SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    KEEFEKTIFAN TEKNIK PENGUATAN UNTUK MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA SD NEGERI 1 JAPAN PONOROGO

    No full text
    ABSTRAK   Tama, Nur Mandrayuda. 2013. Keefektifan Teknik Penguatan untuk Meningkatkan Kedisiplinan Siswa SD Negeri 1 Japan Ponorogo. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M. A., (II) Dr. Muslihati, S. Ag. M. Pd.   Kata Kunci: teknik penguatan, kedisiplinan, siswa SD   Salah satu nilai karakter yang penting ditanamkan pada siswa untuk membentuk suatu  kepribadian positif dan bermartabat adalah kedisiplinan. Siswa yang disiplin adalah siswa yang senantiasa patuh terhadap segala norma, tata tertib, dan peraturan yang berlaku di sekolah sebagai wujud dari pengendalian tingkah laku, sehingga tercipta ketertiban lingkungan sekolah dengan kesadaran dan tanggung jawab. Siswa yang tidak disiplin terhadap peraturan sekolah rentan dengan penurunan prestasi belajar sehingga dapat berpengaruh terhadap perkembangan diri siswa. Masalah kedisiplinan terjadi di SD Negeri I Japan Ponorogo. Salah satu upaya untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan bantuan teknik penguatan. Teknik penguatan adalah suatu cara dimana tingkah laku disiplin diperkuat oleh konsekuensi yang segera mengikuti tingkah laku tersebut. Teknik penguatan ini berupa token economy dan penguatan sosial. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat keefektifan teknik penguatan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa SD Negeri I Japan Ponorogo. Rancangan penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen kasus tunggal (Single Case Experimental Desain/ SCED). Penelitian ini menggunakan desain A-B-A’. Desain A-B-A’ memiliki tiga fase, yaitu fase A, fase B (treatment), dan fase A’. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN 1 Japan, Ponorogo dengan jumlah 5 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan studi dokumentasi. Data dianalisis menggunakan hasil dari visual inspection pada sebelum perlakuan, saat perlakuan, dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik penguatan efektif untuk meningkatkan kedisiplinan siswa SD Negeri 1 Japan Ponorogo. Hal ini tampak pada semua subjek penelitian adanya peningkatan tingkah laku disiplin dari fase A ke fase A’ dengan persentase peningkatan kedisiplinan di atas 50 % yaitu 87%. Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar: 1) guru hendaknya menggunakan penguatan secara bervariasi dalam pemberian penguatan baik penguatan verbal dan nonverbal, serta dapat bekerjasama dengan guru lain di kelas tersebut dalam memberikan penguatan untuk meningkatkan kedisiplinan siswa, 2) peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan desain eksperimen A-B-A’-B’ dengan kelompok kontrol.

    Keefektifan Teknik Focus Group Discussion untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa Kelas X Madrasah Aliyah Negeri 3 Malang (The Effectiveness of Focus Group Discussion Technique to Increase the Social Skill of Tenth Grade Students of Madrasah Aliy

    No full text
    Abstract: Social relationship limitation of MAN 3 Malang’s student that live in hostel become one of the obstacles in student’s social skill development. The social skill inventory showed that tenth grade students have a low sosial skill score. One of effort to increase student’s social skill is using focus group discussion technique. Aim of research is to find the effectiveness of focus group discussion technique to increase social skill. The research’s used method is quasi experiment with interrupted time series design. The result showed that focus discussion group technique was effective to increase the tenth grade students of MAN 3 Malang’s social skill.Key words: social skill, focus group discussion, interrupted time series.Abstrak: Keterbatasan hubungan sosial siswa MAN 3 Malang yang tinggal di asrama menjadi salah satu hambatan dalam perkembangan keterampilan sosial siswa. Inventori keterampilan sosial menunjukkan siswa kelas X memiliki skor keterampilan sosial rendah. Salah satu upaya meningkatkan keterampilan sosial siswa adalah dengan menggunakan teknik focus group discussion. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan teknik focus group discussion untuk meningkatkan keterampilan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi experiment dengan desain interrupted time series. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik focus group discussion efektif untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa kelas X MAN 3 Malang.Kata kunci: keterampilan sosial, focus group discussion, interrupted time series

    Efektivitas Kombinasi Modeling dan Token Ekonomi untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa SMA Kelas XI

    No full text
    ABSTRAK   Virgiyanti, Riska. 2013. Efektivitas Kombinasi Modeling dan Token Ekonomi untuk Meningkatkan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd.   Kata kunci: Efektivitas, modeling, token ekonomi, komunikasi interpersonal.   Sebagai makhluk sosial, manusia tidak lepas dari adanya aktivitas sosial yang salah satunya adalah komunikasi interpersonal. keterampilan komunikasi interpersonal merupakan komunikasi yang paling sering dilakukan oleh manusia untuk menjalin hubungan sosial dengan lingkungan di sekitarnya. Untuk mempelajari keterampilan ini, diterapkan kombinasi dari dua teknik yakni modeling dan token ekonomi. Dengan menggunakan teknik modeling diharapkan siswa dapat mencontoh keterampilan komunikasi interpersonal sebelum terjun di masyarakat, disertai pemberian token ekonomi untuk meningkatkan motivasi belajar siswa agar pembelajaran menjadi lebih efektif. Penelitian ini dilaksanakan untuk menguji efektivitas dari kombinasi modeling dan token ekonomi dalam meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal. Penelitian ini menggunakan jenis rancangan penelitian eksperimen semu (quasi experimental) dengan desain eksperimen non randomized pretest-posttest control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi dan wawancara. Instrumen yang digunakan, adalah inventori keterampilan komunikasi interpersonal yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kegiatan analisis data  dilakukan dengan pengujian beda antara kelas eksperimen dan kelas kontrol mengenai hipotesis penelitian. Berdasarkan hasil analisis data yang dilakukan, didapatkan bahwa  hasil uji beda posttest kelas eksperimen dan kelas kontrol, menunjukkan bahwa kombinasi modeling dan token ekonomi efektif untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa kelas XI di SMA Negeri 1 Sukapura. Sebagai saran bagi konselor untuk menggunakan kombinasi teknik modeling dan token ekonomi ini untuk meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonal siswa. Peneliti selanjutnya disarankan meningkatkan variasi teknik yang akan digunakan dalam pelaksanaan penelitian. Begitu juga dengan subjek penelitian, disarankan agar subyek dari penelitian selanjutnya lebih banyak lagi. Peneliti selanjutnya juga bisa menggunakan subjek yang berbeda, tujuannya agar penggunaan kombinasi modeling dan token ekonomi ini dapat digeneralisasikan.

    KEEFEKTIFAN TEKNIK SELF MANAGEMENT UNTUK MEREDUKSI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMP

    No full text
    ABSTRACT   Alvira, Mirza. 2013. The Effectiveness Of Self Management Technique to Reduce Procrastination Academic In Junior High School Students. Thesis, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education, University of Malang. Supervisor: (I) Dr. Hj. NurHidayah, M.Pd.,(II) Dr. M. Ramli, M.A.   Keywords: self-management, academic procrastination, junior high school students   Academic procrastination behavior is a deliberate delay to complete academic tasks. Academic procrastination formed through cognitive processes in response to environmental stimuli. One that affects the formation of academic procrastination is Self Regulated Learning (SRL) junior high school students were quite low. Therefore, efforts are needed to help students reduce academic procrastination. One of the models selected counseling is Cognitive Behavior Theraphy primarily with self-management techniques. This study aims to determine the effectiveness of self-management techniques to reduce academic procrastination. Self-management techniques empirically its effectiveness is not yet known, so researchers hypothesized research to test the effectiveness of self-management techniques. This type of research is a quantitative study with a quasi-experimental research methods. The study design used was interrupted time series. Subjects were obtained based on the results of academic procrastination behavior score is high. Subjects numbered five students. The research instrument used was an inventory of academic procrastination behavior and guide self-management counseling engineering applications. Inventory academic procrastination behavior is tested by test experts legibility. In addition, the inventory also tested the validity and reliability of the number of valid statement as much as 27 statement. Meanwhile, readability test counseling is done by an expert guide that supervisors and ecology testing through a simulation activity counseling with self-management techniques. The data were analyzed with statistical parametric Wilcoxon Signed Ranks test through Test. Based on this test it can be seen that Z = -2023 with a significance of 0.043. Significance value 0.05, so H0 is rejected. In addition, the research data were also analyzed through graphical analysis. DL scores ranged from -27 up to scores -31. Graphical analysis of the results showed that the DL ≥ 0, so H0 is rejected. Results of statistical analysis and graphical analysis, it can be concluded that there are differences in pretest and posttest scores, so that effective self management to reduce student academic procrastination . Based on the analysis and discussion, the researchers propose some suggestions include making changes to the design of the study for having interest in doing research academic procrastination behavior. For school counselors, can use self-management techniques to reduce the academic procrastination behavior of students with a guide that has been arranged.

    KEEFEKTIFAN STRATEGI SELF MANAGEMENT UNTUK MENGURANGI PERILAKU PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA SMK MUHAMMADIYAH JATIROTO-LUMAJANG

    No full text
    ABSTRAK   Rahayu, Putri. 2013. Keefektifan Strategi Self-Management untuk Mengurangi Perilaku Prokrastinasi Akademik Siswa SMK Muhammadiyah Jatoroto-Lumajang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Elia Flurentin, M. Pd. (II) Dr. Carolina L Radjah, M. Kes,.   Kata Kunci: self-management, prokrastinasi akademik, siswa SMK   Prokrastinasi akademik merupakan fenomena yang terjadi di SMK Muhammadiyah Jatiroto. Tingginya tingkat prokrastinasi akademik siswa berdampak pada hasil belajarnya. Dampak lain ketika seseorang sadar bahwa dia melakukan prokrastinasi akademik perasaan yang timbul diantaranya rendah diri, mengutuk diri, rasa bersalah, merasa melakukan kecurangan, mengalami ketegangan, kepanikan, dan kecemasan dalam diri. Perlu adanya upaya untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa kelas X SMK Muhammadiyah Jatiroto-Lumajang. Salah satu upayanya yaitu dengan pelatihan strategi self-management. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan strategi self management dalam mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa kelas X SMK Muhammadiyah Jatiroto-Lumajang. Jenis penelitian ini menggunakan pre-experimental, dengan desain penelitian One Group Pretest-Posttest. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMK Muhammadiyah Jatiroto sebanyak 7 siswa sebagai kelompok eksperimen yang dipilih berdasarkan pengisian angket yang memiliki skor prokrastinasi akademik yang sangat tinggi dan tinggi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Wilcoxon Signed-Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan nilai pada analisis Wilcoxon Signed-Rank, diperoleh angka Z -2.336 dengan sig 0.018. Angka sig 0.018 berarti < 0.05 maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan tingkat prokrastinasi akademik antara sebelum dan sesudah perlakuan atau treatment. Artinya penerapan strategi self management dapat mengurangi perilaku prokrastinasi siswa. Analisis statistik menggunakan uji beda two related samples tests Wilcoxon ini digunakan untuk mengetahui perbedaan prokrastinasi akademik siswa sebelum dan sesudah pelatihan self-management pada kelompok eksperimen. Kesimpulan dari pemelitian ini adalah strategi self-management efektif untuk mengurangi prilaku prokrastinasi akademik siswa kelas X di SMK Muhammadiyah Jatiroto. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar konselor dapat membantu siswa untuk mengurangi perilaku prokrastinasi akademik dengan menggunakan pelatihan self management. Bagi sekolah dapat menjadikan penelitian ini sebagai model dalam membantu siswa mengurangi perilaku prokrastinasi akademik siswa. Apabila akan menggunakan strategi self management, peneliti selanjutnya perlu mengelola waktu pelaksanaan dengan baik. Untuk melihat hasil nyata perubahan perilaku pada subjek penelitian, maka peneliti juga perlu melakukan pengukuran ulang setelah penelitian. Hendaknya peneliti selanjutnya menggunakan desain yang berbeda.

    Keefektifan Dialog Socrates untuk Meningkatkan Self Regulated Motivation Siswa Sekolah Menengah Atas

    No full text
    ABSTRAK   Hartikaningsih. 2013. Keefektifan Dialog Socrates untuk Meningkatkan Self Regulated Motivation Siswa Sekolah Menengah Atas. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Hj. Nur Hidayah, M.Pd., (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd.   Kata kunci: self regulated motivation, dialog Socrates, interrupted time series design   Self regulated motivation atau regulasi motivasi merupakan proses mengatur usaha belajar. Individu dengan sengaja memulai, mempertahankan atau menambah kemauannya untuk memulai dan bertahan dalam mengerjakan tugas maupun belajar. Siswa yang berhasil meregulasi motivasi dapat mengatur usaha belajarnya dengan lebih baik, yang akhirnya akan berpengaruh terhadap pencapaian prestasi. Dewasa ini, telah berkembang penelitian yang membuktikan bahwa self regulated motivation, memiliki pengaruh besar dalam tercapainya keberhasilan belajar. Ketidakmauan siswa untuk memulai belajar maupun mengerjakan tugas dan kebiasaan siswa yang cenderung menunda mengerjakan tugas merupakan ciri-ciri rendahnya self regulated motivation. Siswa SMA Negeri 8 Malang menunjukkan gejala tingkat self regulated motivation rendah. Munculnya gejala tersebut mendorong perlunya penelitian yang bertujuan untuk meningkatkan self regulated motivation siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menggunakan dialog Socrates. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan dialog Socrates dalam meningkatkan self regulated motivation siswa SMA. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah interrupted time series design. Peneliti melakukan pengukuran berulang sebelum dan sesudah perlakuan untuk melihat konsistensi kondisi subjek penelitian. Subjek penelitian ini adalah siswa X2 SMA Negeri 8 Malang yang memiliki skor self regulated motivation rendah, sebanyak 8 orang siswa. Instrumen penelitian berupa skala self regulated motivation yang diadaptasikan dari Motivational Regulation Questionnaire milik Wolters (2003) dan  Schwinger (2009) dan dilakukan uji validitas dan reliabilitas, dengan hasil validitas 33 item valid dan reliabilitas yang tinggi, yaitu 0,910. Dialog Socrates dalam penelitian ini adalah salah satu teknik dalam konseling dan dilaksanakan dengan menggunakan media gambar berupa komik singkat yang disesuaikan dengan aspek dalam self regulated motivation, sebagai bahan diskusi. Teknik analisis data yang digunakan adalah uji Repeated Measurement. Berdasarkan hasil analisis tersebut, diperoleh data bahwa terjadi peningkatan skor self regulated motivation pada siswa dan dapat disimpulkan dialog Socrates efektif untuk meningkatkan self regulated motivation siswa SMA. Konselor diharapkan menggunakan teknik ini untuk melatihkan atau meningkatkan self regulated motivation siswa. Bagi peneliti selanjutnya diharapkan lebih variasi dalam memilih media dan teknik yang digunakan dalam proses treatment untuk meningkatkan self regulated motivation.

    PERBEDAAN KETERAMPILAN MENGONTROL EMOSI SISWA AKSELERASI DENGAN SISWA REGULER SMA NEGERI DI KOTA MALANG

    No full text
    ABSTRAK   Wibowo, Panji Setya. 2013. Perbedaan Keterampilan Mengontrol Emosi antara Siswa Akselerasi dengan Siswa Reguler SMA Negeri di Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany M. Handarini, MA, (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd.   Kata Kunci:  emosi, akselerasi, regular   Kemampuan mengontrol emosi diri ditunjukkan dengan mengelola diri, mengendalikan/mengontrol emosi yang impulsif, menyalurkan emosi dengan tepat ke arah tingkah laku yang bertanggungjawab, dan mengontrol emosi yang menimbulkan perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain. Setiap siswa memiliki keterampilan yang berbeda-beda dalam mengontrol emosi. Contohnya siswa akselerasi dengan siswa reguler  yang memiliki strategi mengontrol emosi yang berbeda pula. Akselerasi berarti mempercepat bahan ajar dari yang seharusnya dikuasai oleh siswa saat itu. Kelas reguler merupakan sistem yang memberikan pelayanan kepada siswanya dengan tidak memberikan pengelompokan atas dasar kemampuan prestasinya, tidak ada pembedaan akan tetapi pembagian kelas merata dari segi kuantitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan keterampilan mengontrol emosi antara siswa akselerasi dan siswa regular SMA Negeri di Kota  Malang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dalam usaha menguji hipotesis yang telah disusun. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif komparatif. Pengumpulan data dilakukan dengan melancarkan inventori Emotion Control Questionnaire/ ECQ2 yang diadopsi dari Derek Roger & Bahman Najarian ke siswa akselerasi dan reguler di Kota Malang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk siswa akselerasi adalah total sampling. Teknik pengambilan sampel yang digunakan untuk siswa reguler adalah multistage cluster random sampling Berdasarkan hasil data yang telah dianalisis, kesimpulannya adalah siswa akselerasi sebagian besar memiliki tingkat keterampilan mengontrol emosi dalam kategori sedang. Siswa reguler sebagian besar memiliki tingkat keterampilan mengontrol emosi dalam kategori sedang. Rata-rata keterampilan mengontrol emosi siswa akselerasi dan reguler SMA di Kota Malang tidak ada perbedaan secara signifikan. Jadi tidak ada perbedaan rata-rata keterampilan mengontrol emosi siswa akselerasi dan reguler SMA di Kota Malang. Peran konselor sangat dibutuhkan dalam meninggkatkan keterampilan mengontrol emosi siswa. Konselor tidak perlu memberikan layanan lebih khusus lagi terhadap siswa akselerasi karena antara siswa akselerasi dan reguler tidak memiliki perbedaan keterampilan mengontrol emosi. Salah satu upaya meningkatkan keterampilan mengontrol emosi dengan mengadakan pelatihan  mengontrol emosi. Pelatihan mengontrol emosi akan menumbuhkan pemahaman siswa akselerasi maupun siswa reguler tentang peran penting pengendalian emosi dalam proses belajar. Saran bagi peneliti lain adalah penelitian ini dapat digunakan sebagai perbandingan dalam meneliti siswa akselerasi dan siswa reguler dengan variabel-variabel lainnya. .

    PENGEMBANGAN PAKET PELATIHAN PEMINATAN BAGI SISWA SMP

    No full text
    ABSTRAK   Astari, Rani Dewi. 2013. The Development of a Specialization Training Package for Junior High School Students .Thesis, Department of Guidance and Counseling, Faculty of Education, University of Malang. Supervisor: ( I ) Dr. IM. Hambali, M.Pd., ( II) Dr. M. Ramli, M.A.   Key words :development, training package, specialization, specialization training package, junior high school student.   Specialization is decision making process by students about selection of lesson, skill competence that based of self comprehension and circles opportunity that continous to achieve optimals development. Junior high school students demand to determine own specialization in high school. It is big problem for them. One of efforts to help students in choose a specialization in high school is the development of a specialization training package for junior high school students. The objective of this research is to produce the specialization training package in book form consisting of counselor guide and student text books that adapted by Borg and Gall’s Research and Development (1983) steps. The result showed that : 1) Specialization training package for junior high school students very useful, very precise, very easy, and very draw to used as training medium to students according to expert of BK, 2) Specialization training package for junior high school students useful, precise, easy and draw to used for junior high school student according to expert of Language, 3) Specialization training package for junior high school students very useful, , precise, easy and draw to used as one of guidance and counseling medium according to user product, 4) Specialization training package for junior high school students this language easy to understand, the sentence clearer, the picture is interesting, illustration of story is interesting according to junior high school students. (small group experiment). Utilization suggestion of Specialization training package for junior high school students are 1) For counselor : a) Counselors that give a training to students graduate from S1 Guidance and Counseling, b) Counselors expect examine of the effectiveness in order to modified appropriate with student’s characteristic, c) Counselors expect to increase their professionalism until can make own training package, 2) For more developer: Furthermore researcher can  make into specialization training package for junior high school students to furthermore research to examine effectiveness this with many more students.

    Perbedaan Keterampilan Berpikir Ilmiah Antara Siswa Kelas Akselerasi dan Siswa Kelas Reguler di Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional se-Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Anggraeny, Fajar Febry. 2013. Perbedaan Keterampilan Berpikir Ilmiah Antara Siswa Kelas Akselerasi dan Siswa Kelas Reguler di Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional se-Kota Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Dany Moenindyah Handarini, M.A, (II) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd   Kata Kunci: Keterampilan Berpikir Ilmiah, Siswa Akselerasi, Siswa Reguler, Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional   Keterampilan berpikir ilmiah merupakan kemampuan berpikir pada individu untuk menggunakan berbagai bentuk berpikir secara logis (masuk akal), empiris (sesuai dengan fakta), sistematis, dan objektif dengan menggunakan bentuk-bentuk penalaran ilmiah dalam menarik suatu kesimpulan tepat dan bernilai benar. Keterampilan berpikir ilmiah erat kaitannya dengan ilmu sains. Siswa yang tergabung dalam kelompok kelas akselerasi dan kelompok kelas reguler memiliki perbedaan dilihat dari karakteristik siswa, strategi pembelajaran, dan waktu tempuh pendidikan di SMA. Perbedaan ini secara tidak langsung memberikan tuntutan akademik yang berbeda pula untuk masing-masing kelompok, sehingga dapat menciptakan ragam tingkat keterampilan dalam berpikir.    Penelitian ini dilakukan dengan tujuan utama untuk mengetahui perbedaan keterampilan berpikir ilmiah antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional se-Kota Malang. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa di Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional se-Kota Malang. Sampel penelitian berjumlah 178 orang dari kelompok kelas akselerasi dan 178 orang dari kelompok kelas reguler. Teknik pengambilan sampel untuk siswa kelas akselerasi digunakan teknik total sampling, sedangkan sampel siswa kelas reguler digunakan teknik multistage cluster random sampling. Instrumen yang digunakan adalah Tes Bakat Berpikir Ilmiah. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik persentase dan independent samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan tingkat keterampilan berpikir ilmiah antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di Rintisan SMA Negeri Bertaraf Internasional se-Kota Malang. Sebagian besar tingkat keterampilan berpikir ilmiah pada siswa kelas akselerasi dan reguler memiliki tingkat keterampilan berpikir ilmiah yang tinggi. Selain itu, ditemukan adanya sedikit siswa kelas akselerasi memiliki tingkat keterampilan berpikir ilmiah yang terklasifikasi rendah. Saran yang perlu dipertimbangkan bagi konselor perlu mengetahui secara detail kelebihan dan kemampuan siswa. Di samping itu, saran juga ditujukan pada peneliti selanjutnya agar melakukan pengembangan penelitian terhadap variabel keterampilan berpikir ilmiah dengan variabel yang lain dan memperbaiki teknik pengambilan sampel penelitian.

    Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilan Dasar Wawancara dalam Peer Counseling untuk Siswa SMA N 1 Durenan Trenggalek

    No full text
    ABSTRAK   Kusumadewi, Tiara Putri. 2013. Pengembangan Paket Pelatihan Keterampilan Dasar Wawancara dalam Peer Counseling untuk Siswa SMA N 1 Durenan Trenggalek. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I)    Dr. M.Ramli, M.A., (II) Drs. Hariadi Kusumo, M.Pd.   Kata Kunci: Paket pelatihan, keterampilan dasar wawancara, peer counseling   Masa remaja adalah masa  seseorang mencari jati dirinya. Hal ini tidak terlepas dari masalah yang timbul dalam kehidupan remaja. Sering remaja enggan meminta pertolongan kepada orang dewasa untuk pemecahan masalahnya, sehingga masalah tersebut dapat menjadi beban hidup bahkan akan mempengaruhi perkembangan kehidupan selanjutnya. Untuk itu perlu adanya fasilitator sebaya yang mampu membantu remaja yang tidak lain adalah teman sebaya mereka sendiri. Untuk itu perlu ada pelatihan tentang keterampilan dasar menolong teman sebaya atau yang biasa disebut peer counseling. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang mengadaptasi model pengembangan dari Borg dan Gall (dalam Sukmadinata, 2009:169). Model pengembangan tersebut adalah sebagai berikut: penelitian dan pengumpulan informasi awal, perencanaan, pengembangan draf produk, uji coba ahli, revisi draf  produk yang telah diujicobakan kepada ahli, uji calon pengguna produk (konselor), revisi draf  produk yang telah diujicobakan kepada praktikan, uji coba kelompok terbatas/kecil (siswa), revisi produk,  dan yang terakhir sampai pada produk jadi. Pengembangan paket pelatihan keterampilan dasar wawancara dalam peer counseling menunjukkan hasil sebagai berikut: (1) ahli materi BK menilai bahwa paket pelatihan ini sangat layak dari segi bentuk maupun isi karena paket pelatihan ini tepat, sangat berguna, menarik, dan mudah digunakan untuk melatih keterampilan dasar wawancara dalam peer counseling ini kepada siswa SMA N 1 Durenan Trenggalek; (2) ahli media menilai bahwa paket pelatihan ini sangat layak dari segi bentuk maupun isi karena paket pelatihan ini tepat, sangat berguna, sangat menarik dan sangat mudah digunakan untuk melatih keterampilan dasar wawancara dalam peer counseling ini kepada siswa SMA N 1 Durenan Trenggalek; (3) calon pengguna produk yaitu ketiga konselor menilai paket pelatihan ini sangat layak dari segi bentuk maupun isi karena paket pelatihan ini sangat tepat, sangat berguna, menarik dan sangat mudah digunakan untuk melatih keterampilan dasar wawancara dalam peer counseling ini kepada siswa SMA N 1 Durenan Trenggalek; (4) kelompok kecil siswa SMA N 1 Durenan Trenggalek menilai bahwa paket pelatihan ini sangat layak dari segi bentuk maupun isi karena paket pelatihan ini sangat tepat, sangat berguna, menarik, dan sangat mudah untuk mereka gunakan dalam berlatih keterampilan dasar wawancara dalam peer counseling. Berdasarkan hasil pengembangan diperoleh saran sebagai berikut: (1) pelaksanaan pelatihan hanya bisa dilakukan dalam seting kelompok supaya proses pelatihan berjalan dengan kondusif. (2) perlu adanya rancangan penelitian eksperimen untuk mengetahui keefektifan penggunaan paket pelatihan keterampilan dasar wawancara dalam peer counseling ini.

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇