SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
KEEFEKTIFAN TEKNIK LATIHAN ASERTIF UNTUK MENGURANGI PERILAKU AGRESIF SISWA SMA LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG
ABSTRAK Aisa, Anna. 2013. Keefektifan Teknik Latihan Asertif untuk Mengurangi Perilaku Agresif Siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd. (II) Drs. Hariadi Kusumo, M Pd. Kata Kunci : perilaku agresif, latihan asertif, siswa SMA Perilaku agresif adalah sebuah tindakan kekerasan baik secara fisik maupun secara verbal yang disengaja dilakukan oleh individu atau kelompok terhadap orang lain atau objek-objek lain dengan tujuan untuk melukai secara fisik maupun psikis. Aksi-aksi kekerasan yang sering dilakukan remaja sebenarnya adalah prilaku agresif dari diri individu atau kelompok. Untuk mengatasi masalah tersebut diperlukan bantuan yang efektif untuk mengurangi perilaku agresif siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Salah satu caranya adalah dengan latihan asertif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas latihan asertif untuk mengurangi perilaku agresif siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental design dengan jenis One Group Pretest and Posttest design. Eksperimen dilaksanakan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pretest kepada sekelompok individu yang memiliki perilaku agresif tinggi, treatment berupa latihan asertif, dan posttest berupa skala perilaku agresif. Subjek penelitian adalah siswa SMA Laboratorium Universitas Negeri Malang kelas XI yang memiliki perilaku agresif tinggi, berjumlah 7 orang siswa. Data skala perilaku agresif dianalisis dengan uji statistik non-parametrik Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan perilaku agresif siswa sebelum dan sesudah pemberian treatmen. Nilai probability error kurang dari 0,05 (p=0.01
Pengembangan Paket Layanan Informasi Alternatif Pilihan Karier Berbasis WEB Bagi Siswa SMK SORE Probolinggo
ABSTRAK Khomisah, Dewi. 2013. Pengembangan Paket Layanan Informasi Alternatif Pilihan Karier Berbasis WEB Bagi Siswa SMK SORE Probolinggo. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M.A, (II) Dr. Triyono, M.Pd Kata Kunci: layanan informasi, pilihan karier, WEB, siswa SMK. Pada masa remaja, karier/pekerjaan merupakan hal yang mulai dipikirkan, begitu pula dengan siswa SMK. Siswa SMK dipersiapkan untuk dapat langsung masuk dan bersaing dalam dunia kerja. Namun, pada kenyataannya masih banyak siswa tamatan SMK yang bekerja tidak sesuai dengan bidang keahliannya, bahkan banyak di antara mereka yang menjadi pengangguran. Hal ini juga terjadi pada salah satu SMK di Probolinggo, yaitu SMK SORE Probolinggo. Berdasarkan pengamatan awal peneliti terhadap siswa SMK SORE Kota Probolinggo diketahui bahwa mereka masih bingung dengan pekerjaan apa yang akan dilakukannya setelah lulus, hal ini karena minimnya pengetahuan tentang pilihan pekerjaan yang ada sesuai dengan bidang yang ditekuninya. Pengetahuan terkait pilihan pekerjaan atau dunia kerja dapat mempengaruhi keputusan dan perencanaan karier seseorang. Jika seseorang tidak memiliki keputusan dan perencanaan karier yang matang dapat berakhir dengan ketidaksesuaian pemilihan pekerjaan dengan bidang keahlian dan dapat juga menjadi pengangguran. Oleh karena itu, peneliti mengembangkan paket layanan informasi alternatif pilihan karier berbasis WEB bagi siswa SMK SORE Probolinggo agar siswa dapat memahami pilihan karier/pekerjaan yang ada sebagai bahan pertimbangan untuk membuat keputusan dan perencanaan karier yang tepat. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Subjek uji ahli adalah satu orang ahli bimbingan dan konseling dan satu orang ahli media pembelajaran. Subjek uji coba lapangan terbatas adalah seorang konselor dan 30 orang siswa kelas X SMK SORE Probolinggo. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif berupa angka dan kualitatif berupa kalimat saran. Data hasil uji coba produk awal dan penggna produk dianalisis dengan mode dan deskriptif, sedangkan data hasil uji coba kelompok kecil dianalisis dengan rata-rata dan deskriptif. Hasil analisis data uji coba dijadikan sebagai dasar perbaikan dari produk yang dikembangkan. Hasil penelitian dan pengembangan berdasarkan hasil uji coba produk awal dan uji coba lapangan terbatas menunjukkan bahwa produk pengembangan ini layak baik dari segi materi maupun tampilan media setelah dilakukan revisi sebanyak satu kali. Dengan demikian media ini sudah memenuhi syarat dari segi kegunaan, kemudahan, kemenarikan, dan ketepatan untuk digunakan sebagai media layanan informasi alternatif pilihan karier bagi siswa SMK. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, peneliti memberikan saran bagi pengguna dan peneliti selanjutnya, yaitu (1) hendaknya dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui keefektifan dari produk paket layanan informasi alternatif pilihan karier berbasis WEB bagi siswa SMK, karena hasil dari pengembangan ini masih terbatas sampai tersusun sebuah produk, (2) bagi pengembang selanjutnya yang tertarik untuk mengembangkan suatu produk yang berhubungan dengan karier, sebaiknya mengembangkan produk dengan lebih menyoroti pada pemahaman diri dikaitkan dengan karier, selain itu juga perlu ditambah dengan informasi tentang studi lanjutan, (3) konselor hendaknya menggunakan hasil penilitian ini dengan menggunakan pendekatan penelitian tindakan bimbingan.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DAN MOTIVASI BERPRESTASI SISWA SMA ISLAM MALANG KELAS X
ABSTRAK Abstract : Self-efficacy is important for students in the learning process, since self-efficacy affects students’ learning behavior, which determines how much effort and how long they can stand toward something against their beliefs. The encouragement to learn and do all the tasks driven by the mental strength of desire, or motivation. Ten grade students of high school are teenagers. Teens have self-efficacy that tends to decrease as compared to the children, so there is likely to affect achievement motivation. The purposes of this study are to determine: 1) self efficacy of ten grade students of Malang Islamic high school, 2) high school students’ achievement motivation, and 3) the relationship of self-efficacy and achievement motivation of the students. The design of the research is correlation research design. The population in the study is X-grade high school students, purposive sampling technique used as the technique to collect the data which obtain 90 subjects of research. Self-efficacy and achievement motivation scales are used as research instruments. Descriptive analysis (percentage) and product moment correlation analysis are used for data analysis. Kata Kunci : Efikasi diri, motivasi berprestasi
Pengembangan Media Interaktif Pendidikan Seks untuk Siswa SMP
ABSTRAK Puspitarini, Sisca Erlia. 2013. Pengembangan Media Interaktif Pendidikan Seks untuk Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M.Pd, (II) Arbin Janu Setiyowati, S.Pd, M.Pd. Kata kunci: media interaktif, pendidikan seks, siswa SMP Seks bebas dan seks pranikah kian marak dilakukan oleh remaja Indonesia. Saat ini remaja sangat terpengaruh oleh perkembangan zaman yang lebih terbuka menerima ide-ide baru dan lebih intensif mempergunakan teknologi. Hal ini berakibat pada kehidupan remaja yang semakin bebas dalam pergaulan. Kurangnya informasi tentang pendidikan seks dapat menimbulkan penyimpangan-penyimpangan seksual pada remaja. Berdasarkan data BKKBN tahun 2011, 51 dari 100 remaja di beberapa kota besar Indonesia telah melakukan seks pranikah. Hasil survei dan penelitian lainnya menunjukkan banyaknya remaja yang tidak perawan di kalangan siswa SMP dan SMA. Pemberian layanan informasi pendidikan seks di sekolah dengan cara lama kurang menarik sehingga perlu adanya inovasi dengan memanfaatkan teknologi yaitu menggunakan media interaktif. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan sebuah produk media interaktif pendidikan seks untuk siswa SMP yang berguna, layak, tepat, dan menarik. Media interaktif diharapkan dapat membantu siswa membentuk sikap emosional dan perilaku yang sehat terhadap masalah seksual dan membimbing ke arah hidup dewasa yang sehat dan bertanggung jawab terhadap kesehatan seksualnya. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah Media Interaktif Pendidikan Seks dengan materi perubahan fisik dan psikis pada masa remaja, perkembangan individu baru, seks bebas dan perilaku seks menyimpang, serta dampak seks bebas dan perilaku seks menyimpang, yang dilengkapi dengan buku panduan untuk konselor. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengadaptasi langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall yang terdiri atas tahap pengumpulan data, perencanaan, tahap pengembangan produk, uji coba, dan revisi hasil uji coba. Subjek uji ahli adalah satu orang ahli bimbingan dan konseling dan satu orang ahli media pembelajaran. Subjek uji calon pengguna produk adalah dua orang konselor dan 10 orang siswa kelas VIII SMP N 4 Malang. Data yang diperoleh adalah data kuantitatif berupa angka dan kualitatif berupa kalimat saran. Berdasarkan hasil uji ahli BK menunjukkan rerata 3.1 yang berarti produk berguna, layak, tepat dan menarik untuk digunakan dalam menyampaikan layanan informasi pendidikan seks. Hasil penilaian ahli media pembelajaran menunjukkan rerata 3.18 yang berarti produk berguna, layak, tepat dan menarik untuk dijadikan media dalam menyampaikan layanan informasi. Hasil uji calon pengguna produk (konselor) menunjukkan hasil 87.75 % yang berarti produk sangat diterima sebagai media dalam menyampaikan layanan informasi pendidikan seks. Hasil uji calon pengguna produk (siswa) diperoleh hasil 89.58 % yang berarti produk sangat diterima oleh siswa karena kemudahan dalam pemahaman materi dan kemenarikan produk. Berdasarkan hasil uji ahli dan calon pengguna produk tersebut, dapat disimpulkan bahwa media interaktif pendidikan seks yang dikembangkan untuk siswa SMP telah memenuhi syarat tampilan media dan dapat digunakan untuk memberikan layanan informasi pendidikan seks. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan adalah: (1) konselor sebaiknya lebih kreatif dan inovatif dalam hal pemanfaatan media bimbingan, (2) untuk penelitian selanjutnya, dapat melakukan uji efektivitas dan kelayakan penerapan media interaktif pendidikan seks pada sasaran.
Hubungan Antara Kematangan Emosi Dan Kontrol Diri Dengan Stres Kerja Pada Guru SLB Di Kota Malang.
ABSTRAK Amiril, Feby Asrurun Risna. 2013. Hubungan Antara Kematangan Emosi Dan Kontrol Diri Dengan Stres Kerja Pada Guru SLB Di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Anies Syafitri, S.Psi, M.Psi, (II) Drs. M. Bisri, M.Si Kata kunci: kematangan emosi, kontrol diri, stres kerja Kematangan emosi dan kontrol diri yang dimiliki para guru tentu berbeda satu sama lain. Kematangan emosi dan kontrol diri yang berbeda ini akan berdampak pada stres kerja yang dirasakan oleh masing-masing guru. Guru yang memiliki emosi yang matang akan mampu mengontrol dirinya ketika menemui stimulus dan tekanan-tekanan yang muncul dalam pekerjaannya. Sehingga, tekanan tersebut dapat dikontrol agar tidak menimbulkan stres pada dirinya. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui gambaran (1) kematangan emosi pada guru SLB, (2) kontrol diri pada guru SLB, (3) stres kerja pada guru SLB, (4) hubungan antara kematangan emosi dengan stres kerja pada guru SLB di Kota Malang, (5) hubungan antara kontrol diri dengan stres kerja pada guru SLB di Kota Malang, (6) hubungan antara kematangan emosi dan kontrol diri dengan stres kerja pada guru SLB di Kota Malang. Penelitian ini dilakukan pada guru Sekolah Luar Biasa di Kota Malang dengan jumlah sampel 40 orang, dengan rancangan penelitian deskriptif dan korelasional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah sampel kuota (quota sample). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa skala kematangan emosi dengan reliabilitas alpha cronbach 0,965 skala kontrol diri dengan reliabilitas alpha cronbach 0,926 dan skala stres kerja dengan reliabilitas alpha cronbach 0,946. Validitas instrumen menggunakan analisis product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) tingkat kematangan emosi berada pada kategori tinggi yaitu 13 orang (32,5%) (2) kontrol diri secara umum termasuk dalam kategori rendah yaitu 18 orang (45%) (3) guru SLB di Kota Malang mendapatkan stres kerja tingkat rendah yaitu 55% (4) ada hubungan yang negatif antara kematangan emosi dan stres kerja pada guru SLB (5) ada hubungan yang negatif antara kontrol diri dan stres kerja pada guru SLB (6) ada hubungan yang simultan antara kematangan emosi dan kontrol diri dengan stres dengan nilai R Square sebesar 0,517. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada (1) guru SLB untuk mempertahankan kematangan emosi yang dimilikinya dan meningkatkan kontrol diri yang tinggi agar terhindar dari kemungkinan stres kerja (2) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan pelatihan-pelatihan guna meningkatkan kontrol diri yang tinggi yang dimiliki para guru tersebut (3) peneliti selanjutnya untuk menambah jumlah subjek penelitian dan variabel lain untuk mengukur stres kerja.
Kematangan Karir Siswa SMA Negeri Se-Kota Malang
ABSTRAK Kurniawan, Farid Dinar. 2013. “Kematangan Karir Siswa SMA Negeri Se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan & Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing I Dr. Hj. Muslihati S.Ag, M.Pd, Pembimbing II Arbin Janu Setiyowati. S.Pd, M.Pd Kata kunci: Kematangan Karir, Perkembangan Karir Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kematangan karir siswa se-Kota Malang sebagai upaya melihat apakah siswa SMA se-Kota Malang telah mencapai kematangan karir yang mendukung ketrampilan pengambilan keputusan karir atau belum. Kematangan karir secara umum dapat diartikan sebagai kemampuan remaja (siswa SMA) dalam merencanakan dan mempersiapkan pilihan karir. Kematangan karir bukan serta merta ada dalam kehidupan seseorang tetapi melalui proses yang kompleks, karena membutuhkan waktu yang relatif lama dan melalui tahapan-tahapan. Banyak sekali faktor pembentuk kematangan seperti faktor bio-sosial, lingkungan, kepribadian, aspirasi vokasional, serta prestasi individu. Adapun masalah yang muncul akibat ketidakmatangan karir seperti kebingungan memilih jenjang karir dan kesalahan dalam memilih karir. Banyak kasus yang terjadi diperguruan tinggi seperti pindah jurusan atau tidak meneruskan perkuliahan dengan alasan jurusan sebelumnya tidak sesuai dengan dirinya. Hal tersebut menunjukkan ketidakmatangan karir. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis survei deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA se-Kota Malang sebanyak 2857 siswa, pengambilan sampel menggunakan multistage cluster random sampling yaitu membagi wilayah Kota Malang menjadi 3 regional kecamatan yaitu Klojen, Kedungkandang dan Lowokwaru selanjutnya memilih secara acak sekolah yang dijadikan sampel yaitu SMAN 1 Malang, SMAN 4 Malang, SMAN 6 Malang, SMAN 8 Malang, SMAN 9 Malang, SMAN 10 Malang. Total sampel adalah 288 siswa yang mengambil 10% dari keseluruhan populasi. Data penelitian diperoleh dengan mengunakan instrumen inventori Crites yang dikembangkan oleh Raudhah 2010. Hasil penelitian diketahui bahwa 75 % atau 216 siswa memiliki kematangan karir dalam kategori matang, 17% atau 49 siswa memiliki kematangan karir dalam kategori sangat matang dan 7,98% atau 23 siswa memiliki kematangan karir dalam kategori kurang matang. Kesimpulannya bahwa siswa SMA Negeri se-Kota Malang sebagian besar memiliki tingkat kematangan karir dalam kategori matang. Dari hasil penelitian disarankan (1) Konselor bisa menambahkan informasi terkait pemilihan karir seperti cara memilih pekerjaan, dan informasi tentang pekerjaan-pekerjaan yang mempunyai prospek jangka panjang. Selain itu konselor bisa menjadi fasilitator bagi siswa untuk mengetahui apakah bakat minatnya sesuai dengan bidang pekerjaan atau sekolah lanjutan yang akan dipilih. Selain itu konselor bisa membuat forum konseling teman sebaya, dimana didalam forum tersebut konselor menjadi fasilitator terjadinya konseling antara siswa yang belum matang, matang dan sangat matang yang diharapkan siswa yang dalam kondisi tidak matang, matang bisa menjadi sangat matang dengan bantuan dari siswa yang sangat matang. (2) Penelitian selanjutnya diharapkan penelitian ini dapat dijadikan bahan referensi untuk pemberian treatmen atau mengeksperimenkan pendekatan tertentu untuk meningkatkan kematangan karir siswa. Selain itu peneliti selanjutnya bisa memperluas ruang lingkup penelitian ke SMK atau ke jenjang pendidikan setara SMA lainnya (3) Sekolah bisa memberikan fasilitas seperti memperbanyak ekstrakurikuler, memperbanyak buku-buku terkait karir, poster-poster dan memperbanyak progam yang bersifat pemberian informasi terhadap karir sebagai contoh kunjungan ke pihak-pihak yang terkait dengan pekerjaan, sehingga diharapkan mengispirasi siswa dalam pemilihan karir
Pengembangan Paket Pelatihan Katerampilan Metakognisi Untuk Meningkatkan Kesiapan Siswa Menghadapi Ujian
ABSTRAK Syahida, Bastian Firman. 2013. Pengembangan Panduan Pelatihan Keterampilan Metakognisi untuk Meningkatkan Kesiapan Siswa Menghadapi Ujian. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata Kunci : keterampilan metakognisi, kesiapan menghadapi ujian, structured learning approach Penelitian pengembangan panduan pelatihan keterampilan metakognisi di SMP Bhakti Pertiwi menggunakan pendekatan Structured Learning Approach dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa SMP yang kurang siap dalam mengahadapi ujian, walaupun siswa telah belajar dengan keras. Selain itu pengalaman peneliti saat PPL dimana banyak siswa yang terlihat gelisah saat akan ujian. Fenomena itu menandakan banyak siswa yang kurang memiliki kemampuan metakognisi yang baik, sehingga diperlukan adanya panduan pelatihan keterampilan metakognisi pada siswa SMP dengan pendekatan structured learning approach. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan pelatihan keterampilan metakognisi dengan pendekatan structured learning approach yang berterima secara teoritis dan praktis baik dilihat dari aspek kegunaan, ketepatan, keakuratan, dan kelayakan. Panduan yang dihasilkan dapat digunakan oleh konselor untuk melatihkan keterampilan metakognisi kepada siswa sejak dini, sehingga siswa memiliki keterampilan metakognisi yang baik dan dapat belajar secara optimal yang pada akhirnya siswa akan siap menghadapi ujian. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan (research and development) yang mengadaptasi model pengembangan Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan sebagai berikut: 1) tahap I perencanaan: studi literatur, analisis potensi masalah kemampuan metakognisi pada siswa di SMP Bhakti Pertiwi, dan need assessment; 2) tahap II pengembangan produk: penyusunan tujuan dan penyusunan prototype panduan pelatihan; 3) tahap III uji coba produk: uji ahli (uji ahli konseling dan uji ahli media), uji calon pengguna produk, revisi produk hasil uji calon pengguna produk, uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil); 4) tahap IV pengakhiran: revisi produk hasil uji kelompok kecil dan menghasilkan produk akhir panduan pelatihan keterampilan metakognisi dengan pendekatan structured learning approach. Berdasarkan hasil analisis data penilaian uji ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap panduan pelatihan keterampilan metakognisi dengan pendekatan structured learning approach, dapat disimpulkan bahwa panduan pelatihan ini sangat berguna, sangat tepat, sangat menarik, dan sangat layak secara teoritis dan praktis. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar 1) Konselor sekolah, dengan adanya panduan pelatihan ini dapat digunakan sebagai media bimbingan belajar bagi siswa untuk mengembangkan keterampilan metakognisinya. 2) Panduan pelatihan keterampilan metakognisi dengan pendekatan structured learning approach ini dapat dilanjutkan dengan melakukan uji efektifitas dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi ujian
Keefektifan Bimbingan Kelompok Sebaya Untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa yang Mengalami Broken Home di SMPN 2 Wlingi Blitar
ABSTRAK Ratitya, Dyah Ayu Wyat. 2013. Keefektifan Bimbingan Kelompok Sebaya untuk Meningkatkan Adversity Quotient Siswa yang Mengalami Broken Home di SMPN 2 Wlingi. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd. Kata Kunci: bimbingan kelompok, kelompok sebaya, adversity quotient, broken home Adversity Quotient (AQ) merupakan suatu kemampuan yang dimiliki individu untuk bertahan terhadap kesulitan dan memberikan respon yang positif terhadap kesulitan yang sedang dialaminya. Pada beberapa tahun terakhir ini terdapat peningkatan kasus perceraian yang tentunya tidak hanya memberikan dampak bagi pasangan yang bercerai, melainkan juga memberikan dampak yang kurang baik pada anak. Broken home adalah keadaan keluarga yang tidak utuh lagi karena perceraian. Berkaitan dengan permasalahan tersebut maka diperlukan adanya peningkatan adversity quotient bagi anak yang mengalami broken home agar mereka dapat tetap bertahan dan menanggapi permasalahan tersebut secara positif. Salah satu cara meningkatkan AQ dengan bimbingan kelompok sebaya. Bimbingan kelompok sebaya adalah bimbingan yang dilaksanakan secara berkelompok dengan melibatkan siswa untuk saling berinteraksi dengan anggota kelompk. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan adversity quotient siswa yang mengalami broken home di SMPN 2 Wlingi dengan menggunakan bimbingan kelompok sebaya. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian eksperimen dengan desain one group pretest-posttest. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket yang diberikan pada siswa kelas VII yang mengalami broken home. Analisis data dengan menggunakan statistik non-parametrik uji Wilcoxon. Dari uji hipotesis dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan mean of rank antara skor pretest dan posttest. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai beda (z) -2.207 dan Asymp. Sig. (2-tailed) 0.27 pada derajat signifikans
Pengembangan Paket Pelatihan Manajemen Stres untuk Siswa Kelas VII SMP Brawijaya Smart School Malang
ABSTRAK Febyani, Dwi. 2013. Pengembangan Paket Pelatihan Manajemen Stres untuk Siswa Kelas VII SMP Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd. (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd. Kata kunci: Paket pelatihan, manajemen stres, siswa SMP. Pengembangan Paket Pelatihan Manajemen Stres untuk Siswa Kelas VII SMP Brawijaya Smart School Malang dilatarbelakangi masih banyak siswa kelas VII yang mengalami kesulitan dalam hal manajemen stress dan belum terlalu mengenal apa dan bagaimana manajemen stress itu. Di sisi lain, belum adanya bimbingan manajemen stres yang khusus diberikan untuk siswa. Tujuan penelitian pengembangan, untuk mengembangkan paket pelatihan manajemen stress bagi siswa SMP, sebagai salah satu media yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan bimbingan dan konseling yang berterima secara teoritis dan praktis. Penelitian pengembangan (development research) menggunakan model Borg and Gall (1983). Prosedur pengembangan yang dilakukan sebagai berikut: 1) studi pendahuluan dan perencanaan: melakukan studi literature dan melakukan pengumpulan data kebutuhan siswa (need assesment); 2) pengembangan produk: merumuskan tujuan paket pelatihan manajemen stress dan munyusun prototype produk; 3) uji coba produk: uji ahli (uji ahli Bimbingan dan Konseling dan uji ahli media), uji calon pengguna produk, dan uji kelompok kecil; 4) revisi produk; produk akhir paket pelatihan manajemen stress. Produk yang dihasilkan adalah 1) panduan paket pelatihan manajemen stress untuk konselor, dan 2) paket pelatihan manajemen stress untuk siswa. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli, calon pengguna produk, kelompok kecil serta revisi-revisi yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap paket pelatihan manajemen stress untuk siswa kelas VII SMP Brawijaya Smart School Malang, dapat disimpulkan bahwa paket pelatihan manajemen stress sangat layak (sangat berguna, sangat mudah, sangat tepat, dan sangat menarik) secara teoritis. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) sekolah: paket pelatihan manajemen stress untuk siswa kelas VII SMP Brawijaya Smart School dapat dijadikan referensi sekolah dalam layanan Bimbingan dan Konseling; 2) konselor: dalam mengaplikasikan paket pelatihan manajemen stress hendaknya konselor mempelajari panduan paket pelatihan manajemen stress ini agar dapat diaplikasikan dalam membantu siswa dalam memanajemen stres. Diharapkan konselor juga ikut serta melihat efektivitas paket pelatihan manajemen stress ini melalui uji efektivitas atau tindakan bimbingan; 3) siswa: siswa diharapkan aktif terlibat dalam seluruh tahap kegiatan pelatihan manejemen stres, sehingga siswa dapat memanajemen stres yang dialaminya; 4) peneliti selanjutnya: paket pelatihan manajemen stress ini dapat dilanjutkan dengan eksperimen untuk mengetahui keefektifan paket pelatihan manajemen stress bagi siswa SMP
PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN KARIER UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR
ABSTRAK Marcellina, Mey. 2013. Pengembangan Modul Bimbingan Karier untuk Siswa Sekolah Dasar. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd, (II) Drs. Harmiyanto, M. Pd. Kata Kunci: modul, bimbingan karier, siswa sekolah dasar Masa kanak-kanak merupakan salah satu tahap perkembangan manusia. Pada masa kanak-kanak, individu membentuk tujuan, motivasi berprestasi, dan presepsi terhadap dirinya (Herr dan Cramer, 1984).Kesadaran adanya pengaruh pengalaman perkembangan pada masa kanak-kanak terhadap perilaku memilih pada masa dewasa menjadi salah satu alasan dilakukannya pengembangan modul bimbingan karier untuk siswa Sekolah Dasar. Tujuan dari pengembangan modul bimbingan karier untuk siswa Sekolah Dasar ini adalah untuk menciptakan sebuah media bimbingan berupa modul yang berisi tentang pengenalan karier yang relevan bagi siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul bimbingan karier untuk siswa Sekolah Dasar. Prosedur pengembangan modul bimbingan karier untuk siswa Sekolah Dasar ini mengadaptasi sepuluh langkah model pengembangan Borg and Gall (1983: 775), namun penelitian ini hanya sampai pada tahap keempat. Tahap-tahap penelitian pengembangan modul bimbingan karier untuk siswa Sekolah Dasar meliputi (1) reseach and information, (2) planning, (3) develop preliminary from of product, dan (4) preliminary field testing. Hasil pengembangan ini berupa modul bimbingan karier bagi siswa Sekolah Dasar dan panduan modul untuk guru. Para ahli materi, media, dan calon pengguna produk, menilai modul bimbingan karier untuk siswa Sekolah Dasar sangat berguna, sangat tepat, sangat layak, dan sangat menarik. Hasil penilaian uji kelompok kecil menyatakan bahwa, modul bimbingan karier untuk siswa Sekolah Dasar dinilai sangat berguna, sangat tepat, sangat layak, dan sangat menarik. Dapat disimpulkan bahwa modul telah memenuhi persyaratan dalam kategori kegunaan, ketepatan, kelayakan, dan kemenarikan. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan ini, disarankan perlunya penelitian lebih lanjut dalam skala besar dan penelitian lebih lanjut mengenai efektivitas penggunaan modul. Guru harus memahami prosedur dan materi bimbingan untuk mencapai tujuan yang ingin dicapai. Perlu dilakukan adaptasi kebutuhan siswa apabila modul digunakan selain pada siswa kelas 4A SD Negeri Kendalrejo 02