SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN TEKNIK METAFORA MENGGUNAKAN MEDIA FILM PENDEK DALAM KONSELING KELOMPOK REALITAS UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR SISWA SMP
ABSTRAK Pratama, Artharini Edisi. 2013. Keefektifan Teknik Metafora menggunakan Media Film Pendek dalam Konseling Kelompok Realita untuk Meningkatkan Kesadaran Tanggung Jawab Belajar Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing (1) Dr. Triyono, M. Pd, (2) Drs. H. Widada, M. Si. Kata Kunci: metafora film pendek, konseling kelompok realitas, tanggung jawab belajar Perilaku bertanggung jawab belajar dapat menunjang keberhasilan siswa dalam mencapai cita-cita yang ingin dicapai. Siswa sering melakukan perilaku yang menunjukkan kurang bertanggung jawab di sekolah. Bentuk perilaku siswa yang menunjukkan kurang bertanggung jawab belajar di sekolah antara lain menyontek ketika ujian, mengobrol ketika guru menerangkan di depan kelas, bermain pulpen ketika guru menerangkan di depan kelas, tidak mendengarkan ketika guru menerangkan di depan kelas, tertidur ketika proses pembelajaran di kelas. Konselor di sekolah berperan membantu siswa dalam mengembangkan potensi yang dimiliki dan membantu siswa dalam menyelesaikan masalah-masalah yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik metafora menggunakan media film pendek dalam konseling kelompok realitas yang digunakan untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMP. Subjek penelitian ini adalah siswa SMP yang berjumlah lima siswa. Metafora merupakan salah satu metode yang inspiratif digunakan dalam meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar. Salah satu media yang digunakan teknik metafora adalah menggunakan film pendek yang dikaji sehingga muncul pandangan-pandangan dari siswa mengenai tanggung jawab belajar. Pelaksanaan proses konseling ini mengikuti tahapan model WDEP, yang meliputi enam tahap yaitu involvement (keterlibatan), wants (eksplorasi kebutuhan), doing and direction (tindakan), evaluation (evaluasi), planning (perencanaan), dan termination (pengakhiran). Penggunaan media film pendek dan panduan pelaksanaan konseling kelompok realita sudah diuji kelayakan ahli. Jenis rancangan eksperimen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Pretest–Posttest Design. Pengumpulan data menggunakan instrumen angket dengan menggunakan skala kesadaran tanggung jawab belajar siswa SMP yang diberikan sebelum diberikan perlakuan (pretest) dan setelah diberikan perlakuan (posttest). Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan SPSS 20.00 melalui uji non-parametrik Wilcoxon Signed Ranks Test. Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa teknik metafora melalui media film pendek dalam konseling kelompok realita efektif untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari kenaikan skor posttest dan pernyataan serta perilaku siswa yang menunjukkan perubahan untuk bertanggung jawab belajar. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, terdapat beberapa saran yang perlu dipertimbangkan bagi konselor dan peneliti selanjutnya. Saran bagi konselor dapat menggunakan teknik metafora melalui film pendek dalam konseling kelompok realita untuk meningkatkan kesadaran tanggung jawab belajar siswa, memilih metafora melalui film pendek yang lain sesuai dengan permasalahan siswa. Saran bagi peneliti selanjutnya adalah eksperimen metafora melalui film pendek yang dilakukan dalam konseling individu dan eksperimen dengan menggunakan kelompok kontrol di beberapa kelas
Keefektifan Teknik Bercerita untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Kelas Olimpiade Sains Nasional (OSN) di SMA
ABSTRAK Putri, Diah Rakhmania. 2013. Keefektifan Teknik Bercerita untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Kelas Olimpiade Sains Nasional (OSN) di SMA. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang, Pembimbing (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. Pembimbing (II) Drs. H. Widada, M.Si. Kata Kunci : teknik bercerita, keterampilan sosial, OSN Keterampilan sosial merupakan kemahiran individu berinteraksi dengan orang lain dalam konteks sosial dengan cara-cara khusus yang dapat di terima oleh lingkungan dan pada saat bersamaan dapat menguntungkan individu, atau bersifat menguntungkan orang lain. Teknik bercerita merupakan suatu cara yang dilakukan oleh guru/pembimbing untuk menyampaikan pesan atau materi bimbingan yang disesuaikan dengan tujuan bimbingan dan kondisi anak didik. Dengan menggunakan teknik bercerita, keterampilan sosial yang ditingkatkan meliputi keterampilan yang dimiliki individu yang memiliki aspek keterampilan sosial yang meliputi persahabatan dan solidaritas kelompok, kemampuan berkomunikasi, menjalin hubungan dengan orang lain, menghargai diri sendiri & orang lain. Kelas OSN merupakan kelas yang mengikuti kurikulum sesuai standard SBI dengan penambahan materi-materi olimpiade yang terdiri dari siswa yang memiliki minat khusus di bidang Kimia, Fisika, dan Biologi. Penulisan ini bertujuan untuk menguji keefekifan teknik bercerita untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas OSN di SMA. Rancangan penulisan yang digunakan adalah eksperimen semu dengan menggunakan one-group pre-post test design. Kelompok eksperimen adalah siswa kelas OSN di SMA yang memiliki kriteria keterampilan sosial rendah melalui inventori keterampilan sosial. Pemberian cerita dilakukan sebanyak empat kali pertemuan dengan tema yang berbeda-beda. Data penulisan dianalisis dengan teknik analisis Wilcoxon dan Sign. Hasil penulisan menunjukkan bahwa teknik bercerita efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas OSN di SMA yang ditunjukkan dengan adanya perbedaan yang signifikan antara hasil pre test dan post test yang telah diberikan. Berdasarkan hasil penulisan diajukan beberapa saran: kepada guru BK sekolah tempat penelitian diharapkan memperhatikan semua aspek siswa, khususnya pada kelas OSN, tidak hanya memperhatikan pada aspek kognitif saja namun guru BK juga diharapakan memperhatikan aspek sosial siswa kelas OSN yakni berketerampilan sosial dalam hal mampu bersahabat dan solidaritas, kemampuan berkomunikasi, kemampuan menjalin hubungan dengan orang lain, serta mampu mengahargai diri dan oranglain untuk mencapai perkembangan optimal. Teknik bercerita bisa digunakan oleh guru BK sebagai perangkat untuk membantu siswa kelas OSN meningkatkan keterampilan sosial tapi dengan catatan waktu yang digunakan harus diperhatikan karena teknik bercerita membutuhkan waktu yang panjang, jika satu jam pelajaran sekolah 30 menit, maka teknik bercerita membutuhkan waktu selama 60 menit. Teknik bercerita harus di uji ahli kan kepada ahli bahasa agar hasil dari pelaksanaan teknik tersebut mendapatkan kenaikan yang signifikan dan agar teknik bercerita bisa lebih menarik bagi siswa, diharapkan mengemas skenario bercerita tiap pertemuan secara variatif supaya siswa tidak jenuh. Bagi peneliti selanjutnya dapat mencoba penggunaan teknik bercerita ini sebagai perangkat untuk membantu remaja/siswa menyelesaikan kurangnya keterampilan sosial yang rendah, dengan variabel terikat dan subyek dalam skala yang lebih luas untuk lebih mengetahui keefektifan teknik bercerita.
Keefektifan Sinema Edukasi untuk Meningkatkan Kesadaran mengenai Kepedulian Siswa SMP
ABSTRAK Munawaroh, Siti. 2013. Keefektifan Sinema Edukasi untuk Meningkatkan Kesadaran mengenai Kepedulian Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Dr. Triyono, M.Pd. Kata kunci: sinema edukasi, kesadaran mengenai kepedulian, kelas bilingual Kepedulian merupakan wujud perilaku suka menolong, menghargai orang lain, serta perhatian terhadap lingkungan sekitar dan orang lain. Agar siswa mampu berperilaku peduli maka perlu ditingkatkan kesadaran terhadap kepedulian yang dimilikinya. Salah satu teknik dalam konseling yang dapat digunakan untuk meningkatkan kesadaran terhadap kepedulian adalah teknik sinema edukasi. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan pada siswa SMP khususnya kelas bilingual, diketahui bahwa siswa di kelas tersebut menunjukkan kurangnya kesadaran terhadap kepedulian. Tujuan penelitian ini adalah keefektifan sinema edukasi untuk meningkatkan kesadaran terhadap kepedulian siswa SMP. Untuk meningkatkan kesadaran terhadap kepedulian siswa SMP dengan teknik sinema edukasi ini maka dilakukan penelitian eksperimen dengan rancangan penelitian interupted time series design. Pengukuran kesadaran terhadap kepedulian siswa dilakukan secara berulang sebelum dan sesudah perlakuan untuk melihat konsistensi kondisi subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas bilingual SMP yang memiliki kesadaran terhadap kepedulian tergolong rendah dan sedang sebanyak 8 orang siswa. Instrumen penelitian berupa skala kesadaran terhadap kepedulian yang sudah di uji validitas dan reliabilitasnya. Sinema edukasi ini menggunakan potongan-potongan film dan short movie yang disesuaikan dengan aspek dalam kesadaran terhadap kepedulian. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji asumsi sphericity. Berdasarkan hasil yang didapatkan dari uji asumsi sphericity yang mendapatkan hasil signifikansi 0.000 ≤ 0.05 berarti H0 di tolak sehingga dapat disimpulkan bahwa sinema edukasi efektif untuk meningkatkan kesadaran terhadap kepedulian siswa SMP. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi konselor untuk menggunakan teknik ini untuk meningkatkan kesadaran terhadap kepedulian siswa SMP. Sedangkan untuk peneliti selanjutnya disarankan untuk menggunakan desain penelitian equivalent time series design agar dapat melihat perkembangan subjek pada setiap intervensi
Pengembangan Media Web Layanan Informasi Karier untuk Siswa Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan di SMK Negeri 1 Bakung Kabupaten Blitar
ABSTRAK Abdi, Hamzah Bastomi. 2013. Pengembangan Media Web Layanan Informasi Karier untuk Siswa Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan di SMK Negeri 1 Bakung Kabupaten Blitar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd, (II) Dr. Carolina Ligya Radjah, M. Kes. Kata kunci: media web, layanan informasi, SMK Siswa SMK N 1 Bakung Kabupaten Blitar Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPHP) masih sangat sulit mendapatkan informasi tentang lowongan pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya. Mereka hanya memperoleh informasi yang diberikan oleh guru yang mengajar di kelas dan itupun sangat terbatas. Karena itu masih banyak siswa yang bingung akan bekerja dimana ataupun menjadi apa setelah lulus dari sekolah tersebut. Seharusnya siswa setelah lulus dari SMK Jurusan TPHP dapat bekerja sesuai dengan kemampuannya dan ilmu yang didapat yaitu memasuki dunia kerja yang berhubungan dengan perikanan. Dari hasil observasi pengembang ke SMK N 1 Bakung terlihat masih banyak lulusan Jurusan TPHP yang bekerja menjadi Sales Promotion Girl (SPG) dan pelayan-pelayan di toko atau supermarket. Bahkan lulusan SMK N 1 Bakung tahun 2012 kemarin lebih dari 50% bekerja menjadi pelayan toko. Pekerjaan menjadi Sales Promotion Girl (SPG) dan pelayan-pelayan di toko atau supermarket tidak sesuai dengan sekolah yang didalaminya sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah menghasilkan sebuah produk web yang dapat digunakan sebagai media layanan informasi karier untuk siswa SMK N 1 Bakung Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil, yang memenuhi syarat keunggulan (utility), kelayakan (feasibility) dan ketepatan (accuracy). Media web diharapkan dapat membantu siswa memperoleh informasi mengenai dunia kerja yang sesuai dengan jurusannya. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah media web informasi karier, yang dilengkapi dengan buku petunjuk penggunaan. Pengembangan ini menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall yang terdiri atas tiga tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Subjek uji ahli adalah satu orang ahli Bimbingan dan Konseling dan satu orang ahli media pembelajaran. Subjek uji calon pengguna produk adalah satu orang konselor dan 10 orang siswa kelas XII SMK N 1 Bakung Kabupaten Blitar. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif berupa angka dan kualitatif berupa saran. Hasil penelitian dan pengembangan berdasarkan uji ahli Bimbingan dan Konseling menunjukkan hasil keunggulan 3.5, kelayakan 3.3 dan ketepatan, 3.4 dari skala 1-4 yang menunjukkan standar tinggi. Uji ahli media pembelajaran menunjukkan keunggulan 3.6, kelayakan 4.0 dan ketepatan, 4.0 dari skala 1-4 yang menunjukkan standar tinggi. Uji calon pengguna produk (konselor) menunjukkan hasil keunggulan 3.6, kelayakan 3.6 dan ketepatan, 3.7 dari skala 1-4 yang menunjukkan standar tinggi, dan hasil uji calon pengguna produk (siswa) diperoleh hasil keunggulan 85.5%, kelayakan 84.1% dan ketepatan 85% dari 100% menunjukkan standar tinggi. Berdasarkan hasil uji ahli dan calon pengguna produk tersebut menunjukkan bahwa media web informasi karier untuk siswa SMK Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan terbukti unggul, layak dan tepat sehingga dapat digunakan untuk memberikan layanan informasi karier. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan adalah Produk pengembangan media web informasi karier untuk siswa SMK Jurusan TPHP ini diharapkan dapat dijadikan referensi konselor dalam memberikan layanan informasi karier. Melihat hasil dari pengembangan ini, menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan dapat digunakan dan dibutuhkan siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil uji lapangan terbatas yang dilakukan oleh sepuluh siswa Jurusan TPHP menunjukkan hasil dari indikator keunggulan 85.5%, kelayakan 84.1% dan ketepatan 85%, yang berarti media ini sesuai dengan kebutuhan siswa akan media pemberian layanan informasi, selain itu konselor sebaiknya lebih kreatif dan inovatif dalam hal pengembangan media bimbingan
Peningkatan Kontrol Diri dalam Hubungan Teman Sebaya Siswa SMP Melalui Layanan Informasi dengan Media Bergambar.
ABSTRAK Nurcahyani, Bestari. 2013. Peningkatan Kontrol Diri dalam Hubungan Teman Sebaya Siswa SMP Melalui Layanan Informasi dengan Media Bergambar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Andi Mappiare AT.,M.Pd, (II) Drs Djoko Budi Santoso. Kata Kunci : layanan informasi, media bergambar, kontrol diri Dari beberapa fenomena di lapangan diperoleh data awal bahwa siswa SMP cenderung tidak mampu mengontrol diri dari pengaruh teman sebaya. Kuatnya pengaruh teman sebaya semakin membuat remaja mudah terpengaruh untuk melakukan hal-hal negatif. Meskipun demikian, tidak semua remaja mudah terpengaruh untuk melakukan hal-hal negatif ketika kontrol diri yang mereka miliki tinggi. Dalam upaya membantu siswa untuk dapat meningkatkan kemampuan kontrol diri dalam hubungan teman sebaya, dikembangkan media bergambar yang diharapkan dapat membantu siswa untuk menerima dan memahami informasi yang disampaikan. Tujuan dari penelitian pengembangan ini ialah: (1) diperoleh deskripsi tentang tingkat keterterimaan dari segi kegunaan, kemudahan, ketepatan, dan kemenarikan isi menurut penilaian pemakai mengenai media bergambar sebagai media layanan informasi peningkatan kontrol diri dalam hubungan teman sebaya bagi siswa SMP, (2) diperoleh deskripsi tentang tingkat keterterimaan dari segi kegunaan, kemudahan, ketepatan, dan kemenarikan bentuk menurut penilaian pemakai mengenai media bergambar sebagai media layanan informasi peningkatan kontrol diri dalam hubungan teman sebaya bagi siswa SMP. Rancangan yang digunakan dalam penelitian pengembangn ini diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983). Berdasarkan penilaian ahli materi/isi, ahli media, dan calon pengguna produk, pengembangan media bergambar ini sudah layak digunakan sebagai media layanan informasi dilihat dari aspek kegunaan, kemudahan, ketepatan, dan kemenarikan. Saran bagi konselor yaitu konselor hendaknya melakukan uji efektifitas (PTK) pada media yang telah dikembangkan oleh peneliti untuk lebih mengoptimalkan dan menyempurnakan manfaat pengembangan media bergambar sebagai media layanan informasi kontrol diri dalam hubungan teman sebaya bagi siswa SMP. Saran bagi siswa yaitu siswa dapat memanfaatkan media bergambar ini secara mandiri di luar jam tatap muka untuk memperoleh informasi mengenai peningkatan kontrol diri dalam hubungan teman sebaya. Saran bagi peneliti selanjutnya yaitu peneliti bisa melakukan penelitian terhadap media bergambar tentang peningkatan kontrol diri dalam hubungan teman sebaya untuk mengetahui keefektifan pengembangan media layanan informasi.
PERBEDAAN EFIKASI DIRI AKADEMIK SISWA AKSELERASI DENGAN SISWA REGULER DI SMAN SE-KOTA MALANG
ABSTRAK Suroso, Dimas Heri. 2013. Perbedaan Efikasi Diri Akademik Siswa Akselerasi dan Reguler di SMAN se-Kota Malang. Skripsi. Program Studi Bimbingan dan Konseling, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A., (2) Dr. Muslihati, S. Ag, M. Pd. Kata Kunci: efikasi diri akademik, siswa akselerasi, siswa regular Perbedaan tingkat kesulitan tugas, tantangan dan hambatan yang dilalui membuat tingkat efikasi diri akademik siswa akselerasi dan reguler berbeda pula. Rumusan masalah dari penelitian ini: (1) Bagaimana tingkat efikasi diri akademik siswa akselerasi di SMAN se- Kota Malang?, (2) Bagaimana tingkat efikasi diri akademik siswa reguler di SMAN se- Kota Malang?, (3) Bagaimana perbedaan efikasi diri akademik siswa akselerasi dan siswa reguler di SMAN se-Kota Malang? Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan rancangan deskriptif komparatif pada 181 siswa akselerasi dan 278 siswa reguler. Pengumpulan data menggunakan angket dan inventori yang diadopsi dari College Academic Self-Efficacy Scale oleh Owen & Froman. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan teknik independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa akselerasi maupun reguler memiliki efikasi diri akademik yang berada dalam kategori sedang. Namun, berdasarkan mean dari nilai keduanya, siswa akselerasi memiliki efikasi diri yang lebih tinggi daripada siswa reguler. Jadi, ada perbedaan efikasi diri akademik dari siswa akselerasi dan reguler di SMAN se-Kota Malang. Berdasarkan hasil penelitian, maka disarankan: (1) konselor dapat memberikan layanan yang efektif mengingat kedua kelas perlu mendapatkan perhatian yang lebih khusus dan (2) untuk peneliti selanjutnya hendaknya menggali lebih dalam mengenai faktor-faktor di lapangan yang mempengaruhi perbedaan efikasi diri akademik siswa akselerasi dan reguler.
Pengembangan Paket Bimbingan Manajemen Konflik bagi Siswa SMP Kelas VIII
ABSTRAK Lestari, Ratna Dwi. 2013. Pengembangan Paket Bimbingan Manajemen Konflik bagi Siswa SMP Kelas VIII. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Widada, M.Si. (II) Dr. Nur Hidayah, M.Pd. Kata Kunci: paket bimbingan, manajemen konflik, siswa SMP Siswa SMP adalah individu yang berkembang dan mengalami perubahan baik emosi, tubuh, minat, dan pola perilaku. Pada masa ini, siswa SMP belum bisa mengelola konflik secara efektif, dan memilih bersikap agresif. Padahal konflik adalah hal yang tidak bisa dihindari kehadirannya. Keterampilan manajemen konflik konstruktif harus dilatihkan kepada siswa agar dampak yang diperoleh atas konflik yang dialami bersifat positif bagi semua pihak yang terlibat. Berdasarkan hasil wawancara dengan konselordi SMP Negeri 2 Mojosari, ternyata masih banyak sekali siswa kelas VIII yang mengelola konflik secara destruktif. Selama ini belum ada media berupa paket bimbingan yang dikembangkan untuk membantu meningkatkan keterampilan manajemen konflik siswa. Oleh karena itu, perlu dikembangkan paket bimbingan manajemen konflik bagi siswa kelas VIII SMP. Tujuan dari penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan Paket Bimbingan Manajemen Konflik bagi Siswa SMP Kelas VIIIyang berterima secara teoritis dan praktisdari aspek kegunaan, ketepatan, kemudahan, dan kemenarikan. Penelitian ini menggunakan rancanganpenelitian dan pengembangan (researchand development)dengan mengadaptasi model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) tahap I perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitan, melakukan kajian pustaka dan need assesment; 2) tahap II pengembangan produk:menyusun tujuan umum dan tujuan khusus, menyusun prototype, dan mendesain produk; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli (uji ahli materi bimbingan dan konseling dan uji ahli rancangan produk),revisi produk berdasarkan hasil penilaian uji ahli, uji calon pengguna produk (konselor), revisi berdasarkan hasil penilaian uji pengguna produk, uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil); revisi berdasarkan hasil uji coba kelompok kecil; hasil produk akhir berupa Paket Bimbingan Manajemen Konflik bagi Siswa SMP Kelas VIII. Produk yang dihasilkan berupa dua buku, yaitu paket bimbingan untuk siswa, dan buku panduan untuk konselor. Di dalam paket bimbingan ini terdapat empat topik, yaitu Mengenal Konflik Lebih Dekat, Srategi Manajemen Konflik, Mari Kita Bernegosiasi, dan Pemecahan Masalah dengan Strategi Kolaborasi. Setiap topik dilaksanakan dengan alokasi waktu 2x40 menit. Prosedur bimbingan disesuaikan dengan tahapan yang ada dalam strategi pembelajaran terstruktur. Berdasarkan hasil analisis data kuantitatif dan kualitatif dari para ahli, calon pengguna produk, dan kelompok kecil, dapat disimpulkan bahwa Paket Bimbingan Manajemen Konflik bagi siswa SMP berterima secara teoritis dan praktisdari aspek kegunaan, ketepatan, kemudahan, dan kemenarikan. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan kepada konselor kelas VIII sebagai calon pengguna produk agar memahami dan mempelajari paket bimbingan manajemen konflik sebelum mengaplikasikannya kepada siswa.Bagi siswa. hendaknya sesantiasa berperan aktif dalam setiap prosedur kegiatan bimbingan yang dilaksanakan.Bagi peneliti selanjutnya, produk hasil penelitian dan pengembangan ini dapat dilanjutkan dengan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan paket bimbingan manajemen konflik dalammembantu meningkatkan keterampilan manajemen konflik siswa.
Pengembangan Paket Bimbingan Pengelolaan Kecemasan saat Menghadapi Ujian Akhir Nasional bagi Siswa SMP
ABSTRAK Irawan, Bayu. 2013. Pengembangan Paket Bimbingan Pengelolaan Kecemasan saat Menghadapi Ujian Akhir Nasional bagi siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. H. M. Ramli, M.A (II) Yuliati Hotifah, S.Psi., M.Pd Kata kunci: Paket Bimbingan, Pengelolaan Kecemasan, Ujian Akhir Nasional Penelitian pengembangan paket bimbingan pengelolaan kecemasan saat menghadapi Ujian Akhir Nasional ini dilatarbelakangi sulitnya siswa mengelola kecemasan saat menghadapi Ujian Akhir Nasional. ecemasan ketika menghadapi Ujian Akhir Nasional adalah suatu hal yang wajar terjadi, bahkan kecemasan dapat mendorong semangat belajar siswa dan menjaga agar siswa tersebut tetap termotivasi. Akan tetapi, rasa cemas yang berlebihan dapat mengganggu belajar dan kondisi psikologis siswa serta menghambat kinerja siswa dalam menghadapi Ujian Akhir Nasional. Oleh karena itu, siswa harus mampu mengelola kecemasannya dengan baik saat menghadapi Ujian Akhir Nasional. Selain itu, belum adanya konselor yang menggunakan media paket bimbingan untuk membantu siswa mengatasi masalah tersebut, sehingga diperlukan suatu paket bimbingan pengelolaan kecemasan saat menghadapi Ujian Akhir Nasional. Tujuan Penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan paket bimbingan pengelolaan kecemasan saat menghadapi Ujian Akhir Nasional yang berguna, mudah, tepat dan menarik bagi siswa SMP. Produk yang dihasilkan dalam penelitian pengembangan ini adalah (1) paket bimbingan pengelolaan kecemasan saat menghadapi Ujian Akhir Nasional bagi siswa dan (2) panduan paket bimbingan pengelolaan kecemasan saat menghadapi Ujian Akhir Nasional bagi konselor. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (development research) yang menggunakan model Borg and Gall (2003). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan Sebagai berikut: (1) tahap I perencanaan: menentukan potensi dan masalah penelitan serta melakukan kajian pustaka, (2) tahap II penyusunan prototipe produk: menentukan prosedur bimbingan, menentukan prototipe produk serta menentukan alat evaluasi, (3) tahap III uji coba produk: uji ahli; revisi produk hasil penilaian uji ahli; uji calon pengguna produk; revisi produk hasil penilaian uji calon pengguna produk; uji kelompok kecil; produk akhir paket bimbingan pengelolaan kecemasan saat menghadapi ujian Akhir Nasional. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang telah dilaksanakan dapat disimpulkan bahwa paket bimbingan dan panduan paket sangat berguna, sangat mudah, sangat tepat dan sangat menarik. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, disarankan agar (1) konselor dapat menggunakan media dan memahami prosedur bimbingan serta materi bimbingan agar siswa dapat mencapai tujuan bimbingan yang diharapkan, (2) peneliti selanjutnya dapat melakukan uji efektivitas paket bimbingan pengelolaan kecemasan saat menghadapi Ujian Akhir Nasional sehingga diperoleh hasil yang lebih akurat.
KEEFEKTIFAN TEKNIK REINFORCEMENT UNTUK MENINGKATKAN FREKUENSI KEHADIRAN SISWA DI KELAS DI SMA NEGERI 9 MALANG
ABSTRAK Putra, Lantip Wicaksana. 2013. Keefektifan Teknik Reinforcement untuk Meningkatkan Frekuensi Kehadiran Siswa di Kelas di SMA Negeri 9 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd Kata Kunci: Reinforcement, frekuensi kehadiran, siswa SMA Rendahnya kehadiran siswa di kelas atau yang sering disebut dengan istilah membolos sebenarnya bukan merupakan hal yang baru lagi bagi banyak pelajar. Membolos merupakan tingkah laku pergi meninggalkan sekolah tanpa alasan yang tepat pada jam pelajaran dan tanpa ijin terlebih dahulu pada pihak sekolah yang dilakukan secara berulang-ulang. Tingkah laku membolos yang dilakukan para siswa di sekolah dapat dipahami sebagai tingkah laku penghindaran, dimana siswa menyelesaikan masalahnya melalui jalan pintas yang menurut mereka sebagai solusi terbaik atas masalah yang mereka alami. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik reinforcement untuk meningkatkan frekuensi kehadiran siswa di kelas di SMA Negeri 9 Malang. Jenis penelitian yang digunakan adalah eksperimen semu, dengan desain eksperimen kasus tunggal (Single Case Experimental Desain/SCED) jenis A-B-A’. Instrumen penelitian yang digunakan sebelum dan sesudah perlakuan adalah sama. Subjek penelitian adalah siswa SMA Negeri 9 Malang yang memiliki frekuensi kehadiran di kelas rendah. Instrumen penelitian berupa studi dokumentasi dengan rekapitulasi absen yang dilengkapi dengan format observasi dan data penskoran. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji tanda (sign-text) Wilcoxon. Hasil penghitungan didapatkan nilai zhitung sebesar 2,023 dengan signifikansi 0,043. Dari hasil analisis nilai zhitung mempunyai signifikansi 0,043 kurang dari 0,05 (sig < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah penggunaan reinforcement efektif untuk meningkatkan frekuensi kehadiran siswa di kelas di SMA Negeri 9 Malang. Berdasarkan hasil penelitian ini, konselor dapat menggunakan reinforcement sebagai salah satu alternatif dalam meningkatkan frekuensi kehadiran siswa. Saran yang diberikan pada penelitian ini adalah Konselor menggunakan penguatan (reinforcement) secara verbal dan non verbal dalam meningkatkan frekuensi kehadiran siswa di kelas sehingga siswa merasa nyaman berada di sekolah. Sekolah dapat memfasilitasi konselor dalam memberikan penguatan (reinforcement) kepada siswa sehingga siswa merasa lebih diperhatikan dan lebih bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Penelitian eksperimen ini hendaknya dapat digunakan oleh konselor untuk mengubah perilaku siswa yang tidak diinginkan
Pengembangan Paket Pelatihan Keterbukaan Diri bagi Siswa SMP
ABSTRAK Parameswari, Citra Dewi Nirwana. 2013. Pengembangan Paket Pelatihan Keterbukaan Diri Bagi Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Dr. Nur Hidayah, M.Pd. (II) Irene Maya Simon, M.Pd. Kata Kunci: pengembangan, paket pelatihan, keterbukaan diri. Remaja merupakan usia peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Usia remaja berkisar 12-18 tahun berada pada usia SMP dan SMA. Pergaulan remaja tidak lagi terbatas pada lingkungan rumah. Remaja dituntut untuk mampu melakukan penyesuaian baru di sekolah maupun lingkungan masyarakat. Keadaan ini memberikan peluang bagi remaja untuk mencoba perilaku-perilaku baru. Akan tetapi pada kenyataannya banyak remaja yang sulit dalam melakukan penyesuaian sosial berkaitan dengan berkomunikasi. Sedangkan hal yang dilakukan konselor dalam rangka meningkatkan keterbukaan diri siswa masih belum ada karena keterbatasan waktu dan belum adanya perencanaan mengenai layanan pribadi sosial terkait keterbukaan diri. Tujuan pengembangan paket pelatihan ini adalah menghasilkan produk berupa paket pelatihan keterbukaan diri bagi siswa SMP Negeri 3 Proboliggo yang dapat digunakan oleh konselor untuk melaksanakan layanan bimbingan dalam meningkatkan keterbukaan diri siswa. Pengembangan paket pelatihan keterbukaan diri ini mengikuti tahapan pengembangan yang diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983). Adaptasi tahapan ini meliputi: 1) analisis kebutuhan, 2) penetapan jenis materi, 3) perumusan tujuan umum dan tujuan khusus paket pelatihan, 4) penyusunan produk, 5) uji ahli materi dan rancangan produk, 6) revisi dari uji ahli, 7) hasil revisi produk, 8) uji calon pengguna, 9) revisi dari calon pengguna, dan 10) produk akhir. Guna mengetahui paket pelatihan yang berterima secara teoritik maupun paraktis, dilakukan uji validitas terhadap tiga (3) subyek yaitu uji ahli materi (dua orang dosen BK), calon pengguna produk (konselor SMP) dan uji kelompok kecil 10 orang siswa kelas VIII. Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengumpulkan data validitas produk adalah skala penilaian serta lembar saran. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa paket pelatihan keterbukaan diri bagi siswa SMP memiliki keberterimaan yang baik secara teoritis dan praktis dari segi kesesuaian, kegunaan, dan kemenarikan. Kesesuaian maksudnya bahwa paket pelatihan ini sesuai dan cocok digunakan untuk melatih keterbukaan diri bagi siswa SMP. Kegunaan dalam hal ini bahwa paket pelatihan ini dapat digunakan dan berguna bagi konselor sekolah dalam melatihkan keterbukaan diri khususnya berkomunikasi dengan orang lain. Kemenarikan dalam paket ini artinya secara fisik, isi, dan prosedur pelatihannya telah disusun secara menarik. Saran yang diberikan dalam hal ini yaitu berhubungan dengan pemanfaatan yaitu 1) konselor diharapkan menggunakan paket pelatihan keterbukaan diri untuk memberikan layanan BK, 2) konselor disarankan meminta bantuan konselor pendamping apabila kegiatan pelatihan keterbukaan diri dilakukan dalam kelas besar. Bagi peneliti selanjutnya, yaitu 1) perlu diadakan uji lapangan, 2) perlu dibuat instrumen untuk mengetahui tingkat keterbukaan diri, 3) apabila paket pelatihan keterbukaan diri ini akan dilakukan oleh selain siswa SMP Negeri 3 Probolinggo, maka perlu adanya penyesuaian dengan kebutuhan siswa di fsekolah yang bersangkutan.