SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
Not a member yet
    1354 research outputs found

    penerapan teknik permainan simulasi untuk meningkatkan tanggung jawab siswa kelas X-C di SMA negeri 1 ngunut

    No full text
    ABSTRAK   Realis, Rindy Anyles. 2013. Penerapan Teknik Permainan Simulasi untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Siswa Kelas X-C di SMA Negeri 1 Ngunut. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra. Ella Faridati Zen, M. Pd dan (II) Dr. M. Ramli, M.A.   Kata kunci : permainan simulasi, tanggung jawab siswa   Sikap siswa kelas X-C selama mengikuti pelayanan BK, antara lain: terlambat masuk kelas, tertidur, mengerjakan tugas mata pelajaran lain dan mengobrol dengan teman. Hanya siswa tertentu yang aktif. Ini menunjukkan siswa kurang bertanggung jawab. Padahal nilai karakter tanggung jawab harus dikembangkan. Teknik ceramah dan tanya jawab kurang mampu meningkatkan tanggung jawab siswa. Pemecahan masalah yang ditawarkan adalah menerapkan permainan simulasi yang menekankan perlibatan langsung siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan teknik permainan simulasi yang dapat meningkatkan tanggung jawab siswa kelas X-C di SMA Negeri 1 Ngunut. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan bimbingan dan konseling (PTBK). PTBK terdiri dari dua siklus, dua pertemuan di setiap siklus. Setiap siklus melalui perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas X-C sejumlah 35 orang siswa. Instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman observasi, angket dan dokumentasi. Analisis data dengan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan/verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan simulasi yang dapat meningkatkan tanggung jawab siswa adalah permainan simulasi yang memberikan ruang kepada siswa (pemain, pemegang peran, penonton dan penulis) mendapatkan pengalaman belajar yang bermakna  selama proses pelayanan. Siswa dihadapkan kepada situasi yang berkaitan dengan tanggung jawab, menanggapi situasi yang ditemukan, merefleksikan tanggapan, menganalisa untuk menarik kesimpulan. Di samping itu, pemberian tugas tambahan kepada penonton berupa menulis pendapat mengenai setiap pesan yang dibahas dapat meningkatkan penguasaan dan aktivitas yang berkaitan dengan tanggung jawab siswa. Saran yang diajukan adalah: (1) konselor diharapkan dapat menerapkan permainan simulasi sebagai alternatif pilihan teknik pelayanan BK di kelas, (2) peneliti selanjutnya dapat menambahkan komponen kegiatan dalam bentuk PR berupa catatan harian aktivitas siswa terkait tanggung jawab

    EFEKTIVITAS PENGGUNAAN CINEMA THERAPY UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI SISWA SMK

    No full text
    ABSTRAK   Novitasari, Yenize. 2013. Efektivitas Pengunaan Cinema Therapy untuk Meningkatkan Resiliensi Siswa SMK. Skripsi. Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Dr. M. Ramli, M.A, (2) Dr. Hj. Muslihati, S.Ag., M.Pd.   Kata kunci: resiliensi, cinema therapy, film   Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penggunaan cinema therapy untuk meningkatkan resiliensi siswa SMK. Penelitian dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa SMK yang memiliki resiliensi rendah. Resiliensi adalah ketahanan seseorang terhadap masalah dan upaya untuk bisa bangkit dari masalah serta mendapatkan aspek positif untuk perbaikan di masa yang akan datang. Siswa SMK yang berada pada usia remaja, rentan terhadap ketidaktahanan menghadapi masalah. Kesengsaraan (adversity) dan berbagai masalah serta tekanan hidup sering membuat mereka memiliki sikap dan perilaku yang menyimpang seperti sikap putus asa, kesedihan berlarut, kehilangan gairah hidup, melampiaskan masalah kepada hal-hal negatif sampai berbuat hal-hal yang dapat membahayakan jiwanya. Remaja yang memiliki resiliensi rendah harus segera mendapatkan bimbingan, agar proses perkembangannya tidak terganggu ataupun terhambat. Keadaan ini harus mendapatkan perhatian khusus dari konselor sebagai agen dalam mengembangkan kapasitas untuk keluar dari kesengsaraan, menyesuaikan diri dengan tekanan, dan menghadapi problem-problem, serta mengembangkan kompetensi pribadi, sosial, akademik, dan vokasional. Dengan kata lain resiliensi harus ditingkatkan. Telah banyak cara yang dilakukan peneliti untuk meningkatkan resiliensi, dalam penelitian ini peneliti menggunakan cinema therapy. Cinema therapy merupakan metode dalam bimbingan dan konseling dengan menggunakan film atau video yang memberikan efek positif sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Jenis penelitian ini adalah Quasi Experimental Design. Desain yang digunakan adalah One-Group-Pretest-Posttest Design. Dalam desain ini, kelompok diberikan pretest untuk mengukur kondisi awal, selanjutnya diberikan treatment, setelah itu kelompok tersebut diberikan posttest untuk mengukur kondisi akhir. Pengukuran pretest dan posttest menggunakan alat ukur skala resiliensi yang diturunkan dari aspek pembentuk resiliensi menurut Reivich & Shatee. Subjek penelitian adalah siswa SMK kelas X yang berjumlah delapan siswa. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik non-parametrik uji beda Wilcoxon. Hasil menunjukkan bahwa penggunaan cinema therapy efektif untuk meningkatkan resiliensi siswa SMK. Beberapa saran yang perlu dipertimbangkan yaitu: (1) konselor sebaiknya menggunakan cinema therapy dalam meningkatkan resiliensi siswa, memilih film yang sesuai dengan tujuan bimbingan dan usia perkembangan siswa, mengetahui alur cerita, penokohan dan pesan dalam film, memahami keseluruhan pelaksanaan cinema therapy serta memperhitungkan alokasi waktu dalam pelaksanaan kegiatan, dan (2) peneliti selanjutnya hendaknya menggunakan kelompok kontrol dan mengukur kembali hasil penelitian, satu bulan setelah posttest untuk mengetahui keajegan hasil penelitian.

    EFEKTIVITAS TEKNIK MODELLING SIMBOLIS UNTUK MENINGKATKAN PENERIMAAN DIRI SISWA SMA N 1 PLEMAHAN KABUPATEN KEDIRI

    No full text
    ABSTRAK   Nurfiria, Dasita. 2013. Efektivitas Teknik Modelling Simbolis untuk Meningkatkan Penerimaan Diri Siswa SMA N 1 Plemahan Kabupaten Kediri. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M. Si., (II) Arbin Janu Setyowati, S. Pd, M. Pd.   Kata kunci: Penerimaan Diri, Modelling Simbolis, Siswa SMA   Remaja membutuhkan kemampuan untuk dapat menerima dirinya. Hal ini karena penerimaan diri dapat mempengaruhi sikap dan tingkah laku mereka dalam berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungannya. Selain itu, penerimaan diri juga merupakan elemen penting bagi remaja untuk mengaktualisasikan diri. Masalah yang sering muncul pada masa remaja adalah masih banyaknya remaja yang kurang bisa menerima kondisi diri sendiri. Dampak yang dapat ditimbulkan adalah siswa akan menarik diri dari lingkungan. Hal ini berdampak pula pada proses belajar dan hasil belajar siswa. Prestasi yang diperoleh kurang maksimal karena siswa akan selalu diliputi rasa cemas, gelisah, serta rasa tidak puas terhadap dirinya sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas modelling simbolis dalam meningkatkan penerimaan diri bagi siswa SMA N 1 Plemahan kabupaten Kediri. Modelling simbolis adalah salah satu teknik yang digunakan dalam proses bimbingan dan konseling dengan menggunakan slide atau film sebagai media untuk mencapai suatu tujuan. Dalam penelitian ini, teknik modelling simbolis menggunakan tayangan film untuk meningkatkan penerimaan diri siswa SMA. Rancangan penelitian adalah eksperimen semu, dengan  one group pre test, post test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X di SMA Negeri 1 Plemahan dengan tingkat penerimaan diri sedang. Jumlah subyek yang diambil sebanyak 5 orang siswa. Data yang diperoleh melalui subjek, menggunakan instrumen penerimaan diri yang telah diuji validitasnya dengan menggunakan analisis butir dan uji reliabilitas, sehingga didapatkan r alpha lebih besar daripada r table dengan tingkat reliabilitas 0,936 yang berarti reliabel atau dapat dipercaya. Hasil penelitian adalah: (1) penerimaan diri siswa sebelum pemberian treatment berada pada kategori  sedang, nilai mean pre test sebesar 101,2 ; (2) penerimaan diri siswa setelah pemberian treatment berada pada kategori tinggi, nilai mean post test sebesar 135,8 ; (3) Melalui hasil uji hipotesis menggunakan uji wilcoxon dihasilkan nilai Zhitung sebesar -2,060 dengan signifikansi 0,039. Oleh karena signifikansi Zhitung sebesar 0,039 (sig < 0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik konseling modelling simbolis efektif untuk meningkatkan penerimaan diri siswa. Atas dasar hasil penelitian, penulis mengajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: (1) konselor dapat menggunakan teknik modelling simbolis sebagai salah satu alternatif untuk meningkatkan penerimaan diri siswa Sekolah Menengah Atas; (2) diharapkan peneliti selanjutnya menggunakan kelompok kontrol disamping kelompok eksperimen, sehingga efektivitas modelling simbolis lebih meyakinkan

    Keefektifan Teknik Pengelolaan Diri untuk Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa SMAN 4 Kediri

    No full text
    ABSTRAK   Herira, Rina. 2013. Keefektifan Teknik Pengelolaan Diri untuk Meningkatkan Disiplin Belajar Siswa SMAN 4 Kediri.  Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (1) Drs. H.Widada, M.Si, (2) Dr. M. Ramli, M.A   Kata kunci: pengelolaan diri, disiplin belajar, siswa SMA   Disiplin belajar bagi siswa akan meningkatkan ketekunan serta memperbesar kemungkinan siswa untuk berkreasi dan berprsestasi, sedangkan siswa yang tidak disiplin belajar, akan membuat mereka menjadi siswa yang lamban dalam menangkap pelajaran yang diajarkan, menjadi kurang semangat dalam belajar, dan membuat siswa mengalami kesulitan dalam mengikuti proses belajar, kurangnya disiplin belajar juga terjadi pada siswa di SMAN 4 Kediri sehingga berakibat pada pencapaian prestasi belajar yang kurang memuaskan. Siswa yang tidak disiplin belajar memerlukan teknik pengelolaan diri, agar mereka lebih disiplin dalam belajar. Teknik pengelolaan diri adalah teknik pengubahan perilaku yang  dalam prosesnya konseli mengarahkan perubahan perilakunya sendiri dengan suatu teknik atau kombinasi teknik teurapetik. Pengatasan masalah tersebut memerlukan bantuan yang efektif dari konselor dan peneliti untuk meningkatkan disiplin belajar siswa kelas X SMAN 4 Kediri melalui teknik  pengelolaan diri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keefektifan teknik pengelolaan diri terhadap peningkatan disiplin belajar siswa kelas X SMAN 4 Kediri. Penelitian ini termasuk dalam penelitian eksperimen. Jenis rancangan penelitian yang digunakan adalah desain eksperimen semu (quasi experiment design). Desain eksperimen semu yang digunakan adalah One Group Pretest and Posttest design. Teknik pengumpulan data menggunakan skala disiplin belajar yang dibuat sendiri oleh peneliti yang dilengkapi dengan observasi. Analisis data menggunakan statistik inferensial non parametrik, yaitu uji beda two related samples tests Wilcoxon untuk mengetahui perbedaan tingkat disiplin belajar siswa sebelum dan sesudah pelatihan pengelolaan diri pada kelompok eksperimen. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik pengelolaan diri efektif untuk meningkatkan disiplin belajar siswa SMAN 4 Kediri. Hal ini dapat dilihat dari hasil uji beda yang menunjukkan Z = -2.366a  dengan p= 0,018< 0,05. Berdasarkan hasil temuan, disarankan: (1) konselor dapat membantu siswa untuk meningkatkan disiplin belajar dengan menggunakan teknik pengelolaan diri, sehingga disiplin belajar siswa dapat meningkat, (2) peneliti selanjutnya hendaknya melakukan eksperimen dengan kelompok kontrol sehingga hasilnya lebih meyakinkan.

    Pengembangan Komik sebagai Layanan Informasi Mengenai Adiksi Game online di SMP Brawijaya Smart School

    No full text
    ABSTRAK   Pamungkas, Dendy Bangun. 2013. Pengembangan Komik sebagai Layanan Informasi Mengenai Adiksi Game online di SMP Brawijaya Smart School. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag, M.Pd, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd.   Kata Kunci: adiksi game online, komik, SMP   Adiksi game online adalah perilaku bermain game online secara berlebihan tanpa memperhatikan waktu dan akibatnya. Pecandu game online memiliki rasa kepuasan tersendiri ketika bermain game online secara terus menerus, sehingga ada perasaan untuk mengulangi bermain game online. Salah satu kalangan yang menggemari game online adalah  siswa SMP. Banyak siswa SMP pecandu game online menghabiskan uang saku untuk memenuhi keinginan bermain game online. Adiksi game online bahkan mengakibatkan perilaku negatif lainnya, misalnya mengambil uang ibunya tanpa ijin dan menggunakan uang SPP untuk bermain game. Bimbingan dan Konseling memiliki peran preventif dan kuratif dalam menghadapi masalah ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media yang dapat digunakan sebagai alat layanan informasi kepada siswa agar mengetahui adiksi game online. Untuk itu dikembangkan sebuah komik yang menyajikan informasi tentang adiksi game online. Komik dilengkapi dengan panduan yang dapat digunakan konselor dalam pemberian layanan informasi tentang adiksi game online dan dampaknya. Rancangan penelitian ini menggunakan penelitian R & D. Produk yang dihasilkan berupa komik adiksi game online yang diuji melalui uji ahli rancangan dan ahli materi, calon pengguna, dan kelompok kecil. Data kuantitatif diperoleh berdasarkan skala penilaian yang diberikan kepada para ahli dan calon pengguna sedangkan kualitatif didasarkan pada kritik dan saran yang diberikan melalui lembar penilaian. Analisis data yang digunakan adalah analisis rerata. Sedangkan subjek uji coba terdiri dari dua orang ahli yaitu ahli rancangan dan ahli materi, serta subjek calon pengguna yaitu siswa sebanyak lima orang dan seorang konselor sekolah. Jenis data yang dihimpun adalah data kuantitatif dan kualitatif. Berdasarkan hasil analisis data dapat disimpulkan bahwa komik adiksi game online dan buku panduan penggunaan komik adiksi game online memiliki ketepatan, kemudahan, kemenarikan, kebermanfaatan, kejelasan, dan kelayakan. Penelitian disarankan kepada: 1) kepada siswa, dengan adanya komik adiksi game online untuk kelas VII di SMP BSS, siswa-siswi memperoleh ilmu dari komik tersebut sehingga dapat membekali diri agar tidak adiksi game online. 2) Konselor benar-benar memahami dan mempelajari komik ini agar dapat diaplikasikan dalam membantu siswa dalam memberikan layanan informasi adiksi game online. 3) peneliti selanjutnya dapat melakukan penelitian lanjutan yaitu penelitian eksperimen tentang kefektifan isi materi komik bahaya adiksi game online ini apakah telah dipahami oleh siswa ataukah belum.

    PENGEMBANGAN MEDIA LAYANAN INFORMASI BULLYING BERBASIS MULTIMEDIA INTERAKTIF UNTUK SISWA SMP

    No full text
    ABSTRAK   Wijayanti, Heffilia. 2013. Pengembangan Media Layanan Informasi Bullying Berbasis Multimedia Interaktif untuk Siswa SMP. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd, (II) Irene Maya Simon, S.Pd, M.Pd.   Kata kunci: layanan informasi, bullying, multimedia interaktif   Dewasa ini, sebagian besar siswa SMP mengungkapkan amarahnya dengan mengritik siswa lain, memukul, mencubit ataupun menghina siswa lain. Hal ini merupakan wujud dari perilaku bullying. Oleh karena itu, tugas konselor yaitu memberikan informasi pada siswa, agar siswa terhindar dari praktik bullying. Namun, kenyataannya konselor kurang bervariasi dalam penggunaan media untuk menyampaikan informasi, sehingga siswa cenderung bosan dan kurang memperhatikan materi yang disampaikan oleh konselor. Berdasarkan hal tersebut, penyampaian informasi tidak akan berjalan dengan baik, karena konselor belum memiliki media lain yang efektif digunakan dalam pemberian informasi tentang bullying. Adapun media yang dapat digunakan dalam pemberian informasi tentang bullying yaitu media berbasis multimedia interaktif. Penelitian dan pengembangan ini bertujuan untuk menghasilkan media layanan informasi tentang bullying berbasis multimedia interaktif bagi siswa SMP yang berterima secara teoritis dan praktis. Metode yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini diadaptasi dari model pengembangan Borg and Gall (1983) yang terdiri dari: (1) perencanaan, meliputi penilaian kebutuhan, analisis kebutuhan dan penetapan prioritas kebutuhan siswa, (2) pengembangan produk awal, meliputi penyusunan tujuan bimbingan dan prototype produk, (3) uji coba produk dengan ahli materi dan ahli media, merevisi, menguji kepada calon pengguna produk dan uji kelompok kecil, kemudian merevisi produk tersebut sehingga dihasilkan produk yang sesuai dengan tujuan pengembangan. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan instrumen penelitian berupa angket dan pedoman wawancara. Analisis data yang digunakan adalah analisis persentase. Sedangkan subjek uji coba terdiri dari uji ahli materi dan ahli media, serta calon pengguna produk yaitu konselor, dan kelompok kecil yaitu siswa sebanyak enam orang. Jenis data yang dihimpun adalah data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh dari skala angka penilaian yang diberikan pada para ahli, calon pengguna dan kelompok kecil. Sedangkan data kualitatif didasarkan pada kritik dan saran yang diberikan melalui lembar penilaian. Hasil penilaian dari para ahli menunjukkan bahwa media layanan informasi tentang bullying berbasis multimedia interaktif telah memenuhi kriteria kegunaan, ketepatan, kemudahan dan kemenarikan. Berdasarkan analisis uji ahli materi, uji ahli media, uji calon pengguna produk (konselor) dan uji kelompok kecil (siswa) didapatkan hasil sangat berguna, sangat tepat, sangat mudah dan sangat menarik, namun ada beberapa hal yang perlu direvisi lagi. Multimedia interaktif tentang bullying ini akan layak digunakan sebagai salah satu media bimbingan di sekolah, khususnya bagi siswa SMPN 13 Malang, setelah dilakukannya eksperimen terlebih dahulu.

    Perbedaan Perilaku Konsumtif Siswa SMA Negeri 4 Malang Berdasarkan Lokus Kendali

    No full text
    ABSTRAK    Amelia, Brilian Andria Citra. 2013. Perbedaan Perilaku Konsumtif Siswa SMA Negeri 4 Malang Berdasarkan Lokus Kendali. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dr. Muslihati, S.Ag M.Pd. (II) Drs. Dr. Andi Mappiare AT, M.Pd.   Kata Kunci: Perilaku Konsumtif, Lokus Kendali, SMA   Perilaku konsumtif adalah suatu tindakan dalam menggunakan barang atau jasa secara berlebihan dimana pelaku hanya memikirkan efek keinginan, kesenangan, dan kepuasan dengan tidak memikirkan kebutuhan dan keperluan yang lebih penting sehingga membentuk gaya hidup mewah atau boros. Perilaku konsumtif ini menyangkut lokus kendali individu. Lokus kendali adalah keyakinan individu untuk menempatkan keberhasilan atau kegagalan sebagai tanggung jawab diri sendiri yang dinamakan lokus kendali internal atau tanggung jawab berada di luar diri sendiri yaitu dari lingkungan atau orang lain yang dinamakan lokus kendali eksternal. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan perilaku konsumtif siswa SMA Negeri 4 Malang yang memiliki lokus kendali eksternal, (2) mendeskripsikan perilaku konsumtif siswa SMA Negeri 4 Malang yang memiliki lokus kendali internal, (3) mengetahui perbedaan perilaku konsumtif siswa SMA Negeri 4 Malang bedasarkan lokus kendali internal dan eksternal. Penelitian ini dilaksanakan dengan rancangan deskriptif komparatif. Populasi penelitian adalah siswa SMA Negeri 4 Malang. Teknik pengambilan sampel adalah cluster random sampling. Alat pengumpulan data adalah skala Perilaku Konsumtif dan Lokus Kendali. Teknik analisis data dengan adalah deskriptif dan analisis uji-t. Hasil rerata menunjukkan bahwa perilaku konsumtif siswa yang memiliki lokus kendali internal lebih tinggi daripada siswa yang memiliki lokus kendali eksternal. Namun, keduanya berada dalam kategori sedang. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan perilaku konsumtif siswa SMA Negeri 4 Malang berdasarkan lokus kendali internal dan eksternal. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan pada konselor sebagai rujukan dalam melakukan analisis kebutuhan siswa tentang perilaku konsumtif, selain itu dapat menjadi reverensi bagi konselor dalam melakukan interfensi bimbingan dan konseling untuk mengatasi masalah perilaku konsumtif siswa, seperti kelola diri dalam hal berbelanja.

    Hubungan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Konselor dengan Keefektifan Pelaksanaan Layanan Konseling Individual di SMAN 3 Jombang.

    No full text
    ABSTRAK   Rahmi, Meilina Purwandari. 2013. Hubungan Keterampilan Komunikasi Interpersonal Konselor dengan Keefektifan Pelaksanaan Layanan Konseling Individual di SMAN 3 Jombang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Drs. H. Widada, M.Si, (II) Dr. Blasius Boli Lasan, M.Pd   Kata Kunci: Komunikasi Interpersonal, Konseling Individual.   Keterampilan komunikasi interpersonal adalah komunikasi yang berlangsung antara dua orang atau lebih secara tatap muka, dengan satu akibat dan umpan balik yang segera. Keterampilan komunikasi interpersonal yang baik harus dimiliki oleh seorang konselor yang erat kaitannya dengan pelaksanaan layanan konseling individual. Sehingga konseli akan merasa puas atas keputusan yang dia ambil dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1) tingkat keterampilan komunikasi interpersonal konselor di SMAN 3 Jombang, (2) tingkat keefektifan pelaksanaan layanan konseling individual di SMAN 3 Jombang, dan (3) mengetahui hubungan keterampilan komunikasi interpersonal konselor dengan keefektifan pelaksanaan layanan konseling individual di SMAN 3 Jombang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif. Populasi penelitian adalah peserta didik SMAN 3 Jombang. Sampel penelitian berjumlah 133 peserta didik yang pernah melaksanakan konseling individual. Menggunakan alat pengumpulan data berupa instrumen. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik persentase dan uji korelasi Product Momment dari Pearson. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan keterampilan komunikasi interpersonal konselor dengan keefektifan pelaksanaan layanan konseling individual di SMAN 3 Jombang, hal ini dibuktikan dengan nilai signifikasi 0,00 ≤ taraf signifikasi 0,05. Saran yang perlu dipertimbangkan bagi konselor yang memiliki keterampilan komunikasi interpersonal yang rendah supaya meningkatkan keterampilan komunikasi interpersonalnya, dan bagi penelitian selanjutnya adalah melakukan penelitian sejenis dengan populasi yang luas sehingga diperoleh generalisasi yang lebih luas pula

    Efektivitas Bibliokonseling untuk Mengembangkan Karakter Jujur Siswa Kelas IV di SDN Percobaan 1 Malang

    No full text
    ABSTRAK   Munawaroh, Iin. 2013. Efektivitas Bibliokonseling untuk Mengembangkan Karakter Jujur Siswa Kelas IV di SDN Percobaan 1 Malang. Skripsi, Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Malang. Pembimbing: (I) Dra.Elia Flurentin, M.Pd. (II) Drs. Harmiyanto, M.Pd.   Kata kunci: Bibliokonseling, karakter jujur, siswa SD   Bibliokonseling adalah suatu kegiatan mengintervensi pemikiran individu dengan menggunakan suatu bacaan. Setelah membaca bacaan tersebut, individu dapat mendapatkan informasi baru dan dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali manfaat dari bibliokonseling dalam bidang pendidikan, tetapi tidak banyak kalangan tahu mengenai manfaat bibliokonseling tersebut terutama untuk mengembangkan karakter jujur pada siswa sekolah dasar. Berkaitan dengan itu, maka diperlukan pembahasan mengenai bibliokonseling tersebut. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan mengetahui efektivitas bibliokonseling untuk mengembangkan karakter jujur pada siswa kelas IV di SDN Percobaan 1 Malang. Metode penelitian menggunakan rancangan penelitian kuantitatif. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan menggunakan one group pre-test post-test. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik penyebaran angket, wawancara dan observasi. Instrumen yang digunakan untuk pengumpulan data adalah angket karakter jujur. Bibliokonseling yang digunakan sebagai treatment, ditulis dan didesain dalam bentuk buku cerita bergambar oleh peneliti sendiri. Peneliti kemudian melaksanakan uji produk kepada tiga ahli yaitu ahli bahasa, ahli isi, dan ahli media. Bibliokonseling berupa buku cerita yang dikembangkan oleh peneliti berjudul: (1)  Aku Anak Jujur, Aku Tidak Mencontek, (2) Aku Anak Jujur, Aku Tidak Mencuri, (3) Aku Anak Jujur, Aku Tidak Berbohong. Analisis data menggunakan teknik statistik dengan formula persentase change dengan melihat perubahan skor pre-test dan post-test setelah diberikan treatment. Media yang digunakan sebagai treatment adalah cerita pendek tentang kejujuran yang dikembangkan oleh peneliti sendiri. Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh simpulan hasil penelitian yaitu bibliokonseling efektif untuk mengembangkan karakter jujur siswa kelas IV SDN Percobaan 1 Malang. Hal ini ditunjukkan dengan skor angket karakter jujur yang diisi oleh subjek yang rata-rata meningkat lebih dari 50%. Peneliti mengajukan beberapa saran yang perlu dipertimbangkan sebagai berikut: (1) Dalam mengaplikasikan teknik ini, peneliti harus mempersiapkan bacaan yang sesuai dengan karakteristik siswa kelas IV SD, cerita harus menarik, serta waktu pelaksanaan kegiatan bibliokonseling harus kontinu (2) Diharapkan menggunakan analisis data time series agar pengontrolan kenaikan kesadaran akan kejujuran untuk setiap treatment lebih mudah dilihat, (3) Diharapkan terdapat pemodelan (ilustrasi) cerita yang dilakukan oleh subjek sendiri sehingga treatment yang diberikan melalui bacaan lebih bisa melekat pada subjek, (4) Sebaiknya untuk penelitian selanjutnya, peneliti menggunakan kelompok kontrol dan menyiapkan pertanyaan refleksi yang lebih mendalam dan kritis sebagai stimulus untuk siswa.

    Pembelajaran Keaksaraan fungsional Berbasis Potensi Lokal (Studi Kasus pada Keaksaraan Fungsional di PKBM Tambo, Lumajang).

    No full text
    ABSTRAK   Nur Asyari Ihsan, Fahrul. 2012. Pembelajaran Keaksaraan fungsional Berbasis Potensi Lokal (Studi Kasus pada Keaksaraan Fungsional di PKBM Tambo, Lumajang). Pembimbing: (I) Dr. H. M. Ishaq  M.Pd, (II) Drs. Sucipto M.S.   Kata Kunci: Pembelajaran Keaksaraan fungsional, Potensi Lokal   Program keaksaraan adalah sebuah program yang dulu dikenal sebagai program pemberantasan buta huruf, saat ini program tersebut bernama program keaksaraan fungsional. Di tataran internasional program itu disebut literacy program. Sesuai dengan namanya, program ini dimaksudkan untuk membantu warga masyarakat yang buta huruf untuk menjadi melek huruf. Buta huruf ini diartikan sebagai kurang memiliki kemampuan dalam calistung, mendengar dan bercerita. Setelah mengikuti program ini peserta didik diharapkan mampu membaca, menulis, dan berhitung (calistung) dan memanfaatkan kemampuan baca tulis tersebut untuk keperluan hidupnya sehari-hari. Program keaksaraan fungsional merupakan salah satu langkah sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dan dapat memberikan pengertian dan kesadaran kepada individu atau kelompok agar memahami dan mengontrol kekuatan sosial ekonomi dan politik, sehingga dapat memperbaiki kehidupannya di masyarakat. Proses pemberdayaan seharusnya dilakukan dalam bentuk kegiatan pembelajaran yang diarahkan untuk memberikan kesempatan luas kepada masyarakat atau warga belajar guna menganalisis masalah kehidupan mereka untuk mengembangkan keterampilan yang mereka kehendaki dalam mengubah keadaan ekonomi, status sosialnya dan mutu serta taraf hidupnya. Dengan demikian pemberdayaan sangat identik dengan pendidikan yang merupakan usaha memberdayakan manusia, memampukan manusia, memaksimalkan potensi-potensi yang ada pada diri manusia, mengembangkan talenta-talenta yang ada di dalam diri manusia, agar dengan kemampuan atau potensi yang dimilikinya dapat dikembangkan melalui pembelajaran. Pemerintahan dapat mendukung masyarakat dalam melestarikan keterampilan calistung yang dimiliki oleh warga masyarakat. Karena sangat dibutuhkan untuk meningkatkan taraf  hidup masyarakat, serta dengan cara memberikan pembelajaran keterampilan terhadap masyarakat akan sangat menarik minat bagi warga masyarakat untuk tetap belajar. Pembelajaran keterampilan dapat membantu mengasah kecakapan baca tulis yang sudah tumpul. Penelitian ini menggunakan deskiptif kualitatif yang bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pembelajaran keaksaraan fungsional berbasis potensi lokal yang diterapkan tutor dalam proses pembelajaran keaksaraan fungsional, mendeskripsikan faktor-faktor penghambat dan pendukung serta solusinya dalam proses pembelajaran keaksaraan fungsional berbasis potensi lokal, serta keunikan dalam pembelajaran keaksaraan fungsional berbasis potensi lokal. Penerapan pembelajaran berbasis potensi lokal digunakan untuk mempermudah para tutor dalam pembelajaran keaksaraan dan dapat mencapi tujuan  keberaksaraan warga belajar.     Berdasarkan hasil analisis data tersebut, diperoleh kesimpulan dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran, para tutor menjadikan pendidikan orang dewasa sebagai acuan penerapan pada pembelajaran terhadap warga belajar. Tutor benar-benar memahami kondisi warga belajar dalam mengajarkan materi keaksaraan fungsional. Para tutor mengajarkan analisis suku kata dan memahami abjad terlebih dahulu, ketika warga belajar sudah memahami abjad dan suku kata, para tutor memberikan pembelajaran menulis dan mengarahkan warga belajar untuk menulis kegiatan sehari-hari warga belajar dan selanjutnya belajar membaca dan menghitung. Penyelenggara dan warga belajar pun hampir tidak menemui hambatan dalam pembelajaran keaksaraan fungsional berbasis potensi lokal tersebut dikarenakan tutor mampu menciptakan pembelajaran yang nyaman serta tidak mengganggu kegiatan mereka sehari-hari. Pembelajaran berbasis potensi lokal yang diterapkan dalam kegiatan keaksaraan fungsional ini merupakan solusi dari mengatasi kejenuhan warga belajar, pemikiran warga belajar akan kurang nyamannya suasana dalam suatu pembelajaran, dan waktu pembelajaran keaksaraan yang singkat. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan bagi PKBM Tambo agar menjadikan temuan tentang pembelajaran keaksaraan fungsional berbasis potensi lokal sebagai bahan masukan dan pengetahuan untuk penyelenggara agar dapat menerapkan proses pembelajaran yang efektif  pada program pemberdayaan masyarakat khususnya keaksaraan fungsional. Bagi Kabid Pendidikan Luar Sekolah Dinas pendidikan Kabupaten Lumajang disarankan agar menjadikan temuan tentang pembelajaran keaksaraan fungsional berbasis potensi lokal sebagai tambahan bahan evaluasi program keaksaraan dan kajian dalam pengelolaan program pendidikan luar sekolah, khususnya terkait dengan keaksaraan fungsional dan dapat  lebih dikembangkan lagi agar mencapai tujuan.

    0

    full texts

    1,354

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    SKRIPSI Jurusan Bimbingan dan Konseling & Psikologi - Fakultas Ilmu Pendidikan UM
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇