SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
1354 research outputs found
Sort by
PERBEDAAN KEBIASAAN BELAJAR ANTARA SISWA PROGRAM IPA DENGAN SISWA PROGRAM IPS DI SMA NEGERI 1 DURENAN
ABSTRAK Afrioko, Reza Rinaldy. 2013. Perbedaan Kebiasaan Belajar antara Siswa Program IPA dengan Siswa Program IPS di SMAN 1 Durenan. Skripsi, Bimbingan Konseling FIP Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. Widada, M.Si. (2) Dr. Triyono, M.Pd. Kata kunci: Kebiasaan belajar, program IPA, program IPS. Kebiasaan belajar adalah cara bertindak seseorang dalam belajar baik di sekolah maupun di tempat tinggal, bersikap tetap, seragam dan sedikit banyak otomatis. Kebiasaan belajar merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar. Berbagai kebiasaan belajar yang baik dapat membantu siswa mencapai prestasi yang diharapkan. Keberhasilan pendidikan, antara lain dapat dilihat dari kebiasaan belajar siswa. Dari kebiasaan belajarnya dapat diketahui apakah siswa tersebut berhasil dalam belajarnya atau tidak. Tujuan penelitian adalah untuk: (1) Mengetahui kebiasaan belajar siswa program IPA di SMAN 1 Durenan, (2) Mengetahui kebiasaan belajar siswa program IPS di SMAN 1 Durenan, (3) Mengetahui adanya perbedaan kebiasaan belajar antara siswa program IPA dengan siswa program IPS di SMAN 1 Durenan. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa program IPA dan IPS SMAN 1 Durenan berjumlah 288 siswa. Sampel penelitian adalah siswa kelas XI program IPA dan program IPS berjumlah 145 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan Cluster Random Sampling. Pengumpulan data menggunakan angket kebiasaan belajar dengan skala sangat sesuai, sesuai, kurang sesuai, dan tidak sesuai. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriftif, persentase dan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) 46,4% siswa program IPA memiliki kebiasaan belajar baik, 9,8% baik sekali, 36,6% cukup dan 7% siswa memiliki kebiasaan belajar kurang, 2) 50% siswa program IPS memiliki kebiasaan belajar cukup, 8,1% baik sekali, 32,4% baik, dan 9,4% siswa yang memiliki kebiasaan belajar kurang, 3) berdasarkan hasil analisis uji-t (Independent Samples T-test), nilai rata-rata (mean) IPA (112,35) > IPS (108,12). Nilai signifikansi sebesar 0,026 < 0,05 maka H0 ditolak, sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan kebiasaan belajar antara siswa program IPA dengan siswa program IPS di SMAN 1 Durenan. Berdasarkan hasil penelitian, maka peneliti menyarankan kepada berbagai pihak: 1) Konselor: hendaknya memberikan layanan bimbingan belajar untuk membentuk kebiasaan belajar yang lebih positif, 2) Guru: hendaknya meningkatkan mutu pengajaran dan pemberian tugas terutama pada siswa program IPS agar siswa lebih tertantang dan lebih giat dalam belajar, dan 3) Orangtua: hendaknya memberikan bimbingan dan menerapkan kebiasaan belajar yang baik kepada putra putrinya dengan menyediakan sarana belajar yang memadai di rumah serta meningkatkan komunikasi dan diskusi agar mengerti keinginan dan perkembangan yang dialami anak di sekolah.
Pengembangan Paket Bimbingan Layanan Informasi Studi Lanjut untuk Siswa MA di MA Islamiyah At-Tanwir Talun Bojonegoro
ABSTRAK Ni’mah, Dwi Mudawamatun. 2013. Pengembangan Paket Bimbingan Layanan Informasi Studi Lanjut untuk Siswa MA. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. H. Muslihati, S.Ag., M.Pd (2) Dr. M. Ramli, M.A. Kata Kunci: Paket Bimbingan, layanan informasi, studi lanjut, siswa MA Siswa MA kelas X-XII dituntut untuk dapat memilih pilihan dan persiapan untuk suatu pekerjaan, namun pada kenyataannya beberapa siswa masih ada yang memiliki masalah dalam menentukan pilihan studi lanjutan setelah lulus MA. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan paket bimbingan layanan informasi studi lanjut beserta panduan penggunaannya yang layak secara teoritis dan praktis. Produk pengembangan yang dihasilkan terdiri atas dua jenis yaitu (1) panduan paket bagi Guru BK, dan (2) materi paket bimbingan layanan informasi studi lanjut untuk siswa MA bagi siswa. Pengembangan paket bimbingan layanan informasi studi lanjut untuk siswa MA I At-Tanwir Talun Bojonegoro ini mengikuti langkah-langkah model Borg and Gall (1983) yaitu:(1) identifikasi kebutuhan; (2) perumusan tujuan bimbingan; (3) pembuatan produk; (4) uji coba produk; (5) revisi; (6) dan produk akhir. Subyek uji coba ahli adalah ahli materi, dan ahli rancangan. Subyek calon pengguna produk adalah Guru BK MA I At-Tanwir Talun Bojonegoro. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah angket. Angket dianalisis dengan menggunakan mode kemudian dideskriptifkan. Hasil Penelitian dan Pengembangan berdasarkan uji ahli dan uji calon pengguna produk menunjukkan bahwa paket bimbingan layanan informasi studi lanjut untuk siswa MA memenuhi syarat akseptabilitas dari aspek ketepatan, kemudahan, kegunaan, kemenarikan, kejelasan dan kelayakan. Paket dapat digunakan sebagai media dalam pemberian layanan informasi studi lanjut untuk siswa MA Saran yang diberikan untuk Guru BK MA I At-Tanwir Talun Bojonegoro adalah (1) Guru BK hendaknya memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan keterampilan interpersonal; (2) melengkapi paket bimbingan dengan media tampilan power point; (3) merevisi isi paket secara berkelanjutan sesuai dengan kebutuhan; (4) melakukan adaptasi jika paket digunakan oleh selain siswa MA I At-Tanwir Talun Bojonegoro;(5) menindaklanjuti hasil bimbingan infomasi studi lanjut baik secara konseling individual maupun kelompok. Guru BK hendaknya menselaraskan penggunaan paket bimbingan layanan informasi studi lanjut untuk siswa MA dengan materi modul BK. Saran bagi pengembang selanjutnya adalah: (1) hendaknya dilakukan uji lapangan utama; (2) dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas penggunaan paket bimbingan layanan informasi studi lanjut untuk siswa MA terhadap pemahaman siswa dan kemampuan siwa serta kemauan siswa dalam meningkatkan perilaku etisnya; (3) validasi para ahli media dan ahli materi sebaiknya dilakukan lebih dari satu kali agar produk dapat lebih valid dan sempurna.
Pengembangan Media Layanan Informasi Karir Melalui Permainan Ular Tangga
ABSTRAK Hapsari, Ika Murti. 2013. Pengembangan Media Layanan Informasi Karier Melalui Permainan Ular Tangga untuk Siswa SMA. Skripsi, jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan,Universitas Negeri Malang, Pembimbing: (I) Dr. Andi Mappiare-AT, M.Pd., (II) Dr.NurHidayah, M.Pd. Kata Kunci: Informasi karier, permainan ular tangga, siswa SMA Seorang siswa dalam kehidupannya akan dihadapkan dengan sejumlah alternatif, baik yang berhubungan dengan kehidupan pribadi, sosial, belajar maupun kariernya. Layanan informasi karier adalah salah satu jenis layanan dalam bimbingan dan konseling yang amat penting guna membantu siswa agar dapat terhindar dari masalah yang dapat mengganggu tercapainya perkembangan siswa. Melalui layanan informasi diharapkan para siswa dapat menerima dan memahami berbagai informasi, yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh deskripsi mengenai 1) deskripsi mengenai taraf kepuasaan pengguna mengenai format media layanan informasi karier untuk dan untuk memperoleh deskripsi mengenai spesifikasi produk akhir media. penelitian ini menghasilkan produk berupa dari 3 komponen, yaitu: (1) panduan konselor untuk membimbing siswa, (2) panduan konseli sebagai panduan siswa bekerja di bawah bimbingan konselor, (3) beberan ular tangga sebagai media pembelajaran siswa Pengembangan ini mengunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg dan Gall. Analisis penelitian ini mengunakan analisis data angka dan verbal sehingga diperoleh kriteria kepuasan pengguna produk yang kemudian menghasilkan deskripsi hasil yang sangat memuaskan dan memuaskan. Berdasarkan hasil pengembangan model informasi karier melalui permainan ular tangga maka; (1) informasi karier melalui permainan ular tangga hendaknya memenuhi aspek kelayakan yang terdiri dari kegunaan, kemudahan, kemenarikan, dan keakuratan.(2) mengingat minimnya jam tatap muka bimbingan dan konseling di sekolah, konselor hendaknya melakukan bimbingan di luar jam tatap muka, (3) dalam pengunaan produk, siswa tidak hanya di berikan buku namun dibimbing oleh konselor agar materi pelatihan dapat berjalan efektif, (4) siswa tidak hanya membaca dan memahami dengan cermat isi produk, tetapi dapat menerapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saran pengembangan produk lanjutan; (1) untuk uji penelitian selanjutnya dapat melakukan uji efektivitas untuk mengetahui keefektifan dan kelayakan penerapan media, (2) hendaknya dilakukan uji lapangan utama.
HUBUNGAN EFIKASI DIRI DENGAN PROKRASTINASI AKADEMIK PADA SISWA SMA ISLAM DIPONEGORO WAGIR MALANG
ABSTRAK Martyana, Lyna. 2013. Hubungan Efikasi Diri Dengan Prokrastinasi Akademik Pada Siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang. Skripsi, Jurusan Psikologi, Fakultas Pendidikan Psikologi, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Sri Weni Utami, M. Si (II) Drs. Mohammad Bisri, M. Si Kata Kunci: efikasi diri, prokrastinasi akademik, siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang. Era teknologi yang serba canggih saat ini memerlukan semangat berkompetisi, kecepatan, dan keunggulan manusia dalam bidangnya masing-masing. Siswa SMA diharapkan menggunakan waktu dengan efektif sehingga efisiensi waktu menjadi sangat penting, namun sampai sekarang masih dijumpai perilaku prokrastinasi akademik yang bisa menurunkan prestasi. Oleh sebab itu perlu peningkatan akan efikasi diri siswa. Penelitian ini bertujuan: (1) mengetahui efikasi diri pada siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang. (2) mengetahui prokrastinasi akademik pada siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang. (3) mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang. Rancangan penelitian yang digunakan adalah deskriptif dan korelasional. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang sebanyak 90 orang yang terdiri dari 51 siswa kelas X dan 39 siswa kelas XI. Instrumen penelitian terdiri dari skala efikasi diri dan skala prokrastinasi akademik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif, dan analisis korelasi product moment pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang memiliki efikasi diri pada kategori sedang yaitu sebanyak 60 orang (67%) dari 90 orang subjek, sebagian besar siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang memiliki prokrastinasi akademik pada kategori sedang sebanyak 56 orang (62%) dari 90 orang subjek. Selain itu terdapat hubungan negatif yang signifikan antara efikasi diri dengan prokrastinasi akademik pada siswa SMA Islam Diponegoro Wagir Malang dengan rxy= -0,547. Hal ini menunjukkan bahwa semakin meningkat efikasi diri, maka prokrastinasi akademik akan semakin menurun, dan begitupun sebaliknya. Berdasarkan hasil penelitian maka disarankan: (1) Bagi siswa SMA Islam Diponegoro, mengatur, mengolah aktivitasnya, dan yakin pada kemampuan sendiri agar mampu mengerjakan tugas khususnya tugas akademik sehingga selesai pada waktunya (2) Bagi guru Bimbingan dan Konseling SMA Islam Diponegoro Wagir Malang, mengawasi dan membimbing kegiatan siswa dalam menyelesaiakan tugas akademik serta memberikan pelatihan untuk meningkatkan efikasi diri siswa dalam format yang sesuai dengan strategi pengubahan sumber ekspektasi menurut teori Bandura (3) Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan dapat sebagai acuan untuk mengembangkan penelitian tentang efikasi diri dan prokrastinasi akademik dengan metode penelitian kualitatif sehingga nantinya bisa dijadikan pelengkap maupun bisa dibandingkan hasilnya
pengembangan paket bimbingan keterampilan kontrol diri bagi siswa sekolah menengah atas
ABSTRAK Wibawa, Eka Nugraha Nata. 2013. Pengembangan Paket Bimbingan Keterampilan Kontrol Diri Bagi Siswa Sekolah Menengah Atas. Skripsi, Jurusan Bimbingan Konseling Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H.Widada, M.Si. (II) Drs. Djoko Budi Santoso. Kata kunci: paket bimbingan, keterampilan kontrol diri, siswa SMA. Siswa SMA sebagai kelompok usia remaja, tidak lepas dari fenomena yang terjadi pada setiap remaja. Siswa SMA termasuk dalam kategori remaja yang rentan mengalami krisis identitas. Krisis identitas pada saat-saat tertentu sering kali menimbulkan ketidakstabilan emosi cemas, bingung, dan merasa tidak bahagia yang berakibat timbulnya perilaku disfungsional. Problem perilaku disfungsional yang dialami remaja ini, bila tidak segera dipecahkan akan menghambat remaja dalam melakukan penyesuaian dengan lingkungan sosial dan juga dengan dirinya sendiri. Konselor perlu memberikan bimbingan keterampilan kontrol diri untuk mencegah perilaku disfungsional karena keterampilan kontrol diri bukanlah sesuatu yang dimiliki secara alami oleh individu, melainkan merupakan sesuatu yang dipelajari. Tujuan pengembangan paket bimbingan keterampilan kontrol diri adalah untuk menghasilkan Paket Bimbingan Keterampilan Kontrol Diri bagi Siswa SMA yang layak, tepat, berguna, dan menarik. Produk yang dihasilkan dari pengembangan ini adalah Paket Bimbingan Keterampilan Kontrol Diri yang terdiri atas (1) panduan Paket Bimbingan Keterampilan Kontrol Diri untuk konselor, (2) materi Paket Bimbingan Keterampilan Kontrol Diri untuk siswa; yang terdiri atas tiga topik, yaitu: (I) Hakikat Kontrol Diri, (II) Perilaku Disfungsional, yang terdiri atas (a) Depresi dan (b) Agresi (III) Pencegahan Perilaku Disfungsional, yang terdiri atas (a) Terapi Kognitif dan terapi perilaku (b) Pengaturan diri (self regulation). Paket ini disusun dengan menggunakan model pembelajaran bimbingan kelompok. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang menggunakan langkah-langkah pengembangan dari Borg & Gall (1983) yang terdiri atas tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba. Subyek uji coba adalah ahli, yaitu ahli bimbingan dan konseling ahli bahasa dan ahli media; dan uji calon pengguna produk, yaitu konselor. Data dikumpulkan melalui format uji ahli dan uji calon pengguna berupa skala penilaian, data yang diperoleh adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan menggunakan analisis rerata dan data kualitatif dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan penilaian ahli BK, Paket Bimbingan Keterampilan Kontrol Diri bagi Siswa SMA ini sangat berguna dengan rerata 3,6. Dilihat dari aspek kelayakan, paket ini layak dengan rerata 2,7. Dari aspek ketepatan, paket ini sangat tepat dengan rerata 3,2. Adapun aspek kemenarikan, paket ini menarik dengan rerata 3, sedangkan menurut ahli Bahasa, Paket Bimbingan Keterampilan Kontrol Diri bagi Siswa SMA sangat tepat, dilihat dari kejelasan, kesesuaian, hubungan kalimat satu dengan yang lain, dan bahasa yang digunakan untuk siswa dengan rerata 3,5. Berdasarkan ahli media; dilihat dari aspek kegunaan, paket ini sangat berguna dengan rerata 3,2; aspek kelayakan, paket ini layak dengan rerata 2,7; aspek ketepatan, paket ini tepat dengan rerata 3; dan aspek kemenarikan, paket ini menarik dengan rerata 3. Berdasarkan uji calon pengguna (konselor); dilihat dari aspek kegunaan, paket ini sangat berguna dengan rerata 3,5; aspek kelayakan, paket ini sangat layak dengan rerata 3,3; aspek ketepatan, paket ini sangat tepat dengan rerata ta 3,3; dan aspek kemenarikan, paket ini sangat menarik dengan rerata 3,4. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, saran yang diberikan adalah: (1) konselor harus memahami prosedur bimbingan dan materi bimbingan agar siswa dapat mencapai tujuan bimbingan yang dikehendaki, (2) konselor harus kreatif dalam mengatur waktu karena mengingat minimnya jam tatap muka, (3) bagi peneliti selanjutnya, dapat melakukan uji efektivitas paket bimbingan keterampilan kontrol diri untuk mengetahui keefektivitasan dan kelayakan penerapan paket bimbingan keterampilan kontrol diri dengan menggunakan ekperimen semu, dan (4) paket bimbingan keterampilankontrol diri ini dikembangkan dengan melakukan penelitihan di SMA Negeri 3 Blitar, sehingga apabila dilakukan untuk SMA lain, maka perlu dilakukan penyesuaian-penyesuaian dengan menganalisis kembali kebutuhan siswa terhadap paket bimbingan keterampilan kontrol diri.
PENGEMBANGAN PANDUAN SOSIODRAMA UNTUK MENINGKATKAN KECERDASAN SOSIAL SISWA KELAS VIII SMP NEGERI 13 MALANG
ABSTRAK Wulan, Tri Henny Febrining. 2013. Pengembangan Model Sosiodrama untuk Meningkatkan Kecerdasan Sosial Siswa Kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ella Faridati Zen, M.Pd., (II) Dr. M. Ramli, M.A. Kata Kunci: kecerdasan sosial, sosiodrama, siswa kelas VIII SMP Masa remaja adalah masa perkembangan transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa yang mencakup perubahan biologis, kognitif, dan sosial. Usia siswa SMP termasuk dalam usia remaja. Remaja sebagai harapan bangsa dan pemimpin di masa depan sangat diharapkan dapat mencapai perkembangan sosial secara matang. Remaja memerlukan layanan bimbingan dan konseling untuk dapat memahami dan mengelola hubungan dengan orang lain, membentuk relasi, dan mempertahankannya dengan efektif. Salah satu teknik bimbingan dan konseling khususnya dalam layanan bimbingan kelompok adalah teknik sosiodrama. Dalam menerapkan teknik sosiodrama diperlukan suatu panduan pelaksanaan. Tujuan penelitian pengembangan ini adalah menghasilkan panduan sosiodrama untuk meningkatkan kecerdasan sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Malang yang berterima secara teoretis dan praktis. Penelitian ini mengadaptasi model pengembangan Borg dan Gall. Langkah yang digunakan peneliti adalah tahap perencanaan, tahap pengembangan produk, dan tahap uji coba produk. Desain uji coba produk menggunakan tiga jenis uji coba yaitu uji ahli (ahli BK dan ahli drama), uji calon pengguna produk (konselor), dan uji coba produk terbatas (uji kelompok kecil). Subjek uji coba terdiri atas uji ahli isi berasal dari latar belakang BK, uji ahli drama berasal dari latar belakang Sastra Indonesia, dan uji calon pengguna produk merupakan konselor SMP yang telah menempuh pendidikan S1 BK. Jenis data yang dihimpun adalah data kuantitatif dan data kualitatif. Instrumen pengumpulan data terdiri atas pedoman wawancara, kuesioner kecerdasan sosial, dan skala penilaian produk. Data dianalisis secara kuantitatif menggunakan rerata dan secara kualitatif dengan menyimpulkan masukan-masukan pada saat uji coba produk. Hasil pengembangan ini adalah panduan sosiodrama untuk meningkatkan kecerdasan sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Malang. Untuk itu, 1) konselor hendaknya menggunakan panduan sosiodrama untuk meningkatkan kecerdasan sosial siswa kelas VIII SMP Negeri 13 Malang dengan pendekatan penelitian tindakan bimbingan dan 2) peneliti selanjutnya hendaknya menguji efektivitas hasil penelitian dan pengembangan ini melalui penelitian eksperimen.
HUBUNGAN ANTARA SELF EFFICCACY KARIER DENGAN PILIHAN KELANJUTAN STUDI SISWA KELAS IX DI SMP BSS MALANG
ABSTRAK Giarti, Farida Yeni. 2013. Hubungan antara Self Efficacy Karier dengan Pilihan Kelanjutan Studi Siswa Kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang. Skripsi, Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Harmiyanto, M.Pd, (II) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. Kata kunci: self efficacy, karier, kelanjutan studi Self efficacy karier merupakan keyakinan untuk sukses, ketegasan dalam memilih karier, dan keuletan mengahadapi situasi kariernya. Sedangkan Pilihan kelanjutan studi merupakan kemampuan siswa terhadap berbagai pilihan karier yang mereka sesuaikan dengan keterampilan dan bakat mereka. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui self efficacy karier siswa kelas IX SMP Brawijaya Smart School Malang, mengetahui gambaran pilihan kelanjutan studi siswa kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang dan mengetahui adakah hubungan antara self efficacy karier dengan pilihan kelanjutan studi siswa kelas IX di SMP Brawijaya Smart School Malang. Rancangan penelitian ini deskriptif dan korelasional, dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Brawijaya Smart School Malang tahun ajaran 2013/2014 dengan jumlah 89 siswa. Dalam pengambilan sampel penelitian ini menggunakan sampel total, yaitu sampel diambil secara keseluruhan dari populasi yang ada di SMP Brawijaya Smart School Malang, yang mana jumlah responden kurang dari 100. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan angket, sedangkan untuk analisis datanya menggunakan analisis deskriptif dengan teknik presentase dan korelasi product moment. Analisis deskriptif ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi masingmasing variabel. Variabel data ini meliputi variabel X yaitu self efficacy karier dan variabel Y yaitu pilihan kelanjutan studi. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui tingkat self efficacy karier siswa yang cenderung berada pada kategori sedang dengan persentase sebesar 58,4%. Untuk pilihan kelanjutan studi siswa berada pada kategori cukup sebesar 48,3. Sedangkan analisis korelasi product moment antara self efficacy karier dan pilihan kelanjutan studi nilai koefisien korelasi (r hitung) sebesar 0,542 dengan signifikansi sebesar 0,000, sehingga menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara self efficacy karier dan pilihan kelanjutan studi. Dengan demikian semakin tinggi tingkat self efficacy karier seorang siswa maka pilihan kelanjutan studi siswa semakin baik, sebaliknya jika tingkat self efficacy karier rendah maka semakin buruknya pilihan kelanjutan studi. Sebagai seorang konselor hendaknya memberikan bimbingan karier yang kepada siswa agar siswa semakin memahami diri terkait masalah karier. Selain itu konselor perlu memperhatikan komponen layanan dukungan sistem dalam kegiatan manajemen dan pengembangan. Hal ini secara tidak langsung memberikan bantuan kepada siswa atau dapat memfasilitasi kelancaran perkembangan, salah satunya perkembangan karier siswa. Untuk peneliti selanjutnya hendaknya mempertimbangkan self efficacy karier dalam mendukung kesempatan siswa memilih kelanjutan studi, selain itu dalam pemilihan kelanjutan studi dapat dikaitkan dengan variabel lain seperti tingkat inteligensi dan pola asuh orang tua siswa, sehingga penelitian yang selanjutnya akan bisa lebih dikembangkan lagi dan bisa menjadi lebih baik.
PENGEMBANGAN MODUL BIMBINGAN PRANIKAH BAGI SISWA SMA ARROHMAH PUTRI MALANG
ABSTRAK Yuliana, Fathul. 2013. Pengembangan Modul Bimbingan Pranikah bagi Siswa SMA Ar-Rohmah Putri Malang. Skipsi, Jurusan bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, M.Pd, (II) Dra. Elia Flurentin, M.Pd. Kata kunci: Modul, bimbingan pranikah, siswa SMA Ar-Rohmah Putri Malang. Kesiapan diri untuk menikah dan berkeluarga adalah adalah salah satu aspek standar kompetensi kemandirian yang harus dimiliki oleh siswa SMA, termasuk siswa SMA Ar-Rohmah putri Malang. SMA Ar-Rohmah Putri Malang merupakan sekolah berasrama bagi seluruh siswanya. Semua siswa diwajibkan untuk untuk mengikuti sekolah Diniyah yang dilakukan pada sore hari dan setelah sholat subuh. SMA Ar-Rohmah Putri Malang sangat mendukung penegakan syari’at dan budaya Islam. Salah satunya adalah anjuran untuk segera menikah bagi perempuan agar lebih aman dan dapat menjaga kehormatan diri, akan tetapi pada praktiknya pembekalan keilmuan tentang persiapan pernikahan dan kehidupan berumah tangga baru diberikan saat siswa berada pada Marhalah 5 (jenjang kelas dalam sekolah diniyah). Marhalah 5 normalnya ditempuh oleh para siswa kelas XI yang mampu menyelesaikan marhalah 1 – 4 pada tahun-tahun sebelumnnya, akan tetapi banyak siswa yang belum mampu berada pada marhalah 5 meski sudah berada pada kelas XI bahkan XII hal ini memungkinkan bahwa tidak semua siswa SMA Ar-Rohmah Putri Malang mendapat bekal keilmuan tentang persiapan pernikahan dan berumah tangga. Berdasarkan latar belakang diatas, maka tujuan dari penelitian dan pengembangan penelitian ini untuk menghasilkan modul bimbingan pranikah yang sesuai bagi siswa SMA Ar-Rohmah Putri Malang. Media tersebut merupakan salah satu media layanan bimbingan dan konseling komprehensif. Metode dalam penulisan modul bimbingan pranikah ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (R&D)dengan teknik analisis data data kuantitatif dan kualitatif. Teknik analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis hasil dari angket need Assesment dan hasil penilaian dari para uji ahli dan uji calon pengguna produk. Teknik analisis data kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang berupa saran dan masukan dari para uji ahli dan uji calon pengguna produk. Penelitian dan pengembangan yang dilakukan menghasilkan modul bimbingan pranikah yang terdiri dari dua produk yaitu; modul bimbingan pranikah pegangan siswa dan modul bimbingan pranikah pegangan konselor. Prosedur pengembangan dan revisi produk ini menggunakan kriteria aspek pokok yaitu; aspek kebergunaan, aspek ketepatan, dan aspek kemenarikan. Modul yang dihasilakan telah memenuhi ketiga kriteria aspek pokok yang digunakan dengan interpretasi: Sangat berguna, sangat tepat dan sangat menarik. Saran bagi pengguna modul ini adalah: dalam penggunaaan modul bimbingan pranikah ini, konselor hendaknya menggunakan pedoman modul bimbingan pranikah sebagai petunjuk dalam pemberian layanan informasi yang ada dalam modul bimbingan pranikah. Bagi peserta didik diharapkan aktif berpartisipasi dalam menerima layanan informasi pranikah, dengan mempelajari materi yang diberikan serta mengerjakan latihan yang diberikan sesuai arahan yang ada
STUDI TINGKAT KETERCAPAIAN TUGAS PERKEMBANGAN REMAJA DI SMA ISLAM SUNAN GUNUNG JATI KECAMATAN NGUNUT KABUPATEN TULUNGAGUNG
ABSTRAK Mustofa, Khoirul. 2013. Tingkat Ketercapaian Tugas Perkembangan Remaja di SMA Islam Sunan Gunung Jati Kecamatan Ngunut Kabupaten Tulungagung. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dra. Ella Faridati Zen, M. Pd, (2) Dr. Triyono, M. Pd. Kata Kunci: Tugas-tugas perkembangan, Remaja. Pada setiap fase perkembangan terdapat tugas-tugas perkembangan yang harus dicapai oleh seorang individu. Tugas perkembangan merupakan suatu tugas yang muncul pada periode atau masa tertentu dalam rentang kehidupan individu. Apabila berhasil dituntaskan akan membawa kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidupnya. Apabila gagal, maka akan menyebabkan ketidakbahagiaan pada diri individu dan akan mengalami kesulitan-kesulitan dalam menuntaskan tugas-tugas perkembangan pada masa berikutnya. Untuk mengarahkan individu dalam mencapai tugas perkembangan dengan baik dibutuhkan sekolah. Usaha sekolah dalam membantu peserta didiknya untuk mencapai tugas perkembangannya secara optimal, dapat diwujudkan dengan adanya layanan bimbingan dan konseling. Penelitian ini akan melihat tingkat ketercapaian tugas perkembangan remaja siswa SMA Islam Sunan Gunung Jati yang siswanya terdiri dari laki-laki semua. Selain itu semua siswa juga diwajibkan untuk tinggal didalam Pondok Pesantren Hidayatul Mubtadi’ien. Dengan kondisi yang seperti itu apakah tugas perkembangan remaja siswa SMA Islam Sunan Gunung Jati dapat tercapai dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur dan mendeskripsikan tingkat ketercapain tugas perkembangan remaja pada siswa SMA Islam Sunan Gunung Jati yang berkaitan dengan 11 aspek tugas perkembangan remaja menurut Havighurst yaitu aspek beriman dan bertakwa kepada tuhan Yang Maha Esa, aspek mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya, aspek mencapai peran sosial pria dan wanita, aspek menerima keadaan fisiknya dan menggunakannya secara efektif, aspek mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya, aspek mencapai jaminan kemandirian ekonomi, aspek memilih dan mempersiapkan karier (pekerjaan), aspek persiapan untuk memasuki kehidupan berkeluarga, aspek mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep yang penting untuk kompetensi kewarganegaraan, aspek mencapai dan mengharapkan tingkah laku sosial yang bertanggungjawab, aspek memperoleh suatu himpunan nilai-nilai dan sistem etika sebagai pedoman tingkah laku. Penelitian ini dilakukan di SMA Islam Sunan Gunung Jati Kecamatan Ngunut. . penelitian ini dilakukakn dengan pendekatan ex post facto. Sedangkan metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian ini adalah kelas X dan XI yang siswanya terdiri dari siswa laki-laki semuannya. Pengambilan sampel menggunakan metode simple random sampling. Instrumen yang digunakan adalah angket. Analisis hasil penelitian yang digunakan adalah analisis presentase dan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat ketercapaian tugas perkembangan remaja pada siswa SMA Islam Sunan Gunung Jati termasuk dalam klasifikasi tinggi dengan persentase 53,57 %. Sedangkan hasil tingkat ketercapaian tugas perkembangan remaja untuk setiap aspeknya yaitu dari sebelas aspek tugas perkembangan remaja, ada 5 aspek tugas perkembangan yang tercapai dengan klasifikasi tinggi yaitu aspek mencapai hubungan yang lebih matang dengan teman sebaya, aspek menerima keadaan fisik dan menggunakannya secara efektif, aspek memilih dan mempersiapkan karir, aspek persiapan untuk memasuki kehidupan berkeluarga dan aspek mencapai tingkah laku yang bertanggung jawab secara moral dan sosial. Sedangkan 6 aspek lainnya yang tercapai dengan klasifikasi sedang yaitu aspek beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME, aspek mencapai peran sosial sebagai laki-laki atau perempuan, aspek mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya, aspek mencapai kemandirian perilaku ekonomis, aspek mengembangkan ketrampilan intelektual dan aspek memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai petunjuk dalam bertingkah laku. Saran-saran dari peneliti untuk pihak-pihak yang terkait, yang pertama yaitu konselor dapat menambah program-program yang direncanakan untuk lebih terfokus pada aspek-aspek yang tercapai dengan kategori sedang tersebut. Selain hal tersebut, konselor juga dapat meningkatkan kerjasamanya lagi dengan pihak pondok pesantren yang merupakan rumah atau tempat tinggal sehari-hari dari para siswa tentunya dalam rangka meningkatkan keterapaian tugas perkembangan remaja yang dapat menjadikan siswa mampu berkembang secara optimal tanpa mengalami banyak permasalahan.
PENGEMBANGAN MATERI PELATIHAN PERGAULAN TEMAN SEBAYA BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK SISWA SMP NEGERI 2 MALANG
ABSTRAK Widyawati, Maristha Bayu. 2013. Pengembangan Materi Pelatihan Pergaulan Teman Sebaya Berbasis Multimedia Interaktif untuk Siswa SMP Negeri 2 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. Lutfi Fauzan, M.Pd. (II) Drs. Djoko Budi Santoso. Kata kunci: materi, pelatihan, pergaulan, teman sebaya, multimedia interaktif, siswa SMP. Teman sebaya mempunyai peranan perkembangan yang penting untuk penyesuaian sosial remaja. Keberhasilan dan kegagalan dalam penyesuaian diri dengan teman sebaya sangat mendasari penyesuaian sosialnya yang lebih luas, juga sangat berpengaruh bagi penyesuaian pribadi dan sosial remaja dalam masa dewasa kelak. Di SMP Negeri 2 Malang belum ada materi pelatihan tentang pergaulan teman sebaya. Oleh sebab itu diperlukan materi pelatihan tentang pergaulan teman sebaya berbasis multimedia interaktif untuk siswa SMP Negeri 2 Malang. Tujuan penelitian dan pengembangan ini adalah menghasilkan materi pelatihan pergaulan teman sebaya berbasis multimedia interaktif untuk siswa SMP Negeri 2 Malang beserta buku panduan konselor sebagai petunjuk penggunaannya dan salah satu teknik yang dapat digunakan konselor dalam memberikan layanan bimbingan pribadi-sosial yang berterima secara teoritis dan praktis. Penelitian ini menggunakan model yang diadaptasi dari Borg and Gall (1983). Adapun prosedur pengembangan yang dilakukan sebagai berikut: 1) identifikasi kebutuhan, 2) perumusan tujuan bimbingan, 3) penyusunan produk, 4) uji coba produk, 5) revisi, dan 6) produk akhir. Instrumen uji coba produk menggunakan angket sedangkan validasinya dilakukan oleh ahli media, ahli materi, calon pengguna produk (konselor), dan uji kelompok kecil. Hasil validasi ahli menunjukkan bahwa materi pelatihan pergaulan teman sebaya berbasis multimedia interaktif untuk siswa SMP Negeri 2 Malang memiliki tingkat akseptabilitas dari segi teoritis dan praktis, sehingga multimedia interaktif sesuai bagi siswa SMP Negeri 2 Malang. Hal ini terbukti dari hasil analisis angket penilaian uji para ahli dan calon pengguna produk yang menunjukkan skor penilaian dengan rentangan 3,0-4 yang artinya sangat sesuai. Berdasarkan hasil pengembangan, disarankan: (1) produk yang sudah dikembangkan diujikan kepada kelompok sasaran yang lain yang mempunyai kebutuhan yang berbeda, (2) untuk pengembang produk lanjutan, dapat melakukan uji efektivitas dan kelayakan penerapan multimedia interaktif pergaulan teman sebaya pada sasaran melalui eksperimen, (3) diadakan uji lapangan dalam skala besar sehingga multimedia interaktif pergaulan teman sebaya ini benar-benar sesuai dan bermanfaat untuk siswa.