SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    Keefektifan Penggunaan Permainan Kelompok untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa SMA

    No full text
    ABSTRAK   Puspitasari, Nofita. 2013. Keefektifan Penggunaan Teknik Permainan Kelompok untuk Meningkatkan Keterampilan Sosial Siswa SMA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Universitas Negeri Malang. Pembimbing:       (I) Dr. Carolina L Radjah, M. Kes, (II) Drs. Hariadi Kusuma, M. Pd.   Kata kunci: Permainan Kelompok, Keterampilan Sosial   Keterampilan sosial merupakan kemampuan yang sangat penting bagi individu untuk melakukan penyesuaian sosial agar diterima di lingkungannya, sehingga hubungan sosial akan dapat terjalin dengan baik. Keberhasilan individu dalam melakukan penyesuaian sosial ditentukan oleh seberapa besar tingkat keterampilan sosial yang dimiliki. Individu yang tidak memiliki keterampilan sosial akan sering merasa tidak nyaman saat berinteraksi dengan orang lain, oleh karena itu agar individu dapat merasa nyaman dalam lingkungan belajarnya harus memiliki keterampilan sosial. Salah satu teknik bimbingan yang dapat dilakukan sebagai upaya meningkatkan keterampilan sosial pada remaja yaitu melalui penggunaan teknik permainan kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan penggunaan teknik permainan kelompok, 1) lompat sebut nama, 2) karet berantai, dan 3) pipa goyang untuk meningkatkan keterampilan sosial siswa SMA. Penelitian ini menggunakan desain one group pre-test and post-test. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling menggunakan angket keterampilan sosial pada tahap sebelum treatment, data dikumpulkan dengan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya dari populasi sebanyak 66 siswa kelas X, diperoleh 8 orang siswa yang akan diberi treatment dengan kategori tingkat keterampilan sosial sedang, karena tidak ditemukan siswa yang berkategori rendah. Data dianalisis menggunakan uji beda two related samples test  wilcoxon dengan menggunakan SPSS versi 20.00. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat keterampilan sosial antara sebelum dan sesudah treatment. Hal ini telah dibuktikan dengan perolehan nilai signifikansi skor total dari uji Wilcoxon sebesar (0.01

    KEBERMANFAATAN PERMAINAN STRESS FOR NEWSWORTHY DALAM BIMBINGAN KELOMPOK UNTUK MENINGKATKAN AKTUALISASI DIRI SISWA MTS RAUDLATUT THALABAH

    No full text
    ABSTRAK   Rosalina, Irma. 2013. Kebermanfaatan Permainan Stress for Newsworthy dalam Bimbingan Kelompok untuk Meningkatkan Aktualisasi Diri Siswa MTs Raudlatut Thalabah Kediri. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Triyono, M.Pd, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd   Kata kunci: permainan stress for newsworthy, bimbingan kelompok, aktualisasi diri   Aktualisasi diri merupakan perwujudan diri seseorang untuk dapat menyalurkan kemampuan, minat, sifat, dan nilai-nilai pribadi secara memadai. Fenomena di lapangan menunjukkan bahwa remaja kurang begitu mengenali diri dan potensi yang dimilikinya serta kurang peduli pada lingkungannya. Mereka cenderung mengikuti keinginan teman dan orangtua, misalnya dalam pemilihan ekstrakurikuler, atau sekolah lanjutan. Permainan Stress for Newsworthy merupakan sebuah permainan dalam Bimbingan Konseling yang menggabungkan permainan Stress for Success dan permainan We Are All Newsworthy. Permainan Stress for Success adalah permainan dalam Bimbingan Kelompok yang menggunakan beberapa stress ball dengan cara menggulirkannya secara cepat dalam kelompok, menganggap stress ball adalah masalah yang mereka miliki, sehingga mereka harus fokus dan enggan memegang stress ball tersebut terlalu lama. Sedangkan permainan We Are All Newsworthy adalah  permainan dalam Bimbingan Kelompok dimana konseli membuat surat kabar dengan menjadikan dirinya sebagai Headline News sehingga ia menyadari apa saja potensi yang patut ia ungkapkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebermanfaatan permainan Stress for Newsworthy dalam meningkatkan aktualisasi diri siswa MTs Raudlatut Thalabah. Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan eksperimen semu, jenis one group pretest-posttest design. Subjek penelitian sebanyak 6 siswa kelas VIII yang didasarkan dari hasil pretest, wawancara dengan konselor dan observasi untuk menentukan subjek penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa permainan Stress for Newsworthy bermanfaat dalam meningkatkan aktualisasi diri siswa MTs Raudlatut Thalabah. Berdasarkan perbandingan skor pretest dan postest, wawancara, dan observasi, terlihat bahwa subjek penelitian menunjukkan peningkatan aktualisasi diri. Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disarankan: (1) Mempertimbangkan taraf sekolah yang ingin diteliti (favorit atau tidak)  agar lebih mudah menemukan siswa yang memiliki tingkat aktualisasi diri rendah; (2) Menambah pertemuan pada permainan We are All Newsworthy, dikarenakan siswa cenderung membutuhkan waktu yang lama dalam membuat surat kabar; (3) Mengantisipasi masalah teknis sehingga kegiatan penelitian bisa berjalan dengan lancar

    Pengembangan Paket Interaktif Bimbingan Aspek Landasan Perilaku Etis dalam Kehidupan Pribadi-Sosial untuk Siswa SMP

    No full text
    ABSTRAK   Khoiriyah, Siti. 2013. Pengembangan Paket Interaktif Bimbingan Aspek Landasan Perilaku Etis dalam Kehidupan Pribadi-Sosial untuk Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd (2) Dr. Triyono, M.Pd   Kata Kunci: Paket Interaktif, perilaku etis, bimbingan, siswa SMP   Siswa SMP termasuk dalam jenjang usia remaja. Pada masa remaja moral merupakan suatu hal yang penting sebagai pedoman atau petunjuk dalam rangka menuju pada kepribadian yang matang dan menghindarkan diri dari konflik-konflik peran dan pelanggaran terhadap etika serta norma yang terjadi pada masa remaja. Perilaku etis merupakan salah satu dari 11 aspek kemandirian peserta didik. Siswa yang tidak mampu mencapai standar kemandirian perilaku etis maka akan dapat menimbulkan gangguan pada mereka sendiri dan lingkungan masyarakat. Selama ini belum ada media bimbingan yang efektif digunakan konselor untuk memberikan bimbingan perilaku etis yang menarik untuk siswa SMP. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan bentuk dan isi paket interaktif bimbingan aspek landasan perilaku etis dalam kehidupan pribadi-sosial untuk siswa SMP yang dapat diterima oleh konselor dan siswa secara teoritis maupun praktis. Pengembangan paket interaktif bimbingan dalam proses penelitian ini menggunakan langkah-langkah metode Borg and Gall  yang meliputi menentukan potensi dan masalah penelitian, mengumpulkan informasi, mendesain Produk, validasi desain, uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil), revisi produk/produk akhir. Untuk mengetahui media bimbingan yang diterima secara teoritis maupun praktis dilakukan uji validitas produk kepada ahli BK dan ahli media dan ahli calon pengguna produk (konselor dan siswa). Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket format penilaian. Angket dianalisis dengan menggunakan analisis kuantitatif dan kualitatif. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa bentuk dan isi media bimbingan yang tepat digunakan untuk pengembangan perilaku etis terdiri dari dua bagian yaitu paket interaktif untuk siswa dan panduan paket interaktif untuk konselor. Paket interaktif bimbingan aspek landasan perilaku etis ini telah melalui proses uji coba oleh ahli, calon pengguna produk dan kelompok kecil untuk mengetahui tingkat keberterimaan paket yang mengacu pada ketepatan, kegunaan, kelayakan dan kemenarikan paket. Uji ahli dilakukan oleh ahli bimbingan dan konseling dan ahli media pembelajaran. Uji calon pengguna produk dilakukan oleh dua orang konselor SMP Negeri 1 Ngajum dan uji kelompok kecil dilakukan pada siswa kelas VII SMP Negeri 1 Ngajum. Dari hasil analisis uji ahli dan uji calon pengguna produk, paket interaktif bimbingan aspek landasan perilaku etis ini memiliki karakteristik sangat tepat, cukup berguna, cukup layak, sangat mudah dan cukup menarik untuk digunakan. Sedangkan hasil analisis uji kelompok kecil, paket interaktif ini memiliki karakteristik sangat layak, sangat berguna, sangat tepat, sangat mudah dan sangat menarik. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa produk paket interaktif bimbingan aspek landasan perilaku etis ini memiliki keberterimaan secara praktis dan teoritis. Dalam pemanfaatan paket interaktif bimbingan aspek landasan perilaku etis yang dihasilkan dalam pengembangan ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yaitu: konselor harus memahami prosedur bimbingan, petunjuk penggunaan paket dan materi bimbingan agar siswa dapat mencapai tujuan yang dikehendaki; konselor dapat melengkapi penggunaan paket interaktif bimbingan aspek landasan perilaku etis dengan menggunaan tampilan power point, cerita, film ataupun berita di media cetak yang mendukung topik bimbingan; hendaknya dilakukan revisi terhadap isi paket secara berkelanjutan dan disesuaikan dengan kebutuhan; siswa harus memperhatikan petunjuk penggunaan paket dan mengikuti langkah-langkah bimbingan sesuai petunjuk dari konselor. Saran bagi pengembang selanjutnya adalah: (1) perlu diadakan uji lapangan dalam skala besar sehingga paket bimbingan aspek landasan perilaku etis ini benar-benar sesuai dan bermanfaat untuk siswa; (2) disarankan ada penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas penggunaan paket terhadap pemahaman siswa dan kemampuan siwa serta kemauan siswa dalam meningkatkan perilaku etisnya; (3) validasi para ahli media dan ahli materi sebaiknya dilakukan lebih dari satu kali agar produk dapat lebih valid dan sempurna.

    Perbedaan Respectful Mind Antara Siswa Kelas Akselerasi Dan Siswa Kelas Reguler Di SMAN RSBI Se-Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Navion, Febranti Putri. 2012/2013. Perbedaan Respectful Mind Antara Siswa Kelas Akselerasi Dan Siswa Kelas Reguler Di SMAN RSBI Se-Kota Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan Konseling. Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati S.Ag. M.Pd, (II) Dr. Dany Handarini, M.A.   Kata Kunci: Respectful Mind,Siswa Akselerasi, Siswa Reguler, SMAN RSBI.   Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada perbedaan respectful mind antara siswa kelas akselerasi dengan siswa kelas reguler di SMAN RSBI se-Kota Malang. Setiap individu memiliki keunikan dan karakteristik yang membedakannya dengan individu lain. Keunikan individu tersebut dapat ditemukan di sekolah sebagai komunitas yang di dalamnya terdiri dari individu-individu yang berbeda dan yang berasal dari berbagai latar kehidupan berbeda. Salah satu modal agar seseorang dapat hidup di tengah keberagaman adalah respectful mind. Keberagaman di sekolah ditunjukkan dengan adanya program akselerasi dan program RSBI. Siswa kelas akselerasi dituntut untuk mencapai standar kelulusan minimal dan dapat menyelesaikan waktu belajar lebih cepat dibandingkan dengan siswa kelas reguler RSBI. Siswa kelas reguler RSBI dituntut untuk dapat mencapai standar kelulusan internasional yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Respectful mind merupakan pikiran yang mampu menerima perbedaan, belajar hidup bersama dan mampu menghargai orang-orang dari kelompok lain. Adapun ciri siswa yang memiliki respectful mind yaitu mampu menerima dan menghargai pendapat dan perbedaan dengan orang lain, dapat bekerja sama, mudah beradaptasi, tidak memilih-milih teman, serta mampu menciptakan suasana keterbukaan dan hubungan timbal-balik serta tenggang rasa dan toleransi. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian deskriptif komparatif yaitu penelitian yang mendeskripsikan perbandingan dua buah kelompok data. Teknik analisis data yang dilakukan untuk mengetahui perbedaan respectful mind antara siswa kelas akselerasi dan reguler RSBI ini dengan uji Independent Sample t-test atau uji dua buah kelompok yang tidak memiliki hubungan. Dari pengujian uji t diketahui bahwa terdapat perbedaan respectful mind yang signifikan antara siswa kelas akselerasi dan reguler di SMAN Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Perbedaan tersebut ditunjang oleh perbedaan pola asuh orangtua, latar belakang sosial ekonomi, inteligensi, tuntutan, dan penempatan kelas dari sekolah pada siswa akselerasi dengan siswa reguler di SMAN Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional. Berdasarkan dari penelitian tersebut dapat disarankan bagi konselor untuk mengoptimalkan layanan bimbingan dan konseling khususnya dalam bidang pribadi dan sosial. Selain itu, konselor bisa memberikan layanan bimbingan di dalam kelas dengan permainan yang dapat mengembangkan respectful mind siswa. Dalam penelitian selanjutnya, disarankan untuk menggunakan sampel yang representatif dan bisa mengembangkan penelitian yang lebih kualitatif atau spesifik dalam menggali data tentang respectful mind pada diri siswa.

    Pengembangan media bergambar (komik) untuk Meningkatkan Asertivitas Siswa Kelas IX dalam Memilih Sekolah Lanjutan di SMP Negeri 1 Wonorejo Pasuruan.

    No full text
    ABSTRAK   Krisnanda, Veno Dwi. 2013. Pengembangan media bergambar (komik) untuk Meningkatkan Asertivitas Siswa Kelas IX dalam  Memilih Sekolah Lanjutan  di SMP Negeri 1 Wonorejo Pasuruan. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan M.Pd (II) Drs. Widada M.Si   Kata Kunci:  Panduan, Media Bergambar (komik), Asertif, Sekolah Lanjutan   Penelitian pengembangan panduan  media bergambar ini  untuk meningkatkan asertivitas siswa kelas IX dalam memilih sekolah lanjutan di SMP Negeri 1 wonorejo Pasuruan yang dilatarbelakangi oleh kesalahpahaman antara pemilihan jurusan siswa dengan yang diinginkan oleh orang tua. Disebabkan karena adanya kurangnya asertivitas siswa dalam mengungkapkan keinginan untuk memilih sekolah lanjutan  sehingga diperlukan media untuk meningkatkan asertivitas siswa dalam pemilihan jurusan. Tujuan Penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan panduan media bergambar (komik)  untuk meningkatkan asertivitas  siswa kelas IX SMP Negeri 1 Wonorejo Pasuruan sebagai salah satu teknik yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial yang berterima secara teoritis dan praktis. Penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang menggunakan model Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan Sebagai berikut: 1) tahap I perencanaan, 2) tahap II pengembangan produk, 3) tahap III uji coba produk. Isi dari produk yang dihasilkan yakni berupa buku panduan media bergambar dalam bentuk komik untuk meningkatkan asertivitas siswa dalam memilih sekolah lanjutan. Dalam buku ini adalah media untuk membantu siswa dalam memilih sekolahlanjutan, disertai dengan panduan bersikap asertif, cara cara dan sikap asertif dan gambar-gambar yang berhubungan dengan materi agar menambah kemenarikan buku panduan. Berdasarkan hasil analisis data penilaian para ahli dan calon pengguna produk serta revisi-revisi yang yang telah dilaksanakan sesuai saran dan masukan terhadap buku panduan  media bergambar (komik) untuk meningkatkan asertivitas siswa kelas IX dalam memilih sekolah lanjutan di SMP Negeri 1 Wonorejo. dapat disimpulkan bahwa panduan untuk konselor sangat layak, sangat jelas, sangat berguna, sangat mudah, sangat tepat, sangat menarik secara teoritis. Berdasarkan hasil penelitian disarankan agar pengembangan panduan media bergambar (komik) untuk meningkatkan asertivitas siswa kelas IX dalam memilih sekolah lanjutan di SMP Negeri 1 Wonorejo, sekolah dapat memfasilitasi agar dijadikan referensi dalam MGBK, sehingga sekolah lain dapat menerapkannya dengan menyesuaikan karakteristik siswa masing-masing sekolah, Pengguna produk benar-benar memahami dan mempelajari panduan media bergambar ini agar dapat diaplikasikan dalam membantu siswa dalam meningkatkan asertivitas siswa dalam memilih sekolah lanjutan dengan menggunakan media bergambar secara efektif untuk melaksanakan layanan bimbingan dan konseling

    Keefektivan Teknik Desensitisasi Sistematis untuk Mengurangi Kecemasan Siswa Terhadap Pelajaran Matematika di SMPN 4 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Desviliana, Hernika. 2013. Efektivitas Teknik Desensitisasi Sistematis untuk Mengurangi Kecemasan Siswa terhadap Pelajaran Matematika di SMPN 4 Malang . Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr.Triyono, M.Pd (II) Drs.Widada, M.Si   Kata Kunci: Desensitisasi sistematis, kecemasan, matematika   Kecemasan acapkali dialami oleh setiap manusia, hal ini terjadi karena reaksi ketakutan yang terkondisikan sehingga timbullah bentuk perilaku berupa penghindaran agar dirinya merasa aman.  Bentuk dari penghindaran kecemasan yang dialami siswa adalah mencontek atau menghindari dengan cara berpura-pura mengerjakan tugas agar tidak ditunjuk oleh guru. Dengan demikian peran bimbingan dan konseling sangat membantu siswa yang mengalami kecemasan terhadap pelajaran matematika. Dalam hal ini teknik desensitisasi merupakan salah satu upaya untuk mengurangi kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika di SMPN 4 Malang. Tujuan dilaksanakannya penelitian adalah untuk mengetahui keefektifan teknik desensitisasi sistematis dalam mengurangi kecemasan siswa terhadap pelajran matematika di SMPN 4 Malang. Penelitian ini juga dapat memberikan masukan kepada para pembaca termasuk masukan untuk konselor di SMP mengenai salah satu bentuk layanan konseling individu yang efektif untuk mengurangi kecemasan siswa dalam menghadapi pelajaran matematika. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian pre experimental design dengan jenis One Group Pretest and Posttest design. Eksperimen yang dilaksanakan pada satu kelompok tanpa kelompok pembanding. Pelaksanaan rancangan penelitian ini dilakukan dengan cara memberikan pretest kepada sekelompok individu berupa skala kecemasan , treatment berupa konseling individu dengan teknik desensitisasi sistematis, dan posttest berupa skala kecemasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik teknik desensitisasi sistematis efektif untuk mengurangi kecemasan siswa terhadap pelajaran matematika di SMPN 4 Malang. Hal ini ditunjukkan oleh penurunan skor skala kecemasan kelompok eksperimen setelah diberikan treatment dengan menghasilkan nilai wilcoxon sebesar (z = -2.023a) dengan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) 0,045 pada derajat signifika

    Pengedalian Gaya Hidup Konsumtif Siswa SMA melalui Layanan Informasi dengan Media Interaktif

    No full text
    ABSTRAK   Husodo, Rahayu Dwi. 2013. Pengendalian Gaya Hidup Konsumtif Siswa SMA melalui Layanan Informasi dengan Media Interaktif. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. Andi Mappiare-AT, M. Pd, (2) Drs. Hariadi Kusumo, M. Pd.   Kata Kunci: gaya hidup konsumtif, pengendalian gaya hidup konsumtif, media interaktif   Gaya hidup konsumtif adalah cara hidup seseorang dalam menggunakan uang dan waktu secara berlebihan untuk sesuatu yang sebenarnya kurang ia butuhkan, karena tidak didasarkan pertimbangan dari segi kegunaan/kemanfaatan. Gaya hidup konsumtif merupakan salah satu gagasan dan cara remaja untuk memenuhi kebutuhannya demi menampilkan simbol-simbol tertentu yang diterima oleh kelompoknya. Pembelian barang tertentu atau melakukan aktifitas tertentu untuk menampilkan simbol bahwa seseorang adalah remaja yang up to date dan “gaul”. Hal tersebut didukung dengan menjamurnya shopping mall dan industri waktu luang yang memicu perilaku konsumtif di kalangan remaja. Gaya hidup konsumtif yang menjamur di kalangan remaja tersebut penting untuk dikendalikan agar remaja tidak terjerumus ke dalam perilaku yang tidak bertanggung jawab..  Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh deskripsi isi dan bentuk media interaktif yang dinilai layak dalam pelayanan informasi pengendalian gaya hidup konsumtif siswa SMA ditinjau dari segi penggunaan waktu dan uang. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang mengacu pada langkah satu sampai dengan kelima Borg and Gall (1983). Subjek uji ahli adalah satu orang dosen ahli Bimbingan dan Konseling dan satu orang ahli media Teknologi Pendidikan. Subjek calon pengguna produk adalah dua orang konselor dan 10 orang siswa SMA N 1 Malang. Instrumen pengumpul data dalam bentuk angket, yang dianalisis secara numerikal dan verbal. Penelitian ini menghasilkan deskripsi isi dan deskripsi bentuk  media interaktif yang dinilai layak dengan informasi pengendalian gaya hidup konsumtif siswa SMA ditinjau dari segi penggunaan waktu dan uang, yang didasarkan pada hasil penilaian uji ahli materi BK, uji ahli media, dan uji calon pengguna produk (siswa dan konselor).Saran untuk penelitian dan pengembangan ini yaitu agar produk hasil penelitian ini digunakan sesuai dengan fungsinya, dan untuk mendapatkan manfaat yang lebih besar, hendaknya dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai efektifitas produk yang dikembangkan dalam penelitian ini, karena hasil penelitian ini hanya terbatas sampai pengembangan produk.

    Harga Diri Siswa Korban Bullying di SMK Negeri 5 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Sukmana, Dedy Reza. 2013. Harga Diri Siswa Korban Bullying di SMK Negeri 5  Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si (II) Arbin Janu Setiyowati, S.Pd, M.Pd   Kata kunci : bullying, harga diri, korban     Di latar belakangi munculnya fenomena tindakan bullying yang sering  diberitakan dan diperkuat hasil identifikasi pada sebuah sekolah menengah kejuruan  di kota Malang, maka dilakukan penelitian untuk mengetahui harga diri siswa korban tindakan bullying di SMK Negeri 5 Malang. Pada lokasi penelitian ditemukan indikasi  tindakan bullying yang dialami oleh beberapa siswa. Dari indikasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi sebuah tema penelitian yang bertujuan untuk mengungkap harga diri siswa korban tindakan bullying. Tujuan  penelitian untuk mengetahui tentang karakteristik siswa yang mengalami bullying, jenis bullying  yang sering dialami oleh korban bullying, faktor-faktor yang membuat siswa korban bullying sulit untuk melepaskan diri dari  bullying, dan mengetahui pengaruh bullying yang sering dialami siswa terhadap harga diri. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Korban tindakan bullying adalah siswa kelas X  pada SMK Negeri 5 Malang yang dipilih sebagai lokasi penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara pada tiga subjek dan informan  yang terkait dan memiliki informasi relevan sesuai dengan tema penelitian. Dari data yang terkumpul diperoleh gambaran mengenai karakteristik siswa yang mengalami bullying.  Secara umum karakteristik korban tindakan bullying adalah tipikal individu yang pendiam, kurang percaya diri pencemas dan tertutup. Jenis bullying  yang sering dialami oleh korban bullying yaitu tindakan bullying secara langsung dan tindakan bullying secara tidak langsung. Tindakan bullying secara langsung berbentuk verbal sedangkan tindakan bullying secara tidak langsung yaitu perlakuan tidak menyenangkan  berupa ekspresi wajah kurang bersahabat. Faktor-faktor yang membuat siswa korban bullying sulit untuk melepaskan diri dari  bullying secara umum adalah adanya perbedaan kekuatan dan kurangnya ketrampilan dalam bersosialisasi. Dari data tersebut ditemukan pengaruh bullying yang sering dialami siswa terhadap harga diri, yaitu korban tidak mendapatkan penghargaan yang layak dimana penghargaan merupakan komponen dalam harga diri. Siswa yang mengalami tindakan bullying akan merasakan banyak emosi negatif   (sedih, tidak nyaman, terancam) ketika di bully, namun tidak berdaya menghadapinya. Dalam jangka panjang emosi-emosi ini dapat berujung pada munculnya perasaan rendah diri bahwa dirinya tidak berharga. Saran penelitian ini khususnya ditujukan untuk konselor, sekolah dan peneliti selanjutnya. Penelitian ini dapat digunakan oleh konselor sebagai informasi awal untuk menindak lanjuti pemberian treatment pada korban tindakan bullying. Selain itu dapat pula dilakukan penelusuran terhadap korban lain yang memiliki masalah serupa untuk diberikan layanan konseling. Bagi Sekolah, agar melakukan identifikasi secara mendalam untuk mengupayakan langkah minimalisasi bahkan pencegahan. Langkah ini dapat ditempuh dengan mencermati perilaku siswa dan mengidentifikasi motif munculnya perilaku tersebut dengan upaya mensinergikan semua komponen sekolah untuk terlibat aktif dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan nyaman. Bagi peneliti selanjutnya, penelitian ini masih terbatas pada korban tindakan bullying saja. Ada komponen lain yaitu pelaku dan penonton yang dapat dieksplorasi guna melengkapi hasil penelitan ini. Disarankan untuk dapat meneliti mengenai latar belakang perilaku pada pelaku tindakan bullying. Untuk memperkaya wawasan mengenai ke-khas-an tindakan ini sebagai upaya untuk mengurangi efek negatif fenomena tindakan bullying

    Pengembangan Panduan Sosiodrama Kepercayaan Diri Siswa yang Mengalami Kegemukan

    No full text
    ABSTRAK   Wijayanti, Dwi Karinda. 2013. Pengembangan Panduan Sosiodrama Kepercayaan Diri Siswa yang Mengalami Kegemukan . Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling.  Fakultas Ilmu Pendidikan. Universitas Negeri Malang. Pembimbing (I) Drs.H.Widada,M.Si, (II)Dr.Muslihati,S.Ag,M.Pd   Kata Kunci: Sosiodrama, Kepercayaan Diri, Kegemukan   Perkembangan masa remaja ditandai dengan adanya perkembangan fisik, salah satu perkembangan yang terjadi adalah bertambahnya berat badan. Sejumlah remaja mengalami kelebihan berat badan. Fenomena yang terjadi dilapangan menyebutkan beberapa siswa yang memiliki berat badan berlebih cenderung mengalami masalah yang berhubungan dengan interaksi sosial misalnya sering diejek, diganggu serta dipermainkan oleh temannya. Sehingga siswa tersebut merasa minder dan kurang percaya diri. Percaya diri adalah sikap positif seseorang individu yang memiliki pandangan realistik terhadap diri sendiri tidak melebihi dan tidak mengurangi kenyataan sebagaimana adanya. Kepercayaan diri menjadi salah satu aspek yang penting yang harus dimiliki oleh siswa, namun pada kenyataanya tidak semua siswa mampu mengembangkan sikap percaya diri mereka. Adanya masalah tersebut siswa  memerlukan bantuan dari pihak lain yaitu konselor. Teknik yang biasanya digunakan dalam pemberian informasi yaitu teknik ceramah. Akan tetapi penggunaan teknik tersebut dirasa kurang efektif maka diperlukan teknik lain salah satunya yaitu teknik sosiodrama. Pemilihan teknik ini didasarkan pada proses dramatisasi sehingga siswa akan lebih aktif dan mampu mengembangkan sikap percaya diri. Pengembangan ini bertujuan menghasilkan panduan mengenai prosedur permainan sosiodrama dan rancangan jalan cerita yang sesuai dengan kebutuhan siswa yang mengalami kegemukan.  Selain itu, pengembangan ini juga menghasilkan  panduan prosedur permainan sosiodrama yang memiliki aspek kegunaan, kemudahan, kemenarikan dan keefektifan yang diuji cobakan kepada uji ahli. Yang kemudian menghasilkan panduan prosedur permaianan sosiodrama yang memiliki aspek kegunaan, kemudahan, kemenarikan dan keefektifan yang diuji cobakan kepada uji kelompok kecil. Penelitian ini menggunakan desain pengembangan yang diadopsi dari model pengembangan Borg and Gall, adapun prosedur pengembangan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1) tahap pra pengembangan: melakukan pengamatan, need assessment, dan mengkaji literatur, 2) tahap pengembangan: merumuskan tujuan umum dan khusus, menyusun bahan dan materi (prototip produk), mengembangkan instrumen penilaian, 3) tahap uji coba produk: uji ahli, revisi produk dari hasil uji ahli, uji coba calon pengguna produk (konselor dan siswa), revisi produk dari hasil uji calon pengguna produk, produk akhir. Berdasarkan penilaian oleh ahli materi BK terhadap item materi dari panduan permainan sosiodrama tentang kepercayaan diri siswa yang mengalami kegemukan, ditinjau dari aspek kemudahan, kegunaan, kemenarikan dan keakuratannya, yaitu beberapa item layak digunakan namun ada beberapa item yang harus direvisi dengan adanya penilaian seperti itu maka peneliti melakukan perbaikan sesuai saran ahli materi BK. Penilaian ketiga, penilaian dari calon pengguna produk yaitu oleh konselor dan siswa. Penilaian dari konselor dan siswa terhadap panduan permainan sosiodrama tentang kepercayaan diri siswa yang mengalami kegemukan, baik dari segi materi maupun media secara keseluruhan, menunjukkan sudah layak untuk digunakan. Berdasarkan hasil penelitian disarankan kepada: 1) Konselor di SMP selain di tempat penelitian juga dapat menggunakan panduan sosiodrama kepercayaan diri untuk siswa yang mengalami kegemukan ini untuk metode pelaksanaan layanan BK di sekolah. Untuk lebih efektif secara teknis dalam melaksanakan bimbingan kelompok, konselor dapat menyiapkan rangkuman garis besar cerita, dan konselor dapat bekerja sama dengan konselor atau guru lainnya (guru Bahasa Indonesia) sehingga pelaksaan sosiodrama lebih terkontrol dan mencapai tujuan, 2) peneliti selanjutnya untuk melakukan uji lapangan dengan skala lebih besar sehingga panduan permainan sosiodrama tentang kepercayaan diri untuk siswa yang mengalami kegemukan ini lebih sempurna, dan untuk melakukan uji efektivitas terhadap permainan sosiodrama tentang kepercayaan diri untuk siswa yang mengalami kegemukan ini, sehingga dapat diketahui efektivitas penggunaan skenario permainan dalam mengembangkan rasa percaya diri siswa yang mengalami kegemukan.

    Perbedaan Keterampilan Sosial Siswa Kelas Akselerasi dan Siswa Kelas Reguler SMA Negeri di Kota Malang

    No full text
    ABSTRAK   Wulandari, Inggit Kartika. 2013. Perbedaan Keterampilan Sosial Siswa Kelas Akselerasi dan Siswa Kelas Reguler SMA Negeri di Kota Malang. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. M. Ramli, M. A. (II) Dr. Dany M. Handarini, M. A.   Kata Kunci: keterampilan sosial, siswa kelas akselerasi, siswa kelas reguler   Manusia adalah makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk berkembang optimal. Sebagai makhluk sosial, manusia berinteraksi dengan orang lain. Untuk dapat berinteraksi dengan orang lain dan diterima lingkungannya, manusia perlu memiliki keterampilan sosial. Keterampilan sosial adalah suatu keterampilan yang dimiliki individu untuk dapat berinteraksi dan diterima dengan baik oleh lingkunganya. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah apakah ada perbedaan keterampilan sosial (social skills) antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler SMA Negeri di Kota Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas akselerasi dan reguler SMA N 1, 3, 4, 5, 8 Malang. Teknik sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Multistage Random Sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 300 siswa. Data dikumpulkan dengan menggunakan teknik inventori yaitu inventori keterampilan sosial. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik analisis Independent Sample t-test. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan keterampilan sosial antara siswa kelas akselerasi dan siswa kelas reguler di Kota Malang. Rata-rata skor keterampilan sosial siswa kelas akselerasi lebih besar dibanding siswa kelas reguler. Berdasarkan hasil penelitian, maka 1) konselor hendaknya memberikan layanan dasar pada siswa kelas akselerasi maupun kelas reguler tentang keterampilan sosial khususnya agar keterampilan sosial yang telah dimiliki siswa dapat lebih baik lagi, 2) peneliti selanjutnya, diharapkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai keterampilan sosial pada siswa SMA dengan populasi yang lebih luas dan sampel yang lebih representatif, faktor-faktor yang mempengaruhi keterampilan sosial pada siswa SMA seperti pola asuh orang tua, latar belakang orang tua, status sosial ekonomi, dll, serta penelitian dengan topic lain tentang keterampilan sosial khususnya dan Bimbingan dan Konseling pada umumnya.

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇