SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Pengembangan Paket Pelatihan untuk Mengurangi Rasa Rendah Diri dengan Strategi Structured Learning Approach di SMP

    No full text
    ABSTRAK   Sujatmika, Nanang. 2013. Pengembangan Paket Pelatihan untuk Mengurangi Rasa Rendah Diri dengan Strategi Structured Learning Approach di SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. (II) Dr. Nur Hidayah, M.Pd.   Kata Kunci : paket pelatihan, rasa rendah diri, structuredlearning approach   Siswa SMP adalah individu yang sedang mengalami perkembangan yang sangat pesatmencakup kematangan mental, emosional, sosial, dan fisik. Pada masa ini, siswa SMP sering kali merasa rendah diri akibat dari perkembangan yang sangat pesat. Keterampilan mengurangi rasa rendah diridapat dilatihkan kepada siswa agar dampak negatif yang diperoleh rasarendah diri yang dialami dapat berkurang dan bahkan hilang.Berdasarkan hasil observasi di SMP Negeri 1 Udanawu Blitar yang dilakukandengan datang langsung ke sekolah maupun melalui wawancara dengan salah satu guru di sekolah, ditemukan rasa rendah diri siswakelas VII.Oleh karena itu, perlu dikembangkan paket pelatihan untuk mengurangi rasa rendah diri di SMP. Paket pelatihanini menggunakan strategi pembelajaran terstruktur (Structured Learning Approach) dengan tahapan (1)instruksi; (2) pemberian model; (3) bermain peran; (4) pemberian balikan; (5) pemberian tugas rumah. Tujuanpenelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan paket pelatihan untuk mengurangi rasa rendah diri dengan strategi structured learning approach di SMPyang berterima secara teoritis dan praktis dari aspek ketepatan, kegunaan,kemudahan, dan kemenarikan. Penelitian  ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan (researchand development) dengan mengadaptasi model Borg dan Gall. Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut: (1) tahap I perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitian,melakukan kajian pustaka, dan need assesment; (2) tahap II pengembangan produk:menyusun tujuan umum dan tujuan khusus, menyusun produk awal, dan mendesain produk; (3) tahap III uji coba produk:uji ahli (uji ahli isi bimbingan dan konseling dan uji ahli rancangan produk), revisi produk berdasarkan hasil penilaian uji ahli, uji calon pengguna produk (konselor), revisi berdasarkan hasil penilaian uji calon pengguna produk, uji kelompok kecil; (4) tahap IV pengakhiran:revisi berdasarkan hasil uji kelompok kecil, hasil produk akhir berupa Paket Pelatihan untuk Mengurangi Rasa Rendah Diri dengan Strategi Structured Learning Approach di SMP. Produk yang dihasilkan berupa dua buku, yaitu paket pelatihan untuk siswa, dan panduan paket pelatihan untuk konselor. Paket pelatihan ini terdapat empat topik, yaitu Malu adalah Masa Lalu Bagiku, Aku adalah Pribadi Yang Unik, Aku Ingin Banyak Teman,dan Aku Terampil Berkomunikasi di Kalangan Terbatas dan di Depan Umum. Setiap topik dilaksanakan dengan alokasi waktu 2x40 menit. Prosedur pelatihandisesuaikan dengan tahapan yang ada dalam strategi pembelajaran terstruktur. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dan kualitatifpara ahli, calon pengguna produk, dan kelompok kecil, dapat disimpulkan bahwa Paket Pelatihan untuk Mengurangi Rasa Rendah Diri dengan Strategi Structured Learning Approach di SMPberterima secara teoritis dan praktisdari aspek ketepatan,kegunaan, kemudahan, dan kemenarikan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar (1) pengembangan paket pelatihan untuk mengurangi rasa rendah diri ini perlu dilakukan uji keefektifannya.Apabila dilakukan di SMP lain atau pada jenjang yang lain, maka harus dilakukanneed asessment terlebih dahulu.(2)Produk hasil penelitian dan pengembanganini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan paket pelatihan ini dalam membantu siswa untuk mengurangi rasa rendah diri dengan lebih matang

    Keefektifan Konseling Kelompok Kognitif Behavioral untuk Mereduksi Perilaku Agresif Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Safitri, Novita Ayu. Keefektifan Konseling Kelompok Kognitif Behavioral untuk Mereduksi Perilaku Agresif Siswa SMP, Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nurhidayah, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.   Kata kunci: konseling kelompok, kognitif behavioral, perilaku agresif   Aksi kekerasan remaja banyak terjadi di sekolah, termasuk SMP Negeri 4 Malang. Aksi-aksi kekerasan yang tampak, disebabkan remaja tidak dapat menyelesaikan tugas-tugas perkembangan dengan baik. Apabila tuntutan penyesuaian sosial sebagai salah satu tugas perkembangan remaja tidak terpenuhi maka akan muncul perilaku agresif. Perilaku agresif adalah tindakan yang dilakukan untuk melukai, menyakiti, dan melecehkan orang lain, bahkan merusak barang atau hasil kemarahan. Perilaku agresif pada remaja ditunjukkan melalui empat aspek, yang terdiri dari aspek agresif fisik, agresif verbal, ekspresi marah, dan permusuhan. Bimbingan dan konseling sebagai usaha bantuan di sekolah memilki kewenangan untuk membantu siswa mencapai perkembangan diri yang optimal. Oleh karena itu, salah satu bantuan yang diberikan adalah layanan Konseling Kelompok Kognitif Behavioral dengan teknik yang disesuaikan dengan aspek perilaku agresif. Aspek agresif fisik, aspek agresif verbal, aspek permusuhan menggunakan teknik behavioral kontrak dan aspek ekspresi marah menggunakan modeling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan konseling kelompok Kognitif Behavioral untuk mereduksi perilaku agresif siswa SMP. Berdasarkan banyaknya perilaku agresif yang dilakukan siswa, namun belum mendapat perhatian lebih dari konselor sekolah maka dibutuhkan bantuan yang dapat mereduksi perilaku agresif siswa SMP. Penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dengan rancangan interrupted time series. Subjek penelitian adalah siswa SMP yang memilki skor agresivitas tinggi. Instrumen penelitian berupa inventori perilaku agresif dan panduan eksperimen. Inventori perilaku agresif dibuat sesuai dengan permasalahan dan keadaan siswa kelas VIII dan diujicobakan di kelas VIII. Hasil uji validitas dan reliabilitas menghasilkan 51 item valid dan reliabilitas 0.944. Analisis data yang digunakan adalah anilisis Wilcoxon Sign Rank Test dan analisis grafik. Analisis Wilcoxon Sign Rank Test bertujuan untuk mengatahui perbedaan rata-rata kelompok eksperimen sebelum dan sesudah treatment. Hasil analisis Wilcoxon Sign Rank Test  menunjukkkan nilai beda – 2.032 dengan Asymp. Sig. (2-tailed) 0,042. Untuk memperjelas teknik analisis data peneliti juga menggunakan anlisis grafik. Dirumuskan pada analisis grafik DL=0=Ho diterima, artinya apabila Ho= 0 maka Ho diterima, jika Ho tidak sama dengan 0 maka H1 diterima. Hasil analisis grafik menunjukkan adanya perbedaan skor pretest dan posttest. Dari hasil analisis Wilcoxon Sign Rank Test dan analisis grafik dapat disimpulkan bahwa konseling kelompok Kognitif Behavioral efektif untuk mereduksi perilaku agresif siswa SMP. Berdasarkan hasil penelitian diajukan beberapa saran, konselor SMP dapat menggunakan konseling kelompok Kognitif Behavioral untuk membantu mereduksi perilaku agresif siswa SMP. Peneliti lanjut dapat menggunakan konseling Kognitif Behavioral untuk mereduksi perilaku agresif siswa SMP dengan menggunakan rancangan penelitian lain, khususnya time series repeted desain.

    Pengembangan Model Layanan Pemahaman Kepribadian dengan Media Kartu Kwarted

    No full text
    ABSTRAK   Aguspratiwi, Catur Rika. 2012. Pengembangan Model Layanan Pemahaman Kepribadian dengan Media Kartu Kwarted. Skripsi, Jurusan  Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Drs. H. Widada, M.Si   Kata kunci : Pemahaman kepribadian, permainan kartu kwarted, bimbingan karier.   Dewasa ini, seringkali ditemui permasalahan yang ada di sekolah menengah atas maupun di sekolah menengah kejuruan, yaitu banyaknya siswa yang pindah jurusan karena merasa jurusan yang ia pilih, tidak sesuai dengan minatnya. Seperti hasil wawancara dengan salah seorang konselor di SMKN Malang, menjelaskan bahwa dalam setiap tahunnya ada sekitar 2-3 anak pada setiap jurusan yang memutuskan untuk pindah jurusan, dan hasil wawancara dengan siswa SMA 1 Ponorogo yang menyatakan ada 2 temannya yang juga pindah jurusan, hal ini karena jurusan yang dipilih sebelumnya tidak sesuai dengan keinginan anak tersebut. Permasalahan ini menunjukkan bahwa siswa SMP masih belum paham akan kepribadiannya, sehingga tidak dapat memilih sekolah lanjutan maupun jurusan pada sekolah lanjutan yang sesuai dengan minatnya. Berdasarkan uraian tersebut, maka diperlukan adanya suatu model layanan pemahaman kepribadian untuk membantu siswa dalam memahami kepribadiannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model layanan pemahaman kepribadian dengan media kartu kwarted yang dapat berterima baik secara teoritik maupun praktik. Model layanan ini dapat digunakan konselor untuk membantu siswa dalam memahami tipe kepribadiannya sehingga siswa dapat merencanakan kariernya dengan tepat. Selain itu juga, agar mempermudah konselor sekolah dalam membantu konseli memahami kepribadiannya dengan cara yang menyenangkan yaitu melalui permainan kartu kwarted. Design model penelitian dan pengembangan ini mengadaptasi dari design Borg dan Gall. Langkah-langkah yang dilakukan, yaitu ; 1) penelitian awal (need assesment), 2) perencanaan berupa penyusunan langkah-langkah dan rancangan produk, 3) pengembangan produk awal hingga evaluasi dari para ahli, 4) melakukan uji coba kelompok kecil, dan 5) merevisi hasil uji coba. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskriptif kualitatif dengan prosentase. Hasil penilaian dari para ahli, menunjukkan bahwa produk model layanan pemahaman kepribadian dengan media kartu kwarted ini dapat berterima baik secara teoritik. Hal ini didukung dengan rata-rata penilaian dari para ahli pada setiap aspek, yaitu sebesar 87% pada aspek kegunaan, 91% pada aspek ketepatan, 85% pada aspek kemudahan, 88% pada aspek kemenarikan, 81% pada aspek keefektifan, dan 86% pada aspek kejelasan. Adapun rata-rata prosentase keseluruhannya yaitu sebesar 86%. Sedangkan hasil penilaian dari uji coba, menunjukkan bahwa produk model layanan pemahaman kepribadian dengan media kartu kwarted ini dapat berterima baik secara praktik. Hal ini didukung dengan rata-rata penilaian dari uji coba kelompok kecil yang mendapatkan prosentase sebesar 81,2%. Kedua penilaian ini menunjukkan bahwa produk pengembangan ini dapat diterima baik secara teori maupun secara praktik. Namun demikian, produk ini tetap melewati penyempurnaan produk (revisi). Setelah melakukan penyempurnaan produk maka model layanan ini dapat dijadikan konselor sebagai salah satu alternatif dalam pemberian layanan pemahaman kepribadian, yang mudah dan menarik serta dapat membuat siswa senang dalam memahami kepribadiannya. Saran yang dapat disampaikan terkait penelitian ini untuk pemanfaatan yaitu, layanan diberikan pada siswa kelas VIII. Saran untuk penyebarluasan yaitu hendaknya dievaluasi kembali, khususnya terkait dengan waktu pelaksanaan. Sedangkan saran untuk pengembangan lebih lanjut, diharapkan dapat melakukan uji coba dengan berbagai prosedur (2 kali pertemuan maupun seluruh siswa bermain kartu kwarted, tanpa ada yang menjadi observer), dalam proses evaluasi yang bisa dilakukan dengan 2 cara, yakni tulis dan lisan, sebaiknya dilakukan dengan cara tulis, yaitu siswa menulis pada lembar evaluasi, melakukan uji kelompok besar dan pengkajian untuk mengetahui keefektifan dengan penelitian tindakan.

    pengembangan software permainan simulasi untuk meningkatkan percaya diri siswa smp

    No full text
    ABSTRAK   Isnaini, Mulita. 2012. Pengembangan Software Permainan Simulasi Asertif Untuk Meningkatkan Percaya Diri Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Widada, M.Si., (2) Arbin Janu, S.Pd, M.Pd.   Kata kunci: Software, permainan simulasi, asertif, percaya diri, siswa SMP.   Percaya diri adalah sikap positif yang dimiliki individu untuk mengembangkan penilaian positif baik terhadap diri sendiri maupun terhadap lingkungannya. Dalam mengatasi dampak rasa kurang percaya diri siswa, maka diperlukan bimbingan yang terpadu. Salah satu bentuk bimbingan untuk meningkatkan percaya diri siswa adalah dengan melatihkan perilaku asertif. Perilaku asertif adalah kemampuan untuk mengkomunikasikan apa yang diinginkan, dirasakan, dan dipikirkan kepada orang lain namun dengan tetap menjaga dan menghargai hak-hak serta perasaan pihak lain. Perilaku asertif dapat dilatihkan dengan berbagai cara, salah satunya dengan melakukan permainan simulasi. Permainan simulasi adalah permainan yang dimaksudkan untuk merefleksikan situasi-situasi yang terdapat dalam kehidupan yang sebenarnya. Agar siswa lebih tertarik untuk memainkan permainan simulasi ini, permainan simulasi dapat dikemas dalam bentuk software. Pengembangan ini bertujuan menghasilkan produk berupa software permainan simulasi asertif untuk meningkatkan percaya diri siswa sebagai media yang praktis bagi konselor untuk pelaksanaan kegiatan bimbingan. Dengan pengembangan software permainan simulasi ini, diharapkan siswa dapat mengembangkan perilaku asertif untuk meningkatkan percaya diri siswa. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian dan pengembangan yang dikemukakan Borg and Gall (1983), yaitu: 1) melakukan penelitian dan pengumpulan informasi, 2) melakukan perencanaan, 3) mengembangkan produk awal, 4) melaksanakan uji lapangan permulaan, 5) melakukan revisi produk utama, 6) melakukan uji lapangan terbatas, 7) revisi terhadap produk operasional. Berdasarkan penilaian dari ahli bimbingan dan konseling, yang ditinjau dari aspek kegunaan, kepraktisan dan kemenarikan, software yang dikembangkan sudah memenuhi syarat kelayakan sebagai media bimbingan. Berdasarkan penilaian dari ahli media, ditinjau dari aspek kegunaan, kepraktisan dan kemenarikan, software yang dikembangkan sudah memenuhi syarat kelayakan untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Berdasarkan penilaian dari calon pengguna produk (konselor), ditinjau dari aspek kegunaan, kepraktisan dan kemenarikan, software yang dikembangkan sudah memenuhi syarat kelayakan sebagai media bimbingan di sekolah. Berdasarkan penilaian dari calon pengguna produk (siswa), ditinjau dari aspek kegunaan, kepraktisan dan kemenarikan, software yang dikembangkan sudah memenuhi syarat kelayakan sebagai media pelatihan perilaku asertif untuk meningkatkan percaya diri. Berdasarkan hasil penelitian ada beberapa saran dari peneliti: 1) bagi pengguna; (a) konselor yang akan menggunakan software permainan simulasi ini diharapkan mempunyai latar belakang pendidikan Bimbingan Konseling sehingga akan lebih mudah untuk memahami materi yang ada dalam software permainan simulasi ini; (b) konselor diharapkan memberikan motivasi kepada siswa untuk terus berlatih perilaku-perilaku yang telah diajarkan agar siswa dapat menunjukkan perilaku yang diharapkan; 2) bagi penelit

    Pengembangan Paket Pelatihan Penegasan Konsep Diri Sosial Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Wulandari, Niza. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Penegasan Konsep Diri Sosial Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare AT., M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.   Kata kunci: konsep diri, diri sosial, paket pelatihan.   Konsep diri sosial merupakan penilaian individu terhadap diri sendiri yang diperoleh dari hubungan interpersonal dengan lingkungan sosial terutama oleh significant others atau orang-orang terdekat. Konsep diri sosial dibentuk dari lingkup sekolah, keluarga dan masyarakat. Berdasarkan hasil observasi ke SMP Negeri 1 Beji pada 14 April 2012, masih banyak siswa yang belum mengerti konsep diri sosial. Dalam pemberian layanan, konselor masih terpusat pada layanan klasikal, diskusi kelompok serta menggunakan Lembar Kerja Siswa (LKS) saja. Dalam pemberian layanan diperlukan metode yang menggunakan prosedur structured learning approach agar siswa mudah mengerti dalam menegaskan konsep diri sosial. Paket pelatihan penegasan konsep diri sosial adalah suatu media yang memberikan pelatihan mencakup suatu proses sistematis dengan menggunakan prosedur structured learning approach yang dapat digunakan untuk menegaskan dan mengembangkan konsep diri sosial siswa. Penelitian pengembangan ini memiliki tujuan yaitu menghasilkan media berupa paket pelatihan untuk menegaskan konsep diri sosial bagi siswa SMP. Secara khusus, penelitian ini disusun untuk memperoleh deskripsi mengenai: 1) isi paket, 2) tingkat keterterimaan paket. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pengembangan yang mengikuti model Borg and Gall (1983) dengan tahap: 1) melakukan need assessment, 2) mendesain produk (prototype), 3) melakukan uji ahli dan 4) melakukan uji calon pengguna produk. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Subjek uji coba adalah ahli BK, ahli bahasa dan calon pengguna produk yaitu dua orang konselor SMP Negeri 1 Beji. Jenis data dalam penelitian ini kuantitatif dan kualitatif. Untuk instrumen pengumpul data menggunakan angket yang terdiri dari skala penilaian dan lembar saran. Data kuantitatif dianalisis dengan teknik analisis statistik deskriptif, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan teknik analisis deskriptif. Hasil uji coba yang dilakukan pada ahli BK memperoleh interpretasi sangat berguna, sangat tepat, sangat sesuai dan menarik. Berdasarkan penilaian ahli bahasa memperoleh interpretasi sangat berguna, sangat tepat, sangat sesuai dan sangat menarik. Berdasarkan penilaian calon pengguna produk memperoleh interpretasi sangat berguna, tepat, sangat sesuai dan sangat menarik. Hasil penilaian ini semakin menguatkan bahwa paket pelatihan untuk penegasan konsep diri sosial ini dapat digunakan sebagai salah satu media bimbingan di sekolah. Saran bagi konselor hendaknya menggunakan paket pelatihan penegasan konsep diri sosial ini dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji kelompok kecil maupun uji lapangan untuk mengetahui efektifitas paket pelatihan ini.

    Pengembangan Papan Bimbingan Interaktif untuk Peningkatan Partisipasi Peserta Didik Terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling

    No full text
    ABSTRAK   Ramanta, Deka. 2012. Pengembangan Papan Bimbingan Interaktif untuk Peningkatan Partisipasi Peserta Didik Terhadap Layanan Bimbingan dan Konseling. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd,   Kata kunci: Papan Bimbingan, Interaksi, Peserta Didik.   Papan bimbingan adalah papan yang khusus digunakan untuk memaparkan materi-materi bimbingan dan konseling yang berisi artikel, gambar, bagan dan poster. Misal informasi tentang perguruan tinggi, informasi tentang penjurusan dan sebagainya. Pada umumnya papan bimbingan terbuat dari triplek, stereofom atau whiteboard. Interaksi adalah suatu jenis tindakan atau aksi yang terjadi sewaktu dua atau lebih objek mempengaruhi atau memiliki efek satu sama lain Papan bimbingan interaktif adalah suatu papan (semacam papan tulis/white board, dapat juga lembaran streoform) yang tidak hanya memuat berbagai informasi maupun pesan tentang layanan bimbingan dan konseling tetapi juga sebagai media untuk menjalin interaksi dengan peserta didik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di SMA Negeri 5 Malang didapatkan fakta bahwa papan bimbingan belum ada dan konselor tidak memiliki jam khusus BK. Untuk itu perlu dikembangkan papan bimbimbingan  interaktif untuk peserta didik SMA Negeri 5 Malang. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan papan bimbingan interaktif dengan isi dan tampilan yang menarik, sehingga dapat menarik perhatian dan menjalin interaksi serta meningkatkan partisipasi peserta didik terhadap layanan BK. Penelitian ini menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall yang merupakan model prosedural bersifat deskriptif. Desain uji coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif. Subjek uji ahli adalah ahli bimbingan dan konseling, ahli media BK, dan  calon pengguna produk (konselor dan peserta didik) SMA Negeri 5 Malang. Jenis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data adalah angket penilaian. Teknik analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis deskriptif dan data kuantitatif menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa menurut Ahli Bimbingan dan Konseling papan bimbingan interaktif memiliki kriteria sangat berguna dengan nilai 4, sangat mudah dengan nilai 3.57, sangat tepat dengan nilai 3.77 dan sangat menarik dengan nilai 3.42. Penilaian dari Ahli media BK bahwa papan bimbingan interaktif memiliki kriteria berguna dengan nilai 2.91, mudah dengan nilai 2.85, tepat dengan nilai 3 dan menarik dengan nilai 3. Penilaian dari calon pengguna yaitu konselor memiliki kriteria sangat berguna dengan nilai 3.76, sangat mudah dengan nilai 3.53, sangat tepat dengan nilai 3.69 dan sangat menarik dengan nilai 3.42, sedangkan penilaian dari peserta didik memiliki kriteria sangat sesuai dengan nilai 3.35 dan sesuai dengai dengan nilai 2.26. Dari hasil penilaian uji ahli dan calon pengguna menunjukkan papan bimbingan interaktif menarik dari segi isi dan tampilan dengan kriteria sangat berguna, sangat mudah, sangat tepat dan sangat menarik secara teoritis dan praktis. Saran bagi konselor dalam menggunakan papan bimbingan interaktif ini hendaknya konselor mempelajari buku panduan papan bimbingan interaktif, sehingga dapat melaksanakan sesuai dengan tahap-tahapannya. Peserta didik diharapkan dapat berperan aktif akan papan bimbingan interaktif sehingga dapat menjalin interaksi dan meningkatkan partisipasi peserta didik terhadap layanan BK. Penelitian ini dapat dijadikan dasar sebagai penelitian selanjutnya, misalnya dengan melakukan penelitian eksperiment untuk menguji keefektifan papan bimbingan interaktif untuk peserta didik SMA. Selain itu hasil penelitian dan papan bimbingan interaktif dapat digunakan sebagai referensi dalam penelitian yang serupa.

    Efektifitas Komik sebagai Media Informasi Bahaya Merokok untuk Mengurangi Perilaku Merokok Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Fikriyah, Shofiyatul. 2012. Efektifitas Komik sebagai Media Informasi Bahaya Merokok untuk Mengurangi Perilaku Merokok Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan Dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M. Pd. (II) Dra. Ella Faridati Zein, M.Pd.   Kata Kunci: komik, media informasi, perilaku merokok.   Perilaku merokok pada kalangan siswa SMP semakin bertambah seiring dengan semakin berkembangnya media informasi dan komunikasi. Hal tersebut mendapat perhatian dari Sri Wahyuni (205111483647) mahasiswa program studi Bimbingan Konseling Universitas Negeri Malang. Sri Wahyuni melakukan penelitian dengan judul “Pengembangan Komik Sebagai Media Informasi Bahaya Merokok Bagi Siswa SMP”. Dari penelitian yang dilakukan oleh Sri Wahyuni dihasilkan sebuah komik sebagai media pemberian infomasi mengenai bahaya merokok dengan judul “Asap Putih yang Membunuh, Sebuah Kisah Persahabatan dengan Si Asap Racun”. Komik tersebut menarik minat peneliti untuk diangkat dalam suatu penelitian eksperimen. Pada akhirnya, peneliti meminta izin dari peneliti sebelumnya untuk menggunakan produk penelitiannya dalam suatu penelitian eksperimen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas komik “Asap Putih yang Membunuh, Sebuah Kisah Persahabatan dengan Si Asap Racun” sebagai media informasi bahaya merokok untuk mengurangi perilaku merokok pada siswa SMP. Desain penelitian yang digunakan adalah pre-experimental dengan one group pretest-posttest design dengan teknik pengambilan sampel berdasarkan tujuan (purposive sampling). Menggunakan instrumen self report berupa angket untuk mendapatkan siswa perokok. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok eksperimen terdapat perbedaan antara nilai pretest dan posttest (nilai Z= (-2,193 Asymp. Sig. (2-tailed) nilai signifikansi untuk uji dua sisi adalah 0,028. Karena signifikansi 0,028 < 0,05 maka dapat diambil keputusan untuk menerima H1 dan menolak H0. Hasil tersebut menunjukkan bahwa treatment menggunakan komik “Asap Putih yang Membunuh, Sebuah Kisah Persahabatan dengan Si Asap Racun” teruji efektif untuk mengurangi perilaku merokok pada siswa SMP. Berdasarkan hasil disarankan kepada: (1) konselor, komik dengan judul “Asap Putih yang Membunuh, Sebuah Kisah Persahabatan dengan Si Asap Racun” karya Sri Wahyuni (205111483647) dapat dijadikan alternatif media bimbingan yang efektif untuk memberikan pemahaman pada siswa tentang bahaya dan kerugian yang diakibatkan oleh rokok, sehingga dapat mendorong siswa untuk mengurangi bahkan berhenti merokok, (2) Sekolah sebagai lembaga penyelenggara pendidikan formal yang memfasilitasi siswa dalam mencapai tugas perkembangannya diharapkan menyediakan sarana maupun prasarana pendidikan yang mendukung proses pembelajaran pada siswa khususnya dalam bimbingan konseling. Media/alat bimbingan harus terus menerus diperbaharui mengingat perkembangan IPTEK terus berlanjut. Hal tersebut bisa dilakukan dengan memberikan anggaran yang cukup bagi penyelenggaraan bimbingan konseling di sekolah sehingga penyelenggara bimbingan konseling di sekolah data melakukan inovasi dalam mengoptimalkan bimbingan di sekolah., (3) peneliti selanjutnya, penelitian ini terbatas oleh waktu sehingga diharapkan untuk peneliti selanjutnya bisa memperhitungkan dan mempertimbangkan waktu serta adanya kelompok kontrol dalam penelitian akan memberikan pengaruh pada hasil treatment yang dilakukan.

    PENGEMBANGAN MODUL PENINGKATAN KETERAMPILAN MANAJEMEN STRES DENGAN STRATEGI COPING STRESS UNTUK SISWA AKSELERASI DI SMA NEGERI 1 PURWOSARI KABUPATEN PASURUAN

    No full text
    ABSTRAK   Febrina, Eka Sylvia Nur. 2012. Pengembangan Modul Peningkatan Keterampilan Manajemen Stres dengan Strategi Coping Stress untuk Siswa Akselerasi di SMA Negeri 1 Purwosari Kabupaten Pasuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.   Kata Kunci:  Modul, Manajemen Stres, Coping Stress, Akselerasi.   Akselerasi merupakan salah bentuk pelayanan pendidikan yang dimaksudkan untuk memfasilitasi siswa dengan kecerdasan dan kemampuan yang luar biasa untuk dapat menyelesaikan pendidikan lebih awal dari waktu yang telah ditentukan. Fakta di lapangan menunjukkan bahwa kelas akselerasi tidak sebaik yang diharapkan dan cenderung membawa dampak negatif terhadap siswa, salah satunya stres. Stres yang ditemukan di kalangan siswa akselerasi ini biasanya masalah penyesuaian emosional dalam menghadapi tekanan-tekanan dan tuntutan yang ada. Dengan ini, konselor perlu lebih memberikan perhatian pada siswa-siswa akselerasi, terutama dalam memberikan materi mengenai keterampilan manajemen stres. Manajemen stress merupakan suatu kemampuan yang dimiliki inidividu untuk mengelola stres. Salah satu cara manajemen stres adalah melalui coping, yang artinya adalah suatu upaya individu mengatasi masalah atau menangani emosi negatif yang ditimbulkannya. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan modul yang tepat dan layak untuk digunakan oleh konselor sebagai alat bantu yang berguna untuk mengatasi stres siswa akselerasi. Produk ini juga dibuat dengan menarik agar memudahkan siswa dalam meningkatkan keterampilan manajemen stresnya secara mandiri tanpa keterbatasan waktu. Metode penelitian dan pengembangan ini menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari strategi pengembangan yang dikemukakan oleh Borg & Gall dengan 10 tahap. Namun, dalam penelitian dan pengembangan ini hanya menggunakan empat tahap yaitu: (1) melakukan survei, (2) mengembangkan produk awal (prototipe produk), (3) melakukan uji coba produk, (4) menyusun produk akhir. Hasil analisis uji coba produk diperoleh bahwa dalam penilaian uji ahli bahasa diperoleh skor hasil validasi 42 dengan interpretasi sangat valid. Pada penilaian uji ahli materi diperoleh skor hasil validasi 43 yang berarti sangat valid, sedangkan pada penilaian uji calon pengguna produk diperoleh skor hasil validasi 45 dengan interpretasi sangat valid. Dengan demikian, berdasarkan hasil penilaian ahli bahasa, materi, dan calon pengguna produk dapat disimpulkan bahwa modul yang disusun berklarifikasi sangat sesuai dan dapat digunakan oleh siswa. Hasil penilaian calon pengguna (uji kelompok kecil) menghasilkan skor 43 yang berarti sangat sesuai/valid. Saran dari peneliti kepada pihak sekolah khususnya konselor hendaknya memanfaatkan modul ini dengan baik untuk meningkatkan keterampilan manajemen stres kepada siswa yang mengalami stres. Modul ini juga bisa diujikan kelompok yang lebih besar atau dieksperimenkan untuk mengukur tingkat keefektivitasan dari modul ini agar dapat dikembangkan menjadi lebih baik.

    Pengembangan Paket Pelatihan Pengendalian Diri Dalam Berpacaran Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Ariwibowo, Hendra Dwi. 2012. Pengembangan Paket Pelatihan Pengendalian Diri Dalam Berpacaran Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare A.T, M. Pd, (II) Dr. Nur Hidayah, M. Pd.   Kata kunci: paket pelatihan, pengendalian diri, berpacaran.   Paket pelatihan adalah seperangkat alat yang berisi buku panduan untuk konselor, dan buku panduan untuk siswa. Paket Pelatihan Pengendalian Diri Dalam Berpacaran Siswa SMP adalah suatu alat yang berisi buku panduan untuk konselor, dan buku panduan untuk siswa terdiri dari kumpulan materi yang menjelaskan gambar dan isi yang tertulis, serta kumpulan kasus-kasus pengendalian diri dalam berpacaran siswa SMP. Melihat fakta dilapangan, dan berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti di SMP Negeri 4 Malang didapatkan fakta bahwa paket pelatihan pengendalian diri dalam berpacaran siswa SMP belum ada dan dari angket siswa didapat siswa memilih membutuhkan paket pelatihan pengendalian diri dalam berpacaran. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengembangkan paket pelatihan pengendalian diri perilaku berpacaran dengan harapan konselor dengan mudah bisa memberi informasi kepada siswa untuk bisa meningkatkan keterampilan mengendalikan diri dalam perilaku berpacaran. Penelitian ini menggunakan model pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall yang merupakan model prosedural bersifat deskriptif. Desain uji coba yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain deskriptif. Subjek uji ahli adalah ahli bimbingan dan konseling, ahli media BK, dan  calon pengguna produk (konselor) SMP Negeri 4 Malang. Jenis data yaitu kualitatif dan kuantitatif. Instrumen pengumpulan data adalah angket penilaian. Teknik analisis data kualitatif menggunakan teknik analisis deskriptif dan data kuantitatif menggunakan teknik analisis statistik deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data tersebut diperoleh kesimpulan bahwa isi dari paket pelatihan pengendalian diri perilaku berpacaran ini terdiri dari buku panduan untuk konselor dan panduan untuk siswa, serta dari segi keberterimaan menurut Ahli Materi paket pelatihan pengendalian diri perilaku berpacaran siswa SMP memiliki kriteria tepat, sangat menarik, dan berguna. Penilaian dari Ahli Bahasa bahwa paket pelatihan pengendalian diri perilaku berpacaran siswa SMP memiliki kiriteria sangat tepat, sangat menarik, dan sangat berguna. Dan penilaian dari calon pengguna produk yaitu konselor memiliki kriteria sangat tepat, sangat menarik, dan sangat berguna. Dari hasil penilaian uji ahli dan calon pengguna menunjukkan paket pelatihan pengandalian diri perilaku berpacaran siswa SMP tepat, menarik, dan berguna dari segi isi dan tampilan dengan kriteria katerterimaan sangat tepat, sangat menarik, dan sangat berguna secara teoritis dan praktis. Saran bagi konselor dalam menggunakan paket pelatihan pengandalian diri ini hendaknya konselor menguasai langkah-langkah kegiatan, materi, serta kasus-kasus dalam paket, lebih kreatif dalam mengatur waktu dalam memberi pelatihan mengingat minimnya jam tatap muka. Siswa diharapkan dapat melakukan pelatihan secara mandiri, siswa diharapkan dapat untuk mencari informasi tentang pelatihan pengendalian diri perilaku berpacaran selain konselor, misalnya mencari informasi di internet atau mencari informasi kepada orang tua, sehingga siswa mempunyai pengetahuan dan pengalaman baru mengenai bagaimana cara untuk meningkatkan pengendalian diri tentang perilaku berpacaran lebih banyak. Peneliti selanjutnya sebaiknya menjadikan pengembangan paket pelatihan pengendalian diri perilaku berpacaran siswa SMP ini sebagai dasar untuk penelitian selanjutnya, yaitu menguji efektifitas paket pelatihan pengendalian diri perilaku berpacaran siswa SMP. Selain itu hasil penelitian paket pelatihan pengendalian diri perilaku berpcaran siswa SMP ini dapat digunakan sebagai referensi dalam penelitian serupa.

    Keefektifan Teknik Latihan Asertif untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI MAN Malang 1

    No full text
    ABSTRAK   Cahyono, Tri. 2012. Keefektifan Teknik Latihan Asertif untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Siswa Kelas XI MAN Malang 1. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (II) Drs. H. Widada, M.Si.   Kata Kunci : kepercayaan diri, latihan asertif, siswa MAN   Kepercayaan diri adalah suatu perasaan atau anggapan bahwa diri dalam keadaan baik sehingga memungkinkan seseorang tampil dan berperilaku untuk menunjukkan pada dunia luar bahwa dia yakin dengan dirinya (Lindenfield, 1997:4). Dengan adanya kepercayaan diri siswa mempunyai potensi untuk melakukan dan menyelesaikan persoalan-persoalan yang muncul. Sebaliknya tanpa mempunyai kepercayaan diri tinggi siswa akan terhambat optimalisasi potensi dan prestasinya sehingga akan sulit mencapai kedewasaan. Siswa yang memiliki kepercayaan diri rendah memerlukan perlakuan agar mereka mampu meningkatkan kepercayaan diri mereka. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan bantuan yang efektif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas XI MAN Malang 1. Salah satu caranya adalah dengan teknik latihan asertif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas teknik latihan asertif untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa kelas XI MAN Malang 1. Rancangan penelitian ini menggunakan eksperimen semu (quasi experiment/pre ekperimental design) dengan desain Pre-test and Post-test Group. Subjek dipilih dengan teknik purposive sampling dengan menggunakan angket kepercayaan diri. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI MAN Malang 1 sebanyak 8 siswa yang dipilih berdasarkan skor angket yang memiliki nilai kepercayaan diri yang rendah. Analisis data menggunakan statistik inferensial non-parametrik, yaitu uji beda two related samples tests Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat kepercayaan diri siswa sebelum dan sesudah pelaksanaan teknik latihan asertif. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai Wilcoxon sebesar (Z= -2.524a) pada post-test yang pertama dan sebesar (Z= -2.521a) pada post-test yang kedua, dan nilai probability error yang sama dari kedua post-test yakni kurang dari 0,05 (p=0.01

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇