SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Fleksibilitas Ekspresi Status Ego sebagai Fungsi dari Teknik Cangkrukan dan Drama Segitiga Karpman pada Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Asfarina, Lilla Maturizka Ayu. 2013. Fleksibilitas Ekspresi Status Ego sebagai Fungsi dari Teknik Cangkrukan dan Drama Segitiga Karpman pada Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd., (II) Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd.   Kata Kunci: Fleksibilitas, Status Ego, Cangkrukan, Drama Segitiga Karpman   Banyak siswa belum dapat menggunakan status egonya secara tepat ketika berkomunikasi dengan orang lain. Mereka merajuk-rajuk meminta keringanan tugas dari guru, bersenda gurau berlebihan ketika diskusi, membantah nasihat orang tua dengan bahasa gaul, atau suka mencemooh teman secara spontan. Salah satu teknik dalam pendekatan konseling Analisis Transaksional yang bisa digunakan untuk membantu penyelesaian masalah di atas adalah teknik Drama Segitiga Karpman. Teknik ini telah banyak digunakan untuk membantu menyelesaikan adanya transaksi yang tidak komplementer yang dapat mengakibatkan terjadinya konflik. Pola diskusi dengan terbuka seperti pada konsep Drama Segitiga Karpman juga terdapat pada cangkrukan. Cangkrukan merupakan kebiasaan masyarakat dalam bersosialisasi masyarakat tanpa melihat kasta hanya untuk sekedar menghabiskan waktu dan mengobrol santai. Saat ini, cangkrukan menjadi sebuah tradisi berkumpul dan berbicara dengan santai mengenai topik-topik tertentu yang dikritisi oleh orang-orang yang terlibat di dalamnya. Penelitian ini merancang dan menguji coba cangkrukan sebagai salah satu teknik untuk meningkatkan fleksibilitas ekspresi status ego dan membandingkan dengan drama segitiga Karpman. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu, “Bagaimanakah perbedaan tingkat fleksibilitas ekspresi status ego kelompok eksperimen yang menggunakan teknik Cangkrukan dan kelompok kontrol yang menggunakan teknik Drama Segitiga Karpman?” Penelitian ini merupakan desain eksperimen dua kelompok menggunakan Quasi Experimental Posttest Only Design. Subjek penelitian ini  adalah 24 orang siswa kelas VIII SMPN 4 Blitar  yang diduga memiliki fleksibilitas ekspresi status ego kategori rendah berdasarkan hasil penjaringan subjek menggunakan Instrumen Fleksibilitas Ekspresi Status ego  (IFES). Hasil tersebut kemudian dipadukan dengan sosiometri kelas dan rekomendasi konselor sekolah. Analisis penelitian ini menggunakan Non Parametric Mann Whitney Test untuk menguji perbedaan penggunaan dua teknik yang berlainan, antara cangkrukan dan drama segitiga Karpman dalam meningkatkan fleksibilitas ekspresi status ego siswa. Hasil penelitian menunjukkan ada perbedaan peningkatan fleksibilitas ekspresi status ego antara kelompok eksperimen yang dikarenakan lebih banyak unsur pendukung dalam cangkrukan meliputi informal, keluwesan, egaliter, dan keterbukaan diri. Sedangkan drama segitiga karpman memiliki unsur-unsur  formal, kompetisi, penyadaran, dan redecission. Unsur formal dan kompetisi merupakan unsur yang dapat menghambat adanya peningkatan fleksibilitas status ego dalam drama segitiga Karpman, sehingga cangkrukan dinilai menjadi teknik yang lebih signifikan dalam meningkatkan fleksibilitas ekspresi status ego siswa

    PENGEMBANGAN BIBLIOKONSELING UNTUK MENGHINDARI TINDAKAN PELECEHAN SEKSUAL PADA SISWA SMP

    No full text
    ABSTRAK   Sari, Anjar Ravita. 2013. Pengembangan Bibliokonseling untuk Menghindari Tindakan Pelecehan Seksual pada Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lassan, M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.   Kata Kunci: Pengembangan, bibliokonseling, pelecehan seksual, siswa SMP   Maraknya pelecehan seksual yang terjadi dibawah umur karena kurangnya perhatian dari orang tua dan ketidak beranian korban pelecehan seksual untuk melaporkan pelaku kepada pihak berwajib, keluarga, maupun kepada pihak sekolah. Bentuk pelecehan seksual anak yaitu meminta atau menekan seorang anak untuk melakukan aktivitas seksual. Pengaruh pelecehan seksual anak termasuk rasa bersalah dan menyalahkan diri, kenangan buruk, mimpi buruk, dan lain sebagainya. Maka dari itu diperlukan bibliokonseling yang dapat membantu siswa untuk menghindari tindakan pelecehan seksual dikalangan siswa SMP tanpa harus selalu didampingi oleh konselor maupun guru. Dengan adanya bibliokonseling ini diharapkan siswa memiliki rasa peduli untuk menjaga dirinya dari segala macam tindakan yang melecehkan harkat dan martabatnya. Penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan bertujuan untuk menghasilkan bibliokonseling mengenai cara menghindari tindakan pelecehan seksual pada siswa SMP. Model penelitian dan pengembangan mengadaptasi langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall. Subjek uji coba adalah ahli bimbingan dan konseling, ahli media, dan calon pengguna produk. Data kuantitatif dianalisis dengan analisis rerata, dan data kualitatif dianalisis dengan analisis deskriptif. Spesifikasi dari instrumen uji ahli meliputi ketepatan produk, kelayakan produk, kegunaan produk, serta kemenarikan produk. Hasil penilaian rerata dari uji ahli bimbingan dan konseling adalah 3,5, hasil penilaian rerata dari uji ahli media adalah 3,4, sedangkan hasil penilaian rerata dari calon pengguna produk ialah 3,3. Dengan demikian menurut para ahli dan calon pengguna produk, untuk spesifikasi produk dapat diinterpretasikan sangat tepat, sangat berguna, sangat layak, dan sangat menarik. Berdasarkan hasil penilaian ahli dan calon pengguna produk, dapat disimpulkan produk yang dihasilkan berupa bibliokonseling untuk menghindari tindakan pelecehan seksual pada siswa SMP ini dapat diterima (acceptable) secara teoritis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, maka saran yang diberikan adalah konselor harus memahami prosedur dan memahami materi didalam bibliokonseling ini sebelum mengaplikasikannya kepada siswa, agar siswa mampu menjaga dirinya dari tindakan pelecehan seksual. Bagi peneliti selanjutnya, hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan bibliokonseling ini dalam membantu siswa untuk menghindari dari tindakan pelecehan seksual.

    Pengembangan Modul Pendidikan Seks Bagi Siswa SMP Laboratorium UM

    No full text
    ABSTRAK Suhaji, Imam. 2012. Pengembangan Modul Pendidikan Seks bagi Siswa SMP Laboratorium UM. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd., (II) Irene Maya Simon, S.Pd., MPd.   Kata kunci: layanan informasi, bimbingan pribadi-sosial, pendidikan seks, HIV-AIDS Banyaknya kejadian-kejadian akibat dari berbagai masalah seksual baik berupa pelecehan seksual, pemerkosaan, aborsi, hamil di luar nikah, homoseksual, lesbian, penyakit HIV-AIDS dan masalah seksual lainnya memberikan suatu gambaran bahwa pendidikan seks sangat sedikit diketahui oleh remaja. Masalah-masalah tersebut muncul sebagai akibat kurangnya  pendidikan seks yang diketahui oleh remaja. Bimbingan dan Konseling sebagai bagian integral dari pendidikan dapat memberikan pemahaman yang memadai kepada para remaja dalam mengenali perkembangan dirinya sendiri, dunia remaja, penghindaran diri dari free sex dan bahayanya, dan juga mengenai HIV-AIDS. Namun, siswa SMP Laboratorium UM belum memiliki modul pendidikan seks dalam bimbingan konseling, sehingga perlu dikembangkan modul yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan informasi, dan dapat digunakan siswa dalam menambah informasi mengenai pendidikan seks dan HIV-AIDS. Tujuan pengembangan modul layanan informasi ini adalah untuk menghasilkan produk berupa modul  layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS bagi siswa SMP Laboratorium UM yang memenuhi syarat akseptabilitas dari aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS bagi siswa SMP Laboratorium UM yang terdiri atas (1) modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS bagi siswa SMP Laboratorium UM (untuk siswa), yang terdiri atas 3 penggalan yaitu (a) mengenal siapa itu remaja; (b) free sex dikalangan remaja; (c) HIV-AIDS, (2) panduan modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS bagi siswa SMP Laboratorium UM (untuk konselor). Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan yang menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg and Gall (1983) yang terdiri atas tahap (1) penilaian kebutuhan; (2) penetapan prioritas kebutuhan; (3) perumusan tujuan bimbingan; (4) menyusun isi materi; (5) penilaian produk; (6) revisi produk; (7) penilaian calon pengguna produk; (8) revisi; (9) produk akhir. Subjek uji ahli adalah ahli materi Bimbingan dan Konseling, ahli media. Subjek calon pengguna produk adalah satu konselor dan 4 orang siswa SMP Laboratorium UM. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Angket dianalisis persentase. Untuk uji ahli dan calon pengguna produk instrumen yang menggunakan angket, kemudian angket dianalisis menggunakan modus (mode) kemudian didiskriptifkan. Hasil penelitian dan pengembangan berdasarkan uji ahli dan uji calon pengguna produk menunjukkan bahwa modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS memenuhi syarat akseptabilitas dari aspek ketepatan, kegunaan, kemudahan dan kemenarikan. Modul dapat digunakan sebagai media dalam pemberian bimbingan pribadi sosial, dan atau layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS bagi siswa SMP laboratorium UM pada khususnya. Saran pemanfaatan yang diberikan untuk konselor adalah (1) konselor dapat melengkapi penggunaan modul bimbingan ini dengan menggunakan tampilan power point, cerita, media cetak ataupun film yang mendukung topik bimbingan; (2) konselor harus memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan agar konselor dapat mencapai tujuan yang dikehendaki; (3) Apabila modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS ini digunakan oleh selain siswa SMP Laboratorium UM, maka perlu adanya adaptasi dengan kebutuhan siswa pada sekolah tersebut; (4) Sebaiknya konselor menindaklanjuti hasil evaluasi diri siswa dengan melakukan konseling individu ataupun konseling kelompok apabila diperlukan. Saran yang diberikan untuk peneliti selanjutnya adalah (1) Perlu diadakan uji lapangan dalam skala besar sehingga modul layanan informasi ini benar-benar sesuai dan bermanfaat untuk siswa; (2) Disarankan adanya penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas penggunaan modul terhadap pemahaman siswa; (3) Validasi pada ahli media dan ahli materi sebaiknya dilakukan lebih dari satu kali agar produk dapat lebih valid dan sempurna; (4) Peneliti selanjutnya sebaiknya lebih memfokuskan pada perkembangan remaja; (5) Peneliti selanjutnya dapat menambahkan kompetensi ranah psikomotorik pada modul layanan informasi pendidikan seks dan HIV-AIDS

    KEEFEKTIFAN TEKNIK SELF INSTRUCTION UNTUK MENURUNKAN KECEMASAN MENGHADAPI UJIAN SISWA KELAS VII SEKOLAH MENENGAH PERTAMA

    No full text
    ABSTRAK   Prasetyo, Bagas David. 2013. Keefektifan Teknik Self Instruction untuk Menurunkan Kecemasan menghadapi Ujian Siswa kelas VII Sekolah Menengah Pertama. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd, (II) Drs. Djoko Budi Santoso.   Kata kunci: self instruction, kecemasan menghadapi ujian, siswa SMP   Kecemasan merupakan salah satu bentuk emosi yang ditandai dengan perasaan ketakutan atau kekhawatiran dalam menghadapi situasi yang dirasakan mengancam tanpa adanya objek yang jelas. Kecemasan siswa kelas VII SMP dalam menghadapi ujian terjadi karena siswa tersebut baru saja memasuki jenjang sekolah dengan pelajaran dan situasi ujian yang berbeda  sehingga muncullah gejala kecemasan. Kecemasan dapat berakibat pada kegagalan akademik dan non akademik seperti tidak naik kelas, nilai jelek, rendahnya harga diri, dan gangguan fisik. Munculnya fenomena kecemasan dalam menghadapi ujian, mendorong perlunya dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengurangi kecemasan menghadapi ujian pada siswa kelas VII SMP. Salah satu cara untuk mengurangi kecemasan siswa dalam menghadapi ujian dapat dilakukan dengan menggunakan teknik self instruction. Self instruction  adalah salah satu teknik dari Cognitive Behavioral Therapy (CBT). Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan rancangan one group time series, dimana dilakukan pengukuran berulang sebelum dan sesudah perlakuan untuk melihat konsistensi kondisi subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII.5 SMP N 5 Malang yang mengalami tingkat kecemasan sedang ketika menghadapi ujian sebanyak 7 orang siswa. Instrumen penelitian berupa skala kecemasan yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas, dengan hasil validitas 21 item tidak valid dari 42 item awal dan memiliki reliabilitas skala sebesar 0,846. Teknik self instruction ini menggunakan kata-kata instruksi diri. Data penelitian yang telah terkumpul dianalisis dengan uji wilcoxon. Hasil penelitian disimpulkan bahwa teknik self instruction efektif untuk menurunkan kecemasan menghadapi ujian siswa kelas VII SMP dilihat dari nilai Asymp. Sig. (2-tailed) untuk uji dua sisi adalah 0,018. Signifikansi di bawah 0,05 (0,01

    Perbedaan Tingkat Motivasi Berprestasi Antara Siswa Siswa Kelas Akselerasi dan Siswa Kelas Reguler di SMA Negeri Bertaraf Internasional Se-kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Septiani, Dyna Dwi. 2013. Perbedaan Tingkat Motivasi Berprestasi antara Siswa Kelas Akselerasi dan Siswa Kelas Reguler di SMA Negeri Bertaraf Internasional se-kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan,  Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, M.A, (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd.   Kata kunci: motivasi berprestasi, kelas akselerasi, kelas reguler, sekolah bertaraf internasional   Kualitas peserta didik dapat dilihat salah satunya dari prestasi akademik. Untuk meraih prestasi akademik yang baik, sebagian orang berpendapat bahwa diperlukan inteligensi yang tinggi sebagai bekal dalam memudahkan belajar, namun tidak hanya dibutuhkan inteligensi yang tinggi, tetapi juga dibutuhkan motivasi berprestasi yang dapat mendorong dan mengerakkan seseorang untuk meraih prestasinya. Motivasi berprestasi adalah motivasi yang mendorong seseorang untuk mencapai keberhasilan dalam bersaing dengan suatu ukuran keunggulan.  Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui tingkat motivasi berprestasi siswa kelas akselerasi, (2) mengetahui tingkat motivasi berprestasi siswa kelas reguler dan, (3) mengetahui apakah ada perbedaan motivasi berprestasi antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler.  Penelitian ini menggunakan desain deskriptif komparatif. Subjek penelitian adalah siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di SMA Negeri bertaraf internasional se-kota Malang. Teknik pengambilan sampel untuk kelas akselerasi menggunakan total populasi dan untuk siswa kelas reguler menggunakan teknik cluster random sampling. Teknik pengambilan data menggunakan angket motivasi berprestasi. Data yang terkumpul diolah menggunakan uji t dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan motivasi berprestasi antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler. Motivasi berprestasi siswa kelas akselerasi lebih tinggi dibandingkan dengan motivasi berprestasi siswa kelas reguler.  Bertolak pada temuan ini maka ada beberapa saran bagi (1) konselor, hendaknya memberikan prioritas layanan kepada siswa-siswa yang memiliki motivasi berprestasi rendah, antara lain pelatihan meningkatkan motivasi berprestasi, layanan konseling individual, layanan informasi tentang tips-tips menumbuhkan motivasi dalam belajar, (2) orang tua, hendaknya orang tua dapat membantu siswa untuk meningkatkan motivasi berprestasinya. Tindakan yang dapat dilakukan adalah memberikan perhatian yang lebih kepada putra-putrinya serta dapat memantau langsung proses belajarnya pada saat di rumah (3) peneliti selanjutnya, perlu diadakan penelitian yang lebih mendalam tentang faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi motivasi berprestasi siswa. 

    Keefektifan Cinema Therapy untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa SMP Kelas Akselerasi

    No full text
    ABSTRAK   Muthi’ah, Anisatul. 2013. Keefektifan Cinema Therapy untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa SMP Kelas Akselerasi. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd, (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd   Kata kunci: cinema therapy, resiliensi, akselerasi   Pelaksanaan program akselerasi untuk siswa SMP ternyata menyebabkan berbagai masalah, salah satunya berkaitan dengan resiliensi siswa akselerasi. Resiliensi merupakan kemampuan individu yang mencakup pengaturan emosi (emotion regulation), pengendalian dorongan (impulse control), optimis, pengidentifikasian penyebab masalah, empati, efikasi diri (self-efficacy), dan pencapaian kesuksesan (reaching out) yang berguna untuk menghadapi, memperkuat diri, atau bahkan mengubah kondisi kehidupan yang tidak menyenangkan menjadi suatu hal yang wajar untuk diatasi. Resiliensi dapat dipelajari melalui berbagai latihan. Latihan ini bisa diberikan kepada siswa, khususnya siswa SMP akselerasi dengan mengamati orang-orang di sekitarnya  yang menjadi role models. Role models dapat berupa symbolic model yang salah satunya berupa film yang dapat diberikan melalui cinema therapy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan cinema therapy untuk meningkatkan resiliensi siswa SMP kelas akselerasi yang dilengkapi dengan pedoman eksperimen. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen semu, dengan rancangan equivalent time series. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP kelas akselerasi yang memiliki resiliensi tergolong rendah dan sangat rendah sebanyak 7 siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala resiliensi yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data skala resiliensi dianalisis dengan uji statistik non parametrik Wilcoxon. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan adanya perbedaan tingkat resiliensi sebelum dan sesudah pemberian treatment secara berulang dengan nilai z = -2,366 pada tingkat signifikansi 0,018 < 0,05, artinya H0 ditolak. Dapat disimpulkan bahwa cinema therapy efektif untuk meningkatkan resiliensi siswa SMP kelas akselerasi. Berdasarkan hasil penelitian ini, diajukan saran untuk konselor dan peneliti lain. Bagi konselor dapat menggunakan teknik cinema therapy untuk meningkatkan resiliensi siswa SMP kelas akselerasi. Sedangkan untuk peneliti lain jika ingin meneliti dengan variabel yang sama disarankan menggunakan desain lain, seperti single subject design, penelitian eksperimen yang menggunakan kelompok kontrol, dan memperluas subjek penelitian di SMP di Kota Malang yang memiliki kelas akselerasi dengan jenjang berbeda yang berciri memiliki resiliensi rendah dan sangat rendah. Selain itu, cuplikan film pada pedoman eksperimen dalam penelitian ini tidak melalui tahap uji materi. Oleh karena itu, disarankan untuk melakukan uji materi dan media terlebih dahulu dan melatih konselor yang akan menggunakan pedoman eksperimen ini agar pemberian treatment bisa terlaksana dengan tepat.

    Pengembangan Media Layanan Informasi Kesiapan Diri untuk Menikah dan Berkeluarga Remaja Perempuan

    No full text
    ABSTRAK   Agustin, Erlis. 2013. Pengembangan Media Layanan Informasi Kesiapan Diri untuk Menikah dan Berkeluarga Remaja Perempuan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. (II) Dr. Andi Mappiare A.T, M.Pd.   Kata Kunci: kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga, media layanan informasi, remaja perempuan   Menikah merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dan dengan adanya kesiapan diri untuk melakukannya, maka seseorang akan mendapatkan kepuasan. Banyak kasus terkait pernikahan dan hidup berkeluarga, seperti pernikahan dini, perceraian, individu takut menghadapi pernikahan, dan lain-lain yang terjadi di masyarakat juga menjadi alasan pentingnya informasi kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga. Mempersiapkan diri menghadapi pernikahan dan hidup berkeluarga harus mulai dilakukan oleh remaja sekolah menengah atas karena merupakan salah satu tugas perkembangan yang harus dicapai. Bimbingan dan konseling mempunyai banyak teknik dan metode dalam membantu siswa menuju perkembangan optimal. Penulis tertarik untuk mengembangkan sebuah media yang dapat membantu siswa untuk memperoleh informasi kesiapan pernikahan dan hidup berkeluarga. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh deskripsi mengenai keterterimaan dan kelayakan media layanan informasi baik dari segi materi/isi maupun dari segi bentuk. Setelah diperoleh hasil deskripsi tersebut diharapkan pada akhirnya dihasilkan produk berupa buku bergambar mengenai kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga remaja perempuan serta buku pedoman konselor sebagai petunjuk dalam menggunakan buku bergambar. Penulis mengadaptasi prosedur pengembangan Borg and Gall yang dipadukan dengan analisis basic or generic qualitative study. Pengembang hanya memakai lima dari sepuluh prosedur pengembangan Borg and Gall karena adanya keterbatasan waktu penelitian. Untuk lebih menyempurnakan produk, penulis menambah data penguat berupa uji kelompok kecil. Penelitian ini menghasilkan media layanan informasi yang dapat diterima dan layak dari segi isi/materi dan bentuk dengan konten kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga remaja perempuan sesuai dengan kajian konsep/teori dan hasil uji ahli serta calon pengguna produk. Produk yang dihasilkan adalah sebuah buku bergambar kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga remaja perempuan dan buku pedoman konselor. Berdasarkan hasil uji ahli dan calon pengguna, buku bergambar dan buku pedoman konselor telah memenuhi kriteria keterterimaan dan kelayakan baik dari segi isi/materi maupun dari segi bentuk/desain, tetapi masih diperlukan revisi. Penelitian ini mempuyai keterbatasan yakni hanya sampai pada lima tahapan Borg and Gall. Penulis mengharapkan adanya peneliti lain yang bisa melanjutkan penelitian ini agar nantinya diperoleh sebuah produk yang lebih sempurna (teruji keefektifannya) sesuai dengan prosedur yang dicetuskan oleh Borg and Gall serta bermanfaat bagi konselor dan siswa.

    PENGEMBANGAN ENSIKLOPEDIA KARIR BERGAMBAR SEBAGAI MEDIA INFORMASI KARIR SISWA SMP

    No full text
    ABSTRAK   Cahyono, Febri Tri. 2013. Pengembangan Ensiklopedia karir bergambar sebagai media informasi karir siswa SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr, H. Muslihati, S.Ag, M.Pd. (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd.   Kata kunci: Ensiklopedia, Karir, Informasi   Penelitian pengembangan ensiklopedia karir bergambar dilatarbelakangi oleh munculnya kasus banyaknya siswa SMP yang seringkali mengalami kesulitan dalam menentukan pilihan karir. Masalah tersebut dikarenakan oleh banyak faktor salah satunya kurangnya informasi tentang karir yang mengakibatkan siswa mengalami kesulitan dalam menentukan arah pilihan karirnya. Karena kebutuhan siswa akan informasi karir itulah maka dikembangkanlah suatu media informasi karir untuk menambah pengetahuan siswa tentang karir. Tujuan Penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan ensiklopedia karir bergambar untuk siswa SMP Negeri 2 Malang sebagai salah satu media informasi karir yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan bimbingan karir sehingga dapat membantu siswa dalam melakukan pemilihan karir yang logis. Penelitian pengembangan ini menggunakan model Borg and Gall (1983), dengan prosedur: 1) tahap I perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitan, melakukan kajian pustaka dan need assesment; 2) tahap II pengembangan produk: menentukan tujuan dikembangkannya ensiklopedia karir sebagai media informasi karir untuk siswa SMP (tujuan umum dan tujuan khusus), menyusun isi ensiklopedia karir bergmabar, menyusun alat evaluasi produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli (uji ahli bk, dan uji ahli media); revisi produk hasil penilaian uji ahli; uji calon pengguna produk; uji coba kelompok kecil); produk akhir ensiklopedia karir bergambar untuk siswa SMP. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap Ensiklopedia karir bergambar untuk siswa SMP Negeri 2 Malang, dapat disimpulkan bahwa ensiklopedia karir bergambar ini sangat baik digunakan sebagi media informasi karir. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: (1) Konselor untuk benar-benar memahami dan mempelajari, dan menyampaikan pada siswa agar dapat memberikan layanan informasi karir yang lebih efektif dalam membantu siswa melakukan pilihan karir. (2) Kepala sekolah diharapkan menjadikan referensi ensiklopedia karir ini di dalam perpustakaan sekolah sehingga semua siswa dapat mengaksesnya. (3) Ensiklopedia karir ini dapat dilanjutkan dengan mengembangkan produk baru berupa ensiklopedia dalam bidang lainnya.

    PENGEMBANGAN PAKET BIMBINGAN PERENCANAAN STUDI LANJUT UNTUK SISWA SMP

    No full text
    ABSTRAK   Nurmala, Dewi. 2013. Pengembangan Paket Bimbingan Perencanaan Studi Lanjut untuk Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag., M.Pd (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd   Kata Kunci: Pengembangan, Paket Bimbingan, Perencanaan Studi Lanjut, Siswa SMP.   Siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) adalah siswa berada pada rentang usia 12-15 tahun atau telah memasuki usia remaja awal. Salah satu tugas perkembangan karir yang harus dikuasai oleh siswa SMP adalah mampu memahami, memilih, dan menentukan studi lanjut. Selama ini permasalahan yang terjadi pada siswa SMP yang akan melanjutkan studi adalah belum memiliki rencana mengenai pilihan studi lanjut dan bingung memilih studi lanjut. Permasalahan tersebut dikarenakan siswa SMP belum mampu merencanakan studi lanjut setelah SMP. Oleh karena itu diperlukan media berupa paket bimbingan perencanaan studi lanjut untuk siswa SMP yang dapat membantu siswa dalam merencanakan studi lanjut. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan paket bimbingan perencanaan studi lanjut untuk siswa SMP yang diterima dari segi teoritis dan praktis, sehingga dapat digunakan oleh konselor dalam memberikan layanan bimbingan perencanaan studi lanjut kepada siswa. Rancangan penelitian ini menggunakan model pengembangan prosedural yang bersifat deskriptif dengan mengadaptasi tahap-tahap pengembangan yang dikemukakan oleh Borg and Gall. Tahap-tahap pengembangan Borg and Gall yang diadaptasi penulis dalam penelitian ini meliputi tiga tahap, yaitu tahap pertama perencanaan pengembangan paket bimbingan, tahap kedua pengembangan produk awal, tahap ketiga validasi. Uji coba produk dilakukan melalui tiga tahap, yaitu uji ahli (ahli BK dan ahli media), uji calon pengguna produk (konselor), dan uji coba kelompok kecil (siswa). Jenis data yang diperoleh dari hasil uji coba produk bersifat kuantitatif dan kualitatif. Analisis data kuantitatif menggunakan teknik rerata dan analisis data kualitatif dengan cara menyimpulkan secara sederhana agar lebih mudah dipahami. Hasil penelitian ini berupa paket bimbingan perencanaan studi lanjut untuk siswa dan panduan paket bimbingan perencanaan studi lanjut untuk konselor. Hasil penilaian dari ahli media memperoleh rerata 3,7, hasil penilaian dari ahli BK memperoleh nilai rerta 3,35, hasil penilaian dari calon pengguna produk memperoleh nilai rerata 3,4, hasil penilaian dari kelompok kecil mendapatkan nilai rerata 3,8 dan menunjukkan rata-rata keempatnya sebesar 3,6 yang berarti dinilai sangat berguna, sangat mudah, sangat menarik, dan sangat tepat. Sehingga paket bimbingan perencanaan studi lanjut untuk siswa SMP ini dapat diterima dari segi teoritis dan praktis dan layak digunakan sebagai media dalam memberikan layanan bimbingan perencanaan studi lanjut. Saran untuk penelitian ini adalah sebagai berikut: (1) untuk peneliti selanjutnya hendaknya langkah pengembangan model penelitian yang diadopsi dari Borg and Gall dapat dilakukan secara keseluruhan, (2) untuk pengembangan produk lebih lanjut disarankan melakukan penelitian lebih lanjut mengenai sejauh mana efektifitas penggunaan paket bimbingan perencanaan studi lanjut untuk siswa SMP dalam upaya membantu siswa merencanakan studi lanjutnya, serta melakukan uji lapangan/kelompok besar terhadap paket bimbingan perencanaan studi lanjut ini, agar keberterimaannya dapat dirasakan oleh banyak pengguna.

    PENGEMBANGAN MEDIA BERGAMBAR SEBAGAI LAYANAN INFORMASI BAHAYA PENYALAHGUNAAN NARKOBA DI SMP BRAWIJAYA SMART SCHOOL

    No full text
    ABSTRAK   Hasanah, Sa’adatul. 2013. Pengembangan Media Bergambar sebagai Layanan Informasi Bahaya Penyalahgunaan Narkoba di SMP Brawijaya Smart School. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilm Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widada, M.Si, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M. Pd.   Kata Kunci: narkoba, media bergambar, SMP Brawijaya Smart School   Narkoba merupakan zat atau obat-obatan yang jika dikonsumsi dapat mempengaruhi kinerja otak dan jika digunakan secara berlebihan akan dapat mengakibatkan ketergantungan. Akibat yang ditimbulkan bagi pemakainya adalah menyebabkan terganggunya fungsi-fungsi organ tubuh, overdosis, terjangkit berbagai penyakit seperti HIV/AIDS dan juga dapat menyebabkan kematian. Masa remaja yang merupakan masa peralihan dari masa anak-anak menuju masa dewasa kerap kali menjadi sasaran peredaran narkoba. Karena masa-masa ini remaja sedang mencari identitas diri dan mulai membentuk kelompok-kelompok bersama teman sebaya. Dalam memilih teman inilah yang kadang menentukan pergaulan seorang remaja, ketika kelompok sebayanya melakukan kegiatan positif maka dia juga akan mengikuti, dan sebaliknya ketika kelompok sebayanya melakukan hal-hal yang negatif maka dia juga akan cenderung mengikuti tanpa memperdulikan akibat-akibat yang ditimbulkan. Hal ini disebabkan karena remaja mulai melepaskan ketergantungannya dari orangtua dan lebih bergantung atau percaya kepada kelompok sebayanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media yang dapat digunakan sebagai alat layanan informasi kepada siswa agart siswa mengetahui bahaya penyalahgunaan narkoba. Dalam hal ini dikembangkan sebuah media bergambar yang menyajikan informasi tentang narkoba. Selain itu juga dikembangkan panduan konselor yang dapat digunakan konselor dalam penyelenggaraan layanan bimbingan dan konseling terkait narkoba. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian R & D yang menghasilkan produk berupa media bergambar yang ditujukan untuk siswa SMP. Analisis data yang digunakan adalah analisis persentase. Sedangkan subjek uji coba terdiri dari dua orang ahli yaitu ahli media dan ahli BK, serta subjek calon pengguna yaitu siswa sebanyak lima orang dan seorang konselor sekolah. Jenis data yang dihimpun adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif berdasarkan atas skala penilaian yang diberikan pada para ahli dan calon pengguna. Sedangkan kualitatif didasarkan pada kritik dan saran yag diberikan melalui lembar penilaian. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa hasil penelitian sebagai berikut. Pertama media bergambar narkoba ini menurut ahli media 60% dinyatakan layak dan 40% dinyatakan cukup layak sehingga media tersebut dapat dikembangkan dan digunakan sebagai media dalam pemberian layanan informasi. Selain itu terdapat saran yaitu pengetikan teks dan kebahasaan perlu dicermati. Kedua, ahli BK juga memberikan penilaian 13,2% layak dan 82,8% cukup layak terhadap media bergambar ini. Sehingga media ini dapat digunakan sebagai media dalam layanan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Ahli BK juga memberikan tiga saran yaitu (1) pengaturan tata letak bullet and numbering agar tertata dengan rapi, (2) pemberian logo pada cover dan sub-cover dan identitas, dan (3) pergantian warna pada halaman 4 dan halaman 5 disesuaikan dengan calon pengguna. Sedangkan penilaian untuk panduan konselor 100% dinyatakan cukup layak dan dapat digunakan sebagai panduan konselor dalam penyelenggaraan kegiatan pemberian layanan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Ada empat hal yang disarankan diantaranya adalah (1) tujuan dan sasaran disesuaikan dengan konselor, (2) petunjuk umum ditambahkan tujuan secara umum pengembangan media, (3) petunjuk khusus dilengkapi dengan topik, tujuan khusus serta identitas, dan (4) menggunakan bahasa yang baku dalam penulisan. Ketiga, saat uji coba produk kepada calon pengguna yaitu kepada kelompok kecil yang terdiri dari lima siswa mendapatkan penilaian 100% layak untuk digunakan sebagai media dalam pemberian layanan informasi bahaya penyalahgunaan narkoba di sekolah. Siswa sebagai calon pengguna produk memberikan masukan bahwa (1) materi yang ditulis dikurangi agar tidak menimbulkan kebosanan, (2) gambar-gambar diperbanyak, dan (3) warna agar dipertegas agar lebih bagus. Keempat, konselor sebagai calon pengguna produk memberikan penilaian 48,28% media ini layak digunakan dan 51,72% dinyatakan cukup layak sehingga media bergambar narkoba ini dapat digunakan. Konselor juga menambahkan bahwa perlu perbaikan pada kata-kata yang salah ketik serta dijelaskan keterkaitan antara masa remaja dan narkoba. Sedangkan untuk buku panduan konselor diberikan nilai 80% layak dan 20% cukup layak.

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇