini juga tidak dianggap sebagai kegiatan yang hanya buang-buang waktu saja (wasting time), 3) PEMKAB Tulungagung, diharapkan pemerintah kabupaten Tulungagung lebih peka terhadap seni dan kreativitas kegiatan nyethe pada siswa penggemar nyethe, dan menyediakan sarana yang tepat bagi mereka dalam pengembangannya, 4) Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai bahan kajian bagi peneliti lain yang akan meneliti tetang bakat dan kreativitas siswa penggemar kegiatan nyethe dengan aspek kreativitas yang berbeda seperti bentuk produk dan media yang berbeda dengan produk yang telah ada saat ini.