SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
Pengembangan Media Bimbingan Kematangan Emosi Siswa SMA dengan Permainan Kartu Uno
ABSTRAK Handayani, Elisabet Sri. 2012. Pengembangan Media Bimbingan Kematangan Emosi Siswa SMA dengan Permainan Kartu Uno. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (2) Yuliati Hotifah, S.Psi, M.Pd. Kata Kunci: media bimbingan, kematangan emosi, permainan kartu Uno, siswa SMA Kematangan emosi dapat diartikan sebagai suasana atau respon emosional yang terhindar dari sifat-sifat implusif (bertingkah laku berdasarkan dorongan sesaat tanpa pertimbangan yang matang), atau kekanak-kanakan. Kematangan emosi merupakan salah satu aspek yang harus dicapai remaja dalam tahap perkembangannya. Salah satu bimbingan yang dapat diberikan konselor untuk membantu siswa dalam mencapai aspek kematangan emosi adalah melalui bimbingan dengan media permainan kartu Uno. Bimbingan dengan menggunakan media permainan kartu Uno dimaksudkan untuk merefleksikan seputar pengalaman pencapaian aspek kematangan emosi siswa dalam kehidupan sebenarnya, melalui konten isi yang berupa materi aspek kematangan emosi yang ada di dalam kartu. Pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan produk berupa media bimbingan aspek kematangan emosi siswa SMA dengan permainan kartu Uno sebagai media yang praktis bagi konselor untuk melaksanakan bimbingan. Dengan pengembangan media permainan kartu Uno ini, diharapkan siswa dapat mencapai aspek kematangan emosi. Penelitian ini mengaplikasikan dari rancangan model Pengembangan Borg dan Gall (2003) sehingga langkah-langkah penelitiannya yaitu, 1) melakukan penelitian dan pengumpulan data, 2) penyusunan prototipe produk, 3) tahap validasi produk, dan 4) tahap uji coba produk. Berdasarkan penilaian dari hasil ahli bimbingan dan konseling, yang ditinjau dari aspek kemenarikan, ketepatan, kejelasan, dan kemudahan, media permainan kartu Uno yang dikembangkan ini sudah memenuhi syarat kelayakan sebagai media bimbingan. Berdasarkan penilaian dari hasil media, yang ditinjau dari aspek kemenarikan, ketepatan, kejelasan, dan kemudahan, media permainan kartu Uno yang dikembangkan ini sudah memenuhi syarat kelayakan sebagai media pembelajaran. Berdasarkan penilaian dari hasil ahli calon pengguna produk, yang ditinjau dari aspek kemenarikan, ketepatan, kejelasan, dan kemudahan, media permainan kartu Uno yang dikembangkan ini sudah memenuhi syarat kelayakan sebagai media bimbingan aspek kematangan emosi di sekolah. Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran dari peneliti: 1) berdasarkan pemanfaatannya; (a) bagi layanan Bimbingan dan Konseling, hasil dari produk yang dikembangkan peneliti dapat digunakan sebagai salah satu upaya pencegahan/preventif dalam menghadapi fenomena emosional yang terjadi di kalangan remaja saat ini, (b) bagi konselor atau guru BK, produk hasilpenelitian ini dapat menjadi suatu media baru yang lebih inovatif serta menarik bagi siswa dalam menerima layanan bimbingan dan konseling, dan konselor dapat membantu siswa dalam pencapaian aspek kematangan emosi pada dirinya di saat yang bersamaan, (c) bagi siswa, produk penelitian dan pengembangan ini dapat membantu siswa dalam mencapai aspek kematangan emosinya melalui cara yang santai dan menyenangkan yaitu melalui pemberian media permainan kartu Uno, 2) bagi peneliti selanjutnya; (a) apabila berminat bisa melakukan uji lapangan atau kelompok besar, sehingga media yang dikembangkan ini dapat dirasakan manfaatnya dan kesesuaiannya oleh lebih banyak pengguna, (b) disarankan bisa melakukan penelitian terhadap media bimbingan aspek kematangan emosi siswa SMA dengan permainan kartu Uno ini menggunakan metode penelitian eksperimen.
PENGEMBANGAN PAKET PELATIHAN KESADARAN MENGHARGAI ORANG TUA UNTUK SISWA SMK NEGERI 5 MALANG
ABSTRAK Lestari, Santi Dwi. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Kesadaran dalam hal Menghargai Orang Tua pada Siswa SMK Negeri 5 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. (II) Dr. Nur Hidayah, M.Pd. Kata Kunci: paket pelatihan, kesadaran menghargai, orang tua, siswa SMK Setiap manusia memiliki kesadaran diri (self awareness). Kesadaran diri membuat seseorang dapat sepenuhnya menyadari perasaan dan emosi manusia. Begitu pula sikap menghargai kepada orang tua. Berdasarkan observasi dan wawancara saat Praktikum Bimbingan dan Konseling (PBK) di SMK Negeri 5 Malang, banyak permasalahan siswa yang berhubungan dengan orang tua terutama kesadaran siswa dalam memberikan penghargaan kepada orang tua. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan paket pelatihan kesadaran dalam hal menghargai orang tua yang memiliki ketepatan, kegunaan dan kemenarikan yang tinggi. Dalam penyusunannya, paket pelatihan ini menggunakan model prosedural yang bersifat deskriptif yaitu menggariskan langkah-langkah yang harus diikuti untuk menghasilkan produk. Rancangan pengembangan ini diadaptasi dari strategi pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall yaitu : (1) Melakukan penilaian kebutuhan (need assessment), (2) Analisis data dan penetapan prioritas kebutuhan, (3) Merumuskan tujuan umum dan tujuan khusus paket pelatihan kesadaran menghargai orang tua, (4) Menyusun paket pelatihan kesadaran menghargai orang tua, (5) Penilaian produk oleh uji ahli dan calon pengguna produk, (6) Revisi produk dan (7) Produk akhir berupa paket pelatihan kesadaran menghargai orang tua. Sedangkan prosedur pelatihannya menggunakan bentuk pembelajaran terstruktur (Structure Learning Approach). Pembelajaran terstruktur ini memiliki beberapa tahapan, yaitu instruksi, pemberian model, bermain peran, refleksi dan pemberian tugas rumah (evaluasi). Penelitian pengembangan ini menghasilkan panduan pelatihan kesadaran menghargai orang tua untuk konselor, panduan pelatihan kesadaran dalam hal menghargai orang tua untuk siswa, dan Compact Disc yang berisi video pelatihan dalam topik 3, topik 4, topik 6 serta power point materi dari masing-masing topik. Agar paket pelatihan ini dapat digunakan oleh konselor, maka harus dilakukan uji kelompok kecil dan uji kelompok besar dengan memperhatikan aturan prosedur pengembangan. Bagi peneliti yang tertarik mengembangkan paket ini perlu dipersiapkan pedoman observasi dalam rangka maintenance (memelihara) untuk mengetahui terjadinya perubahan tindakan atas kesadaran menghargai orang tua setelah diberikan pelatihan.
solidaritas sosial remaja sumenep (suatu kajian dalam perspektif fenomenologi pada remaja yang terlibat dalam komunitas geng)
ABSTRAK Wijayanti, Enggar. 2012. Solidaritas Sosial Remaja Sumenep (Suatu Kajian dalam Perspektif Fenomenologi pada Remaja Terlibat dalam Komunitas Geng). Skripsi. Jurusan Bimbingan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Dosen Pembimbing : (I) Dr. Andi Mappiare A.T, M.Pd (II) Drs. H. Widada, M. Si Kata Kunci : Solidaritas, Geng, Fenomenologi Remaja adalah fase kehidupan transisi menuju kedewasaan, karenanya masa remaja diwarnai oleh upaya-upaya adaptasi dalam bentuk perilaku atau pola pikir yang khas. Salah satu wujud adaptasi remaja adalah anarkisme dan agresifitas yang dikenal dengan istilah geng. Geng memiliki konotasi negatif sebagai kelompok anarkis, pembuat keonaran, kriminal, atau persepsi-persepsi lain yang senada yang menunjukkan bahwa geng adalah kelompok marjinal yang tidak diterima dalam kehidupan masyarakat yang tertib dan beradab. Penelitian ini menggali lebih jauh aspek-aspek solidaritas komunitas geng, meliputi bentuk solidaritas, fluktuasi solidaritas, dan dinamika solidaritas. Subjek penelitian ini adalah anggota-anggota dari sebuah geng di Kecamatan Kota Sumenep yang terdiri dari anak-anak remaja dengan rentang usia antara 14-19 tahun yang mayoritas adalah pelajar sekolah menengah. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah peneliti terjun secara langsung mengikuti aktivitas-aktivitas tertentu yang dilakukan subjek dan mendokumentasikan fakta-fakta yang sesuai. Berdasarkan hasil analisis temuan penelitian dapat disimpulkan bahwa bentuk solidaritas anggota geng subjek adalah solidaritas mekanik, yaitu solidaritas yang didasari oleh persamaan minat dan pola pikir. Adapun wujudnya adalah partisipasi aktif dalam setiap kegiatan geng. Jika mengabaikan hal ini maka subjek dianggap tidak solider. Solidaritas mengalami perubahan manakala terjadi konflik antara kepentingan geng dengan kepentingan personal masing-masing subjek (misalnya: kepentingan keluarga). Solusi dari konflik tersebut biasanya melalui 2 cara, yaitu (1) memenangkan salah satu kepentingan, atau (2) mengkompensasikan kedua kepentingan. Yang manapun caranya, setiap solusi memiliki konsekuensi tersendiri. Solidaritas geng pada awalnya adalah sesuatu yang mengikat. Artinya, setiap anggota geng mutlak memberikan perhatian (pikiran, waktu, tenaga, bahkan harta) secara penuh terhadap komunitasnya. Tak jarang pengikatan seperti ini memicu tindakan anarkis dan kriminal berat. Namun, saat ini solidaritas tak lagi bersifat absolut. Makna solidaritas kini hanya mengakomodasi keikutsertaan dalam kegiatan kelompok. Sanksi atas pelanggaran solidaritaspun saat ini bisa dibilang cukup ringan (seperti harus mentraktir temannya, atau hanya ditegur) tanpa melibatkan aktivitas fisik (dipukuli, dihukum fisik). Jadi, dinamika solidaritas dapat dikatakan berkembang pada arah yang lebih positif.
Pengembangan Alat Penilaian Kinerja Konselor (Pengujian Validitas, Reliabilitas, dan Penormaan)
ABSTRAK Kurniasari, Rizki. 2012. Pengembangan Alat Penilaian Kinerja Konselor (Pengujian Validitas, Reliabilitas, dan Penormaan). Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd., (II) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. Kata Kunci: Pengembangan, Alat Penilaian, Kinerja Konselor Konselor merupakan salah satu tenaga profesional yang bergerak dalam bidang bimbingan dan konseling. Menurut UU RI No. 20 Tahun 2003 pasal 1 ayat 6, konselor adalah pendidik, profesi yang mempunyai tugas, fungsi dan peran penting. Sebagai salah satu pendidik, konselor yang profesional diharapkan mampu berpartisipasi dalam pembangunan nasional untuk mewujudkan insan Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan YME, unggul dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, memiliki jiwa estetis, etis, berbudi pekerti luhur, dan berkepribadian. Oleh sebab itu, profesi konselor perlu dikembangkan secara terus menerus dan proposional menurut jabatan fungsional konselor. Agar fungsi dan tugas yang melekat pada jabatan fungsional konselor dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku, maka diperlukan penilaian kinerja konselor yang menjamin terjadinya proses pelayanan bimbingan dan konseling yang berkualitas disemua jenjang pendidikan Pengembangan ini dilaksanakan dengan tujuan menghasilkan sebuah alat penilaian untuk mengukur kinerja konselor yang memenuhi standar alat ukur meliputi validitas, reliabilitas, dan penormaan yang memadai. Prosedur pengembangan alat penilaian kinerja konselor ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang diadaptasi dari Borg and Gall (1983) yaitu (1) need assessment, (2) penyusunan produk awal, (3) uji coba produk. Populasi pengembangan adalah konselor SMA dan SMP Negeri Se-Kota Malang. Sampel pengembangan diambil secara cluster random sampling sebanyak 32 orang konselor. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan draft II alat penilaian kinerja konselor. Analisis data dilakukan dengan uji validitas menggunakan korelasi Product Moment Pearson, uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach, dan penormaan. Dari tabel Correlation dapat diketahui bahwa 16 pernyataan kompetensi pedagogik, 39 pernyataan kompetensi kepribadian, 80 pernyataan kompetensi profesional, dan 11 pernyataan kompetensi sosial dinyatakan valid, sedangkan dua pernyataan lainnya dari kompetensi profesional dinyatakan tidak valid. Pernyataan valid karena nilai Pearson Correlation untuk masing-masing item pernyataan bernilai lebih dari r tabel yaitu r = 0,349. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa indeks koefisien reliabilitas sub kompetensi pedagogik memperoleh α = 0,900, sub kompetensi kepribadian memperoleh α = 0,960, sub kompetensi profesional memperoleh α =0,987, serta sub kompetensi pedagogik memperoleh α = 0,904. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil pengembangan menunjukkan bahwa alat penilaian kinerja konselor ini memenuhi standart alat ukur meliputi validitas, reliabilitas, dan penormaan yang memadai. Saran pengembangan alat penilaian ini adalah untuk menjadikan alat penilaian ini sebagai alat penilaian baku untuk menilai atau mengevaluasi tingkat kemampuan konselor dalam menerapkan atau melaksanakan kompetensi profesional konselor. Saran untuk penulis selanjutnya adalah untuk melakukan uji coba lapangan dengan sampel yang lebih luas pada tingkat Kabupaten atau Kodya Malang mulai dari konselor SMP/MTs, SMA/MA dan SMK. Selain itu juga perlu dipersiapkan pengadministrasian dari alat penilaian kinerja konselor ini.
Penerapan Teknik Behavior Contract untuk Meningkatkan Motivasi Siswa Kelas VII A dalam Mengikuti Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Darussalam Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar.
ABSTRAK Nuha, Alfida Djawin. 2012. Penerapan Teknik Behavior Contract untuk Meningkatkan Motivasi Siswa Kelas VII A dalam Mengikuti Layanan Bimbingan dan Konseling di SMP Darussalam Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. (II) Drs. H. Widada, M.Si. Kata kunci: behavior contract, motivasi, siswa SMP. Motivasi adalah suatu dorongan yang timbul pada diri siswa dalam melakukan suatu tindakan untuk mencapai tujuan tertentu. Siswa yang memiliki motivasi tinggi ialah siswa yang memiliki gairah dan semangat, serta menunjukkan antusias saat jam khusus BK. Berdasarkan informasi dari guru pembimbing SMP Darussalam Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar dan hasil observasi awal, terdapat beberapa fakta bahwa siswa kelas VII A memiliki tingkat motivasi yang rendah dalam mengikuti layanan BK di kelas. Hal ini ditunjukkan dengan tingkah laku seperti gaduh, memainkan handphone, tidur-tiduran, membuka buku mata pelajaran lain, dan kurang bergairah dan aktif dalam kegiatan layanan BK. Tingkah laku tersebut, disebabkan oleh anggapan bahwa layanan BK tidak berpengaruh terhadap nilai rapor siswa. Salah satu teknik yang dapat digunakan untuk meningkatkan motivasi siswa yaitu teknik behavior contract. Kontrak tingkah laku (behavior contract) yaitu berupa perjanjian secara tertulis untuk bertingkah laku dengan cara tertentu dalam mengikuti layanan BK di kelas. Tujuan penelitian ini untuk menerapkan teknik behavior contract untuk meningkatkan motivasi siswa kelas VII A SMP Darussalam Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar dalam mengikuti layanan BK di kelas. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan yang terdiri atas dua siklus. Pada masing-masing siklus dilakukan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII A SMP Darussalam Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar berjumlah 19 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah teknik wawancara, pedoman observasi, catatan lapangan, dan dokumentasi kegiatan pemberian kontrak tingkah laku. Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis interaktif, yang terdiri atas reduksi data, paparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik kontrak tingkah laku dapat meningkatkan motivasi siswa dalam mengikuti layanan BK di kelas. Dibuktikan dengan hasil siklus I mendapatkan skor 64,06% (banyak) dan siklus II sebesar 79,17% (sangat banyak). Dengan demikian, ada peningkatan motivasi siswa kelas VII A, ditunjukkan dengan hasil skor siklus II lebih tinggi dari siklus I. Atas dasar penelitian ini, penulis mengajukan saran bahwa konselor dapat menggunakan teknik behavior contract untuk meningkatkan motivasi siswa. Dalam penelitian selanjutnya, disarankan menggunakan hadiah yang lebih menarik agar siswa lebih semangat dan antusias dalam melaksanakan kontrak.
Keefektifan Penerapan Strategi Pengelolaan Diri Untuk Menurunkan Frekuensi Membolos Siswa Kelas X SMKN 2 Pamekasan
ABSTRAK Rizza, Ratna Ayu Cahyaning. 2012. Keefektifan Penerapan Strategi Self-management (Pengelolaan Diri) dalam Menurunkan Frekuensi Membolos Siswa Kelas X SMKN 2 Pamekasan. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. H. Widada, M.Si., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata kunci : Pengelolaan diri, perilaku membolos, konseling Tata tertib sekolah merupakan salah satu cara untuk mendisiplinkan siswa, tata tertib harus ditaati dan dilaksanakan oleh siswa. Siswa yang disiplin akan mematuhi ketentuan-ketentuan sekolah sehingga diharapkan mereka dapat berkembang optimal dan berhasil studinya. Siswa yang frekuensi membolosnya cukup tinggi dapat diartikan sebagai siswa yang tidak disiplin. Siswa yang tidak disiplin memerlukan pengelolaan diri, sehingga dia perlu merubah perilaku tersebut agar disiplin dan tidak membolos. Pengelolaan diri (self-management) adalah suatu kemampuan yang berkenaan dengan kesadaran diri dan keterampilan individu dalam mengarahkan pengubahan tingkah lakunya sendiri dengan menggunakan satu atau kombinasi beberapa strategi (pemantauan diri, kendali rangsang, dan penghargaan diri). Dengan kata lain self-management merupakan kemampuan individu dalam mengelola diri dan lingkungan untuk mengubah perilakunya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah strategi pengelolaan diri (self-management) dapat menurunkan frekuensi membolos siswa. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pretest-posttest design. Variabel kontrol dalam penelitian ini adalah metode pengelolaan diri (self-management) dan variabel terikat adalah frekuensi membolos siswa. Pemberian treatment dilakukan sebanyak 5 kali pertemuan yang dilaksanakan selama 2 minggu. Subjek penelitian berjumlah tujuh orang siswa kelas X yang memiliki frekuensi membolos tinggi di SMK Negeri 2 Pemekasan dengan menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan studi dokumentasi, yaitu melihat presensi siswa. Analisis data menggunakan analisis statistik nonparametrik menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa strategi pengelolaan diri (self-management) efektif menurunkan perilaku membolos siswa. Frekuensi membolos siswa setelah dilatih pengelolaan diri mengalami penurunan. Hasil analisis pengujian hipotesis berdasarkan uji statistik two related sample test Wilcoxon adalah (Z= - 2.388a) dan nilai Asymp. sig. (2-tailed) sebesar 0.017, yang artinya strategi pengelolaan diri efektif untuk mengurangi frekuensi membolos siswa. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disarankan pada (1) Konselor agar menggunakan strategi pengelolaan diri self-management) untuk meminimalkan munculnya perilaku membolos siswa, (2) Peneliti selanjutnya untuk mempertimbangkan waktu pemberian treatment (3) Dilakukan lebih dari satu kali pemberian posttest untuk melihat tingkat efektifitas jangka panjang terhadap tingkat pengelolaan diri siswa.
PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN PRIBADI-SOSIAL UNTUK MENCEGAH PERILAKU SEKS BEBAS PADA SISWA SMA NEGERI 1 KRAS KEDIRI
ABSTRAK Kamim, Moh. 2012. Pengembangan Paket Bimbingan Pribadi-Sosial untuk Mencegah Perilaku Seks Bebas Pada Siswa SMA Negeri 1 Kras Kediri. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd., Pembimbing (II) Dr. Triyono, M.Pd. Kata Kunci: bimbingan pribadi-sosial, perilaku seks bebas, remaja Penelitian pengembangan paket bimbingan pribadi-sosial untuk mencegah perilaku seks bebas pada siswa SMA Negeri 1 Kras Kediri dilatarbelakangi munculnya kasus kehamilan di luar nikah kurang lebih 10 siswi yang disebabkan oleh perilaku seks bebas. Selain itu, konselor juga belum memiliki media yang efektif dan menarik untuk dapat digunakan dalam memberikan layanan bimbingan pencegahan perilaku seks bebas di SMA tersebut. Sebagai upaya preventif kasus kehamilan dan bahaya perilaku seks bebas lainnya yang sangat mengerikan topik ini perlu diangkat untuk mencegah perilaku seks bebas tersebut. Tujuan pengembangan ini adalah menghasilkan paket bimbingan pribadi- sosial untuk mencegah perilaku seks bebas pada siswa SMAN 1 Kras Kediri beserta panduan penggunaannya (untuk konselor) sebagai salah satu media yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial untuk mencegah perilaku seks bebas pada siswa SMAN 1 Kras Kediri. Penelitian ini menggunakan pendekatan pengembangan model Borg and Gall (1983), adapun prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) Tahap Persiapan: melakukan analisis kebutuhan dan analisis data serta penetapan prioritas kebutuhan, 2) Tahap Pengembangan: merumuskan tujuan umum dan khusus paket bimbingan pencegahan perilaku seks bebas pada siswa SMA Negeri 1 Kras Kediri, menyusun prototip paket bimbingan, 3) Tahap Penilaian: penilaian produk oleh ahli BK dan ahli media, revisi produk dari uji ahli BK dan ahli media, hasil draft paket bimbingan, penilaian dan diskusi calon pengguna produk (konselor), revisi produk dari uji calon pengguna produk (konselor), uji kelompok kecil, revisi dari uji kelompok kecil, produk jadi. Hasil pengembangan yang telah dihasilkan adalah paket bimbingan pribadi-sosial untuk mencegah perilaku seks bebas pada siswa SMA Negeri 1 Kras Kediri beserta panduan penggunaannya (untuk konselor). Paket bimbingan yang dihasilkan terdiri dari tiga penggalan. Bahasa yang digunakan dalam paket adalah bahasa gaul agar siswa tertarik untuk membaca, tidak membosankan, dan materi mudah diingat oleh siswa. Selain itu paket juga dilengkapi dengan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi, kata-kata bijak, warna-warni paket untuk menambah kemenarikan paket. Sedangkan panduan penggunaan paket (untuk konselor) berisi: pendahuluan, petunjuk penggunaan paket, serta langkah-langkah pelaksanaan bimbingan. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk terhadap paket bimbingan pribadi sosial untuk mencegah perilaku seks bebas pada siswa SMA Negeri 1 Kras Kediri dapat disimpulkan bahwa pada umumnya paket dan panduan penggunaannya (untuk konselor) sudah layak digunakan sebagai media dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial terkait dengan pencegahan perilaku seks bebas pada siswa SMA Negeri 1 Kras Kediri setelah direvisi dengan kategori sangat berguna, layak, tepat, dan menarik diberikan oleh ahli BK. Kategori sangat berguna, sangat layak, sangat tepat, sangat menarik diberikan oleh ahli media. Kategori sangat berguna, layak, tepat, dan sangat menarik diberikan oleh calon pengguna produk. Setelah revisi-revisi yang dilakukan dari penilaian para ahli dan calon pengguna produk (konselor), dari hasil uji kelompok kecil dapat disimpulkan bahwa paket bimbingan pencegahan perilaku seks bebas pada siswa SMA sudah bagus dengan kategori paket sangat berguna, sangat layak, sangat tepat, dan sangat menarik. Terkait dengan informasi pencegahan perilaku seks bebas sangat informatif serta tidak membosankan untuk dibaca tetapi ada beberapa warna huruf yang perlu ditajamkan lagi untuk perbaikan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) Paket bimbingan pribadi-sosial untuk mencegah perilaku seks bebas pada siswa SMA Negeri 1 Kras Kediri beserta panduan penggunaannya tidak hanya terbatas digunakan oleh konselor SMA Negeri 1 Kras Kediri akan tetapi semua konselor SMA di manapun dengan maksud agar paket bimbingan pribadi-sosial ini memiliki manfaat yang lebih terkait dengan pencegahan perilaku seks bebas pada siswa SMA, 2) Konselor dapat bekerjasama atau berkolaborasi dengan guru Agama atau PKn dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial terkait dengan pencegahan perilaku seks bebas pada siswa SMA Negeri 1 Kras Kediri, 3) Disarankan adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas paket bimbingan pencegahan perilaku seks bebas ini dalam mencegah perilaku seks bebas pada siswa SMA, 4) Tentunya paket bimbingan pribadi-sosial untuk mencegah perilaku seks bebas pada siswa SMA Negeri 1 Kras Kediri ini masih memiliki kelemahan-kelemahan. Untuk itu perlu dikaji ulang materi-materi yang terdapat dalam paket untuk kesempurnaan produk lebih lanjut.
KEEFEKTIFAN METODE KLARIFIKASI NILAI UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN AKAN NILAI KEJUJURAN SISWA SMP
ABSTRAK Nurani, Astri. 2012. Keefektifan Metode Klarifikasi Nilai untuk Meningkatkan Kesadaran Akan Nilai Kejujuran Siswa SMP. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A. (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata kunci: klarifikasi nilai, kesadaran, nilai kejujuran Kesadaran akan nilai kejujuran penting sekali dimiliki untuk menciptakan manusia yang mampu berbuat jujur dalam kehidupan. Ketidakjujuran merupakan penghalang bagi manusia untuk bersikap positif, khususnya remaja. Kurangnya kesadaran akan nilai kejujuran pada siswa SMP ditunjukan pada perilaku menyontek karena takut dan cemas mendapat nilai rendah atau tidak lulus, dan membohongi orang tua. Nilai kejujuran sebenarnya ada pada diri setiap siswa, akan tetapi kesadaran untuk memunculkannya masih kurang. Dengan meningkatkan kesadaran akan kejujuran, siswa belajar bagaimana mengenal diri dan lingkungannya, sehingga terhindar dari masalah-masalah yang terkait dengan hubungan sosial serta kenakalan remaja. Fokus pada bidang bimbingan dan konseling, moral kejujuran siswa dapat dikembangkan dengan metode klarifikasi nilai (values clarification) yang menekanan pada usaha membantu siswa mengembangkan keterampilan dalam mengkaji perasaan-perasaan, pikiran-pikiran, dan perbuatannya, untuk meningkatkan kesadaran tentang nilai-nilai yang ada dalam diri individu. Metode klarifikasi nilai dimulai dari penyajian pola sejumlah cerita berupa contoh kasus yang mengandung konflik nilai dengan pancingan-pancingan pertanyaan, Subjek coba dilibatkan dalam suasana cerita dan didorong untuk menjelaskan perasaan dan nilai yang ada pada dirinya, serta mengambil keputusan dan argumentasi yang kuat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan metode klarifikasi nilai untuk meningkatkan kesadaran akan nilai kejujuran siswa SMP. Subjek penelitian yang dipilih adalah siswa SMP sebanyak 10 siswa. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen one group pretest-posttest design. Pengumpulan data instrumen berupa skala kesadaran akan nilai kejujuran siswa SMP yang diberikan pada awal dan akhir perlakuan. Data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan statistik nonparametrik uji wilcoxon dengan nilai Z=-2.805a dan P=0.005, berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa klarifikasi nilai dengan menggunakan contoh kasus efektif untuk meningkatkan kesadaran akan nilai kejujuran siswa SMP. Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) dalam mengaplikasikan teknik ini, konselor harus mempersiapkan bahan bacaan yang sesuai kebutuhan kelompok eksperimen, dan contoh kasus yang diberikan lebih baik mengenai masalah yang sering dijumpai siswa dalam kehidupan sehari-hari. (2) saran pengembangan, untuk peneliti selanjutnya dapat menggunakan teknik dan media yang sama, akan tetapi menggunakan kelompok kontrol, sebelum melakukan penelitian diharapkan melakukan need assessment terlebih dahulu mengenai kasus yang sering dijumpai.
IDENTIFIKASI KEBUTUHAN LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING PADA WARGA BELAJAR PENDIDIKAN KESETARAAN KEJAR PAKET C DI SANGGAR KEGIATAN BELAJAR (SKB) KOTA MALANG
ABSTRAK Erawati, Astria. 2012. Identifikasi Kebutuhan Layanan Bimbingan dan Konseling pada Warga Belajar Pendidikan Kesetaraan Kejar Paket C di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd Kata Kunci: kebutuhan, layanan, bimbingan dan konseling, warga belajar, kejar paket C Wilayah layanan bimbingan dan konseling merupakan bagian dari proses pendidikan yang tidak bisa diabaikan untuk mencapai perkembangan peserta didik yang optimal di semua jalur penyelenggara pendidikan, yaitu pendidikan formal, nonformal, dan informal. Belum adanya pelaksanaan bimbingan dan konseling di pendidikan kesetaraan yang merupakan bagian dari pendidikan non formal maka diperlukan identifikasi terhadap kebutuhan warga belajar di pendidikan kesetaraan mengenai layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui gambaran tentang kebutuhan layanan bimbingan dan konseling warga belajar pendidikan kesetaraan kejar paket C di SKB Kota Malang. Secara khusus bertujuan untuk memperoleh gambaran kebutuhan warga belajar terhadap layanan dasar, layanan responsif dan layanan perencanaan individual. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Populasi yang digunakan adalah seluruh warga belajar pendidikan kesetaraan kejar paket C di SKB Kota Malang yang berjumlah 102 warga belajar, mulai dari kelas 1, 2, dan 3. Teknik pengambilan sampel menggunakan random sampling dengan mengambil sampel sebesar 40% dari jumlah populasi, sehingga diperoleh jumlah sampel sebanyak 40 responden. Instrumen yang digunakan dalam memperoleh data berupa angket dengan teknik analisis data persentase. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh data yang menunjukkan 77.5% atau sejumlah 31 warga belajar pendidikan kesetaraan kejar paket C di SKB Kota Malang memiliki kebutuhan terhadap layanan bimbingan dan konseling secara umum, 82.5% warga belajar atau 33 warga belajar sangat membutuhkan layanan dasar, 65% warga belajar atau 26 warga belajar membutuhkan layanan responsif dan 77.5% warga belajar atau 31 warga belajar sangat membutuhkan layanan perencanaan individual. Dari hasil analisis data, diperoleh simpulan hasil penelitian yaitu 1) secara umum banyak warga belajar pendidikan kesetaraan kejar paket C di SKB Kota Malang yang memiliki kebutuhan akan layanan bimbingan dan konseling, 2) warga belajar sangat membutuhkan layanan dasar, 3) warga belajar membutuhkan layanan responsif bimbingan dan konseling, 4) Sebagian besar warga belajar sangat membutuhkan layanan perencanaan individual bimbingan dan konseling. Berdasarkan hasil penelitian disarankan: 1) bagi Jurusan BK UM hendaknya lebih mensosialisasikan bimbingan dan konseling di dunia pendidikan nonformal kepada mahasiswa, selain itu juga dapat mengembangkan model-model bimbingan yang sesuai dengan kebutuhan warga belajar di pendidikan nonformal pada umumnya, 2) bagi pihak SKB Kota Malang sebaiknya memperhatikan kebutuhan kebutuhan warga belajarnya, terlebih mengenai kebutuhan akan layanan bimbingan dan konseling, 3) bagi Dinas Pendidikan hendaknya dapat mempertimbangkan penyelenggaraan bimbingan dan konseling untuk warga belajar di pendidikan kesetaraan dan menyediakan konselor di pendidikan kesetaraan, 4) bagi peneliti selanjutnya sebaiknya dapat melakukan penelitian guna menindak lanjuti kebutuhan warga belajar akan layanan bimbingan dan konseling di pendidikan kesetaraan.
EFEKTIVITAS TEKNIK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR DALAM KONSELING KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN MENTAL JUARA ATLET CATUR JUNIOR
ABSTRAK Indrawati, Sisviana Dewi. 2012. Efektivitas Teknik Rational Emotive Behavior dalam Konseling Kelompok untuk Meningkatkan Mental Juara Atlet Catur Junior. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Nur Hidayah, M.Pd, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd. Kata kunci: teknik REB, konseling kelompok, mental juara Penelitian ini dilatarbelakangi oleh beberapa gejala yang menunjukkan rendahnya mental juara pada atlet catur junior ketika menghadapi suatu turnamen. Atlet catur junior yang menghadapi turnamen seringkali merasa cemas, gugup, pesimis, dan panik. Keyakinan irasional tersebut menyebabkan kinerjanya kurang maksimal. Keyakinan irasional yang dialami oleh atlet catur junior berupa demandingness, attribution error, dan antiempirism. Oleh karena itu diberikan bantuan berupa teknik REB dalam konseling kelompok untuk mengubah keyakinan irasional atlet catur junior menjadi keyakinan rasional sehingga dapat meningkatkan mental juaranya. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas teknik REB dalam konseling kelompok untuk meningkatkan mental juara atlet catur junior di Kota Pasuruan. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimental dengan desain penelitian one group pre-test and post-test design. Subjek penelitian adalah atlet catur junior Kota Pasuruan yang dipilih berdasarkan hasil pengisian angket kematangan mental juara atlet catur junior yang memiliki skor mental juara rendah. Penelitian ini menggunakan teknik analisis data statistik non-parametrik, menggunakan uji beda two related samples tests Wilcoxon. Uji Wilcoxon digunakan untuk mengetahui perbedaan tingkat mental juara atlet catur junior sebelum dan sesudah diberi perlakuan berupa teknik REB. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik REB dalam konseling kelompok efektif untuk meningkatkan mental juara atlet catur junior yang dibuktikan dengan nilai yang diperoleh dari uji wilcoxon sebesar (Z= -2.201a) dengan nilai probabilitas (ρ=0.028 < 0.05). Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran sebagai berikut: (1) Konselor hendaknya dapat menerapkan teknik REB bukan hanya di bidang akademik, melainkan di bidang non akademik misalnya pada kegiatan ekstrakurikuler siswa khususnya bidang olahraga, (2) Konselor diharapkan dapat memberikan bantuan kepada siswa yang berprestasi di bidang olahraga dengan menggunakan teknik REB untuk meningkatkan mental juara. (3) Peneliti selanjutnya dapat menggunakan pendekatan konseling kelompok yang lain seperti pendekatan konseling realita, konseling SFBC, konseling behavioral, dan konseling gestalt dan peneliti selanjutnya dapat mengembangkan penelitian eksperimen ini dengan menggunakan desain penelitian yang lain seperti one-shot case study, posttest only control design, pretest control group design, single subject experimental design dan sebagainya.